untuk Anda penggemar video porno gratis

Anda Penggemar Video Porno? Nonton Video ini Dulu Yuk!

Bagi Anda penggemar video porno dan foto porno, apalagi yang gratis, lihat video ini dulu yuk. Pada saat tulisan ini dirilis, video ini sudah ditonton lebih dari 1,6 juta kali. Penasaran? Yuk tonton dulu…

untuk Anda penggemar video porno gratis

Wahai saudaraku, aku nasehatkan, untuk kamu yang masih bermaksiat tatkala sendirian, berselancar di dunia maya, melihat aurat-aurat yang diharamkan untuk dilihat. Ketahuilah perbuatanmu tersebut adalah melanggar larangan Allah Ta’ala.

Allah berfirman di Al-Quran surah An-Nur ayat 30,

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Berarti, yang menajamkan pandangannya… yang meluaskan pandangannya kepada hal-hal yang diharamkan; foto-foto wanita yang tidak menutup auratnya, video-video porno, atau apapun yang semisal dengannya, maka yakini baik-baik, pada saat Anda melakukan itu berarti Anda telah melaggar larangan Allah, larangan Allah yang Maha Kuasa.

Wahai saudaraku muslim, tahukah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan kepada hal-hal yang diharamkan berarti Anda menyelisihi perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam Hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya “apakah hak orang-orang yang duduk-duduk (nongkrong) di jalananan?” maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab “ghoddul bashor”, haknya orang-orang yang duduk-duduk (nongkrong) di jalanan (boleh nongkrong di jalanan jika seandainya memang harus duduk, dalam arti ada keperluannya), akan tetapi harus menundukkan pandangan.

Lihatlah lagi Hadis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, yang artinya:

“Jangan ikuti pandangan dengan pandangan selanjutnya, sesungguhnya pandangan yang seketika yang tidak disengaja itu adalah untukmu, sedangkan pandangan yang diikuti dengan pandangan selanjutnya itulah dosa atasmu.”

Tahukah Anda bahwasanya  tatkala kita menajamkan pandangan, meluaskan pandangan, kepada hal-hal yang diharamkan, yang sekarang mungkin sudah mudah sekali, di handphone, di komputer, di majalah, di surat kabar, bahkan mungkin di dunia nyata, tahukah kita (bahwa) kita sedang bermaksiat kepada Rasul kita -yang kita mengaku cinta kepada beliau, padahal konsekuensi cinta adalah sebagaimana pepatah arab:

لو كان حبك صادقاً لأطعته***إن المحب لمن يحب مطيـــــع

Kalau seandainya kecintaanmu benar-benar, maka kamu akan menaatinya, sesungguhnya orang yang mencintai sangatlah taat kepada orang yang dicintainya.

Mengaku cinta? kok bisa-bisanya melanggar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!

Wahai saudaraku, tatkala Anda meluaskan pandangan untuk melihat hal-hal yang diharamkan; video porno, foto porno, atau yang semisalnya, ketahuilah dan yakini baik-baik bahwa (dalam) syariat Islam itu dianggap sebagai zina mata.

Dalam Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي ، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah telah menuliskan atas umat manusia, bagiannya dari zina. Tidak bisa tidak, dia pasti mendapati itu. Dan zina mata adalah dengan melihat….”

Tidak bisa tidak. Tidak bisa mungkir.

Dan zina mata itu adalah dengan melihat, yaitu dengan melihat yang diharamkan.

Tidakkah takut Anda, dianggap sebagai seorang pezina mata?

Wahai saudaraku, pasti setelah Anda melihat yang seperti itu pikiran Anda tidak fokus, kemudian cara berpikir Anda pun tidak matang. Karena apa? karena Allah Ta’ala telah memadamkan cahaya iman bagi siapa yang tidak menjaga pandangannya.

Coba perhatikan surah An-Nur ayat 30, perintah untuk orang beriman agar menjaga pandangannya.

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Kemudian di ayat yang ke-31 adalah perintah kepada wanita yang beriman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Pada surat An-Nur ayat yang ke-35, Allah Ta’ala berbicara tentang CAHAYA.

۞ اللَّهُ نُورُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى اللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Inilah penyebab Anda tidak fokus pikiran. Ini penyebab Anda banyak mengkhayal, karena ketika mata diluaskan kepada hal-hal yang porno; video porno, foto porno, semua hal-hal yang mengundang syahwat, padahal diharamkan, maka cahaya hati akan dihilangkan. Yakini itu baik-baik!

Wahai saudaraku…
Tidak takutkah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan kepada yang haram, maka bisa dipastikan kemaluan Anda tidak akan terjaga, baik itu masuk ke dalam perkara masturbasi atau onani -yang diharamkan oleh Islam menurut sebagian besar ulama, ataupun yang lebih parah dari itu, yaitu BERZINA!

Bukankah Allah Ta’ala berfirman pada Al-Quran surah An-Nur ayat 31 dan 32 (lihat teks dan terjemahnya di atas -ed)

Dari ayat di atas… ada kaitan antara menjaga pandangan dan menjaga kemaluan. Dan orang yang menjaga pandangan lebih baik dan lebih suci. Suci dari zina. Suci dari masturbasi. Suci dari perbuatan lesbian dan homosexual, dan yang lainnya.

Pasti Anda sekarang sedang terangguk-angguk. Benar ustadz…

Yang tidak bisa menjaga pandangan, bisa, dan itu pasti, akan terperosok kepada perbuatan-perbuatan nista. Tidak takutkah Anda?

Wahai saudaraku…
Tidak takutkah Anda, tatkala Anda menajamkan pandangan mata Anda kepada video porno, kepada foto porno, maka saat itu ajal menjemput! bukankah itu tanda su’ul khotimah?!

Sebaliknya…

Alangkah indahnya tatkala seseorang meninggal dalam keadaan beribadah.

Dalam Hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وعن أنس – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : ” إن الله تعالى إذا أراد بعبد خيرا استعمله ” . فقيل : وكيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال : ” يوفقه لعمل صالح قبل الموت ” . رواه الترمذي

Allah jika ingin menginginkan kebaikan untuk seorang hamba, Allah akan pakai hamba tersebut.

Para sahabat bertanya, “Bagaimana orang tersebut akan dipakai oleh Allah Ta’ala?”

Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Allah akan berikan taufik kepada dia untuk beramal sholeh sebelum meninggal.”

Nah, Anda… jangan-jangan pas Anda lagi melihat hal yang diharamkan ternyata Anda… MATI! Ternyata malaikat maut mencabut nyawa Anda. Bukankah su’ul khotimah?!

Saudaraku sang penonton video porno…
Sang penggemar foto-foto porno, wanita-wanita telanjang, laki-laki telanjang…
Tahukah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan untuk hal-hal seperti itu, Anda sedang merendahkan Allah dengan serendah-rendahnya!

Anda kira Allah tidak melihat?!

Kalau Anda mengira Allah bisa melihat berarti Anda telah meremehkan Allah!

Anda mungkin menganggap bahwasanya hal ini ringan.

Kita lihat Allah berfirman dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 15

إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

Dan perhatikan baik-baik bahwasanya Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu memberitahukan kepada kita. Beliau radhiallahu ‘anhu berkata:

حدثنا أبو الوليد حدثنا مهدي عن غيلان عن أنس رضي الله عنه قال إنكم لتعملون أعمالا هي أدق في أعينكم من الشعر إن كنا لنعدها على عهد النبي صلى الله عليه وسلم من الموبقات

Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan-amalan yang kalian anggap itu rendah, tidak ada artinya, bahkan lebih tipis dari rambut, tetapi sebenarnya di zaman Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dianggap sebagai dosa besar yang membinasakan.

Maka tatkala Anda melihat kepada yang haram. Tatkala Anda memandang foto yang telanjang, bukankah Allah melihat Anda?! Bukankah Allah mengetahui perbuatan Anda?! Sebegitu hinakah pandangan Allah di sisi Anda?!

Pantas memang, seorang yang bermaksiat tatkala sendirian, tidak ada yang berani melihatnya, dijadikan oleh Allah Ta’ala pahalanya seperti debu yang beterbangan. Tidak takutkah Anda?!

Cukup itu jadi peringatan keras!


Nonton dulu yuk ^^

Ini adalah random video dari channel youtube.com/banghencom
Yuk klik tombol subscribe ini untuk mendapat info video terbaru ^^


Kata kunci:

Video purno, bokep jaman dulu, video bokep jaman dulu, nonton bokep yuk, bokep yuk, vidio purno...

(Visited 7,754 times, 8 visits today)
This Article Has 1 Comment
  1. syamsurizal Reply

    Sangat bagus

Leave a Reply