Doa Setelah Adzan Sesuai Sunnah dan Artinya

Doa setelah adzan ternyata dikelilingi oleh amalan lainnya yang menakjubkan. Dari mulai sejak adzan berkumandang ada bacaan untuk menjawab seruan adzan. Setelah adzan membaca shalawat. Setelah itu membaca doa setelah adzan.

Saudaraku, sekarang insya Allah kita akan belajar “Doa Setelah Adzan” dan amalan lainnya yang mengelilinginya.

Terkait dengan adzan, sebenarnya ada banyak sekali peluang kita untuk meraih pahala. Dimulai dari sejak adzan berkumandang, kita diperintah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Kemudian setelah itu kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian setelah itu, kita bertemu dengan salah satu waktu mustajab untuk berdoa; yaitu antara adzan dan iqomah.

Sungguh banyak sekali peluang kita untuk mendapatkan pahala yang banyak dari adzan ini. Dan setiap hari ada 5 kali dikumandangkan adzan. Ini berarti ada 5 kali peluang kita untuk meraih pahala. Alhamdulillah…

***

VIDEO PANDUAN DOA SETELAH ADZAN

Saya sudah membuat video book panduan doa setelah adzan di channel banghen.com. Anda boleh menontonnya terlebih dahulu. Setelah itu Anda boleh teruskan membaca tulisan ini.

BACAAN MENJAWAB SERUAN ADZAN SELAMA ADZAN DIKUMANDANGKAN

Selama adzan berlangsung, kita disunnahkan untuk menjawab seruan adzan. Begini bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Dari Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا قال المؤذن : الله أكبر الله أكبر، فقال أحدكم : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : أشهد أن لا إله إلا الله، قال : أشهد أن لا إله إلا الله. ثم قال : أشهد أن محمدا رسول الله، قال : أشهد أن محمدا رسول الله. ثم قال : حي على الصلاة، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : حي على الفلاح، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : الله أكبر الله أكبر، قال : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : لا إله إلا الله، قال : لا إله إلا الله من قلبه دخل الجنة

Dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika muadzin (ketika adzan) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian (juga) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’

doa sesudah adzan

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’

doa setelah adzan PDF

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’

doa setelah adzan MP3

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alash sholaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’

doa setelah adzan sesuai sunnah

Kemudian jika mu-adzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alal falaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’

doa setelah adzan subuh

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’

doa sesudah adzan rumaysho

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ (dia mengucapkan) dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga. (HR. Muslim dalam Shahiih Muslim I/289 no. 385)

doa setelah mendengar adzan

Nah, dari hadis yang saya bacakan tadi, kita dapat mengetahui begitulah cara menjawab seruan adzan. Dan coba Anda perhatikan akhir dari hadis tersebut; yaitu siapa yang mengucapkannya, yaitu menjawab adzan dengan hati yang tulus maka balasannya adalah surga. Suatu balasan yang sungguh tak ternilai harganya…

MEMBACA DOA SETELAH ADZAN

Setelah adzan selesai dikumandangkan. Selanjutnya ada 3 amalan yang dapat kita kerjakan: Yang pertama adalah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pertama: Kita membaca shalawat dengan bacaan shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu kita membaca:

shalawat nabi setelah adzan

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud. Sebagaimana yang disebutkan oleh imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam Jalaa-ul Afham hal. 329-331 (Sumber: https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html)

AWAS!
Membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kita lakukan sendiri-sendiri dengan tanpa dikeraskan, dan tanpa menggunakan pengeras suara. Dan kita hanya membaca shalawat sebagaimana shalawat yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang saya sebutkan tadi. Bukan membaca shalawat yang dibikin-bikin tanpa ada dalilnya dalam hadis Nabi yang shahih.

shalawatan puji-pujian setelah adzan

Kedua: Kita membaca doa setelah adzan, yaitu doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ

Allaahumma robba haa-dzihid da’watit taaammah. Wash sholaatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab-‘ats-hu maqoomam-mahmuudanilla-dzii wa ‘ad-tah

bacaan doa setelah adzan

Dalil doa setelah adzan ini adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang setelah mendengar adzan mengucapkan: Allaahumma robba haadzihid da’watit taaammah. Wash sholaatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab-‘ats-hu maqoomam-mahmuudanilla-dzii wa ‘ad-tah [Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini. Dan sholat yang didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadhilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia (yang mengucapkan doa ini) akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR. al-Bukhari no. 614)

Kemudian, dalil dari ketiga amalan yang sudah kita pelajari sebelumnya: (1) Menjawab seruan adzan (2) Membaca shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah adzan (3) Membaca doa setelah adzan. Dalil ketiga amalan ini adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّـى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوْا اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفاَعَةُ

“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafaatku.” (HR. Muslim: 384)

Ketiga: amalan ketiga setelah adzan dikumandangkan adalah berdoa dengan doa yang kita inginkan. Begini penjelasannya:

***

WAKTU MUSTAJAB BERDOA DI ANTARA ADZAN DAN IQOMAH

Waktu antara adzan dan iqomah adalah diantara waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa diantara waktu azan dan iqomat tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Diantara adzan dan iqomah ini, Anda dapat mengangkat dan menengadahkan tangan Anda. Anda boleh berdoa kebaikan apa saja yang Anda inginkan. Mintalah kepada Allah… niscaya Allah akan mengabulkannya.

Alhamdulillah. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua. Dan dapat terus kita amalkan.

REFERENSI DOA SETELAH ADZAN:

-http://banghen.com/waktu-mustajab-berdoa-agar-cepat-terkabul/
-https://almanhaj.or.id/955-apa-yang-harus-diucapkan-ketika-mendengar-adzan-dan-iqamat.html
-https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html
-http://klikuk.com/fatwa-apakah-dianjurkan-tambahan-lafadz-innaka-laa-tukhliful-miad-pada-doa-setelah-adzan/
-https://rumaysho.com/1687-doa-antara-adzan-iqamah.html
-http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/869-cara-ber-doa-setelah-adzan
-https://konsultasisyariah.com/29831-apakah-harus-menjawab-semua-adzan-atau-cukup-satu.html
-http://ustadzaris.com/menjawab-ucapan-ash-shalaatu-khoirum-minannaum
-https://almanhaj.or.id/4586-muadzin-juga-baca-shalawat.html
-https://rumaysho.com/1667-shalawatan-setelah-adzan.html


Nonton dulu yuk ^^

Ini adalah random video dari channel youtube.com/banghencom
Yuk klik tombol subscribe ini untuk mendapat info video terbaru ^^


Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah (PDF + MP3 + Latin + VIDEO)

Dzikir pagi dan petang adalah satu diantara sekian banyak kebutuhan seorang muslim. Jika makan dan minum untuk kebutuhan jasmani, dzikir pagi dan petang untuk kebutuhan ruhani. Latar belakang ini yang mendorong saya untuk menyusun konten Dzikir Pagi dan Petang sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kemudian menyajikannya dalam bentuk konten yang bervariasi.

Di sini Anda akan mendapatkan konten Dzikir Pagi dan Petang dalam bentuk: (1) Video (lengkap dengan tulisan arab, tulisan latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia). (2) Dzikir Pagi dan Petang MP3. (3) Dzikir Pagi dan Petang PDF.

Silakan teruskan membaca ya ^^

Dzikir Pagi dan Petang Rumaysho

Sumber utama Dzikir Pagi dan Petang yang saya susun ini adalah Dzikir Pagi dan Dzikir Petang Rumaysho yang disusun oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Konten yang sudah disusun oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal saya cek kembali teks hadisnya serta saya sesuaikan teks terjemahannya. Saya menggunakan 2 aplikasi android untuk mengecek teks hadis, yaitu aplikasi android جامع الكتب التسعة dan الباحث الحديثي

Selain itu, saya juga menambah referensi yang lainnya untuk mereview Dzikir Pagi dan Petang yang saya susun. Yang pertama adalah buku Hisnul Muslim karya Syaikh Said bin Ali bin Wahf al-Qohthooni. Yang kedua adalah buku Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu yang disusun oleh ustadz Abu Najib Abdillah.

Dzikir Pagi dan Petang Rodja (Radio Rodja & Rodja TV)

Salah satu sumber inspirasi saya menyusun Dzikir Pagi dan Petang (Sore) dalam bentuk audio visual (Video Book dan MP3) adalah Dzikir Pagi dan Petang yang disiarkan di Radio Rodja dan Rodja TV. Konten video yang lengkap dengan tulisan arab, tulisan latin untuk bacaan dzikirnya, ditambah ada terjemahnya dalam bahasa indonesia. Ditambah pula panduan suara di video tersebut. Ini sangat menarik sekali. Tentu saja, mudah-mudahan bermanfaat.

Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah

Kriteria Dzikir Pagi dan Petang sesuai Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang saya maksud di sini adalah dzikir pagi dan petang yang bersumber dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Dzikir yang bersumber dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih berarti dapat dijadikan pegangan untuk beramal. Beda halnya jika ada dzikir yang tidak bersumber dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, maka jangan coba-coba untuk diamalkan, karena amalannya akan tertolak. Sebagaimana hadis Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang amalan tersebut bukan berasal dari kami, maka amalannya tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

Jika Anda sebelumnya mengamalkan dzikir pagi dan sore atau al-Matsurat atau berbagai wirid lainnya, maka pastikan semua yang Anda amalkan tersebut berasal dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.

Dzikir dan Petang dalam Berbagai Bentuk Konten (DOWNLOAD)

Berikut ini adalah beberapa Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa packaging konten yang saya susun. Anda boleh mendownloadnnya, kemudian Anda simpan di HP Anda sehingga Anda bisa setiap pagi dan petang menggunakannya sebagai referensi atau pegangan ketika Anda membaca dzikir pagi dan dzikir petang.

Dalam penyusunan packaging Dzikir Pagi dan Petang ini, saya pisahkan antara dzikir pagi dan petang. Dzikir Pagi saya susun terpisah dari Dzikir Petang (Dzikir Sore). Ini tujuannya untuk memudahkan Anda membukanya; karena jika digabung akan mengesankan banyak sekali. Apalagi Dzikir Petang (Dzikir Sore) yang letaknya di belakang, tentu akan menyulitkan Anda membukanya ketika Anda ingin membaca Dzikir Petang. Pasalnya, semua konten ini dalam bentuk digital, bukan bentuk tercetak seperti buku yang mudah dibolak-balik.

***

Berikut ini beberapa Dzikir Pagi Petang dalam beberapa variasi konten yang saya maksud:

Dzikir Pagi dan Petang Dalam Bentuk Video Book
(lengkap dengan huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Dzikir pagi dan petang dalam bentuk video book ini layaknya seperti buku digital yang bisa berbicara. Bentuknya video namun isi kontennya adalah buku. Ada tulisan arabnya. Ada tulisan latinnya bagi Anda yang belum lancar membaca arab. Ada narasi suaranya yang akan membacakan untuk Anda. Ini memudahkan Anda yang ingin berdzikir sambil mengemudi kendaraan atau ketika sedang dalam perjalanan.

***

Dzikir Pagi Dalam Bentuk Video Book
(lengkap dengan huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

***

Dzikir Petang Dalam Bentuk Video Book
(lengkap dengan huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

***

Dzikir Pagi dan Petang PDF
(lengkap dengan huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Dzikir pagi petang PDF ini boleh Anda download dan simpan di HP Anda. Sewaktu-waktu Anda bisa membacanya di waktu pagi dan sore hari. Anda pun bisa mencetaknya. Anda bisa jilid menjadi bentuk buku. Dzikir Pagi dan Petang PDF ini isinya sama persis dengan Dzikir Pagi Petang bentuk video book.

Download Dzikir Pagi dan Petang PDF pada link ini.

***

Dzikir Pagi PDF
(lengkap dengan huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Download Dzikir Pagi PDF pada link ini.

***

Dzikir Petang PDF
(lengkap dengan huruf latin dan terjemah bahasa indonesia)

Download Dzikir Petang PDF pada link ini.

***

Dzikir Pagi dan Petang MP3

Dzikir Pagi Petang MP3 ini dapat Anda simpan di HP dan komputer Anda. Anda dapat mendengarkannya sewaktu pagi dan sore hari. Ini insya Allah sangat membantu sekali bagi Anda yang mobile; ketika Anda di dalam perjalanan di atas kendaraan misalnya.

Download Dzikir Pagi Petang MP3 pada link ini.

***

Dzikir Pagi MP3

Download Dzikir Pagi MP3 pada link ini.

***

Dzikir Petang MP3

Download Dzikir Petang MP3 pada link ini.

***

*

*

*

IKLAN POSTER DZIKIR PAGI PETANG & DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU

dzikir pagi petang sesudah sholat

***

*

*

*

Dzikir Pagi dan Petang Dalam Bentuk Teks

Di bawah ini Anda boleh membaca Dzikir Pagi dan Petang dalam bentuk teks. Anda dapat langsung membacanya tanpa mendownload Dzikir Pagi Sore dalam berbagai packaging seperti di atas:

***

Kapan membaca Dzikir Pagi dan Petang?

Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa waktu membaca dzikir pagi adalah sesudah sholat subuh hingga terbitnya matahari. Dan waktu membaca dzikir petang adalah sesudah sholat ashar hingga terbenamnya matahari. (Shahih al-Wabil as-Shoyyib)

bacaan dzikir pagi petang

***

dzikir pagi petang sesuai sunnah nabi

Dzikir Pagi

[1]
Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

[2]
Membaca Ayat Kursi (DIBACA 1x)

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faedah membaca Ayat Kursi:
Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)

[3]
Membaca Surat al-Ikhlas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul huwallaahu ahad. Allaahush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufu-wan ahad.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

[4]
Membaca Surat al-Falaq (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bil falaq. Min-syar-ri maa kholaq. Wamin-syar-ri qhoo siqin idzaa waqob. Wamin-syar-rin naffaa tsaa tifil ‘uqod. Wamin-syar-rihaa sidin idzaa hasad.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

[5]
Membaca Surat an-Naas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Min-syar-ril waswaasil khon-naas. Al-ladzii yuwas wisu fii shuduu rin-naas. Minal jinnati wan-naas.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

[6]
Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah walhamdulil-laah. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku. Walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in-qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haa-dzal yauum wa khoiro maa ba’-dahu. Wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haa-dzal yauum wa syar-ri maa ba’-dah. Robbi a-’uu-dzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaa-bin-fin naari wa ‘adzaa-bin fil qobr.

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1x)

Faedah:
Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim)

[7]
Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allaahumma bika ash-bahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

sayyidul istighfar dzikir pagi petang

[8]
Membaca Sayyidul Istighfar (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

sayyidul istighfar dzikir pagi petang

Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.

sayyidul istighfar dzikir pagi petang

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)

sayyidul istighfar dzikir pagi petang

Faedah:
Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)

Sayyidul Istighfar Dzikir Pagi Petang

[9]
Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafinii fii sam-’ii, Allaahumma ‘aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a-‘uudzubika minal kufri wal faqri, wa a-‘uudzubika min ‘adzaabil qobri, laa ilaaha illaa anta.

“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)

[10]
Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allaahumma innii ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

[11]
Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

[12]
Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)

Faedah:
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)

[13]
Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya.
(HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

[14]
Menyatakan ridho terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.

“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.
(HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

[15]
Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)

Faedah:
Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)

[16]
Menyatakan diri sebagai seorang muslim yang lurus di atas fitrah Islam. (DIBACA 1x)

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibroohiima haniifam muslimaa. Wa maa kaana minal musyrikiin.

“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja) (HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim. Lihat pula as-Silsilah ash-Shahihah no. 2989)

[17]
Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaanallaahi wa bi-hamdih.

“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)

[18]
Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x atau 100x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 100x)

Faedah membaca 10x:
Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)

Faedah membaca 100x:
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR. al-Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)

[19]
Membaca tasbih dan tahmid, memuji Allah. (DIBACA 3x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhaanallaahi wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. Wazinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3x di waktu pagi saja)

Faedah:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir ini telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas subuh sampai waktu Dhuha. (HR. Muslim no. 2726)

[20]
Memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi-’aa, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1x setelah salam dari Sholat Shubuh) (HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih)

[21]
Memohon ampunan dan bertobat kepada Allah. (DIBACA 100x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullaaha wa atuubu ilaiih.

“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100x dalam sehari) (HR. al-Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702)

***

dzikir petang

Dzikir Petang

[1]
Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

[2]
Membaca Ayat Kursi (DIBACA 1x)

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faedah membaca Ayat Kursi:
Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)

[3]
Membaca Surat al-Ikhlas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul huwallaahu ahad. Allaahush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufu-wan ahad.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

[4]
Membaca Surat al-Falaq (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bil falaq. Min-syar-ri maa kholaq. Wamin-syar-ri qhoo siqin idzaa waqob. Wamin-syar-rin naffaa tsaa tifil ‘uqod. Wamin-syar-rihaa sidin idzaa hasad.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

[5]
Membaca Surat an-Naas (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Bismil-laa-hir-rohmaa-nir-rohiim. Qul a-‘uu dzu bi rob-bin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Min-syar-ril waswaasil khon-naas. Al-ladzii yuwas wisu fii shuduu rin-naas. Minal jinnati wan-naas.

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

[6]
Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaynaa wa amsal mulku lil-laah walhamdulillah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haadzihil lailah wa syar-ri maa ba’dahaa. Robbi a-’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaabin fin naari wa ‘adzaabin fil qobri.

“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1x)

Faedah:
Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161)

[7]
Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Allaahumma bika amsainaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

[8]
Membaca Sayyidul Istighfar (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)

Faedah:
Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)

[9]
Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafinii fii sam-’ii, Allaahumma ‘aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a-‘uudzubika minal kufri wal faqri, wa a-‘uudzubika min ‘adzaabil qobri, laa ilaaha illaa anta.

“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)

[10]
Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allaahumma innii amsaitu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

[11]
Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

[12]
Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)

Faedah:
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)

[13]
Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya.
(HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

[14]
Menyatakan ridho terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.

“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.
(HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)

[15]
Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)

Faedah:
Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)

[16]
Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaanallaahi wa bi-hamdih.

“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)

Faedah:
Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)

[17]
Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x)

Faedah membaca 10x:
Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)

 

dzikir pagi petang pdf mp3

[18]
Memohon perlindungan dari segala kejahatan mahluk. (DIBACA 3x)

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A-’uudzu bikalimaatil-laahit-taammaati min syar-ri maa kholaq.

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3x pada waktu petang)

dzikir pagi petang salaf

Faedah:
Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu. (HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat Muslim)

***

Semoga Dzikir Pagi dan Petang yang saya sajikan ini bermanfaat untuk kita semua. Dapat kita amalkan pada waktu pagi dan sore hari sepanjang hidup kita.

***

REFERENSI DZIKIR PAGI PETANG

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
www.rumaysho.com

Syaikh Said bin Ali bin Wahf al-Qohthooni
Hisnul Muslim

Ustadz Abu Najib Abdillah
Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu

الباحث الحديثي
Android Apps

جامع الكتب التسعة
Android Apps

***

*

*

*

IKLAN POSTER DZIKIR PAGI PETANG & DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU

dzikir pagi petang setelah sholat

 

 

Niat Sholat Tahajud yang Benar Sesuai Sunnah Nabi

Apa niat Sholat Tahajud yang benar sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Sekarang, insya Allah kita akan belajar tentang niat sholat tahajud. Satu hal yang sangat menggelitik saya, tatkala saya mengetahu ada yang bertanya:

Apa sih niat Sholat Tahajud?” dan bahkan ada pertanyaan yang lebih detail lagi: “Apa niat Sholat Tahajud 4 rakaat?“, “Apa niat Sholat Tahajud 2 rakaat?

Saya mendapati kenyataan ternyata masih banyak diantara saudara-saudara kami seiman yang menyangka bahwa setiap ibadah mesti harus ada lafadz niatnya. Coba bayangkan… betapa sulitnya nanti kita beribadah jika setiap ibadah harus menghafal niatnya; mau Sholat Tahajud 4 rakaat begini niatnya… mau Sholat Tahajud 2 rakaat beda lagi niatnya… tentu agama Islam yang mudah ini menjadi terkesan sulit jadinya… iya kan? ^^

Di sisi lainnya saya sangat gembira. Ternyata banyak sekali saudara-saudara kami seiman yang semangat mengamalkan ibadah sunnah, seperti Sholat Tahajud. Banyak sekali yang menanyakan “Bagaimana cara Sholat Tahajud?“, “Apa niat Sholat Tahajud?“, “Apa doa setelah Sholat Tahajud?“, “Apa bacaan Sholat Tahajud?“. Ini adalah pertanda baik. Semoga dengan ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan kasih sayang Allah pada negeri kita.

Niat Sholat Tahajud

Niat Sholat Tahajud itu, caranya sangat mudah. Ketika Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir.

Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.

niat sholat tahajud 4 rakaat

niat sholat tahajud 2 rakaat

niat sholat tahajud dan doanya

Niat adalah amalan hati. Bagian yang sangat penting dalam setiap ibadah. Setiap ibadah itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya.

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ( إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه ) رواه البخاري ومسلم في صحيحهما .

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khaththab radhiallahu ’anhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ’Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya tertuju pada apa yang dia tuju.’” (HR. al-Bukhari & Muslim)

Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Tahajud, dan tidak pernah pula untuk sholat-sholat yang lainnya.

Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:

“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)

niat sholat tahajud dan doa

niat sholat tahajud yang benar

Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.

Sekali lagi, tentang niat Sholat Tahajud

Sekali lagi, ketika Anda ingin Sholat Tahajud. Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir. Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.

Video cara niat Sholat Tahajud

Saya sudah membuat video tentang cara niat Sholat Tahajud ini, di channel banghen.com (Youtube). Anda boleh menontonnya:

Agama Islam itu sangat mudah & indah

Agama Islam ini sungguh mudah, saudaraku…
Seandainya setiap ibadah dalam agama Islam ini harus menghafalkan niat, maka sungguh akan terasa sulit, bukan?

Namun, alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah, yang telah menetapkan syariat Islam yang sangat mudah dan indah sekali untuk kita, hamba-Nya.

Semoga Allah menerima ibadah Sholat Tahajud Anda.

Kata kunci:

niat sholat tahajud sesuai sunnah rasul...

Bacaan Sholat dan Artinya: al-Fatihah dan Artinya (Seri 01)

Bacaan sholat dan artinya yang kita pelajari ini adalah surat al-Fatihah dan artinya. Lengkap dengan tulisan arab untuk lafadz aslinya. Ditambah tulisan latin untuk lafadz bacaannya, khusus bagi Anda yang belum bisa membaca tulisan arab. Tidak itu saja, bahkan lengkap pula dengan terjemahannya.

Saya sudah membuat video bacaan sholat dan artinya untuk surat al-Fatihah artinya ini di channel Youtube banghen.com. Video al-Fatihah dan artinya ini adalah seri pertama untuk rangkaian video bacaan sholat lengkap. Bacaan sholat lengkap tersebut insya Allah terdiri bacaan sholat yang wajib, seperti al-Fatihah, hingga bacaan sholat yang lainnya.

Tujuan dari pembuatan bacaan sholat lengkap ini adalah agar ibadah sholat kita menjadi lebih khusyu’ dikarenakan kita dapat memahami makna bacaan sholat yang kita amalkan. Oleh karena itu, setiap bacaan sholat dilengkapi dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Selain itu, mudah-mudahan dapat membantu saudara saya semuanya untuk membaca bacaan sholat dengan bacaan sholat yang benar, atau minimal dapat mengurangi kesalahan dalam pengucapan dan tajwidnya. Sehingga ini membuat kita menjadi bertambah khusyu’ kita dalam menunaikan ibadah sholat; baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah.

Yuk sekarang kita mulai belajar bacaan sholat seri yang pertama, yaitu surat al-Fatihah dan artinya. Berikut ini video bacaan sholat dan artinya seri pertama: al-Fatihah dan artinya.

Video bacaan sholat dan artinya ini merupakan pelengkap video cara sholat Nabi Muhammad dan praktik sholat sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu video bacaan sholat dalam rangkaian serial bacaan sholat lengkap dan artinya (lengkap dengan tulisan dan terjemahannya) ini dapat Anda praktekkan pada sholat fardhu (atau sholat wajib) Anda. Dan juga pada sholat sunnah yang Anda kerjakan. Karena pada dasarnya bacaan sholat wajib dan dan sholat sunnah secara umum sama (kecuali beberapa sholat sunnah tertentu). Mudah-mudahan video ini menambah khazanah perpustakan digital online melengkapi video bacaan sesuai sunnah yang lainnya.

Surat al-Fatihah dengan penggalan-penggalannya tanpa terjemahan, agar mudah Anda hafalkan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

ALHAMDU LIL-LAAHI ROB-BIL ‘AALAMIIN

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

AR-ROHMAA-NIR-ROHIIM

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

MAALIKI YAU-MID-DIIN

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

IYYAA-KA NA’-BUDU WA IYYAA-KA NAS-TA-‘IIN

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

IHDI-NASH SHIROO-THOL MUSTAQIIM

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

SHIROO-THOL LADZII-NA AN-‘AM-TA ‘ALAI-HIM

غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN

Yuk ulangi membacanya hingga tiga kali. Setelah itu kita belajar arti bacaan surat al-Fatihah.

Surat al-Fatihah dan artinya dengan penggalan-penggalannya (dalam bentuk gambar):

al-fatihah dan artinya

al-fatihah dan artinya

al-fatihah dan artinya

al-fatihah dan artinya

al-fatihah dan artinya

bacaan sholat dan artinya

bacaan sholat dan artinya

bacaan sholat dan artinya

***

Teks Bacaan al-Fatihah dan Artinya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

ALHAMDU LIL-LAAHI ROB-BIL ‘AALAMIIN

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

AR-ROHMAA-NIR-ROHIIM

Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

MAALIKI YAU-MID-DIIN

Yang menguasai Hari Pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

IYYAA-KA NA’-BUDU WA IYYAA-KA NAS-TA-‘IIN

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

IHDI-NASH SHIROO-THOL MUSTAQIIM

(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

SHIROO-THOL LADZII-NA AN-‘AM-TA ‘ALAI-HIM

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;

غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN

bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

***

Semoga bacaan surat al-Fatihah dan artinya ini, yang merupakan rangkaian serial bacaan sholat lengkap, bermanfaat untuk kita semua.

 

 

Kata kunci:

bacaansholatdgartinya, bacaan al fatihah dan artinya, bacaan alfatihah yg benar beserta artinya, doa baca an tobat salamun kaula nurohim...

Waktu Mustajab Berdoa: 10 Waktu Agar Doa Cepat Terkabul

Waktu mustajab berdoa & doa yang dikabulkan Allah pada waktu-waktu mustajab ini.

Ada banyak sekali waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah. Jika kita berdoa pada waktu-waktu mustajab tersebut maka peluang terkabulnya doa lebih besar dibandingkan pada waktu-waktu selainnya.

Berikut ini 10 waktu mustajab untuk berdoa. 10 waktu mustajab ini adalah waktu yang mudah kita jumpai sehari-hari. Mudah pula kita amalkan. Selain 10 waktu mustajab ini, tentu ada banyak waktu-waktu mustajab lainnya. Insya Allah di lain kesempatan kita akan mempelajari dan mengamalkannya.

(1) Waktu mustajab berdoa pada sepertiga malam terakhir

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Waktu yang mana Allah sangat dekat dengan seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah, an-Nasa’i, dan al-Hakim)

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sholat tahajud dan berdoa kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

قُمِ اللَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً

“Bangunlah (untuk melakukan sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. al-Muzzamil: 2-3)

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah Sholat Tahajud, sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. al-Isra’: 79)

waktu mustajab berdoa rumaysho

Kapan waktu sepertiga malam yang terakhir itu?

Waktu malam dihitung sejak tenggelamnya matahari (yaitu sejak waktu maghrib) hingga terbit fajar (yaitu waktu subuh). Jika waktu maghrib kira-kira pukul 18:00 dan waktu subuh pukul 04:00, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 00:30 dini hari.

***

(2) Waktu mustajab berdoa pada akhir Sholat Fardhu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

جاء رجلٌ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، فقال : أيُّ الصلاة أفضل ؟
قال جوفُ الليل الأوسط قال : أيُّ الدُّعاء أسمع ؟ قال: دُبر المكتوبات

Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sholat apa yang paling baik?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sholat di tengah malam”. Lalu laki-laki tersebut bertanya kembali, “Doa apa yang paling didengar?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Doa di akhir sholat fardhu.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya, Jami’ ‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 143-144)

Doa berikut dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhir sholat fardhu,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Allaahumma inni a-’uudzu bika minal jubni, wa a-’uudzu bika an arudda ila ardzalil ‘umuri, wa a-’uudzu bika min fitnatit dunyaa wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri [artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari sikap pengecut di medan perang, dari jeleknya keadaan di masa tua, dari godaan dunia yang menggiurkan dan dari siksa kubur].” (HR. al-Bukhari no. 2822)

waktu mustajab berdoa setelah sholat fardhu

Makna lafadz “dubur sholat” pada Hadis tersebut, di sini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengartikan di akhir sholat sebelum salam. Dan ada pula yang mengartikan setelah selesai sholat (setelah salam).

Dalil tentang berdoa di akhir sholat, yaitu sebelum salam adalah Hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ

“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan al-Masih ad-Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. an-Nasa’i no. 1310. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa Hadis ini shahih)

Doa pada akhir sholat, yaitu sebelum salam (karena masih di dalam sholat), hendaklah berdoa dengan doa yang berasal dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada banyak sekali doa di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

***

(3) Waktu mustajab berdoa diantara waktu adzan dan iqomat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa diantara waktu azan dan iqomat tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

waktu mustajab berdoa setelah adzan dan iqomat

***

(4) Waktu mustajab berdoa pada satu waktu di setiap malam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu. Jika bertepatan waktu itu ada seorang muslim yang berdoa kepada Allah meminta kebaikan dalam perkara dunia maupun akhirat, maka Allah akan kabulkan doanya. Waktu itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Oleh karena itu, sering-seringlah memanjatkan doa kepada Allah. Bisa jadi ketika Anda memanjatkan doa bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa.

***

(5) Waktu mustajab berdoa pada saat turun hujan

waktu mustajab berdoa hujan

Hujan adalah rahmat dan nikmat dari Allah. Diantara nikmatnya turun hujan adalah doa pada saat turun hujan adalah doa yang mustajab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

“Ada 2 doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR al-Hakim, 2534, dishahihkan al-Albani di Shahih al-Jami’, 3078)

***

(6) Waktu mustajab berdoa pada waktu ashar di hari Jumat

waktu mustajab berdoa hari jumat setelah ashar

Hadis dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah akan berikan apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar.” (HR. Ahmad 7631 dan dinilai shahih Syuaib al-Arnauth)

***

(7) Waktu mustajab berdoa ketika sujud dalam sholat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Keadaan yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa (ketika sujud dalam sholat).” (HR. Muslim)

Berdoa ketika sujud dalam sholat sebaiknya dengan menggunakan doa-doa yang ada di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini juga dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

waktu mustajab berdoa sujud sholat

***

(8) Waktu mustajab berdoa ketika terbangun dari tidur di tengah malam, kemudian berdzikir dengan dzikir yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ لله، وَسُبْحَانَ الله، وَلاَ إِلَهَ إِلَّا الله، وَ الله أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِالله، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، أَوْ دَعَا، اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلاَتُهُ

Barang siapa yang bangun di malam hari, lalu ia mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, alhamdulillaah, wa subhaanallaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa hawla walaa quwwata illaa billaah’ (artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.) Kemudian ia berkata: Allahummagh firlii (artinya: Ya Allah, ampunilah aku.) Atau ia berdoa, maka doanya akan dikabulkan Allah, dan jika ia berwudhu dan sholat, maka akan diterima sholatnya.” (HR. al-Bukhari dan at-Tirmidzi)

***

(9) Waktu mustajab untuk berdoa ketika seseorang tidur dalam keadaan suci, kemudian dia terbangun di malam hari dan berdoa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا، فَيَتَعَارُّ مِنَ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Seorang muslim yang tidur setelah berdzikir dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun di malam hari, kemudian berdoa kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

***

(10) Doa mustajab adalah dengan menyertakan doa Nabi Yunus setiap kali berdoa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun ketika berdoa dalam perut ikan adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhoolimiin.’ (artinya: ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.’) Sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengannya kecuali Allah akan kabulkan.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Bagaimana cara mengamalkan doa Nabi Yunus ini?

Setiap kali Anda berdoa dengan doa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat maka bacakanlah doa Nabi Yunus ini terlebih dahulu. Sertakan doa Nabi Yunus ini dalam setiap doa-doa Anda. Maka, dengan izin Allah, doa Anda mustajab dan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

Demikianlah 10 waktu mustajab berdoa. Semoga dapat kita amalkan.

***

REFERENSI WAKTU MUSTAJAB BERDOA:

-http://banghen.com/tata-cara-sholat-tahajud-keutamaan-niat-bacaan-dan-doa-sholat-tahajud/
-https://rumaysho.com/1756-doa-di-sepertiga-malam-terakhir.html
-https://rumaysho.com/14154-6-waktu-terkabulnya-doa.html
-https://yufidia.com/waktu-keadaan-dan-tempat-dimana-berdoa-ketika-itu-mustajab-bag-1/

Kata kunci:

malam hari waktu istijabah jam betapa sampai jam betapa, waktu sholat dhuha dan doa doa yang mustajabnya, berdoa sebelum tidur malam hari maka akan terkabulkan, doa mustajab 1 malam terkabul, jam terkabulnya doa, jam yangnpaling istajab agar doa terkabulkan sholat tahajjud...