Doa Setelah Sholat Dhuha Sesuai Sunnah Nabi

Apa Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi?

Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin. Ibadah ini dikenal dengan keutamaannya sebagai waktu memohon rezeki dan keberkahan dari Allah. Namun, sering muncul pertanyaan, “Apakah ada doa setelah Sholat Dhuha yang sesuai sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam?” Artikel ini akan mengupas tuntas jawabannya, dilengkapi dengan dalil dan panduan yang jelas.

Doa Populer Setelah Sholat Dhuha: Apakah Shahih?

Salah satu doa setelah Sholat Dhuha yang sangat populer berbunyi:

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ … hingga akhir doa.

Sayangnya, doa ini tidak memiliki dalil shahih dari Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam. Doa tersebut disebutkan dalam kitab-kitab seperti Syarhul Minhaj karya As-Syarwani (7:293) dan I’aanatut Thalibiin karya Abu Bakr Ad-Dimyathi (1:295). Namun, tidak ada penulis kitab tersebut yang menyertakan dalil shahih dari Al-Quran atau hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tim Fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih, memberikan komentar,

“Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 53488).

Dengan demikian, doa ini tidak dianjurkan untuk diamalkan. Prinsip ibadah dalam Islam adalah tauqifiyah (harus berdasarkan dalil). Jika tidak ada dalil yang shahih, maka tidak seharusnya doa ini diatributkan kepada Nabi.

Ini Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi

1. Doa yang Dibaca Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam Setelah Sholat Dhuha

Dari Aisyah radhiallahu ’anha, beliau berkata:

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam selesai melaksanakan Sholat Dhuha, kemudian beliau membaca:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

(Allāhumma-ghfir lī wa tub ’alayya, innaka Antat-Tawwābur-Roḥīm).

Artinya: ‘Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.’

Beliau mengucapkannya sebanyak 100 kali.” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinyatakan shahih oleh Al-Albani).

doa setelah sholat dhuha yang shahih dan artinya

2. Dzikir Umum Setelah Sholat

Setelah sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah, dianjurkan membaca dzikir yang diajarkan Rasulullah. Salah satu dzikir yang dapat diamalkan adalah:

Istighfar tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

(Astaghfirullāh)

Aku memohon ampun kepada Allah.

Dilanjutkan dengan doa:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

(Allāhumma Antas-Salām wa Minkas-Salām, Tabārokta Yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām).

Artinya: Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Dzikir ini bersumber dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (HR. Muslim, no. 591).

Sholat Dhuha termasuk sholat sunnah, sehingga dzikir ini juga dapat diamalkan setelah Sholat Dhuha. Hal ini ditegaskan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwanya bahwa dzikir ini berlaku untuk semua jenis sholat, baik wajib maupun sunnah.

Pertanyaan: Seorang penanya wanita bertanya dalam program ini: Wahai Syaikh yang terhormat, apakah boleh membaca tasbih dan doa setelah sholat sunnah sebagaimana dilakukan setelah sholat fardhu? Apa saja doa dan tasbih yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salla?

Jawaban: Dzikir yang diajarkan secara khusus semuanya dilakukan setelah sholat fardhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan disaksikan dan diajarkan kepada para sahabat. Namun, setelah sholat sunnah, tidak ada dzikir khusus yang diajarkan kecuali istighfar. Ketika selesai dari sholat sunnah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan:

أستغفر الله، أستغفر الله، أستغفر الله، اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام

“Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah. Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Adapun dzikir-dzikir lain seperti:

“La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir…”

“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah…”

Dzikir ini semua hanya diajarkan untuk dilakukan setelah sholat fardhu, dan tidak diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melakukannya setelah sholat sunnah.

Tsauban radhiyallahu ’anhu berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai dari sholatnya, beliau membaca istighfar tiga kali dan mengucapkan:

اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام

‘Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.’” (HR. Muslim dan lainnya).

Tsauban tidak menyebutkan secara khusus bahwa doa ini hanya untuk sholat fardhu. Oleh karena itu, dzikir ini berlaku untuk semua jenis sholat, baik sunnah maupun fardhu.

Namun, dzikir-dzikir lain yang panjang (seperti tahlil, tahmid, dan takbir) hanya dikhususkan untuk setelah sholat fardhu. Tidak ada riwayat yang menunjukkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya setelah sholat sunnah.

Keutamaan Sholat Dhuha

Melaksanakan Sholat Dhuha memiliki keutamaan besar, di antaranya:

1. Mendapat Pahala Sedekah

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى.

Artinya: “Setiap pagi, setiap persendian dari kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih (ucapan Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan La ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)

2. Tanda Syukur Seorang Hamba kepada Allah

Sholat Dhuha adalah tanda syukur seorang hamba kepada Allah atas nikmat-Nya. Ibadah ini mencerminkan kesadaran seorang hamba atas nikmat yang Allah berikan, seperti kesehatan, waktu luang, dan kemampuan untuk beribadah.

3. Dibukakan Pintu Rezeki Agar Rezeki Lancar

Dalilnya adalah hadis berikut:

عن رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عن اللهِ عز وجل أنه قال: ابنَ آدمَ اركعْ لي أربعَ ركَعاتٍ من أولِ النهارِ أكْفِكَ آخِرَه

Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Allah Azza wa Jalla, bahwa Dia berfirman:

“Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku (sholatlah) empat rakaat di awal siang, maka Aku akan mencukupimu di akhir hari.” (HR. At-Tirmidzi)

Perawi Hadis: Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Darda dan Abu Dzar Al-Ghifari. Dicatat dalam Sunan At-Tirmidzi (no. 475).

Status Hadis: Dinilai sebagai hasan gharib.

Penjelasan Hadis: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan pahala yang besar dan keutamaan bagi hamba-hamba-Nya yang taat, terutama bagi mereka yang memperbanyak ibadah. Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan firman Allah Azza wa Jalla:

1. “Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku,” maksudnya adalah melaksanakan shalat dengan penuh keikhlasan.

2. “Empat rakaat di awal siang,” dipahami oleh para ulama sebagai Sholat Dhuha. Ada juga yang menafsirkan sebagai Sholat Subuh (baik shalat sunnahnya maupun shalat fardhu).

3. “Aku akan mencukupimu di akhir hari,” maknanya Allah akan melindungi hamba tersebut dari berbagai kesulitan, kekhawatiran, dan urusan yang mengganggunya sepanjang hari. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa hal ini berarti Allah akan menjaga hamba-Nya dari dosa dan berbagai bahaya hingga akhir hari tersebut.

Penjelasan hadis ini dinukil dari Ad-Durar As-Saniyyah (Dorar.net), sebuah ensiklopedia hadis dan syarah ulama.

sholat dhuha pembuka pintu rezeki agar rezeki lancar

Hadis ini mendorong umat Islam untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti Sholat Sunnah Fajar (yaitu dua rakaat sebelum Sholat Subuh) dan Sholat Dhuha, karena di dalamnya terdapat janji perlindungan dan kecukupan dari Allah di sepanjang hari. Ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk senantiasa menjaga sholat sunnah setelah sholat wajib.

4. Sholat Dhuha adalah Sholatnya Para Awwabin

Sholat Dhuha disebut sebagai sholatnya para Awwabin, yaitu orang-orang yang senantiasa bertobat dan kembali kepada Allah dengan ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosanya. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Al-Qasim As-Syaibani.

Dikisahkan bahwa Zaid bin Arqam radhiallahu ’anhu melihat sekelompok orang mengerjakan Sholat Dhuha. Beliau kemudian berkata:

“Andaikan mereka tahu bahwa sholat setelah waktu ini lebih utama. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

‘Sholatnya para Awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan.’” (HR. Muslim, no. 748).

Hadis ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Dhuha adalah ketika matahari mulai terik, sekitar pukul 9 pagi hingga menjelang waktu Zuhur (tergantung lokasi dan waktu setempat). Pada saat ini, melaksanakan Sholat Dhuha akan lebih utama, sesuai dengan sunnah Nabi.

Makna Awwabin: Kata “Awwabin” berarti orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan penuh ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosa mereka. Dengan melaksanakan Sholat Dhuha di waktu terbaik ini, seorang hamba menunjukkan kedekatan hatinya kepada Allah dan keinginan untuk selalu berada di jalan yang diridhai-Nya.

Dengan menunaikan Sholat Dhuha sesuai sunnah dan pada waktu utama ini, semoga kita termasuk golongan Awwabin, yang selalu kembali kepada Allah dengan hati yang penuh taubat dan ketaatan.

Kesimpulan

Setelah melaksanakan Sholat Dhuha, dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir yang sesuai sunnah Nabi, karena doa tersebut yang diamalkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai umat Islam, kita wajib berpegang pada ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, karena agama ini telah sempurna.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial Anda agar lebih banyak saudara muslim yang memahami pentingnya mengikuti sunnah dalam beribadah. Semoga Allah memberkahi amal kita semua.

***

VIDEO DOA SETELAH SHOLAT DHUHA

Saya sudah membuat sebuah video tentang doa setelah Sholat Dhuha ini. Anda bisa melihatnya di bawah ini:

***

 REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT DHUHA

  • https://konsultasisyariah.com/23363-dzikir-setelah-shalat-sunah.html
  • https://konsultasisyariah.com/10588-doa-shalat-dhuha.html
  • https://binbaz.org.sa/fatwas/14140/الاذكار-التي-تقال-بعد-صلاة-الفراىض-والنافل
  • جامع الكتب التسعة (Android App)
  • Sunnah.one
  • http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=13366
  • https://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=141&pid=96905&hid=617

Belajar Iqro: Cara Cepat Belajar Membaca Al-Quran untuk Pemula (VIDEO)

Panduan Lengkap Belajar Membaca Iqro 1 Sampai Iqro 6

Ini adalah panduan ringkas dan lengkap belajar Iqro 1 sampai Iqro 6, yang merupakan salah satu cara cepat belajar membaca Al-Qur’an dari nol untuk pemula.

Mengapa Metode Iqro Sangat Populer?

Belajar membaca Al-Qur’an adalah langkah awal untuk memahami kalamullah (firman Allah).  Namun, sering kali muncul pertanyaan: “Apa cara cepat membaca Al-Qur’an dari nol untuk pemula?” Jawabannya adalah metode Iqro.

Banyak metode cara cepat belajar Al-Qur’an yang tersedia, namun metode Iqro telah menjadi pilihan utama bagi mayoritas umat Islam, terutama di Indonesia. Mengapa demikian? Karena metode ini praktis, mudah dipahami, dan cocok untuk semua usia.

Metode Iqro adalah cara praktis dan terstruktur yang dirancang untuk membantu pemula belajar membaca Al-Qur’an dari nol hingga lancar. Buku Iqro terdiri dari 6 jilid yang berisi materi-materi pembelajaran bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga praktik membaca Al-Qur’an dengan sempurna.

Apa Keistimewaan Metode Iqro Dibandingkan Metode Lainnya?

1. Struktur Belajar yang Bertahap

Metode Iqro dirancang bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh. Ini memudahkan pemula untuk belajar membaca Al-Qur’an tanpa merasa kewalahan.

2. Fokus pada Praktik Membaca

Berbeda dengan metode belajar Al-Qur’an tradisional yang lebih banyak menekankan hafalan teori, metode Iqro lebih berfokus pada praktik langsung membaca.

3. Cocok untuk Semua Usia

Metode ini dapat diterapkan untuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, bahkan mereka yang belum pernah mengenal huruf Arab sekalipun.

4. Cepat dan Efisien

Dengan konsistensi, metode ini memungkinkan seseorang untuk mulai membaca Al-Qur’an hanya dalam beberapa bulan. 

Siapa Penggagas Metode Iqro?

Metode Iqro pertama kali diperkenalkan oleh K.H. As’ad Humam –semoga Allah merahmati beliau dan memasukkan beliau ke dalam surga firdaus-Nya– seorang ulama asal Yogyakarta. Beliau menciptakan metode ini pada tahun 1988 dengan tujuan memudahkan umat Islam untuk belajar membaca Al-Qur’an secara efektif.

Keberhasilan metode ini tak lepas dari pendekatan pembelajaran yang sederhana namun terstruktur, sehingga dengan cepat diterima oleh masyarakat luas dan kini menjadi metode standar di berbagai lembaga pendidikan Islam.

***

Panduan Belajar Iqro 1 Sampai Iqro 6 

Sekarang, kita mulai perjalanan belajar Iqro. Kita mulai langkah pertama kita dengan belajar Iqro 1. Ini insya Allah adalah perjalanan belajar yang penuh berkah, karena kita sedang mempelajari wasilah untuk mempelajari sesuatu yang diberkahi, yaitu Al-Qur’an yang mulia.

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada tim Yufid.TV yang telah membuat 180 video belajar Iqro, sangat lengkap, dari Iqro 1 hingga Iqro 6. Pada panduan belajar Iqro 1 – 6 ini, kita akan menggunakan 180 video tersebut.

IQRO 1: Mengenal Huruf Hijaiyah dengan Harakat Fathah

Materi yang Dipelajari:

Iqro 1 adalah langkah awal bagi pemula untuk belajar membaca Al-Qur’an. Pada tahap ini, Anda akan:

  1. Mengenal 28 huruf hijaiyah satu per satu, seperti alif, ba, ta, dan seterusnya.
  2. Memahami bentuk huruf hijaiyah dasar dengan harakat fathah.
  3. Fokus pada pengucapan huruf yang benar secara makhraj.

Tips Belajar:

  • Latih setiap huruf hijaiyah dengan perlahan.
  • Dengarkan pengucapan huruf dari guru atau video belajar iqro.
  • Ulangi setiap huruf hingga Anda benar-benar menguasainya.
Belajar Iqro 1

31 Video Belajar Iqro 1 dari Yufid.TV 

Berikut ini 31 video belajar Iqro 1 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video lebih kurang 6 menit. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 1 dalam waktu 16 hari.

IQRO 2: Membaca Huruf Hijaiyah Bersambung yang Dirangkai 2 Huruf dan 3 Huruf dengan Harakat Fathah

Materi yang Dipelajari:

Di Iqro 2, Anda akan belajar tentang membaca 2 huruf hijaiyah yang dirangkai, dilanjutkan 3 huruf hijaiyah yang dirangkai.

Tujuan Utama:

  • Membiasakan membaca huruf hijaiyah bersambung 2 huruf dan 3 huruf dengan harakat fathah.
  • Melatih membaca tanda mad atau tanda panjang pada huruf yang berharokat fathah.

Tips Belajar:

  • Ulangi setiap halaman hingga Anda lancar.
  • Pastikan membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa.
  • Pastikan huruf bertanda mad dibaca panjang.
Belajar Iqro 2

30 Video Belajar Iqro 2 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 2 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video lebih kurang 5 – 7 menit. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 2 dalam waktu 15 hari.

IQRO 3: Mengenal Harakat Kasrah dan Dhammah

Materi yang Dipelajari:

Setelah lancar membaca huruf hijaiyah bersambung 2 dan 3 huruf dengan harakat fathah, di Iqro 3 Anda akan mempelajari harakat kasrah (bunyi “i”) dan harakat dhammah (bunyi “u”).

Tujuan Utama:

  • Membaca huruf hijaiyah dengan tiga jenis harakat: fathah, kasrah, dan dhammah.
  • Membiasakan membaca huruf hijaiyah bersambung dengan rangkaian banyak huruf hijaiyah dengan harakat fathah, kasrah, dan dhammah.
  • Memahami perubahan bunyi berdasarkan harakat fathah, kasrah, dan dhammah.

Tips Belajar:

  • Pelajari pola harakat fathah, kasrah, dan dhammah secara perlahan. Ucapkan perlahan, yang terpenting adalah benar secara pengucapannya.
  • Ulang-ulang beberapa kali secara perlahan. Ingat, pelan-pelan, yang penting benar, bukan cepat tapi salah.
Belajar Iqro 3 belajar cepat membaca Al-Quran

30 Video Belajar Iqro 3 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 3 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 5 – 7 menit. Sempatkan belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 3 dalam waktu 15 hari.

IQRO 4: Membaca Kombinasi Huruf Hijaiyah Berharakat Tanwin

Materi yang Dipelajari:

Di tahap ini, Anda akan mulai membaca huruf hijaiyah berharakat tanwin: fathatain (fathah bertanwin), kasratain (kasrah bertanwin), dhammatain (dhammah bertanwin). Anda juga akan mengenal tanda sukun. Anda juga akan belajar mengucapkan huruf-huruf qolqolah. Sedangkan pelajaran-pelajaran terdahulu di Iqro 1, Iqro 2, dan Iqro 3 tetap ulang pada Iqro 4 ini. 

Tujuan Utama:

  • Membiasakan huruf hijaiyah berharakat tanwin dengan kombinasinya.
  • Membiasakan membaca huruf-huruf hijaiyah yang bertanda sukun.
  • Membiasakan membaca huruf-huruf qolqolah.
  • Secara tidak langsung juga berlatih mengulang-ulang materi pada Iqro 1, Iqro 2, dan Iqro 3.

Tips Belajar:

  • Perbanyak latihan membaca huruf-huruf hijaiyah berharakat tanwin. Fokuskan pada perbedaan bunyi pada setiap bentuk harakat tanwinnya.
  • Setelah itu latih mengucapkan huruf-huruf qolqolah. Ini lebih mudah.
  • Setelah itu latih mengucapkan huruf bertanda sukun. Ini lebih mudah lagi.
  • Fokus pada kelancaran membaca. Ucapkan secara perlahan.
belajar iqro 4 belajar membaca Al-Quran dari nol

30 Video Belajar Iqro 4 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 4 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 4 – 5 menit. Sempatkan belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 4 dalam waktu 15 hari.

IQRO 5: Mengenal Idghom, Ikhfa, Tasydid, dan Tajwid Sederhana Lainnya

Materi yang Dipelajari:

Pada Iqro 5 Anda akan mengenal:

  1. Idghom
  2. Ikhfa
  3. Tanda mad yang dibaca 5 harakat dan 6 harakat.
  4. Tanda alif lam yang alifnya tidak dibaca.
  5. Tanda mad seperti alif (hamzah washal), ya, dan waw. 
  6. Tasydid

Tujuan Utama:

  • Membaca potongan ayat Al-Qur’an dengan tanda baca lengkap.
  • Memahami fungsi setiap tanda baca dalam memperindah bacaan.

Tips Belajar:

  • Latih pengucapan idghom, ikhfa, tasydid, dan mad dengan hati-hati. Baca dengan perlahan.
  • Tidak perlu menghafal istilah tajwid, yang terpenting adalah benar pengucapannya.
  • Dengarkan bacaan dari guru atau video untuk meniru pelafalan.
  • Ulang-ulang hingga lancar.
Belajar iqro 5 belajar membaca Al-Quran untuk anak-anak dan dewasa

30 Video Belajar Iqro 5 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 5 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video antara 5 – 10 menit. Tekadkan diri untuk belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 5 dalam waktu 15 hari.

IQRO 6: Membaca Ayat Al-Qur’an dengan Lancar

Materi yang Dipelajari:

Iqro 6 adalah tahap akhir sebelum Anda mulai membaca mushaf Al-Qur’an. Di sini, Anda akan membaca rangkaian ayat Al-Qur’an dengan tanda baca lengkap, seperti surah pendek dari Juz Amma. Pada Iqro 6 ini juga diperkenalkan tanda waqaf (tanda berhenti) karena sudah mulai praktek membaca potongan ayat-ayat Al-Qur’an.

Tujuan Utama:

  • Membaca potongan ayat Al-Qur’an dengan tartil.
  • Menguasai semua aturan dasar tajwid sederhana.

Tips Belajar:

  • Latih membaca surah-surah pendek secara berulang.
  • Jangan terburu-buru; fokus pada kualitas bacaan.
Belajar Iqro 6 belajar membaca Al-Quran dengan cepat untuk pemula

30 Video Belajar Iqro 6 dari Yufid.TV

Jika Anda sudah sampai tahap ini, Anda hebat! Baarokallaahu fiik! 

Berikut ini 29 video belajar Iqro 6 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 7 – 15 menit. Tekadkan diri untuk belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 6 dalam waktu kurang dari 15 hari.

Tips Belajar Iqro dengan Cepat

  1. Konsisten: Sediakan waktu khusus setiap hari untuk belajar, meskipun hanya 15-30 menit.
  2. Fokus: Pusatkan metode belajar hanya menggunakan buku Iqro saja. Jauhkan semua faktor yang merusak fokus Anda, seperti sosial media, gadget, main game, dan lain-lain.
  3. Gunakan Media Pendukung: Aplikasi belajar Iqro, video tutorial, atau audio murottal dapat membantu mempercepat pembelajaran.
  4. Bersabar dan Berdoa: Kesabaran adalah kunci dalam belajar membaca Al-Qur’an. Jangan lupa untuk selalu memohon pertolongan kepada Allah. Berdoa adalah yang pertama dan terakhir. Awali belajar dengan berdoa dan akhiri pula dengan berdoa.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Belajar Iqro 1-6?

Lamanya waktu belajar Iqro tergantung pada konsistensi dan jumlah halaman yang dipelajari setiap hari. Berikut logikanya:

1. Jumlah Halaman dalam Iqro 1-6

Setiap jilid Iqro rata-rata terdiri dari 30-35 halaman. Jika digabungkan, total halaman dari Iqro 1 hingga Iqro 6 sekitar 190 halaman.

2. Belajar 1 Halaman per Hari

Jika Anda konsisten belajar 1 halaman per hari, maka:

200 halaman ÷ 1 halaman/hari = 190 hari (sekitar 6-7 bulan).

3. Belajar 2 Halaman per Hari

Jika Anda meningkatkan intensitas belajar menjadi 2 halaman per hari, maka:

190 halaman ÷ 2 halaman/hari = 95 hari (sekitar 3-4 bulan).

4. Belajar 3 Halaman per Hari

Dengan belajar 3 halaman per hari, Anda bisa menyelesaikan seluruh jilid Iqro dalam:

200 halaman ÷ 3 halaman/hari ≈ 63 hari (sekitar 2-2,5 bulan).

5. Belajar 2 Video Iqro Yufid.TV Setiap Hari

Jika Anda setiap hari mempelajari 2 video belajar Iqro Yufid.TV setiap hari, insya Allah Anda menyelesaikan Iqro 1 hingga Iqro 6 dalam waktu 90 hari.

Ingat 2 Kunci Sukses Belajar Iqro

Kunci keberhasilan belajar adalah konsistensi dan fokus setelah banyak berdoa kepada Allah. Dengan disiplin, siapa pun bisa menyelesaikan Iqro dalam waktu yang relatif singkat.

Panduan & Tips Belajar Iqro dengan Efektif

1. Wajib berurutan: Mulailah dari Iqro 1 untuk mengenal huruf hijaiyah. Kuasai satu materi sebelum melangkah ke materi selanjutnya.

2. Tetapkan Jadwal Rutin: Tentukan waktu khusus setiap hari, misalnya setelah shalat Subuh atau Maghrib. Konsistensi adalah kunci. Gunakan waktu belajar secara rutin, meskipun hanya 15-30 menit per hari.

3. Belajar Bersama Guru: Memiliki pembimbing dapat membantu memperbaiki kesalahan dalam pengucapan dan memahami materi lebih cepat. Anda dapat belajar secara online atau bertemu langsung dengan guru.

4. Gunakan Media Pendukung: Manfaatkan aplikasi belajar Iqro, video tutorial, atau audio murottal sebagai tambahan pembelajaran. Pada panduan belajar iqro ini, kita menggunakan 180 video belajar Iqro dari Yufid.TV.

5. Latih Bacaan dengan Tartil: Bacalah dengan perlahan dan jelas sesuai tajwid. Hindari terburu-buru agar bacaan Anda benar sejak awal.

6. Sabar: Sabar, sabar, sabar, dan nikmati proses pembelajaran. Ingat, ini adalah bagian dari ibadah yang besar pahalanya.

7. Murajaah: Ulang, ulang, dan ulangi. Latihan, latihan, dan latihan. Mengulang-ulang pelajaran adalah kunci lekat dan lengketnya ilmu pengetahuan di dalam benak dan hati kita.

8. Berdoa Memohon Kemudahan: Jangan lupa berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam belajar. Bacalah doa sebelum belajar:

 رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا

ROBBI ZIDNII ‘ILMAA

“Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha: 114)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

ROBBISY ROHLII SHODRII WAYAS-SIRLII AMRII

“Ya Allah, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku.” (QS. Thaha: 25-26)

Anda juga dapat mengamalkan doa agar dimudahkan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Quran ini.

Mengapa Harus Segera Memulai Belajar Iqro?

Belajar Iqro adalah salah satu pintu gerbang menuju keindahan Al-Qur’an. Ini adalah langkah awal untuk menjadi bagian dari Ahlul Qur’an—golongan yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. 

Belajar membaca Al-Qur’an bukan sekadar kewajiban kita sebagai muslim, tetapi juga kemuliaan yang membawa kita lebih dekat kepada Allah, tonggak kebangkitan Islam, dan tangga menuju kejayaan Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah amal yang membawa keberkahan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi generasi penerus. Memulai belajar Iqro berarti Anda sedang menapaki jalan menuju kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Jadi, jangan tunda lagi untuk memulai langkah ini. Anda bisa menjadi bagian dari orang-orang terbaik yang dicintai oleh Allah.

Jangan Tunggu Lagi, Mulailah Hari Ini

Belajar Iqro adalah langkah awal menuju keberkahan hidup. Dengan doa yang konsisten, kemudian metode yang terstruktur, lalu dukungan dari keluarga dan guru, siapa pun dapat lancar membaca Al-Qur’an.

Ingatlah, setiap langkah yang Anda tempuh untuk belajar membaca Al-Qur’an adalah pahala besar di sisi Allah. Jadi, jangan tunda lagi. Mulailah hari ini, raihlah keutamaan mempelajari Al-Qur’an.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk segera memulai belajar Iqro. Wallahu a’lam bish-shawab.

Banghen

Jual Beli Emas Online dalam Islam: Hukumnya Halal atau Haram?

Adakah jual beli emas online yang aman dan terpercaya?

Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada saya maka saya mengajak Anda untuk memikirkan dari sudut pandang Islam; aman dan terpercayakah secara syariat? Halalkah transaksi jual beli emas online ini dalam Islam? Jika jawabannya “halal” maka silakan Anda cari layanan jual beli emas online yang terpercaya. Namun sebaliknya, jika jual beli emas online ini “haram” dalam Islam, maka sebaliknya Anda berpikir ulang sebelum melakukan transaksi jual beli emas secara online. “Aman” dan “terpercaya” tidak hanya dilihat dari sudut pandang bisnis semata, namun yang lebih penting lagi adalah aman kah ini menurut syariat Islam?

Mengapa saya membahas hukum jual beli emas online?

Latar Belakang Pertama:
Beberapa bulan lalu, saya secara tidak sengaja membeli perhiasan untuk istri saya. Sebelumnya saya tidak tahu bahwa di dalam perhiasan tersebut terdapat kandungan emas, karena memang harganya sangat murah dan sangat terjangkau. Setelah perhiasan tersebut sampai di rumah, baru saya ketahui ternyata di dalamnya ada kandungan emas. Ini latar belakang pertama mengapa saya membahas hukum jual beli emas online dalam Islam.

Latar Belakang Kedua:
Hari ini (Selasa, 6 Juni 2017) saya mendapat berita tentang diluncurkannya Program BukaEmas di BukaLapak. BukaEmas adalah salah satu fitur di BukaLapak yang memungkinkan jual beli emas secara online dengan aman dan mudah. Bayangkan saja, pengguna BukaLapak dapat menjual atau membeli emas secara online dengan harga terjangkau, mulai dari 0,005 gram emas melalui fitur BukaEmas ini.
Dari liputan id.techinasia.com tentang program BukaEmas ini, menyebutkan bahwa dengan fitur BukaEmas ini jual beli emas online di BukaLapak bisa dilakukan secara tidak tunai karena telah disediakan opsi cicilan.

Pengguna dapat membayar transaksi melalui akun BukaDompet milik pengguna di BukaLapak. Emas yang sudah dibeli kemudian disimpan di virtual box milik PT. Sinar Rezeki Handal yang merupakan partner Bukalapak. Emas milik pengguna yang tersimpan di virtual box tersebut sewaktu-waktu dapat dijual kembali oleh pengguna BukaLapak. Kepingan emas resmi dari ANTAM dan terakreditasi LBMA (London Bullion Market Association) yang ada di BukaEmas ini pun dapat ditarik oleh pengguna secara fisik jika minimal sudah mencapai 0,5 gram.

Dengan tagline BukaLapak sebagai “situs jual beli online mudah & terpercaya”, ini sesuatu sekali bagi saya. Program BukaEmas ini merupakan gebrakan besar di dunia jual beli online.

bukaemas bukalapak 7 juni 2017

Catatan Penting!

Di tulisan ini saya tidak ingin membahas apa hukum jual beli emas secara online di program BukaEmas di BukaLapak. Untuk menetapkan fatwa hukumnya secara Islam semestinya ditetapkan oleh ustadz atau ulama yang kompeten di bidang Fiqih Muamalah. Tentunya setelah melakukan penelitian mendalam terhadap program BukaEmas BukaLapak.

Di tulisan ini saya ingin mengajak Anda belajar bersama saya tentang kaidah jual beli emas, baik online atapun offline. Inilah salah satu istimewanya Islam; seluruh hukum dan aturan kehidupan sudah dalam Islam sejak 1.400 tahun yang lalu.

Jual Beli Emas dalam Islam

Ketentuan jual beli emas sudah diatur dalam Islam sejak 14 abad silam. Dan ketentuan ini relevan hingga akhir zaman walaupun kondisi zamannya berubah.

Dalam Hadis riwayat Ubadah bin as-Shomit radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل سواء بسواء يدا بيد، فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يدا بيد رواه مسلم

“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Bila jenisnya berbeda maka silahkan engkau membarterkannya dengan cara sesuka hatimu, namun harus dilakukan secara kontan.” (HR. Muslim no. 1587)

Anda perhatikan Hadis di atas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan 6 jenis komoditi:

  1. Emas
  2. Perak
  3. Gandum (Baca juga: https://en.wikipedia.org/wiki/Wheat)
  4. Sya’ir (sejenis gandum) (Baca juga: https://en.wikipedia.org/wiki/Barley)
  5. Kurma
  6. Garam

Catatan:
Untuk mengetahui perbedaan gandum dan sya’ir. Silakan mengeceknya pada link yang kami berikan di atas. Ada yang mengartikan “burr” dalam Hadis di atas dengan arti “gandum halus”, sedangkan “sya’ir” dengan arti “gandum kasar”.

Enam jenis komoditi pada Hadis di atas lazim disebut dengan komoditi ribawi dalam bahasan ilmu fiqih (الأصناف التي يجري فيها الربا). Ada ketentuan khusus dalam Islam untuk jual beli atau barter 6 komoditi di atas. Jika jual beli atau barter 6 komoditi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan Islam maka bisa jatuh pada transaksi riba yang diharamkan oleh Islam.

Apakah Komiditi Ribawi Hanya 6 Jenis?

Apakah komiditi ribawi hanya 6 jenis yang disebutkan dalam Hadis di atas? Jawabannya tidak, namun ini juga berlaku untuk jenis komiditi yang lainnya yang memiliki kesamaan ‘illah (alasan atau sebab).

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menjelaskan pada tulisan beliau:
Berdasarkan ‘illah nya, 6 benda ribawi di atas dibagi menjadi dua:
Benda yang menjadi alat tukar: Dalam Hadis diwakili dengan emas dan perak. Termasuk dalam hal ini adalah semua mata uang yang berlaku dalam setiap negara.

Benda yang menjadi bahan makanan: Dalam hadis disebutkan gandum kasar, gandum halus dan kurma. Dianalogikan dengan hal ini adalah beras, dan semua bahan makanan pokok di setiap daerah. (Silakan baca: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)

Ketentuan Transaksi Komiditi Ribawi

Dalam Hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan ketentuan transaksi 6 komoditi di atas:

Apabila transaksi jual beli atau barter dilakukan antara komoditi yang sama (misal: emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam) maka harus memenuhi 2 ketentuan:

Ketentuan yang pertama: Jumlah takarannya harus sama.

Misal:
Emas lama ditukar dengan emas baru. Maka takarannya harus sama (misal: 5 gram emas lama harus ditukar dengan 5 gram emas baru). Apapun kondisi dan mutu keduanya (misal: yang satunya bagus dan yang lainnya jelek) maka tetap HARUS ditukar dengan dengan takaran yang sama.

Apabila emas lama sebanyak 5 gram ditukar dengan emas baru sebanyak 3 gram (atau sebaliknya) maka ini tidak boleh. Hukumnya HARAM secara syariat karena di dalam transaksi ini terdapat Riba Fadhl yang diharamkan dalam Islam.

Begitu juga dengan uang, yaitu uang kartal yang sekarang kita sehari-hari kita gunakan untuk transaksi jual beli. Uang kartal adalah uang yang berdiri sendiri yang hukumnya sama dengan emas dan perak. Dan uang setiap negara berbeda-beda jenis dan nilainya, sesuai dengan negara yang mengeluarkannya. Rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia berbeda jenis dan nilainya dengan Dolar Amerika. (Silakan baca artikel: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)

Oleh karena itu Rupiah adalah satu jenis uang tersendiri. Dolar pun adalah satu jenis uang tersendiri. Begitupun dengan mata uang lainnya.

Kembali pada ketentuan di atas. Jika Anda ingin menukar 1 lembar uang kertas Rp 50.000,- maka harus ditukar dengan nilai yang sama, yaitu dengan 5 lembar uang kertas Rp 10.000,- Jika nilai tukarnya tidak sama maka hukumnya HARAM secara syariat Islam karena di dalam transaksi ini terdapat Riba Fadhl yang diharamkan dalam Islam. (Baca: Awas! Ada Riba di Jasa Tukar Uang Baru Lebaran)

Ketentuan yang kedua: Transaksinya harus kontan.

Maksud kontan di sini adalah serah terima barang harus dilakukan pada saat transaksi. Serah terima barang TIDAK BOLEH ditunda atau tertunda setelah akad transaksi. Serah terima barang TIDAK BOLEH dilakukan setelah kedua belah pihak berpisah (setelah ada akad transaksi sebelumnya), TIDAK BOLEH walaupun hanya berpisah sejenak.

Transaksi Antara Komoditi Ribawi yang Jenisnya Berbeda

Pada Hadis di atas disebutkan: “Bila jenisnya berbeda maka silahkan engkau membarterkannya dengan cara sesuka hatimu, namun harus dilakukan secara kontan.”
Maksudnya adalah apabila barang komoditi ribawi yang ditukar dalam transaksi tersebut berbeda jenisnya maka boleh salah satu pihak atau kedua belah pihak menaikkan nilai atau jumlah barangnya. Namun dengan syarat HARUS dilakukan secara kontan.

Misalnya: Jual beli atau barter emas dengan perak, kurma dengan sya’ir, garam dengan gandum. Boleh nilai dan jumlah barangnya berbeda satu sama lainnya (misal: menukar 1 gram emas dengan 20 gram perak). Namun transaksinya HARUS dilakukan secara kontan.
Contoh lainnya terkait dengan topik pembahasan kita adalah transaksi jual beli emas dengan uang. Maka transaksi jual beli emas dengan menggunakan uang HARUS dilakukan secara kontan. Jika tidak dilakukan secara kontan maka berlaku padanya Riba Nasi-ah yang diharamkan oleh Islam.

Contoh yang lainnya, yaitu BOLEH menukar $1,- Dolar Amerika dengan Rp 13.800,- Rupiah Indonesia, namun HARUS kontan (serah terima langsung dilakukan di tempat berlangsungnya akad). Jika tidak dilakukan secara tunai maka berlaku padanya Riba Nasi-ah yang diharamkan oleh Islam.

Bagaimana dengan jual beli kurma secara online yang serah terima barangnya dengan tempo (tertunda)? atau jual beli garam secara online? dan bagaimana pula jual beli gandum atau beras secara online?

Ustadz Abu Fawwaz Muhammad Wasitho, Lc. menjelaskan tentang hukum jual beli kurma secara tempo ini:

Bahwa jual beli kurma (atau makanan pokok lainnya) dengan pembayaran tempo (tidak kontan) diperbolehkan dalam syariat Islam. Karena kurma dan uang meskipun termasuk dalam komoditi riba namun jenis dan ‘illah (alasan)nya berbeda. ‘illah kurma adalah takaran dan makanan pokok. Sedangkan ‘illah uang adalah sebagai alat tukar atau barang yang sangat bernilai. Hal ini berdasarkan hadits berikut:

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِىٍّ إِلَى أَجَلٍ ، فَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran tempo (tidak kontan), lalu beliau menggadaikan baju besinya kepadanya.” (HR. Bukhari II/767 no.2088. Lihat Irwa’ul Ghalil karya Syaikh Al-Albani no.1393).
Imam Ash-Shan’ani berkata: “Ketahuilah bahwasanya para ulama telah sepakat akan dibolehkannya menjual-belikan antara dua barang yang termasuk dalam komoditi ribawi namun berbeda jenisnya, baik dengan pembayaran tempo maupun dengan adanya perbedaan jumlah/takaran, seperti menjual emas dengan gandum, atau perak dengan tepung gandum dan selainnya dari jenis makanan yang ditakar.” (Subulus-Salam III/38).

Dr. Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi berkata, ”Apabila enam jenis (termasuk barang yang diqiaskan kepadanya, pent) dijual dengan barang yang berbeda jenis dan illahnya, misalnya emas dengan gandum, perak dengan garam, maka dibolehkan terjadinya selisih jumlah (tafadhul) dan dapat diakhirkan penyerahannya (nasi-ah). (Al-Wajiiz Fi Fiqhi As-Sunnah Wa Al-Kitab Al-Aziz,hal. 349)

 

Untuk Transaksi di Luar Komiditi Ribawi

Jual beli barang selain 6 jenis komiditi ribawi dan barang lainnya yang memiliki ‘illah yang sama maka boleh keluar dari ketentuan transaksi di atas. Namun tentu saja harus dalam koridor syariat Islam, misal: tidak boleh ada tipu menipu, tidak boleh menyembunyikan cacat barang, tidak boleh curang dalam menimbang, dan lain-lain.

Contohnya:

  1. Bolehnya jual beli buku dengan menggunakan uang dengan harga yang ditetapkan oleh penjual, baik secara tunai atau dicicil.
  2. Boleh tukar menukar 1 mobil baru dengan 3 mobil lama.
  3. Dan banyak contoh yang lainnya.

Namun Anda tetap harus berhati-hati, karena di sana ada banyak aturan syariat dalam transaksi jual beli. Oleh karena itu bagi siapa saja yang setiap harinya berkecimpung dalam dunia perniagaan wajib belajar ilmu Fiqih Muamalah ini, terutama bagi Anda seorang pedagang.

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata,

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

“Jangan berdagang di pasar kami kecuali orang yang benar-benar paham mengenai seluk beluk riba.” (Lihat Mughnil Muhtaj, 6/310)

 

***

 

Bagaimanakah Hukum Jual Beli Emas Online?

Saya yakin Anda sudah memahami 2 ketentuan di atas ya? Jika demikian apakah jual beli emas online tersebut dilakukan secara kontan (serah terima barang langsung pada saat akad)? Jika tidak maka transaksi seperti ini tidak boleh. Tentang hukum jual beli emas secara online ini sudah dijelaskan oleh Syaikh Sholeh al-Munajjid pada artikel yang ditulis oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Anda bisa langsung merujuk pada artikel tersebut. (Silakan baca: https://rumaysho.com/2395-jual-beli-emas-via-internet.html)

hukum jual beli emas online dalam islam
hukum jual beli emas via internet
Ustadz Dr. Erwandi juga menjelaskan hal ini pada tulisan beliau. Beliau menjelaskan bahwa jual beli emas via internet terlarang secara syariat dikarenakan serah terima barang tidak kontan (pembeli sudah transfer via internet banking namun barang baru diterima beberapa hari kemudian). Dan ini tidak boleh secara syariat. (Silakan baca: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)

jual beli emas lewat internet menurut islam
Terkait dengan program BukaEmas di BukaLapak, saya sarankan juga membaca tulisan ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang hukum menabung emas secara online. (Silakan baca: https://rumaysho.com/15516-menabung-emas-namun-tak-pernah-melihat.html)

hukum tabungan emas online virtual

***

Penutup

Demikianlah tulisan sederhana ini yang saya susun dari berbagai sumber. Sebagian besar materi tulisan saya ambil dari beberapa tulisan para ustadz yang saya cantumkan di daftar referensi di bagian paling bawah artikel ini, sembari saya mengecek langsung ke kitab fiqih untuk sekedar memastikan keterangan ilmiahnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

***

 

BONUS: VIDEO HUKUM JUAL BELI EMAS DI PEGADAIAN

REFERENSI
-https://konsultasisyariah.com/170-jual-beli-emas-dengan-tenggang-waktu-pembayaran.html
-http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html
-https://rumaysho.com/364-riba-dalam-emas-dll-riba-fadhl.html
-https://rumaysho.com/15516-menabung-emas-namun-tak-pernah-melihat.html
-https://rumaysho.com/2395-jual-beli-emas-via-internet.html
-https://rumaysho.com/824-berilmu-sebelum-berdagang.html
-https://id.techinasia.com/bukalapak-hadirkan-tabungan-emas
-https://www.bukalapak.com/bukaemas
-https://www.bukalapak.com/bantuan/fitur-bukalapak/buka-emas/buka-emas

Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir Sesuai Sunnah (PDF & MP3)

Doa setelah Sholat Tahajud ini juga merupakan doa setelah Sholat Tarawih dan Witir. Tentu saja, karena Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan Sholat Malam, sedangkan Sholat Witir adalah penutupnya. Nah, doa yang akan kita pelajari ini dibaca setelah selesai salam Sholat Witir.

Saya sudah menulis tentang perbedaan antara Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih di tulisan saya yang lainnya di website ini. Anda boleh membacanya nanti setelah membaca artikel Doa Setelah Sholat Tahajud ini. Saya akan berikan link tautannya nanti di bawah insya Allah.
Pada tulisan ini insya Allah Anda akan mendapatkan ilmu pengetahuan seputar Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir. Anda boleh menonton video tentang tata cara Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir yang saya sertakan di artikel ini. Anda juga dapat mendownload file PDF dan Mp3 Doa Setelah Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih dan Sholat Tarawih ini. Link downloadnya saya sertakan di bagian bawah artikel.

 

***

 

Sekali lagi, doa setelah Sholat Tahajud & Sholat Tarawih ini dapat Anda amalkan setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa yang akan kita pelajari di artikel ini.

 

***

 

Ada 2 Doa Setelah Selesai Sholat Tahajud

Ada 2 doa yang dapat kita amalkan setelah selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau setelah Sholat Tarawih. Anda boleh mengamalkan salah satunya atau keduanya.

DOA YANG PERTAMA

Doa ini dibaca tepat setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai sholat penutup. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa ini.
Cara membaca doa yang pertama ini yaitu:

  1. Doa ini dibaca sebanyak 3 kali.
  2. Pada bacaan yang ketiga dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya.

Mungkin ini lebih jelas lagi jika Anda menonton video Doa Setelah Sholat Tahajud di channel Banghen.com ini ya. Di video ini saya berikan keterangan bacaan doanya dalam bentuk audio yang saya bacakan secara pelan. Kemudian saya berikan keterangan teks doanya dalam tulisan latin dan saya sertakan pula arti doanya dalam Bahasa Indonesia. Tak lupa pula saya sertakan penjelasan sumber dalil Hadis setiap doa.

***

Berikut ini adalah bacaan doa yang pertama, sebagaimana yang Anda lihat di video Doa Setelah Sholat Tahajud di atas.

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

(pada bacaan ketiga ini dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya)

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS

Artinya:
“Maha Suci Dzat yang Merajai lagi Maha Suci.”

Kemudian setelah itu langsung membaca:

(4) رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
ROBBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH

Artinya:
“Tuhan para malaikat dan ar-Ruh.”

***

Setelah Anda selesai membaca Doa Setelah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih dan Sholat Witir di atas maka selesai pula ibadah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih, dan Witir Anda.

***

doa setelah sholat tahajud

doa setelah sholat tahajud

doa setelah sholat tahajud
doa setelah sholat tahajud

Dalil Doa yang Pertama dari Doa Setelah Sholat Tahajud di atas 

Doa setelah Sholat Tahajud di atas berdasarkan dalil beberapa Hadis di bawah ini:
Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam Sholat Witir, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS.” (HR. Abu Daud 1430; dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiallahu ‘anhu, terdapat tambahan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» ثَلَاثًا، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat al-A’laa (pada rakaat pertama), surat al-Kafirun (pada rakaat kedua), dan surat al-Ikhlas (pada rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS , 3 kali. Beliau keraskan suara beliau pada bacaan yang ketiga.” (HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan:

… طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ

“Beliau baca (dengan bacaan yang panjang) pada bacaan ketiga.” (HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Disebutkan dalam riwayat Thabrani tentang adanya tambahan bacaan:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
RABBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH

Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

فِي الْأَخِيرَةِ يَقُولُ: رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

“Di bagian akhir beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membaca: RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH.” (HR. Ad-Daruquthni no. 1660. Dalam Fatwa Islam (no. 14093), dinyatakan: sanadnya shahih, dan Ibnul Qoyim menyebutnya dalam Zaadul Ma’aad 1/323)

***

DOA YANG KEDUA

Ada dua tempat untuk membaca doa kedua ini ketika Witir atau Tahajud, yaitu:

  1. Setelah Sholat Witir.
  2. Ketika sujud dalam shalat.

***
Berikut ini Doa Setelah Sholat Tahajud yang kedua:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ ، كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK, WA BI-MU’AAFAATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A-‘UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK

Makna doa kedua di atas:

“Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

Untuk lebih jelasnya tentang doa yang kedua ini, Anda dapat menonton video di atas ya.

Hadis selengkapnya yang merupakan sandaran dalil doa di atas:

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي وِتْرِهِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،…

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di (penghujung) Sholat Witir beliau, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK…” (HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)

***

DOWNLOAD FILE PDF DAN MP3 DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD

Bagi Anda yang ingin mendownload file .PDF Doa Setelah Sholat Tahajud di atas, Anda boleh langsung mendownloadnya pada link tersebut.

Anda juga boleh mendownload file .Mp3 Doa Setelah Tahajud di atas. File .Mp3 ini merupakan hasil convert dari file video Doa Setelah Shalat Tahajud Sesuai Sunnah pada channel Banghen.com.

OH YA!

Hampir saja lupa. Bagi Anda yang ingin mengetahui Tata Cara Sholat Tahajud, silakan klik tautan ini. Di artikel tersebut ada sedikit gambaran tentang keutamaan Sholat Tahajud, niat dan bacaan Sholat Tahajud, dan apa beda Sholat Tahajud dengan Sholat Tarawih, apa itu Sholat Witir.

Mungkin Anda ingin LIKE dan SHARE artikel ini sekarang, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh teman dan saudara Anda.

***

 

REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD & WITIR:

https://konsultasisyariah.com/14894-doa-shalat-tahajud.html-
https://rumaysho.com/11354-doa-setelah-shalat-witir.html-
-http://banghen.com/tata-cara-sholat-tahajud-keutamaan-niat-bacaan-dan-doa-sholat-tahajud