Category: Adab & Akhlak

  • Ustadz, sudah saatnya kau menata hati!

    Sahabatku, mungkin selama ini orang-orang di lingkaranmu memanggilmu dengan sebutan “ustadz”, ditambah dengan sikap takzimnya mereka padamu. Lama-lama panggilan itu melekat di benak dan hatimu. Jadilah engkaulah “sang ustadz”. Pernahkah, suatu ketika ada orang yang memanggilmu dengan menyebut namamu, tanpa disertai sebutan “ustadz” di depan namamu? Ditambah pula sikap dia tak setakzim orang-orang yang memanggilmu…

  • Lebih Baik Keliru Berbaik Sangka

    Apabila “berbaik sangka” itu sebuah benda, maka ia benda yang sangat penting dalam kehidupan. Telan ia! Agar menyatu dalam ragamu, agar ia tak hilang. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr berkata,لَأَنْ يَكُونَ خَطَأُكَ مَعَ أَخِيكَ فِي بَابِ إِحْسَانِ الظَّنِّ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ خَطَأُكَ مَعَ أَخِيكَ فِي بَابِ إِسَاءَةِ الظَّنِّ Sungguh, kekeliruanmu dalam berbaik sangka terhadap saudaramu, itu lebih baik daripada kekeliruanmu dalam berburuk sangka terhadapnya. (Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr via…

  • Sedekah yang Dibungkus Martabat

    Seorang wanita bertanya: “Berapa harga telur Anda dijual? “ Penjual lama menjawab “50 ¢ satu telur, nyonya.” Wanita itu berkata, “Aku akan mengambil 6 telur seharga $2.50 atau aku akan pergi.” Penjual tua itu menjawab, “Belilah dengan harga yang Anda inginkan, Nyonya. Ini adalah awal yang baik bagi saya karena saya belum menjual satu telur…

  • Jangan Paksa agar Nasihatmu Diterima!

    Ibnu Hazm Al-Andalusi rahimahullah mengatakan, لَا تَنْصَحُ عَلَى شَرْطِ الْقَبُوْلِ مِنْكَ، فَإِنْ تَعَدَّيْتَ هَذِهِ الْوُجُوهَ، فَأَنْتَ ظَالِمٌ لَا نَاصِحٌ، وَطَالِبُ طَاعَةٍ لَا مُؤَدِّي حَقِّ دِيَانَةٍ وأُخُوَّةٍ، وَلَيْسَ هَذَا حُكْمَ الْعَقْلِ وَلَا حُكْمَ الصَّدَاقَةِ، وَلَكِنْ حُكْمَ الْأَمِيْرِ مَعَ رَعِيَّتِهِ وَالسَّيِّدِ مَعَ عَبِيْدِهِ “Janganlah engkau menasihati orang lain dengan mengharuskannya menerima nasihatmu. Jika engkau berbuat demikian, berarti…

  • Husnuzan yang Hilang

    Di antara akhlak mulia yang dibawa oleh agama kita adalah berprasangka baik dengan manusia (husnuzan). Ia adalah akhlak luhur yang mencerminkan jiwa yang baik. Ciri jiwa yang baik adalah jernihnya pikiran dan tulusnya hati terhadap saudara seiman. Apabila ia berinteraksi dengan lemah lembut dan lisan yang terjaga, maka sungguh telah sempurna akhlaknya, karena jika hati…