Lebih Baik Keliru Berbaik Sangka

Apabila “berbaik sangka” itu sebuah benda, maka ia benda yang sangat penting dalam kehidupan. Telan ia! Agar menyatu dalam ragamu, agar ia tak hilang.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr berkata,
لَأَنْ يَكُونَ خَطَأُكَ مَعَ أَخِيكَ فِي بَابِ إِحْسَانِ الظَّنِّ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ خَطَأُكَ مَعَ أَخِيكَ فِي بَابِ إِسَاءَةِ الظَّنِّ

Sungguh, kekeliruanmu dalam berbaik sangka terhadap saudaramu, itu lebih baik daripada kekeliruanmu dalam berburuk sangka terhadapnya. (Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr via Yufid.TV)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُواوَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563)

Banghen


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *