Sobatku yang baik hatinya, baru saja saya teringat perkataan Abu Bakar Al-Muzani di bawah ini.
Abu Bakar Al-Muzani berkomentar tentang sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu,
“Tidaklah Abu Bakar itu melampaui para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (semata-mata) karena (banyaknya) mengerjakan puasa atau shalat, akan tetapi karena iman yang bersemayam di dalam hatinya.”
Mengomentari ucapan Al-Muzani tersebut, Ibnu ‘Aliyah mengatakan, “Sesuatu yang bersemayam di dalam hatinya adalah rasa cinta kepada Allah ‘azza wa jalla dan sikap nasihat (ingin terus memberi kebaikan) terhadap (sesama).” (Jami Al-Ulum wa Al-Hikam oleh Ibnu Rajab, 1:225).
***
Sobatku, para Sahabat Nabi, mereka istimewa dari semua sisi. Salah satunya amalan-amalan hati yang mereka jaga.
Ini motivasi untuk kita, agar senantiasa menjaga amalan-amalan hati, seperti:
- Rasa cinta kepada Allah dan Rasul-nya.
- Rasa cinta kepada kaum Muslimin, dan selalu menghendaki kebaikan untuk mereka. Memudahkan urusan-urusan mereka.
- Menjaga pandangan mata.
- Menjaga hati dari hasad dan dengki.
- Selalu berusaha memaafkan orang lain yang menyakiti kita. Ingat kan kisah seorang Sahabat Nabi yang dijamin masuk surga? Ternyata sang Sahabat tersebut setiap hari selalu memaafkan orang lain.
- Menjaga hati dari ujub, sombong, dan berbangga diri.
- Ridha dengan takdir Allah.
- Qana’ah.
Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.
Satu hal, amalan-amalan hati sungguhlah berat, tapi seberat apa pun, apabila dilatih dan ditempa dengan keras setiap hari—sembari meminta pertolongan Allah—tentulah kita akan terbiasa dengannya.
Banghen

