“Sering-seringlah bertaubat, siang dan malam, karena kita tak tahu kapan waktunya pulang.” — Syaikh Shalih Sindi hafizhahullah.
Month: October 2023
4 Teknik untuk Meningkatkan Storytelling Anda – Oleh Sun Yi
Berikut adalah beberapa teknik yang dapat meningkatkan kemampuan storytelling dan penulisan Anda. Namun, perlu diingat, tidak peduli seberapa canggih tulisan Anda, cerita yang buruk tidak dapat diperbaiki hanya dengan teknik menulis. Tanpa cerita yang kuat, Anda berisiko terdengar seperti seorang politisi yang menghindari pertanyaan dengan “memuntahkan” serangkaian kata tanpa benar-benar menjawab esensinya.
Jika Anda benar-benar ingin menghasilkan cerita yang hebat, saya telah menyusun rangkaian latihan untuk membantu Anda berpikir secara kritis, mengenal diri Anda lebih baik, dan menyampaikan ide-ide Anda ke dunia. Saya yakin, setelah mengikuti berbagai kursus storytelling, belum ada program yang seefektif Night Owl Nation.
Baiklah, mari kita mulai pelajaran hari ini:
1. Menulis Kail yang Kuat
Semakin spesifik, semakin baik
Semakin spesifik tulisan Anda, semakin nyata dan dapat dicapai oleh audiens. Contoh ini menunjukkan bagaimana menjadi sangat spesifik membuatnya terasa lebih realistis:
- Tidak spesifik: Cara meningkatkan pengikut dengan cepat.
- Spesifik: Tingkatkan pengikut sebanyak 200% dalam 90 hari.
- Sangat spesifik: Tingkatkan pengikut sebanyak 206% dalam 87 hari.
Semakin sedikit informasi, semakin baik
Jangan ungkapkan akhir cerita di awal. Buatlah misteri yang membuat audiens penasaran untuk terus membaca hingga mendapatkan jawabannya.
- Terlalu banyak informasi: Hidup seperti pecandu narkoba yang pulih dengan menjadi diri yang otentik dapat membuat Anda menjadi pemimpin yang lebih baik.
- Misterius: Pemimpin hebat hidup seperti pecandu narkoba.
Bersikaplah dengan sengaja dalam penggunaan kata-kata Anda
Setiap kata harus punya tujuan. Dalam contoh ini, “tidak peduli” terasa lebih membebaskan daripada “tidak peduli dengan pendapat orang.” Kata “halus” menunjukkan bahwa ini mungkin rahasia. Kata “seni” menandakan bahwa ini keterampilan yang perlu dipelajari.
- Langsung: Bagaimana tidak peduli dengan pendapat orang.
- Sengaja: Seni halus untuk tidak peduli.
2. Teknik Storytelling
Gunakan waktu sekarang
Menggunakan waktu sekarang membuat audiens merasa seperti berada dalam cerita secara langsung.
- Past Tense: Dia berjalan ke mejaku, jadi saya menatapnya. Kemudian dia berkata… (He walked over to my desk, so I looked up at him. Then he said…)
- Present Tense: Dia berjalan ke mejaku, jadi saya menatapnya. Kemudian dia berkata… (He walks over to my desk, so I look up at him. Then he says…)
Berikan nama pada karakter Anda
Memberi nama karakter membantu audiens melacak siapa yang berbicara dan membuat cerita lebih hidup.
- Tanpa Nama: Bosku bertanya kepada rekan kerjaku apakah bisa dilakukan lebih cepat. Dia bilang bisa. Kemudian dia berbalik padaku dan mulai berteriak.
- Dengan Nama: Bosku Jerry bertanya kepada rekan kerjaku Dan apakah bisa dilakukan lebih cepat. Dan bilang bisa. Kemudian Jerry berbalik padaku dan mulai berteriak.
Gunakan Dialog
Daripada menjelaskan percakapan, gambarkan adegan menggunakan dialog agar lebih hidup.
- Tanpa Dialog: Dia bilang suaminya juga bermain bola dan bertanya apakah saya mau melihat koleksi bolanya.
- Dengan Dialog: “Suamiku juga bermain bola!” katanya, dengan wajah penuh kejutan. Lalu dia bertanya, “Mau lihat koleksi bolanya?”
Deskripsikan Emosi Fisik
Deskripsi emosi fisik membuat pembaca bisa ikut merasakan emosi tersebut.
- Tanpa Emosi Fisik: Saya lelah. Begitu saya duduk di sofa, saya tidak bisa menahan dorongan untuk tetap terjaga.
- Emosi Fisik: Begitu saya duduk di sofa, bantal lembut memeluk bahu dan leher saya. Saya mencoba tetap terjaga, tapi kelopak mata saya semakin berat.
3. Teknik Menulis
Gunakan jeda dramatis
Menambahkan spasi atau jeda di momen penting cerita membuatnya lebih dramatis.
- Tanpa Jeda: Setelah menjelaskan, saya yakin Kevin akan memecat saya. Tapi kemudian dia berkata, “Terima kasih karena sudah jujur.”
- Dengan Jeda: Setelah menjelaskan, saya yakin Kevin akan memecat saya. Tapi kemudian… Sebuah keajaiban terjadi. Dia berkata, “Terima kasih karena sudah jujur.”
Ubah sudut pandang
Menggunakan satu sudut pandang saja bisa terasa monoton. Campur sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga untuk variasi.
- Hanya Orang Pertama: Saya mendengar bel pintu berbunyi. Saya melihatnya masuk. Saya kaget.
- Perspektif Campuran: Bel pintu berbunyi. Dia masuk. Mungkin Anda akan terkejut mendengar bahwa saya tidak panik.
Gunakan pertanyaan
Menggunakan pertanyaan membuat tulisan terasa lebih seperti percakapan dan kurang menggurui.
- Pernyataan (Ceramah): Orang-orang itu jahat. Mereka selalu mencoba menurunkan Anda.
- Pertanyaan (Percakapan): Pernahkah Anda merasa orang-orang itu jahat? Seperti mereka selalu mencoba menurunkan Anda?
4. Teknik Editing
Bacalah ceritamu dengan suara keras
Ketika Anda membaca cerita dengan suara keras, Anda bisa mendengar bagian mana yang tidak lancar. Ini membantu menjaga alur cerita agar tetap mulus dan menarik.
Tulis untuk anak kelas 7
Rata-rata orang Amerika membaca di tingkat kelas 7. Verifikasi tulisan Anda sehingga mudah dipahami oleh pembaca umum. Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Hemingway App untuk menguji tingkat keterbacaan.
Bilas dan ulangi
80% dari proses menulis adalah editing. Setelah draf pertama selesai, teruslah menulis ulang cerita Anda dengan teknik yang disebutkan di atas hingga terasa sempurna.
Sumber: Sun Yi
Doa Mustajab agar Mudah Menghafal Al-Quran
Saya sangat senang ketika mengetahui bahwa ada doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mudah menghafal Al-Qur’an, serta mudah membacanya dan mempelajarinya.
Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan:
Seorang laki-laki datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Sungguh aku tidak mampu mendapat apa pun dari Al-Qur’an (yaitu dari sisi menghafalnya, membacanya, dan mempelajarinya), jadi mohon ajarkanlah padaku sesuatu yang mencukupiku.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Katakanlah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
وَلَا حَولَ وَلَا قُوَّةَ
إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
SUBHAANALLAAH WALHAMDULILLAAH WALAA ILAAHA ILLALLAAH WALLAAHU AKBAR WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM.”
Artinya: “Maha Suci Allah, dan segala puji hanyalah milik Allah, dan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).”
Laki-laki tersebut lantas bertanya: “Wahai Rasulullah, ini (zikir dan pujian) untuk Allah, lalu apa (doa) untukku?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Katakanlah:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَارْزُقْنِي
وَعَافِنِي وَاهْدِنِي
ALLAAHUMMARHAMNII WARZUQNII WA ‘AAFINII WAHDINII.”
Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat, rezeki, jagalah aku, dan berilah petunjuk padaku.”
Ketika laki-laki tersebut berdiri, dia berkata, “Begini…” sembari memberi isyarat dengan tangannya (yaitu dengan menggenggamnya).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Sungguh laki-laki itu telah mengisi tangannya dengan kebaikan.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahih Abi Dawud).
***
Al-Qur’an itu Mudah Dihafal!
Al-Qur’an itu mudah dihafal, dibandingkan dengan kitab-kitab lainnya. Betapa banyak penghafal Al-Qur’an, dari anak kecil hingga orang tua. Ini adalah bukti nyata Al-Qur’an itu mudah dihafal.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk diingat dan dipelajari, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17)
Ini menunjukkan bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh untuk menghafal dan mempelajari Al-Qur’an akan mendapatkan kemudahan dengan izin Allah.
Orang Terbaik adalah yang Belajar dan Mempelajari Al-Qur’an
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda mengenai keutamaan seseorang yang tekun mempelajari Al-Qur’an:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari no. 5027)
Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala bagi orang yang mempelajari Al-Qur’an dan berusaha untuk memahaminya, bahkan lebih baik lagi jika ia juga mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain.
Kemuliaan Penghafal Al-Qur’an
Di hadis yang lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang kemuliaan para penghafal Al-Qur’an, yang kemuliaan tersebut mereka dapatkan nanti di akhirat, setelah kemuliaan-kemuliaan yang mereka dapatkan di dunia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
“Akan dikatakan kepada ahli Al-Qur’an: Bacalah dan naiklah, serta tartilkanlah sebagaimana engkau membacanya di dunia. Maka sesungguhnya kedudukanmu ada pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud no. 1464, Tirmidzi no. 2914, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Doa Agar Mudah Mempelajari Al-Qur’an
Selain itu, pentingnya doa dalam proses belajar tidak dapat diragukan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu.’” (QS. Taha: 114)
Doa ini sangat baik untuk diamalkan, terutama bagi orang yang ingin memperdalam ilmu agama, termasuk dalam hal menghafal dan memahami Al-Qur’an.
Dengan menggabungkan berdoa, keyakinan kepada Allah, kemudian usaha yang keras, insya Allah seseorang akan dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an dan memperoleh kebaikan darinya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
Banghen