Kami Melihatmu Termasuk Orang Baik
Orang baik itu akan selalu baik, meskipun zaman silih berganti…
Ketika Nabi Yusuf ‘alaihis salam dimasukkan ke dalam penjara, dua pemuda turut menemani beliau. Dalam keheningan jeruji itu, mereka melihat pancaran kemuliaan dari sosok Nabi Yusuf, sebuah keindahan akhlak yang memikat hati dan memberikan ketenangan jiwa. Sebelum mereka meminta Nabi Yusuf mentakwilkan mimpi mereka, dengan tulus mereka berkata:
“Kami melihatmu termasuk orang baik.”
وَدَخَلَ مَعَهُ السِّجْنَ فَتَيٰنِ ۗقَالَ اَحَدُهُمَآ اِنِّيْٓ اَرٰىنِيْٓ اَعْصِرُ خَمْرًا ۚوَقَالَ الْاٰخَرُ اِنِّيْٓ اَرٰىنِيْٓ اَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِيْ خُبْزًا تَأْكُلُ الطَّيْرُ مِنْهُ ۗنَبِّئْنَا بِتَأْوِيْلِهٖ ۚاِنَّا نَرٰىكَ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata, ‘Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur,’ dan yang lainnya berkata, ‘Aku bermimpi, membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung.’ Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami melihatmu termasuk orang yang baik…” (QS. Yusuf: 36)
Continue reading Rahasia Kebaikan Nabi Yusuf: dari Penjara ke Istana