Bacaan sholat dan artinya yang kita pelajari ini adalah surat al-Fatihah dan artinya. Lengkap dengan tulisan arab untuk lafadz aslinya. Ditambah tulisan latin untuk lafadz bacaannya, khusus bagi Anda yang belum bisa membaca tulisan arab. Tidak itu saja, bahkan lengkap pula dengan terjemahannya.
Saya sudah membuat video bacaan sholat dan artinya untuk surat al-Fatihah artinya ini di channel Youtube banghen.com. Video al-Fatihah dan artinya ini adalah seri pertama untuk rangkaian video bacaan sholat lengkap. Bacaan sholat lengkap tersebut insya Allah terdiri bacaan sholat yang wajib, seperti al-Fatihah, hingga bacaan sholat yang lainnya.
Tujuan dari pembuatan bacaan sholat lengkap ini adalah agar ibadah sholat kita menjadi lebih khusyu’ dikarenakan kita dapat memahami makna bacaan sholat yang kita amalkan. Oleh karena itu, setiap bacaan sholat dilengkapi dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Selain itu, mudah-mudahan dapat membantu saudara saya semuanya untuk membaca bacaan sholat dengan bacaan sholat yang benar, atau minimal dapat mengurangi kesalahan dalam pengucapan dan tajwidnya. Sehingga ini membuat kita menjadi bertambah khusyu’ kita dalam menunaikan ibadah sholat; baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah.
Yuk sekarang kita mulai belajar bacaan sholat seri yang pertama, yaitu surat al-Fatihah dan artinya. Berikut ini video bacaan sholat dan artinya seri pertama: al-Fatihah dan artinya.
Video bacaan sholat dan artinya ini merupakan pelengkap video cara sholat Nabi Muhammad dan praktik sholat sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu video bacaan sholat dalam rangkaian serial bacaan sholat lengkap dan artinya (lengkap dengan tulisan dan terjemahannya) ini dapat Anda praktekkan pada sholat fardhu (atau sholat wajib) Anda. Dan juga pada sholat sunnah yang Anda kerjakan. Karena pada dasarnya bacaan sholat wajib dan dan sholat sunnah secara umum sama (kecuali beberapa sholat sunnah tertentu). Mudah-mudahan video ini menambah khazanah perpustakan digital online melengkapi video bacaan sesuai sunnah yang lainnya.
Surat al-Fatihah dengan penggalan-penggalannya tanpa terjemahan, agar mudah Anda hafalkan.
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN
Yuk ulangi membacanya hingga tiga kali. Setelah itu kita belajar arti bacaan surat al-Fatihah.
***
Surat al-Fatihah dan artinya dengan penggalan-penggalannya (dalam bentuk gambar):
***
Teks Bacaan al-Fatihah dan Artinya
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
ALHAMDU LIL-LAAHI ROB-BIL ‘AALAMIIN
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
AR-ROHMAA-NIR-ROHIIM
Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
MAALIKI YAU-MID-DIIN
Yang menguasai Hari Pembalasan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
IYYAA-KA NA’-BUDU WA IYYAA-KA NAS-TA-‘IIN
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
IHDI-NASH SHIROO-THOL MUSTAQIIM
(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
SHIROO-THOL LADZII-NA AN-‘AM-TA ‘ALAI-HIM
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
***
Semoga bacaan surat al-Fatihah dan artinya ini, yang merupakan rangkaian serial bacaan sholat lengkap, bermanfaat untuk kita semua.
Waktu mustajab berdoa & doa yang dikabulkan Allah pada waktu-waktu mustajab ini.
Ada banyak sekali waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah. Jika kita berdoa pada waktu-waktu mustajab tersebut maka peluang terkabulnya doa lebih besar dibandingkan pada waktu-waktu selainnya.
***
Berikut ini 10 waktu mustajab untuk berdoa. 10 waktu mustajab ini adalah waktu yang mudah kita jumpai sehari-hari. Mudah pula kita amalkan. Selain 10 waktu mustajab ini, tentu ada banyak waktu-waktu mustajab lainnya. Insya Allah di lain kesempatan kita akan mempelajari dan mengamalkannya.
***
(1) Waktu mustajab berdoa pada sepertiga malam terakhir
“Waktu yang mana Allah sangat dekat dengan seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah, an-Nasa’i, dan al-Hakim)
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sholat tahajud dan berdoa kepada Allah.
“Bangunlah (untuk melakukan sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. al-Muzzamil: 2-3)
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah Sholat Tahajud, sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. al-Isra’: 79)
Kapan waktu sepertiga malam yang terakhir itu?
Waktu malam dihitung sejak tenggelamnya matahari (yaitu sejak waktu maghrib) hingga terbit fajar (yaitu waktu subuh). Jika waktu maghrib kira-kira pukul 18:00 dan waktu subuh pukul 04:00, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 00:30 dini hari.
***
(2) Waktu mustajab berdoa pada akhir Sholat Fardhu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
جاء رجلٌ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، فقال : أيُّ الصلاة أفضل ؟
قال جوفُ الليل الأوسط قال : أيُّ الدُّعاء أسمع ؟ قال: دُبر المكتوبات
Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sholat apa yang paling baik?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sholat di tengah malam”. Lalu laki-laki tersebut bertanya kembali, “Doa apa yang paling didengar?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Doa di akhir sholat fardhu.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya, Jami’ ‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 143-144)
Doa berikut dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhir sholat fardhu,
“Allaahumma inni a-’uudzu bika minal jubni, wa a-’uudzu bika an arudda ila ardzalil ‘umuri, wa a-’uudzu bika min fitnatit dunyaa wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri [artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari sikap pengecut di medan perang, dari jeleknya keadaan di masa tua, dari godaan dunia yang menggiurkan dan dari siksa kubur].” (HR. al-Bukhari no. 2822)
Makna lafadz “dubur sholat” pada Hadis tersebut, di sini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengartikan di akhir sholat sebelum salam. Dan ada pula yang mengartikan setelah selesai sholat (setelah salam).
Dalil tentang berdoa di akhir sholat, yaitu sebelum salam adalah Hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berikut ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan al-Masih ad-Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. an-Nasa’i no. 1310. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa Hadis ini shahih)
Doa pada akhir sholat, yaitu sebelum salam (karena masih di dalam sholat), hendaklah berdoa dengan doa yang berasal dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada banyak sekali doa di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(3) Waktu mustajab berdoa diantara waktu adzan dan iqomat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu. Jika bertepatan waktu itu ada seorang muslim yang berdoa kepada Allah meminta kebaikan dalam perkara dunia maupun akhirat, maka Allah akan kabulkan doanya. Waktu itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Oleh karena itu, sering-seringlah memanjatkan doa kepada Allah. Bisa jadi ketika Anda memanjatkan doa bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa.
***
(5) Waktu mustajab berdoa pada saat turun hujan
Hujan adalah rahmat dan nikmat dari Allah. Diantara nikmatnya turun hujan adalah doa pada saat turun hujan adalah doa yang mustajab.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Ada 2 doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR al-Hakim, 2534, dishahihkan al-Albani di Shahih al-Jami’, 3078)
***
(6) Waktu mustajab berdoa pada waktu ashar di hari Jumat
Hadis dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah akan berikan apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar.” (HR. Ahmad 7631 dan dinilai shahih Syuaib al-Arnauth)
***
(7) Waktu mustajab berdoa ketika sujud dalam sholat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Keadaan yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa (ketika sujud dalam sholat).” (HR. Muslim)
Berdoa ketika sujud dalam sholat sebaiknya dengan menggunakan doa-doa yang ada di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini juga dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(8) Waktu mustajab berdoa ketika terbangun dari tidur di tengah malam, kemudian berdzikir dengan dzikir yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Barang siapa yang bangun di malam hari, lalu ia mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, alhamdulillaah, wa subhaanallaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa hawla walaa quwwata illaa billaah’ (artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.) Kemudian ia berkata: Allahummagh firlii (artinya: Ya Allah, ampunilah aku.) Atau ia berdoa, maka doanya akan dikabulkan Allah, dan jika ia berwudhu dan sholat, maka akan diterima sholatnya.” (HR. al-Bukhari dan at-Tirmidzi)
***
(9) Waktu mustajab untuk berdoa ketika seseorang tidur dalam keadaan suci, kemudian dia terbangun di malam hari dan berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim yang tidur setelah berdzikir dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun di malam hari, kemudian berdoa kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
***
(10) Doa mustajab adalah dengan menyertakan doa Nabi Yunus setiap kali berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa Dzun Nuun ketika berdoa dalam perut ikan adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhoolimiin.’ (artinya: ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.’) Sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengannya kecuali Allah akan kabulkan.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Bagaimana cara mengamalkan doa Nabi Yunus ini?
Setiap kali Anda berdoa dengan doa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat maka bacakanlah doa Nabi Yunus ini terlebih dahulu. Sertakan doa Nabi Yunus ini dalam setiap doa-doa Anda. Maka, dengan izin Allah, doa Anda mustajab dan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.
Demikianlah 10 waktu mustajab berdoa. Semoga dapat kita amalkan.
Doa untuk orang tua (yaitu doa untuk ibu dan bapak) yang akan kita pelajari ini, insya Allah, adalah doa untuk orang tua yang shahih. Tentu saja, karena bersumber dari al-Quran, kalamullah. Saya sudah berupaya mencari doa untuk orang tua dari Hadis Nabi, namun hingga saat ini belum menemukannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan ilmu dan kemampuan saya.
Latar belakang penulisan doa untuk kedua orang tua ini
Beberapa waktu lalu, saudara saya Remond Joey, seorang pemirsa channel banghen.com di Youtube, beliau bertanya tentang apa doa yang shahih untuk kedua orang tua. Oleh karena itu, saya kemudian termotivasi untuk menyusun tulisan ini. Hingga tahulah saya bahwa doa untuk orang tua yang selama ini kita amalkan ternyata berasal langsung dari al-Quran. Wallahu a’lam…
Renungan dan Motivasi untuk Berbakti kepada Orang Tua dari al-Quran
Sebelum kita membahas tiga doa untuk Ibu dan Bapak, yuk kita merenungkan firman Allah Taala berikut ini:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra’: 23)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra’: 24)
Lihatlah kedua ayat al-Quran yang saya bacakan tadi. Betapa istimewa dan pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua; kepada ibu dan bapak kita. Sampai-sampai Allah abadikan perintah berbuat baik kepada orang tua ini pada beberapa ayat di dalam al-Quran.
***
Berbuat baik kepada orang tua adalah adalah amalan yang dicintai Allah
Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah. Kita dapat melihat buktinya pada Hadis dari sahabat Nabi ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,
“Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.”
Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)
***
Doa untuk orang tua dalam al-Quran
Diantara bentuk bakti seorang anak yang shaleh kepada orang tuanya adalah dengan mendoakan keduanya. Baik itu selama kedua orang tua kita masih hidup, maupun setelah keduanya meninggal dunia. Jadi, doa untuk ibu dan bapak ini adalah doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal ataupun terlebih-lebih lagi kita panjatkan kepada Allah untuk kedua orang tua kita yang masih hidup.
Berikut ini tiga doa untuk kedua orang tua. Ketiga doa untuk orang tua ini adalah doa terbaik untuk ibu dan bapak kita, karena semuanya bersumber dari al-Quran kalamullah.
***
Doa untuk orang tua yang pertama: Surat al-Isra ayat 24
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
ROBBIRHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHO-GHIIROO
“Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 24)
***
Doa untuk orang tua yang kedua: Surat Ibrahim ayat 41
“Wahai Tuhanku. ampunilah aku, ibu bapakku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28)
Demikianlah tiga doa untuk orang tua yang berasal dari al-Quran. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan.
***
VIDEO DOA UNTUK ORANG TUA
Saya sudah membuatkan video book doa untuk ibu bapak ini. Video ini ada di channel banghen.com di Youtube. Silakan simak videonya berikut ini:
***
REFERENSI DOA UNTUK ORANG TUA
-Doa & Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Quran dan as-Sunnah, ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i
-https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html
-https://rumaysho.com/480-ibu-ayah-aku-ingin-meraih-surga.html
-https://konsultasisyariah.com/20268-20268.html
-https://islamqa.info/id/46698
-https://rumaysho.com/11752-cara-berbakti-pada-orang-tua-setelah-mereka-tiada.html
-https://muslimah.or.id/5753-berbakti-kepada-kedua-orang-tua.html