Bersegera Mendatangi Amal Ketaatan

Bersegera mendatangi amal ketaatan tidaklah termasuk tergesa-gesa yang dicela, bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan pada kita:

“Pelan-pelan dalam sesuatu itu baik, kecuali terkait amal akhirat.” (HR. Abu Dawud).

Betapa indah sifat yang disandang Yunus bin Ubaid rahimahullah, bahwa tidaklah satu perintah Allah datang kecuali ia telah siap menjalankannya. Contohnya, ia selalu dalam kondisi suci agar tidak terlambat shalat sunnah atau shalat wajib. Ia juga zuhud di dunia. Ia telah menulis wasiatnya sebagai bentuk kesiapan menyambut mati.

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat Khusyuk, oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani

bacaan-shalat-maghrib-untuk-mualaf-belajar-salat
[Klik gambar untuk membeli ebook BUKU PEGANGAN SHALAT MAGHRIB]

***

Allah Ta’ala berfirman tentang bersegeranya Nabi Musa ‘alaihissalam memenuhi perintah Allah.

وَمَاۤ أَعۡجَلَكَ عَن قَوۡمِكَ یَـٰمُوسَىٰ 

“Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?” (QS. Thaha: 83)

 قَالَ هُمۡ أُو۟لَاۤءِ عَلَىٰۤ أَثَرِی وَعَجِلۡتُ إِلَیۡكَ رَبِّ لِتَرۡضَىٰ 

“Dia (Musa) berkata: Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku).” (QS. Thaha: 84)

Imam Al-Baghawi menerangkan ayat ini dalam kitab tafsir beliau:

Firman Allah Ta’ala,
وَمَا أَعْجَلَكَ
maksudnya: “Apa yang mendorongmu untuk tergesa-gesa?”

عَنْ قَوْمِكَ 
“…hingga engkau mendahului kaummu?”

Hal ini karena Nabi Musa ‘alaihis salam telah memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk pergi bersamanya menuju Bukit Thur, agar mereka menerima Taurat. Musa pun berangkat bersama mereka.

Namun, karena kerinduannya yang sangat kepada Rabb-nya ‘Azza wa Jalla, Musa bersegera berjalan mendahului rombongan itu. Ia meninggalkan tujuh puluh orang tersebut di belakang, seraya memerintahkan mereka agar menyusulnya menuju gunung.

Maka Allah Ta’ala berfirman kepadanya:

وَمَا أَعْجَلَكَ عَنْ قَوْمِكَ يَا مُوسَى

“Wahai Musa, apa yang membuatmu tergesa-gesa meninggalkan kaummu?”

Musa menjawab, sebagai respon kepada Rabb-nya Ta’ala:

هُمْ أُولَاءِ عَلَى أَثَرِي

“Mereka itu berada di belakangku, mereka akan segera menyusulku.”

Dan Musa berkata:

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى

“Aku bersegera menghadap kepada-Mu, wahai Rabbku, agar Engkau semakin meridai aku.” (Lihat Tafsir Al-Baghawi).

Visited 1 times, 4 visit(s) today
cara-sholat-bacaan-shalat-untuk-mualaf
[Klik gambar untuk membeli ebook BUKU PEGANGAN SHALAT MAGHRIB]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *