Catatan Seorang Penerjemah: Tentang Penerjemahan Teks Nafyul Kamal

Dalam bahasa Arab, peniadaan (nafy) sering dipakai untuk meniadakan kesempurnaan, bukan keberadaan, yang ulama sebut نَفْيُ الْكَمَالِ.

Contohnya hadis:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ

bacaan-shalat-maghrib-untuk-mualaf-belajar-salat
[Klik gambar untuk membeli ebook BUKU PEGANGAN SHALAT MAGHRIB]

لَا يُؤْمِنُ kurang pas apabila diterjemahkan “tidak beriman”.

لَا يُؤْمِنُ atau “tidak beriman” di situ maksudnya tidak sempurna imannya. Maka sebaiknya diterjemahkan “tidak sempurna iman seseorang”.

Kalimat di bawah ini:

مَنْ لَمْ يَعْرِفِ اللَّهَ لَمْ يَعْبُدْهُ

berpola sama, maka dapat diterjemahkan:

“Barang siapa tidak mengenal Allah, ia belum sungguh-sungguh menyembah-Nya.”

Jadi “belum sungguh-sungguh” bukan tambahan kalimat, melainkan penerjemahan makna nafy-nya ke dalam bahasa Indonesia.

Visited 1 times, 1 visit(s) today
cara-sholat-bacaan-shalat-untuk-mualaf
[Klik gambar untuk membeli ebook BUKU PEGANGAN SHALAT MAGHRIB]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *