Doa Setelah Sholat Dhuha Sesuai Sunnah Nabi

Apa Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi?

Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin. Ibadah ini dikenal dengan keutamaannya sebagai waktu memohon rezeki dan keberkahan dari Allah. Namun, sering muncul pertanyaan, “Apakah ada doa setelah Sholat Dhuha yang sesuai sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam?” Artikel ini akan mengupas tuntas jawabannya, dilengkapi dengan dalil dan panduan yang jelas.

Doa Populer Setelah Sholat Dhuha: Apakah Shahih?

Salah satu doa setelah Sholat Dhuha yang sangat populer berbunyi:

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ … hingga akhir doa.

Sayangnya, doa ini tidak memiliki dalil shahih dari Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam. Doa tersebut disebutkan dalam kitab-kitab seperti Syarhul Minhaj karya As-Syarwani (7:293) dan I’aanatut Thalibiin karya Abu Bakr Ad-Dimyathi (1:295). Namun, tidak ada penulis kitab tersebut yang menyertakan dalil shahih dari Al-Quran atau hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tim Fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih, memberikan komentar,

“Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 53488).

Dengan demikian, doa ini tidak dianjurkan untuk diamalkan. Prinsip ibadah dalam Islam adalah tauqifiyah (harus berdasarkan dalil). Jika tidak ada dalil yang shahih, maka tidak seharusnya doa ini diatributkan kepada Nabi.

Ini Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi

1. Doa yang Dibaca Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam Setelah Sholat Dhuha

Dari Aisyah radhiallahu ’anha, beliau berkata:

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam selesai melaksanakan Sholat Dhuha, kemudian beliau membaca:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

(Allāhumma-ghfir lī wa tub ’alayya, innaka Antat-Tawwābur-Roḥīm).

Artinya: ‘Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.’

Beliau mengucapkannya sebanyak 100 kali.” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, dinyatakan shahih oleh Al-Albani).

doa setelah sholat dhuha yang shahih dan artinya

2. Dzikir Umum Setelah Sholat

Setelah sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah, dianjurkan membaca dzikir yang diajarkan Rasulullah. Salah satu dzikir yang dapat diamalkan adalah:

Istighfar tiga kali:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

(Astaghfirullāh)

Aku memohon ampun kepada Allah.

Dilanjutkan dengan doa:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

(Allāhumma Antas-Salām wa Minkas-Salām, Tabārokta Yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām).

Artinya: Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Dzikir ini bersumber dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (HR. Muslim, no. 591).

Sholat Dhuha termasuk sholat sunnah, sehingga dzikir ini juga dapat diamalkan setelah Sholat Dhuha. Hal ini ditegaskan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwanya bahwa dzikir ini berlaku untuk semua jenis sholat, baik wajib maupun sunnah.

Pertanyaan: Seorang penanya wanita bertanya dalam program ini: Wahai Syaikh yang terhormat, apakah boleh membaca tasbih dan doa setelah sholat sunnah sebagaimana dilakukan setelah sholat fardhu? Apa saja doa dan tasbih yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salla?

Jawaban: Dzikir yang diajarkan secara khusus semuanya dilakukan setelah sholat fardhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan disaksikan dan diajarkan kepada para sahabat. Namun, setelah sholat sunnah, tidak ada dzikir khusus yang diajarkan kecuali istighfar. Ketika selesai dari sholat sunnah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan:

أستغفر الله، أستغفر الله، أستغفر الله، اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام

“Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah. Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Adapun dzikir-dzikir lain seperti:

“La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir…”

“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah…”

Dzikir ini semua hanya diajarkan untuk dilakukan setelah sholat fardhu, dan tidak diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melakukannya setelah sholat sunnah.

Tsauban radhiyallahu ’anhu berkata:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai dari sholatnya, beliau membaca istighfar tiga kali dan mengucapkan:

اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام

‘Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.’” (HR. Muslim dan lainnya).

Tsauban tidak menyebutkan secara khusus bahwa doa ini hanya untuk sholat fardhu. Oleh karena itu, dzikir ini berlaku untuk semua jenis sholat, baik sunnah maupun fardhu.

Namun, dzikir-dzikir lain yang panjang (seperti tahlil, tahmid, dan takbir) hanya dikhususkan untuk setelah sholat fardhu. Tidak ada riwayat yang menunjukkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya setelah sholat sunnah.

Keutamaan Sholat Dhuha

Melaksanakan Sholat Dhuha memiliki keutamaan besar, di antaranya:

1. Mendapat Pahala Sedekah

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى.

Artinya: “Setiap pagi, setiap persendian dari kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih (ucapan Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan La ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)

2. Tanda Syukur Seorang Hamba kepada Allah

Sholat Dhuha adalah tanda syukur seorang hamba kepada Allah atas nikmat-Nya. Ibadah ini mencerminkan kesadaran seorang hamba atas nikmat yang Allah berikan, seperti kesehatan, waktu luang, dan kemampuan untuk beribadah.

3. Dibukakan Pintu Rezeki Agar Rezeki Lancar

Dalilnya adalah hadis berikut:

عن رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عن اللهِ عز وجل أنه قال: ابنَ آدمَ اركعْ لي أربعَ ركَعاتٍ من أولِ النهارِ أكْفِكَ آخِرَه

Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Allah Azza wa Jalla, bahwa Dia berfirman:

“Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku (sholatlah) empat rakaat di awal siang, maka Aku akan mencukupimu di akhir hari.” (HR. At-Tirmidzi)

Perawi Hadis: Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Darda dan Abu Dzar Al-Ghifari. Dicatat dalam Sunan At-Tirmidzi (no. 475).

Status Hadis: Dinilai sebagai hasan gharib.

Penjelasan Hadis: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan pahala yang besar dan keutamaan bagi hamba-hamba-Nya yang taat, terutama bagi mereka yang memperbanyak ibadah. Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan firman Allah Azza wa Jalla:

1. “Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku,” maksudnya adalah melaksanakan shalat dengan penuh keikhlasan.

2. “Empat rakaat di awal siang,” dipahami oleh para ulama sebagai Sholat Dhuha. Ada juga yang menafsirkan sebagai Sholat Subuh (baik shalat sunnahnya maupun shalat fardhu).

3. “Aku akan mencukupimu di akhir hari,” maknanya Allah akan melindungi hamba tersebut dari berbagai kesulitan, kekhawatiran, dan urusan yang mengganggunya sepanjang hari. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa hal ini berarti Allah akan menjaga hamba-Nya dari dosa dan berbagai bahaya hingga akhir hari tersebut.

Penjelasan hadis ini dinukil dari Ad-Durar As-Saniyyah (Dorar.net), sebuah ensiklopedia hadis dan syarah ulama.

sholat dhuha pembuka pintu rezeki agar rezeki lancar

Hadis ini mendorong umat Islam untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti Sholat Sunnah Fajar (yaitu dua rakaat sebelum Sholat Subuh) dan Sholat Dhuha, karena di dalamnya terdapat janji perlindungan dan kecukupan dari Allah di sepanjang hari. Ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk senantiasa menjaga sholat sunnah setelah sholat wajib.

4. Sholat Dhuha adalah Sholatnya Para Awwabin

Sholat Dhuha disebut sebagai sholatnya para Awwabin, yaitu orang-orang yang senantiasa bertobat dan kembali kepada Allah dengan ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosanya. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Al-Qasim As-Syaibani.

Dikisahkan bahwa Zaid bin Arqam radhiallahu ’anhu melihat sekelompok orang mengerjakan Sholat Dhuha. Beliau kemudian berkata:

“Andaikan mereka tahu bahwa sholat setelah waktu ini lebih utama. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

‘Sholatnya para Awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan.’” (HR. Muslim, no. 748).

Hadis ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Dhuha adalah ketika matahari mulai terik, sekitar pukul 9 pagi hingga menjelang waktu Zuhur (tergantung lokasi dan waktu setempat). Pada saat ini, melaksanakan Sholat Dhuha akan lebih utama, sesuai dengan sunnah Nabi.

Makna Awwabin: Kata “Awwabin” berarti orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan penuh ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosa mereka. Dengan melaksanakan Sholat Dhuha di waktu terbaik ini, seorang hamba menunjukkan kedekatan hatinya kepada Allah dan keinginan untuk selalu berada di jalan yang diridhai-Nya.

Dengan menunaikan Sholat Dhuha sesuai sunnah dan pada waktu utama ini, semoga kita termasuk golongan Awwabin, yang selalu kembali kepada Allah dengan hati yang penuh taubat dan ketaatan.

Kesimpulan

Setelah melaksanakan Sholat Dhuha, dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir yang sesuai sunnah Nabi, karena doa tersebut yang diamalkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai umat Islam, kita wajib berpegang pada ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, karena agama ini telah sempurna.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial Anda agar lebih banyak saudara muslim yang memahami pentingnya mengikuti sunnah dalam beribadah. Semoga Allah memberkahi amal kita semua.

***

VIDEO DOA SETELAH SHOLAT DHUHA

Saya sudah membuat sebuah video tentang doa setelah Sholat Dhuha ini. Anda bisa melihatnya di bawah ini:

***

 REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT DHUHA

  • https://konsultasisyariah.com/23363-dzikir-setelah-shalat-sunah.html
  • https://konsultasisyariah.com/10588-doa-shalat-dhuha.html
  • https://binbaz.org.sa/fatwas/14140/الاذكار-التي-تقال-بعد-صلاة-الفراىض-والنافل
  • جامع الكتب التسعة (Android App)
  • Sunnah.one
  • http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=13366
  • https://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=141&pid=96905&hid=617

Belajar Iqro: Cara Cepat Belajar Membaca Al-Quran untuk Pemula (VIDEO)

Panduan Lengkap Belajar Membaca Iqro 1 Sampai Iqro 6

Ini adalah panduan ringkas dan lengkap belajar Iqro 1 sampai Iqro 6, yang merupakan salah satu cara cepat belajar membaca Al-Qur’an dari nol untuk pemula.

Mengapa Metode Iqro Sangat Populer?

Belajar membaca Al-Qur’an adalah langkah awal untuk memahami kalamullah (firman Allah).  Namun, sering kali muncul pertanyaan: “Apa cara cepat membaca Al-Qur’an dari nol untuk pemula?” Jawabannya adalah metode Iqro.

Banyak metode cara cepat belajar Al-Qur’an yang tersedia, namun metode Iqro telah menjadi pilihan utama bagi mayoritas umat Islam, terutama di Indonesia. Mengapa demikian? Karena metode ini praktis, mudah dipahami, dan cocok untuk semua usia.

Metode Iqro adalah cara praktis dan terstruktur yang dirancang untuk membantu pemula belajar membaca Al-Qur’an dari nol hingga lancar. Buku Iqro terdiri dari 6 jilid yang berisi materi-materi pembelajaran bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga praktik membaca Al-Qur’an dengan sempurna.

Apa Keistimewaan Metode Iqro Dibandingkan Metode Lainnya?

1. Struktur Belajar yang Bertahap

Metode Iqro dirancang bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh. Ini memudahkan pemula untuk belajar membaca Al-Qur’an tanpa merasa kewalahan.

2. Fokus pada Praktik Membaca

Berbeda dengan metode belajar Al-Qur’an tradisional yang lebih banyak menekankan hafalan teori, metode Iqro lebih berfokus pada praktik langsung membaca.

3. Cocok untuk Semua Usia

Metode ini dapat diterapkan untuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, bahkan mereka yang belum pernah mengenal huruf Arab sekalipun.

4. Cepat dan Efisien

Dengan konsistensi, metode ini memungkinkan seseorang untuk mulai membaca Al-Qur’an hanya dalam beberapa bulan. 

Siapa Penggagas Metode Iqro?

Metode Iqro pertama kali diperkenalkan oleh K.H. As’ad Humam –semoga Allah merahmati beliau dan memasukkan beliau ke dalam surga firdaus-Nya– seorang ulama asal Yogyakarta. Beliau menciptakan metode ini pada tahun 1988 dengan tujuan memudahkan umat Islam untuk belajar membaca Al-Qur’an secara efektif.

Keberhasilan metode ini tak lepas dari pendekatan pembelajaran yang sederhana namun terstruktur, sehingga dengan cepat diterima oleh masyarakat luas dan kini menjadi metode standar di berbagai lembaga pendidikan Islam.

***

Panduan Belajar Iqro 1 Sampai Iqro 6 

Sekarang, kita mulai perjalanan belajar Iqro. Kita mulai langkah pertama kita dengan belajar Iqro 1. Ini insya Allah adalah perjalanan belajar yang penuh berkah, karena kita sedang mempelajari wasilah untuk mempelajari sesuatu yang diberkahi, yaitu Al-Qur’an yang mulia.

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada tim Yufid.TV yang telah membuat 180 video belajar Iqro, sangat lengkap, dari Iqro 1 hingga Iqro 6. Pada panduan belajar Iqro 1 – 6 ini, kita akan menggunakan 180 video tersebut.

IQRO 1: Mengenal Huruf Hijaiyah dengan Harakat Fathah

Materi yang Dipelajari:

Iqro 1 adalah langkah awal bagi pemula untuk belajar membaca Al-Qur’an. Pada tahap ini, Anda akan:

  1. Mengenal 28 huruf hijaiyah satu per satu, seperti alif, ba, ta, dan seterusnya.
  2. Memahami bentuk huruf hijaiyah dasar dengan harakat fathah.
  3. Fokus pada pengucapan huruf yang benar secara makhraj.

Tips Belajar:

  • Latih setiap huruf hijaiyah dengan perlahan.
  • Dengarkan pengucapan huruf dari guru atau video belajar iqro.
  • Ulangi setiap huruf hingga Anda benar-benar menguasainya.
Belajar Iqro 1

31 Video Belajar Iqro 1 dari Yufid.TV 

Berikut ini 31 video belajar Iqro 1 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video lebih kurang 6 menit. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 1 dalam waktu 16 hari.

IQRO 2: Membaca Huruf Hijaiyah Bersambung yang Dirangkai 2 Huruf dan 3 Huruf dengan Harakat Fathah

Materi yang Dipelajari:

Di Iqro 2, Anda akan belajar tentang membaca 2 huruf hijaiyah yang dirangkai, dilanjutkan 3 huruf hijaiyah yang dirangkai.

Tujuan Utama:

  • Membiasakan membaca huruf hijaiyah bersambung 2 huruf dan 3 huruf dengan harakat fathah.
  • Melatih membaca tanda mad atau tanda panjang pada huruf yang berharokat fathah.

Tips Belajar:

  • Ulangi setiap halaman hingga Anda lancar.
  • Pastikan membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa.
  • Pastikan huruf bertanda mad dibaca panjang.
Belajar Iqro 2

30 Video Belajar Iqro 2 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 2 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video lebih kurang 5 – 7 menit. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 2 dalam waktu 15 hari.

IQRO 3: Mengenal Harakat Kasrah dan Dhammah

Materi yang Dipelajari:

Setelah lancar membaca huruf hijaiyah bersambung 2 dan 3 huruf dengan harakat fathah, di Iqro 3 Anda akan mempelajari harakat kasrah (bunyi “i”) dan harakat dhammah (bunyi “u”).

Tujuan Utama:

  • Membaca huruf hijaiyah dengan tiga jenis harakat: fathah, kasrah, dan dhammah.
  • Membiasakan membaca huruf hijaiyah bersambung dengan rangkaian banyak huruf hijaiyah dengan harakat fathah, kasrah, dan dhammah.
  • Memahami perubahan bunyi berdasarkan harakat fathah, kasrah, dan dhammah.

Tips Belajar:

  • Pelajari pola harakat fathah, kasrah, dan dhammah secara perlahan. Ucapkan perlahan, yang terpenting adalah benar secara pengucapannya.
  • Ulang-ulang beberapa kali secara perlahan. Ingat, pelan-pelan, yang penting benar, bukan cepat tapi salah.
Belajar Iqro 3 belajar cepat membaca Al-Quran

30 Video Belajar Iqro 3 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 3 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 5 – 7 menit. Sempatkan belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 3 dalam waktu 15 hari.

IQRO 4: Membaca Kombinasi Huruf Hijaiyah Berharakat Tanwin

Materi yang Dipelajari:

Di tahap ini, Anda akan mulai membaca huruf hijaiyah berharakat tanwin: fathatain (fathah bertanwin), kasratain (kasrah bertanwin), dhammatain (dhammah bertanwin). Anda juga akan mengenal tanda sukun. Anda juga akan belajar mengucapkan huruf-huruf qolqolah. Sedangkan pelajaran-pelajaran terdahulu di Iqro 1, Iqro 2, dan Iqro 3 tetap ulang pada Iqro 4 ini. 

Tujuan Utama:

  • Membiasakan huruf hijaiyah berharakat tanwin dengan kombinasinya.
  • Membiasakan membaca huruf-huruf hijaiyah yang bertanda sukun.
  • Membiasakan membaca huruf-huruf qolqolah.
  • Secara tidak langsung juga berlatih mengulang-ulang materi pada Iqro 1, Iqro 2, dan Iqro 3.

Tips Belajar:

  • Perbanyak latihan membaca huruf-huruf hijaiyah berharakat tanwin. Fokuskan pada perbedaan bunyi pada setiap bentuk harakat tanwinnya.
  • Setelah itu latih mengucapkan huruf-huruf qolqolah. Ini lebih mudah.
  • Setelah itu latih mengucapkan huruf bertanda sukun. Ini lebih mudah lagi.
  • Fokus pada kelancaran membaca. Ucapkan secara perlahan.
belajar iqro 4 belajar membaca Al-Quran dari nol

30 Video Belajar Iqro 4 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 4 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 4 – 5 menit. Sempatkan belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 4 dalam waktu 15 hari.

IQRO 5: Mengenal Idghom, Ikhfa, Tasydid, dan Tajwid Sederhana Lainnya

Materi yang Dipelajari:

Pada Iqro 5 Anda akan mengenal:

  1. Idghom
  2. Ikhfa
  3. Tanda mad yang dibaca 5 harakat dan 6 harakat.
  4. Tanda alif lam yang alifnya tidak dibaca.
  5. Tanda mad seperti alif (hamzah washal), ya, dan waw. 
  6. Tasydid

Tujuan Utama:

  • Membaca potongan ayat Al-Qur’an dengan tanda baca lengkap.
  • Memahami fungsi setiap tanda baca dalam memperindah bacaan.

Tips Belajar:

  • Latih pengucapan idghom, ikhfa, tasydid, dan mad dengan hati-hati. Baca dengan perlahan.
  • Tidak perlu menghafal istilah tajwid, yang terpenting adalah benar pengucapannya.
  • Dengarkan bacaan dari guru atau video untuk meniru pelafalan.
  • Ulang-ulang hingga lancar.
Belajar iqro 5 belajar membaca Al-Quran untuk anak-anak dan dewasa

30 Video Belajar Iqro 5 dari Yufid.TV

Berikut ini 30 video belajar Iqro 5 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video antara 5 – 10 menit. Tekadkan diri untuk belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 5 dalam waktu 15 hari.

IQRO 6: Membaca Ayat Al-Qur’an dengan Lancar

Materi yang Dipelajari:

Iqro 6 adalah tahap akhir sebelum Anda mulai membaca mushaf Al-Qur’an. Di sini, Anda akan membaca rangkaian ayat Al-Qur’an dengan tanda baca lengkap, seperti surah pendek dari Juz Amma. Pada Iqro 6 ini juga diperkenalkan tanda waqaf (tanda berhenti) karena sudah mulai praktek membaca potongan ayat-ayat Al-Qur’an.

Tujuan Utama:

  • Membaca potongan ayat Al-Qur’an dengan tartil.
  • Menguasai semua aturan dasar tajwid sederhana.

Tips Belajar:

  • Latih membaca surah-surah pendek secara berulang.
  • Jangan terburu-buru; fokus pada kualitas bacaan.
Belajar Iqro 6 belajar membaca Al-Quran dengan cepat untuk pemula

30 Video Belajar Iqro 6 dari Yufid.TV

Jika Anda sudah sampai tahap ini, Anda hebat! Baarokallaahu fiik! 

Berikut ini 29 video belajar Iqro 6 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 7 – 15 menit. Tekadkan diri untuk belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 6 dalam waktu kurang dari 15 hari.

Tips Belajar Iqro dengan Cepat

  1. Konsisten: Sediakan waktu khusus setiap hari untuk belajar, meskipun hanya 15-30 menit.
  2. Fokus: Pusatkan metode belajar hanya menggunakan buku Iqro saja. Jauhkan semua faktor yang merusak fokus Anda, seperti sosial media, gadget, main game, dan lain-lain.
  3. Gunakan Media Pendukung: Aplikasi belajar Iqro, video tutorial, atau audio murottal dapat membantu mempercepat pembelajaran.
  4. Bersabar dan Berdoa: Kesabaran adalah kunci dalam belajar membaca Al-Qur’an. Jangan lupa untuk selalu memohon pertolongan kepada Allah. Berdoa adalah yang pertama dan terakhir. Awali belajar dengan berdoa dan akhiri pula dengan berdoa.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Belajar Iqro 1-6?

Lamanya waktu belajar Iqro tergantung pada konsistensi dan jumlah halaman yang dipelajari setiap hari. Berikut logikanya:

1. Jumlah Halaman dalam Iqro 1-6

Setiap jilid Iqro rata-rata terdiri dari 30-35 halaman. Jika digabungkan, total halaman dari Iqro 1 hingga Iqro 6 sekitar 190 halaman.

2. Belajar 1 Halaman per Hari

Jika Anda konsisten belajar 1 halaman per hari, maka:

200 halaman ÷ 1 halaman/hari = 190 hari (sekitar 6-7 bulan).

3. Belajar 2 Halaman per Hari

Jika Anda meningkatkan intensitas belajar menjadi 2 halaman per hari, maka:

190 halaman ÷ 2 halaman/hari = 95 hari (sekitar 3-4 bulan).

4. Belajar 3 Halaman per Hari

Dengan belajar 3 halaman per hari, Anda bisa menyelesaikan seluruh jilid Iqro dalam:

200 halaman ÷ 3 halaman/hari ≈ 63 hari (sekitar 2-2,5 bulan).

5. Belajar 2 Video Iqro Yufid.TV Setiap Hari

Jika Anda setiap hari mempelajari 2 video belajar Iqro Yufid.TV setiap hari, insya Allah Anda menyelesaikan Iqro 1 hingga Iqro 6 dalam waktu 90 hari.

Ingat 2 Kunci Sukses Belajar Iqro

Kunci keberhasilan belajar adalah konsistensi dan fokus setelah banyak berdoa kepada Allah. Dengan disiplin, siapa pun bisa menyelesaikan Iqro dalam waktu yang relatif singkat.

Panduan & Tips Belajar Iqro dengan Efektif

1. Wajib berurutan: Mulailah dari Iqro 1 untuk mengenal huruf hijaiyah. Kuasai satu materi sebelum melangkah ke materi selanjutnya.

2. Tetapkan Jadwal Rutin: Tentukan waktu khusus setiap hari, misalnya setelah shalat Subuh atau Maghrib. Konsistensi adalah kunci. Gunakan waktu belajar secara rutin, meskipun hanya 15-30 menit per hari.

3. Belajar Bersama Guru: Memiliki pembimbing dapat membantu memperbaiki kesalahan dalam pengucapan dan memahami materi lebih cepat. Anda dapat belajar secara online atau bertemu langsung dengan guru.

4. Gunakan Media Pendukung: Manfaatkan aplikasi belajar Iqro, video tutorial, atau audio murottal sebagai tambahan pembelajaran. Pada panduan belajar iqro ini, kita menggunakan 180 video belajar Iqro dari Yufid.TV.

5. Latih Bacaan dengan Tartil: Bacalah dengan perlahan dan jelas sesuai tajwid. Hindari terburu-buru agar bacaan Anda benar sejak awal.

6. Sabar: Sabar, sabar, sabar, dan nikmati proses pembelajaran. Ingat, ini adalah bagian dari ibadah yang besar pahalanya.

7. Murajaah: Ulang, ulang, dan ulangi. Latihan, latihan, dan latihan. Mengulang-ulang pelajaran adalah kunci lekat dan lengketnya ilmu pengetahuan di dalam benak dan hati kita.

8. Berdoa Memohon Kemudahan: Jangan lupa berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam belajar. Bacalah doa sebelum belajar:

 رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا

ROBBI ZIDNII ‘ILMAA

“Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha: 114)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

ROBBISY ROHLII SHODRII WAYAS-SIRLII AMRII

“Ya Allah, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku.” (QS. Thaha: 25-26)

Anda juga dapat mengamalkan doa agar dimudahkan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Quran ini.

Mengapa Harus Segera Memulai Belajar Iqro?

Belajar Iqro adalah salah satu pintu gerbang menuju keindahan Al-Qur’an. Ini adalah langkah awal untuk menjadi bagian dari Ahlul Qur’an—golongan yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. 

Belajar membaca Al-Qur’an bukan sekadar kewajiban kita sebagai muslim, tetapi juga kemuliaan yang membawa kita lebih dekat kepada Allah, tonggak kebangkitan Islam, dan tangga menuju kejayaan Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah amal yang membawa keberkahan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi generasi penerus. Memulai belajar Iqro berarti Anda sedang menapaki jalan menuju kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Jadi, jangan tunda lagi untuk memulai langkah ini. Anda bisa menjadi bagian dari orang-orang terbaik yang dicintai oleh Allah.

Jangan Tunggu Lagi, Mulailah Hari Ini

Belajar Iqro adalah langkah awal menuju keberkahan hidup. Dengan doa yang konsisten, kemudian metode yang terstruktur, lalu dukungan dari keluarga dan guru, siapa pun dapat lancar membaca Al-Qur’an.

Ingatlah, setiap langkah yang Anda tempuh untuk belajar membaca Al-Qur’an adalah pahala besar di sisi Allah. Jadi, jangan tunda lagi. Mulailah hari ini, raihlah keutamaan mempelajari Al-Qur’an.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk segera memulai belajar Iqro. Wallahu a’lam bish-shawab.

Banghen

Jual Beli Emas Online dalam Islam: Hukumnya Halal atau Haram?

Adakah jual beli emas online yang aman dan terpercaya?

Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada saya maka saya mengajak Anda untuk memikirkan dari sudut pandang Islam; aman dan terpercayakah secara syariat? Halalkah transaksi jual beli emas online ini dalam Islam? Jika jawabannya “halal” maka silakan Anda cari layanan jual beli emas online yang terpercaya. Namun sebaliknya, jika jual beli emas online ini “haram” dalam Islam, maka sebaliknya Anda berpikir ulang sebelum melakukan transaksi jual beli emas secara online. “Aman” dan “terpercaya” tidak hanya dilihat dari sudut pandang bisnis semata, namun yang lebih penting lagi adalah aman kah ini menurut syariat Islam?

Mengapa saya membahas hukum jual beli emas online?

Latar Belakang Pertama:
Beberapa bulan lalu, saya secara tidak sengaja membeli perhiasan untuk istri saya. Sebelumnya saya tidak tahu bahwa di dalam perhiasan tersebut terdapat kandungan emas, karena memang harganya sangat murah dan sangat terjangkau. Setelah perhiasan tersebut sampai di rumah, baru saya ketahui ternyata di dalamnya ada kandungan emas. Ini latar belakang pertama mengapa saya membahas hukum jual beli emas online dalam Islam.

Latar Belakang Kedua:
Hari ini (Selasa, 6 Juni 2017) saya mendapat berita tentang diluncurkannya Program BukaEmas di BukaLapak. BukaEmas adalah salah satu fitur di BukaLapak yang memungkinkan jual beli emas secara online dengan aman dan mudah. Bayangkan saja, pengguna BukaLapak dapat menjual atau membeli emas secara online dengan harga terjangkau, mulai dari 0,005 gram emas melalui fitur BukaEmas ini.
Dari liputan id.techinasia.com tentang program BukaEmas ini, menyebutkan bahwa dengan fitur BukaEmas ini jual beli emas online di BukaLapak bisa dilakukan secara tidak tunai karena telah disediakan opsi cicilan.

Pengguna dapat membayar transaksi melalui akun BukaDompet milik pengguna di BukaLapak. Emas yang sudah dibeli kemudian disimpan di virtual box milik PT. Sinar Rezeki Handal yang merupakan partner Bukalapak. Emas milik pengguna yang tersimpan di virtual box tersebut sewaktu-waktu dapat dijual kembali oleh pengguna BukaLapak. Kepingan emas resmi dari ANTAM dan terakreditasi LBMA (London Bullion Market Association) yang ada di BukaEmas ini pun dapat ditarik oleh pengguna secara fisik jika minimal sudah mencapai 0,5 gram.

Dengan tagline BukaLapak sebagai “situs jual beli online mudah & terpercaya”, ini sesuatu sekali bagi saya. Program BukaEmas ini merupakan gebrakan besar di dunia jual beli online.

bukaemas bukalapak 7 juni 2017

Catatan Penting!

Di tulisan ini saya tidak ingin membahas apa hukum jual beli emas secara online di program BukaEmas di BukaLapak. Untuk menetapkan fatwa hukumnya secara Islam semestinya ditetapkan oleh ustadz atau ulama yang kompeten di bidang Fiqih Muamalah. Tentunya setelah melakukan penelitian mendalam terhadap program BukaEmas BukaLapak.

Di tulisan ini saya ingin mengajak Anda belajar bersama saya tentang kaidah jual beli emas, baik online atapun offline. Inilah salah satu istimewanya Islam; seluruh hukum dan aturan kehidupan sudah dalam Islam sejak 1.400 tahun yang lalu.

Jual Beli Emas dalam Islam

Ketentuan jual beli emas sudah diatur dalam Islam sejak 14 abad silam. Dan ketentuan ini relevan hingga akhir zaman walaupun kondisi zamannya berubah.

Dalam Hadis riwayat Ubadah bin as-Shomit radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل سواء بسواء يدا بيد، فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يدا بيد رواه مسلم

“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Bila jenisnya berbeda maka silahkan engkau membarterkannya dengan cara sesuka hatimu, namun harus dilakukan secara kontan.” (HR. Muslim no. 1587)

Anda perhatikan Hadis di atas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan 6 jenis komoditi:

  1. Emas
  2. Perak
  3. Gandum (Baca juga: https://en.wikipedia.org/wiki/Wheat)
  4. Sya’ir (sejenis gandum) (Baca juga: https://en.wikipedia.org/wiki/Barley)
  5. Kurma
  6. Garam

Catatan:
Untuk mengetahui perbedaan gandum dan sya’ir. Silakan mengeceknya pada link yang kami berikan di atas. Ada yang mengartikan “burr” dalam Hadis di atas dengan arti “gandum halus”, sedangkan “sya’ir” dengan arti “gandum kasar”.

Enam jenis komoditi pada Hadis di atas lazim disebut dengan komoditi ribawi dalam bahasan ilmu fiqih (الأصناف التي يجري فيها الربا). Ada ketentuan khusus dalam Islam untuk jual beli atau barter 6 komoditi di atas. Jika jual beli atau barter 6 komoditi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan Islam maka bisa jatuh pada transaksi riba yang diharamkan oleh Islam.

Apakah Komiditi Ribawi Hanya 6 Jenis?

Apakah komiditi ribawi hanya 6 jenis yang disebutkan dalam Hadis di atas? Jawabannya tidak, namun ini juga berlaku untuk jenis komiditi yang lainnya yang memiliki kesamaan ‘illah (alasan atau sebab).

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menjelaskan pada tulisan beliau:
Berdasarkan ‘illah nya, 6 benda ribawi di atas dibagi menjadi dua:
Benda yang menjadi alat tukar: Dalam Hadis diwakili dengan emas dan perak. Termasuk dalam hal ini adalah semua mata uang yang berlaku dalam setiap negara.

Benda yang menjadi bahan makanan: Dalam hadis disebutkan gandum kasar, gandum halus dan kurma. Dianalogikan dengan hal ini adalah beras, dan semua bahan makanan pokok di setiap daerah. (Silakan baca: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)

Ketentuan Transaksi Komiditi Ribawi

Dalam Hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan ketentuan transaksi 6 komoditi di atas:

Apabila transaksi jual beli atau barter dilakukan antara komoditi yang sama (misal: emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam) maka harus memenuhi 2 ketentuan:

Ketentuan yang pertama: Jumlah takarannya harus sama.

Misal:
Emas lama ditukar dengan emas baru. Maka takarannya harus sama (misal: 5 gram emas lama harus ditukar dengan 5 gram emas baru). Apapun kondisi dan mutu keduanya (misal: yang satunya bagus dan yang lainnya jelek) maka tetap HARUS ditukar dengan dengan takaran yang sama.

Apabila emas lama sebanyak 5 gram ditukar dengan emas baru sebanyak 3 gram (atau sebaliknya) maka ini tidak boleh. Hukumnya HARAM secara syariat karena di dalam transaksi ini terdapat Riba Fadhl yang diharamkan dalam Islam.

Begitu juga dengan uang, yaitu uang kartal yang sekarang kita sehari-hari kita gunakan untuk transaksi jual beli. Uang kartal adalah uang yang berdiri sendiri yang hukumnya sama dengan emas dan perak. Dan uang setiap negara berbeda-beda jenis dan nilainya, sesuai dengan negara yang mengeluarkannya. Rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia berbeda jenis dan nilainya dengan Dolar Amerika. (Silakan baca artikel: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)

Oleh karena itu Rupiah adalah satu jenis uang tersendiri. Dolar pun adalah satu jenis uang tersendiri. Begitupun dengan mata uang lainnya.

Kembali pada ketentuan di atas. Jika Anda ingin menukar 1 lembar uang kertas Rp 50.000,- maka harus ditukar dengan nilai yang sama, yaitu dengan 5 lembar uang kertas Rp 10.000,- Jika nilai tukarnya tidak sama maka hukumnya HARAM secara syariat Islam karena di dalam transaksi ini terdapat Riba Fadhl yang diharamkan dalam Islam. (Baca: Awas! Ada Riba di Jasa Tukar Uang Baru Lebaran)

Ketentuan yang kedua: Transaksinya harus kontan.

Maksud kontan di sini adalah serah terima barang harus dilakukan pada saat transaksi. Serah terima barang TIDAK BOLEH ditunda atau tertunda setelah akad transaksi. Serah terima barang TIDAK BOLEH dilakukan setelah kedua belah pihak berpisah (setelah ada akad transaksi sebelumnya), TIDAK BOLEH walaupun hanya berpisah sejenak.

Transaksi Antara Komoditi Ribawi yang Jenisnya Berbeda

Pada Hadis di atas disebutkan: “Bila jenisnya berbeda maka silahkan engkau membarterkannya dengan cara sesuka hatimu, namun harus dilakukan secara kontan.”
Maksudnya adalah apabila barang komoditi ribawi yang ditukar dalam transaksi tersebut berbeda jenisnya maka boleh salah satu pihak atau kedua belah pihak menaikkan nilai atau jumlah barangnya. Namun dengan syarat HARUS dilakukan secara kontan.

Misalnya: Jual beli atau barter emas dengan perak, kurma dengan sya’ir, garam dengan gandum. Boleh nilai dan jumlah barangnya berbeda satu sama lainnya (misal: menukar 1 gram emas dengan 20 gram perak). Namun transaksinya HARUS dilakukan secara kontan.
Contoh lainnya terkait dengan topik pembahasan kita adalah transaksi jual beli emas dengan uang. Maka transaksi jual beli emas dengan menggunakan uang HARUS dilakukan secara kontan. Jika tidak dilakukan secara kontan maka berlaku padanya Riba Nasi-ah yang diharamkan oleh Islam.

Contoh yang lainnya, yaitu BOLEH menukar $1,- Dolar Amerika dengan Rp 13.800,- Rupiah Indonesia, namun HARUS kontan (serah terima langsung dilakukan di tempat berlangsungnya akad). Jika tidak dilakukan secara tunai maka berlaku padanya Riba Nasi-ah yang diharamkan oleh Islam.

Bagaimana dengan jual beli kurma secara online yang serah terima barangnya dengan tempo (tertunda)? atau jual beli garam secara online? dan bagaimana pula jual beli gandum atau beras secara online?

Ustadz Abu Fawwaz Muhammad Wasitho, Lc. menjelaskan tentang hukum jual beli kurma secara tempo ini:

Bahwa jual beli kurma (atau makanan pokok lainnya) dengan pembayaran tempo (tidak kontan) diperbolehkan dalam syariat Islam. Karena kurma dan uang meskipun termasuk dalam komoditi riba namun jenis dan ‘illah (alasan)nya berbeda. ‘illah kurma adalah takaran dan makanan pokok. Sedangkan ‘illah uang adalah sebagai alat tukar atau barang yang sangat bernilai. Hal ini berdasarkan hadits berikut:

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِىٍّ إِلَى أَجَلٍ ، فَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran tempo (tidak kontan), lalu beliau menggadaikan baju besinya kepadanya.” (HR. Bukhari II/767 no.2088. Lihat Irwa’ul Ghalil karya Syaikh Al-Albani no.1393).
Imam Ash-Shan’ani berkata: “Ketahuilah bahwasanya para ulama telah sepakat akan dibolehkannya menjual-belikan antara dua barang yang termasuk dalam komoditi ribawi namun berbeda jenisnya, baik dengan pembayaran tempo maupun dengan adanya perbedaan jumlah/takaran, seperti menjual emas dengan gandum, atau perak dengan tepung gandum dan selainnya dari jenis makanan yang ditakar.” (Subulus-Salam III/38).

Dr. Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi berkata, ”Apabila enam jenis (termasuk barang yang diqiaskan kepadanya, pent) dijual dengan barang yang berbeda jenis dan illahnya, misalnya emas dengan gandum, perak dengan garam, maka dibolehkan terjadinya selisih jumlah (tafadhul) dan dapat diakhirkan penyerahannya (nasi-ah). (Al-Wajiiz Fi Fiqhi As-Sunnah Wa Al-Kitab Al-Aziz,hal. 349)

 

Untuk Transaksi di Luar Komiditi Ribawi

Jual beli barang selain 6 jenis komiditi ribawi dan barang lainnya yang memiliki ‘illah yang sama maka boleh keluar dari ketentuan transaksi di atas. Namun tentu saja harus dalam koridor syariat Islam, misal: tidak boleh ada tipu menipu, tidak boleh menyembunyikan cacat barang, tidak boleh curang dalam menimbang, dan lain-lain.

Contohnya:

  1. Bolehnya jual beli buku dengan menggunakan uang dengan harga yang ditetapkan oleh penjual, baik secara tunai atau dicicil.
  2. Boleh tukar menukar 1 mobil baru dengan 3 mobil lama.
  3. Dan banyak contoh yang lainnya.

Namun Anda tetap harus berhati-hati, karena di sana ada banyak aturan syariat dalam transaksi jual beli. Oleh karena itu bagi siapa saja yang setiap harinya berkecimpung dalam dunia perniagaan wajib belajar ilmu Fiqih Muamalah ini, terutama bagi Anda seorang pedagang.

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata,

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

“Jangan berdagang di pasar kami kecuali orang yang benar-benar paham mengenai seluk beluk riba.” (Lihat Mughnil Muhtaj, 6/310)

 

***

 

Bagaimanakah Hukum Jual Beli Emas Online?

Saya yakin Anda sudah memahami 2 ketentuan di atas ya? Jika demikian apakah jual beli emas online tersebut dilakukan secara kontan (serah terima barang langsung pada saat akad)? Jika tidak maka transaksi seperti ini tidak boleh. Tentang hukum jual beli emas secara online ini sudah dijelaskan oleh Syaikh Sholeh al-Munajjid pada artikel yang ditulis oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Anda bisa langsung merujuk pada artikel tersebut. (Silakan baca: https://rumaysho.com/2395-jual-beli-emas-via-internet.html)

hukum jual beli emas online dalam islam
hukum jual beli emas via internet
Ustadz Dr. Erwandi juga menjelaskan hal ini pada tulisan beliau. Beliau menjelaskan bahwa jual beli emas via internet terlarang secara syariat dikarenakan serah terima barang tidak kontan (pembeli sudah transfer via internet banking namun barang baru diterima beberapa hari kemudian). Dan ini tidak boleh secara syariat. (Silakan baca: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)

jual beli emas lewat internet menurut islam
Terkait dengan program BukaEmas di BukaLapak, saya sarankan juga membaca tulisan ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang hukum menabung emas secara online. (Silakan baca: https://rumaysho.com/15516-menabung-emas-namun-tak-pernah-melihat.html)

hukum tabungan emas online virtual

***

Penutup

Demikianlah tulisan sederhana ini yang saya susun dari berbagai sumber. Sebagian besar materi tulisan saya ambil dari beberapa tulisan para ustadz yang saya cantumkan di daftar referensi di bagian paling bawah artikel ini, sembari saya mengecek langsung ke kitab fiqih untuk sekedar memastikan keterangan ilmiahnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

 

***

 

BONUS: VIDEO HUKUM JUAL BELI EMAS DI PEGADAIAN

REFERENSI
-https://konsultasisyariah.com/170-jual-beli-emas-dengan-tenggang-waktu-pembayaran.html
-http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html
-https://rumaysho.com/364-riba-dalam-emas-dll-riba-fadhl.html
-https://rumaysho.com/15516-menabung-emas-namun-tak-pernah-melihat.html
-https://rumaysho.com/2395-jual-beli-emas-via-internet.html
-https://rumaysho.com/824-berilmu-sebelum-berdagang.html
-https://id.techinasia.com/bukalapak-hadirkan-tabungan-emas
-https://www.bukalapak.com/bukaemas
-https://www.bukalapak.com/bantuan/fitur-bukalapak/buka-emas/buka-emas

Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir Sesuai Sunnah (PDF & MP3)

Doa setelah Sholat Tahajud ini juga merupakan doa setelah Sholat Tarawih dan Witir. Tentu saja, karena Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan Sholat Malam, sedangkan Sholat Witir adalah penutupnya. Nah, doa yang akan kita pelajari ini dibaca setelah selesai salam Sholat Witir.

Saya sudah menulis tentang perbedaan antara Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih di tulisan saya yang lainnya di website ini. Anda boleh membacanya nanti setelah membaca artikel Doa Setelah Sholat Tahajud ini. Saya akan berikan link tautannya nanti di bawah insya Allah.
Pada tulisan ini insya Allah Anda akan mendapatkan ilmu pengetahuan seputar Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir. Anda boleh menonton video tentang tata cara Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir yang saya sertakan di artikel ini. Anda juga dapat mendownload file PDF dan Mp3 Doa Setelah Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih dan Sholat Tarawih ini. Link downloadnya saya sertakan di bagian bawah artikel.

 

***

 

Sekali lagi, doa setelah Sholat Tahajud & Sholat Tarawih ini dapat Anda amalkan setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa yang akan kita pelajari di artikel ini.

 

***

 

Ada 2 Doa Setelah Selesai Sholat Tahajud

Ada 2 doa yang dapat kita amalkan setelah selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau setelah Sholat Tarawih. Anda boleh mengamalkan salah satunya atau keduanya.

DOA YANG PERTAMA

Doa ini dibaca tepat setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai sholat penutup. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa ini.
Cara membaca doa yang pertama ini yaitu:

  1. Doa ini dibaca sebanyak 3 kali.
  2. Pada bacaan yang ketiga dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya.

Mungkin ini lebih jelas lagi jika Anda menonton video Doa Setelah Sholat Tahajud di channel Banghen.com ini ya. Di video ini saya berikan keterangan bacaan doanya dalam bentuk audio yang saya bacakan secara pelan. Kemudian saya berikan keterangan teks doanya dalam tulisan latin dan saya sertakan pula arti doanya dalam Bahasa Indonesia. Tak lupa pula saya sertakan penjelasan sumber dalil Hadis setiap doa.

***

Berikut ini adalah bacaan doa yang pertama, sebagaimana yang Anda lihat di video Doa Setelah Sholat Tahajud di atas.

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

(pada bacaan ketiga ini dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya)

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS

Artinya:
“Maha Suci Dzat yang Merajai lagi Maha Suci.”

Kemudian setelah itu langsung membaca:

(4) رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
ROBBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH

Artinya:
“Tuhan para malaikat dan ar-Ruh.”

***

Setelah Anda selesai membaca Doa Setelah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih dan Sholat Witir di atas maka selesai pula ibadah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih, dan Witir Anda.

***

doa setelah sholat tahajud

doa setelah sholat tahajud

doa setelah sholat tahajud
doa setelah sholat tahajud

Dalil Doa yang Pertama dari Doa Setelah Sholat Tahajud di atas 

Doa setelah Sholat Tahajud di atas berdasarkan dalil beberapa Hadis di bawah ini:
Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam Sholat Witir, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS.” (HR. Abu Daud 1430; dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiallahu ‘anhu, terdapat tambahan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» ثَلَاثًا، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat al-A’laa (pada rakaat pertama), surat al-Kafirun (pada rakaat kedua), dan surat al-Ikhlas (pada rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS , 3 kali. Beliau keraskan suara beliau pada bacaan yang ketiga.” (HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan:

… طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ

“Beliau baca (dengan bacaan yang panjang) pada bacaan ketiga.” (HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Disebutkan dalam riwayat Thabrani tentang adanya tambahan bacaan:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
RABBIL MALAA-IKATI WAR-RUUH

Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

فِي الْأَخِيرَةِ يَقُولُ: رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

“Di bagian akhir beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membaca: RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH.” (HR. Ad-Daruquthni no. 1660. Dalam Fatwa Islam (no. 14093), dinyatakan: sanadnya shahih, dan Ibnul Qoyim menyebutnya dalam Zaadul Ma’aad 1/323)

***

DOA YANG KEDUA

Ada dua tempat untuk membaca doa kedua ini ketika Witir atau Tahajud, yaitu:

  1. Setelah Sholat Witir.
  2. Ketika sujud dalam shalat.

***
Berikut ini Doa Setelah Sholat Tahajud yang kedua:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ ، كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK, WA BI-MU’AAFAATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A-‘UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK

Makna doa kedua di atas:

“Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

Untuk lebih jelasnya tentang doa yang kedua ini, Anda dapat menonton video di atas ya.

Hadis selengkapnya yang merupakan sandaran dalil doa di atas:

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي وِتْرِهِ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،…

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di (penghujung) Sholat Witir beliau, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK…” (HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)

***

DOWNLOAD FILE PDF DAN MP3 DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD

Bagi Anda yang ingin mendownload file .PDF Doa Setelah Sholat Tahajud di atas, Anda boleh langsung mendownloadnya pada link tersebut.

Anda juga boleh mendownload file .Mp3 Doa Setelah Tahajud di atas. File .Mp3 ini merupakan hasil convert dari file video Doa Setelah Shalat Tahajud Sesuai Sunnah pada channel Banghen.com.

OH YA!

Hampir saja lupa. Bagi Anda yang ingin mengetahui Tata Cara Sholat Tahajud, silakan klik tautan ini. Di artikel tersebut ada sedikit gambaran tentang keutamaan Sholat Tahajud, niat dan bacaan Sholat Tahajud, dan apa beda Sholat Tahajud dengan Sholat Tarawih, apa itu Sholat Witir.

Mungkin Anda ingin LIKE dan SHARE artikel ini sekarang, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh teman dan saudara Anda.

***

 

REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD & WITIR:

https://konsultasisyariah.com/14894-doa-shalat-tahajud.html-
https://rumaysho.com/11354-doa-setelah-shalat-witir.html-
-http://banghen.com/tata-cara-sholat-tahajud-keutamaan-niat-bacaan-dan-doa-sholat-tahajud

Kisah Menginspirasi Islam: Keledai pun tak mau…

Kisah Inspiratif dalam Islam: Menginspirasi dan Menggugah Jiwa

Sebuah kisah mengagumkan pernah diceritakan oleh Imam Ibnu Katsir -semoga Allah merahmatinya- tatkala beliau menyebutkan biografi Syaikh Muhammad bin Mansur al-Qobbaari -semoga Allah merahmatinya-:

Syaikh Muhammad bin Mansur al-Qobbaari tinggal di kebun miliknya. Beliau mencari nafkah dengan bercocok tanam di kebunnya tersebut. Beliau seorang yang sangat menjaga diri dari maksiat dan memakan yang haram. Beliau berikan hasil panen kebun miliknya itu kepada orang yang membutuhkan. Beliau selalu menyeru manusia kepada kebaikan, dan mencegah dari perbuatan dosa.

Syaikh Muhammad bin Mansur al-Qobbaari memiliki kisah yang sungguh unik. Di antaranya adalah: Beliau pernah menjual keledai miliknya kepada seorang laki-laki. Setelah berlalu beberapa hari, laki-laki tersebut datang kembali menemui Syaikh Muhammad.

Laki-laki tersebut berkata kepada Syaikh Muhammad: “Wahai Tuan, sungguh keledai yang saya beli dari Tuan tidak mau memakan makanan yang aku berikan padanya.” 

Syaikh Muhammad menatap laki-laki itu, lalu berkata: “Kamu berikan makanan apa keledai tersebut?”,  “Apa pekerjaanmu?” 

Lelaki tersebut menjawab: “Saya seorang penari.”

Syaikh Muhammad lalu berkata: “Sesungguhnya keledai kami tidak mau memakan makanan yang haram!”

Syaikh Muhammad kemudian masuk rumah, mengambil uang jual beli keledai tersebut, lalu mengembalikannya kepada laki-laki itu. (al-Bidaayah wan Nihaayah)

*Diterjemah secara bebas oleh banghen | murojaah oleh ustadz Ammi Nur Baits

*Udah tau kan kalo artikel-artikel Ramadhan ada banyak banget di www.yufid.com?

kisah inspiratif islam nyata

NASKAH ASLI KISAH MENGINSPIRASI INI

ﺩﺍﺑﺔ ﻻ ﺗﺄﻛﻞ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ


ﻗﺼﺔ ﻋﺠﻴﺒﺔ ﺫﻛﺮﻫﺎ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺗﺮﺟﻤﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﺍﻟﻘﺒﺎﺭﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
.
#ﻗــﺎﻝ : ﻛﺎﻥ ﻣﻘﻴﻤﺎ ﺑﻐﻴﻂ ﻟﻪ ﻳﻘﺘﺎﺕ ﻣﻨﻪ ﻭﻳﻌﻤﻞ ﻓﻴﻪ ﻭﻳﺒﺪﺭﻩ، ﻭﻳﺘﻮﺭﻉ ﺟﺪﺍ، ﻭﻳﻄﻌﻢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺛﻤﺎﺭﻩ، ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺄﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ، ﻭﻳﻨﻬﻰ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ، ﻭﻣﻦ ﻏﺮﻳﺐ ﻣﺎ ﺣﻜﻲ ﻋﻨﻪ :
ﺃﻧﻪ ﺑﺎﻉ ﺩﺍﺑﺔ ﻟﻪ ﻣﻦ ﺭﺟﻞ ﻓﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺑﻌﺪ ﺃﻳﺎﻡ ﺟﺎﺀﻩ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻘﺎﻝ:
ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﺇﻥ ﺍﻟﺪﺍﺑﺔ ﻻ ﺗﺄﻛﻞ ﻋﻨﺪﻱ ﺷﻴﺌﺎ.
ﻓﻨﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ : ﻣﺎ ﺗﻌﺎﻧﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻨﺎﺋﻊ _ ﻣﺎﺫﺍ ﺗﻌﻤﻞ ﻣﻦ ﻣﻬﻨﺔ_؟
ﻓﻘﺎﻝ: ﺭﻗﺎﺹ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻮﺍﻟﻲ .
ﻓﻘﺎﻝ: ﺇﻥ ﺩﺍﺑﺘﻨﺎ ﻻ ﺗﺄﻛﻞ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ. ﻭﺩﺧﻞ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻓﺄﻋﻄﺎﻩ ﺩﺭﺍﻫﻤﻪ
.
__
‏ﺍﻟﺒﺪﺍﻳﺔ ﻭﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ ‏( 17/456 ‏) ‏

Download Murottal Imam Masjidil Haram: Murottal Syaikh Syuraim (Sheikh Saud Shuraim MP3 Download Full Quran)

Sebelum Anda men-download (mengunduh) 30 Juz MP3 Murottal Syaikh Syuraim, mari sejenak kita baca biografi imam besar Masjidil Haram ini. Tak kenal maka tak sayang…

Syaikh Syuraim lahir pada tahun 1386 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 19 Januari 1964, di kota Riyadh. Nama lengkap beliau adalah Su’ud bin Ibrahim bin Muhammad aalu Syuraim. Begini nama beliau jika ditulis dengan tulisan arab:

سعود بن إبراهيم بن محمد آل شريم

Beliau adalah seorang profesor di bidang Fiqih. Pendidikan terakhir beliau adalah Ph.d. (S3) yang beliau raih dengan predikat Summa Cumlaude pada tahun 1995 dari Universitas Umm al-Qura (جامعة أم القرى), kota Mekkah.

Disertasi beliau berjudul

“Al-Masalik fil Manaasik Makhthuuthun fil Fiqhil Muqoorin lil Kirmaani”

(المسالك في المناسك مخطوط في الفقه المقارن للكرماني)

Penguji disertasi beliau ketika mempertahankan disertasi beliau adalah Syaikh Abdul Aziz Aalu Syaikh, seorang ulama Islam yang sangat cerdas dan alim, mufti ‘aam Arab Saudi.

Mungkin Anda ingin menonton sejenak video bagaimana suasana ilmiah tatkala sidang disertasi Syaikh Syuraim. Lihat betapa cerdasnya Syaikh Syuraim dan betapa sangat sangat cerdasnya Syaikh Abdul Aziz Aalu Syaikh. Silakan nonton videonya di bawah ini:

 

***

Channel Resmi Syaikh Syuraim di Internet

download murotal syuraim imam masjidil haram syuraim
Bagi Anda yang ingin mengikuti dan mengambil faidah lebih banyak dari Syaikh Syuraim, Anda boleh mengikuti beliau melalui beberapa channel berikut ini:

  1. Youtube Syaikh Syuraim: https://www.youtube.com/user/shuraym1414/featured
  2. Telegram Syaikh Syuraim: https://telegram.me/ssalshuraym
  3. Twitter Syaikh Syuraim: https://twitter.com/salshuraym
  4. Facebook Syaikh Syuraim: https://www.facebook.com/shabakatAlShuraym
  5. G+ Syaikh Syuraim: https://plus.google.com/u/0/101656977769159954676

***

Murotal MP3 30 Juz Syaikh Syuraim

30 Juz MP3 murotal al-Quran ini khusus untuk murotal Syaikh Syuraim (Sheikh Shuraim), tidak dicampur dengan Syaikh Sudais. Silakan Anda download pada link di bawah ini. Semoga 30 juz murotal al-Quran (dari mulai surah al-Fatihah hingga juz amma) ini dapat menemani keseharian Anda bersama keluarga.
Murotal Syaikh Syuraim ini sangat cocok bagi penghafal al-Quran yang ingin mengulang-ulang (murojaah) hafalan al-Quran. Hal ini dikarenakan Syaikh Syuraim membaca al-Quran secara cepat dengan artikulasi yang baik sekali. Cocok sekali untuk mengulang-ulang hafalan al-Quran yang membutuhkan mendengarkan murotal al-Quran dengan tempo yang cepat.

Dan sepertinya Murotal Syaikh Syuraim ini adalah rekaman live beliau ketika mengimami Sholat Tarawih di Masjidil Haram.

murottal syaikh syuraim mp3 30 juz download full quran

Download Langsung Full 30 juz MP3 Murotal Syaikh Syuraim (Sheikh Shuraim)

Download Murotal al-Quran Syaikh Syuraim per-Surah (114 surah)

Video Murotal al-Quran 114 surah (30 juz) Syaikh Syuraim (Sheikh Shuraim) di Youtube

REFERENSI MUROTAL & BIOGRAFI SYAIKH SYURAIM INI

-https://ar.wikipedia.org/wiki/سعود_الشريم
-https://vb.tafsir.net/tafsir2308/#.WQ9Gx1OGOb8
-https://en.wikipedia.org/wiki/Saud_Al-Shuraim
-http://freequranmp3.com/shuraim/
-http://kisahmuslim.com/447-syaikh-suud-asy-syuraim-imam-besar-masjidil-haram.html

Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap Sesuai Sunnah

Tata Cara Sholat Tahajud: Keutamaan, Niat, Bacaan, dan Doa Sholat Tahajud

Sholat Tahajud merupakan ibadah sunnah yang paling dianjurkan dalam Islam. Sholat ini menjadi bukti nyata dari kecintaan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah, karena dilakukan di waktu malam, saat kebanyakan manusia sedang terlelap.

Allah memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dan umatnya untuk melaksanakan Sholat Tahajud dalam firman-Nya:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, kerjakanlah Sholat Tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

Artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang Tata Cara Sholat Tahajud, termasuk niat, jumlah rakaat, bacaan, waktu terbaik, doa, hingga keutamaan yang bisa diraih. Harapannya, tulisan ini dapat menjadi motivasi bagi kita untuk melaksanakan Sholat Tahajud secara konsisten.

Apa Itu Sholat Tahajud?

Sholat Tahajud sholat sunnah yang dilakukan di malam hari setelah bangun tidur. Sholat ini dapat dikerjakan setelah mengerjakan Sholat Isya. Waktu pelaksanaannya terus berlangsung hingga sebelum masuknya waktu Subuh. Sholat ini disebut Sholat Tahajud apabila dikerjakan setelah bangun dari tidur. Untuk lebih memahaminya, mari kita baca penjelasan Imam Al-Qurthubi di bawah ini:

Makna Kata Tahajjud Menurut Imam Al-Qurthubi

Imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan surah Al-Isra ayat 79 di atas pada tafsirnya:

فِيهِ سِتُّ مسائل: الاولى- قوله تعالى: (مِنَ اللَّيْلِ) “مِنَ” لِلتَّبْعِيضِ. وَالْفَاءُ فِي قَوْلِهِ “فَتَهَجَّدْ” نَاسِقَةٌ عَلَى مُضْمَرٍ، أَيْ قُمْ فَتَهَجَّدْ

“Dalam ayat ini (ayat 79 surah Al-Isra) terdapat 6 pembahasan:

(مِنَ اللَّيْلِ): Kata ‘مِنْ’ di sini bermakna sebagian (tab’idh, sebagian malam). Adapun huruf ‘فَ’ dalam kalimat ‘فَتَهَجَّدْ’ merupakan penghubung (huruf ‘athaf’) yang menunjukkan pada suatu hal yang disembunyikan (mudhmar), yaitu: “Bangunlah, lalu laksanakan Sholat Tahajud!”

(بِهِ)

أَيْ بِالْقُرْآنِ. وَالتَّهَجُّدُ مِنَ الْهُجُودِ وَهُوَ مِنَ الْأَضْدَادِ. يُقَالُ: هَجَدَ نَامَ، وَهَجَدَ سَهِرَ، عَلَى الضِّدِّ. قال الشاعر: ألا زارت أهل مِنًى هُجُودُ … وَلَيْتَ خَيَالَهَا بِمِنًى يَعُودُ

Firman Allah, (بِهِ): Maksudnya adalah dengan membaca Al-Qur’an.

Kata ‘التَّهَجُّدُ’ berasal dari kata dasar ‘الهُجُود’ yang memiliki dua makna berlawanan (adhdad), yaitu:

1. هَجَدَ bermakna tidur (نام).

2. هَجَدَ juga bisa bermakna terjaga (سهر).

Sebagai contoh, penyair berkata:

ألا زارت أهل مِنًى هُجُودُ … وَلَيْتَ خَيَالَهَا بِمِنًى يَعُودُ

“Mengapa ia tidak mendatangi orang-orang Mina yang sedang tidur? Dan semoga bayangannya kembali hadir di Mina.”

آخَرُ

أَلَا طَرَقَتْنَا وَالرِّفَاقُ هُجُودُ … فَبَاتَتْ بِعَلَّاتِ(١) النَّوَالِ تَجُودُ

يَعْنِي نِيَامًا

Penyair lain berkata:

أَلَا طَرَقَتْنَا وَالرِّفَاقُ هُجُودُ … فَبَاتَتْ بِعَلَّاتِ النَّوَالِ تَجُودُ

“Mengapa ia tidak mendatangi kami saat sahabat-sahabatnya sedang tidur, lalu ia bermalam dengan kemurahan hati yang luar biasa.”

Kata هُجُودُ pada syair di atas bermakna tidur.

Makna Lain dari Kata Tahajjud

وَهَجَدَ وَتَهَجَّدَ بِمَعْنًى

وَهَجَّدْتُهُ أَيْ أَنَمْتُهُ، وَهَجَّدْتُهُ أَيْ أَيْقَظْتُهُ

Kata هَجَدَ dan تَهَجَّدَ memiliki makna yang sama. Selain itu, kata kerja هَجَّدْتُهُ bisa bermakna:

1. Aku menidurkannya (أنَمْتُهُ).

2. Aku membangunkannya (أَيْقَظْتُهُ).

وَالتَّهَجُّدُ التَّيَقُّظُ بَعْدَ رَقْدَةٍ، فَصَارَ اسْمًا لِلصَّلَاةِ، لِأَنَّهُ يَنْتَبِهُ لَهَا. فَالتَّهَجُّدُ الْقِيَامُ إِلَى الصَّلَاةِ مِنَ النَّوْمِ

قَالَ مَعْنَاهُ الْأَسْوَدُ وَعَلْقَمَةُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْأَسْوَدِ وَغَيْرُهُمْ

Sedangkan tahajjud secara istilah bermakna terjaga setelah tidur. Oleh karena itu, tahajjud menjadi nama khusus untuk ibadah sholat, karena seseorang bangun dari tidurnya untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Dengan demikian, tahajjud bermakna bangun untuk sholat setelah tidur. Hal ini juga dipahami oleh Al-Aswad, Alqamah, Abdurrahman bin Al-Aswad, dan lainnya.

Hadis Tentang Tahajjud

رَوَى إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَاضِي مِنْ حَدِيثِ الْحَجَّاجِ بْنِ عُمَرَ صَاحِبِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: أَيَحْسِبُ أَحَدُكُمْ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ كُلِّهِ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ! إِنَّمَا التَّهَجُّدُ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ

Isma’il bin Ishaq Al-Qadhi meriwayatkan dari Hajjaj bin Umar, seorang sahabat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, bahwa ia berkata:

أَيَحْسِبُ أَحَدُكُمْ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ كُلِّهِ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ! إِنَّمَا التَّهَجُّدُ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ. كَذَلِكَ كَانَتْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ

كَذَلِكَ كَانَتْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ

“Apakah salah seorang dari kalian mengira bahwa jika ia berdiri sepanjang malam, maka ia sudah disebut bertahajjud? Sebenarnya, tahajjud itu adalah sholat setelah tidur, kemudian sholat setelah tidur lagi, kemudian sholat setelah tidur lagi. Itulah sholat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.”

Pendapat Lain Tentang Tahajjud

وَقِيلَ: الْهُجُودُ النَّوْمُ. يُقَالُ: تَهَجَّدَ الرَّجُلُ إِذَا سَهِرَ، وَأَلْقَى الْهُجُودَ وَهُوَ النَّوْمُ. وَيُسَمَّى مَنْ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ مُتَهَجِّدًا، لِأَنَّ الْمُتَهَجِّدَ هُوَ الَّذِي يُلْقِي الْهُجُودَ الَّذِي هُوَ النَّوْمُ عَنْ نَفْسِهِ

Ada yang mengatakan bahwa hujuud bermakna tidur. Oleh karena itu, seseorang dikatakan bertahajjud ketika ia terjaga di malam hari, meninggalkan tidur, dan melaksanakan sholat.

Orang yang melaksanakan sholat malam disebut mutahajjid karena ia meninggalkan tidur (hujuud) dari dirinya.

Analogi Bahasanya

وَهَذَا الْفِعْلُ جَارٍ مَجْرَى تَحَوَّبَ وَتَحَرَّجَ وَتَأَثَّمَ وَتَحَنَّثَ وَتَقَذَّرَ وَتَنَجَّسَ، إِذَا أَلْقَى ذَلِكَ عَنْ نَفْسِهِ. وَمِثْلُهُ قَوْلُهُ تَعَالَى: فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ مَعْنَاهُ تَنْدَمُونَ، أَيْ تَطْرَحُونَ الْفُكَاهَةَ عَنْ أَنْفُسِكُمْ، وَهِيَ انْبِسَاطُ النُّفُوسِ وَسُرُورُهَا

Perbuatan ini (tahajjud) memiliki kesamaan dengan kata kerja seperti:

تَحَوَّبَ (membersihkan diri dari dosa).

تَحَرَّجَ (menghindari hal haram).

تَأَثَّمَ (menghindari dosa).

تَحَنَّثَ (menghindari perbuatan dosa atau kesalahan).

تَقَذَّرَ (membersihkan diri dari kotoran).

تَنَجَّسَ (menghilangkan kenajisan).

Yaitu apabila dia berusaha membuang sifat-sifat tersebut dari dirinya.

Sama seperti firman Allah:

فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ

“Lalu kalian sibuk saling mencela.” (QS. Al-Waqi’ah: 65)

Maksudnya adalah mereka menyesali perbuatannya, dan membuang segala bentuk kesenangan dan canda tawa dari diri mereka. Itu adalah kelapangan jiwa dan kebahagiaannya.

يُقَالُ: رَجُلٌ فَكِهٌ إِذَا كَانَ كَثِيرَ السُّرُورِ وَالضَّحِكِ. وَالْمَعْنَى فِي الْآيَةِ: وَوَقْتًا مِنَ اللَّيْلِ اسْهَرْ بِهِ فِي صَلَاةٍ وَقِرَاءَةٍ

Dikatakan seseorang itu adalah ‘fakih’ (berbahagia) jika ia banyak bersukacita dan tertawa.

Makna dalam ayat ini adalah: dan gunakanlah waktu di malam hari untuk begadang dalam sholat dan membaca (Al-Qur’an).

— selesai kutipan —

Sehingga makna tahajjud dalam ayat tersebut adalah:

“Bangun di waktu malam untuk sholat dan membaca Al-Qur’an.”

Penafsiran ini menunjukkan bahwa Sholat Tahajud adalah ibadah malam yang sangat khas, dilakukan setelah seseorang tidur terlebih dahulu. Praktiknya mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Penjelasan Makna Sholat Tahajud Oleh Syaikh Dr. Labib Najib

Syaikh Dr. Labib Najib, seorang ulama fikih mazhab Syafi’i, menjelaskan apa itu Sholat Tahajud:

صلاة التهجد، هي: صلاة في الليل بعد نوم، فالصلاة تشمل الفرض، فلو قضى فرضًا بعد نومٍ حصل التهجد، ويحصل التهجد ولو بسنة العشاء، أو الوتر إذا فُعل بعد نومٍ

Artinya: “Salat Tahajud adalah salat pada malam hari setelah bangun tidur, dan salat ini juga mencakup Sholat Fardhu. Jadi seandainya ada orang yang mengqadha Sholat Fardhu (pada malam hari) setelah bangun tidur, maka itu juga dianggap sebagai Sholat Tahajud. Bahkan jika ia mengerjakan Sholat Sunah Rawatib Isya atau Sholat Witir setelah bangun tidur, teranggap telah melakukan Sholat Tahajud. Jadi, jika ada orang yang mengqadha Sholat Fardu pada malam hari setelah bangun tidur, itu juga dianggap sebagai Sholat Tahajud.”

Keutamaan Sholat Tahajud

1. Kebiasaan Penduduk Surga ketika Mereka di Dunia

Rutin mengerjakan Sholat Tahajud adalah salah satu kebiasaan penduduk surga ketika mereka dulunya di dunia.

Allah Ta’ala menceritakan kepada kita tentang kebiasaan Sholat Tahajud ini di dalam al-Quran surat adz-Dzaariyaat ayat 15 – 18:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,”

آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ

“mereka menerima segala pemberian Rabb mereka. Sungguh mereka itu sebelumnya di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.”

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

“Mereka (penduduk surga) itu (dulunya ketika di dunia) sedikit tidur di waktu malam.”

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

“Pada waktu akhir malam (waktu sahur), mereka memohon ampun kepada Allah.”

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa maksud ayat ini adalah para penghuni surga selalu mengerjakan Sholat Malam walaupun hanya beberapa rakaat.

حدثنا أبو كُرَيب، قال: ثنا ابن يمان، قال: ثنا ابن أبي ليلى، عن المنهال، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس ﴿كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ﴾ قال لم يكن يمضي عليهم ليلة إلا يأخذون منها ولو شيئا

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Tidak ada satu malam pun yang berlalu kecuali mereka mengambil bagian dari malam itu (untuk mengerjakan sholat), meskipun hanya beberapa rakaat.” (Tafsir Ath-Thabari)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَلَانَ الْكَلَامَ، وَتَابَعَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Allah menyiapkannya bagi orang yang memberi makan, berbicara dengan lembut, terus-menerus berpuasa, dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur.” (HR. Ahmad)

2. Kebiasaan Orang Saleh, Penghapus dan Pencegah Dosa

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ

“Hendaklah kalian mengerjakan Sholat Malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, penghapus dosa, dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

3. Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

Sholat Tahajud merupakan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَىٰ ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Sarana Masuk Surga dengan Selamat

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan (kepada orang yang membutuhkan), sambunglah tali silaturahim, dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur. Niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

5. Mendapatkan Pujian Allah

Allah Ta’ala berfirman:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidur; mereka selalu berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan penuh harap, serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini:

أي أنهم يقومون لصلاة الليل ويتركون النوم والراحة على الفرش الوطيئة

“Maksudnya, mereka bangun untuk Sholat Malam dan meninggalkan tidur serta kenyamanan tempat tidur yang empuk.” (Tafsir Ibnu Katsir)

6. Mendapat Kesaksian Para Malaikat

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ آخِرَ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ

“Barang siapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia melaksanakan witir di awal malam. Barang siapa yang berharap bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia melaksanakan witir di akhir malam. Karena sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan itu lebih utama.” (HR. Muslim)

7. Termasuk Sholat Sunnah Terbaik

Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah Sholat Malam.” (HR. Muslim no. 1163)

8. Rahmat Allah untuk Keluarga

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَىٰ نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam, lalu ia melaksanakan Sholat Tahajud dan membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan bangun, ia memercikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang istri yang bangun malam, lalu ia melaksanakan Sholat Tahajud dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, ia pun memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Dawud dishahihkan oleh Al-Albani)

***

Tata Cara Sholat Tahajud

Ringkasnya, cara Sholat Tahajud adalah sebagai berikut:

1. Niat Sholat Tahajud

Niat cukup di dalam hati tanpa dilafalkan. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Waktu Pelaksanaan

Waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 02.00 hingga menjelang Subuh. Jika khawatir tidak bangun di waktu ini, Sholat Tahajud boleh dilakukan setelah Sholat Isya.

3. Jumlah Rakaat

Sholat Tahajud dapat dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal tidak dibatasi. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasanya melaksanakan 11 atau 13 rakaat, termasuk witir.

كَانَ يُصَلِّي فِي اللَّيْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasa Sholat Malam sebanyak 11 rakaat. Beliau salam setiap 2 rakaat dan menutupnya dengan 1 rakaat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bacaan dalam Sholat Tahajud

Pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf ini, beliau bertanya kepada Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang bacaan atau perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai Sholat Tahajud, tatkala beliau bangun di malam hari. Yakni, bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai sholat beliau?

Ibunda Aisyah menjawab bahwa manakala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun di malam hari, beliau memulai Salat Tahajud dengan membaca Doa Iftitah:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيْهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَن تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

ALLAAHUMMA ROBBA JIBROO-IILA WA MIIKAA-IILA WA ISROOFIILA FAATHIROS-SAMAAWAATI WAL ARDH ‘AALIMAL GHOIBI WASY-SYAHAADAH ANTA TAHKUMU BAINA ‘IBAADIKA FIIMA KAANUU FIIHI YAKHTALIFUUN IHDINII LIMAKH-TULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI-IDZNIK INNAKA TAHDII MAN TASYAA-U ILAA SHIROOTHIM MUSTAQIIM

Artinya: “Ya Allah, tuhannya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil, Zat Yang menciptakan langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan nyata. Engkaulah hakim bagi hamba-hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Dengan izin-Mu, tunjukkan kebenaran padaku dalam perkara yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau Yang memberi petunjuk menuju jalan yang lurus bagi siapa yang Engkau kehendaki.” (HR. Muslim)

Setelah membaca Al-Fatihah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam sering membaca surat panjang seperti Al-Baqarah, An-Nisa, dan Ali Imran.

حَتَّىٰ إِنَّهُ قَدْ قَرَأَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَالنِّسَاءَ فِي رَكْعَةٍ وَاحِدَةٍ

“Hingga beliau membaca surat Al-Baqarah, Ali Imran, dan An-Nisa dalam satu rakaat.” (HR. Muslim no. 772)

***

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah Sholat Tahajud, lanjutkan mengerjakan Sholat Witir sebanyak 3 rakaat atau minimal 1 rakaat. Setelah Sholat Witir, bacalah doa berikut:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

“Maha Suci Raja yang Maha Suci.”

Dibaca sebanyak tiga kali, dan pada bacaan ketiga dipanjangkan.

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

ROBBIL MALAA-ILATI WAR-RUUH

“Tuhan para malaikat dan Ar-Ruh.” (HR. Abu Daud dan Nasa-i, dishahihkan oleh Al-Albani)

***

Apa Beda Sholat Tahajud dengan Qiyamul Lail?

Qiyamul Lail adalah ketika seseorang menghidupkan waktu malam dengan melaksanakan ibadah apa saja yang disyariatkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah Qiyamul Lain tersebut tidak hanya Sholat Malam. Bisa jadi dia membaca Al-Quran, berdzikir, dan ibadah-ibadah lainnya.

Untuk melaksanakan Qiyamul Lail tidak mesti harus tidur terlebih dahulu, namun seseorang bisa langsung melaksanakan Qiyamul Lail langsung setelah Sholat Isya, misalnya dengan membaca Al-Quran, berdzikir, atau belajar ilmu agama. Demikian juga, seseorang pun bisa melakukan Qiyamul Lail setelah dia bangun dari tidur. Qiyamul Lail tidak disyaratkan dikerjakan dalam waktu tertentu yang lama. Seseorang yang hanya membaca Al-Quran sebentar pun sudah terhitung Qiyamul Lail.

Dengan demikian, makna Qiyamul Lail lebih umum dibandingkan Sholat Tahajud. Jika seseorang melakukan Sholat Tahajud berarti dia juga melakukan Qiyamul Lail dikarenakan dia sudah menghidupkan malam dengan mengerjakan ibadah dan ketaatan kepada Allah.

***

Apa Beda Sholat Malam dengan Sholat Tahajud?

Sholat Malam adalah sholat yang dilakukan pada waktu malam, mulai dari waktu Isya hingga akhir malam sebelum masuk waktu Sholat Subuh. Sholat Malam ini tentu saja adalah bagian dari Qiyamul Lail. Sholat Malam bisa dilakukan tanpa didahului tidur terlebih dahulu, seperti Sholat Tarawih yang dilakukan langsung setelah Sholat Isya (khusus pada bulan Ramadhan), atau Sholat Malam bisa juga dilakukan setelah bangun dari tidur malam, seperti Sholat Tahajud dan Sholat Witir.

Jadi, Sholat Tahajud merupakan bagian dari Sholat Malam, Sholat Malam bagian dari Qiyamul Lail.

***

Apa Beda Sholat Tahajud dengan Sholat Tarawih?

Ustadz Ammi Nur Baits, pengasuh KonsultasiSyariah.com, ketika beliau ditanya apakah Sholat Tarawih dengan Sholat Tahajud itu sama, sehingga jika seseorang sudah melaksanakan Sholat Tarawih tidak perlu melakukan Sholat Tahajud lagi.

Beliau menjawab dengan mengambil referensi dari Al-Fatawa al-Mukhtarah Thariqul Islam, yaitu ada keterangan dari Syaikh Hamid bin Abdillah al-Ali bahwa Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan bagian dari Qiyamul Lail. Pada zaman Nabi dan para Sahabat, keduanya dinamakan Qiyamul Lail. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang mengerjakan Qiyamul Lail di awal malam, terkadang di tengah malam, atau terkadang di akhir malam. Al-Quran menyebut keduanya dengan menggunakan ungkapan Qiyamul Lail dan Tahajjud. Tidak ada beda dua istilah tersebut dalam Al-Quran.

Kemudian pada masa berikutnya, setelah generasi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kaum muslimin melaksanakan Sholat Malam pada 20 hari pertama di bulan Ramadhan di awal waktu malam (sehabis Sholat Isya), karena waktu ini yang mudah bagi mereka. Mereka menyebut Sholat Malam di awal waktu malam bulan Ramadhan ini dengan nama Sholat Tarawih. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, mereka mengerjakan Sholat Malam di penghujung malam (sepertiga malam yang terakhir menjelang waktu Subuh) dalam rangka mencari Lailatul Qodar, dan mereka menamakan Sholat Malam pada waktu akhir malam ini dengan nama Sholat Tahajud (Lihat: https://konsultasisyariah.com/5901-tahajud-dan-tarawih.html).

Ada banyak ayat Al-Quran dan Hadis Nabi yang menyebutkan tentang keutamaan Sholat Tahajud. Begitupun pula dengan atsar para Sahabat dan para Salafus Sholeh terdahulu. Hal ini menunjukkan Sholat Tahajud memiliki banyak keutamaan.

***

Apa Hukum Sholat Malam?

Sholat Tahajud dan Sholat Witir termasuk Sholat Malam. Mayoritas ulama mengatakan bahwa hukum Sholat Malam adalah Sunnah Muakkadah, yaitu suatu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Di antara dalilnya adalah:

وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ….

“Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah Sholat Malam.” (HR. Muslim, kitab ash-Shiyaam, bab Fadhli Shoumi Muharram, no 1163)

Sholat Tahajud Sebaiknya Jam Berapa?

Waktu Sholat Tahajud dimulai sejak masuknya waktu Isya hingga akhir malam, sebelum masuknya waktu Subuh. Sholat Tahajud dilakukan setelah selesai melaksanakan Sholat Isya, lalu Anda tidur terlebih dahulu, kemudian bangun untuk mengerjakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الله زادكم صلاة فصلوها بين العشاء والفجر

“Sesungguhnya Allah telah memberikan kalian tambahan sholat (yaitu Sholat Witir), maka Sholat Witirlah kalian antara waktu Isya dan Fajar (Subuh).” (HR. Ahmad)

Hadis di atas dijadikan salah satu dalil tentang waktu Sholat Tahajud dikarenakan Sholat Witir merupakan bagian dari Sholat Malam, dan bahkan Sholat Witir adalah penutup Sholat Malam. Sedangkan Sholat Tahajud merupakan Sholat Malam. Jika Anda mengerjakan Sholat Tahajud maka penutup dari Sholat Tahajud Anda adalah Sholat Witir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam kalian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi, sebaiknya kita melaksanakan Sholat Tahajud jam berapa? Anda boleh mengerjakan Sholat Tahajud pada awal malam, pertengahan malam, atau akhir malam, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir pada awal malam, pertengahan, dan akhir malam.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, dengan sanad hasan)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir, sejak awal malam, pertengahan, dan akhir malam, dan Sholat Witir ini berakhir hingga waktu sahur.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Al-Witr, bab Saa’aatil Witr, no. 996)

Jadi, bagusnya Sholat Tahajud jam berapa? Jika Anda ingin melaksanakan Sholat Tahajud pada waktu yang terbaik maka kerjakanlah Sholat Tahajud pada akhir malam. Waktu ini direkomendasikan untuk Anda yang mampu dan yakin bisa bangun pada akhir malam. Hal ini berdasarkan Hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

من خاف أن لا يقوم آخر الليل ، فليوتر أوله، ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة، وذلك أفضل

“Barang siapa yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, maka sebaiknya dia melakukan Sholat Witir pada awal malam. Dan barang siapa yang sangat berkeinginan untuk bangun pada akhir malam, maka hendaknya dia mengerjakan Sholat Witir pada akhir malam, karena Sholat Witir pada akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan (Sholat Witir pada akhir malam) itu lebih baik.” (HR. Muslim dalam kitab Sholaatil Musaafiriin, bab Man Khoofa an Laa Yaquuma min Aakhiril Laili fal Yuutir Awwalahu, no. 755)

***

Bagaimana Cara Sholat Tahajud Nabi?

Jumlah rakaat Sholat Tahajud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada beberapa macam. Imam Ibnul Qoyyim menulis tentang cara Sholat Tahajud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kitab beliau Zaadul Ma’ad (I/329). Berikut ini beberapa cara Sholat Tahajud yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Pertama:

Cara Tahajud Nabi yang diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun pada malam hari. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu shalat 2 rakaat dengan memperlama berdiri, memperlama rukuk, dan memperlama sujud.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi tidur kembali hingga meniup-niup (maksudnya adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa terlebih dahulu sebelum tidur. Dan do’a sebelum tidur sebagaimana yang kita tahu adalah diakhiri dengan meniup-niup, insya Allah nanti akan kita bahas pada kesempatan yang lainnya)

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan itu sebanyak 3 kali dengan 6 rakaat.

Pada setiap kalinya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak dan berwudhu.

Dalam bacaan sholat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Ali Imran ayat 190 hingga akhir surat, yaitu mulai dari ayat:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir 3 rakaat. (HR. Muslim no. 763)

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Kedua:

Cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kedua ini diceritakan oleh ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai Sholat Tahajud beliau dengan 2 rakaat yang pendek. Beliau Sholat Tahajud setiap 2 rakaat langsung salam. Kemudian beliau menyempurnakan Sholat Tahajud tersebut hingga 11 rakaat. Kemudian terakhir beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir 1 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Ketiga:

Sama dengan cara yang kedua di atas, namun beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan sebanyak 13 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Keempat:

Cara ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qoshrihaa, bab Sholaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy shallallahu ‘alaihi wa sallam, no. 738:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Tahajud 8 rakaat, dengan salam setiap 2 rakaat. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam Sholat Witir sebanyak 5 rakaat sekaligus tanpa duduk, lalu salam pada rakaat terakhir.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Kelima:

Cara ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qoshrihaa, bab Sholaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy shallallahu ‘alaihi wa sallam, no. 746:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Tahajud 9 rakaat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya secara bersambung pada 8 rakaat, beliau kemudian duduk (yaitu duduk tasyahud awal) pada rakaat yang ke-8. Pada rakaat ke-8 ini beliau duduk berdzikir kepada Allah, memuji Allah, dan berdoa kepada Allah.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun tanpa salam dan meneruskan rakaat yang ke-9. Pada rakaat yang ke-9 ini beliau duduk (yaitu duduk tasyahud akhir), membaca tasyahud dan salam.

Setelah salam beliau sholat kembali sebanyak 2 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Keenam:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat 7 rakaat. Pada 6 rakaat awal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya secara bersambung, beliau kemudian duduk (yaitu duduk tasyahud awal) pada rakaat yang ke-6. Pada rakaat ke-6 ini beliau duduk berdzikir kepada Allah, memuji Allah, dan berdoa kepada Allah.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun tanpa salam dan meneruskan rakaat yang ke-7. Pada rakaat yang ke-7 ini beliau duduk (yaitu duduk tasyahud akhir), membaca tasyahud dan salam.

Setelah salam beliau sholat kembali sebanyak 2 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Ketujuh:

Cara Sholat Tahajud Nabi ini diriwayatkan dalam HR. Ahmad, dalam kitab Musnad beliau, no. 24697:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat 2 rakaat salam, 2 rakaat salam.

Beliau melakukan Sholat Witir 3 rakaat sekaligus, dan salam pada rakaat yang terakhir.

***

Kesimpulan Tata Cara Sholat Tahajud Nabi

Untuk memudahkan Anda memahami 7 cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, berikut ini saya simpulkan poin-poin pentingnya:

Pertama:
Jumlah rakaat Sholat Tahajud yang dianjurkan adalah 11 rakaat hingga 13 rakaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan Sholat Malam 11 – 13 rakaat.

13 rakaat berdasarkan dalil dari Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut ini:

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan Sholat Malam 13 raka’at. “ (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764)

Juga berdasarkan Hadis shahih yang diriwayatkan oleh ibunda kita, Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يُصَلىِّ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَ هِيَ الَّتِي يَدْعُوْ النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلىَ الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلَّمُ بَيْنَ كُلّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Malam setelah Sholat Isya hingga waktu fajar sebanyak 11 rakaat. Beliau melakukan salam setiap 2 rakaat dan beliau melakukan witir satu rakaat.” (HR. Muslim)

Kedua:
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali Sholat Tahajud dengan 2 rakaat yang ringan terlebih dahulu.

Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan Sholat Malam, beliau mulai terlebih dahulu dengan mengerjakan sholat dua rakaat yang ringan terlebih dahulu.” (HR. Muslim no. 767)

Ketiga:
Berdiri lama dalam Sholat Tahajud.

Ini adalah salah satu tata cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan Sholat Tahajud, yaitu berdiri lama dalam sholat. Salah satunya adalah dikarenakan bacaan beliau yang panjang dan khusyuk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوت

“Sholat yang paling baik adalah yang paling lama berdirinya.” (HR. Muslim)

***

Cara Sholat Tahajud untuk Pemula

Bagi Anda yang belum terbiasa melakukan Sholat Tahajud. Ada satu cara memulai Sholat Tahajud yang ringan, yaitu merutinkan Sholat Witir sebanyak 3 rakaat. Ini dalam rangka membiasakan diri mengerjakan Sholat Malam. Berikut ini 3 caranya:

Cara pertama: Dikerjakan sekaligus 3 rakaat, salam pada rakaat terakhir.

Dalilnya adalah Hadis Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang hendak witir 3 rakaat, silakan…” (HR. Abu Daud)

Cara kedua: 2 rakaat kemudian salam, kemudian sholat kembali 1 rakaat, dan salam.

Dalil cara Sholat Tahajud di atas adalah Hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang 3 rakaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memisahkan antara rakaat genap dan rakaat ganjil dengan salam yang beliau keraskan agar kita dengar.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Anda rutinkan Sholat Witir ini dengan konsisten. Insya Allah itu yang terbaik untuk Anda. Ini adalah salah satu cara membiasakan Sholat Malam.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai Allah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“(Amalan yang dicintai Allah) adalah amalan yang rutin, walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

sholat tahajud amalan yang dicintai allah

Cara Ketiga: Sholat Witir satu rakaat.

Jika Sholat Witir 3 rakaat di atas masih terlalu berat bagi Anda, maka cukup mulai dan rutinkan Sholat Witir 1 rakaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Sholat Witir satu rakaat ini:

ومن أحب أن يوتر بواحدة فليفعل

“Siapa saja yang ingin mengerjakan Sholat Witir satu rakaat maka silakan dia kerjakan.” (HR. Abu Daud dalam kitab Sunannya, kitab ash-Sholaah, bab Kamil Witr, no. 1422)

Apabila Anda sulit bangun di akhir malam, maka Anda boleh Sholat Witir satu rakaat di awal malam, sebelum tidur atau setelah melaksanakan Sholat Isya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malammu.” (Muttafaqun ‘alaihi)

cara sholat tahajud sholat witir

Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Melaksanakan Sholat Witir?

Jika Anda sebelum tidur sudah melaksanakan Sholat Witir, namun di akhir malam Anda bangun dan ingin melaksanakan Sholat Tahajud, maka Anda boleh melaksanakan Sholat Tahajud, namun tanpa ditutup dengan Sholat Witir karena Anda sebelumnya sudah melaksanakan Sholat Witir.

Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

“Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Ahmad: 15704, Abu Daud: 1227, Nasa’i: 1661, dan Tirmidzi: 432; dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)

***

Sifat Bacaan Sholat Tahajud

Dalam Sholat Tahajud tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan (setelah membaca Al-Fatihah). Namun, jika kita ingin mencontoh teladan kita, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beginilah gambaran Sholat Malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Sholat Tahajud Nabi shallallahu’alaihi wa sallam panjang dan khusyuk

Syaikh al-Albani dalam buku Shifatu Sholaatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, minat Takbiir ilat Tasliim Ka-annaka Taroohaa atau yang biasa kita kenal dengan buku Sifat Sholat Nabi, beliau Syaikh al-Albani menulis bahwa terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan bacaannya dan terkadang melirihkan. Terkadang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Al-Quran yang pendek dan terkadang membaca surah yang panjang, dan bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surah yang sangat panjang sehingga Abdullah bin Mas’ud mengatakan:

صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ليلة فلم يزل قائما حتى هممت بأمر سوء قلنا وما هممت قال هممت أن أقعد وأذر النبي صلى الله عليه وسلم

“Saya pernah Sholat Malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri sangat lama, sampai-sampai saya bermaksud melakukan sesuatu yang tidak baik.” Ada yang bertanya, “Apa maksudmu melakukan yang tidak baik itu?” Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Saya bermaksud duduk dan meninggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hudzaifah bin Yaman berkata:

صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ذات ليلة، فافتتح البقرة، فقلت يركع عند المائة، ثم مضى فقلت يصلي بها في ركعة، فمضى فقلت يركع بها، ثم افتتح النساء فقرأها، ثم افتتح آل عمران فقرأها يقرأ مترسلاً إذا مر بآية فيها تسبيح سبح، وإذا مر بسؤال سأل، وإذا مر بتعوذ تعوذ، ثم ركع فجعل يقول: سبحان ربي العظيم فكان ركوعه نحوا من قيامه ثم قال: سمع الله لمن حمده، ربنا لك الحمد ثم قام قياماً طويلاً قريباً مما ركع، ثم سجد فقال: سبحان ربي الأعلى فكان سجوده قريباً من قيامه رواه مسلم

“Pada suatu malam, saya Sholat Malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau membaca surah Al-Baqarah. Saya menduga mungkin Nabi akan rukuk pada ayat ke-100, namun Nabi tetap melanjutkan bacaannya. Saya menduga lagi bahwa beliau membaca Al-Baqarah untuk 2 rakaat, namun Nabi tetap melanjutkan bacaannya. Saya menduga lagi mungkin Nabi akan rukuk setelah membaca surah al-Baqarah, namun Nabi melanjutkan membaca surah An-Nisa sampai selesai. Beliau kemudian membaca surah Ali Imran. Beliau membaca dengan lambat. Apabila beliau bertemu dengan ayat tasbih maka beliau bertasbih. Apabila beliau bertemu dengan ayat yang mengandung doa maka beliau berdoa. Apabila beliau bertemu dengan ayat ta’awwudz maka beliau memohon perlindungan kepada Allah, kemudian beliau rukuk dan mengucapkan ‘SUBHAANA ROBBIYAL ‘ADZHIIM’. Lamanya beliau rukuk sama dengan lama berdirinya beliau. Kemudian beliau (bangkit dari rukuk) mengucapkan ‘SAMI-ALLAHU LIMAN HAMIDAH, ROBBANAA LAKAL HAMD’. Kemudian beliau berdiri lagi dengan berdiri yang lama, sama dengan lama beliau ketika rukuk. Kemudian beliau sujud, beliau mengucapkan (dalam sujud beliau) ‘SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA. Lamanya sujud beliau sama mendekati lama waktunya berdiri beliau.” (HR. Muslim)

Dua Hadis di atas menggambarkan Sholat Tahajud Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika Anda mampu meniru persis tata cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka itu lebih baik tentunya. Namun ini tidak wajib bagi kita. Sebaiknya kerjakan ibadah sesuai dengan kemampuan kita, yang terpenting adalah ibadah yang rutin dan konsisten, walaupun hanya sedikit, sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“(Amalan yang dicintai Allah) adalah amalan yang rutin, walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

***

Bacaan Sholat Witir

Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Sholat Witir dikerjakan setelah Anda selesai mengerjakan Sholat Tahajud. Bacaan Sholat Witir yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah membaca Al-Fatihah) adalah:

Pada rakaat pertama: membaca surah al-A’laa (yaitu: SABBIHIS MAROBBIKAL A’LAA dan seterusnya).

Pada rakaat kedua: membaca surah al-Kafiruun (yaitu: QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN dan seterusnya).

Pada rakaat ketiga: membaca surah al-Ikhlas (yaitu: QUL HUWALLAHU AHAD dan seterusnya).

Praktek bacaan 3 surah di atas sering kali kita lihat pada pelaksanaan Sholat Tarawih di bulan Ramadhan. Anda pasti ingat, ya kan?

Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau ditanya tentang Sholat Witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata,

كَانَ يَقْرَأُ فِي الْأُولَى بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ، وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ، وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca SABBIHIS MAROBBIKAL A’LAA (surah al-A’laa) pada rakaat pertama, dan membaca QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (surah al-Kafiruun) pada rakaat kedua, dan membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surah al-Ikhlas) beserta surah al-Falaq dan an-Naas pada rakaat ketiga.” (HR. At-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya, dalam kitab ash-Sholaah, bab Maa Jaa-a fiima Yaqro-u fil Witr, no. 462)

***

Apa Bacaan Qunut dalam Sholat Witir?

Bacaan qunut dalam Sholat Witir tidak wajib. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca qunut pada setiap kali Sholat Witir. Para Sahabat, Tabi’in (generasi setelah Sahabat Nabi) juga pernah meninggalkan qunut selama satu tahun. Ini menunjukkan bahwa membaca qunut dalam Sholat Witir tidak wajib. Bacaan qunut dalam Sholat Witir dibaca pada rakaat terakhir, dibaca setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah setelahnya, sebelum rukuk, sebagaimana juga sah dilakukan setelah bangun dari rukuk (pada posisi i’tidal).

Dalilnya adalah Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah ditanya mengenai hal ini, lalu beliau menjawab, “Kami melakukannya sebelum dan sesudah rukuk.” (HR. Ibnu Majah)

Bacaan Qunut dalam Sholat Witir ini dapat Anda lihat pada video di bawah ini:

***

VIDEO TATA CARA SHOLAT TAHAJUD

***


REFERENSI ARTIKEL TATA CARA SHOLAT TAHAJUD

  • https://islamqa.info/id/52875
  • https://tafsir.app/qurtubi/17/79
  • https://tafsir.app/tabari/51/19
  • https://konsultasisyariah.com/1855-bolehkah-mengerjakan-2-sholat-witir.html
  • https://rumaysho.com/550-di-balik-amalan-yang-sedikit-namun-kontinu.html
  • http://www.binbaz.org.sa/noor/6523
  • http://www.binbaz.org.sa/noor/11462
  • https://saaid.net/rasael/97.htm
  • https://islamqa.info/ar/52875
  • http://www.khaledalsabt.com/cnt/dros/2487
  • https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html
  • https://rumaysho.com/472-setelah-shalat-witir-bolehkah-shalat-sunnah-lagi.html
  • https://konsultasisyariah.com/5901-tahajud-dan-tarawih.html
  • https://konsultasisyariah.com/29289-batas-akhir-waktu-shalat-isya.html
  • https://muslim.or.id/111-tata-cara-shalat-malam-dan-witir-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html
  • https://islamqa.info/ar/143240
  • http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1008
  • -https://islamqa.info/ar/3749
  • -https://islamqa.info/ar/50070
  • https://almanhaj.or.id/4066-amal-amal-yang-dapat-memasukan-manusia-ke-surga-dengan-selamat.html
  • http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=272872
  • https://muslimafiyah.com/perbedaan-qiyamul-lail-shalat-malam-shalat-witir-dan-shalat-tarawih.html
  • https://rumaysho.com/13929-qiyamul-lail-shalat-tahajud-dan-shalat-malam.html
  • https://www.youtube.com/watch?v=TGKYxghCjs8&feature=share
  • https://islamqa.info/ar/112638
  • https://konsultasisyariah.com/18087-sholat-tahajud-tanpa-tidur-dulu.html
  • http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=53&ID=2190
  • Buku Panduan Lengkap Shalat Tahajjud, Muhammad bin Su’ud al-Arifi, Pustaka Ibnu Katsir, 2010
  • Buku Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, 2000

Umur 40 Tahun Menurut Islam: Kajian Menyentuh Hati Ustadz Syafiq Riza Basalamah (MP3 & Video)

Apa rahasia umur 40 tahun menurut Islam? Apa makna di balik usia 40 tahun? Apakah rahasia ini hanya berlaku untuk pria yang berumur 40 tahun saja ataukah juga berlaku untuk para wanita? Yuk, mari kita membahas usia 40 tahun menurut Islam.

Ada sebuah video kajian menyentuh hati yang dibawakan oleh ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah tentang rahasia umur 40 tahun menurut  Islam. Video kajian ini keren banget; temanya keren yaitu tentang rahasia di balik umur 40 tahun, dibawakan oleh seorang ustadz keren yang berjenggot keren, masya Allah. Bagi Anda yang biasa menikmati kajian-kajian Islam di Youtube, saya yakin Anda sudah kenal dengan ustadz Syafiq Riza Basalamah. Ini dia video yang saya maksud:

Cara Menghitung Umur 40 tahun Anda

Anda jangan salah sangka ya… umur 40 tahun itu dihitung dengan kalender Islam, yaitu kalender hijriyah, bukan masehi. Bagi Anda yang sudah terbiasa pakem menghitung umur dengan kalender masehi, maka sekarang ubah kebiasaan Anda. Kalender hijriyah adalah sistem penanggalan Islam. Jangan sampai Anda tinggalkan dan lupakan 🙂

Umur seseorang itu lebih tua jika dihitung menggunakan penanggalan hijriyah. Jadi, jika Anda sekarang berumur 36 tahun secara masehi maka bisa jadi umur Anda lebih dari itu. Ingat, Anda sudah beranjak tua, bung!

Umur Anda secara hijriyah itulah umur Anda yang sebenarnya.
Sekarang, bagaimana cara menghitung umur Anda secara hijriyah?
Sebenarnya ada beberapa cara. Namun di sini ada 2 cara yang simpel:

1. Menggunakan Islamic Date Converter di IslamicFinder.org

cara ubah masehi ke hijriyah

Pastikan terlebih dahulu bahwa converternya adalah “Gregorian to Hijri Converter”. Jika belum maka silakan klik tombol “Switch” yang ada di atas kolom. Kemudian Anda masukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda pada kolom yang disediakan. Kemudian klik tombol “convert”. Selesai.

Pada hasilnya, terlihat tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda secara penanggalan hijriyah. Nah, sekarang Anda kurangi tahun dan bulan hijriyah saat ini dengan bulan dan tahun hijriyah kelahiran Anda tersebut. Hasilnya itulah umur Anda 🙂

2. Menginstal aplikasi Android “Hijri Calendar

aplikasi android kalender hijriyah

Cara perhitungannya sama kok. Silakan Anda coba 🙂

Ayat Al-Quran Berbicara tentang Umur 40 Tahun

Setiap kajian Islam yang membicarakan tentang rahasia umur 40 tahun tidak lepas dari surat Al-Ahqaf ayat 15 ini:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ إِحْسٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصٰلُهُۥ ثَلٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضَٮٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Qs. Al-Ahqaf: 15)

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari ayat ini?

Saya tuliskan beberapa poin yang saya dapat dari kajian menyentuh hati yang disampaikan ustadz Syafiq Riza Basalamah di atas:

Umur 40 tahun adalah umur dimana seseorang harus berpikir lebih panjang lagi. Dia berada pada persimpangan jalan terakhir. Jika Anda salah pilih jalan pada saat Anda berumur 40 tahun maka sulit untuk Anda kembali pada jalan yang benar. Umur 40 tahun adalah titik dimana Anda harus tobat. Lihat diri Anda! Lihatlah uban-uban Anda yang bercahaya itu. Itulah adalah tanda dan peringatan bahwa umur Anda sudah mendekati kematian!

Nasehat yang serupa juga disampaikan pada video kajian menyentuh hati lainnya yang dibawakan oleh ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawwas:

Umur 40 tahun ini adalah umur kematangan manusia. Anda yang sebelumnya tidak pernah sholat maka segera tobat karena meninggalkan sholat itu dosa besar dan bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa orang yang yang meninggalkan sholat maka dia kafir. Namun, apabila umur Anda sudah lewat 40 tahun namun belum berubah juga maka sangat sulit nanti bagi Anda untuk tobat dan kembali kepada Allah. Dan pada masa ini (umur 40 ke atas) adalah masa kritis untuk Anda, karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 أعمار أمتي ما بين الستين إلى لسبعين، وأقلهم من يجوز ذلك

Umur umatku antara 60 tahun – 70 tahun, dan tidak banyak yang melebihi daripada itu. (HR. Imam Tirmizi)

Ustadz Syafiq Riza Basalamah dan ustadz Yazid banyak menyampaikan nasehat agar kita lebih banyak mengingat kematian dan menyiapkan bekal untuk menjemput kematian.

Ibnu Katsir berkata, “Siapapun yang telah berumur 40 tahun harus memperbaharui taubat dan bertekad tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.” (Tafsir Ibnu Katsir, pembahasan surat Al Ahqaf ayat 15)

Ayat ini adalah peringatan dari Allah untuk Anda kembali kepada Allah. Untuk bertobat kepada Allah, dan untuk mengerjakan amal-amal sholeh. Untuk menjauhi seluruh perbuatan dosa dan maksiat.

Renungkan umur Anda saat ini. Sadarilah bahwa sebentar lagi Anda pasti mati. Sungguh akan tiba nanti saatnya giliran Anda yang ditemui malaikat maut pencabut nyawa. Pasti Anda akan masuk ke liang kubur. Anda pasti akan ditemui oleh malaikat Munkar dan Nakir yang akan menanyai Anda 3 pertanyaan kubur berikut ini:

  1. “Man Robbuka?” Siapakah tuhanmu?
  2. “Wa maa diinuka?” dan apa agamamu?
  3. “Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini? (maksudnya siapa Nabi yang diutus padamu?)

Anda pasti akan dibangkitkan dari kubur. Anda pasti akan diadili di padang masyar. Anda pasti akan menerima catatan amal Anda. Anda pasti akan merasakan balasan terhadap seluruh perbuatan Anda di dunia; neraka atau surga?

Renungkanlah surat Faathir ayat 37 ini:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صٰلِحًا غَيْرَ الَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

*****

Semoga catatan ringkas tentang rahasia umur 40 tahun di atas dapat bermanfaat untuk kita semua 🙂

Download File .MP3 Kajian Menyentuh Hati Umur 40 Tahun Menurut Islam oleh ustadz Syafiq Basalamah

Oh ya, saya hampir saja lupa! File .MP3 kajian menyentuh hati tentang umur 40 tahun menurut Islam yang dibawakan oleh ustadz Syafiq Riza Basalamah ini dapat Anda dengarkan dan download pada streaming di bawah ini. Anda bisa langsung mendownloadnya lewat browser Anda jika Anda menggunakan desktop (komputer atau laptop), atau dengan menggunakan aplikasi soundcloud jika Anda menggunakan HP Smartphone.

VIDEO UMUR 40 TAHUN (SELAIN 2 VIDEO DI ATAS)

Doa Setelah Sholat Fardhu Singkat dan Lengkap (PDF, MP3, VIDEO)

Ini adalah Tuntunan Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih. Memuat kumpulan doa setelah shalat dengan penyusunan yang singkat, padat, dan mudah dihafal. Tujuannya adalah agar doa-doa ini dapat diamalkan secara rutin setiap selesai melaksanakan Shalat Fardhu. Doa Setelah Shalat Fardhu ini merujuk pada karya-karya terpercaya yang bersumber dari hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, seperti buku Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qohthooni, serta referensi lainnya.

Sebagai seorang Muslim, kita meyakini bahwa doa adalah bagian dari ibadah. Ibadah ini harus berlandaskan dalil dan tuntunan dari Al-Quran serta hadis-hadis yang shahih agar dapat diterima di sisi Allah Ta’ala. Dengan mempelajari dan mengamalkan doa-doa ini, semoga ibadah kita semakin bernilai pahala dan mendekatkan kita kepada Allah.

Panduan ini tersedia dalam bentuk artikel, video, PDF, dan audio MP3, sehingga Anda dapat memilih format yang paling sesuai untuk belajar dan menghafal doa-doa ini.

Judul ini kami pilih karena banyak saudara Muslim yang mencari di mesin pencari dengan kata kunci “Doa Setelah Shalat Fardhu.” Meskipun demikian, sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah “Dzikir Setelah Shalat Fardhu.” Hal ini karena doa hanyalah sebagian dari rangkaian dzikir yang dibaca setelah shalat.

Link Download Doa dan Dzikir Setelah Shalat Fardhu

Dalam kumpulan Dzikir Setelah Shalat Fardhu ini, terdapat bagian yang berupa doa, khususnya pada dzikir dan doa tertentu yang dianjurkan setelah shalat Maghrib dan Subuh. Penjelasan lengkapnya dapat Anda temukan pada bagian kedua dzikir ini, yang terdapat di halaman 62 dari file PDF Doa Setelah Shalat Fardhu Singkat dan Lengkap.

Semoga panduan ini bermanfaat dalam membantu Anda menghafal dan mengamalkan doa dan dzikir setelah shalat sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.

CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.

Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu dalam Bentuk .Mp3

Apa Beda Doa dan Dzikir?

Secara bahasa, dzikir berarti mengingat, sedangkan doa berarti meminta. Cara membedakannya cukup sederhana: perhatikan arti bacaannya. Jika bentuknya berupa permintaan, maka itu adalah doa. Namun, jika berupa pujian atau hal lain yang berkaitan dengan mengingat Allah, maka itu adalah dzikir.

Sebagai contoh, mari kita lihat surat Al-Fatihah. Ayat 1 sampai 5 merupakan dzikir karena mengandung pujian kepada Allah. Sedangkan ayat ke-6 adalah doa (permintaan):

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

yang artinya: “(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus…”

Anda dapat memeriksa langsung di mushaf Al-Quran milik Anda untuk memastikan pembagian ini.

Namun, perlu diketahui bahwa dalam beberapa kesempatan, dzikir juga disebut sebagai doa, begitu pula sebaliknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang menggunakan istilah tersebut secara bergantian. Pembahasan ini cukup panjang dan membutuhkan kajian tersendiri untuk lebih mendalaminya.

Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu

Dzikir dan doa setelah Shalat Fardhu berikut ini ada 2 macam:

  1. Dzikir dan doa yang dibaca setelah shalat lima waktu secara umum; setelah Shalat Maghrib, Shalat Isya, Shalat Subuh, Shalat Dzuhur, dan Shalat Ashar. Termasuk setelah Shalat Jum’at.
  2. Dzikir dan doa yang khusus dibaca setelah Shalat Maghrib dan Shalat Subuh (sebagai tambahan dari dzikir dan doa umum di atas).

Insya Allah, satu per satu bacaan doa dan dzikir setelah shalat fardhu akan saya bahas di bawah ini. Namun, sebelum itu, saya telah membuat video ringkas berdurasi 10 menit yang membahas Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu.

Semoga video ini dapat memberikan manfaat bagi Anda dan memudahkan dalam mengamalkannya.

Video Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu

Video dzikir dan doa setelah shalat fardhu ini berdurasi 10 menit. Dalam video ini, saya telah menyertakan bacaan dzikir dan doa umum yang dibaca setelah shalat wajib lima waktu, ditambah dengan dzikir dan doa khusus yang dianjurkan setelah shalat Maghrib dan Subuh.

Video ini dirancang untuk memudahkan Anda. Setiap bacaan dilengkapi dengan:

  1. Teks doa dalam tulisan Arab agar Anda dapat membacanya sesuai aslinya.
  2. Lafaz dalam bahasa Indonesia untuk membantu Anda yang belum lancar membaca tulisan Arab.
  3. Terjemah doa dan dzikir dalam bahasa Indonesia agar Anda lebih memahami dan menghayati maknanya.

Selain itu, saya juga menyertakan referensi dari kitab-kitab hadis untuk setiap doa dan dzikir. Dengan demikian, Anda dapat merujuk langsung ke sumbernya jika ingin mendalami lebih lanjut.

Selain video, saya juga menyertakan rekaman suara saya yang membacakan setiap dzikir dan doa dengan pelan. Tujuannya adalah untuk memudahkan Anda dalam mengikuti dan mengamalkan dzikir serta doa ini setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu lima waktu.

CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.

***

Dzikir dan Doa Setelah Shalat 5 Waktu

PERTAMA

doa setelah sholat fardhu 01

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ
ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah)
ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah)
ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ
ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM (Ya Allah, Engkaulah pemberi keselamatan)

وَمِنْكَ السَّلَامُ
WA MINKAS SALAAM (dan dari-Mu keselamatan)

تَبَارَكْتَ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإكْرَامِ
TABAAROKTA (Maha Suci Engkau)
YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan)

Sumber doa dan dzikir: Hadits Riwayat Muslim (I/414)

***

KEDUA 

doa setelah sholat fardhu 02

لَا إلهَ إلاَّ اللهُ
LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)

وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
WAHDAHU LAA SYARIIKALAH (Tiada sekutu bagi Allah)

لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)

وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ
WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

اَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ
ALLAAHUMMA LAA MAANI-’A LIMAA A’-THOI-TA (Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang Engkau beri)

وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ
WA LAA MU’-THIYA LIMAA MANA’TA (Dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau cegah)

وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
WA LAA YANFA-’U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari siksa-Mu)

Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat Al-Bukhari (I/255) dan Muslim (I/414)

***

KETIGA

doa dzikir setelah sholat fardhu 03

لَا إلهَ إلاَّ اللهُ
LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)

وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
WAHDAHU LAA SYARIIKALAH (Tiada sekutu bagi Allah)

لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)

وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا اللهِ
LAA HAWLAA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

لَا إلهَ إلاَّ اللهُ
LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)

وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ
WA LAA NA’BUDU ILLAA IYYAAH (Kami tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya)

لَهُ النِّعْمَةُ وَ لَهُ الْفَضْلُ
LAHUN NI’MAH WA LAHUL FADHL (Milik-Nya nikmat dan milik-Nya keutamaan)

وَ لَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ
WA LAHUTS TSANAA-UL HASAN (Dan milik-Nya pujian yang baik)

لَا إلهَ إلاَّ اللهُ
LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)

مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ
MUKHLISHIINA LAHUD DIIN (dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya)

وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
WALAU KARIHAL KAAFIRUUN (walaupun orang-orang kafir membencinya)

Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat Muslim (I/415)

***

KEEMPAT

(سُبْحاَنَ اللهِ (٣٣
SUBHAANALLAAH (33 X) (Maha Suci Allah)

(الْحَمْدُ ِللهِ (٣٣
ALHAMDULILLAAH (33 X) (Segala puji bagi Allah)

(اللهُ اكْبَرُ (٣٣
ALLAHU AKBAR (33 X) (Allah Maha Besar)

لَا إلهَ إلاَّ اللهُ
LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)

وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
WAHDAHU LAA SYARIIKALAH (Tiada sekutu bagi Allah)

لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ
LAHUL MULKU WALAHUL HAMD (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)

وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ
WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-ING QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat Muslim (I/418)

***

Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

SURAH AL-IKHLAS & TERJEMAHANNYA

surah al ikhlas qulhu

surah al ikhlas qulhu 04

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

اللَّهُ الصَّمَدُ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

***

SURAH AL-FALAQ DAN TERJEMAHANNYA

surah al falaq terjemahnya

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
dari kejahatan makhluk-Nya,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِ
dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

***

SURAH AN-NAAS DAN TERJEMAHANNYA

surah annaas dan terjemah

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

مَلِكِ النَّاسِ
Raja manusia.

إِلٰهِ النَّاسِ
Sembahan manusia.

مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ النَّاسِ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia.

***

KELIMA

Membaca Ayat Kursi sebanyak satu kali. Ayat Kursi ini adalah surat Al-Baqarah ayat 255.

ayat kursi surah al baqoroh 255

اللَّهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ

Terjemahan Ayat Kursi:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

***

Dzikir dan Doa yang Khusus Dibaca Setelah Shalat Maghrib dan Subuh

Dzikir dan doa di bawah ini adalah khusus dibaca setelah setelah Shalat Maghrib dan Shalat Subuh. Doa dan dzikir ini adalah doa tambahan selain doa umum di atas (yang dibaca setiap selesai melaksanakan shalat wajib 5 waktu)

DZIKIR TAMBAHAN PERTAMA

Dzikir ini dibaca 10 kali setiap selesai Shalat Maghrib dan Shalat Subuh.

لَا إلهَ إلاَّ اللهُ
LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)

وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
WAHDAHU LAA SYARIIKALAH (Tiada sekutu bagi Allah)

لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)

يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ
YUHYII WA YUMIIT (Dia yang menghidupkan dan mematikan)

وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ
WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)

Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat At-Tirmidzi (V/515), Ahmad (IV/227)

***

DOA TAMBAHAN KEDUA

Doa ini dibaca setelah salam Shalat Subuh:

اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا
ALLAAHUMMA INNII AS ALUKA ‘ILMAN NAA FI-’AA (Ya Allah, sesungguhnya aku mohon padamu ilmu yang bermanfaat)

وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
WA RIZQON THOYYIBAA WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAA (Rezeki yang baik dan amal yang diterima)

Sumber hadis doa ini: Hadis riwayat Ibnu Majah, lihat kitab Shahih Ibni Majah (I/152)

CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.

 

***SELESAI***

Alhamdulillah, semoga Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu ini bermanfaat untuk saya dan Anda semua.

Terbukti Pria Berjenggot itu Memang Keren dan Menyenangkan! (VIDEO)

Tak bisa dipungkiri fakta bahwa pria berjenggot itu lebih keren, sehat, dan menyenangkan. Satu lagi fakta bahwa jenggot itu adalah “identitas seorang pria sejati”. Identitas seorang pria muslim yang cinta Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ketika Nabinya menyuruh memanjangkan jenggot, langsung deh panjangin jenggot, sami’na wa atho’na. Lagian kan setiap perintah Nabi pasti mengandung maslahat yang juga keren-keren.

Jenggot, selain menjadi identitas pria muslim sejati, juga identitas seorang ayah yang keren, lucu, dan imut loh. Kok bisa? yuk nonton video lucu di bawah ini dulu.

Di video tersebut, tampak seorang anak perempuan yang sedang bermain cilukba (peek-a-boo) dengan ayahnya yang berjenggot. Anak perempuan tersebut terlihat senang sekali bermain cilukba dengan ayahnya, setiap kali ayahnya cilukba seketika itu pula terdengar derai tawa gembira sang anak. Menyenangkan sekali kelihatannya…

Tak selang berapa lama, ayahnya bilang bahwa dia akan pergi dulu sebentar dan akan kembali lagi buat bermain cilukba. Ayahnya pergi mau ngapain?

Sang ayah pergi sebentar untuk mencukur jenggotnya. Mungkin niat awal sang ayah mencukur jenggot adalah untuk memberikan kejutan yang menyenangkan buat sang putri tercinta. Ternyata kejutan menyenangkan yang direncanakan berubah menjadi kejutan yang cukup membuat sang anak perempuan tersebut trauma. Sang putri kaget luar biasa ketika dia mendapati ternyata ayahnya sudah tidak lagi berjenggot. Ayahnya sekarang seakan-akan bukan ayahnya lagi. Pecahlah tangis sang putri tercinta. Pupus sudah kebahagiaan sang putri. Bergantilah kebahagiaan menjadi kesedihan. Bergantilah tawa gembira menjadi tangis kesedihan. Wahai ayah.. plis jangan cukur jenggotmu… *lebay*

pria berjenggot keren

Anda Penggemar Video Porno? Nonton Video ini Dulu Yuk!

Bagi Anda penggemar video porno dan foto porno, apalagi yang gratis, lihat video ini dulu yuk. Pada saat tulisan ini dirilis, video ini sudah ditonton lebih dari 1,6 juta kali. Penasaran? Yuk tonton dulu…

untuk Anda penggemar video porno gratis

Wahai saudaraku, aku nasehatkan, untuk kamu yang masih bermaksiat tatkala sendirian, berselancar di dunia maya, melihat aurat-aurat yang diharamkan untuk dilihat. Ketahuilah perbuatanmu tersebut adalah melanggar larangan Allah Ta’ala.

Allah berfirman di Al-Quran surah An-Nur ayat 30,

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Berarti, yang menajamkan pandangannya… yang meluaskan pandangannya kepada hal-hal yang diharamkan; foto-foto wanita yang tidak menutup auratnya, video-video porno, atau apapun yang semisal dengannya, maka yakini baik-baik, pada saat Anda melakukan itu berarti Anda telah melaggar larangan Allah, larangan Allah yang Maha Kuasa.

Wahai saudaraku muslim, tahukah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan kepada hal-hal yang diharamkan berarti Anda menyelisihi perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam Hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya “apakah hak orang-orang yang duduk-duduk (nongkrong) di jalananan?” maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab “ghoddul bashor”, haknya orang-orang yang duduk-duduk (nongkrong) di jalanan (boleh nongkrong di jalanan jika seandainya memang harus duduk, dalam arti ada keperluannya), akan tetapi harus menundukkan pandangan.

Lihatlah lagi Hadis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, yang artinya:

“Jangan ikuti pandangan dengan pandangan selanjutnya, sesungguhnya pandangan yang seketika yang tidak disengaja itu adalah untukmu, sedangkan pandangan yang diikuti dengan pandangan selanjutnya itulah dosa atasmu.”

Tahukah Anda bahwasanya  tatkala kita menajamkan pandangan, meluaskan pandangan, kepada hal-hal yang diharamkan, yang sekarang mungkin sudah mudah sekali, di handphone, di komputer, di majalah, di surat kabar, bahkan mungkin di dunia nyata, tahukah kita (bahwa) kita sedang bermaksiat kepada Rasul kita -yang kita mengaku cinta kepada beliau, padahal konsekuensi cinta adalah sebagaimana pepatah arab:

لو كان حبك صادقاً لأطعته***إن المحب لمن يحب مطيـــــع

Kalau seandainya kecintaanmu benar-benar, maka kamu akan menaatinya, sesungguhnya orang yang mencintai sangatlah taat kepada orang yang dicintainya.

Mengaku cinta? kok bisa-bisanya melanggar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!

Wahai saudaraku, tatkala Anda meluaskan pandangan untuk melihat hal-hal yang diharamkan; video porno, foto porno, atau yang semisalnya, ketahuilah dan yakini baik-baik bahwa (dalam) syariat Islam itu dianggap sebagai zina mata.

Dalam Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي ، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah telah menuliskan atas umat manusia, bagiannya dari zina. Tidak bisa tidak, dia pasti mendapati itu. Dan zina mata adalah dengan melihat….”

Tidak bisa tidak. Tidak bisa mungkir.

Dan zina mata itu adalah dengan melihat, yaitu dengan melihat yang diharamkan.

Tidakkah takut Anda, dianggap sebagai seorang pezina mata?

Wahai saudaraku, pasti setelah Anda melihat yang seperti itu pikiran Anda tidak fokus, kemudian cara berpikir Anda pun tidak matang. Karena apa? karena Allah Ta’ala telah memadamkan cahaya iman bagi siapa yang tidak menjaga pandangannya.

Coba perhatikan surah An-Nur ayat 30, perintah untuk orang beriman agar menjaga pandangannya.

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Kemudian di ayat yang ke-31 adalah perintah kepada wanita yang beriman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Pada surat An-Nur ayat yang ke-35, Allah Ta’ala berbicara tentang CAHAYA.

۞ اللَّهُ نُورُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى اللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Inilah penyebab Anda tidak fokus pikiran. Ini penyebab Anda banyak mengkhayal, karena ketika mata diluaskan kepada hal-hal yang porno; video porno, foto porno, semua hal-hal yang mengundang syahwat, padahal diharamkan, maka cahaya hati akan dihilangkan. Yakini itu baik-baik!

Wahai saudaraku…
Tidak takutkah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan kepada yang haram, maka bisa dipastikan kemaluan Anda tidak akan terjaga, baik itu masuk ke dalam perkara masturbasi atau onani -yang diharamkan oleh Islam menurut sebagian besar ulama, ataupun yang lebih parah dari itu, yaitu BERZINA!

Bukankah Allah Ta’ala berfirman pada Al-Quran surah An-Nur ayat 31 dan 32 (lihat teks dan terjemahnya di atas -ed)

Dari ayat di atas… ada kaitan antara menjaga pandangan dan menjaga kemaluan. Dan orang yang menjaga pandangan lebih baik dan lebih suci. Suci dari zina. Suci dari masturbasi. Suci dari perbuatan lesbian dan homosexual, dan yang lainnya.

Pasti Anda sekarang sedang terangguk-angguk. Benar ustadz…

Yang tidak bisa menjaga pandangan, bisa, dan itu pasti, akan terperosok kepada perbuatan-perbuatan nista. Tidak takutkah Anda?

Wahai saudaraku…
Tidak takutkah Anda, tatkala Anda menajamkan pandangan mata Anda kepada video porno, kepada foto porno, maka saat itu ajal menjemput! bukankah itu tanda su’ul khotimah?!

Sebaliknya…

Alangkah indahnya tatkala seseorang meninggal dalam keadaan beribadah.

Dalam Hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وعن أنس – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : ” إن الله تعالى إذا أراد بعبد خيرا استعمله ” . فقيل : وكيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال : ” يوفقه لعمل صالح قبل الموت ” . رواه الترمذي

Allah jika ingin menginginkan kebaikan untuk seorang hamba, Allah akan pakai hamba tersebut.

Para sahabat bertanya, “Bagaimana orang tersebut akan dipakai oleh Allah Ta’ala?”

Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Allah akan berikan taufik kepada dia untuk beramal sholeh sebelum meninggal.”

Nah, Anda… jangan-jangan pas Anda lagi melihat hal yang diharamkan ternyata Anda… MATI! Ternyata malaikat maut mencabut nyawa Anda. Bukankah su’ul khotimah?!

Saudaraku sang penonton video porno…
Sang penggemar foto-foto porno, wanita-wanita telanjang, laki-laki telanjang…
Tahukah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan untuk hal-hal seperti itu, Anda sedang merendahkan Allah dengan serendah-rendahnya!

Anda kira Allah tidak melihat?!

Kalau Anda mengira Allah bisa melihat berarti Anda telah meremehkan Allah!

Anda mungkin menganggap bahwasanya hal ini ringan.

Kita lihat Allah berfirman dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 15

إِذْ تَلَقَّوْنَهُۥ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِۦ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُۥ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

Dan perhatikan baik-baik bahwasanya Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu memberitahukan kepada kita. Beliau radhiallahu ‘anhu berkata:

حدثنا أبو الوليد حدثنا مهدي عن غيلان عن أنس رضي الله عنه قال إنكم لتعملون أعمالا هي أدق في أعينكم من الشعر إن كنا لنعدها على عهد النبي صلى الله عليه وسلم من الموبقات

Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan-amalan yang kalian anggap itu rendah, tidak ada artinya, bahkan lebih tipis dari rambut, tetapi sebenarnya di zaman Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dianggap sebagai dosa besar yang membinasakan.

Maka tatkala Anda melihat kepada yang haram. Tatkala Anda memandang foto yang telanjang, bukankah Allah melihat Anda?! Bukankah Allah mengetahui perbuatan Anda?! Sebegitu hinakah pandangan Allah di sisi Anda?!

Pantas memang, seorang yang bermaksiat tatkala sendirian, tidak ada yang berani melihatnya, dijadikan oleh Allah Ta’ala pahalanya seperti debu yang beterbangan. Tidak takutkah Anda?!

Cukup itu jadi peringatan keras!

Cara Masuk Islam, Mudah dan Praktis!

Cara Masuk Islam dengan Mudah dan Praktis

Satu hal yang sangat penting, beragama Islam itu adalah karunia terbesar dalam hidup ini. Jika Anda sudah beragama Islam, saya ucapkan SELAMAT kepada Anda. Selamat masuk ke dalam surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi. Ini sudah janji Allah untuk hamba-hambanya yang beriman. Namun jika Anda belum masuk Islam, apa lagi yang Anda tunggu? Ayo mantapkan hati dan langkah Anda menuju kebahagiaan sejati ini! Bismillah…

“Barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka agamanya tersebut tidak akan diterima, dan (kelak) di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali-Imran: 85)

Masuk Islam itu caranya sangat mudah. Tidak ada upacara khusus, dan bisa Anda lakukan langsung segera dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Simpel dan praktis. Namun sebelumnya, mantapkan niat tulus Anda terlebih dahulu. Minta pertolongan Allah agar hati Anda mantap. Mintalah keikhlasan kepada Allah.

Berikut ini adalah langkah-langkah masuk Islam:

  1. Mengikrarkan dua kalimat syahadat. Cukup Anda mengucapkan:  “Asy hadu allaa ilaaha illallah wa asy hadu anna muhammadar rasuulullah.” Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah. Mudah kan?
  2. Ikrar syahadat di atas Anda ucapakan di hadapan saksi kaum muslimin. Jumlah saksi tersebut minimal 2 orang muslim yang baik. Tujuan adanya saksi adalah agar Anda nanti diakui oleh orang lainnya. Saksi inilah yang mengabarkan dan menguatkan informasi bahwa Anda sudah masuk Islam. Sehingga dengan ini Anda akan dianggap sebagaimana layaknya muslim yang lainnya, yang punya hak dan kewajiban yang sama di hadapan Allah.
  3. Selesai.

Simpel dan praktis! dengan hanya melakukan 2 hal di atas, maka Anda sudah menjadi bagian dari muslim yang menyerah dan tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya 🙂

Istilah Bahasa Arab Modern Kontemporer Sosial Media

Istilah bahasa arab terus berkembang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Pantas saja, bahasa arab adalah bahasa yang sangat tua yang masih hidup bertahan hingga zaman moderen ini, bahkan hingga hari kiamat!

Semua bidang ilmu pengetahuan (tanpa terkecuali) menggunakan kosa kata (mufrodat) bahasa arab di bidangnya masing-masing, sesuai dengan konteks pada bidang ilmu pengetahuan tersebut. Termasuk yang satu ini, bahasa arab yang sudah berusia ribuan tahun ini pun digunakan di dunia social media. Tentu saja, sesuai dengan konteknya ya; karena penggunaan kosa kata (mufrodat) akan berbeda artinya antara satu susunan kalimat dengan susunan kalimat lainnya.

Istilah Bahasa Arab Modern Kontemporer yang sering di gunakan di Sosial Media

Coba Anda perhatikan, semua mufrodat yang ada di bawah ini adalah kosa kata yang telah lama ada, sudah lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Nah, ketika kosa kata ini digunakan di social media maka beda arti, karena konteksnya sudah berbeda. Jika Anda cari di kamus bahasa arab maka Anda akan ketemu arti yang berbeda, karena konteknya berbeda 🙂

Account = حساب (Hisab)

Like = إعجاب (I’jab)

Comment = تعليق (Ta’liq)

Post = منشور (Mansyur)

Share = مشاركة (Musyarakah)

Message = رسالة (Risalah)

Page = صفحة (Shafhah)

Group = مجموعة (Majmu’ah)

Profile = صفحة شخصية (Shafhah Syakhshiyah)

Block = حظر (Hazhr)

Hashtag = وسم (Wasm)

Poke = نكز (Nakaz)

Notification = إشعار (Isy’ar)

Link = رابط (Rabith)

Icon = مناسبة (Munasabah)

Add = إضافة (Idhafah)

Mention/Tag = إشارة (Isyarah)

Status = حالة (Halah)

Wall = حائط (Haaith)

Cover = غلاف (Ghilaf)

Profile Picture = صورة شخصية (Shurah Syakhshiyah)

Time Line = يوميات (Yaumiyaat)

Note = ملاحظة (Mulahazhah)

Chat = دردشة (Dardasyah)

Tweet = تغريد (Taghriid)

Channel = قناة (Qanaah)

Setting = إعدادات (I’dadat)

Friends = أصدقاء (Ashdiqa’)

Following = متابعة (Mutaba’ah)

Followers = متابعون (Mutabi’un)

Subscribe = اشتراك (Isytirak)

Belajar Agama Islam dari Nol: Ada 8.300 Video Ceramah Agama GRATIS untuk Anda!

Mau belajar agama Islam dari nol? tenang… ada lebih dari 8.300 video ceramah agama di 10 channel Youtube yang keren ini! Anda bisa belajar aqidah Islam, belajar cara sholat, praktek ibadah, mendengarkan ceramah agama yang menginspirasi dari para ustadz. Semuanya gratis, boleh Anda tonton, download dan bagikan untuk teman dan saudara Anda.

Apakah Anda pemula yang ingin belajar islam dari dasar, yaitu dari awal, alias dari nol kecil? Tenang… saya juga pemula. Sama seperti Anda. Prinsip kita dalam menuntut ilmu adalah “Newbie Forever”. Ilmu apa saja yang bermanfaat untuk akhirat dan dunia kita…

Alhamdulillah, sekarang ini sudah banyak video ceramah agama dan panduan ibadah di Youtube. Pada tulisan kali ini, saya memilih 10 channel belajar agama Islam di Youtube yang semuanya merupakan channel resmi dari tim dan lembaga pendidikan Islam. Channel yang dikelola oleh tim dan lembaga resmi tentu lebih terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan kontennya.

Beberapa alasan lainnya mengapa saya memilih 10 channel Youtube belajar agama Islam ini

Konten video yang keren menginspirasi. Berkualitas tinggi! mulai dari tema materi yang bagus, para ustadz yang cerdas yang memang lulusan sarjana hingga doktor di bidang syariat Islam.

Kualitas file video yang high quality. Sebagian besar kualitas file video Full HD dan HD, dan bahkan ada yang 4K! semua video digarap serius oleh tim kreatif di baliknya.

Konten video benar-benar asli. Diproduksi sendiri oleh lembaga pendidikan yang mengelola channel tersebut.

Konten video yang terus diupdate secara rutin dari waktu ke waktu. Ini menunjukkan konsistensi tim kreatif yang mengelola 10 channel belajar Islam tersebut.

10 channel ceramah agama keren menginspirasi di Youtube buat Anda yang mau belajar Islam

Yuk kita lihat satu persatu 10 channel keren ini di Youtube.

Data berupa angka yang saya berikan di bawah ini adalah data hari ini, 14 Juli 2016, ketika artikel ini saya posting di website info unik banghen.com ini. Tentu saja semakin lama, dengan izin Allah, 10 channel ini akan terus berkembang besar.

Yufid.TV (www.youtube.com/yufid)

belajar islam salaf online yang baik dan benar untuk pemula di youtube
Yufid.TV adalah channel pengajian dan ceramah islam yang sudah lama eksis di Youtube. Sejak 28 Februari 2011. Lihat saja, hari ini sudah ada 4.482 video belajar Islam di channel Yufid.TV ini. Ada video belajar aqidah Islam, cara sholat, belajar tajwid dan tahsin Al-Quran, ceramah pendek, pengajian ceramah agama panjang, ada video-video keren essay movie dan PSA.

Yuk kita tonton sejenak video belajar aqidah islam di bawah ini. Videonya keren banget, masya Allah!

Sekarang Anda bisa mendapatkan kiriman video ceramah agama gratis dari Yufid.TV, langsung di HP Anda.

Anda boleh bergabung di channel Telegram resmi Yufid.TV, pada alamat: https://telegram.me/yufidtv atau Anda bisa search channel tersebut langsung di aplikasi Telegram dengan kata kunci: @yufidtv atau yufidtv (tanpa tanda titik). Sudah ada ratusan video tersedia di channel Telegram YufidTV tersebut. Semuanya bisa Anda download dan bagikan buat teman dan saudara Anda.

Mengapa video Yufid.TV semuanya gratis?

Padahal biaya pembuatan 1 video Yufid.TV lumayan mahal, mulai dari Rp 500.000,- sampai Rp 7.000.000,-. Anda kalikan saja biaya pembuatan 1 video tersebut dengan ribuan video gratis Yufid.TV. Sudah berapa biaya yang dikeluarkan?

Mengapa semua video Yufid.TV digratiskan? karena visi awal Yufid.TV dibentuk adalah dalam rangka memberikan konten pendidikan dan dakwah yang mudah dan gratis untuk semua umat, tidak hanya umat Islam saja.
Yuk tonton sejenak video cara sholat yang lucu menginspirasi di bawah ini.

Yufid.TV dapat biaya dari mana untuk membiayai produksi video ceramah agama?

Yufid.TV punya 2 toko online: YufidStore.com dan Nikimura.com. Dari hasil penjualan 2 toko online tersebut Yufid.TV membiayai operasional mereka. Ditambah dengan pendapatan iklan dan donasi dari para donatur.

Peluang iklan yang gurih di jaringan Yufid

Yufid.TV juga memiliki jaringan website dakwah dengan jumlah pengguna lebih kurang 2 juta pemirsa setiap bulan (lihat www.yufid.org). Jika seluruh pemirsa Yufid.TV, seluruh jaringan website dakwah Yufid, pengguna aplikasi mobile Yufid, seluruh fans jaringan social media Yufid, jika seluruhnya digabung dan dijumlahkan maka ada lebih kurang 4 juta pemirsa.

Peluang apakah yang bisa Anda lihat di sini? tentu saja ini adalah potensi yang besar untuk beriklan di jaringan Yufid. Peluang ini telah “ditangkap” oleh banyak pengusaha untuk beriklan di jaringan Yufid, diantaranya adalah PT Zahir Internasional, perusahaan di balik Zahir Accounting, software akuntansi terbaik di Indonesia. Namun, tidak mudah beriklan di Yufid Network karena seluruh produk yang diiklankan harus produk yang syar’i dan lolos dari review ustadz dewan syariah di Yufid Network.

Anda mau ikut memberikan donasi untuk Yufid? Silakan baca info lengkapnya pada link donasi ini. Mungkin Anda ingin mencoba beriklan? silakan hubungi: marketing@yufid.org

***

Yufid EDU

belajar islam untuk anak di youtube
Betul sekali, Yufid EDU ini juga merupakan channel yang dikelola oleh Yufid Network. Bedanya dengan channel Yufid.TV, konten Yufid EDU adalah untuk segmen para pelajar dan penuntut ilmu yang ingin belajar Islam secara intensif, step by step. Di channel Yufid EDU ada video belajar Matematika, belajar Fisika, Bahasa Arab, belajar huruf hijaiyah, dan kitab-kitab berbahasa arab gundul.

***

 

Rodja.TV

belajar islam di youtube ahlussunnah rodjatv
Anda pernah dengar Radio Rodja? Nah, Radio Rodja juga punya TV satelit yang diberi nama: Rodja.TV. Selain lewat parabola, Anda pun bisa menikmati tayangan Rodja.TV secara LIVE di Youtube.

***

 

Dakwah Sunnah

belajar islam dari dasar ceramah islam dakwahsunnah
Dakwah Sunnah adalah channel belajar agama Islam di Youtube yang dibimbing oleh ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Anda bisa belajar aqidah Islam, belajar tafsir Al-Quran, belajar kitab Hadis Bulughul Marom, dan banyak lagi ceramah agama yang penuh inspirasi di channel ini.

***

Surau TV

belajar agama islam surautv
Sama halnya dengan Rodja TV, Surau TV juga merupakan TV dakwah yang dipancarkan lewat satelit. Siaran ceramah agama Surau TV dipancarkan melalui Satelit Palapa di Freq 4014/H/7200.

Jangan dikira Surau TV ini seperti TV lokal di Indonesia pada umumnya. TV ini adalah TV perjuangan dalam dakwah.

kantor surautv
Di kantor inilah dakwah Islam dan Sunnah disebarkan ke seluruh dunia. Kantor Surau TV yang  sederhana yang bersahaja itu beralamat di jalan Belakang Olo I nomor 5, kota Padang, Sumatra Barat.

Anda dan saya tentunya sungguh beruntung. Kita dapat menikmati video ceramah Islam Surau TV di Youtube. Gratis pula!

***

Bali Mengaji

belajar islam dari nol ceramaha gama bali mengaji
Dakwah Islam dan Sunnah semakin berkibar di Bali. Alhamdulillah. Salah satunya disemarakkan oleh tim Bali Mengaji ini. Ceramah Islam yang ada di channel Bali Mengaji ini keren menginspirasi!

***

Ruziqa TV

ceramah agama belajar islam untuk pemula
Ruziqa TV ini termasuk channel belajar Islam yang cukup aktif. Lihat saja, sudah lebih dari 1.200 video ada di channel ini. Ruziqa TV dikelola oleh tim dakwah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada awalnya tim Ruziqa TV hanya berniat mendokumentasikan pengajian dari masjid ke masjid di Balikpapan. Sekarang, Anda dan saya dapat menikmati “keisengan” tim Ruziqa.TV, yaitu 1.200 video yang tak habis Anda santap dalam sehari 🙂

***

Safdah TV

belajar islam ahlussunnah ceramah agama islam safdag
Kata “Safdah” merupakan singkatan dari “Safari Dakwah”. Pada awalnya, tahun 2014, Safdah TV dibentuk untuk tujuan mendokumentasikan perjalanan safari dakwah yang dilakukan oleh ustadz Badru Salam, Lc. Alhamdulillah hingga saat ini ratusan video belajar Islam berkualitas tinggi dapat Anda pelajari di channel dakwah ini.

Video tata cara sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini saya suka! saya suka!

***

Suara Al-Iman TV

ceramah islam sesuai sunnah belajar agama islam di suara al-iman
Suara Al-Iman TV ini adalah channel belajar Islam di Youtube yang dikelola oleh tim Radio Suara Al-Iman 846 AM Surabaya. Yang saya suka dari channel ini adalah koleksi video Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily. Inspiring banget, masya Allah!

Ada banyak video pengajian dan ceramah agama Islam yang bikin adem banget di channel Youtube Suara Al-Iman TV ini. Satu diantaranya adalah ceramah tentang amalan penghapus dosa di bawah ini:

***

Jakarta Mengaji

belajar agama islam ceramah islam jakarta mengaji
Tidak mau kalah dengan Bali, Jakarta pun ikut mengaji. Walaupun sama-sama memakai brand “mengaji”, channel Jakarta Mengaji ini digarap oleh tim yang berbeda dengan tim Bali Mengaji. Videonya keren-keren! masya Allah.

***

The Rabbaanians

belajar islam untuk pemula ceramah agama youtube the rabbaaniaans
Saya tadinya sllaah keitk ketika mencari channel ini di Youtube. Ingat ya, The Rabbaanians = huruf B ada 2, huruf A ada 2, dan jangan lupa di akhir kata ada huruf S. Onde mande 🙂

Walaupun saat ini (14 Juli 2016) baru ada 33 video di channel ini, namun 33 video ini sudah keren banget, masya Allah! semua video digarap serius, mulai dari proses dokumentasi hingga editing dan uploading di Youtube. Materi video dan ustadz-ustadz yang ada di The Rabbaanians jangan ditanya lagi! keren habis masya Allah! Wajar saja, karena The Rabbaanians ini digarap oleh anak-anak muda yang sudah lama berkecimpung di dunia kreatif video dan iklan TVC.

***

Semoga tulisan ini bermanfaat adanya untuk dunia dan akhirat Anda. Anda boleh LIKE dan SHARE tulisan ini sekarang, agar manfaatnya dapat dirasakan juga oleh teman dan saudara Anda.

***

UPDATE INFO CHANNEL ISLAM TERBARU:

Waktu Shalat Dhuha Mulai Jam Berapa?

Waktu Shalat Dhuha yang baik dan sesuai sunnah mulai pukul berapa dan sampai jam berapa? Bagaimana niat Shalat Dhuha, bacaan Shalat Dhuha, dan tata caranya? Insya Allah akan saya bahas di sini.

***

Waktu Shalat Dhuha Mulai Jam Berapa?

Waktu Shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan meninggi setinggi tombak (kurang lebih setara dengan dua meter dalam pandangan kita). Berdasarkan penjelasan para ulama, waktu ini kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan: “Awal waktu Shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat, yaitu sekitar 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarah al-Arba’in an-Nawawiyah, hal. 289)

Waktu Shalat Dhuha berakhir ketika matahari mendekati posisi tengah langit (sebelum masuk waktu Shalat Dzuhur).

waktu sholat dhuha jam berapa


Waktu dimulainya Shalat Dhuha didasarkan pada hadis dari ’Amr bin ’Abasah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Kerjakanlah Shalat Subuh, kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit dan meninggi. Sebab, ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, dan saat itu orang-orang kafir sedang bersujud kepadanya.” (HR. Muslim no. 832, lihat Minhatul ’Allam, 3:347)

Berdasarkan hadis ini, waktu Shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan meninggi sekitar 15 menit, yaitu ketika sudah keluar dari waktu yang dilarang untuk shalat.

waktu sholat dhuha

***

Waspada Waktu Terlarang Melakukan Shalat!

Mengapa Harus Menunggu 15 Menit Setelah Matahari Terbit?

Kita dianjurkan menunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit sebelum melaksanakan Shalat Dhuha. Hal ini dilakukan agar tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ’anhu, beliau berkata:

ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا: حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ، وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ.

“Ada tiga waktu di mana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat atau menguburkan jenazah: (1) ketika matahari terbit hingga meninggi, (2) ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya hingga matahari tergelincir, dan (3) ketika matahari condong hendak tenggelam hingga benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 831)

 

Oleh karena itu, sebaiknya tunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit, hingga matahari meninggi setinggi tombak (kira-kira setara dengan dua meter dalam pandangan kita), sebelum melaksanakan Shalat Dhuha.

Agar lebih aman, sebaiknya Anda melaksanakan Shalat Dhuha sekitar 20 menit setelah matahari terbit. Tambahkan 5 menit dari estimasi 15 menit setelah terbitnya matahari, sebagai langkah berjaga-jaga agar tidak mendekati waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.

***

Bagaimana Cara Mengetahui Kapan Matahari Terbit?

Cara praktis untuk mengetahui kapan matahari sudah terbit adalah dengan menggunakan jadwal shalat. Biasanya, waktu terbit matahari tercantum dalam jadwal shalat harian. Anda hanya perlu menambah sekitar 15–20 menit dari waktu terbit tersebut untuk memastikan bahwa matahari sudah cukup tinggi sebelum melaksanakan Shalat Dhuha.

Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih detail caranya!

***

Waktu Terbaik Mengerjakan Shalat Dhuha

Kapan Waktu Terbaik untuk Mengerjakan Shalat Dhuha?

Waktu terbaik untuk mengerjakan Shalat Dhuha adalah di akhir waktu dhuha, yaitu ketika matahari sudah mulai terik, menjelang waktu Dzuhur.

Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Al-Qasim As-Syaibani, tatkala Zaid bin Arqam radhiyallahu ’anhu melihat sekelompok orang mengerjakan Shalat Dhuha. Beliau berkata:

“Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sungguh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bersabda:

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

‘Shalatnya para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.’” (HR. Muslim no. 748)

Dalam hadis ini, shalat para Awwabin yang dimaksud adalah Shalat Dhuha. Kata Awwabin sendiri berarti orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan taat dan penuh penyesalan atas dosa-dosa mereka.

Dengan melaksanakan Shalat Dhuha di waktu terbaik ini, semoga kita termasuk golongan Awwabin yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.

waktu sholat dhuha yang baik

***

Cara Praktis Menentukan Waktu Terbaik Shalat Dhuha

Cara praktis untuk menentukan waktu terbaik Shalat Dhuha adalah dengan melihat jadwal Shalat Dzuhur. Kurangi waktu dzuhur tersebut sekitar 20 menit, karena itu adalah batas akhir waktu Shalat Dhuha.

Sebaiknya, kerjakan Shalat Dhuha sedikit lebih awal sebelum mendekati batas waktu tersebut, agar tidak tergesa-gesa dan tetap memiliki kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah.

***

Waktu-Waktu Terlarang Mengerjakan Shalat

Sebagai pengetahuan tambahan, berikut ini adalah waktu-waktu terlarang mengerjakan shalat. Terkait dengan pembahasan kita tentang waktu Shalat Dhuha, waspadailah waktu terlarang yang no. 2 dan 3:

1. Waktu Terlarang Pertama: Dari setelah shalat Subuh hingga matahari terbit.

2. Waktu Terlarang Kedua: Setelah matahari terbit hingga matahari meninggi setinggi tombak, atau sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.

3. Waktu Terlarang Ketiga: Ketika matahari berada tepat di atas kepala, tidak condong ke timur atau barat, hingga matahari tergelincir ke barat. Waspadai waktu ini kira-kira sekitar 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur.

4. Waktu Terlarang Keempat: Dari setelah selesai Shalat Ashar hingga matahari mulai tenggelam.

5. Waktu Terlarang Kelima: Dari saat matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna.

(Lihat Minhah al-‘Allam fii Syarh Bulugh al-Maram, 2:205. Dikutip dari tulisan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal: Rumaysho.com)

***

Cara Praktis Mengetahui Waktu Shalat Dhuha dengan Jadwal Shalat

Berikut revisi teks Anda agar lebih santai, mengalir, dan rapi sesuai EYD:

Jam Berapa Tepatnya Waktu Shalat Dhuha?

Sebagian pembaca mungkin bertanya, “Jam berapa sih tepatnya waktu Shalat Dhuha?”

Tentu saja, tidak ada angka pasti atau mutlak untuk waktu ini karena setiap daerah dan negara memiliki perbedaan waktu. Misalnya, Anda yang tinggal di wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) tentu akan berbeda dengan mereka yang berada di wilayah Waktu Indonesia Timur (WIT), apalagi jika Anda tinggal di luar negeri.

Namun, ada cara praktis untuk menentukan waktu masuknya Shalat Dhuha, yaitu dengan menggunakan jadwal shalat. Saat ini, banyak sumber yang menyediakan jadwal shalat yang bisa diakses dengan mudah, seperti:

Anda dapat menggunakan jadwal shalat ini sebagai acuan untuk menentukan waktu Shalat Dhuha.

Cara Praktis Menentukan Waktu Shalat Dhuha

Mari kita coba mempraktikkan cara menentukan waktu terbaik melaksanakan shalat Dhuha menggunakan jadwal shalat di bawah ini:

Contoh Penentuan Waktu Shalat Dhuha

Misalnya, Anda tinggal di Yogyakarta, dan sekarang tanggal 11 Juli 2016. Untuk menentukan waktu terbaik melaksanakan Shalat Dhuha, Anda dapat melihat jadwal shalat pada tabel tanggal tersebut.

Pada kolom “Dzuhur”, waktu Shalat Dzuhur tercatat pukul 11:46. Karena waktu terbaik Shalat Dhuha adalah sebelum masuknya waktu dzuhur, Anda dapat mengurangi 20 menit dari waktu tersebut. Hasilnya adalah sekitar pukul 11:26.

Jika Anda ingin melaksanakan Shalat Dhuha pada pukul 11:26, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sekitar 15 menit sebelumnya, yaitu mulai pukul 11:11. Gunakan waktu tersebut untuk berwudhu dan melakukan persiapan lainnya, sehingga Anda dapat melaksanakan Shalat Dhuha dengan khusyuk dan tenang.

Perhatikan Batas Waktu dan Rencanakan Jumlah Rakaat

Jika Anda memilih waktu mendekati akhir shalat Dhuha, misalnya pukul 11:26, maka Anda hanya memiliki waktu kurang dari 5 menit sebelum memasuki waktu terlarang shalat (yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur).

Dengan waktu yang terbatas ini, Anda perlu merencanakan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Jika Anda berencana melaksanakan shalat Dhuha dengan lebih dari 2 rakaat, maka sebaiknya mulailah lebih awal agar tetap memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan shalat dengan tenang dan khusyuk.

Merencanakan waktu dan jumlah rakaat sebelumnya akan membantu Anda menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah Anda.

Perhatikan Batas Waktu dan Rencanakan Jumlah Rakaat

Jika Anda memilih waktu mendekati akhir Shalat Dhuha, misalnya pukul 11:26, maka Anda hanya memiliki waktu kurang dari 5 menit sebelum memasuki waktu terlarang shalat (yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur).

Dengan waktu yang terbatas ini, Anda perlu merencanakan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Jika Anda berencana melaksanakan Shalat Dhuha dengan lebih dari 2 rakaat, maka sebaiknya mulailah lebih awal agar tetap memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan shalat dengan tenang dan khusyuk.

Merencanakan waktu dan jumlah rakaat sebelumnya akan membantu Anda menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah Anda.

***

sholat dhuha berapa rakaat

Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha?

Shalat Dhuha memiliki jumlah rakaat minimal dua rakaat. Hal ini didasarkan pada hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, yang berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Sahabatku terkasih (Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat: berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan dua rakaat Shalat Dhuha, dan mengerjakan Shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa melaksanakan dua rakaat Shalat Dhuha adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.

***

Dalil Lain tentang Shalat Dhuha 2 Rakaat

Dalil lain yang menunjukkan keutamaan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat adalah hadis berikut:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ: فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi hari, ada kewajiban sedekah untuk setiap ruas persendian tulang kalian. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) adalah sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi munkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Semua itu dapat tercukupi dengan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim no. 720)

Hadis ini menunjukkan bahwa Shalat Dhuha dua rakaat memiliki nilai yang besar, setara dengan sedekah untuk setiap ruas persendian kita. Ini adalah bentuk ibadah yang mudah dilakukan, tetapi pahalanya sangat besar di sisi Allah Ta’ala.

***

Berapa Maksimal Rakaat Shalat Dhuha?

Jumlah rakaat Shalat Dhuha tidak dibatasi berapa jumlah maksimalnya. Dalilnya adalah berdasarkan Hadis berikut:

مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى صَلاَةَ الضُّحَى قَالَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ

Mu’adzah pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang berapa jumlah rakaat Shalat Dhuha yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? ‘Aisyah menjawab, “Empat rakaat dan beliau tambahkan sesuka beliau.” (HR. Muslim no. 719)

***

Bagaimana Cara Shalat Dhuha 4 Rakaat atau Lebih?

Jika Anda ingin melaksanakan Shalat Dhuha lebih dari dua rakaat, cara melakukannya adalah dengan mengerjakan dua rakaat kemudian salam, lalu melanjutkan dua rakaat berikutnya dengan cara yang sama, dan seterusnya.

*** 

Niat Shalat Dhuha

niat sholat dhuha

Apa Niat Shalat Dhuha?

Setiap ibadah tentu harus didahului dengan niat, termasuk Shalat Dhuha. Namun, terkait Shalat Dhuha—dan juga shalat lainnya—tidak ada bacaan khusus untuk melafalkan niat. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tidak pernah melafalkan niat dalam shalat beliau.

Niat Shalat Dhuha cukup dilakukan dalam hati saja, dengan tujuan melaksanakan Shalat Dhuha karena Allah Ta’ala. Berdirilah tegak dengan khusyuk, mulailah shalat dengan takbiratul ihram, yaitu membaca: Allaahu Akbar, seperti halnya shalat pada umumnya.

Cara ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, yang menekankan bahwa niat adalah amalan hati, bukan lisan.

 

***

Bacaan Shalat Dhuha

Bacaan dalam Shalat Dhuha sama seperti bacaan pada shalat fardhu. Tidak ada bacaan khusus setelah membaca surah Al-Fatihah. Anda dapat memilih surah mana saja yang dihafal atau disenangi untuk dibaca setelah Al-Fatihah.

Jika ingin memahami lebih lanjut, Anda dapat membaca dua artikel menarik berikut:

***

keutamaan shalat dhuha

Khasiat, Manfaat, dan Keutamaan Shalat Dhuha

Berikut revisi teks Anda agar lebih rapi, santai, dan mengalir:

Khasiat, Manfaat, dan Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang luar biasa. Beberapa di antaranya adalah:

1. Termasuk Wasiat Nabi kepada Umat Islam

Shalat Dhuha adalah salah satu dari tiga wasiat yang Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berikan kepada umatnya. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu:

“Sahabatku terkasih (Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat Shalat Dhuha, dan melakukan Shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Meskipun Shalat Dhuha adalah wasiat penting Rasulullah, hukumnya tetap sunnah dan sangat dianjurkan untuk dirutinkan.

2. Merupakan Sedekah untuk Seluruh Persendian Manusia

Seluruh ruas tulang persendian kita wajib disedekahkan setiap hari. Sedekah ini dapat berupa bacaan tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (laa ilaha illallah), dan takbir (Allahu akbar), serta amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran).

Namun, semua kewajiban sedekah ini dapat tercukupi dengan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap pagi hari ada kewajiban sedekah setiap ruas persendian tulang kalian. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf dan nahi munkar juga adalah sedekah. Semua itu dapat tercukupi dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim no. 720)

3. Memudahkan Urusan di Akhir Siang

Dengan izin Allah, melaksanakan Shalat Dhuha dapat memudahkan urusan orang yang mengamalkannya. Sebagaimana dalam hadis dari Nu’aim bin Hammar al-Ghothofaniy, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.’” (HR. Ahmad 5/286)

4. Shalatnya Ahli Taubat

Shalat Dhuha juga dikenal sebagai shalatnya orang-orang yang bertaubat (Ahli Awwabin). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim)

Dua ulama besar, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahumallah, menjelaskan bahwa shalat yang dimaksud dalam hadis ini adalah Shalat Dhuha.

Semoga keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi untuk kita rutin mengamalkan shalat Dhuha dalam keseharian.

***

KESIMPULAN RINGKAS WAKTU SHALAT DHUHA

  1. Waktu Shalat Dhuha dimulai lebih kurang 15 menit setelah matahari terbit. Namun, sebaiknya Anda melakukan Shalat Dhuha setelah 20 menit dari waktu terbitnya matahari. Ini dalam rangka berjaga-jaga agar tidak persis mendekati waktu terlarangnya shalat.
  2. Waktu yang paling baik untuk mengerjakan Shalat Dhuha adalah pada akhir dari waktu Dhuha. Cara praktis menentukan waktu Shalat Dhuha yang terbaik ini adalah waktu Shalat Dzuhur dikurangi kira-kira 20 menit. Dan ini batas waktu mendekati berakhirnya waktu Shalat Dhuha. Ini berarti waktu Anda hanya kurang dari 5 menit untuk melaksanakan Shalat Dhuha (agar tidak bertabrakan dengan WAKTU TERLARANG SHALAT, yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Shalat Dzuhur). Dengan kisaran waktu ini, sebelumnya Anda sudah mesti merencanakan berapa rakaat Shalat Dhuha yang bisa Anda kerjakan selama kurang dari 5 menit tersebut. Jika Anda merencanakan melaksanakan Shalat Dhuha dalam rakaat yang banyak (lebih dari 2 rakaat) maka Anda bisa rencanakan waktunya lebih awal lagi.
  3. Setiap wilayah pada zona waktu yang berbeda memiliki perbedaan waktu. Oleh karena itu masuk dan berakhirnya waktu dhuha berbeda pada setiap zona waktu.
  4. Cara praktis mengetahui masuk dan berakhirnya waktu Shalat Dhuha di wilayah domisili Anda adalah dengan menggunakan aplikasi jadwal shalat di website lembaga resmi (seperti kemenag: https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat) atau menggunakan berbagai aplikasi jadwal shalat yang tersedia di Google Play (Android) atau Apple App Store.
batas waktu sholat dhuha

 ***

Semoga tulisan tentang waktu Shalat Dhuha ini bermanfaat untuk saya dan Anda.

***

*) Update terbaru artikel waktu Shalat Dhuha ini pada 19 Desember 2024.

***

Referensi waktu Shalat Dhuha dan Tata Cara Shalat Dhuha:

  1. https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html
  2. https://konsultasisyariah.com/11468-surat-yang-dibaca-ketika-shalat-dhuha.html
  3. https://konsultasisyariah.com/21925-waktu-sholat-dhuha.html
  4. https://konsultasisyariah.com/58-shalat-dhuha-keutamaan-dan-bacaan-di-dalamnya.html
  5. https://konsultasisyariah.com/8758-rakaat-shalat-dhuha.html
  6. https://konsultasisyariah.com/1228-kapankah-waktu-sholat-dhuha.html
  7. https://rumaysho.com/708-shalat-dhuha-yang-begitu-menajubkan.html
  8. https://rumaysho.com/3329-niat-shalat-dhuha.html
  9. https://rumaysho.com/1007-apakah-ada-bacaan-surat-tertentu-dalam-shalat-dhuha.html
  10. https://rumaysho.com/9488-waktu-shalat-dhuha.html
  11. https://konsultasisyariah.com/1386-kapan-waktu-terlarang-untuk-sholat.html
  12. https://rumaysho.com/15797-lima-waktu-terlarang-shalat.html
  13. https://rumaysho.com/863-lakukanlah-puasa-sunnah-minimal-sebulan-3-kali.html

Jadwal Sholat Jogja dan Sekitarnya Hari Ini

Jadwal Sholat Jogja dan Sekitarnya

Apakah Anda mencari Jadwal Sholat untuk wilayah Jogja (Yogyakarta) dan sekitarnya untuk hari ini hingga akhir tahun?

Di bawah ini adalah Jadwal Sholat Fardhu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya) untuk wilayah Jogja (Yogyakarta) hari ini hingga akhir tahun.

Anda juga dapat mengubah menu “Kota” dan “Bulan”. Jadi, Anda pun dapat melihat jadwal sholat selain kota Jogja dan sekitarnya. Silakan lihat keterangannya pada gambar di bawah ini:

jadwal sholat jogja hari ini 2016


Keterangan:
1 dan 2 = link menu untuk mengubah bulan.
3 = link menu untuk mengubah nama kota.
Anda juga dapat mencetak (print) jadwal sholat kota Jogja ini dengan cara mengklik tulisan PRINT.

Semoga jadwal sholat untuk kota Jogja dan sekitarnya ini bermanfaat untuk Anda.

Mungkin Anda ingin LIKE dan SHARE info jadwal sholat ini sekarang, agar lebih bermanfaat lagi untuk teman dan keluarga Anda.

Zat Tambahan Makanan Haram: Cara Mengenali dan Menghindarinya

Yuk, waspadai zat tambahan makanan (aditif makanan) yang berbahaya dan haram!

Zat tambahan makanan, atau biasa disebut aditif makanan, adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan dalam jumlah kecil. Tujuannya antara lain untuk:

  • Memperindah tampilan makanan.
  • Memperkaya cita rasa.
  • Memperbaiki dan mempercantik tekstur.
  • Membuat makanan lebih awet sehingga tahan lama.

Namun, tahukah Anda? Tidak semua zat tambahan makanan aman dan halal. Ada yang dibuat dari bahan-bahan haram atau berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Jenis Zat Tambahan Makanan

Zat tambahan makanan dapat dibagi menjadi dua jenis utama:

1. Zat Tambahan Makanan Buatan (Sintetis)

Zat ini dibuat di laboratorium atau pabrik dengan menggunakan bahan kimia. Meski sifatnya mirip dengan bahan alami, zat sintetis ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam skala besar.

Keunggulan zat tambahan makanan sintetis:

  • Mudah diproduksi dalam jumlah banyak.
  • Efisien karena hanya membutuhkan takaran kecil.
  • Tahan lama sehingga ekonomis untuk industri makanan.

Namun, ada risikonya:

Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus, dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi, gangguan hormonal, bahkan risiko kanker.

Awas! Zat Tambahan Sintetis Juga Berpotensi Haram

Sebagian zat aditif sintetis dibuat dari bahan haram, misalnya dari babi atau hewan yang tidak disembelih sesuai syariat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengecek asal-usul bahan makanan.

Contoh kode zat tambahan makanan haram yang harus dihindari:

E120, E471, E472 (a, b, c, d), E476, E482, E635

Gelatin, Pepsin, Lard (lemak babi)

2. Zat Tambahan Makanan Alami

Zat ini diperoleh langsung dari alam tanpa proses sintetis. Contohnya adalah pewarna alami seperti:

  • Wortel: Memberikan warna oranye pada makanan seperti selai.
  • Kunyit: Memberi warna kuning pada nasi kuning sekaligus menambah rasa unik.
  • Daun suji dan pandan: Memberi warna hijau dan aroma harum pada makanan.

Zat tambahan alami lainnya:

  • Pemanis alami: Gula tebu, gula aren, gula merah, dan madu.
  • Pengawet alami: Garam dapur, bawang putih, dan cuka.
  • Penyedap alami: Garam dapur, bawang putih, cabai, dan gula.

Zat tambahan makanan alami lebih aman, asalkan digunakan dalam takaran yang wajar.

Mengapa Kita Harus Waspada Zat Tambahan Makanan?

Makanan haram bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan spiritual dan ibadah kita. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memperingatkan bahwa makanan haram bisa menyebabkan:

  • Doa tidak dikabulkan.
  • Malas beribadah.
  • Hidup tidak berkah.
  • Terancam hukuman di akhirat.

Tips Memilih Makanan Halal dan Aman

1. Perhatikan Label Halal

Pastikan produk makanan memiliki sertifikat halal dari lembaga terpercaya seperti MUI.

2. Kenali Kode Zat Tambahan Makanan

Hindari produk dengan kode aditif yang tidak jelas atau berasal dari bahan yang diragukan kehalalannya.

3. Utamakan Bahan Alami

Pilih produk dengan bahan alami yang lebih aman bagi kesehatan dan halal.

4. Cek Komposisi Produk

Bacalah label komposisi makanan dengan teliti. Jika ragu, hindari produk tersebut.

5. Waspadai Lemak Campuran

Beberapa produk makanan menggunakan campuran lemak tumbuhan dan hewan. Pilih produk yang mencantumkan “100% lemak nabati” untuk keamanan.

Berikut adalah daftar kode zat tambahan makanan yang haram, lengkap dengan penjelasan arti setiap kode. Daftar ini dibuat untuk membantu Anda mengenali zat-zat yang perlu dihindari dalam makanan dan minuman:

Kode Zat Tambahan Makanan Haram dan Artinya

1. Emulsifier dan Penstabil (E Numbers)

Emulsifier adalah zat yang membantu mencampurkan bahan yang sulit bercampur, seperti air dan minyak. Namun, beberapa emulsifier dibuat dari lemak hewan (termasuk babi) atau sumber haram lainnya.

E120 (Cochineal/Carmine)

Pewarna merah yang berasal dari serangga Cochineal.

E140 (Chlorophyll)

Pewarna hijau alami dari tumbuhan, tetapi bisa dicampur lemak hewan sebagai pelarut.

E141 (Copper Chlorophyll)

Turunan E140, pewarna hijau yang sering mengandung campuran bahan hewani.

E252 (Potassium Nitrate)

Pengawet yang kadang dibuat dari bahan haram.

E422 (Glycerol/Glycerine)

Humektan dan pemanis yang sering dibuat dari lemak babi atau hewan yang tidak disembelih secara halal.

E471 (Mono- dan Digliserida Asam Lemak)

Emulsifier yang bisa berasal dari lemak babi atau hewan yang tidak disembelih secara syariat.

E472 (a,b,c,d,e,f)

Ester asam lemak yang mungkin berasal dari sumber hewani (termasuk babi).

E475 (Polyglycerol Esters of Fatty Acids)

Emulsifier yang sering berasal dari lemak hewani.

E477 (Propylene Glycol Esters of Fatty Acids)

Digunakan dalam makanan panggang, es krim, dan krim kocok, sering berasal dari lemak babi.

E478 (Lactylated Fatty Acid Esters)

Emulsifier yang dapat berasal dari lemak hewani.

E482 (Calcium Stearoyl Lactylate)

Pengemulsi yang sering dibuat dari lemak babi atau hewan lainnya.

E483 (Stearyl Tartrate)

Bahan yang bisa mengandung elemen dari lemak babi.

2. Lemak dan Bahan Terkait

Lemak adalah salah satu bahan yang sering berasal dari hewan, dan tidak semuanya halal.

Lard

Lemak babi. Secara jelas haram dalam Islam.

Shortening (Animal)

Lemak hewani yang tidak dijamin kehalalannya.

Magnesium Stearate

Pengemulsi yang sering berasal dari lemak hewan.

Stearic Acid

Asam lemak yang bisa berasal dari tumbuhan atau hewan, tetapi sering dari babi.

3. Enzim dan Protein Hewani

Enzim sering digunakan dalam proses makanan seperti pembuatan keju, tetapi sumbernya perlu diperhatikan.

Rennet (Cheese)

Enzim dari lambung hewan, bisa berasal dari sapi yang tidak disembelih secara syariat atau babi.

Pepsin

Enzim pencernaan dari babi.

Gelatin

Bahan pengental yang sering dibuat dari tulang atau kulit babi.

Glycerol

Sering berasal dari lemak babi atau hewan tidak halal.

4. Zat Tambahan Lain yang Berpotensi Haram

Zat-zat berikut juga perlu diwaspadai karena sering digunakan dalam industri makanan dengan bahan tidak halal:

E631 (Disodium Inosinate)

Penguat rasa, biasanya berasal dari daging babi atau ikan.

E635 (Disodium Ribonucleotides)

Kombinasi E631 dan E627, sering berasal dari sumber haram.

***

Waspada! Produk Tanpa Label Halal

Selalu cek label produk makanan Anda. Jika tidak ada label halal, periksa komposisi dan kode bahan tambahan seperti yang tercantum di atas. Jika masih ragu, lebih baik dihindari untuk menjaga kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan halal.

Catatan Penting:

  • Produk halal tidak selalu mahal, tetapi membutuhkan ketelitian.
  • Zat tambahan makanan halal tetap harus digunakan sesuai aturan, karena penggunaan berlebihan juga dapat merugikan kesehatan.

Sebagai Muslim, penting untuk memahami kode dan arti zat tambahan makanan yang ada di produk sehari-hari. Memilih makanan halal bukan hanya tentang menghindari yang haram, tetapi juga tentang menjaga kesehatan dan keberkahan dalam hidup.

Selalu cek label, kenali kode bahan tambahan, dan utamakan produk dengan label halal. Makanan yang kita konsumsi adalah bagian penting dari ibadah kita. Jangan biarkan makanan haram merusak amal dan kehidupan kita.

zat tambahan makanan haram berbahaya
Background Image Designed by Freepik

Zat Tambahan Makanan yang Asal-Usulnya Tidak Jelas

Zat tambahan makanan di bawah ini patut diwaspadai karena asal-usulnya tidak diketahui dengan pasti. Sebaiknya hindari penggunaannya untuk menjaga kehati-hatian dalam memilih makanan halal.

1. Cholesterol

Lemak yang secara alami ditemukan dalam tubuh makhluk hidup. Bisa berasal dari sumber hewani seperti babi, sapi, atau ayam. Tanpa keterangan asal yang jelas, kolesterol ini bisa menjadi haram.

2. Diglyceride

Emulsifier yang terbuat dari lemak, baik nabati maupun hewani. Jika berasal dari lemak babi atau hewan yang tidak disembelih sesuai syariat, maka haram.

3. Gelatin

Bahan pengental yang sering dibuat dari tulang dan kulit babi. Jika berasal dari sapi atau kambing, pastikan hewan tersebut disembelih secara halal.

4. Hormones

Digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan hewan atau tanaman. Jika berasal dari babi atau proses non-halal, maka tidak diperbolehkan.

5. Mono Glycerides

Emulsifier yang mirip dengan diglyceride, sering kali berasal dari lemak babi atau hewan lainnya.

6. Animal or Lard Shortening

Lemak hewani, termasuk lemak babi (lard), yang sering digunakan dalam pembuatan kue dan roti. Hindari jika tidak ada keterangan halal.

7. Vegetable Shortening

Lemak nabati yang terkadang dicampur dengan lemak hewani untuk meningkatkan kualitas. Pastikan ada label halal jika menggunakan produk ini.

8. Antioxidant

Zat yang mencegah oksidasi pada makanan, sering kali berasal dari bahan sintetis. Beberapa antioksidan bisa berasal dari lemak babi.

9. Calcium Stearoyl Lactylate

Pengemulsi dan pelembut roti yang dapat berasal dari lemak hewani. Pastikan sumbernya halal.

10. Gum Tragacanth

Bahan pengental alami dari tanaman, tetapi proses produksinya kadang menggunakan bahan hewani sebagai pelarut.

11. Lecithin

Emulsifier yang bisa berasal dari kedelai (nabati) atau kuning telur (hewani). Jika berasal dari telur yang tidak halal, patut dihindari.

12. Polysorbate 60/80

Emulsifier sintetis yang terkadang dibuat dengan bahan dasar lemak hewani.

13. Propylene Glycol

Digunakan sebagai pelarut dalam makanan, minuman, atau kosmetik. Proses produksinya bisa melibatkan bahan yang tidak halal.

14. Alginate/Mono Stearate

Pengental dan pengemulsi yang sering digunakan dalam makanan olahan. Asalnya bisa dari sumber hewani atau nabati.

15. Sodium Lauryl Sulfate

Sering digunakan dalam produk non-makanan, seperti pasta gigi atau sabun. Namun, jika digunakan dalam makanan, pastikan asalnya halal.

16. Sodium Stearate/Stearoyl-2 Lactylate

Emulsifier yang biasanya digunakan dalam roti dan makanan olahan. Jika sumber lemaknya tidak jelas, sebaiknya hindari.

17. Sorbitan Monostearate

Emulsifier yang dapat berasal dari lemak hewani atau nabati. Periksa label halal untuk memastikan.

18. Vanilla

Perisa alami dari biji vanili, tetapi sering dicampur dengan alkohol untuk melarutkan aroma.

19. Vanillin

Perisa sintetis yang menyerupai aroma vanilla. Proses pembuatannya kadang melibatkan bahan yang tidak halal.

20. Whey (Jika Menggunakan Enzim)

Protein susu yang sering digunakan dalam pembuatan keju. Jika enzim yang digunakan berasal dari babi atau hewan non-halal, maka whey ini haram.

21. Yeast (Jika Menghasilkan Alkohol)

Ragi yang digunakan untuk fermentasi. Jika proses fermentasinya menghasilkan alkohol dalam jumlah signifikan, maka hasilnya tidak halal.

Catatan-Catatan Penting

  • Teliti Label Produk: Cek komposisi dan asal-usul bahan pada label emasan. Jika tidak jelas atau mencurigakan, lebih baik hindari.
  • Utamakan Produk dengan Label Halal: Produk dengan sertifikasi halal sudah melalui proses verifikasi bahan dan metode produksi yang aman untuk dikonsumsi Muslim.
  • Produk yang tidak memiliki label halal belum tentu haram. Namun, saya pribadi selalu melihat label halal pada kemasan produk makanan ketika membeli, dan saya selalu tidak jadi beli jika tidak menemukan label halal pada kemasan produk. Saya selalu mengingatkan istri dan anak-anak saya untuk selalu cek label halal ini. Ini dalam rangka berhati-hati.
  • Hindari Keraguan: Dalam Islam, meninggalkan yang meragukan adalah bentuk kehati-hatian untuk menjaga kesucian ibadah.
  • Lemak dan minyak tumbuhan yang tidak berlabel 100% murni, tidak ada jaminan tidak adanya penambahan 5 – 15% lemak binatang. Sebaiknya ini dihindari. Jangan digunakan dalam rangka berhati-hati.
  • Apabila zat tambahan makanan dihasilkan dari binatang yang disembelih dengan cara halal, atau dari tumbuhan, atau asli sintesis yang halal, maka adalah halal. Namun apabila diketahui disembelih dengan cara haram maka tentu saja haram. Jika ragu-ragu maka sebaiknya hindari dan tinggalkan.
  • Sebelum membeli, cek dan teliti produk yang akan Anda beli. Jika Anda menemukan kode seperti kode di atas maka sebaiknya Anda berhati-hati dan hindari. Upaya ini adalah semata-mata untuk menjaga diri Anda dan keluarga dari makanan haram atau minimal diragukan halal dan haramnya. Ini kita lakukan untuk meraih ridho Allah. Meraih ridho Allah dan kecintaan Allah lebih penting dibandingkan selera kita.

    ***

    Awas, Babi Ada di Mana-Mana!

    Video di bawah ini cukup mengejutkan saya. Sebelum menontonnya, Anda harus sadari bahwa zat tambahan makanan yang haram tidak hanya dikaitkan dengan babi saja. Babi hanya salah satunya.

    NB: Maaf, video di atas ada aurat yang terbuka. Saya tampilkan karena kontennya penting dan otentik. Mohon untuk menundukkan pandangan Anda.


    ***

    Referensi:

    • https://rumaysho.com/2185-pengaruh-makanan-yang-haram.html
    • https://rumaysho.com/814-hukum-mengkonsumsi-makanan-yang-tercampur-rhum.html
    • http://www.hidayatullah.com/iptekes/kesehatan/read/2011/03/22/1142/kode-e-pada-makanan-babi.html
    • http://virgianidinihappy.blogspot.co.id/2012/12/info-zat-zat-haram-pada-bahan-tambahan.html
    • https://id.wikipedia.org/wiki/Aditif_makanan
    • https://special.worldofislam.info/Food/numbers.html
    • http://www.halalindia.co.in/ecode.html
    • http://www.muslimconsumergroup.com/e-numbers_list.html
    • http://halalmalaysia.net/HALAL_E-CODES.php
    • http://www.mailofislam.com/e-codes.html
    • http://www.islamforlife.co.uk/haram%20list.htm
    • http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/1412/30/1
    • http://halalcertification.ie/halal/halal-food-guidelines/
    • http://www.artikelsiana.com/2014/10/macam-macam-zat-adiktif-makan-kegunaan-contoh.html

    Cara Membuat Donat yang Empuk dan Mengembang (VIDEO)

    Bagaimana cara membuat donat yang empuk, enak, dan mengembang, kering dan tidak berminyak, juga praktis dan tahan lama?

    Jawabannya ada di video ini. Tuntas! Step by step, mulai dari bahan-bahan (donat ini tanpa kentang loh!) hingga tips agar donat empuk mengembang, dan juga tips agar donat kering dan tidak berminyak. Praktis! dan tentu saja enak banget 🙂

    Mau usaha kuliner jualan donat? cocok banget!

    Bagi Anda yang ingin membuka usaha kuliner donat, tutorial cara membuat donat ini pas banget untuk Anda. Semoga nanti usaha Anda barokah dan berkembang besar ya… aamiin…
    Video cara membuat donat ini diproduksi oleh tim Yufid.TV dalam sajian acara Dapur Yufid. Dipandu oleh chef Agus Jamhari dari Dapur Roti AA Indonesia. Beliau seorang chef yang sangat berpengalaman di bidang kuliner.

    chef agus jamhari dapur roti aa indonesia cara membuat donat praktis
    Yuk LIKE dan SHARE ya apabila tutorial cara membuat donat yang praktis ini bermanfaat untuk Anda.

    Cara Sholat Jenazah Lengkap (VIDEO)

    Cara sholat jenazah singkat & lengkap, gerakan dan bacaannya, untuk laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga dewasa, mulai dari takbir ke-1 hingga takbir ke-4

    Tata cara sholat jenazah pada video ini simpel, ringkas, dan lengkap. Mudah dipelajari dan mudah pula diamalkan. Monggo, silakan ditonton dulu…

    ***

    Ringkasan cara sholat jenazah

    1. Takbiratul ihram (Takbir ke-1).
    2. Membaca ta’awudz (أَعُوّْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ) kemudian membaca basmalah. Tidak perlu membaca istiftah.
    3. Membaca Al-Fatihah.
    4. Takbir ke-2
    5. Membaca shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sama seperti membaca shalawat pada tasyahud akhir dalam shalat fardhu.
    6. Takbir ke-3
    7. Membaca do’a untuk mayit (silakan lihat bacaan do’a sholat jenazah di bawah ini).
    8. Takbir ke-4
    9. Berhenti sejenak, lalu salam ke arah kanan dengan satu kali salam.

    ***

    Di antara bentuk doa untuk jenazah (lihat urutan ke-7 di atas)

    Do’a untuk jenazah laki-laki

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    ALLAHUMMAGHFIRLAHU WAR HAMHU, WA ‘AAFIHI WA’FU ‘ANHU, WA AKRIM NUZULAHU, WAWASSI’ MADKHOLAHU, WAGHSILHU BILMAA-I WAST-TSALJI WALBAROD, WA NAQQIHI MINADZUNUUBI WAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS SAUBUL ABYADHU MINAD DANAS, WA ABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAARIHI, WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHI, WA ADKHILHUL JANNAH, WA A-‘IDHU MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN ‘ADZAABIN NAAR, WAFSAH LAHU FII QOBRIHI, WA NAWWIR LAHU FIIHI

    “Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)

    ***

    Do’a untuk jenazah perempuan

    Diganti kata gantinya (Dhomir) menjadi HA, HU menjadi HA. HI menjadi HA.

    ALLAHUMMAGHFIRLAHA WAR HAMHA, WA ‘AAFIHA WA’FU ‘ANHA, WA AKRIM NUZULAHA, WAWASSI’ MADKHOLAHA, WAGHSILHA BILMAA-I WAST-TSALJI WALBAROD, WA NAQQIHA MINADZUNUUBI WAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS SAUBUL ABYADHU MINAD DANAS, WA ABDILHA DAARON KHOIRON MIN DAARIHA, WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHA, WA ADKHILHAL JANNAH, WA A-‘IDHA MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN ‘ADZAABIN NAAR, WAFSAH LAHA FII QOBRIHA, WA NAWWIR LAHA FIIHI

    ***

    Do’a khusus untuk jenazah anak kecil

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

    ALLAHUMMAJ-‘ALHU LANAA FAROTHON WA SALAFAN WA AJRON

    “Ya Allah! Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami.” (HR. Bukhari secara mu’allaq -tanpa sanad- dalam Kitab Al-Janaiz, 65 bab Membaca Fatihatul Kitab Atas Jenazah 2: 113)

    ***

    Yuk dalami tentang tata cara sholat jenazah

    1. Keutamaan shalat jenazah
    2. Tata cara sholat jenazah (Syaikh Sholeh Al-Fauzan)
    3. Ringkasan pengurusan jenazah

    Anda juga bisa membeli buku Fiqih Jenazah berikut ini di YufidStore.com

    buku sholat jenazah

    Cara Sholat yang Benar Lengkap dengan Bacaannya (VIDEO 4K)

    Video tata cara sholat benar untuk wanita dan laki-laki, dari takbir hingga salam, lengkap dengan bacaannya

    Saya sejak lama menanti-nanti video cara sholat lengkap ini. Alhamdulillah penantian saya usai sudah.

    cara sholat yang benar wanita pria
    Saya sudah menelusuri video-video cara sholat lengkap lainnya di Google dan Youtube, saya dapati video tata cara sholat ini adalah panduan tata cara sholat yang paling bagus kualitasnya:

    1. Video dengan kualitas gambar yang sangat jernih. Bayangkan saja, kualitas videonya 4K. Selain video ini, belum ada video cara sholat lengkap yang dikemas dengan kualitas 4K di Youtube sekarang ini.
    2. Detail. Panduan tata cara sholatnya detail sekali, mulai dari bacaan sholat hingga gerakannya.
    3. Praktis & Mudah. Mudah dipelajari dan mudah pula dipraktekkan pada ibadah kita sehari-hari.
    4. Dilandasi dalil yang shahih (otentik) dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, sholat seperti ini dapat kita namakan cara sholat Nabi.
    5. GRATIS! video ini gratis. Boleh Anda simpan dan sebarkan 🙂

     

    Oh iya… ini dia video cara sholat yang saya maksud di atas

     

    OH YA!
    Bacaan sholat itu ada beberapa macam jenisnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya beberapa jenis bacaan sholat. Jadi, jika setelah nonton video di atas Anda mendapatkan ada bacaan sholat yang berbeda dengan yang biasa Anda amalkan maka Anda harus tenang dulu… tarik napas… tugas Anda adalah mengecek apakah yang selama ini Anda amalkan ada dalilnya dalam Hadis Nabi? jika ada maka lanjutkan… jika belum ketemu dalilnya maka cari lagi… dan tidak ada ruginya jika Anda menghafalkan bacaan sholat yang ada di video dalam rangka mengamalkan sunnah Nabi.

    Belajar sholat lebih lanjut

    Ada website yang insya Allah bagus membahas tentang tata cara sholat Nabi ini. Di website tersebut, setiap gerakan dibahas detail “kenapa begini kenapa begitunya” lengkap dengan dalilnya. Dan bahkan juga membahas kesalahan-kesalahan dalam sholat yang sebaiknya Anda hindari.

    Ini dia websitenya: www.CaraSholat.com
    Semoga info ini bermanfaat. Silakan LIKE dulu ya sebelum SHARE 🙂

    cara sholat lengkap