Mau belajar agama Islam dari nol? tenang… ada lebih dari 8.300 video ceramah agama di 10 channel Youtube yang keren ini! Anda bisa belajar aqidah Islam, belajar cara sholat, praktek ibadah, mendengarkan ceramah agama yang menginspirasi dari para ustadz. Semuanya gratis, boleh Anda tonton, download dan bagikan untuk teman dan saudara Anda.
Apakah Anda pemula yang ingin belajar islam dari dasar, yaitu dari awal, alias dari nol kecil? Tenang… saya juga pemula. Sama seperti Anda. Prinsip kita dalam menuntut ilmu adalah “Newbie Forever”. Ilmu apa saja yang bermanfaat untuk akhirat dan dunia kita…
Alhamdulillah, sekarang ini sudah banyak video ceramah agama dan panduan ibadah di Youtube. Pada tulisan kali ini, saya memilih 10 channel belajar agama Islam di Youtube yang semuanya merupakan channel resmi dari tim dan lembaga pendidikan Islam. Channel yang dikelola oleh tim dan lembaga resmi tentu lebih terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan kontennya.
Beberapa alasan lainnya mengapa saya memilih 10 channel Youtube belajar agama Islam ini
Konten video yang keren menginspirasi. Berkualitas tinggi! mulai dari tema materi yang bagus, para ustadz yang cerdas yang memang lulusan sarjana hingga doktor di bidang syariat Islam.
Kualitas file video yang high quality. Sebagian besar kualitas file video Full HD dan HD, dan bahkan ada yang 4K! semua video digarap serius oleh tim kreatif di baliknya.
Konten video benar-benar asli. Diproduksi sendiri oleh lembaga pendidikan yang mengelola channel tersebut.
Konten video yang terus diupdate secara rutin dari waktu ke waktu. Ini menunjukkan konsistensi tim kreatif yang mengelola 10 channel belajar Islam tersebut.
10 channel ceramah agama keren menginspirasi di Youtube buat Anda yang mau belajar Islam
Yuk kita lihat satu persatu 10 channel keren ini di Youtube.
Data berupa angka yang saya berikan di bawah ini adalah data hari ini, 14 Juli 2016, ketika artikel ini saya posting di website info unik banghen.com ini. Tentu saja semakin lama, dengan izin Allah, 10 channel ini akan terus berkembang besar.
Yufid.TV adalah channel pengajian dan ceramah islam yang sudah lama eksis di Youtube. Sejak 28 Februari 2011. Lihat saja, hari ini sudah ada 4.482 video belajar Islam di channel Yufid.TV ini. Ada video belajar aqidah Islam, cara sholat, belajar tajwid dan tahsin Al-Quran, ceramah pendek, pengajian ceramah agama panjang, ada video-video keren essay movie dan PSA.
Yuk kita tonton sejenak video belajar aqidah islam di bawah ini. Videonya keren banget, masya Allah!
Sekarang Anda bisa mendapatkan kiriman video ceramah agama gratis dari Yufid.TV, langsung di HP Anda.
Anda boleh bergabung di channel Telegram resmi Yufid.TV, pada alamat: https://telegram.me/yufidtv atau Anda bisa search channel tersebut langsung di aplikasi Telegram dengan kata kunci: @yufidtv atau yufidtv (tanpa tanda titik). Sudah ada ratusan video tersedia di channel Telegram YufidTV tersebut. Semuanya bisa Anda download dan bagikan buat teman dan saudara Anda.
Mengapa video Yufid.TV semuanya gratis?
Padahal biaya pembuatan 1 video Yufid.TV lumayan mahal, mulai dari Rp 500.000,- sampai Rp 7.000.000,-. Anda kalikan saja biaya pembuatan 1 video tersebut dengan ribuan video gratis Yufid.TV. Sudah berapa biaya yang dikeluarkan?
Mengapa semua video Yufid.TV digratiskan? karena visi awal Yufid.TV dibentuk adalah dalam rangka memberikan konten pendidikan dan dakwah yang mudah dan gratis untuk semua umat, tidak hanya umat Islam saja.
Yuk tonton sejenak video cara sholat yang lucu menginspirasi di bawah ini.
Yufid.TV dapat biaya dari mana untuk membiayai produksi video ceramah agama?
Yufid.TV punya 2 toko online: YufidStore.com dan Nikimura.com. Dari hasil penjualan 2 toko online tersebut Yufid.TV membiayai operasional mereka. Ditambah dengan pendapatan iklan dan donasi dari para donatur.
Peluang iklan yang gurih di jaringan Yufid
Yufid.TV juga memiliki jaringan website dakwah dengan jumlah pengguna lebih kurang 2 juta pemirsa setiap bulan (lihat www.yufid.org). Jika seluruh pemirsa Yufid.TV, seluruh jaringan website dakwah Yufid, pengguna aplikasi mobile Yufid, seluruh fans jaringan social media Yufid, jika seluruhnya digabung dan dijumlahkan maka ada lebih kurang 4 juta pemirsa.
Peluang apakah yang bisa Anda lihat di sini? tentu saja ini adalah potensi yang besar untuk beriklan di jaringan Yufid. Peluang ini telah “ditangkap” oleh banyak pengusaha untuk beriklan di jaringan Yufid, diantaranya adalah PT Zahir Internasional, perusahaan di balik Zahir Accounting, software akuntansi terbaik di Indonesia. Namun, tidak mudah beriklan di Yufid Network karena seluruh produk yang diiklankan harus produk yang syar’i dan lolos dari review ustadz dewan syariah di Yufid Network.
Betul sekali, Yufid EDU ini juga merupakan channel yang dikelola oleh Yufid Network. Bedanya dengan channel Yufid.TV, konten Yufid EDU adalah untuk segmen para pelajar dan penuntut ilmu yang ingin belajar Islam secara intensif, step by step. Di channel Yufid EDU ada video belajar Matematika, belajar Fisika, Bahasa Arab, belajar huruf hijaiyah, dan kitab-kitab berbahasa arab gundul.
Anda pernah dengar Radio Rodja? Nah, Radio Rodja juga punya TV satelit yang diberi nama: Rodja.TV. Selain lewat parabola, Anda pun bisa menikmati tayangan Rodja.TV secara LIVE di Youtube.
Sama halnya dengan Rodja TV, Surau TV juga merupakan TV dakwah yang dipancarkan lewat satelit. Siaran ceramah agama Surau TV dipancarkan melalui Satelit Palapa di Freq 4014/H/7200.
Jangan dikira Surau TV ini seperti TV lokal di Indonesia pada umumnya. TV ini adalah TV perjuangan dalam dakwah.
Di kantor inilah dakwah Islam dan Sunnah disebarkan ke seluruh dunia. Kantor Surau TV yang sederhana yang bersahaja itu beralamat di jalan Belakang Olo I nomor 5, kota Padang, Sumatra Barat.
Anda dan saya tentunya sungguh beruntung. Kita dapat menikmati video ceramah Islam Surau TV di Youtube. Gratis pula!
Dakwah Islam dan Sunnah semakin berkibar di Bali. Alhamdulillah. Salah satunya disemarakkan oleh tim Bali Mengaji ini. Ceramah Islam yang ada di channel Bali Mengaji ini keren menginspirasi!
Ruziqa TV ini termasuk channel belajar Islam yang cukup aktif. Lihat saja, sudah lebih dari 1.200 video ada di channel ini. Ruziqa TV dikelola oleh tim dakwah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada awalnya tim Ruziqa TV hanya berniat mendokumentasikan pengajian dari masjid ke masjid di Balikpapan. Sekarang, Anda dan saya dapat menikmati “keisengan” tim Ruziqa.TV, yaitu 1.200 video yang tak habis Anda santap dalam sehari 🙂
Kata “Safdah” merupakan singkatan dari “Safari Dakwah”. Pada awalnya, tahun 2014, Safdah TV dibentuk untuk tujuan mendokumentasikan perjalanan safari dakwah yang dilakukan oleh ustadz Badru Salam, Lc. Alhamdulillah hingga saat ini ratusan video belajar Islam berkualitas tinggi dapat Anda pelajari di channel dakwah ini.
Video tata cara sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini saya suka! saya suka!
Suara Al-Iman TV ini adalah channel belajar Islam di Youtube yang dikelola oleh tim Radio Suara Al-Iman 846 AM Surabaya. Yang saya suka dari channel ini adalah koleksi video Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily. Inspiring banget, masya Allah!
Tidak mau kalah dengan Bali, Jakarta pun ikut mengaji. Walaupun sama-sama memakai brand “mengaji”, channel Jakarta Mengaji ini digarap oleh tim yang berbeda dengan tim Bali Mengaji. Videonya keren-keren! masya Allah.
Saya tadinya sllaah keitk ketika mencari channel ini di Youtube. Ingat ya, The Rabbaanians = huruf B ada 2, huruf A ada 2, dan jangan lupa di akhir kata ada huruf S. Onde mande 🙂
Walaupun saat ini (14 Juli 2016) baru ada 33 video di channel ini, namun 33 video ini sudah keren banget, masya Allah! semua video digarap serius, mulai dari proses dokumentasi hingga editing dan uploading di Youtube. Materi video dan ustadz-ustadz yang ada di The Rabbaanians jangan ditanya lagi! keren habis masya Allah! Wajar saja, karena The Rabbaanians ini digarap oleh anak-anak muda yang sudah lama berkecimpung di dunia kreatif video dan iklan TVC.
***
Semoga tulisan ini bermanfaat adanya untuk dunia dan akhirat Anda. Anda boleh LIKE dan SHARE tulisan ini sekarang, agar manfaatnya dapat dirasakan juga oleh teman dan saudara Anda.
Waktu Shalat Dhuha yang baik dan sesuai sunnah mulai pukul berapa dan sampai jam berapa? Bagaimana niat Shalat Dhuha, bacaan Shalat Dhuha, dan tata caranya? Insya Allah akan saya bahas di sini.
***
Waktu Shalat Dhuha Mulai Jam Berapa?
Waktu Shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan meninggi setinggi tombak (kurang lebih setara dengan dua meter dalam pandangan kita). Berdasarkan penjelasan para ulama, waktu ini kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan: “Awal waktu Shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat, yaitu sekitar 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarah al-Arba’in an-Nawawiyah, hal. 289)
Waktu Shalat Dhuha berakhir ketika matahari mendekati posisi tengah langit (sebelum masuk waktu Shalat Dzuhur).
Waktu dimulainya Shalat Dhuha didasarkan pada hadis dari ’Amr bin ’Abasah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Kerjakanlah Shalat Subuh, kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit dan meninggi. Sebab, ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, dan saat itu orang-orang kafir sedang bersujud kepadanya.” (HR. Muslim no. 832, lihat Minhatul ’Allam, 3:347)
Berdasarkan hadis ini, waktu Shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan meninggi sekitar 15 menit, yaitu ketika sudah keluar dari waktu yang dilarang untuk shalat.
***
Waspada Waktu Terlarang Melakukan Shalat!
Mengapa Harus Menunggu 15 Menit Setelah Matahari Terbit?
Kita dianjurkan menunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit sebelum melaksanakan Shalat Dhuha. Hal ini dilakukan agar tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ’anhu, beliau berkata:
“Ada tiga waktu di mana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat atau menguburkan jenazah: (1) ketika matahari terbit hingga meninggi, (2) ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya hingga matahari tergelincir, dan (3) ketika matahari condong hendak tenggelam hingga benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 831)
Oleh karena itu, sebaiknya tunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit, hingga matahari meninggi setinggi tombak (kira-kira setara dengan dua meter dalam pandangan kita), sebelum melaksanakan Shalat Dhuha.
Agar lebih aman, sebaiknya Anda melaksanakan Shalat Dhuha sekitar 20 menit setelah matahari terbit. Tambahkan 5 menit dari estimasi 15 menit setelah terbitnya matahari, sebagai langkah berjaga-jaga agar tidak mendekati waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.
***
Bagaimana Cara Mengetahui Kapan Matahari Terbit?
Cara praktis untuk mengetahui kapan matahari sudah terbit adalah dengan menggunakan jadwal shalat. Biasanya, waktu terbit matahari tercantum dalam jadwal shalat harian. Anda hanya perlu menambah sekitar 15–20 menit dari waktu terbit tersebut untuk memastikan bahwa matahari sudah cukup tinggi sebelum melaksanakan Shalat Dhuha.
Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih detail caranya!
***
Waktu Terbaik Mengerjakan Shalat Dhuha
Kapan Waktu Terbaik untuk Mengerjakan Shalat Dhuha?
Waktu terbaik untuk mengerjakan Shalat Dhuha adalah di akhir waktu dhuha, yaitu ketika matahari sudah mulai terik, menjelang waktu Dzuhur.
Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Al-Qasim As-Syaibani, tatkala Zaid bin Arqam radhiyallahu ’anhu melihat sekelompok orang mengerjakan Shalat Dhuha. Beliau berkata:
“Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sungguh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bersabda:
صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
‘Shalatnya para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.’” (HR. Muslim no. 748)
Dalam hadis ini, shalat para Awwabin yang dimaksud adalah Shalat Dhuha. Kata Awwabin sendiri berarti orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan taat dan penuh penyesalan atas dosa-dosa mereka.
Dengan melaksanakan Shalat Dhuha di waktu terbaik ini, semoga kita termasuk golongan Awwabin yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.
***
Cara Praktis Menentukan Waktu Terbaik Shalat Dhuha
Cara praktis untuk menentukan waktu terbaik Shalat Dhuha adalah dengan melihat jadwal Shalat Dzuhur. Kurangi waktu dzuhur tersebut sekitar 20 menit, karena itu adalah batas akhir waktu Shalat Dhuha.
Sebaiknya, kerjakan Shalat Dhuha sedikit lebih awal sebelum mendekati batas waktu tersebut, agar tidak tergesa-gesa dan tetap memiliki kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah.
***
Waktu-Waktu Terlarang Mengerjakan Shalat
Sebagai pengetahuan tambahan, berikut ini adalah waktu-waktu terlarang mengerjakan shalat. Terkait dengan pembahasan kita tentang waktu Shalat Dhuha, waspadailah waktu terlarang yang no. 2 dan 3:
1. Waktu Terlarang Pertama: Dari setelah shalat Subuh hingga matahari terbit.
2. Waktu Terlarang Kedua: Setelah matahari terbit hingga matahari meninggi setinggi tombak, atau sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.
3. Waktu Terlarang Ketiga: Ketika matahari berada tepat di atas kepala, tidak condong ke timur atau barat, hingga matahari tergelincir ke barat. Waspadai waktu ini kira-kira sekitar 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur.
4. Waktu Terlarang Keempat: Dari setelah selesai Shalat Ashar hingga matahari mulai tenggelam.
5. Waktu Terlarang Kelima: Dari saat matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna.
(Lihat Minhah al-‘Allam fii Syarh Bulugh al-Maram, 2:205. Dikutip dari tulisan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal: Rumaysho.com)
***
Cara Praktis Mengetahui Waktu Shalat Dhuha dengan Jadwal Shalat
Berikut revisi teks Anda agar lebih santai, mengalir, dan rapi sesuai EYD:
Jam Berapa Tepatnya Waktu Shalat Dhuha?
Sebagian pembaca mungkin bertanya, “Jam berapa sih tepatnya waktu Shalat Dhuha?”
Tentu saja, tidak ada angka pasti atau mutlak untuk waktu ini karena setiap daerah dan negara memiliki perbedaan waktu. Misalnya, Anda yang tinggal di wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) tentu akan berbeda dengan mereka yang berada di wilayah Waktu Indonesia Timur (WIT), apalagi jika Anda tinggal di luar negeri.
Namun, ada cara praktis untuk menentukan waktu masuknya Shalat Dhuha, yaitu dengan menggunakan jadwal shalat. Saat ini, banyak sumber yang menyediakan jadwal shalat yang bisa diakses dengan mudah, seperti:
Anda dapat menggunakan jadwal shalat ini sebagai acuan untuk menentukan waktu Shalat Dhuha.
Cara Praktis Menentukan Waktu Shalat Dhuha
Mari kita coba mempraktikkan cara menentukan waktu terbaik melaksanakan shalat Dhuha menggunakan jadwal shalat di bawah ini:
Contoh Penentuan Waktu Shalat Dhuha
Misalnya, Anda tinggal di Yogyakarta, dan sekarang tanggal 11 Juli 2016. Untuk menentukan waktu terbaik melaksanakan Shalat Dhuha, Anda dapat melihat jadwal shalat pada tabel tanggal tersebut.
Pada kolom “Dzuhur”, waktu Shalat Dzuhur tercatat pukul 11:46. Karena waktu terbaik Shalat Dhuha adalah sebelum masuknya waktu dzuhur, Anda dapat mengurangi 20 menit dari waktu tersebut. Hasilnya adalah sekitar pukul 11:26.
Jika Anda ingin melaksanakan Shalat Dhuha pada pukul 11:26, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sekitar 15 menit sebelumnya, yaitu mulai pukul 11:11. Gunakan waktu tersebut untuk berwudhu dan melakukan persiapan lainnya, sehingga Anda dapat melaksanakan Shalat Dhuha dengan khusyuk dan tenang.
Perhatikan Batas Waktu dan Rencanakan Jumlah Rakaat
Jika Anda memilih waktu mendekati akhir shalat Dhuha, misalnya pukul 11:26, maka Anda hanya memiliki waktu kurang dari 5 menit sebelum memasuki waktu terlarang shalat (yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur).
Dengan waktu yang terbatas ini, Anda perlu merencanakan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Jika Anda berencana melaksanakan shalat Dhuha dengan lebih dari 2 rakaat, maka sebaiknya mulailah lebih awal agar tetap memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan shalat dengan tenang dan khusyuk.
Merencanakan waktu dan jumlah rakaat sebelumnya akan membantu Anda menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah Anda.
Perhatikan Batas Waktu dan Rencanakan Jumlah Rakaat
Jika Anda memilih waktu mendekati akhir Shalat Dhuha, misalnya pukul 11:26, maka Anda hanya memiliki waktu kurang dari 5 menit sebelum memasuki waktu terlarang shalat (yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur).
Dengan waktu yang terbatas ini, Anda perlu merencanakan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Jika Anda berencana melaksanakan Shalat Dhuha dengan lebih dari 2 rakaat, maka sebaiknya mulailah lebih awal agar tetap memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan shalat dengan tenang dan khusyuk.
Merencanakan waktu dan jumlah rakaat sebelumnya akan membantu Anda menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah Anda.
***
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha?
Shalat Dhuha memiliki jumlah rakaat minimal dua rakaat. Hal ini didasarkan pada hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, yang berkata:
“Sahabatku terkasih (Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat: berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan dua rakaat Shalat Dhuha, dan mengerjakan Shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa melaksanakan dua rakaat Shalat Dhuha adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.
***
Dalil Lain tentang Shalat Dhuha 2 Rakaat
Dalil lain yang menunjukkan keutamaan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat adalah hadis berikut:
“Setiap pagi hari, ada kewajiban sedekah untuk setiap ruas persendian tulang kalian. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) adalah sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi munkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Semua itu dapat tercukupi dengan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim no. 720)
Hadis ini menunjukkan bahwa Shalat Dhuha dua rakaat memiliki nilai yang besar, setara dengan sedekah untuk setiap ruas persendian kita. Ini adalah bentuk ibadah yang mudah dilakukan, tetapi pahalanya sangat besar di sisi Allah Ta’ala.
***
Berapa Maksimal Rakaat Shalat Dhuha?
Jumlah rakaat Shalat Dhuha tidak dibatasi berapa jumlah maksimalnya. Dalilnya adalah berdasarkan Hadis berikut:
مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى صَلاَةَ الضُّحَى قَالَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ
Mu’adzah pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang berapa jumlah rakaat Shalat Dhuha yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? ‘Aisyah menjawab, “Empat rakaat dan beliau tambahkan sesuka beliau.” (HR. Muslim no. 719)
***
Bagaimana Cara Shalat Dhuha 4 Rakaat atau Lebih?
Jika Anda ingin melaksanakan Shalat Dhuha lebih dari dua rakaat, cara melakukannya adalah dengan mengerjakan dua rakaat kemudian salam, lalu melanjutkan dua rakaat berikutnya dengan cara yang sama, dan seterusnya.
***
Niat Shalat Dhuha
Apa Niat Shalat Dhuha?
Setiap ibadah tentu harus didahului dengan niat, termasuk Shalat Dhuha. Namun, terkait Shalat Dhuha—dan juga shalat lainnya—tidak ada bacaan khusus untuk melafalkan niat. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tidak pernah melafalkan niat dalam shalat beliau.
Niat Shalat Dhuha cukup dilakukan dalam hati saja, dengan tujuan melaksanakan Shalat Dhuha karena Allah Ta’ala. Berdirilah tegak dengan khusyuk, mulailah shalat dengan takbiratul ihram, yaitu membaca: Allaahu Akbar, seperti halnya shalat pada umumnya.
Cara ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, yang menekankan bahwa niat adalah amalan hati, bukan lisan.
***
Bacaan Shalat Dhuha
Bacaan dalam Shalat Dhuha sama seperti bacaan pada shalat fardhu. Tidak ada bacaan khusus setelah membaca surah Al-Fatihah. Anda dapat memilih surah mana saja yang dihafal atau disenangi untuk dibaca setelah Al-Fatihah.
Jika ingin memahami lebih lanjut, Anda dapat membaca dua artikel menarik berikut:
Berikut revisi teks Anda agar lebih rapi, santai, dan mengalir:
Khasiat, Manfaat, dan Keutamaan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang luar biasa. Beberapa di antaranya adalah:
1. Termasuk Wasiat Nabi kepada Umat Islam
Shalat Dhuha adalah salah satu dari tiga wasiat yang Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berikan kepada umatnya. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu:
“Sahabatku terkasih (Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat Shalat Dhuha, dan melakukan Shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Meskipun Shalat Dhuha adalah wasiat penting Rasulullah, hukumnya tetap sunnah dan sangat dianjurkan untuk dirutinkan.
2. Merupakan Sedekah untuk Seluruh Persendian Manusia
Seluruh ruas tulang persendian kita wajib disedekahkan setiap hari. Sedekah ini dapat berupa bacaan tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (laa ilaha illallah), dan takbir (Allahu akbar), serta amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran).
Namun, semua kewajiban sedekah ini dapat tercukupi dengan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Setiap pagi hari ada kewajiban sedekah setiap ruas persendian tulang kalian. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf dan nahi munkar juga adalah sedekah. Semua itu dapat tercukupi dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim no. 720)
3. Memudahkan Urusan di Akhir Siang
Dengan izin Allah, melaksanakan Shalat Dhuha dapat memudahkan urusan orang yang mengamalkannya. Sebagaimana dalam hadis dari Nu’aim bin Hammar al-Ghothofaniy, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.’” (HR. Ahmad 5/286)
4. Shalatnya Ahli Taubat
Shalat Dhuha juga dikenal sebagai shalatnya orang-orang yang bertaubat (Ahli Awwabin). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim)
Dua ulama besar, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahumallah, menjelaskan bahwa shalat yang dimaksud dalam hadis ini adalah Shalat Dhuha.
Semoga keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi untuk kita rutin mengamalkan shalat Dhuha dalam keseharian.
***
KESIMPULAN RINGKAS WAKTU SHALAT DHUHA
Waktu Shalat Dhuha dimulai lebih kurang 15 menit setelah matahari terbit. Namun, sebaiknya Anda melakukan Shalat Dhuha setelah 20 menit dari waktu terbitnya matahari. Ini dalam rangka berjaga-jaga agar tidak persis mendekati waktu terlarangnya shalat.
Waktu yang paling baik untuk mengerjakan Shalat Dhuha adalah pada akhir dari waktu Dhuha. Cara praktis menentukan waktu Shalat Dhuha yang terbaik ini adalah waktu Shalat Dzuhur dikurangi kira-kira 20 menit. Dan ini batas waktu mendekati berakhirnya waktu Shalat Dhuha. Ini berarti waktu Anda hanya kurang dari 5 menit untuk melaksanakan Shalat Dhuha (agar tidak bertabrakan dengan WAKTU TERLARANG SHALAT, yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Shalat Dzuhur). Dengan kisaran waktu ini, sebelumnya Anda sudah mesti merencanakan berapa rakaat Shalat Dhuha yang bisa Anda kerjakan selama kurang dari 5 menit tersebut. Jika Anda merencanakan melaksanakan Shalat Dhuha dalam rakaat yang banyak (lebih dari 2 rakaat) maka Anda bisa rencanakan waktunya lebih awal lagi.
Setiap wilayah pada zona waktu yang berbeda memiliki perbedaan waktu. Oleh karena itu masuk dan berakhirnya waktu dhuha berbeda pada setiap zona waktu.
Cara praktis mengetahui masuk dan berakhirnya waktu Shalat Dhuha di wilayah domisili Anda adalah dengan menggunakan aplikasi jadwal shalat di website lembaga resmi (seperti kemenag: https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat) atau menggunakan berbagai aplikasi jadwal shalat yang tersedia di Google Play (Android) atau Apple App Store.
***
Semoga tulisan tentang waktu Shalat Dhuha ini bermanfaat untuk saya dan Anda.
***
*) Update terbaru artikel waktu Shalat Dhuha ini pada 19 Desember 2024.
***
Referensi waktu Shalat Dhuha dan Tata Cara Shalat Dhuha:
Apakah Anda mencari Jadwal Sholat untuk wilayah Jogja (Yogyakarta) dan sekitarnya untuk hari ini hingga akhir tahun?
Di bawah ini adalah Jadwal Sholat Fardhu (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya) untuk wilayah Jogja (Yogyakarta) hari ini hingga akhir tahun.
Anda juga dapat mengubah menu “Kota” dan “Bulan”. Jadi, Anda pun dapat melihat jadwal sholat selain kota Jogja dan sekitarnya. Silakan lihat keterangannya pada gambar di bawah ini:
Keterangan: 1 dan 2 = link menu untuk mengubah bulan. 3 = link menu untuk mengubah nama kota. Anda juga dapat mencetak (print) jadwal sholat kota Jogja ini dengan cara mengklik tulisan PRINT.
Semoga jadwal sholat untuk kota Jogja dan sekitarnya ini bermanfaat untuk Anda.
Mungkin Anda ingin LIKE dan SHARE info jadwal sholat ini sekarang, agar lebih bermanfaat lagi untuk teman dan keluarga Anda.
Yuk, waspadai zat tambahan makanan (aditif makanan) yang berbahaya dan haram!
Zat tambahan makanan, atau biasa disebut aditif makanan, adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan dalam jumlah kecil. Tujuannya antara lain untuk:
Memperindah tampilan makanan.
Memperkaya cita rasa.
Memperbaiki dan mempercantik tekstur.
Membuat makanan lebih awet sehingga tahan lama.
Namun, tahukah Anda? Tidak semua zat tambahan makanan aman dan halal. Ada yang dibuat dari bahan-bahan haram atau berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Jenis Zat Tambahan Makanan
Zat tambahan makanan dapat dibagi menjadi dua jenis utama:
1. Zat Tambahan Makanan Buatan (Sintetis)
Zat ini dibuat di laboratorium atau pabrik dengan menggunakan bahan kimia. Meski sifatnya mirip dengan bahan alami, zat sintetis ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam skala besar.
Keunggulan zat tambahan makanan sintetis:
Mudah diproduksi dalam jumlah banyak.
Efisien karena hanya membutuhkan takaran kecil.
Tahan lama sehingga ekonomis untuk industri makanan.
Namun, ada risikonya:
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus, dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi, gangguan hormonal, bahkan risiko kanker.
Awas! Zat Tambahan Sintetis Juga Berpotensi Haram
Sebagian zat aditif sintetis dibuat dari bahan haram, misalnya dari babi atau hewan yang tidak disembelih sesuai syariat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengecek asal-usul bahan makanan.
Contoh kode zat tambahan makanan haram yang harus dihindari:
• E120, E471, E472 (a, b, c, d), E476, E482, E635
• Gelatin, Pepsin, Lard (lemak babi)
2. Zat Tambahan Makanan Alami
Zat ini diperoleh langsung dari alam tanpa proses sintetis. Contohnya adalah pewarna alami seperti:
Wortel: Memberikan warna oranye pada makanan seperti selai.
Kunyit: Memberi warna kuning pada nasi kuning sekaligus menambah rasa unik.
Daun suji dan pandan: Memberi warna hijau dan aroma harum pada makanan.
Zat tambahan alami lainnya:
Pemanis alami: Gula tebu, gula aren, gula merah, dan madu.
Pengawet alami: Garam dapur, bawang putih, dan cuka.
Penyedap alami: Garam dapur, bawang putih, cabai, dan gula.
Zat tambahan makanan alami lebih aman, asalkan digunakan dalam takaran yang wajar.
Mengapa Kita Harus Waspada Zat Tambahan Makanan?
Makanan haram bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan spiritual dan ibadah kita. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memperingatkan bahwa makanan haram bisa menyebabkan:
Doa tidak dikabulkan.
Malas beribadah.
Hidup tidak berkah.
Terancam hukuman di akhirat.
Tips Memilih Makanan Halal dan Aman
1. Perhatikan Label Halal
Pastikan produk makanan memiliki sertifikat halal dari lembaga terpercaya seperti MUI.
2. Kenali Kode Zat Tambahan Makanan
Hindari produk dengan kode aditif yang tidak jelas atau berasal dari bahan yang diragukan kehalalannya.
3. Utamakan Bahan Alami
Pilih produk dengan bahan alami yang lebih aman bagi kesehatan dan halal.
4. Cek Komposisi Produk
Bacalah label komposisi makanan dengan teliti. Jika ragu, hindari produk tersebut.
5. Waspadai Lemak Campuran
Beberapa produk makanan menggunakan campuran lemak tumbuhan dan hewan. Pilih produk yang mencantumkan “100% lemak nabati” untuk keamanan.
Berikut adalah daftar kode zat tambahan makanan yang haram, lengkap dengan penjelasan arti setiap kode. Daftar ini dibuat untuk membantu Anda mengenali zat-zat yang perlu dihindari dalam makanan dan minuman:
Kode Zat Tambahan Makanan Haram dan Artinya
1. Emulsifier dan Penstabil (E Numbers)
Emulsifier adalah zat yang membantu mencampurkan bahan yang sulit bercampur, seperti air dan minyak. Namun, beberapa emulsifier dibuat dari lemak hewan (termasuk babi) atau sumber haram lainnya.
• E120 (Cochineal/Carmine)
Pewarna merah yang berasal dari serangga Cochineal.
• E140 (Chlorophyll)
Pewarna hijau alami dari tumbuhan, tetapi bisa dicampur lemak hewan sebagai pelarut.
• E141 (Copper Chlorophyll)
Turunan E140, pewarna hijau yang sering mengandung campuran bahan hewani.
• E252 (Potassium Nitrate)
Pengawet yang kadang dibuat dari bahan haram.
• E422 (Glycerol/Glycerine)
Humektan dan pemanis yang sering dibuat dari lemak babi atau hewan yang tidak disembelih secara halal.
• E471 (Mono- dan Digliserida Asam Lemak)
Emulsifier yang bisa berasal dari lemak babi atau hewan yang tidak disembelih secara syariat.
• E472 (a,b,c,d,e,f)
Ester asam lemak yang mungkin berasal dari sumber hewani (termasuk babi).
• E475 (Polyglycerol Esters of Fatty Acids)
Emulsifier yang sering berasal dari lemak hewani.
• E477 (Propylene Glycol Esters of Fatty Acids)
Digunakan dalam makanan panggang, es krim, dan krim kocok, sering berasal dari lemak babi.
• E478 (Lactylated Fatty Acid Esters)
Emulsifier yang dapat berasal dari lemak hewani.
• E482 (Calcium Stearoyl Lactylate)
Pengemulsi yang sering dibuat dari lemak babi atau hewan lainnya.
• E483 (Stearyl Tartrate)
Bahan yang bisa mengandung elemen dari lemak babi.
2. Lemak dan Bahan Terkait
Lemak adalah salah satu bahan yang sering berasal dari hewan, dan tidak semuanya halal.
• Lard
Lemak babi. Secara jelas haram dalam Islam.
• Shortening (Animal)
Lemak hewani yang tidak dijamin kehalalannya.
• Magnesium Stearate
Pengemulsi yang sering berasal dari lemak hewan.
• Stearic Acid
Asam lemak yang bisa berasal dari tumbuhan atau hewan, tetapi sering dari babi.
3. Enzim dan Protein Hewani
Enzim sering digunakan dalam proses makanan seperti pembuatan keju, tetapi sumbernya perlu diperhatikan.
• Rennet (Cheese)
Enzim dari lambung hewan, bisa berasal dari sapi yang tidak disembelih secara syariat atau babi.
• Pepsin
Enzim pencernaan dari babi.
• Gelatin
Bahan pengental yang sering dibuat dari tulang atau kulit babi.
• Glycerol
Sering berasal dari lemak babi atau hewan tidak halal.
4. Zat Tambahan Lain yang Berpotensi Haram
Zat-zat berikut juga perlu diwaspadai karena sering digunakan dalam industri makanan dengan bahan tidak halal:
• E631 (Disodium Inosinate)
Penguat rasa, biasanya berasal dari daging babi atau ikan.
• E635 (Disodium Ribonucleotides)
Kombinasi E631 dan E627, sering berasal dari sumber haram.
***
Waspada! Produk Tanpa Label Halal
Selalu cek label produk makanan Anda. Jika tidak ada label halal, periksa komposisi dan kode bahan tambahan seperti yang tercantum di atas. Jika masih ragu, lebih baik dihindari untuk menjaga kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan halal.
Catatan Penting:
Produk halal tidak selalu mahal, tetapi membutuhkan ketelitian.
Zat tambahan makanan halal tetap harus digunakan sesuai aturan, karena penggunaan berlebihan juga dapat merugikan kesehatan.
Sebagai Muslim, penting untuk memahami kode dan arti zat tambahan makanan yang ada di produk sehari-hari. Memilih makanan halal bukan hanya tentang menghindari yang haram, tetapi juga tentang menjaga kesehatan dan keberkahan dalam hidup.
Selalu cek label, kenali kode bahan tambahan, dan utamakan produk dengan label halal. Makanan yang kita konsumsi adalah bagian penting dari ibadah kita. Jangan biarkan makanan haram merusak amal dan kehidupan kita.
Zat Tambahan Makanan yang Asal-Usulnya Tidak Jelas
Zat tambahan makanan di bawah ini patut diwaspadai karena asal-usulnya tidak diketahui dengan pasti. Sebaiknya hindari penggunaannya untuk menjaga kehati-hatian dalam memilih makanan halal.
1. Cholesterol
Lemak yang secara alami ditemukan dalam tubuh makhluk hidup. Bisa berasal dari sumber hewani seperti babi, sapi, atau ayam. Tanpa keterangan asal yang jelas, kolesterol ini bisa menjadi haram.
2. Diglyceride
Emulsifier yang terbuat dari lemak, baik nabati maupun hewani. Jika berasal dari lemak babi atau hewan yang tidak disembelih sesuai syariat, maka haram.
3. Gelatin
Bahan pengental yang sering dibuat dari tulang dan kulit babi. Jika berasal dari sapi atau kambing, pastikan hewan tersebut disembelih secara halal.
4. Hormones
Digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan hewan atau tanaman. Jika berasal dari babi atau proses non-halal, maka tidak diperbolehkan.
5. Mono Glycerides
Emulsifier yang mirip dengan diglyceride, sering kali berasal dari lemak babi atau hewan lainnya.
6. Animal or Lard Shortening
Lemak hewani, termasuk lemak babi (lard), yang sering digunakan dalam pembuatan kue dan roti. Hindari jika tidak ada keterangan halal.
7. Vegetable Shortening
Lemak nabati yang terkadang dicampur dengan lemak hewani untuk meningkatkan kualitas. Pastikan ada label halal jika menggunakan produk ini.
8. Antioxidant
Zat yang mencegah oksidasi pada makanan, sering kali berasal dari bahan sintetis. Beberapa antioksidan bisa berasal dari lemak babi.
9. Calcium Stearoyl Lactylate
Pengemulsi dan pelembut roti yang dapat berasal dari lemak hewani. Pastikan sumbernya halal.
10. Gum Tragacanth
Bahan pengental alami dari tanaman, tetapi proses produksinya kadang menggunakan bahan hewani sebagai pelarut.
11. Lecithin
Emulsifier yang bisa berasal dari kedelai (nabati) atau kuning telur (hewani). Jika berasal dari telur yang tidak halal, patut dihindari.
12. Polysorbate 60/80
Emulsifier sintetis yang terkadang dibuat dengan bahan dasar lemak hewani.
13. Propylene Glycol
Digunakan sebagai pelarut dalam makanan, minuman, atau kosmetik. Proses produksinya bisa melibatkan bahan yang tidak halal.
14. Alginate/Mono Stearate
Pengental dan pengemulsi yang sering digunakan dalam makanan olahan. Asalnya bisa dari sumber hewani atau nabati.
15. Sodium Lauryl Sulfate
Sering digunakan dalam produk non-makanan, seperti pasta gigi atau sabun. Namun, jika digunakan dalam makanan, pastikan asalnya halal.
16. Sodium Stearate/Stearoyl-2 Lactylate
Emulsifier yang biasanya digunakan dalam roti dan makanan olahan. Jika sumber lemaknya tidak jelas, sebaiknya hindari.
17. Sorbitan Monostearate
Emulsifier yang dapat berasal dari lemak hewani atau nabati. Periksa label halal untuk memastikan.
18. Vanilla
Perisa alami dari biji vanili, tetapi sering dicampur dengan alkohol untuk melarutkan aroma.
19. Vanillin
Perisa sintetis yang menyerupai aroma vanilla. Proses pembuatannya kadang melibatkan bahan yang tidak halal.
20. Whey (Jika Menggunakan Enzim)
Protein susu yang sering digunakan dalam pembuatan keju. Jika enzim yang digunakan berasal dari babi atau hewan non-halal, maka whey ini haram.
21. Yeast (Jika Menghasilkan Alkohol)
Ragi yang digunakan untuk fermentasi. Jika proses fermentasinya menghasilkan alkohol dalam jumlah signifikan, maka hasilnya tidak halal.
Catatan-Catatan Penting
Teliti Label Produk: Cek komposisi dan asal-usul bahan pada label emasan. Jika tidak jelas atau mencurigakan, lebih baik hindari.
Utamakan Produk dengan Label Halal: Produk dengan sertifikasi halal sudah melalui proses verifikasi bahan dan metode produksi yang aman untuk dikonsumsi Muslim.
Produk yang tidak memiliki label halal belum tentu haram. Namun, saya pribadi selalu melihat label halal pada kemasan produk makanan ketika membeli, dan saya selalu tidak jadi beli jika tidak menemukan label halal pada kemasan produk. Saya selalu mengingatkan istri dan anak-anak saya untuk selalu cek label halal ini. Ini dalam rangka berhati-hati.
Hindari Keraguan: Dalam Islam, meninggalkan yang meragukan adalah bentuk kehati-hatian untuk menjaga kesucian ibadah.
Lemak dan minyak tumbuhan yang tidak berlabel 100% murni, tidak ada jaminan tidak adanya penambahan 5 – 15% lemak binatang. Sebaiknya ini dihindari. Jangan digunakan dalam rangka berhati-hati.
Apabila zat tambahan makanan dihasilkan dari binatang yang disembelih dengan cara halal, atau dari tumbuhan, atau asli sintesis yang halal, maka adalah halal. Namun apabila diketahui disembelih dengan cara haram maka tentu saja haram. Jika ragu-ragu maka sebaiknya hindari dan tinggalkan.
Sebelum membeli, cek dan teliti produk yang akan Anda beli. Jika Anda menemukan kode seperti kode di atas maka sebaiknya Anda berhati-hati dan hindari. Upaya ini adalah semata-mata untuk menjaga diri Anda dan keluarga dari makanan haram atau minimal diragukan halal dan haramnya. Ini kita lakukan untuk meraih ridho Allah. Meraih ridho Allah dan kecintaan Allah lebih penting dibandingkan selera kita.
***
Awas, Babi Ada di Mana-Mana!
Video di bawah ini cukup mengejutkan saya. Sebelum menontonnya, Anda harus sadari bahwa zat tambahan makanan yang haram tidak hanya dikaitkan dengan babi saja. Babi hanya salah satunya.
NB: Maaf, video di atas ada aurat yang terbuka. Saya tampilkan karena kontennya penting dan otentik. Mohon untuk menundukkan pandangan Anda.
Bagaimana cara membuat donat yang empuk, enak, dan mengembang, kering dan tidak berminyak, juga praktis dan tahan lama?
Jawabannya ada di video ini. Tuntas! Step by step, mulai dari bahan-bahan (donat ini tanpa kentang loh!) hingga tips agar donat empuk mengembang, dan juga tips agar donat kering dan tidak berminyak. Praktis! dan tentu saja enak banget 🙂
Mau usaha kuliner jualan donat? cocok banget!
Bagi Anda yang ingin membuka usaha kuliner donat, tutorial cara membuat donat ini pas banget untuk Anda. Semoga nanti usaha Anda barokah dan berkembang besar ya… aamiin…
Video cara membuat donat ini diproduksi oleh tim Yufid.TV dalam sajian acara Dapur Yufid. Dipandu oleh chef Agus Jamhari dari Dapur Roti AA Indonesia. Beliau seorang chef yang sangat berpengalaman di bidang kuliner.
Yuk LIKE dan SHARE ya apabila tutorial cara membuat donat yang praktis ini bermanfaat untuk Anda.
Cara sholat jenazah singkat & lengkap, gerakan dan bacaannya, untuk laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga dewasa, mulai dari takbir ke-1 hingga takbir ke-4
Tata cara sholat jenazah pada video ini simpel, ringkas, dan lengkap. Mudah dipelajari dan mudah pula diamalkan. Monggo, silakan ditonton dulu…
***
Ringkasan cara sholat jenazah
Takbiratul ihram (Takbir ke-1).
Membaca ta’awudz (أَعُوّْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ) kemudian membaca basmalah. Tidak perlu membaca istiftah.
Membaca Al-Fatihah.
Takbir ke-2
Membaca shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sama seperti membaca shalawat pada tasyahud akhir dalam shalat fardhu.
Takbir ke-3
Membaca do’a untuk mayit (silakan lihat bacaan do’a sholat jenazah di bawah ini).
Takbir ke-4
Berhenti sejenak, lalu salam ke arah kanan dengan satu kali salam.
***
Di antara bentuk doa untuk jenazah (lihat urutan ke-7 di atas)
ALLAHUMMAGHFIRLAHU WAR HAMHU, WA ‘AAFIHI WA’FU ‘ANHU, WA AKRIM NUZULAHU, WAWASSI’ MADKHOLAHU, WAGHSILHU BILMAA-I WAST-TSALJI WALBAROD, WA NAQQIHI MINADZUNUUBI WAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS SAUBUL ABYADHU MINAD DANAS, WA ABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAARIHI, WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHI, WA ADKHILHUL JANNAH, WA A-‘IDHU MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN ‘ADZAABIN NAAR, WAFSAH LAHU FII QOBRIHI, WA NAWWIR LAHU FIIHI
“Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)
***
Do’a untuk jenazah perempuan
Diganti kata gantinya (Dhomir) menjadi HA, HU menjadi HA. HI menjadi HA.
ALLAHUMMAGHFIRLAHA WAR HAMHA, WA ‘AAFIHA WA’FU ‘ANHA, WA AKRIM NUZULAHA, WAWASSI’ MADKHOLAHA, WAGHSILHA BILMAA-I WAST-TSALJI WALBAROD, WA NAQQIHA MINADZUNUUBI WAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS SAUBUL ABYADHU MINAD DANAS, WA ABDILHA DAARON KHOIRON MIN DAARIHA, WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHA, WA ADKHILHAL JANNAH, WA A-‘IDHA MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN ‘ADZAABIN NAAR, WAFSAH LAHA FII QOBRIHA, WA NAWWIR LAHA FIIHI
ALLAHUMMAJ-‘ALHU LANAA FAROTHON WA SALAFAN WA AJRON
“Ya Allah! Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami.” (HR. Bukhari secara mu’allaq -tanpa sanad- dalam Kitab Al-Janaiz, 65 bab Membaca Fatihatul Kitab Atas Jenazah 2: 113)
Video dengan kualitas gambar yang sangat jernih. Bayangkan saja, kualitas videonya 4K. Selain video ini, belum ada video cara sholat lengkap yang dikemas dengan kualitas 4K di Youtube sekarang ini.
Detail. Panduan tata cara sholatnya detail sekali, mulai dari bacaan sholat hingga gerakannya.
Praktis & Mudah. Mudah dipelajari dan mudah pula dipraktekkan pada ibadah kita sehari-hari.
Dilandasi dalil yang shahih (otentik) dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, sholat seperti ini dapat kita namakan cara sholat Nabi.
GRATIS! video ini gratis. Boleh Anda simpan dan sebarkan 🙂
Oh iya… ini dia video cara sholat yang saya maksud di atas
OH YA!
Bacaan sholat itu ada beberapa macam jenisnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya beberapa jenis bacaan sholat. Jadi, jika setelah nonton video di atas Anda mendapatkan ada bacaan sholat yang berbeda dengan yang biasa Anda amalkan maka Anda harus tenang dulu… tarik napas… tugas Anda adalah mengecek apakah yang selama ini Anda amalkan ada dalilnya dalam Hadis Nabi? jika ada maka lanjutkan… jika belum ketemu dalilnya maka cari lagi… dan tidak ada ruginya jika Anda menghafalkan bacaan sholat yang ada di video dalam rangka mengamalkan sunnah Nabi.
Belajar sholat lebih lanjut
Ada website yang insya Allah bagus membahas tentang tata cara sholat Nabi ini. Di website tersebut, setiap gerakan dibahas detail “kenapa begini kenapa begitunya” lengkap dengan dalilnya. Dan bahkan juga membahas kesalahan-kesalahan dalam sholat yang sebaiknya Anda hindari.
Ini dia websitenya: www.CaraSholat.com
Semoga info ini bermanfaat. Silakan LIKE dulu ya sebelum SHARE 🙂
Tak disangka, ternyata ada riba pada jasa tukar uang baru lebaran.
“Jasa” tukar uang baru lebaran adalah bisnis yang trending di setiap tahunnya di kota-kota besar di Indonesia. Demand dan kebutuhan terhadap uang baru meningkat menjelang lebaran. Orang-orang menukar uang yang lama dengan uang yang baru untuk nantinya dijadikan hadiah bagi keluarga dan sanak saudara. Setiap ada demand dan kebutuhan maka di situlah ada peluang bisnis. Katanya sih ini “jasa”, namun pada hakikatnya ini adalah “jual beli uang”. Business is business… iya donk!
Masalahnya…
Yang jadi masalah, jual beli ini dilakukan pada mata uang yang sama; rupiah dengan rupiah, dengan mengambil untung dari selisih nilai tukar, yang katanya sih ini adalah “jasa”. Nah, kelebihan inilah RIBA. Padahal aturan syariat yang seharusnya untuk tukar menukar uang pada mata uang yang sama haruslah:
Nilainya harus sama. Rp 10.000,- haruslah ditukar dengan 2 lembar Rp 5.000,-, atau 10 lembar Rp 1.000,-
Tunai. Harus ditukar pada saat itu juga dan tidak boleh tertunda atau disusul besok penyerahannya.
Beda cerita jika rupiah ditukar dengan dolar atau mata uang asing lainnya. Ini harus tunai, meskipun jumlahnya berbeda. Misal, $5 ditukar dengan Rp 69.000. Ini boleh, yang penting tunai.
Di bawah ini ada video yang menjelaskan tentang permasalahan ini secara ringkas, padat, dan simpel.
Yuk belajar lagi…
Jika Anda baru tahu tentang fakta di atas, sama, saya juga baru tahu. Yuk belajar lagi. Anda boleh baca-baca beberapa artikel di bawah ini:
Kerja di bank itu kelihatannya kayak-kayak keren gitu ya? Ada orang yang niat banget kerja di bank, sampai-sampai diniatin sejak awal kuliahnya ngambil jurusan yang berbau bank; mulai dari jurusan keuangan hingga perbankan! Walaupun pada kenyataannya para lulusan yang berbau bank tersebut akhirnya juga gak diterima kerja di bank.
Kalo itu pengalaman kamu, justru kamu harus bersyukur, karena ternyata bank itu menyimpan fakta terselubung. Apa itu? yuk dong kita tonton video berikut ini.
Ingin tahu lebih jauh tentang hukum kerja di bank menurut syariah? yuk baca artikel di bawah ini:
Kamu sedang cari asuransi kesehatan terbaik? atau asuransi mobil yang terbaik? asuransi pendidikan yang bagus buat anak-anak Anda? Kayaknya kamu harus nonton video asuransi ini, karena… tidak disangka ternyata asuransi menyimpan 3 rahasia terselubung yang dahsyat: Judi, Riba, dan Ghoror.
Video asuransi yang unik ini adalah salah satu karya Yufid.TV yang sempat populer di Facebook dan Youtube. Garapannya asyik, pesannya simpel, dan cara penyampaiannya lucu dan unik. Jadilah video yang keren ini, masya Allah 🙂
Kamu mau tahu banyak tentang asuransi? yuk baca artikel-artikel di bawah ini: