Bacaan sholat dan artinya yang kita pelajari ini adalah surat al-Fatihah dan artinya. Lengkap dengan tulisan arab untuk lafadz aslinya. Ditambah tulisan latin untuk lafadz bacaannya, khusus bagi Anda yang belum bisa membaca tulisan arab. Tidak itu saja, bahkan lengkap pula dengan terjemahannya.
Saya sudah membuat video bacaan sholat dan artinya untuk surat al-Fatihah artinya ini di channel Youtube banghen.com. Video al-Fatihah dan artinya ini adalah seri pertama untuk rangkaian video bacaan sholat lengkap. Bacaan sholat lengkap tersebut insya Allah terdiri bacaan sholat yang wajib, seperti al-Fatihah, hingga bacaan sholat yang lainnya.
Tujuan dari pembuatan bacaan sholat lengkap ini adalah agar ibadah sholat kita menjadi lebih khusyu’ dikarenakan kita dapat memahami makna bacaan sholat yang kita amalkan. Oleh karena itu, setiap bacaan sholat dilengkapi dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Selain itu, mudah-mudahan dapat membantu saudara saya semuanya untuk membaca bacaan sholat dengan bacaan sholat yang benar, atau minimal dapat mengurangi kesalahan dalam pengucapan dan tajwidnya. Sehingga ini membuat kita menjadi bertambah khusyu’ kita dalam menunaikan ibadah sholat; baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah.
Yuk sekarang kita mulai belajar bacaan sholat seri yang pertama, yaitu surat al-Fatihah dan artinya. Berikut ini video bacaan sholat dan artinya seri pertama: al-Fatihah dan artinya.
Video bacaan sholat dan artinya ini merupakan pelengkap video cara sholat Nabi Muhammad dan praktik sholat sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu video bacaan sholat dalam rangkaian serial bacaan sholat lengkap dan artinya (lengkap dengan tulisan dan terjemahannya) ini dapat Anda praktekkan pada sholat fardhu (atau sholat wajib) Anda. Dan juga pada sholat sunnah yang Anda kerjakan. Karena pada dasarnya bacaan sholat wajib dan dan sholat sunnah secara umum sama (kecuali beberapa sholat sunnah tertentu). Mudah-mudahan video ini menambah khazanah perpustakan digital online melengkapi video bacaan sesuai sunnah yang lainnya.
Surat al-Fatihah dengan penggalan-penggalannya tanpa terjemahan, agar mudah Anda hafalkan.
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN
Yuk ulangi membacanya hingga tiga kali. Setelah itu kita belajar arti bacaan surat al-Fatihah.
***
Surat al-Fatihah dan artinya dengan penggalan-penggalannya (dalam bentuk gambar):
***
Teks Bacaan al-Fatihah dan Artinya
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
ALHAMDU LIL-LAAHI ROB-BIL ‘AALAMIIN
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
AR-ROHMAA-NIR-ROHIIM
Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
MAALIKI YAU-MID-DIIN
Yang menguasai Hari Pembalasan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
IYYAA-KA NA’-BUDU WA IYYAA-KA NAS-TA-‘IIN
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
IHDI-NASH SHIROO-THOL MUSTAQIIM
(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
SHIROO-THOL LADZII-NA AN-‘AM-TA ‘ALAI-HIM
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
***
Semoga bacaan surat al-Fatihah dan artinya ini, yang merupakan rangkaian serial bacaan sholat lengkap, bermanfaat untuk kita semua.
Waktu mustajab berdoa & doa yang dikabulkan Allah pada waktu-waktu mustajab ini.
Ada banyak sekali waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah. Jika kita berdoa pada waktu-waktu mustajab tersebut maka peluang terkabulnya doa lebih besar dibandingkan pada waktu-waktu selainnya.
***
Berikut ini 10 waktu mustajab untuk berdoa. 10 waktu mustajab ini adalah waktu yang mudah kita jumpai sehari-hari. Mudah pula kita amalkan. Selain 10 waktu mustajab ini, tentu ada banyak waktu-waktu mustajab lainnya. Insya Allah di lain kesempatan kita akan mempelajari dan mengamalkannya.
***
(1) Waktu mustajab berdoa pada sepertiga malam terakhir
“Waktu yang mana Allah sangat dekat dengan seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah, an-Nasa’i, dan al-Hakim)
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sholat tahajud dan berdoa kepada Allah.
“Bangunlah (untuk melakukan sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. al-Muzzamil: 2-3)
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah Sholat Tahajud, sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. al-Isra’: 79)
Kapan waktu sepertiga malam yang terakhir itu?
Waktu malam dihitung sejak tenggelamnya matahari (yaitu sejak waktu maghrib) hingga terbit fajar (yaitu waktu subuh). Jika waktu maghrib kira-kira pukul 18:00 dan waktu subuh pukul 04:00, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 00:30 dini hari.
***
(2) Waktu mustajab berdoa pada akhir Sholat Fardhu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
جاء رجلٌ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، فقال : أيُّ الصلاة أفضل ؟
قال جوفُ الليل الأوسط قال : أيُّ الدُّعاء أسمع ؟ قال: دُبر المكتوبات
Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sholat apa yang paling baik?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sholat di tengah malam”. Lalu laki-laki tersebut bertanya kembali, “Doa apa yang paling didengar?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Doa di akhir sholat fardhu.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya, Jami’ ‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 143-144)
Doa berikut dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhir sholat fardhu,
“Allaahumma inni a-’uudzu bika minal jubni, wa a-’uudzu bika an arudda ila ardzalil ‘umuri, wa a-’uudzu bika min fitnatit dunyaa wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri [artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari sikap pengecut di medan perang, dari jeleknya keadaan di masa tua, dari godaan dunia yang menggiurkan dan dari siksa kubur].” (HR. al-Bukhari no. 2822)
Makna lafadz “dubur sholat” pada Hadis tersebut, di sini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengartikan di akhir sholat sebelum salam. Dan ada pula yang mengartikan setelah selesai sholat (setelah salam).
Dalil tentang berdoa di akhir sholat, yaitu sebelum salam adalah Hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berikut ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan al-Masih ad-Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. an-Nasa’i no. 1310. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa Hadis ini shahih)
Doa pada akhir sholat, yaitu sebelum salam (karena masih di dalam sholat), hendaklah berdoa dengan doa yang berasal dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada banyak sekali doa di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(3) Waktu mustajab berdoa diantara waktu adzan dan iqomat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu. Jika bertepatan waktu itu ada seorang muslim yang berdoa kepada Allah meminta kebaikan dalam perkara dunia maupun akhirat, maka Allah akan kabulkan doanya. Waktu itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Oleh karena itu, sering-seringlah memanjatkan doa kepada Allah. Bisa jadi ketika Anda memanjatkan doa bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa.
***
(5) Waktu mustajab berdoa pada saat turun hujan
Hujan adalah rahmat dan nikmat dari Allah. Diantara nikmatnya turun hujan adalah doa pada saat turun hujan adalah doa yang mustajab.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Ada 2 doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR al-Hakim, 2534, dishahihkan al-Albani di Shahih al-Jami’, 3078)
***
(6) Waktu mustajab berdoa pada waktu ashar di hari Jumat
Hadis dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah akan berikan apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar.” (HR. Ahmad 7631 dan dinilai shahih Syuaib al-Arnauth)
***
(7) Waktu mustajab berdoa ketika sujud dalam sholat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Keadaan yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa (ketika sujud dalam sholat).” (HR. Muslim)
Berdoa ketika sujud dalam sholat sebaiknya dengan menggunakan doa-doa yang ada di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini juga dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(8) Waktu mustajab berdoa ketika terbangun dari tidur di tengah malam, kemudian berdzikir dengan dzikir yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Barang siapa yang bangun di malam hari, lalu ia mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, alhamdulillaah, wa subhaanallaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa hawla walaa quwwata illaa billaah’ (artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.) Kemudian ia berkata: Allahummagh firlii (artinya: Ya Allah, ampunilah aku.) Atau ia berdoa, maka doanya akan dikabulkan Allah, dan jika ia berwudhu dan sholat, maka akan diterima sholatnya.” (HR. al-Bukhari dan at-Tirmidzi)
***
(9) Waktu mustajab untuk berdoa ketika seseorang tidur dalam keadaan suci, kemudian dia terbangun di malam hari dan berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim yang tidur setelah berdzikir dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun di malam hari, kemudian berdoa kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
***
(10) Doa mustajab adalah dengan menyertakan doa Nabi Yunus setiap kali berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa Dzun Nuun ketika berdoa dalam perut ikan adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhoolimiin.’ (artinya: ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.’) Sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengannya kecuali Allah akan kabulkan.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Bagaimana cara mengamalkan doa Nabi Yunus ini?
Setiap kali Anda berdoa dengan doa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat maka bacakanlah doa Nabi Yunus ini terlebih dahulu. Sertakan doa Nabi Yunus ini dalam setiap doa-doa Anda. Maka, dengan izin Allah, doa Anda mustajab dan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.
Demikianlah 10 waktu mustajab berdoa. Semoga dapat kita amalkan.
Doa untuk orang tua (yaitu doa untuk ibu dan bapak) yang akan kita pelajari ini, insya Allah, adalah doa untuk orang tua yang shahih. Tentu saja, karena bersumber dari al-Quran, kalamullah. Saya sudah berupaya mencari doa untuk orang tua dari Hadis Nabi, namun hingga saat ini belum menemukannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan ilmu dan kemampuan saya.
Latar belakang penulisan doa untuk kedua orang tua ini
Beberapa waktu lalu, saudara saya Remond Joey, seorang pemirsa channel banghen.com di Youtube, beliau bertanya tentang apa doa yang shahih untuk kedua orang tua. Oleh karena itu, saya kemudian termotivasi untuk menyusun tulisan ini. Hingga tahulah saya bahwa doa untuk orang tua yang selama ini kita amalkan ternyata berasal langsung dari al-Quran. Wallahu a’lam…
Renungan dan Motivasi untuk Berbakti kepada Orang Tua dari al-Quran
Sebelum kita membahas tiga doa untuk Ibu dan Bapak, yuk kita merenungkan firman Allah Taala berikut ini:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra’: 23)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra’: 24)
Lihatlah kedua ayat al-Quran yang saya bacakan tadi. Betapa istimewa dan pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua; kepada ibu dan bapak kita. Sampai-sampai Allah abadikan perintah berbuat baik kepada orang tua ini pada beberapa ayat di dalam al-Quran.
***
Berbuat baik kepada orang tua adalah adalah amalan yang dicintai Allah
Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah. Kita dapat melihat buktinya pada Hadis dari sahabat Nabi ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,
“Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.”
Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)
***
Doa untuk orang tua dalam al-Quran
Diantara bentuk bakti seorang anak yang shaleh kepada orang tuanya adalah dengan mendoakan keduanya. Baik itu selama kedua orang tua kita masih hidup, maupun setelah keduanya meninggal dunia. Jadi, doa untuk ibu dan bapak ini adalah doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal ataupun terlebih-lebih lagi kita panjatkan kepada Allah untuk kedua orang tua kita yang masih hidup.
Berikut ini tiga doa untuk kedua orang tua. Ketiga doa untuk orang tua ini adalah doa terbaik untuk ibu dan bapak kita, karena semuanya bersumber dari al-Quran kalamullah.
***
Doa untuk orang tua yang pertama: Surat al-Isra ayat 24
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
ROBBIRHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHO-GHIIROO
“Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 24)
***
Doa untuk orang tua yang kedua: Surat Ibrahim ayat 41
“Wahai Tuhanku. ampunilah aku, ibu bapakku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28)
Demikianlah tiga doa untuk orang tua yang berasal dari al-Quran. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan.
***
VIDEO DOA UNTUK ORANG TUA
Saya sudah membuatkan video book doa untuk ibu bapak ini. Video ini ada di channel banghen.com di Youtube. Silakan simak videonya berikut ini:
***
REFERENSI DOA UNTUK ORANG TUA
-Doa & Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Quran dan as-Sunnah, ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i
-https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html
-https://rumaysho.com/480-ibu-ayah-aku-ingin-meraih-surga.html
-https://konsultasisyariah.com/20268-20268.html
-https://islamqa.info/id/46698
-https://rumaysho.com/11752-cara-berbakti-pada-orang-tua-setelah-mereka-tiada.html
-https://muslimah.or.id/5753-berbakti-kepada-kedua-orang-tua.html
Jual Poster Pendidikan Anak Usia Dini (Poster Huruf Hijaiyah, Abjad Alphabet, Wudhu, Sholat)
Tak terasa, sudah 5 tahun saya menjual poster pendidikan anak usia dini: Ada poster huruf hijaiyah, poster abjad/alphabet latin (belajar huruf kecil & huruf besar/kapital), poster wudhu (belajar wudhu untuk perempuan & laki-laki), poster sholat, poster buah-buahan, poster hewan, poster mengenal warna, poster perkalian, poster belajar angka (1 – 10 & 1 – 100), poster doa dan dzikir setelah sholat (termasuk dzikir pagi dan petang), poster makhorijul huruf Syaikh Ayman Swaid.
Nanti ya, insya Allah, di bagian bawah akan saya beritahu setiap poster yang saya jual, lengkap dengan foto dan sedikit deskripsinya.
***
Info singkat poster edukasi pendidikan anak usia dini LumaLumi.com:
Jenis kertas: ivory 260gr
Warna: putih
Ukuran kertas: A3
Harga: @Rp 12.000,-
Kontak Customer Service: +6285878587822
***
Bagaimana cara membeli poster pendidikan anak usia dini (paud) yang saya jual? Berikut ini ketentuannya:
Harga @Rp 12.000,- (harga belum termasuk ongkos kirim dari Yogyakarta)
Beli minimal 3 lembar poster (boleh pilih mau poster apa saja)
Diskon 40% bagi Anda yang beli poster minimal 50 lembar.
Hubungi CS kami (via WA only): 085878587822
Jika nomor di atas slow response maka silakan segera menghubungi no: 081578958484
Jika kedua nomor di atas slow response maka silakan menghubungi email: store@yufid.com
Jika salah satu dari 3 kontak di atas sudah merespon maka lanjutkan order Anda HANYA DENGAN SALAH SATU NOMOR SAJA.
Berikut ini adalah daftar seluruh poster pendidikan anak usia dini (paud) LumaLumi.com. Insya Allah daftar poster pendidikan ini akan kami perbaharui jika ada penambahan poster yang baru.
***
1. Poster Huruf Hijaiyah
***
2. Poster Abjad/Alphabet Latin (belajar huruf kecil dan huruf besar/kapital)
***
3. Poster Belajar Wudhu (BOY)
***
4. Poster Belajar Wudhu (GIRL)
***
5. Poster Belajar Sholat Nabi
***
6. Poster Buah-Buahan
***
7. Poster Binatang/Hewan dalam Al-Quran
***
8. Poster Mengenal Warna
***
9. Poster Perkalian
***
10. Poster Belajar Angka 1-10
***
11. Poster Belajar Angka 1-100
***
12. Poster Doa & Dzikir Pagi Petang (disertai Dzikir Setelah Sholat)
***
13. Poster Abjad/Alphabet Latin (khusus huruf kecil/small case)
Doa sebelum wudhu dan doa setelah wudhu yang akan kita pelajari kali ini adalah doa wudhu yang benar, yaitu bersumber dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.
Sebelumnya, saya sudah membuat video doa setelah wudhu, untuk memudahkan Anda mempelajari bacaan doa setelah wudhu. Pada video doa sebelum dan sesudah wudhu ini saya sertakan tulisan arab dan tulisan latinnya, untuk memudahkan Anda yang belum bisa membaca tulisan arab.
Doa Niat Wudhu
Pada video doa dan bacaan setelah wudhu ini pula saya bahas sekilas tentang niat wudhu dan doa sebelum wudhu. Saya bahas hanya sekilas karena memang tidak butuh penjelasan panjang.
Apa doa niat wudhu? Niat adalah amalan hati, bagian terpenting dalam setiap ibadah. Setiap ibadah itu tergantung dari niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya.
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : (إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه) رواه البخاري ومسلم في صحيحهما .
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khaththab radhiallahu ’anhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ’Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya tertuju pada apa yang dia tuju.’” (HR. al-Bukhari & Muslim)
Niat Diikrarkan dalam Hati
Apa bacaan dan doa niat wudhu? Jika yang Anda maksud melafazkan niat seperti ucapan “nawaitul wudhuu-a” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan doa niat wudhu, dan tidak pernah pula beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melafazkan bacaan doa niat untuk shalat-shalat yang beliau kerjakan.
Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:
“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)
Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu hadis saja di hadapan beliau tentang melafazkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafazkan niat ini.
Jika Anda hendak berwudhu, hendaklah terlebih dahulu berniat di dalam hati. Kemudian bacalah: bismillah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ الله عَلَيْهِ
“Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. At-Tirmidzi no. 26)
Tata Cara Berwudhu
Bagi Anda yang ingin mengetahui tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya sarankan untuk mencarinya di channel youtube Yufid.TV (youtube.com/yufid) atau di search engine islami www.yufid.com yang menggunakan teknologi yang dimiliki oleh Google.com
Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang bertaubat dan bersuci.”
Dalil doa setelah wudhu tersebut adalah Hadis Nabis shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:
Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin [Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hambaMu yang rajin bertaubat dan menyucikan diri], maka Allah akan bukakan untuknya delapan pintu surga yang boleh dia masuki dari pintu mana saja.” (HR. At-Tirmidzi: 55)
[2] Doa Setelah Wudhu yang Kedua:
Selain doa tersebut, masih ada satu doa lainnya, yaitu:
“Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, halaman; 173 dan lihat Irwa’ul Ghalil: 1/135 dan 2/94)
Semoga tulisan ringkas tentang doa niat wudhu, doa sebelum wudhu, dan doa setelah wudhu, yang benar dan bersumber dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bermanfaat untuk Anda.
Asmaul Husna dan artinya yang saya susun pada tulisan ini tidak hanya 99 Asmaul Husna, namun berjumlah 110 Asmaul Husna. Asmaul Husna beserta artinya ini saya lengkapi juga dengan MP3 dan PDF.
Artikel Asmaul Husna dan artinya ini pun sudah saya jadikan Video Book. Di video Asmaul Husna beserta artinya tersebut saya lengkapi dengan tulisan latin dan artinya. Setiap Asmaul Husna saya bacakan dengan pelan agar mudah untuk dipahami, dihafalkan, dan diamalkan.
VIDEO ASMAUL HUSNA LONG VERSION (34 Menit)
VIDEO ASMAUL HUSNA SHORT VERSION (20 Menit)
Belajar Asmaul Husna dan Artinya
Sobat, pada pertemuan kita kali ini insya Allah kita akan belajar mengenal Asmaul Husna dan artinya. al-Asmaaul Husnaa, atau yang lebih populer kita kenal dengan penyebutan Asmaul Husna adalah 99 nama dan sifat Allah yang sangat indah, yang keindahannya mencapai puncak kesempurnaannya. Di pertengahan video Asmaul Husna ini insya Allah kita akan membahas satu persatu Asmaul Husna dan artinya.
Jika kita merujuk pada tulisan aslinya:
الأسْمَاءُ الْحُسْنَى
Maka lebih tepat kiranya jika kita menyebutnya dengan sebutan: al-Asmaaul Husnaa
Namun dikarenakan yang lebih populer di masyarakat adalah istilah Asmaul Husna, maka kali ini kita akan menggunakan istilah “Asmaul Husna”, agar lebih akrab di telinga dan lebih mudah dipahami.
Asmaul Husna MP3 & Asmaul Husna PDF
Saya juga menyediakan Asmaul Husna beserta artinya ini dalam bentuk MP3 dan PDF.
Jika Anda ingin tahu apa arti setiap nama pada 99 Asmaul Husna, insya Allah di pertengahan artikel ini kita akan bahas satu persatu. Namun sebelumnya, saya mohon Anda ikuti artikel ini dari awal ya… karena ini penting sekali untuk memantapkan pemahaman dasar kita terhadap Asmaul Husna dan artinya ini.
Allah Ta’ala berfirman di dalam al-Quran, Surat al-A’raaf ayat 180:
“Hanya milik Allah Asmaul Husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-A’raaf: 180)
***
Arti al-Asmaaul Husna (الأسْمَاءُ الْحُسْنَى)
الأسْمَاءُ الْحُسْنَى terdiri dari dua kata:
al-Asmaa’ (الأسْمَاءُ) = nama-nama
al-Husnaa (الْحُسْنَى) = yang sangat indah, yang keindahannya mencapai puncak kesempurnaan.
Jadi, Asmaul Husna artinya adalah nama-nama Allah yang indah yang keindahannya mencapai puncak kesempurnaan (Maha Indah)
“Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghitungnya (atau dalam makna yang lain: menghafalnya/memahaminya) maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 2736, Muslim, no. 2677 dan Ahmad, no. 7493)
Maksudnya adalah Allah memiliki nama-nama yang maha indah yang sangat banyak. Tidak ada seorang pun yang tahu berapa banyak jumlah Asmaul Husna. Dan diantara sekian banyak Asmaul Husna tersebut ada 99 Asmaul Husna yang telah Allah beritahu hamba-Nya melalui al-Quran dan Hadis Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan barangsiapa yang “menghitung” (menghafal/memahaminya) 99 Asmaul Husna tersebut maka dia akan masuk surga.
Apa yang dimaksud dengan “menghitung” Asmaul Husna tersebut? insya Allah nanti kita akan membahasnya nanti.
Dalil bahwa Asmaul Husna sangat banyak, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui semuanya kecuali Allah adalah sebagai berikut.
Anda masih ingat salah satu doa setelah sholat tahajud?
ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK, WA BI-MU’AAFATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A-‘UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)
“…..Aku tidak bisa menyebut (menghitung/membatasi) semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”
Itulah doa yang sangat terkenal sekali, terutama bagi Anda yang sering mengamalkan doa tersebut setiap Anda sholat tahajud. Di doa tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa beliau tidak mampu menyebut (menghitung/membatasi) pujian untuk Allah.
Oleh karena itu, semua pujian dan sanjungan yang ditujukan kepada Allah, bagaimanapun banyaknya pujian tersebut, bagaimanapun panjang lafadzhnya, maka ketahuilah bahwa kemuliaan Allah Ta’ala lebih agung (dari pujian dan sanjungan tersebut), kekuasaan-Nya lebih mulia, sifat-sifat kesempurnaan-Nya lebih besar dan banyak, serta karunia dan kebaikan-Nya (kepada makhluk-Nya) lebih luas dan sempurna. Ini adalah penjelasan imam an-Nawawi dalam “Syarhu Shahiihi Muslim” (4/204)
“Katakanlah: Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Robbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Robbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS al-Kahfi: 109)
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Luqmaan: 27)
Dalil lainnya dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penggalan dari salah satu doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Aku memohon kepada Engkau dengan semua nama yang menjadi nama-Mu, baik yang telah Engkau jadikan sebagai nama diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari mahluk-Mu atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau Engkau sembunyikan menjadi ilmu ghaib di sisi-Mu.” (Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim. Lihat kitab “al-Qowaa-‘idul Mutsla” Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)
“Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya (atau dalam makna yang lain: menghitungnya/menghafalnya/memahaminya) maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 2736, Muslim, no. 2677 dan Ahmad, no. 7493)
Maksud kalimat “مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ” yang artinya “siapa yang menghitungnya (atau dalam makna yang lain: menghafalnya/memahaminya) maka dia masuk surga.” adalah: dengan menghafalnya, merenungkan maknanya, dan mengamalkan kandungan maknanya… mengingat adanya kebaikan yang banyak dan ilmu yang bermanfaat dalam mengamalkan kandungan makna Asmaul Husna tersebut. Karena mengamalkannya merupakan sebab kebaikan bagi hati, kesempurnaan takut kepada Allah, dan menunaikan hak-Nya. (Demikianlah yang disampaikan oleh Syaikh Bin Baz – http://www.binbaz.org.sa/mat/12132)
Catat poin pentingnya ya dari makna kalimat di atas:
Menghafal Asmaul Husna.
Memahami maknanya.
Mengamalkan kandungan makna Asmaul Husna. Beribadah kepada Allah disertai dengan penerapan konsekuensi dari pemahaman Asmaul Husna tersebut.
Insya Allah di video ini kita akan belajar 3 poin penting tersebut. Kita insya Allah akan menghafal 99 Asmaul Husna. Kita belajar arti dan makna setiap 99 Asmaul Husna. Dan kita akan belajar pula bagaimana cara mengamalkan Asmaul Husna tersebut.
***
Sebelum kita melanjutkan pembahasan kita tentang Asmaul Husna dan artinya. Ada dua hal penting lainnya yang harus kita ketahui terkait dengan Asmaul Husna ini:
1. Nama-nama Allah semuanya tauqifiyyah (harus ada dalil).
Penetapan Asmaul Husna semuanya harus berdasarkan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah dalam al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita tidak boleh memberikan Allah nama yang tidak ada dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Misalnya: Kita tidak boleh mengatakan bahwa Allah itu Maha Jagoan, karena nama itu tidak ada ketetapannya dari Allah. Kita hanya menyebut nama Allah dalam Asmaul Husna yang ada dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih.
Katakanlah: “Robbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. al-A’raaf Ayat 33)
2. Nama-nama Allah semuanya sekaligus merupakan sifat bagi Allah.
Misal: Nama Allah الرحيم “Ar-Rohiim” menunjukkan Allah mempunyai sifat rahmah atau Maha Penyayang, yang sangat sayang dengan hamba-hamba-Nya.
***
99 Asmaul Husna dan artinya + bonus 11 Asmaul Husna
Asmaul Husna yang kami himpun di sini berjumlah lebih dari 99 Asmaul Husna yang bersumber dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam penyusunan tulisan Asmaul Husna ini kami hanya menuliskan Asmaul Husna yang ada dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap Asmaul Husna kami sertakan sumber dalilnya. Kami banyak mengutip dari tulisan ustadz Donny Abul Jauzaa yang menurut kami tulisan beliau adalah salah satu tulisan terbaik tentang Asmaul Husna yang berbahasa Indonesia. Anda dapat merujuk langsung ke tulisan beliau pada link referensi yang kami sertakan di bagian akhir tulisan ini.
Cara Menghafal Asmaul Husna
Kami menyarankan Anda untuk menghafal Asmaul Husna dengan lafadz aslinya yang berbahasa arab, karena itulah Asmaul Husna yang bersumber dari al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih. Yang maknanya sangat dalam. Sedangkan terjemah setiap kata Asmaul Husna ini hanya alat bantu untuk Anda memahami maknanya. Terutama bagi Anda yang belum mengerti Bahasa Arab.
***
110 Asmaul Husna (99 Asmaul Husna + 11)
Baik, kita mulai belajar Asmaul Husna dan artinya ini satu persatu:
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaa’ul-husnaa.” (QS. Thaha: 8)
2
ُاَلرَّحْمن
AR-ROHMAAN
Yang Maha Pengasih
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Faatihah: 1)
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS. Thaha: 4)
3
ُاَلرَّحِيْم
AR-ROHIIM
Yang Maha Penyayang
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 168)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
11
اَلْمُتَكَبِّرُ
AL-MUTAKABBIR
Yang Maha Sempurna/Yang Maha Memiliki Segala Keagungan
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
“(Mereka berdoa): ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)’” (QS. Aali ‘Imraan: 8)
“Katakanlah: ‘Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Saba’: 26)
“Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’, niscaya mereka akan menjawab: ‘Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.'” (QS. Az-Zukhruf: 9)
21
ُاَلْقَابِض
AL-QOOBIDH
Yang Maha Menahan/Menyempitkan Rezeki
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Allahlah yang membuat ketetapan harga. Ia adalah Al-Qoobidh (Maha menahan/menyempitkan rezeki), al-Baasith (Maha membentangkan/meluaskan rezeki), ar-Rozzaaq (Maha menganugerahkan rezeki)….” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidziy no. 1314, Abu Daawud no. 3451, Ibnu Maajah mo. 2200, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan at-Tirmidziy 2/60)
22
اَلْبَاسِطُ
AL-BAASITH
Yang Maha Membentangkan/Meluaskan Rezeki
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Allahlah yang membuat ketetapan harga. Ia adalah al-Qoobidh (Maha menahan/menyempitkan rezeki), al-Baasith (Maha membentangkan/meluaskan rezeki), Ar-Rozzaaq (Maha menganugerahkan rezeki). Dan sesungguhnya aku berharap menjumpai Robbku dalam keadaan tiada seorangpun yang menuntut kepadaku (di hadapan Allah) karena suatu kedhaliman yang aku lakukan dalam perkara darah maupun harta.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 1314, Abu Daawud no. 3451, Ibnu Maajah mo. 2200, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan At-Tirmidziy 2/60)
23
اَلْعَظِيمُ
AL-ADZHIIM
Yang Maha Besar
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. al-Baqarah: 255)
24
اَلْعَفُوُّ
AL-‘AFUWW
Yang Maha Pemaaf
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ
“Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. al-Mujaadilah: 2)
“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Luqmaan: 30)
26
اَلْأَعْلَى
AL-A’LAA
Yang Maha Tinggi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.” (QS. al-A’laa: 1)
إِلا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الأعْلَى
“Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.” (QS. al-Lail: 20)
27
اَلْأَحَدُ
AL-AHAD
Yang Maha Esa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.’” (QS. al-Ikhlaash: 1)
28
اَلْأَكْرَمُ
AL-AKROM
Yang Maha Pemurah
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ
“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS. al-‘Alaq: 3)
29
اَلْأَوَّلُ
AL-AWWAL
Yang Maha Awal
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.” (QS. al-Hadiid: 3)
30
اَلآخِرُ
AL-AAKHIR
Yang Maha Akhir
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.” (QS. al-Hadiid: 3)
31
اَلْبَاطِنُ
AL-BAATHIN
Yang Batin/Yang tidak ada sesuatu pun yang menghalangi-Nya
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ
“Yang Dzhoohir dan Yang Baathin.” (QS. al-Hadiid: 3)
“Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yuunus: 107)
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. al-Mulk: 2)
“Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. al-Hajj: 64)
“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqaan: 31)
“Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Yusuf: 64)
41
اَلْحَاسِبُ
AL-HAASIB
Yang Maha Pembuat Perhitungan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
“Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. al-Anbiyaa: 47)
42
اَلْحَفِيْظُ
AL-HAFIIDZH
Yang Maha Memelihara
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِنَّ رَبِّي عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
“Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.” (QS. Huud: 57)
وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
“Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Saba’: 21)
43
اَلْحَكَمُ
AL-HAKAM
Yang Maha Menetapkan Keputusan
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَكَمُ وَإِلَيْهِ الْحُكْمُ
“Sesungguhnya Allah adalah Al-Hakam, dan kepada-Nya lah dikembalikan semua hukum.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4955, an-Nasaa’iy no. 5387, al-Bukhaariy dalam al-Adabul-Mufrad no. 811, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawuud, 3/216)
“Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. ash-Shaff: 1)
45
اَلْحَلِيمُ
AL-HALIIM
Yang Maha Penyantun
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ
“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (QS. al-Baqarah: 235)
“Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu Yang Hak; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Yuunus: 6)
48
اَلْحَسِيْبُ
AL-HASIIB
Yang Maha Pembuat Perhitungan/Yang memberi kecukupan dengan kadar yang tepat/Pengawas
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
“Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu)” (QS. an-Nisaa’: 6)
“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Pemurah. Ia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidziy no. 3556, Abu Daawud no. 1488, Ibnu Maajah no. 3865, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahih Sunan Abi Daawud 1/409)
51
اَلْجَمِيلُ
AL-JAMIIL
Yang Maha Indah
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
“Sesungguhnya Allah itu adalah al-Jamiil, sehingga mencintai keindahan.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 91)
52
اَلْكَافِيُّ
AL-KAAFIYY
Yang Maha Mencukupi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya.” (QS. az-Zumar: 36)
“Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. al-Mukmin: 12)
“Para malaikat itu berkata: ‘Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” (QS. Huud: 73)
59
اَلْمَلِيْكُ
AL-MALIIK
Raja/Penguasa Alam Semesta/Yang Berkuasa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ
“Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.” (QS. al-Qamar: 55)
60
اَلْمَنَّانُ
AL-MANNAAN
Yang Maha Memberi/Yang Maha Mengaruniai Nikmat
Dalilnya adalah doa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (bersaksi) bahwa bagi-Mu segala pujian, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. (Engkaulah) al-Mannaan (yang Maha Mengaruniai nikmat), yang menciptakan langit dan bumi (tanpa ada penciptaan seperti itu sebelumnya). Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup, wahai yang Maha Mengurus segala sesuatu, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu.” ([Diriwayatkan oleh an-Nasaa’iy no. 1300; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan An-Nasaa’iy 1/416)
“Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. al-Hajj: 78)
63
اَلْمُؤَخِّرُ
AL-MUAKH-KHIR
Yang Maha Mengakhirkan
Dalilnya adalah doa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam setelah usai shalat:
“Ya Allah ampunilah dosaku yang lalu dan akan datang, yang tersembunyi dan yang terang-terangan, serta dosa lain yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau Yang mendahulukan dan Yang mengakhirkan. Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Engkau.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 1509, Ibnu Khuzaimah no. 723 & 743, Ibnu Hibbaan no. 1966 & 2025, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud 1/413)
64
اَلْمُعْطِي
AL-MU’-THII
Yang Maha Pemberi
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memberinya kepahaman dalam agama, dan Allah Yang memberi sedangkan akulah yang membagi…” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 3116)
65
اَلْمُبِيْنُ
AL-MUBIIN
Yang Maha Menjelaskan
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ
“Bahwa Allah lah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)” (QS. an-Nuur: 25)
“…….Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan hujjah-Mu aku bertikai, kepada-Mu aku memohon putusan hukuman. Ampunilah dosaku yang lalu dan akan datang, yang tersembunyi dan yang terang-terangan. Engkau Yang mendahulukan dan Yang mengakhirkan. Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Engkau.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 1120 & 6317)
69
اَلْمُقِيْتُ
AL-MUQIIT
Yang Maha Kuasa/Yang Menjaga dan Melindungi/Yang Memberi Rezeki setiap mahluk
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا
“Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. an-Nisaa’: 85)
“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. al-Anfaal: 40)
74
اَلْقَادِرُ
AL-QOODIR
Yang Maha Kuasa/Yang Maha Menentukan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
“Lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik Yang menentukan.” (QS. al-Mursalaat: 23)
“Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. an-Nisaa’: 149)
“Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. asy-Syuuraa: 19)
79
اَلْقَيُّوْمُ
AL-QOYYUUM
Yang Maha Berdiri Sendiri (terus-menerus mengurus mahluk-Nya)
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Aali ‘Imraan: 2)
80
اَلرَّبُّ
AR-ROBB
Tuhan/Maha Pencipta/Pengatur Alam Semesta
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
“(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba’: 15)
81
اَلرَّفِيْقُ
AR-ROFIIQ
Yang Maha Lembut
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’” (QS. al-Baqarah: 127)
“Dari ‘Abdullah bin Asy-Syikhkhiir, ia berkata: Aku pernah pergi dalam rombongan delegasi Bani ‘Aamir kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kami mengatakan: ‘Engkau adalah sayyid kami’. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘As-Sayyid adalah Allah’. Kami berkata: ‘Engkau adalah orang yang paling mulia dan agung di antara kami’. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Katakanlah dengan ucapan kalian atau sebagian ucapan kalian, akan tetapi janganlah setan menggelincirkan kalian.’” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4806, an-Nasaa’iy dalam al-Kubroo 9/102-103 no. 10003-10005, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud 3/181)
86
اَلسِّتِّيْرُ
AS-SITTIIR
Yang Maha Menutupi
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla Maha pemalu dan Maha menutupi. Ia mencintai sifat malu dan sifat menutupi, maka bila seseorang dari kalian mandi hendaklah dia menutup diri.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4012, an-Nasaa’iy no. 406-407, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahih Sunan Abi Daawud 2/497)
“Dari ‘Aaisyah: Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan dalam rukuk dan sujudnya: ‘Subbuuhun Qudduusun Rabbul-malaaikati war-ruuh (Mahasuci, Maha Qudduus, Rabb para malaikat dan ruh)’” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 487)
“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.” (QS. al-An’aam: 146)
89
اَلصَّمَدُ
ASH-SHOMAD
Yang Maha Sempurna (Yang bergantung pada-Nya seluruh mahluk)
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
اللَّهُ الصَّمَدُ
“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. al-Ikhlaash: 2)
90
الشَّافِيُّ
ASY-SYAAFIYY
Yang Maha Menyembuhkan
Dalilnya adalah doa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang sakit:
“Hilangkanlah penyakit wahai Rabb sekalian manusia, dan berilah kesembuhan, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit yang lain.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 5675 & 5743 dan Muslim no. 2191)
“Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 30)
“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?” (QS. at-Taubah: 104)
95
اَلطَّيِّبُ
ATH-THOYYIB
Yang Maha Baik
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Wahal sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu adalah Thayyib, Ia tidak menerima kecuali yang baik.” (Diriwayatkan oleh Muslim 1015, at-Tirmidziy no. 2989, dan yang lainnya)
96
اَلْوَاحِدُ
AL-WAAHID
Yang Maha Esa
Dalilnya adalah perkataan Nabi Yusuf ‘alaihis-salaam dalam firman Allah Ta’ala:
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. asy-Syuuraa: 28)
“Dari Abu Hurairah secara periwayatan (dari Nabi), berkata: ‘Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Tidaklah ada yang menghapalnya kecuali ia akan masuk surga. Dan Ia (Allah) adalah al-Witr dan Ia menyukai al-Witr (yang ganjil)” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 6410)
103
اَلْمُقْتَدِرُ
AL-MUQTADIR
Yang Maha Kuasa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ
“Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.” (QS. al-Qamar: 55)
104
اَلْجَوَّادُ
AL-JAWWAAD
Yang Maha Pemurah
Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
رواه سعد بن أبي وقاص ، نقله الألباني في صحيح الجامع وحكم عنه بأنه : صحيح
“Sesungguhnya Allah memiliki nama al-Kariim, mencintai orang yang pemurah; al-Jawwad, mencintai kedermawanan, mencintai akhlak mulia dan membenci perkara-perkara yang rendah.” (Hadis ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih al-Jaami’.
105
اَلْمُحْسِنُ
AL-MUHSIN
Yang Maha Memberi Kebaikan
Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
إن الله محسن فأحسنوا
“Sesungguhnya Allah (mempunyai nama) al-Muhsin, oleh karena itu berbuat baiklah kalian.”
Hadis ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih al-Jaami’ ash-Shoghiir
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nuur: 35)
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Aali ‘Imraan: 26)
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Aali ‘Imraan: 9)
“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah!’ Lalu jadilah ia.” (QS. al-Baqarah: 117)
Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS. an-Nisaa’: 171)
Cara Mengamalkan Kandungan Makna Asmaul Husna
Setelah kita mengetahui, menghafal, dan memahami makna Asmaul Husna. Sekarang, langkah selanjutnya adalah kita mengamalkan kandungan makna Asmaul Husna tersebut.
Dua diantara caranya adalah sebagai berikut:
1. Berdoa dengan menggunakan Asmaul Husna.
Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Quran, Surat al-A’raaf ayat 180:
“Hanya milik Allah Asmaul Husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-A’raaf: 180)
Dalam ayat tersebut Allah menyuruh kita untuk berdoa dengan Asmaul Husna. Contohnya:
Ya Syaafi (Wahai Allah Yang Maha Penyembuh), sembuhkanlah aku…
Ya Razzaaq (Wahai Allah Yang Maha Pemberi rezeki), berilah aku rezeki…
Yaa Rahiim (Wahai Allah Yang Maha Penyayang), sayangilah aku…
Yaa Rahmaan (Wahai Allah Yang Maha Pengasih), kasihilah diriku…
Yaa Ghofuur (Wahai Allah Yang Maha Pengampun), ampunilah aku…
Jika Anda perhatikan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kita akan mendapatkan doa yang seperti ini. Insya Allah di lain kesempatan kita akan belajar doa-doa shahih yang berasal dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Memberi nama anak laki-laki dengan menggunakan Asmaul Husna.
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya nama kalian yang paling dicintai di sisi Allah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.” (HR. Muslim no. 2132)
Abdullah artinya adalah hamba Allah
Abdurrahman artinya adalah hamba Allah yang Maha Pengasih
Selain dengan memberikan nama anak yang dua nama Asmaul Husna tersebut, Anda dapat memberikan nama anak Anda dengan menggunakan Asmaul Husna yang lainnya.
Polanya sama: tempatkan kata ‘abdun (hamba) di depan nama Asmaul Husna.
‘Abdun + Asmaul Husna
Misal:
‘Abdun + AL-‘AZIIZ = ‘Abdul ‘Aziiz
‘Abdun + AS-SALAAM = ‘Abdus Salaam
‘Abdun + AR-ROZZAAQ = ‘Abdur Rozzaaq
‘Abdun + AL-MUHSIN = ‘Abdul Muhsin
Ini adalah salah satu bentuk penghambaan dan kecintaan kita kepada Allah Ta’ala.
Pembahasan tentang Asmaul Husna ini sangat banyak sekali. Namun kita cukupkan dulu sampai di sini. Semoga tulisan kecil tentang Asmaul Husna dan artinya ini bermanfaat untuk kita semua. Mohon kerelaan Anda untuk membagikan artikel ini di Facebook, Twitter, atau Whatsapp Anda, agar lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang dapat merasakan manfaatnya.
-http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2014/11/nama-nama-allah-yang-indah-beserta.html
-Kitab “Syarhu Asmaail-laahil Husna fi Dhou-il Kitaabi was Sunnah oleh Syaikh Said bin ‘Aliy bin Wahf al-Qohthooni
-https://konsultasisyariah.com/8686-99-nama-asmaul-husna.html
-https://konsultasisyariah.com/800-adakah-khasiat-asmaul-husna.html
-https://muslim.or.id/5802-keindahan-asmaul-husna.html
-http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=1816&pid=905883
-http://www.binbaz.org.sa/noor/3167
-https://rumaysho.com/988-hadiah-di-hari-lahir-2-nama-terbaik-untuk-si-buah-hati.html
-http://hdith.com/hdith.php?s=a41o
-http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=6&pid=809517
Pada tulisan ini kita akan belajar tentang Sholat Istikharah; dari mulai tata cara Sholat Istikharah hingga Doa Istikharah. Dan pada akhir tulisan ini, ada sedikit pembahasan tentang niat Sholat Istikharah, waktu Sholat Istikharah, dan bacaan Sholat Istikharah. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya dan Anda…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabat radhiallahu ‘anhum untuk mengerjakan Sholat Istikharah.
عن جابر رضي الله عنه قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يعلمنا الاستخارة في الأمور كلها ؛ كالسورة من القرآن : إذا هم بالأمر فليركع ركعتين، ثم يقول : اللهم إني أستخيرك بعلمك، وأستقدرك بقدرتك، وأسألك من فضلك العظيم ؛ فإنك تقدر ولا أقدر، وتعلم ولا أعلم، وأنت علام الغيوب، اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر خير لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاقدره لي، وإن كنت تعلم أن هذا الأمر شر لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاصرفه عني، واصرفني عنه، واقدر لي الخير حيث كان، ثم رضني به. ويسمي حاجته
Artinya:
Dari Jabir radhiallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami untuk Sholat Istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari al-Quran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah sholat dua rakaat selain Sholat Fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
Arti Doa Istikharah tersebut:
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan di akhirat), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. (Kemudian hendaknya dia menyebut keinginanya.)” (HR. al-Bukhari no. 6382)
***
DOA ISTIKHARAH
Dari Hadis tersebut kita dapat mengetahui 2 bentuk doa istikharah (yang perbedaan keduanya sangat tipis, saya beri tanda warna merah pada teks yang berbeda pada Hadis di atas). Silakan Anda pilih salah satu dari doa tersebut untuk Anda amalkan setelah Sholat Istikharah.
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI (Kemudian sebutkan keinginan Anda)
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)
***
PENTING UNTUK ANDA KETAHUI:
Selain Hadis di atas juga ada beberapa Hadis yang lainnya dari riwayat sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu melalui jalur periwayatan yang berbeda-beda, dan dengan lafadz yang tipis sekali perbedaannya antara Hadis yang satu dengan yang lainnya. Jika Anda sudah mengetahui dan mengamalkan doa istikharah dari Hadis riwayat Jabir yang lainnya, silakan Anda amalkan. Pastikan Hadis yang Anda amalkan tersebut adalah Hadis yang shahih.
***
CARA MELAKUKAN SHOLAT ISTIKHARAH
Berdasarkan Hadis tersebut, berikut ini adalah tata cara melakukan Sholat Istikharah:
Pertama:
Istikharah dilakukan jika seseorang bertekad melakukan suatu urusan atau perbuatan. Dalam hal ini kita tidak tahu apakah perbuatan tersebut baik atau buruk. Jika ada beberapa pilihan dalam urusannya tersebut maka pilih dan tekadkan salah satunya untuk dilaksanakan.
Kedua:
Lakukan sholat sunnah 2 rakaat terlebih dahulu. Ketika sholat 2 rakaat tersebut boleh membaca surat apa saja setelah membaca al-Fatihah, dan tidak ada bacaan khusus dalam sholat 2 rakaat tersebut.
Ketiga:
Kemudian setelah melakukan salam maka lanjutkan dengan membaca doa istikharah:
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)
Keempat:
Doa istikharah dibaca setelah salam sholat sunnah, oleh karena itu boleh mengangkat tangan ketika membaca doa istikharah, bahkan hal ini lebih utama karena mengangkat tangan merupakan salah satu sebab terkabulnya doa. Ini adalah penjelasan Syaikh Bin Baz dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz (389/11) via https://islamqa.info/ar/209241:
قال الشيخ ابن باز : ” المشروع للمسلم إذا صلى صلاة الاستخارة ، أن يدعو بعد السلام منها ؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا هم أحدكم بالأمر فليركع ركعتين من غير الفريضة ، ثم ليقل : اللهم إني أستخيرك بعلمك ) الحديث . وهذا يدل على أن الدعاء يكون بعد السلام من الصلاة ، والأفضل أن يرفع يديه ؛ لأن رفعهما من أسباب استجابة الدعاء ” انتهى من مجموع فتاوى ابن باز
Catatan:
Pembahasan tentang “mengangkat tangan ketika berdoa” ini membutuhkan pembahasan khusus yang panjang lebar.
Kelima:
Kerjakan urusan atau rencana yang sudah Anda tekadkan sejak awal.
Imam an-Nawawi mengatakan,
إذا استخار مضى لما شرح له صدره
“Jika seseorang melakukan istikharah, maka lanjutkanlah apa yang menjadi keinginan hatinya.” (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)
Jika itu pilihan yang terbaik maka Allah Ta’ala akan memudahkannya. Namun jika itu pilihan yang tidak tepat maka semoga Allah akan berikan yang terbaik, sesuai dengan maksud dan kanduangan isi doa dalam istikharah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.
***
Apakah jawaban Sholat Istikharah akan terjadi dalam mimpi?
Keenam:
Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan kita. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Dan ini merupakan bagian dari iman kita terhadap takdir Allah Ta’ala. Bukankah dengan melakukan Sholat Istikharah dan kemudian memanjatkan Doa Istikharah kepada Allah berarti kita sudah menyerahkan urusan kita sepenuhnya kepada Allah. Percayalah bahwa Allah akan berikan yang terbaik untuk Anda walaupun itu tidak sesuai dengan keinginan Anda.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan, [ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ] “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya” maksudnya adalah jadikanlah saya ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun itu tidak sesuai keinginanku. (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)
Ketujuh:
Istikharah adalah termasuk dari doa dan dzikir kepada Allah Ta’ala. Doa dan dzikir adalah ibadah yang agung. Orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.
Dikarenakan istikharah merupakan bagian dari doa dan dzikir maka boleh dilakukan berulang kali.
“Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak 3 kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.” (HR. Muslim no. 1333) (Silakan lihat: https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)
***
Niat Sholat Istikharah
Apa niat Sholat Istikharah? Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Istikharah dan sholat yang lainnya.
Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:
“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu Hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)
Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.
Jadi, bagaimana niat Sholat Istikharah? cukup Anda berniat di dalam hati. Ketika Anda berencana akan melaksanakan Sholat Istikharah maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda siap untuk melakukan Sholat Istikharah; Anda sudah berwudhu, berpakaian bersih, suci, dan menutup aurat, Anda hadapkan tubuh Anda ke arah kiblat, kemudian ucapkan “Allahu Akbar” untuk bertakbiratul ihram, maka saat itu pula Sholat Istikharah sudah Anda mulai.
Catatan:
Pembahasan tentang melafadzkan niat ini sudah kami tulis juga di artikel “Tata Cara Sholat Tahajud” ini.
***
Bacaan Sholat Istikharah
Apa bacaan Sholat Istikharah? Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya; tidak ada bacaan Sholat Istikharah yang khusus. Setelah Anda membaca surat al-Fatihah dalam sholat 2 rakaat tersebut maka Anda bebas membaca surat apa saja.
***
Waktu Sholat Istikharah
Kapan waktu Sholat Istikharah? Anda boleh melaksanakan Sholat Istikharah setelah Sholat Fardhu atau sebelum Sholat Fardhu, atau di waktu yang lainnya, baik siang hari ataupun di malam hari. Dan bahkan Anda bisa membaca doa istikharah setelah Sholat Rawatib, Sholat Dhuha, dan Sholat Tahiyatul Masjid, asalkan sholat sunnah tersebut adalah sholat sunnah 2 rakaat. (Silakan membaca penjelasan tentang bacaan Sholat Istikharah dan hal-hal yang lainnya seputar istikharah dapat Anda baca pada 2 tulisan ini:
https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html dan https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)
***
BONUS: Video tentang apa itu istikharah, doa istikharah, hikmah dan manfaat Sholat Istikharah.
Pada video ini ustadz Badrusalam membawakan doa istikharah dari Hadis Jabir melalui jalur periwayatan yang lainnya.
Semoga tulisan ringkas tentang cara Sholat Istikharah dan Doa Istikharah ini bermanfaat untuk kita semua. Anda boleh membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda agar mereka dapat merasakan manfaatnya.
13 Dzikir dan Doa Sebelum Tidur dalam Islam yang Sesuai Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Ada 13 dzikir dan doa sebelum tidur yang bisa kita amalkan sebelum tidur. Dan diantara 13 dzikir dan doa sebelum tidur ini ada satu dzikir yang sangat ringkas dan cukup populer, yaitu:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ
BISMIKALLAAHUMMA AHYAA WA AMUUT.
Artinya:
“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (HR Al-Bukhari) – (Dibaca 1 x)
atau
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
BISMIKAALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA.
Artinya:
“Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah! Aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711) – (Dibaca 1 x)
Penting sekali untuk Anda ketahui…
Dzikir yang ringkas ini ada beberapa versi bacaannya dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Mudah-mudahan di lain kesempatan kita akan membahasnya. Insya Allah.
Untuk membiasakan mengamalkan semua Dzikir & Doa Sebelum Tidur, Anda boleh rutin mengamalkan 2 dzikir tadi terlebih dahulu.
Sekarang, saya ajak Anda mengenal dan belajar satu persatu 13 Dzikir & Doa Sebelum Tidur ini. Dalam tulisan ini saya menyertakan Doa Sebelum Tidur berserta artinya; ada teks arab dan teks latinnya. Semoga bermanfaat…
***
1. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Pertama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita: Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas (Qul huwallahu ahad), surat Al-Falaq (Qul a-‘uudzu birobbil falaq) dan surat An-Naas (Qul a-‘uudzu birobbinnaas). Kemudian dengan dua telapak tangan tersebut mengusap tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Semisal itu diulang sampai tiga kali. (HR. Al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6)
Faedah: Siapa yang membaca ayat Kursi sebelum tidur, maka ia akan terus dijaga oleh Allah dan terlindungi dari gangguan setan hingga pagi hari. (HR. Bukhari no. 3275)
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
***
3. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Ketiga
Membaca 2 ayat terakhir di surat Al-Baqarah, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 285-286:
Faedah: Siapa yang membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah memberi kecukupan baginya. (HR. Bukhari no. 4008 dan Muslim no. 807)
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’ dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami ta’at’. (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali’. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.'” (QS. Al-Baqarah: 285-286)
Artinya:
“Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Apabila akan tidur, maka hendaklah tempat tidur tersebut dibersihkan karena siapa tahu ada kotoran yang membahayakan di situ, lalu membaca dzikir di atas. (HR. Al-Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714)
ALLAAHUMMA INNAKA KHOLAQTA NAFSII WA ANTA TAWAFFAAHAA LAKA MAMAATUHAA WA MAHYAAHAA IN AHYAYTAHAA FAHFADZH-HAA WA IN AMATTAHAA FAGHFIR LAHAA ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKAL ‘AAFIYAH
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah (dari berbagai kejelekan). Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan.” (HR. Muslim no. 2712) – (Dibaca 1 x)
Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu (yaitu pada hari kiamat).” (HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045) – (Dibaca 1 x)
Faedah: Apabila Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca dzikir di atas. (HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani mengkritik tentang penyebutan dzikir ini tiga kali. Yang tepat riwayat tersebut tanpa penyebutan tiga kali. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah no. 2754, 6: 588)
***
7. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Ketujuh
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
BISMIKALLAAHUMMA AMUUTU WA AHYAA
Artinya:
“Dengan nama-Mu, ya Allah! Aku mati dan hidup.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711) – (Dibaca 1 x)
***
8. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kedelapan
سُبْحَانَ اللهِ
Subhanallah (33 x)
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah (33 x)
اللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar (34 x)
Artinya:
“Maha suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (34 x)”
Faedah: Bacaan di atas lebih baik daripada memiliki pembantu di rumah. Demikian dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada puterinya, Fatimah dan istri tercintanya, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma. (HR. Bukhari no. 3705 dan Muslim no. 2727)
ALLAAHUMMA ROBBAS SAMAAWAATIS-SAB-‘I WA ROBBAL-‘ARSYIL ‘ADZHIIM ROBBANAA WA ROBBA KULLI SYAII’ FAALIQOL HABBI WAN NAWAA WA MUNZILAT TAUROOTI WAL INJIILI WAL FURQOON A-‘UU-DZU-BIKA MIN SYARRI KULLI SYAII’ ANTA AAKHIDZUN BINAA SHIYATIH ALLAAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAII’ WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’-DAKA SYAII’ WA ANTADZH-DZHOOHIRU FALAISA FAWQOKA SYAII’ WA ANTAL BAATHINU FALAISA DUUNAKA SYAII’ IQDHI ‘AN-NAD-DAINA WA AGH-NINAA MINAL FAQRI
Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)
Maksud “فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ” adalah kiasan akan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Walaupun Allah itu Maha Tinggi, akan tetapi Allah begitu dekat. Ketinggian Allah tidak menafikan kedekatan Allah. (Lihat Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyah, hal. 113)
ALHAMDULILLAAHIL-LADZII ATH-‘AMANAA WA SAQOONAA WA KAFAANAA WA AAWAANAA FAKAM MIM-MAN LAA KAAFIYA LAHU WA LAA MU’-WIYA
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang memberi makan kami, memberi minum kami, mencukupi kami, dan memberi tempat berteduh. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan siapa yang memberi kecukupan dan tempat berteduh.” (HR. Muslim no. 2715)
ALLAAHUMMA ‘AALIMAL GHOIBI WASY-SYAHAADATI FAATHIROS SAMAAWAATI WAL-ARDHI ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH ASY-HADU AN LAA-ILAA-HA ILLA ANTA A-‘UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII WA MIN SYARRISY-SYAITHOONI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA ‘ALAA NAFSII SUU-AN AW AJURRUHU ILAA MUSLIM
Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb yang menguasai segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan balatentaranya, atau aku berbuat kejelekan pada diriku atau aku mendorongnya kepada seorang Muslim.”
Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash-Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat akan tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir:
adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).)
***
12. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Keduabelas
Membaca “alif lam mim tanzil” (surat As-Sajdah) dan “tabaarokal ladzii biyadihil mulk” (surat Al-Mulk). (HR. Tirmidzi no. 3404. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang hasan)
ALLAAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WA FAWWODH-TU AMRII ILAIKA WAWAJ-JAHTU WAJHIYA ILAIKA WA AL-JA’-TU DZHOHRII ILAIKA ROGHBATAN WA ROHBATAN ILAIKA LAA MAL-JA-A WA LAA MAN-JAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL-LADZII ANZALTA WA BINABIYYIKAL-LADZII ARSALTA
Artinya:
“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut pada (siksaan-Mu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus.”
Faedah: Jika seseorang membaca dzikir di atas ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia mati di atas fithrah (mati di atas Islam). (HR. Al-Bukhari no. 6313 dan Muslim no. 2710)
Semoga Dzikir dan Doa Sebelum Tidur ini bermanfaat dan dapat kita amalkan setiap hari.
Apa Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi?
Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin. Ibadah ini dikenal dengan keutamaannya sebagai waktu memohon rezeki dan keberkahan dari Allah. Namun, sering muncul pertanyaan, “Apakah ada doa setelah Sholat Dhuha yang sesuai sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam?” Artikel ini akan mengupas tuntas jawabannya, dilengkapi dengan dalil dan panduan yang jelas.
Doa Populer Setelah Sholat Dhuha: Apakah Shahih?
Salah satu doa setelah Sholat Dhuha yang sangat populer berbunyi:
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ … hingga akhir doa.
Sayangnya, doa ini tidak memiliki dalil shahih dari Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam. Doa tersebut disebutkan dalam kitab-kitab seperti Syarhul Minhaj karya As-Syarwani (7:293) dan I’aanatut Thalibiin karya Abu Bakr Ad-Dimyathi (1:295). Namun, tidak ada penulis kitab tersebut yang menyertakan dalil shahih dari Al-Quran atau hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tim Fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih, memberikan komentar,
“Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 53488).
Dengan demikian, doa ini tidak dianjurkan untuk diamalkan. Prinsip ibadah dalam Islam adalah tauqifiyah (harus berdasarkan dalil). Jika tidak ada dalil yang shahih, maka tidak seharusnya doa ini diatributkan kepada Nabi.
Ini Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi
1. Doa yang Dibaca Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam Setelah Sholat Dhuha
Dari Aisyah radhiallahu ’anha, beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam selesai melaksanakan Sholat Dhuha, kemudian beliau membaca:
Pertanyaan: Seorang penanya wanita bertanya dalam program ini: Wahai Syaikh yang terhormat, apakah boleh membaca tasbih dan doa setelah sholat sunnah sebagaimana dilakukan setelah sholat fardhu? Apa saja doa dan tasbih yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salla?
Jawaban:Dzikir yang diajarkan secara khusus semuanya dilakukan setelah sholat fardhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan disaksikan dan diajarkan kepada para sahabat. Namun, setelah sholat sunnah, tidak ada dzikir khusus yang diajarkan kecuali istighfar. Ketika selesai dari sholat sunnah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan:
أستغفر الله، أستغفر الله، أستغفر الله، اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام
“Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah. Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
Adapun dzikir-dzikir lain seperti:
“La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir…”
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah…”
Dzikir ini semua hanya diajarkan untuk dilakukan setelah sholat fardhu, dan tidak diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melakukannya setelah sholat sunnah.
Tsauban radhiyallahu ’anhu berkata:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai dari sholatnya, beliau membaca istighfar tiga kali dan mengucapkan:
اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام
‘Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.’” (HR. Muslim dan lainnya).
Tsauban tidak menyebutkan secara khusus bahwa doa ini hanya untuk sholat fardhu. Oleh karena itu, dzikir ini berlaku untuk semua jenis sholat, baik sunnah maupun fardhu.
Namun, dzikir-dzikir lain yang panjang (seperti tahlil, tahmid, dan takbir) hanya dikhususkan untuk setelah sholat fardhu. Tidak ada riwayat yang menunjukkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya setelah sholat sunnah.
Keutamaan Sholat Dhuha
Melaksanakan Sholat Dhuha memiliki keutamaan besar, di antaranya:
1. Mendapat Pahala Sedekah
Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Artinya: “Setiap pagi, setiap persendian dari kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih (ucapan Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan La ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)
2. Tanda Syukur Seorang Hamba kepada Allah
Sholat Dhuha adalah tanda syukur seorang hamba kepada Allah atas nikmat-Nya. Ibadah ini mencerminkan kesadaran seorang hamba atas nikmat yang Allah berikan, seperti kesehatan, waktu luang, dan kemampuan untuk beribadah.
3. Dibukakan Pintu Rezeki Agar Rezeki Lancar
Dalilnya adalah hadis berikut:
عن رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عن اللهِ عز وجل أنه قال: ابنَ آدمَ اركعْ لي أربعَ ركَعاتٍ من أولِ النهارِ أكْفِكَ آخِرَه
Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Allah Azza wa Jalla, bahwa Dia berfirman:
“Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku (sholatlah) empat rakaat di awal siang, maka Aku akan mencukupimu di akhir hari.” (HR. At-Tirmidzi)
Perawi Hadis: Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Darda dan Abu Dzar Al-Ghifari. Dicatat dalam Sunan At-Tirmidzi (no. 475).
Status Hadis: Dinilai sebagai hasan gharib.
Penjelasan Hadis: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan pahala yang besar dan keutamaan bagi hamba-hamba-Nya yang taat, terutama bagi mereka yang memperbanyak ibadah. Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan firman Allah Azza wa Jalla:
1. “Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku,” maksudnya adalah melaksanakan shalat dengan penuh keikhlasan.
2. “Empat rakaat di awal siang,” dipahami oleh para ulama sebagai Sholat Dhuha. Ada juga yang menafsirkan sebagai Sholat Subuh (baik shalat sunnahnya maupun shalat fardhu).
3. “Aku akan mencukupimu di akhir hari,” maknanya Allah akan melindungi hamba tersebut dari berbagai kesulitan, kekhawatiran, dan urusan yang mengganggunya sepanjang hari. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa hal ini berarti Allah akan menjaga hamba-Nya dari dosa dan berbagai bahaya hingga akhir hari tersebut.
Penjelasan hadis ini dinukil dari Ad-Durar As-Saniyyah (Dorar.net), sebuah ensiklopedia hadis dan syarah ulama.
Hadis ini mendorong umat Islam untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti Sholat Sunnah Fajar (yaitu dua rakaat sebelum Sholat Subuh) dan Sholat Dhuha, karena di dalamnya terdapat janji perlindungan dan kecukupan dari Allah di sepanjang hari. Ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk senantiasa menjaga sholat sunnah setelah sholat wajib.
4. Sholat Dhuha adalah Sholatnya Para Awwabin
Sholat Dhuha disebut sebagai sholatnya para Awwabin, yaitu orang-orang yang senantiasa bertobat dan kembali kepada Allah dengan ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosanya. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Al-Qasim As-Syaibani.
Dikisahkan bahwa Zaid bin Arqam radhiallahu ’anhu melihat sekelompok orang mengerjakan Sholat Dhuha. Beliau kemudian berkata:
“Andaikan mereka tahu bahwa sholat setelah waktu ini lebih utama. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
‘Sholatnya para Awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan.’” (HR. Muslim, no. 748).
Hadis ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Dhuha adalah ketika matahari mulai terik, sekitar pukul 9 pagi hingga menjelang waktu Zuhur (tergantung lokasi dan waktu setempat). Pada saat ini, melaksanakan Sholat Dhuha akan lebih utama, sesuai dengan sunnah Nabi.
Makna Awwabin: Kata “Awwabin” berarti orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan penuh ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosa mereka. Dengan melaksanakan Sholat Dhuha di waktu terbaik ini, seorang hamba menunjukkan kedekatan hatinya kepada Allah dan keinginan untuk selalu berada di jalan yang diridhai-Nya.
Dengan menunaikan Sholat Dhuha sesuai sunnah dan pada waktu utama ini, semoga kita termasuk golongan Awwabin, yang selalu kembali kepada Allah dengan hati yang penuh taubat dan ketaatan.
Kesimpulan
Setelah melaksanakan Sholat Dhuha, dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir yang sesuai sunnah Nabi, karena doa tersebut yang diamalkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai umat Islam, kita wajib berpegang pada ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, karena agama ini telah sempurna.
Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial Anda agar lebih banyak saudara muslim yang memahami pentingnya mengikuti sunnah dalam beribadah. Semoga Allah memberkahi amal kita semua.
***
VIDEO DOA SETELAH SHOLAT DHUHA
Saya sudah membuat sebuah video tentang doa setelah Sholat Dhuha ini. Anda bisa melihatnya di bawah ini:
Panduan Lengkap Belajar Membaca Iqro 1 Sampai Iqro 6
Ini adalah panduan ringkas dan lengkap belajar Iqro 1 sampai Iqro 6, yang merupakan salah satu cara cepat belajar membaca Al-Qur’an dari nol untuk pemula.
Mengapa Metode Iqro Sangat Populer?
Belajar membaca Al-Qur’an adalah langkah awal untuk memahami kalamullah (firman Allah). Namun, sering kali muncul pertanyaan: “Apa cara cepat membaca Al-Qur’an dari nol untuk pemula?” Jawabannya adalah metode Iqro.
Banyak metode cara cepat belajar Al-Qur’an yang tersedia, namun metode Iqro telah menjadi pilihan utama bagi mayoritas umat Islam, terutama di Indonesia. Mengapa demikian? Karena metode ini praktis, mudah dipahami, dan cocok untuk semua usia.
Metode Iqro adalah cara praktis dan terstruktur yang dirancang untuk membantu pemula belajar membaca Al-Qur’an dari nol hingga lancar. Buku Iqro terdiri dari 6 jilid yang berisi materi-materi pembelajaran bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga praktik membaca Al-Qur’an dengan sempurna.
Apa Keistimewaan Metode Iqro Dibandingkan Metode Lainnya?
1. Struktur Belajar yang Bertahap
Metode Iqro dirancang bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga praktik membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh. Ini memudahkan pemula untuk belajar membaca Al-Qur’an tanpa merasa kewalahan.
2. Fokus pada Praktik Membaca
Berbeda dengan metode belajar Al-Qur’an tradisional yang lebih banyak menekankan hafalan teori, metode Iqro lebih berfokus pada praktik langsung membaca.
3. Cocok untuk Semua Usia
Metode ini dapat diterapkan untuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, bahkan mereka yang belum pernah mengenal huruf Arab sekalipun.
4. Cepat dan Efisien
Dengan konsistensi, metode ini memungkinkan seseorang untuk mulai membaca Al-Qur’an hanya dalam beberapa bulan.
Siapa Penggagas Metode Iqro?
Metode Iqro pertama kali diperkenalkan oleh K.H. As’ad Humam –semoga Allah merahmati beliau dan memasukkan beliau ke dalam surga firdaus-Nya– seorang ulama asal Yogyakarta. Beliau menciptakan metode ini pada tahun 1988 dengan tujuan memudahkan umat Islam untuk belajar membaca Al-Qur’an secara efektif.
Keberhasilan metode ini tak lepas dari pendekatan pembelajaran yang sederhana namun terstruktur, sehingga dengan cepat diterima oleh masyarakat luas dan kini menjadi metode standar di berbagai lembaga pendidikan Islam.
***
Panduan Belajar Iqro 1 Sampai Iqro 6
Sekarang, kita mulai perjalanan belajar Iqro. Kita mulai langkah pertama kita dengan belajar Iqro 1. Ini insya Allah adalah perjalanan belajar yang penuh berkah, karena kita sedang mempelajari wasilah untuk mempelajari sesuatu yang diberkahi, yaitu Al-Qur’an yang mulia.
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah, kemudian berterima kasih kepada tim Yufid.TV yang telah membuat 180 video belajar Iqro, sangat lengkap, dari Iqro 1 hingga Iqro 6. Pada panduan belajar Iqro 1 – 6 ini, kita akan menggunakan 180 video tersebut.
IQRO 1: Mengenal Huruf Hijaiyah dengan Harakat Fathah
Materi yang Dipelajari:
Iqro 1 adalah langkah awal bagi pemula untuk belajar membaca Al-Qur’an. Pada tahap ini, Anda akan:
Mengenal 28 huruf hijaiyah satu per satu, seperti alif, ba, ta, dan seterusnya.
Memahami bentuk huruf hijaiyah dasar dengan harakat fathah.
Fokus pada pengucapan huruf yang benar secara makhraj.
Tips Belajar:
Latih setiap huruf hijaiyah dengan perlahan.
Dengarkan pengucapan huruf dari guru atau video belajar iqro.
Ulangi setiap huruf hingga Anda benar-benar menguasainya.
31 Video Belajar Iqro 1 dari Yufid.TV
Berikut ini 31 video belajar Iqro 1 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video lebih kurang 6 menit. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 1 dalam waktu 16 hari.
IQRO 2: Membaca Huruf Hijaiyah Bersambung yang Dirangkai 2 Huruf dan 3 Huruf dengan Harakat Fathah
Materi yang Dipelajari:
Di Iqro 2, Anda akan belajar tentang membaca 2 huruf hijaiyah yang dirangkai, dilanjutkan 3 huruf hijaiyah yang dirangkai.
Tujuan Utama:
Membiasakan membaca huruf hijaiyah bersambung 2 huruf dan 3 huruf dengan harakat fathah.
Melatih membaca tanda mad atau tanda panjang pada huruf yang berharokat fathah.
Tips Belajar:
Ulangi setiap halaman hingga Anda lancar.
Pastikan membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa.
Pastikan huruf bertanda mad dibaca panjang.
30 Video Belajar Iqro 2 dari Yufid.TV
Berikut ini 30 video belajar Iqro 2 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video lebih kurang 5 – 7 menit. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 2 dalam waktu 15 hari.
IQRO 3: Mengenal Harakat Kasrah dan Dhammah
Materi yang Dipelajari:
Setelah lancar membaca huruf hijaiyah bersambung 2 dan 3 huruf dengan harakat fathah, di Iqro 3 Anda akan mempelajari harakat kasrah (bunyi “i”) dan harakat dhammah (bunyi “u”).
Tujuan Utama:
Membaca huruf hijaiyah dengan tiga jenis harakat: fathah, kasrah, dan dhammah.
Membiasakan membaca huruf hijaiyah bersambung dengan rangkaian banyak huruf hijaiyah dengan harakat fathah, kasrah, dan dhammah.
Memahami perubahan bunyi berdasarkan harakat fathah, kasrah, dan dhammah.
Tips Belajar:
Pelajari pola harakat fathah, kasrah, dan dhammah secara perlahan. Ucapkan perlahan, yang terpenting adalah benar secara pengucapannya.
Ulang-ulang beberapa kali secara perlahan. Ingat, pelan-pelan, yang penting benar, bukan cepat tapi salah.
30 Video Belajar Iqro 3 dari Yufid.TV
Berikut ini 30 video belajar Iqro 3 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 5 – 7 menit. Sempatkan belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 3 dalam waktu 15 hari.
IQRO 4: Membaca Kombinasi Huruf Hijaiyah Berharakat Tanwin
Materi yang Dipelajari:
Di tahap ini, Anda akan mulai membaca huruf hijaiyah berharakat tanwin: fathatain (fathah bertanwin), kasratain (kasrah bertanwin), dhammatain (dhammah bertanwin). Anda juga akan mengenal tanda sukun. Anda juga akan belajar mengucapkan huruf-huruf qolqolah. Sedangkan pelajaran-pelajaran terdahulu di Iqro 1, Iqro 2, dan Iqro 3 tetap ulang pada Iqro 4 ini.
Tujuan Utama:
Membiasakan huruf hijaiyah berharakat tanwin dengan kombinasinya.
Membiasakan membaca huruf-huruf hijaiyah yang bertanda sukun.
Membiasakan membaca huruf-huruf qolqolah.
Secara tidak langsung juga berlatih mengulang-ulang materi pada Iqro 1, Iqro 2, dan Iqro 3.
Tips Belajar:
Perbanyak latihan membaca huruf-huruf hijaiyah berharakat tanwin. Fokuskan pada perbedaan bunyi pada setiap bentuk harakat tanwinnya.
Setelah itu latih mengucapkan huruf-huruf qolqolah. Ini lebih mudah.
Setelah itu latih mengucapkan huruf bertanda sukun. Ini lebih mudah lagi.
Fokus pada kelancaran membaca. Ucapkan secara perlahan.
30 Video Belajar Iqro 4 dari Yufid.TV
Berikut ini 30 video belajar Iqro 4 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 4 – 5 menit. Sempatkan belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 4 dalam waktu 15 hari.
IQRO 5: Mengenal Idghom, Ikhfa, Tasydid, dan Tajwid Sederhana Lainnya
Materi yang Dipelajari:
Pada Iqro 5 Anda akan mengenal:
Idghom
Ikhfa
Tanda mad yang dibaca 5 harakat dan 6 harakat.
Tanda alif lam yang alifnya tidak dibaca.
Tanda mad seperti alif (hamzah washal), ya, dan waw.
Tasydid
Tujuan Utama:
Membaca potongan ayat Al-Qur’an dengan tanda baca lengkap.
Memahami fungsi setiap tanda baca dalam memperindah bacaan.
Tips Belajar:
Latih pengucapan idghom, ikhfa, tasydid, dan mad dengan hati-hati. Baca dengan perlahan.
Tidak perlu menghafal istilah tajwid, yang terpenting adalah benar pengucapannya.
Dengarkan bacaan dari guru atau video untuk meniru pelafalan.
Ulang-ulang hingga lancar.
30 Video Belajar Iqro 5 dari Yufid.TV
Berikut ini 30 video belajar Iqro 5 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video antara 5 – 10 menit. Tekadkan diri untuk belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 5 dalam waktu 15 hari.
IQRO 6: Membaca Ayat Al-Qur’an dengan Lancar
Materi yang Dipelajari:
Iqro 6 adalah tahap akhir sebelum Anda mulai membaca mushaf Al-Qur’an. Di sini, Anda akan membaca rangkaian ayat Al-Qur’an dengan tanda baca lengkap, seperti surah pendek dari Juz Amma. Pada Iqro 6 ini juga diperkenalkan tanda waqaf (tanda berhenti) karena sudah mulai praktek membaca potongan ayat-ayat Al-Qur’an.
Tujuan Utama:
Membaca potongan ayat Al-Qur’an dengan tartil.
Menguasai semua aturan dasar tajwid sederhana.
Tips Belajar:
Latih membaca surah-surah pendek secara berulang.
Jangan terburu-buru; fokus pada kualitas bacaan.
30 Video Belajar Iqro 6 dari Yufid.TV
Jika Anda sudah sampai tahap ini, Anda hebat! Baarokallaahu fiik!
Berikut ini 29 video belajar Iqro 6 dari Yufid.TV, Anda dapat belajar melalui video ini. Durasi satu video berkisar 7 – 15 menit. Tekadkan diri untuk belajar 2 video dalam sehari. Jika Anda setiap hari belajar 2 video, insya Allah Anda menyelesaikan belajar Iqro 6 dalam waktu kurang dari 15 hari.
Tips Belajar Iqro dengan Cepat
Konsisten: Sediakan waktu khusus setiap hari untuk belajar, meskipun hanya 15-30 menit.
Fokus: Pusatkan metode belajar hanya menggunakan buku Iqro saja. Jauhkan semua faktor yang merusak fokus Anda, seperti sosial media, gadget, main game, dan lain-lain.
Gunakan Media Pendukung: Aplikasi belajar Iqro, video tutorial, atau audio murottal dapat membantu mempercepat pembelajaran.
Bersabar dan Berdoa: Kesabaran adalah kunci dalam belajar membaca Al-Qur’an. Jangan lupa untuk selalu memohon pertolongan kepada Allah. Berdoa adalah yang pertama dan terakhir. Awali belajar dengan berdoa dan akhiri pula dengan berdoa.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Belajar Iqro 1-6?
Lamanya waktu belajar Iqro tergantung pada konsistensi dan jumlah halaman yang dipelajari setiap hari. Berikut logikanya:
1. Jumlah Halaman dalam Iqro 1-6
Setiap jilid Iqro rata-rata terdiri dari 30-35 halaman. Jika digabungkan, total halaman dari Iqro 1 hingga Iqro 6 sekitar 190 halaman.
2. Belajar 1 Halaman per Hari
Jika Anda konsisten belajar 1 halaman per hari, maka:
Jika Anda setiap hari mempelajari 2 video belajar Iqro Yufid.TV setiap hari, insya Allah Anda menyelesaikan Iqro 1 hingga Iqro 6 dalam waktu 90 hari.
Ingat 2 Kunci Sukses Belajar Iqro
Kunci keberhasilan belajar adalah konsistensi dan fokus setelah banyak berdoa kepada Allah. Dengan disiplin, siapa pun bisa menyelesaikan Iqro dalam waktu yang relatif singkat.
Panduan & Tips Belajar Iqro dengan Efektif
1. Wajib berurutan: Mulailah dari Iqro 1 untuk mengenal huruf hijaiyah. Kuasai satu materi sebelum melangkah ke materi selanjutnya.
2. Tetapkan Jadwal Rutin: Tentukan waktu khusus setiap hari, misalnya setelah shalat Subuh atau Maghrib. Konsistensi adalah kunci. Gunakan waktu belajar secara rutin, meskipun hanya 15-30 menit per hari.
3. Belajar Bersama Guru: Memiliki pembimbing dapat membantu memperbaiki kesalahan dalam pengucapan dan memahami materi lebih cepat. Anda dapat belajar secara online atau bertemu langsung dengan guru.
4. Gunakan Media Pendukung: Manfaatkan aplikasi belajar Iqro, video tutorial, atau audio murottal sebagai tambahan pembelajaran. Pada panduan belajar iqro ini, kita menggunakan 180 video belajar Iqro dari Yufid.TV.
5. Latih Bacaan dengan Tartil: Bacalah dengan perlahan dan jelas sesuai tajwid. Hindari terburu-buru agar bacaan Anda benar sejak awal.
6. Sabar: Sabar, sabar, sabar, dan nikmati proses pembelajaran. Ingat, ini adalah bagian dari ibadah yang besar pahalanya.
7. Murajaah: Ulang, ulang, dan ulangi. Latihan, latihan, dan latihan. Mengulang-ulang pelajaran adalah kunci lekat dan lengketnya ilmu pengetahuan di dalam benak dan hati kita.
8. Berdoa Memohon Kemudahan: Jangan lupa berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam belajar. Bacalah doa sebelum belajar:
رَبِّ زِدْنِى عِلْمًا
ROBBI ZIDNII ‘ILMAA
“Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha: 114)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
ROBBISY ROHLII SHODRII WAYAS-SIRLII AMRII
“Ya Allah, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku.” (QS. Thaha: 25-26)
Belajar Iqro adalah salah satu pintu gerbang menuju keindahan Al-Qur’an. Ini adalah langkah awal untuk menjadi bagian dari Ahlul Qur’an—golongan yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.
Belajar membaca Al-Qur’an bukan sekadar kewajiban kita sebagai muslim, tetapi juga kemuliaan yang membawa kita lebih dekat kepada Allah, tonggak kebangkitan Islam, dan tangga menuju kejayaan Islam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini mengajarkan bahwa belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah amal yang membawa keberkahan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi generasi penerus. Memulai belajar Iqro berarti Anda sedang menapaki jalan menuju kebaikan yang terus mengalir pahalanya. Jadi, jangan tunda lagi untuk memulai langkah ini. Anda bisa menjadi bagian dari orang-orang terbaik yang dicintai oleh Allah.
Jangan Tunggu Lagi, Mulailah Hari Ini
Belajar Iqro adalah langkah awal menuju keberkahan hidup. Dengan doa yang konsisten, kemudian metode yang terstruktur, lalu dukungan dari keluarga dan guru, siapa pun dapat lancar membaca Al-Qur’an.
Ingatlah, setiap langkah yang Anda tempuh untuk belajar membaca Al-Qur’an adalah pahala besar di sisi Allah. Jadi, jangan tunda lagi. Mulailah hari ini, raihlah keutamaan mempelajari Al-Qur’an.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk segera memulai belajar Iqro. Wallahu a’lam bish-shawab.
Adakah jual beli emas online yang aman dan terpercaya?
Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada saya maka saya mengajak Anda untuk memikirkan dari sudut pandang Islam; aman dan terpercayakah secara syariat? Halalkah transaksi jual beli emas online ini dalam Islam? Jika jawabannya “halal” maka silakan Anda cari layanan jual beli emas online yang terpercaya. Namun sebaliknya, jika jual beli emas online ini “haram” dalam Islam, maka sebaliknya Anda berpikir ulang sebelum melakukan transaksi jual beli emas secara online. “Aman” dan “terpercaya” tidak hanya dilihat dari sudut pandang bisnis semata, namun yang lebih penting lagi adalah aman kah ini menurut syariat Islam?
Mengapa saya membahas hukum jual beli emas online?
Latar Belakang Pertama:
Beberapa bulan lalu, saya secara tidak sengaja membeli perhiasan untuk istri saya. Sebelumnya saya tidak tahu bahwa di dalam perhiasan tersebut terdapat kandungan emas, karena memang harganya sangat murah dan sangat terjangkau. Setelah perhiasan tersebut sampai di rumah, baru saya ketahui ternyata di dalamnya ada kandungan emas. Ini latar belakang pertama mengapa saya membahas hukum jual beli emas online dalam Islam.
Latar Belakang Kedua:
Hari ini (Selasa, 6 Juni 2017) saya mendapat berita tentang diluncurkannya Program BukaEmas di BukaLapak. BukaEmas adalah salah satu fitur di BukaLapak yang memungkinkan jual beli emas secara online dengan aman dan mudah. Bayangkan saja, pengguna BukaLapak dapat menjual atau membeli emas secara online dengan harga terjangkau, mulai dari 0,005 gram emas melalui fitur BukaEmas ini.
Dari liputan id.techinasia.com tentang program BukaEmas ini, menyebutkan bahwa dengan fitur BukaEmas ini jual beli emas online di BukaLapak bisa dilakukan secara tidak tunai karena telah disediakan opsi cicilan.
Pengguna dapat membayar transaksi melalui akun BukaDompet milik pengguna di BukaLapak. Emas yang sudah dibeli kemudian disimpan di virtual box milik PT. Sinar Rezeki Handal yang merupakan partner Bukalapak. Emas milik pengguna yang tersimpan di virtual box tersebut sewaktu-waktu dapat dijual kembali oleh pengguna BukaLapak. Kepingan emas resmi dari ANTAM dan terakreditasi LBMA (London Bullion Market Association) yang ada di BukaEmas ini pun dapat ditarik oleh pengguna secara fisik jika minimal sudah mencapai 0,5 gram.
Dengan tagline BukaLapak sebagai “situs jual beli online mudah & terpercaya”, ini sesuatu sekali bagi saya. Program BukaEmas ini merupakan gebrakan besar di dunia jual beli online.
Catatan Penting!
Di tulisan ini saya tidak ingin membahas apa hukum jual beli emas secara online di program BukaEmas di BukaLapak. Untuk menetapkan fatwa hukumnya secara Islam semestinya ditetapkan oleh ustadz atau ulama yang kompeten di bidang Fiqih Muamalah. Tentunya setelah melakukan penelitian mendalam terhadap program BukaEmas BukaLapak.
Di tulisan ini saya ingin mengajak Anda belajar bersama saya tentang kaidah jual beli emas, baik online atapun offline. Inilah salah satu istimewanya Islam; seluruh hukum dan aturan kehidupan sudah dalam Islam sejak 1.400 tahun yang lalu.
Jual Beli Emas dalam Islam
Ketentuan jual beli emas sudah diatur dalam Islam sejak 14 abad silam. Dan ketentuan ini relevan hingga akhir zaman walaupun kondisi zamannya berubah.
Dalam Hadis riwayat Ubadah bin as-Shomit radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل سواء بسواء يدا بيد، فإذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يدا بيد رواه مسلم
“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Bila jenisnya berbeda maka silahkan engkau membarterkannya dengan cara sesuka hatimu, namun harus dilakukan secara kontan.” (HR. Muslim no. 1587)
Anda perhatikan Hadis di atas. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan 6 jenis komoditi:
Catatan:
Untuk mengetahui perbedaan gandum dan sya’ir. Silakan mengeceknya pada link yang kami berikan di atas. Ada yang mengartikan “burr” dalam Hadis di atas dengan arti “gandum halus”, sedangkan “sya’ir” dengan arti “gandum kasar”.
Enam jenis komoditi pada Hadis di atas lazim disebut dengan komoditi ribawi dalam bahasan ilmu fiqih (الأصناف التي يجري فيها الربا). Ada ketentuan khusus dalam Islam untuk jual beli atau barter 6 komoditi di atas. Jika jual beli atau barter 6 komoditi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan Islam maka bisa jatuh pada transaksi riba yang diharamkan oleh Islam.
Apakah Komiditi Ribawi Hanya 6 Jenis?
Apakah komiditi ribawi hanya 6 jenis yang disebutkan dalam Hadis di atas? Jawabannya tidak, namun ini juga berlaku untuk jenis komiditi yang lainnya yang memiliki kesamaan ‘illah (alasan atau sebab).
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menjelaskan pada tulisan beliau:
Berdasarkan ‘illah nya, 6 benda ribawi di atas dibagi menjadi dua: Benda yang menjadi alat tukar: Dalam Hadis diwakili dengan emas dan perak. Termasuk dalam hal ini adalah semua mata uang yang berlaku dalam setiap negara.
Benda yang menjadi bahan makanan: Dalam hadis disebutkan gandum kasar, gandum halus dan kurma. Dianalogikan dengan hal ini adalah beras, dan semua bahan makanan pokok di setiap daerah. (Silakan baca: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)
Ketentuan Transaksi Komiditi Ribawi
Dalam Hadis di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan ketentuan transaksi 6 komoditi di atas:
Apabila transaksi jual beli atau barter dilakukan antara komoditi yang sama (misal: emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam) maka harus memenuhi 2 ketentuan:
Ketentuan yang pertama: Jumlah takarannya harus sama.
Misal:
Emas lama ditukar dengan emas baru. Maka takarannya harus sama (misal: 5 gram emas lama harus ditukar dengan 5 gram emas baru). Apapun kondisi dan mutu keduanya (misal: yang satunya bagus dan yang lainnya jelek) maka tetap HARUS ditukar dengan dengan takaran yang sama.
Apabila emas lama sebanyak 5 gram ditukar dengan emas baru sebanyak 3 gram (atau sebaliknya) maka ini tidak boleh. Hukumnya HARAM secara syariat karena di dalam transaksi ini terdapat Riba Fadhl yang diharamkan dalam Islam.
Begitu juga dengan uang, yaitu uang kartal yang sekarang kita sehari-hari kita gunakan untuk transaksi jual beli. Uang kartal adalah uang yang berdiri sendiri yang hukumnya sama dengan emas dan perak. Dan uang setiap negara berbeda-beda jenis dan nilainya, sesuai dengan negara yang mengeluarkannya. Rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia berbeda jenis dan nilainya dengan Dolar Amerika. (Silakan baca artikel: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)
Oleh karena itu Rupiah adalah satu jenis uang tersendiri. Dolar pun adalah satu jenis uang tersendiri. Begitupun dengan mata uang lainnya.
Kembali pada ketentuan di atas. Jika Anda ingin menukar 1 lembar uang kertas Rp 50.000,- maka harus ditukar dengan nilai yang sama, yaitu dengan 5 lembar uang kertas Rp 10.000,- Jika nilai tukarnya tidak sama maka hukumnya HARAM secara syariat Islam karena di dalam transaksi ini terdapat Riba Fadhl yang diharamkan dalam Islam. (Baca: Awas! Ada Riba di Jasa Tukar Uang Baru Lebaran)
Ketentuan yang kedua: Transaksinya harus kontan.
Maksud kontan di sini adalah serah terima barang harus dilakukan pada saat transaksi. Serah terima barang TIDAK BOLEH ditunda atau tertunda setelah akad transaksi. Serah terima barang TIDAK BOLEH dilakukan setelah kedua belah pihak berpisah (setelah ada akad transaksi sebelumnya), TIDAK BOLEH walaupun hanya berpisah sejenak.
Transaksi Antara Komoditi Ribawi yang Jenisnya Berbeda
Pada Hadis di atas disebutkan: “Bila jenisnya berbeda maka silahkan engkau membarterkannya dengan cara sesuka hatimu, namun harus dilakukan secara kontan.”
Maksudnya adalah apabila barang komoditi ribawi yang ditukar dalam transaksi tersebut berbeda jenisnya maka boleh salah satu pihak atau kedua belah pihak menaikkan nilai atau jumlah barangnya. Namun dengan syarat HARUS dilakukan secara kontan.
Misalnya: Jual beli atau barter emas dengan perak, kurma dengan sya’ir, garam dengan gandum. Boleh nilai dan jumlah barangnya berbeda satu sama lainnya (misal: menukar 1 gram emas dengan 20 gram perak). Namun transaksinya HARUS dilakukan secara kontan.
Contoh lainnya terkait dengan topik pembahasan kita adalah transaksi jual beli emas dengan uang. Maka transaksi jual beli emas dengan menggunakan uang HARUS dilakukan secara kontan. Jika tidak dilakukan secara kontan maka berlaku padanya Riba Nasi-ah yang diharamkan oleh Islam.
Contoh yang lainnya, yaitu BOLEH menukar $1,- Dolar Amerika dengan Rp 13.800,- Rupiah Indonesia, namun HARUS kontan (serah terima langsung dilakukan di tempat berlangsungnya akad). Jika tidak dilakukan secara tunai maka berlaku padanya Riba Nasi-ah yang diharamkan oleh Islam.
Bagaimana dengan jual beli kurma secara online yang serah terima barangnya dengan tempo (tertunda)? atau jual beli garam secara online? dan bagaimana pula jual beli gandum atau beras secara online?
Bahwa jual beli kurma (atau makanan pokok lainnya) dengan pembayaran tempo (tidak kontan) diperbolehkan dalam syariat Islam. Karena kurma dan uang meskipun termasuk dalam komoditi riba namun jenis dan ‘illah (alasan)nya berbeda. ‘illah kurma adalah takaran dan makanan pokok. Sedangkan ‘illah uang adalah sebagai alat tukar atau barang yang sangat bernilai. Hal ini berdasarkan hadits berikut:
عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِىٍّ إِلَى أَجَلٍ ، فَرَهَنَهُ دِرْعَهُ
Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran tempo (tidak kontan), lalu beliau menggadaikan baju besinya kepadanya.” (HR. Bukhari II/767 no.2088. Lihat Irwa’ul Ghalil karya Syaikh Al-Albani no.1393).
Imam Ash-Shan’ani berkata: “Ketahuilah bahwasanya para ulama telah sepakat akan dibolehkannya menjual-belikan antara dua barang yang termasuk dalam komoditi ribawi namun berbeda jenisnya, baik dengan pembayaran tempo maupun dengan adanya perbedaan jumlah/takaran, seperti menjual emas dengan gandum, atau perak dengan tepung gandum dan selainnya dari jenis makanan yang ditakar.” (Subulus-Salam III/38).
Dr. Abdul ‘Azhim bin Badawi Al-Khalafi berkata, ”Apabila enam jenis (termasuk barang yang diqiaskan kepadanya, pent) dijual dengan barang yang berbeda jenis dan illahnya, misalnya emas dengan gandum, perak dengan garam, maka dibolehkan terjadinya selisih jumlah (tafadhul) dan dapat diakhirkan penyerahannya (nasi-ah). (Al-Wajiiz Fi Fiqhi As-Sunnah Wa Al-Kitab Al-Aziz,hal. 349)
Untuk Transaksi di Luar Komiditi Ribawi
Jual beli barang selain 6 jenis komiditi ribawi dan barang lainnya yang memiliki ‘illah yang sama maka boleh keluar dari ketentuan transaksi di atas. Namun tentu saja harus dalam koridor syariat Islam, misal: tidak boleh ada tipu menipu, tidak boleh menyembunyikan cacat barang, tidak boleh curang dalam menimbang, dan lain-lain.
Contohnya:
Bolehnya jual beli buku dengan menggunakan uang dengan harga yang ditetapkan oleh penjual, baik secara tunai atau dicicil.
Boleh tukar menukar 1 mobil baru dengan 3 mobil lama.
Dan banyak contoh yang lainnya.
Namun Anda tetap harus berhati-hati, karena di sana ada banyak aturan syariat dalam transaksi jual beli. Oleh karena itu bagi siapa saja yang setiap harinya berkecimpung dalam dunia perniagaan wajib belajar ilmu Fiqih Muamalah ini, terutama bagi Anda seorang pedagang.
“Jangan berdagang di pasar kami kecuali orang yang benar-benar paham mengenai seluk beluk riba.” (Lihat Mughnil Muhtaj, 6/310)
***
Bagaimanakah Hukum Jual Beli Emas Online?
Saya yakin Anda sudah memahami 2 ketentuan di atas ya? Jika demikian apakah jual beli emas online tersebut dilakukan secara kontan (serah terima barang langsung pada saat akad)? Jika tidak maka transaksi seperti ini tidak boleh. Tentang hukum jual beli emas secara online ini sudah dijelaskan oleh Syaikh Sholeh al-Munajjid pada artikel yang ditulis oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Anda bisa langsung merujuk pada artikel tersebut. (Silakan baca: https://rumaysho.com/2395-jual-beli-emas-via-internet.html)
Ustadz Dr. Erwandi juga menjelaskan hal ini pada tulisan beliau. Beliau menjelaskan bahwa jual beli emas via internet terlarang secara syariat dikarenakan serah terima barang tidak kontan (pembeli sudah transfer via internet banking namun barang baru diterima beberapa hari kemudian). Dan ini tidak boleh secara syariat. (Silakan baca: http://pengusahamuslim.com/5856-aturan-jual-beli-emas-dan-valas.html)
Terkait dengan program BukaEmas di BukaLapak, saya sarankan juga membaca tulisan ustadz Muhammad Abduh Tuasikal tentang hukum menabung emas secara online. (Silakan baca: https://rumaysho.com/15516-menabung-emas-namun-tak-pernah-melihat.html)
***
Penutup
Demikianlah tulisan sederhana ini yang saya susun dari berbagai sumber. Sebagian besar materi tulisan saya ambil dari beberapa tulisan para ustadz yang saya cantumkan di daftar referensi di bagian paling bawah artikel ini, sembari saya mengecek langsung ke kitab fiqih untuk sekedar memastikan keterangan ilmiahnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Doa setelah Sholat Tahajud ini juga merupakan doa setelah Sholat Tarawih dan Witir. Tentu saja, karena Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan Sholat Malam, sedangkan Sholat Witir adalah penutupnya. Nah, doa yang akan kita pelajari ini dibaca setelah selesai salam Sholat Witir.
Saya sudah menulis tentang perbedaan antara Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih di tulisan saya yang lainnya di website ini. Anda boleh membacanya nanti setelah membaca artikel Doa Setelah Sholat Tahajud ini. Saya akan berikan link tautannya nanti di bawah insya Allah.
Pada tulisan ini insya Allah Anda akan mendapatkan ilmu pengetahuan seputar Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir. Anda boleh menonton video tentang tata cara Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir yang saya sertakan di artikel ini. Anda juga dapat mendownload file PDF dan Mp3 Doa Setelah Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih dan Sholat Tarawih ini. Link downloadnya saya sertakan di bagian bawah artikel.
***
Sekali lagi, doa setelah Sholat Tahajud & Sholat Tarawih ini dapat Anda amalkan setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa yang akan kita pelajari di artikel ini.
***
Ada 2 Doa Setelah Selesai Sholat Tahajud
Ada 2 doa yang dapat kita amalkan setelah selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau setelah Sholat Tarawih. Anda boleh mengamalkan salah satunya atau keduanya.
DOA YANG PERTAMA
Doa ini dibaca tepat setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai sholat penutup. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa ini.
Cara membaca doa yang pertama ini yaitu:
Doa ini dibaca sebanyak 3 kali.
Pada bacaan yang ketiga dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya.
Mungkin ini lebih jelas lagi jika Anda menonton video Doa Setelah Sholat Tahajud di channel Banghen.com ini ya. Di video ini saya berikan keterangan bacaan doanya dalam bentuk audio yang saya bacakan secara pelan. Kemudian saya berikan keterangan teks doanya dalam tulisan latin dan saya sertakan pula arti doanya dalam Bahasa Indonesia. Tak lupa pula saya sertakan penjelasan sumber dalil Hadis setiap doa.
***
Berikut ini adalah bacaan doa yang pertama, sebagaimana yang Anda lihat di video Doa Setelah Sholat Tahajud di atas.
Setelah Anda selesai membaca Doa Setelah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih dan Sholat Witir di atas maka selesai pula ibadah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih, dan Witir Anda.
***
Dalil Doa yang Pertama dari Doa Setelah Sholat Tahajud di atas
Doa setelah Sholat Tahajud di atas berdasarkan dalil beberapa Hadis di bawah ini:
Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam Sholat Witir, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS.” (HR. Abu Daud 1430; dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiallahu ‘anhu, terdapat tambahan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat al-A’laa (pada rakaat pertama), surat al-Kafirun (pada rakaat kedua), dan surat al-Ikhlas (pada rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS , 3 kali. Beliau keraskan suara beliau pada bacaan yang ketiga.” (HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani)
Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan:
… طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ
“Beliau baca (dengan bacaan yang panjang) pada bacaan ketiga.” (HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Disebutkan dalam riwayat Thabrani tentang adanya tambahan bacaan:
“Di bagian akhir beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membaca: RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH.” (HR. Ad-Daruquthni no. 1660. Dalam Fatwa Islam (no. 14093), dinyatakan: sanadnya shahih, dan Ibnul Qoyim menyebutnya dalam Zaadul Ma’aad 1/323)
***
DOA YANG KEDUA
Ada dua tempat untuk membaca doa kedua ini ketika Witir atau Tahajud, yaitu:
Setelah Sholat Witir.
Ketika sujud dalam shalat.
***
Berikut ini Doa Setelah Sholat Tahajud yang kedua:
ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK, WA BI-MU’AAFAATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A-‘UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK
Makna doa kedua di atas:
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”
Untuk lebih jelasnya tentang doa yang kedua ini, Anda dapat menonton video di atas ya.
Hadis selengkapnya yang merupakan sandaran dalil doa di atas:
Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di (penghujung) Sholat Witir beliau, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK…” (HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)
***
DOWNLOAD FILE PDF DAN MP3 DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD
Kisah Inspiratif dalam Islam: Menginspirasi dan Menggugah Jiwa
Sebuah kisah mengagumkan pernah diceritakan oleh Imam Ibnu Katsir -semoga Allah merahmatinya- tatkala beliau menyebutkan biografi Syaikh Muhammad bin Mansur al-Qobbaari -semoga Allah merahmatinya-:
Syaikh Muhammad bin Mansur al-Qobbaari tinggal di kebun miliknya. Beliau mencari nafkah dengan bercocok tanam di kebunnya tersebut. Beliau seorang yang sangat menjaga diri dari maksiat dan memakan yang haram. Beliau berikan hasil panen kebun miliknya itu kepada orang yang membutuhkan. Beliau selalu menyeru manusia kepada kebaikan, dan mencegah dari perbuatan dosa.
Syaikh Muhammad bin Mansur al-Qobbaari memiliki kisah yang sungguh unik. Di antaranya adalah: Beliau pernah menjual keledai miliknya kepada seorang laki-laki. Setelah berlalu beberapa hari, laki-laki tersebut datang kembali menemui Syaikh Muhammad.
Laki-laki tersebut berkata kepada Syaikh Muhammad: “Wahai Tuan, sungguh keledai yang saya beli dari Tuan tidak mau memakan makanan yang aku berikan padanya.”
Syaikh Muhammad menatap laki-laki itu, lalu berkata: “Kamu berikan makanan apa keledai tersebut?”, “Apa pekerjaanmu?”
Lelaki tersebut menjawab: “Saya seorang penari.”
Syaikh Muhammad lalu berkata: “Sesungguhnya keledai kami tidak mau memakan makanan yang haram!”
Syaikh Muhammad kemudian masuk rumah, mengambil uang jual beli keledai tersebut, lalu mengembalikannya kepada laki-laki itu. (al-Bidaayah wan Nihaayah)
*Diterjemah secara bebas oleh banghen | murojaah oleh ustadz Ammi Nur Baits
Sebelum Anda men-download (mengunduh) 30 Juz MP3 Murottal Syaikh Syuraim, mari sejenak kita baca biografi imam besar Masjidil Haram ini. Tak kenal maka tak sayang…
Syaikh Syuraim lahir pada tahun 1386 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 19 Januari 1964, di kota Riyadh. Nama lengkap beliau adalah Su’ud bin Ibrahim bin Muhammad aalu Syuraim. Begini nama beliau jika ditulis dengan tulisan arab:
سعود بن إبراهيم بن محمد آل شريم
Beliau adalah seorang profesor di bidang Fiqih. Pendidikan terakhir beliau adalah Ph.d. (S3) yang beliau raih dengan predikat Summa Cumlaude pada tahun 1995 dari Universitas Umm al-Qura (جامعة أم القرى), kota Mekkah.
Disertasi beliau berjudul
“Al-Masalik fil Manaasik Makhthuuthun fil Fiqhil Muqoorin lil Kirmaani”
(المسالك في المناسك مخطوط في الفقه المقارن للكرماني)
Penguji disertasi beliau ketika mempertahankan disertasi beliau adalah Syaikh Abdul Aziz Aalu Syaikh, seorang ulama Islam yang sangat cerdas dan alim, mufti ‘aam Arab Saudi.
Mungkin Anda ingin menonton sejenak video bagaimana suasana ilmiah tatkala sidang disertasi Syaikh Syuraim. Lihat betapa cerdasnya Syaikh Syuraim dan betapa sangat sangat cerdasnya Syaikh Abdul Aziz Aalu Syaikh. Silakan nonton videonya di bawah ini:
***
Channel Resmi Syaikh Syuraim di Internet
Bagi Anda yang ingin mengikuti dan mengambil faidah lebih banyak dari Syaikh Syuraim, Anda boleh mengikuti beliau melalui beberapa channel berikut ini:
30 Juz MP3 murotal al-Quran ini khusus untuk murotal Syaikh Syuraim (Sheikh Shuraim), tidak dicampur dengan Syaikh Sudais. Silakan Anda download pada link di bawah ini. Semoga 30 juz murotal al-Quran (dari mulai surah al-Fatihah hingga juz amma) ini dapat menemani keseharian Anda bersama keluarga. Murotal Syaikh Syuraim ini sangat cocok bagi penghafal al-Quran yang ingin mengulang-ulang (murojaah) hafalan al-Quran. Hal ini dikarenakan Syaikh Syuraim membaca al-Quran secara cepat dengan artikulasi yang baik sekali. Cocok sekali untuk mengulang-ulang hafalan al-Quran yang membutuhkan mendengarkan murotal al-Quran dengan tempo yang cepat.
Dan sepertinya Murotal Syaikh Syuraim ini adalah rekaman live beliau ketika mengimami Sholat Tarawih di Masjidil Haram.
Tata Cara Sholat Tahajud: Keutamaan, Niat, Bacaan, dan Doa Sholat Tahajud
Sholat Tahajud merupakan ibadah sunnah yang paling dianjurkan dalam Islam. Sholat ini menjadi bukti nyata dari kecintaan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah, karena dilakukan di waktu malam, saat kebanyakan manusia sedang terlelap.
Allah memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dan umatnya untuk melaksanakan Sholat Tahajud dalam firman-Nya:
“Dan pada sebagian malam, kerjakanlah Sholat Tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang Tata Cara Sholat Tahajud, termasuk niat, jumlah rakaat, bacaan, waktu terbaik, doa, hingga keutamaan yang bisa diraih. Harapannya, tulisan ini dapat menjadi motivasi bagi kita untuk melaksanakan Sholat Tahajud secara konsisten.
Apa Itu Sholat Tahajud?
Sholat Tahajud sholat sunnah yang dilakukan di malam hari setelah bangun tidur. Sholat ini dapat dikerjakan setelah mengerjakan Sholat Isya. Waktu pelaksanaannya terus berlangsung hingga sebelum masuknya waktu Subuh. Sholat ini disebut Sholat Tahajud apabila dikerjakan setelah bangun dari tidur. Untuk lebih memahaminya, mari kita baca penjelasan Imam Al-Qurthubi di bawah ini:
Makna Kata Tahajjud Menurut Imam Al-Qurthubi
Imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan surah Al-Isra ayat 79 di atas pada tafsirnya:
“Dalam ayat ini (ayat 79 surah Al-Isra) terdapat 6 pembahasan:
(مِنَ اللَّيْلِ): Kata ‘مِنْ’ di sini bermakna sebagian (tab’idh, sebagian malam). Adapun huruf ‘فَ’ dalam kalimat ‘فَتَهَجَّدْ’ merupakan penghubung (huruf ‘athaf’) yang menunjukkan pada suatu hal yang disembunyikan (mudhmar), yaitu: “Bangunlah, lalu laksanakan Sholat Tahajud!”
(بِهِ)
أَيْ بِالْقُرْآنِ. وَالتَّهَجُّدُ مِنَ الْهُجُودِ وَهُوَ مِنَ الْأَضْدَادِ. يُقَالُ: هَجَدَ نَامَ، وَهَجَدَ سَهِرَ، عَلَى الضِّدِّ. قال الشاعر: ألا زارت أهل مِنًى هُجُودُ … وَلَيْتَ خَيَالَهَا بِمِنًى يَعُودُ
Firman Allah, (بِهِ): Maksudnya adalah dengan membaca Al-Qur’an.
Kata ‘التَّهَجُّدُ’ berasal dari kata dasar ‘الهُجُود’ yang memiliki dua makna berlawanan (adhdad), yaitu:
1. هَجَدَ bermakna tidur (نام).
2. هَجَدَ juga bisa bermakna terjaga (سهر).
Sebagai contoh, penyair berkata:
ألا زارت أهل مِنًى هُجُودُ … وَلَيْتَ خَيَالَهَا بِمِنًى يَعُودُ
“Mengapa ia tidak mendatangi orang-orang Mina yang sedang tidur? Dan semoga bayangannya kembali hadir di Mina.”
Sedangkan tahajjud secara istilah bermakna terjaga setelah tidur. Oleh karena itu, tahajjud menjadi nama khusus untuk ibadah sholat, karena seseorang bangun dari tidurnya untuk melaksanakan ibadah tersebut.
Dengan demikian, tahajjud bermakna bangun untuk sholat setelah tidur. Hal ini juga dipahami oleh Al-Aswad, Alqamah, Abdurrahman bin Al-Aswad, dan lainnya.
“Apakah salah seorang dari kalian mengira bahwa jika ia berdiri sepanjang malam, maka ia sudah disebut bertahajjud? Sebenarnya, tahajjud itu adalah sholat setelah tidur, kemudian sholat setelah tidur lagi, kemudian sholat setelah tidur lagi. Itulah sholat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.”
Ada yang mengatakan bahwa hujuud bermakna tidur. Oleh karena itu, seseorang dikatakan bertahajjud ketika ia terjaga di malam hari, meninggalkan tidur, dan melaksanakan sholat.
Orang yang melaksanakan sholat malam disebut mutahajjid karena ia meninggalkan tidur (hujuud) dari dirinya.
Perbuatan ini (tahajjud) memiliki kesamaan dengan kata kerja seperti:
• تَحَوَّبَ (membersihkan diri dari dosa).
• تَحَرَّجَ (menghindari hal haram).
• تَأَثَّمَ (menghindari dosa).
• تَحَنَّثَ (menghindari perbuatan dosa atau kesalahan).
• تَقَذَّرَ (membersihkan diri dari kotoran).
• تَنَجَّسَ (menghilangkan kenajisan).
Yaitu apabila dia berusaha membuang sifat-sifat tersebut dari dirinya.
Sama seperti firman Allah:
فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ
“Lalu kalian sibuk saling mencela.” (QS. Al-Waqi’ah: 65)
Maksudnya adalah mereka menyesali perbuatannya, dan membuang segala bentuk kesenangan dan canda tawa dari diri mereka. Itu adalah kelapangan jiwa dan kebahagiaannya.
Dikatakan seseorang itu adalah ‘fakih’ (berbahagia) jika ia banyak bersukacita dan tertawa.
Makna dalam ayat ini adalah: dan gunakanlah waktu di malam hari untuk begadang dalam sholat dan membaca (Al-Qur’an).
— selesai kutipan —
Sehingga makna tahajjud dalam ayat tersebut adalah:
“Bangun di waktu malam untuk sholat dan membaca Al-Qur’an.”
Penafsiran ini menunjukkan bahwa Sholat Tahajud adalah ibadah malam yang sangat khas, dilakukan setelah seseorang tidur terlebih dahulu. Praktiknya mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Penjelasan Makna Sholat Tahajud Oleh Syaikh Dr. Labib Najib
Syaikh Dr. Labib Najib, seorang ulama fikih mazhab Syafi’i, menjelaskan apa itu Sholat Tahajud:
صلاة التهجد، هي: صلاة في الليل بعد نوم، فالصلاة تشمل الفرض، فلو قضى فرضًا بعد نومٍ حصل التهجد، ويحصل التهجد ولو بسنة العشاء، أو الوتر إذا فُعل بعد نومٍ
Artinya: “Salat Tahajud adalah salat pada malam hari setelah bangun tidur, dan salat ini juga mencakup Sholat Fardhu. Jadi seandainya ada orang yang mengqadha Sholat Fardhu (pada malam hari) setelah bangun tidur, maka itu juga dianggap sebagai Sholat Tahajud. Bahkan jika ia mengerjakan Sholat Sunah Rawatib Isya atau Sholat Witir setelah bangun tidur, teranggap telah melakukan Sholat Tahajud. Jadi, jika ada orang yang mengqadha Sholat Fardu pada malam hari setelah bangun tidur, itu juga dianggap sebagai Sholat Tahajud.”
Keutamaan Sholat Tahajud
1. Kebiasaan Penduduk Surga ketika Mereka di Dunia
Rutin mengerjakan Sholat Tahajud adalah salah satu kebiasaan penduduk surga ketika mereka dulunya di dunia.
Allah Ta’ala menceritakan kepada kita tentang kebiasaan Sholat Tahajud ini di dalam al-Quran surat adz-Dzaariyaat ayat 15 – 18:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,”
“mereka menerima segala pemberian Rabb mereka. Sungguh mereka itu sebelumnya di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.”
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
“Mereka (penduduk surga) itu (dulunya ketika di dunia) sedikit tidur di waktu malam.”
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون
“Pada waktu akhir malam (waktu sahur), mereka memohon ampun kepada Allah.”
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa maksud ayat ini adalah para penghuni surga selalu mengerjakan Sholat Malam walaupun hanya beberapa rakaat.
حدثنا أبو كُرَيب، قال: ثنا ابن يمان، قال: ثنا ابن أبي ليلى، عن المنهال، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس ﴿كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ﴾ قال لم يكن يمضي عليهم ليلة إلا يأخذون منها ولو شيئا
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Tidak ada satu malam pun yang berlalu kecuali mereka mengambil bagian dari malam itu (untuk mengerjakan sholat), meskipun hanya beberapa rakaat.” (Tafsir Ath-Thabari)
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Allah menyiapkannya bagi orang yang memberi makan, berbicara dengan lembut, terus-menerus berpuasa, dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur.” (HR. Ahmad)
2. Kebiasaan Orang Saleh, Penghapus dan Pencegah Dosa
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Hendaklah kalian mengerjakan Sholat Malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, penghapus dosa, dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)
3. Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Sholat Tahajud merupakan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Sarana Masuk Surga dengan Selamat
Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan (kepada orang yang membutuhkan), sambunglah tali silaturahim, dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur. Niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)
“Lambung mereka jauh dari tempat tidur; mereka selalu berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan penuh harap, serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)
Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini:
أي أنهم يقومون لصلاة الليل ويتركون النوم والراحة على الفرش الوطيئة
“Maksudnya, mereka bangun untuk Sholat Malam dan meninggalkan tidur serta kenyamanan tempat tidur yang empuk.” (Tafsir Ibnu Katsir)
6. Mendapat Kesaksian Para Malaikat
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia melaksanakan witir di awal malam. Barang siapa yang berharap bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia melaksanakan witir di akhir malam. Karena sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan itu lebih utama.” (HR. Muslim)
7. Termasuk Sholat Sunnah Terbaik
Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam, lalu ia melaksanakan Sholat Tahajud dan membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan bangun, ia memercikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang istri yang bangun malam, lalu ia melaksanakan Sholat Tahajud dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, ia pun memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Dawud dishahihkan oleh Al-Albani)
***
Tata Cara Sholat Tahajud
Ringkasnya, cara Sholat Tahajud adalah sebagai berikut:
1. Niat Sholat Tahajud
Niat cukup di dalam hati tanpa dilafalkan. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Waktu Pelaksanaan
Waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 02.00 hingga menjelang Subuh. Jika khawatir tidak bangun di waktu ini, Sholat Tahajud boleh dilakukan setelah Sholat Isya.
3. Jumlah Rakaat
Sholat Tahajud dapat dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal tidak dibatasi. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasanya melaksanakan 11 atau 13 rakaat, termasuk witir.
“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasa Sholat Malam sebanyak 11 rakaat. Beliau salam setiap 2 rakaat dan menutupnya dengan 1 rakaat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Bacaan dalam Sholat Tahajud
Pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf ini, beliau bertanya kepada Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang bacaan atau perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai Sholat Tahajud, tatkala beliau bangun di malam hari. Yakni, bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai sholat beliau?
ALLAAHUMMA ROBBA JIBROO-IILA WA MIIKAA-IILA WA ISROOFIILA FAATHIROS-SAMAAWAATI WAL ARDH ‘AALIMAL GHOIBI WASY-SYAHAADAH ANTA TAHKUMU BAINA ‘IBAADIKA FIIMA KAANUU FIIHI YAKHTALIFUUN IHDINII LIMAKH-TULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI-IDZNIK INNAKA TAHDII MAN TASYAA-U ILAA SHIROOTHIM MUSTAQIIM
Artinya: “Ya Allah, tuhannya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil, Zat Yang menciptakan langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan nyata. Engkaulah hakim bagi hamba-hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Dengan izin-Mu, tunjukkan kebenaran padaku dalam perkara yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau Yang memberi petunjuk menuju jalan yang lurus bagi siapa yang Engkau kehendaki.” (HR. Muslim)
Setelah membaca Al-Fatihah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam sering membaca surat panjang seperti Al-Baqarah, An-Nisa, dan Ali Imran.
“Hingga beliau membaca surat Al-Baqarah, Ali Imran, dan An-Nisa dalam satu rakaat.” (HR. Muslim no. 772)
***
Doa Setelah Sholat Tahajud
Setelah Sholat Tahajud, lanjutkan mengerjakan Sholat Witir sebanyak 3 rakaat atau minimal 1 rakaat. Setelah Sholat Witir, bacalah doa berikut:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS
“Maha Suci Raja yang Maha Suci.”
Dibaca sebanyak tiga kali, dan pada bacaan ketiga dipanjangkan.
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
ROBBIL MALAA-ILATI WAR-RUUH
“Tuhan para malaikat dan Ar-Ruh.” (HR. Abu Daud dan Nasa-i, dishahihkan oleh Al-Albani)
***
Apa Beda Sholat Tahajud dengan Qiyamul Lail?
Qiyamul Lail adalah ketika seseorang menghidupkan waktu malam dengan melaksanakan ibadah apa saja yang disyariatkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah Qiyamul Lain tersebut tidak hanya Sholat Malam. Bisa jadi dia membaca Al-Quran, berdzikir, dan ibadah-ibadah lainnya.
Untuk melaksanakan Qiyamul Lail tidak mesti harus tidur terlebih dahulu, namun seseorang bisa langsung melaksanakan Qiyamul Lail langsung setelah Sholat Isya, misalnya dengan membaca Al-Quran, berdzikir, atau belajar ilmu agama. Demikian juga, seseorang pun bisa melakukan Qiyamul Lail setelah dia bangun dari tidur. Qiyamul Lail tidak disyaratkan dikerjakan dalam waktu tertentu yang lama. Seseorang yang hanya membaca Al-Quran sebentar pun sudah terhitung Qiyamul Lail.
Dengan demikian, makna Qiyamul Lail lebih umum dibandingkan Sholat Tahajud. Jika seseorang melakukan Sholat Tahajud berarti dia juga melakukan Qiyamul Lail dikarenakan dia sudah menghidupkan malam dengan mengerjakan ibadah dan ketaatan kepada Allah.
***
Apa Beda Sholat Malam dengan Sholat Tahajud?
Sholat Malam adalah sholat yang dilakukan pada waktu malam, mulai dari waktu Isya hingga akhir malam sebelum masuk waktu Sholat Subuh. Sholat Malam ini tentu saja adalah bagian dari Qiyamul Lail. Sholat Malam bisa dilakukan tanpa didahului tidur terlebih dahulu, seperti Sholat Tarawih yang dilakukan langsung setelah Sholat Isya (khusus pada bulan Ramadhan), atau Sholat Malam bisa juga dilakukan setelah bangun dari tidur malam, seperti Sholat Tahajud dan Sholat Witir.
Jadi, Sholat Tahajud merupakan bagian dari Sholat Malam, Sholat Malam bagian dari Qiyamul Lail.
***
Apa Beda Sholat Tahajud dengan Sholat Tarawih?
Ustadz Ammi Nur Baits, pengasuh KonsultasiSyariah.com, ketika beliau ditanya apakah Sholat Tarawih dengan Sholat Tahajud itu sama, sehingga jika seseorang sudah melaksanakan Sholat Tarawih tidak perlu melakukan Sholat Tahajud lagi.
Beliau menjawab dengan mengambil referensi dari Al-Fatawa al-Mukhtarah Thariqul Islam, yaitu ada keterangan dari Syaikh Hamid bin Abdillah al-Ali bahwa Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan bagian dari Qiyamul Lail. Pada zaman Nabi dan para Sahabat, keduanya dinamakan Qiyamul Lail. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang mengerjakan Qiyamul Lail di awal malam, terkadang di tengah malam, atau terkadang di akhir malam. Al-Quran menyebut keduanya dengan menggunakan ungkapan Qiyamul Lail dan Tahajjud. Tidak ada beda dua istilah tersebut dalam Al-Quran.
Kemudian pada masa berikutnya, setelah generasi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kaum muslimin melaksanakan Sholat Malam pada 20 hari pertama di bulan Ramadhan di awal waktu malam (sehabis Sholat Isya), karena waktu ini yang mudah bagi mereka. Mereka menyebut Sholat Malam di awal waktu malam bulan Ramadhan ini dengan nama Sholat Tarawih. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, mereka mengerjakan Sholat Malam di penghujung malam (sepertiga malam yang terakhir menjelang waktu Subuh) dalam rangka mencari Lailatul Qodar, dan mereka menamakan Sholat Malam pada waktu akhir malam ini dengan nama Sholat Tahajud (Lihat: https://konsultasisyariah.com/5901-tahajud-dan-tarawih.html).
Ada banyak ayat Al-Quran dan Hadis Nabi yang menyebutkan tentang keutamaan Sholat Tahajud. Begitupun pula dengan atsar para Sahabat dan para Salafus Sholeh terdahulu. Hal ini menunjukkan Sholat Tahajud memiliki banyak keutamaan.
***
Apa Hukum Sholat Malam?
Sholat Tahajud dan Sholat Witir termasuk Sholat Malam. Mayoritas ulama mengatakan bahwa hukum Sholat Malam adalah Sunnah Muakkadah, yaitu suatu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Di antara dalilnya adalah:
“Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah Sholat Malam.” (HR. Muslim, kitab ash-Shiyaam, bab Fadhli Shoumi Muharram, no 1163)
Sholat Tahajud Sebaiknya Jam Berapa?
Waktu Sholat Tahajud dimulai sejak masuknya waktu Isya hingga akhir malam, sebelum masuknya waktu Subuh. Sholat Tahajud dilakukan setelah selesai melaksanakan Sholat Isya, lalu Anda tidur terlebih dahulu, kemudian bangun untuk mengerjakannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الله زادكم صلاة فصلوها بين العشاء والفجر
“Sesungguhnya Allah telah memberikan kalian tambahan sholat (yaitu Sholat Witir), maka Sholat Witirlah kalian antara waktu Isya dan Fajar (Subuh).” (HR. Ahmad)
Hadis di atas dijadikan salah satu dalil tentang waktu Sholat Tahajud dikarenakan Sholat Witir merupakan bagian dari Sholat Malam, dan bahkan Sholat Witir adalah penutup Sholat Malam. Sedangkan Sholat Tahajud merupakan Sholat Malam. Jika Anda mengerjakan Sholat Tahajud maka penutup dari Sholat Tahajud Anda adalah Sholat Witir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“Jadikanlah Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam kalian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Jadi, sebaiknya kita melaksanakan Sholat Tahajud jam berapa? Anda boleh mengerjakan Sholat Tahajud pada awal malam, pertengahan malam, atau akhir malam, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir pada awal malam, pertengahan, dan akhir malam.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, dengan sanad hasan)
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir, sejak awal malam, pertengahan, dan akhir malam, dan Sholat Witir ini berakhir hingga waktu sahur.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Al-Witr, bab Saa’aatil Witr, no. 996)
Jadi, bagusnya Sholat Tahajud jam berapa? Jika Anda ingin melaksanakan Sholat Tahajud pada waktu yang terbaik maka kerjakanlah Sholat Tahajud pada akhir malam. Waktu ini direkomendasikan untuk Anda yang mampu dan yakin bisa bangun pada akhir malam. Hal ini berdasarkan Hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
من خاف أن لا يقوم آخر الليل ، فليوتر أوله، ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة، وذلك أفضل
“Barang siapa yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, maka sebaiknya dia melakukan Sholat Witir pada awal malam. Dan barang siapa yang sangat berkeinginan untuk bangun pada akhir malam, maka hendaknya dia mengerjakan Sholat Witir pada akhir malam, karena Sholat Witir pada akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan (Sholat Witir pada akhir malam) itu lebih baik.” (HR. Muslim dalam kitab Sholaatil Musaafiriin, bab Man Khoofa an Laa Yaquuma min Aakhiril Laili fal Yuutir Awwalahu, no. 755)
***
Bagaimana Cara Sholat Tahajud Nabi?
Jumlah rakaat Sholat Tahajud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada beberapa macam. Imam Ibnul Qoyyim menulis tentang cara Sholat Tahajud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kitab beliau Zaadul Ma’ad (I/329). Berikut ini beberapa cara Sholat Tahajud yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Cara Sholat Tahajud Nabi yang Pertama:
Cara Tahajud Nabi yang diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun pada malam hari. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu shalat 2 rakaat dengan memperlama berdiri, memperlama rukuk, dan memperlama sujud.
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi tidur kembali hingga meniup-niup (maksudnya adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa terlebih dahulu sebelum tidur. Dan do’a sebelum tidur sebagaimana yang kita tahu adalah diakhiri dengan meniup-niup, insya Allah nanti akan kita bahas pada kesempatan yang lainnya)
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan itu sebanyak 3 kali dengan 6 rakaat.
Pada setiap kalinya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak dan berwudhu.
Dalam bacaan sholat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Ali Imran ayat 190 hingga akhir surat, yaitu mulai dari ayat:
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir 3 rakaat. (HR. Muslim no. 763)
Cara Sholat Tahajud Nabi yang Kedua:
Cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kedua ini diceritakan oleh ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai Sholat Tahajud beliau dengan 2 rakaat yang pendek. Beliau Sholat Tahajud setiap 2 rakaat langsung salam. Kemudian beliau menyempurnakan Sholat Tahajud tersebut hingga 11 rakaat. Kemudian terakhir beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir 1 rakaat.
Cara Sholat Tahajud Nabi yang Ketiga:
Sama dengan cara yang kedua di atas, namun beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan sebanyak 13 rakaat.
Cara Sholat Tahajud Nabi yang Keempat:
Cara ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qoshrihaa, bab Sholaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy shallallahu ‘alaihi wa sallam, no. 738:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Tahajud 8 rakaat, dengan salam setiap 2 rakaat. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam Sholat Witir sebanyak 5 rakaat sekaligus tanpa duduk, lalu salam pada rakaat terakhir.
Cara Sholat Tahajud Nabi yang Kelima:
Cara ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qoshrihaa, bab Sholaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy shallallahu ‘alaihi wa sallam, no. 746:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Tahajud 9 rakaat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya secara bersambung pada 8 rakaat, beliau kemudian duduk (yaitu duduk tasyahud awal) pada rakaat yang ke-8. Pada rakaat ke-8 ini beliau duduk berdzikir kepada Allah, memuji Allah, dan berdoa kepada Allah.
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun tanpa salam dan meneruskan rakaat yang ke-9. Pada rakaat yang ke-9 ini beliau duduk (yaitu duduk tasyahud akhir), membaca tasyahud dan salam.
Setelah salam beliau sholat kembali sebanyak 2 rakaat.
Cara Sholat Tahajud Nabi yang Keenam:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat 7 rakaat. Pada 6 rakaat awal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya secara bersambung, beliau kemudian duduk (yaitu duduk tasyahud awal) pada rakaat yang ke-6. Pada rakaat ke-6 ini beliau duduk berdzikir kepada Allah, memuji Allah, dan berdoa kepada Allah.
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun tanpa salam dan meneruskan rakaat yang ke-7. Pada rakaat yang ke-7 ini beliau duduk (yaitu duduk tasyahud akhir), membaca tasyahud dan salam.
Setelah salam beliau sholat kembali sebanyak 2 rakaat.
Cara Sholat Tahajud Nabi yang Ketujuh:
Cara Sholat Tahajud Nabi ini diriwayatkan dalam HR. Ahmad, dalam kitab Musnad beliau, no. 24697:
Beliau melakukan Sholat Witir 3 rakaat sekaligus, dan salam pada rakaat yang terakhir.
***
Kesimpulan Tata Cara Sholat Tahajud Nabi
Untuk memudahkan Anda memahami 7 cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, berikut ini saya simpulkan poin-poin pentingnya:
Pertama: Jumlah rakaat Sholat Tahajud yang dianjurkan adalah 11 rakaat hingga 13 rakaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan Sholat Malam 11 – 13 rakaat.
13 rakaat berdasarkan dalil dari Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut ini:
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,
كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan Sholat Malam 13 raka’at. “ (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764)
Juga berdasarkan Hadis shahih yang diriwayatkan oleh ibunda kita, Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Malam setelah Sholat Isya hingga waktu fajar sebanyak 11 rakaat. Beliau melakukan salam setiap 2 rakaat dan beliau melakukan witir satu rakaat.” (HR. Muslim)
Kedua: Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali Sholat Tahajud dengan 2 rakaat yang ringan terlebih dahulu.
Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan Sholat Malam, beliau mulai terlebih dahulu dengan mengerjakan sholat dua rakaat yang ringan terlebih dahulu.” (HR. Muslim no. 767)
Ketiga: Berdiri lama dalam Sholat Tahajud.
Ini adalah salah satu tata cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan Sholat Tahajud, yaitu berdiri lama dalam sholat. Salah satunya adalah dikarenakan bacaan beliau yang panjang dan khusyuk.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوت
“Sholat yang paling baik adalah yang paling lama berdirinya.” (HR. Muslim)
***
Cara Sholat Tahajud untuk Pemula
Bagi Anda yang belum terbiasa melakukan Sholat Tahajud. Ada satu cara memulai Sholat Tahajud yang ringan, yaitu merutinkan Sholat Witir sebanyak 3 rakaat. Ini dalam rangka membiasakan diri mengerjakan Sholat Malam. Berikut ini 3 caranya:
Cara pertama: Dikerjakan sekaligus 3 rakaat, salam pada rakaat terakhir.
Dalilnya adalah Hadis Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang hendak witir 3 rakaat, silakan…” (HR. Abu Daud)
Cara kedua: 2 rakaat kemudian salam, kemudian sholat kembali 1 rakaat, dan salam.
Dalil cara Sholat Tahajud di atas adalah Hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang 3 rakaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memisahkan antara rakaat genap dan rakaat ganjil dengan salam yang beliau keraskan agar kita dengar.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
Anda rutinkan Sholat Witir ini dengan konsisten. Insya Allah itu yang terbaik untuk Anda. Ini adalah salah satu cara membiasakan Sholat Malam.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai Allah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,
أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
“(Amalan yang dicintai Allah) adalah amalan yang rutin, walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)
Cara Ketiga: Sholat Witir satu rakaat.
Jika Sholat Witir 3 rakaat di atas masih terlalu berat bagi Anda, maka cukup mulai dan rutinkan Sholat Witir 1 rakaat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Sholat Witir satu rakaat ini:
ومن أحب أن يوتر بواحدة فليفعل
“Siapa saja yang ingin mengerjakan Sholat Witir satu rakaat maka silakan dia kerjakan.” (HR. Abu Daud dalam kitab Sunannya, kitab ash-Sholaah, bab Kamil Witr, no. 1422)
Apabila Anda sulit bangun di akhir malam, maka Anda boleh Sholat Witir satu rakaat di awal malam, sebelum tidur atau setelah melaksanakan Sholat Isya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“Jadikanlah Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malammu.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Melaksanakan Sholat Witir?
Jika Anda sebelum tidur sudah melaksanakan Sholat Witir, namun di akhir malam Anda bangun dan ingin melaksanakan Sholat Tahajud, maka Anda boleh melaksanakan Sholat Tahajud, namun tanpa ditutup dengan Sholat Witir karena Anda sebelumnya sudah melaksanakan Sholat Witir.
Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ
“Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Ahmad: 15704, Abu Daud: 1227, Nasa’i: 1661, dan Tirmidzi: 432; dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)
***
Sifat Bacaan Sholat Tahajud
Dalam Sholat Tahajud tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan (setelah membaca Al-Fatihah). Namun, jika kita ingin mencontoh teladan kita, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beginilah gambaran Sholat Malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Sholat Tahajud Nabi shallallahu’alaihi wa sallam panjang dan khusyuk
Syaikh al-Albani dalam buku Shifatu Sholaatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, minat Takbiir ilat Tasliim Ka-annaka Taroohaa atau yang biasa kita kenal dengan buku Sifat Sholat Nabi, beliau Syaikh al-Albani menulis bahwa terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan bacaannya dan terkadang melirihkan. Terkadang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Al-Quran yang pendek dan terkadang membaca surah yang panjang, dan bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surah yang sangat panjang sehingga Abdullah bin Mas’ud mengatakan:
صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ليلة فلم يزل قائما حتى هممت بأمر سوء قلنا وما هممت قال هممت أن أقعد وأذر النبي صلى الله عليه وسلم
“Saya pernah Sholat Malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri sangat lama, sampai-sampai saya bermaksud melakukan sesuatu yang tidak baik.” Ada yang bertanya, “Apa maksudmu melakukan yang tidak baik itu?” Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Saya bermaksud duduk dan meninggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hudzaifah bin Yaman berkata:
صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ذات ليلة، فافتتح البقرة، فقلت يركع عند المائة، ثم مضى فقلت يصلي بها في ركعة، فمضى فقلت يركع بها، ثم افتتح النساء فقرأها، ثم افتتح آل عمران فقرأها يقرأ مترسلاً إذا مر بآية فيها تسبيح سبح، وإذا مر بسؤال سأل، وإذا مر بتعوذ تعوذ، ثم ركع فجعل يقول: سبحان ربي العظيم فكان ركوعه نحوا من قيامه ثم قال: سمع الله لمن حمده، ربنا لك الحمد ثم قام قياماً طويلاً قريباً مما ركع، ثم سجد فقال: سبحان ربي الأعلى فكان سجوده قريباً من قيامه رواه مسلم
“Pada suatu malam, saya Sholat Malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau membaca surah Al-Baqarah. Saya menduga mungkin Nabi akan rukuk pada ayat ke-100, namun Nabi tetap melanjutkan bacaannya. Saya menduga lagi bahwa beliau membaca Al-Baqarah untuk 2 rakaat, namun Nabi tetap melanjutkan bacaannya. Saya menduga lagi mungkin Nabi akan rukuk setelah membaca surah al-Baqarah, namun Nabi melanjutkan membaca surah An-Nisa sampai selesai. Beliau kemudian membaca surah Ali Imran. Beliau membaca dengan lambat. Apabila beliau bertemu dengan ayat tasbih maka beliau bertasbih. Apabila beliau bertemu dengan ayat yang mengandung doa maka beliau berdoa. Apabila beliau bertemu dengan ayat ta’awwudz maka beliau memohon perlindungan kepada Allah, kemudian beliau rukuk dan mengucapkan ‘SUBHAANA ROBBIYAL ‘ADZHIIM’. Lamanya beliau rukuk sama dengan lama berdirinya beliau. Kemudian beliau (bangkit dari rukuk) mengucapkan ‘SAMI-ALLAHU LIMAN HAMIDAH, ROBBANAA LAKAL HAMD’. Kemudian beliau berdiri lagi dengan berdiri yang lama, sama dengan lama beliau ketika rukuk. Kemudian beliau sujud, beliau mengucapkan (dalam sujud beliau) ‘SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA. Lamanya sujud beliau sama mendekati lama waktunya berdiri beliau.” (HR. Muslim)
Dua Hadis di atas menggambarkan Sholat Tahajud Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika Anda mampu meniru persis tata cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka itu lebih baik tentunya. Namun ini tidak wajib bagi kita. Sebaiknya kerjakan ibadah sesuai dengan kemampuan kita, yang terpenting adalah ibadah yang rutin dan konsisten, walaupun hanya sedikit, sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
“(Amalan yang dicintai Allah) adalah amalan yang rutin, walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)
***
Bacaan Sholat Witir
Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Sholat Witir dikerjakan setelah Anda selesai mengerjakan Sholat Tahajud. Bacaan Sholat Witir yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah membaca Al-Fatihah) adalah:
Pada rakaat pertama: membaca surah al-A’laa (yaitu: SABBIHIS MAROBBIKAL A’LAA dan seterusnya).
Pada rakaat kedua: membaca surah al-Kafiruun (yaitu: QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN dan seterusnya).
Pada rakaat ketiga: membaca surah al-Ikhlas (yaitu: QUL HUWALLAHU AHAD dan seterusnya).
Praktek bacaan 3 surah di atas sering kali kita lihat pada pelaksanaan Sholat Tarawih di bulan Ramadhan. Anda pasti ingat, ya kan?
Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau ditanya tentang Sholat Witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca SABBIHIS MAROBBIKAL A’LAA (surah al-A’laa) pada rakaat pertama, dan membaca QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (surah al-Kafiruun) pada rakaat kedua, dan membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surah al-Ikhlas) beserta surah al-Falaq dan an-Naas pada rakaat ketiga.” (HR. At-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya, dalam kitab ash-Sholaah, bab Maa Jaa-a fiima Yaqro-u fil Witr, no. 462)
***
Apa Bacaan Qunut dalam Sholat Witir?
Bacaan qunut dalam Sholat Witir tidak wajib. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca qunut pada setiap kali Sholat Witir. Para Sahabat, Tabi’in (generasi setelah Sahabat Nabi) juga pernah meninggalkan qunut selama satu tahun. Ini menunjukkan bahwa membaca qunut dalam Sholat Witir tidak wajib. Bacaan qunut dalam Sholat Witir dibaca pada rakaat terakhir, dibaca setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah setelahnya, sebelum rukuk, sebagaimana juga sah dilakukan setelah bangun dari rukuk (pada posisi i’tidal).
Dalilnya adalah Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah ditanya mengenai hal ini, lalu beliau menjawab, “Kami melakukannya sebelum dan sesudah rukuk.” (HR. Ibnu Majah)
Apa rahasia umur 40 tahun menurut Islam? Apa makna di balik usia 40 tahun? Apakah rahasia ini hanya berlaku untuk pria yang berumur 40 tahun saja ataukah juga berlaku untuk para wanita? Yuk, mari kita membahas usia 40 tahun menurut Islam.
Ada sebuah video kajian menyentuh hati yang dibawakan oleh ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah tentang rahasia umur 40 tahun menurut Islam. Video kajian ini keren banget; temanya keren yaitu tentang rahasia di balik umur 40 tahun, dibawakan oleh seorang ustadz keren yang berjenggot keren, masya Allah. Bagi Anda yang biasa menikmati kajian-kajian Islam di Youtube, saya yakin Anda sudah kenal dengan ustadz Syafiq Riza Basalamah. Ini dia video yang saya maksud:
Cara Menghitung Umur 40 tahun Anda
Anda jangan salah sangka ya… umur 40 tahun itu dihitung dengan kalender Islam, yaitu kalender hijriyah, bukan masehi. Bagi Anda yang sudah terbiasa pakem menghitung umur dengan kalender masehi, maka sekarang ubah kebiasaan Anda. Kalender hijriyah adalah sistem penanggalan Islam. Jangan sampai Anda tinggalkan dan lupakan 🙂
Umur seseorang itu lebih tua jika dihitung menggunakan penanggalan hijriyah. Jadi, jika Anda sekarang berumur 36 tahun secara masehi maka bisa jadi umur Anda lebih dari itu. Ingat, Anda sudah beranjak tua, bung!
Umur Anda secara hijriyah itulah umur Anda yang sebenarnya.
Sekarang, bagaimana cara menghitung umur Anda secara hijriyah?
Sebenarnya ada beberapa cara. Namun di sini ada 2 cara yang simpel:
Pastikan terlebih dahulu bahwa converternya adalah “Gregorian to Hijri Converter”. Jika belum maka silakan klik tombol “Switch” yang ada di atas kolom. Kemudian Anda masukkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda pada kolom yang disediakan. Kemudian klik tombol “convert”. Selesai.
Pada hasilnya, terlihat tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda secara penanggalan hijriyah. Nah, sekarang Anda kurangi tahun dan bulan hijriyah saat ini dengan bulan dan tahun hijriyah kelahiran Anda tersebut. Hasilnya itulah umur Anda 🙂
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Qs. Al-Ahqaf: 15)
Apa pelajaran yang bisa kita petik dari ayat ini?
Saya tuliskan beberapa poin yang saya dapat dari kajian menyentuh hati yang disampaikan ustadz Syafiq Riza Basalamah di atas:
Umur 40 tahun adalah umur dimana seseorang harus berpikir lebih panjang lagi. Dia berada pada persimpangan jalan terakhir. Jika Anda salah pilih jalan pada saat Anda berumur 40 tahun maka sulit untuk Anda kembali pada jalan yang benar. Umur 40 tahun adalah titik dimana Anda harus tobat. Lihat diri Anda! Lihatlah uban-uban Anda yang bercahaya itu. Itulah adalah tanda dan peringatan bahwa umur Anda sudah mendekati kematian!
Nasehat yang serupa juga disampaikan pada video kajian menyentuh hati lainnya yang dibawakan oleh ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawwas:
Umur 40 tahun ini adalah umur kematangan manusia. Anda yang sebelumnya tidak pernah sholat maka segera tobat karena meninggalkan sholat itu dosa besar dan bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa orang yang yang meninggalkan sholat maka dia kafir. Namun, apabila umur Anda sudah lewat 40 tahun namun belum berubah juga maka sangat sulit nanti bagi Anda untuk tobat dan kembali kepada Allah. Dan pada masa ini (umur 40 ke atas) adalah masa kritis untuk Anda, karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أعمار أمتي ما بين الستين إلى لسبعين، وأقلهم من يجوز ذلك
Umur umatku antara 60 tahun – 70 tahun, dan tidak banyak yang melebihi daripada itu. (HR. Imam Tirmizi)
Ustadz Syafiq Riza Basalamah dan ustadz Yazid banyak menyampaikan nasehat agar kita lebih banyak mengingat kematian dan menyiapkan bekal untuk menjemput kematian.
Ibnu Katsir berkata, “Siapapun yang telah berumur 40 tahun harus memperbaharui taubat dan bertekad tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.” (Tafsir Ibnu Katsir, pembahasan surat Al Ahqaf ayat 15)
Ayat ini adalah peringatan dari Allah untuk Anda kembali kepada Allah. Untuk bertobat kepada Allah, dan untuk mengerjakan amal-amal sholeh. Untuk menjauhi seluruh perbuatan dosa dan maksiat.
Renungkan umur Anda saat ini. Sadarilah bahwa sebentar lagi Anda pasti mati. Sungguh akan tiba nanti saatnya giliran Anda yang ditemui malaikat maut pencabut nyawa. Pasti Anda akan masuk ke liang kubur. Anda pasti akan ditemui oleh malaikat Munkar dan Nakir yang akan menanyai Anda 3 pertanyaan kubur berikut ini:
“Man Robbuka?” Siapakah tuhanmu?
“Wa maa diinuka?” dan apa agamamu?
“Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini? (maksudnya siapa Nabi yang diutus padamu?)
Anda pasti akan dibangkitkan dari kubur. Anda pasti akan diadili di padang masyar. Anda pasti akan menerima catatan amal Anda. Anda pasti akan merasakan balasan terhadap seluruh perbuatan Anda di dunia; neraka atau surga?
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
*****
Semoga catatan ringkas tentang rahasia umur 40 tahun di atas dapat bermanfaat untuk kita semua 🙂
Download File .MP3 Kajian Menyentuh Hati Umur 40 Tahun Menurut Islam oleh ustadz Syafiq Basalamah
Oh ya, saya hampir saja lupa! File .MP3 kajian menyentuh hati tentang umur 40 tahun menurut Islam yang dibawakan oleh ustadz Syafiq Riza Basalamah ini dapat Anda dengarkan dan download pada streaming di bawah ini. Anda bisa langsung mendownloadnya lewat browser Anda jika Anda menggunakan desktop (komputer atau laptop), atau dengan menggunakan aplikasi soundcloud jika Anda menggunakan HP Smartphone.
Ini adalah Tuntunan Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih. Memuat kumpulan doa setelah shalat dengan penyusunan yang singkat, padat, dan mudah dihafal. Tujuannya adalah agar doa-doa ini dapat diamalkan secara rutin setiap selesai melaksanakan Shalat Fardhu. Doa Setelah Shalat Fardhu ini merujuk pada karya-karya terpercaya yang bersumber dari hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, seperti buku Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qohthooni, serta referensi lainnya.
Sebagai seorang Muslim, kita meyakini bahwa doa adalah bagian dari ibadah. Ibadah ini harus berlandaskan dalil dan tuntunan dari Al-Quran serta hadis-hadis yang shahih agar dapat diterima di sisi Allah Ta’ala. Dengan mempelajari dan mengamalkan doa-doa ini, semoga ibadah kita semakin bernilai pahala dan mendekatkan kita kepada Allah.
Panduan ini tersedia dalam bentuk artikel, video, PDF, dan audio MP3, sehingga Anda dapat memilih format yang paling sesuai untuk belajar dan menghafal doa-doa ini.
Judul ini kami pilih karena banyak saudara Muslim yang mencari di mesin pencari dengan kata kunci “Doa Setelah Shalat Fardhu.” Meskipun demikian, sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah “Dzikir Setelah Shalat Fardhu.” Hal ini karena doa hanyalah sebagian dari rangkaian dzikir yang dibaca setelah shalat.
Link Download Doa dan Dzikir Setelah Shalat Fardhu
Dalam kumpulan Dzikir Setelah Shalat Fardhu ini, terdapat bagian yang berupa doa, khususnya pada dzikir dan doa tertentu yang dianjurkan setelah shalat Maghrib dan Subuh. Penjelasan lengkapnya dapat Anda temukan pada bagian kedua dzikir ini, yang terdapat di halaman 62 dari file PDF Doa Setelah Shalat Fardhu Singkat dan Lengkap.
Semoga panduan ini bermanfaat dalam membantu Anda menghafal dan mengamalkan doa dan dzikir setelah shalat sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.
CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.
Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu dalam Bentuk .Mp3
Apa Beda Doa dan Dzikir?
Secara bahasa, dzikir berarti mengingat, sedangkan doa berarti meminta. Cara membedakannya cukup sederhana: perhatikan arti bacaannya. Jika bentuknya berupa permintaan, maka itu adalah doa. Namun, jika berupa pujian atau hal lain yang berkaitan dengan mengingat Allah, maka itu adalah dzikir.
Sebagai contoh, mari kita lihat surat Al-Fatihah. Ayat 1 sampai 5 merupakan dzikir karena mengandung pujian kepada Allah. Sedangkan ayat ke-6 adalah doa (permintaan):
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
yang artinya: “(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus…”
Anda dapat memeriksa langsung di mushaf Al-Quran milik Anda untuk memastikan pembagian ini.
Namun, perlu diketahui bahwa dalam beberapa kesempatan, dzikir juga disebut sebagai doa, begitu pula sebaliknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang menggunakan istilah tersebut secara bergantian. Pembahasan ini cukup panjang dan membutuhkan kajian tersendiri untuk lebih mendalaminya.
Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu
Dzikir dan doa setelah Shalat Fardhu berikut ini ada 2 macam:
Dzikir dan doa yang dibaca setelah shalat lima waktu secara umum; setelah Shalat Maghrib, Shalat Isya, Shalat Subuh, Shalat Dzuhur, dan Shalat Ashar. Termasuk setelah Shalat Jum’at.
Dzikir dan doa yang khusus dibaca setelah Shalat Maghrib dan Shalat Subuh (sebagai tambahan dari dzikir dan doa umum di atas).
Insya Allah, satu per satu bacaan doa dan dzikir setelah shalat fardhu akan saya bahas di bawah ini. Namun, sebelum itu, saya telah membuat video ringkas berdurasi 10 menit yang membahas Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu.
Semoga video ini dapat memberikan manfaat bagi Anda dan memudahkan dalam mengamalkannya.
Video Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu
Video dzikir dan doa setelah shalat fardhu ini berdurasi 10 menit. Dalam video ini, saya telah menyertakan bacaan dzikir dan doa umum yang dibaca setelah shalat wajib lima waktu, ditambah dengan dzikir dan doa khusus yang dianjurkan setelah shalat Maghrib dan Subuh.
Video ini dirancang untuk memudahkan Anda. Setiap bacaan dilengkapi dengan:
Teks doa dalam tulisan Arab agar Anda dapat membacanya sesuai aslinya.
Lafaz dalam bahasa Indonesia untuk membantu Anda yang belum lancar membaca tulisan Arab.
Terjemah doa dan dzikir dalam bahasa Indonesia agar Anda lebih memahami dan menghayati maknanya.
Selain itu, saya juga menyertakan referensi dari kitab-kitab hadis untuk setiap doa dan dzikir. Dengan demikian, Anda dapat merujuk langsung ke sumbernya jika ingin mendalami lebih lanjut.
Selain video, saya juga menyertakan rekaman suara saya yang membacakan setiap dzikir dan doa dengan pelan. Tujuannya adalah untuk memudahkan Anda dalam mengikuti dan mengamalkan dzikir serta doa ini setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu lima waktu.
CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.
***
Dzikir dan Doa Setelah Shalat 5 Waktu
PERTAMA
أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah) ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah) ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah)
لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)
اَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ALLAAHUMMA LAA MAANI-’A LIMAA A’-THOI-TA (Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang Engkau beri)
وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ WA LAA MU’-THIYA LIMAA MANA’TA (Dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau cegah)
وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ WA LAA YANFA-’U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari siksa-Mu)
Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat Al-Bukhari (I/255) dan Muslim (I/414)
***
KETIGA
لَا إلهَ إلاَّ اللهُ LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)
Terjemahan Ayat Kursi: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
***
Dzikir dan Doa yang Khusus Dibaca Setelah Shalat Maghrib dan Subuh
Dzikir dan doa di bawah ini adalah khusus dibaca setelah setelah Shalat Maghrib dan Shalat Subuh. Doa dan dzikir ini adalah doa tambahan selain doa umum di atas (yang dibaca setiap selesai melaksanakan shalat wajib 5 waktu)
DZIKIR TAMBAHAN PERTAMA
Dzikir ini dibaca 10 kali setiap selesai Shalat Maghrib dan Shalat Subuh.
لَا إلهَ إلاَّ اللهُ LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)
لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)
يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ YUHYII WA YUMIIT (Dia yang menghidupkan dan mematikan)
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)
Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat At-Tirmidzi (V/515), Ahmad (IV/227)
***
DOA TAMBAHAN KEDUA
Doa ini dibaca setelah salam Shalat Subuh:
اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ALLAAHUMMA INNII AS ALUKA ‘ILMAN NAA FI-’AA (Ya Allah, sesungguhnya aku mohon padamu ilmu yang bermanfaat)
وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا WA RIZQON THOYYIBAA WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAA (Rezeki yang baik dan amal yang diterima)
Sumber hadis doa ini: Hadis riwayat Ibnu Majah, lihat kitab Shahih Ibni Majah (I/152)
CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.
***SELESAI***
Alhamdulillah, semoga Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu ini bermanfaat untuk saya dan Anda semua.
Tak bisa dipungkiri fakta bahwa pria berjenggot itu lebih keren, sehat, dan menyenangkan. Satu lagi fakta bahwa jenggot itu adalah “identitas seorang pria sejati”. Identitas seorang pria muslim yang cinta Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang ketika Nabinya menyuruh memanjangkan jenggot, langsung deh panjangin jenggot, sami’na wa atho’na. Lagian kan setiap perintah Nabi pasti mengandung maslahat yang juga keren-keren.
Jenggot, selain menjadi identitas pria muslim sejati, juga identitas seorang ayah yang keren, lucu, dan imut loh. Kok bisa? yuk nonton video lucu di bawah ini dulu.
Di video tersebut, tampak seorang anak perempuan yang sedang bermain cilukba (peek-a-boo) dengan ayahnya yang berjenggot. Anak perempuan tersebut terlihat senang sekali bermain cilukba dengan ayahnya, setiap kali ayahnya cilukba seketika itu pula terdengar derai tawa gembira sang anak. Menyenangkan sekali kelihatannya…
Tak selang berapa lama, ayahnya bilang bahwa dia akan pergi dulu sebentar dan akan kembali lagi buat bermain cilukba. Ayahnya pergi mau ngapain?
Sang ayah pergi sebentar untuk mencukur jenggotnya. Mungkin niat awal sang ayah mencukur jenggot adalah untuk memberikan kejutan yang menyenangkan buat sang putri tercinta. Ternyata kejutan menyenangkan yang direncanakan berubah menjadi kejutan yang cukup membuat sang anak perempuan tersebut trauma. Sang putri kaget luar biasa ketika dia mendapati ternyata ayahnya sudah tidak lagi berjenggot. Ayahnya sekarang seakan-akan bukan ayahnya lagi. Pecahlah tangis sang putri tercinta. Pupus sudah kebahagiaan sang putri. Bergantilah kebahagiaan menjadi kesedihan. Bergantilah tawa gembira menjadi tangis kesedihan. Wahai ayah.. plis jangan cukur jenggotmu… *lebay*
Bagi Anda penggemar video porno dan foto porno, apalagi yang gratis, lihat video ini dulu yuk. Pada saat tulisan ini dirilis, video ini sudah ditonton lebih dari 1,6 juta kali. Penasaran? Yuk tonton dulu…
Wahai saudaraku, aku nasehatkan, untuk kamu yang masih bermaksiat tatkala sendirian, berselancar di dunia maya, melihat aurat-aurat yang diharamkan untuk dilihat. Ketahuilah perbuatanmu tersebut adalah melanggar larangan Allah Ta’ala.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
Berarti, yang menajamkan pandangannya… yang meluaskan pandangannya kepada hal-hal yang diharamkan; foto-foto wanita yang tidak menutup auratnya, video-video porno, atau apapun yang semisal dengannya, maka yakini baik-baik, pada saat Anda melakukan itu berarti Anda telah melaggar larangan Allah, larangan Allah yang Maha Kuasa.
Wahai saudaraku muslim, tahukah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan kepada hal-hal yang diharamkan berarti Anda menyelisihi perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dalam Hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya “apakah hak orang-orang yang duduk-duduk (nongkrong) di jalananan?” maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab “ghoddul bashor”, haknya orang-orang yang duduk-duduk (nongkrong) di jalanan (boleh nongkrong di jalanan jika seandainya memang harus duduk, dalam arti ada keperluannya), akan tetapi harus menundukkan pandangan.
Lihatlah lagi Hadis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, yang artinya:
“Jangan ikuti pandangan dengan pandangan selanjutnya, sesungguhnya pandangan yang seketika yang tidak disengaja itu adalah untukmu, sedangkan pandangan yang diikuti dengan pandangan selanjutnya itulah dosa atasmu.”
Tahukah Anda bahwasanyatatkala kita menajamkan pandangan, meluaskan pandangan, kepada hal-hal yang diharamkan, yang sekarang mungkin sudah mudah sekali, di handphone, di komputer, di majalah, di surat kabar, bahkan mungkin di dunia nyata, tahukah kita (bahwa) kita sedang bermaksiat kepada Rasul kita -yang kita mengaku cinta kepada beliau, padahal konsekuensi cinta adalah sebagaimana pepatah arab:
لو كان حبك صادقاً لأطعته***إن المحب لمن يحب مطيـــــع
Kalau seandainya kecintaanmu benar-benar, maka kamu akan menaatinya, sesungguhnya orang yang mencintai sangatlah taat kepada orang yang dicintainya.
Mengaku cinta? kok bisa-bisanya melanggar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!
Wahai saudaraku, tatkala Anda meluaskan pandangan untuk melihat hal-hal yang diharamkan; video porno, foto porno, atau yang semisalnya, ketahuilah dan yakini baik-baik bahwa (dalam) syariat Islam itu dianggap sebagai zina mata.
Dalam Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah telah menuliskan atas umat manusia, bagiannya dari zina. Tidak bisa tidak, dia pasti mendapati itu. Dan zina mata adalah dengan melihat….”
Tidak bisa tidak. Tidak bisa mungkir.
Dan zina mata itu adalah dengan melihat, yaitu dengan melihat yang diharamkan.
Tidakkah takut Anda, dianggap sebagai seorang pezina mata?
Wahai saudaraku, pasti setelah Anda melihat yang seperti itu pikiran Anda tidak fokus, kemudian cara berpikir Anda pun tidak matang. Karena apa? karena Allah Ta’ala telah memadamkan cahaya iman bagi siapa yang tidak menjaga pandangannya.
Coba perhatikan surah An-Nur ayat 30, perintah untuk orang beriman agar menjaga pandangannya.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
Kemudian di ayat yang ke-31 adalah perintah kepada wanita yang beriman:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Pada surat An-Nur ayat yang ke-35, Allah Ta’ala berbicara tentang CAHAYA.
Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Inilah penyebab Anda tidak fokus pikiran. Ini penyebab Anda banyak mengkhayal, karena ketika mata diluaskan kepada hal-hal yang porno; video porno, foto porno, semua hal-hal yang mengundang syahwat, padahal diharamkan, maka cahaya hati akan dihilangkan. Yakini itu baik-baik!
Wahai saudaraku…
Tidak takutkah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan kepada yang haram, maka bisa dipastikan kemaluan Anda tidak akan terjaga, baik itu masuk ke dalam perkara masturbasi atau onani -yang diharamkan oleh Islam menurut sebagian besar ulama, ataupun yang lebih parah dari itu, yaitu BERZINA!
Bukankah Allah Ta’ala berfirman pada Al-Quran surah An-Nur ayat 31 dan 32 (lihat teks dan terjemahnya di atas -ed)
Dari ayat di atas… ada kaitan antara menjaga pandangan dan menjaga kemaluan. Dan orang yang menjaga pandangan lebih baik dan lebih suci. Suci dari zina. Suci dari masturbasi. Suci dari perbuatan lesbian dan homosexual, dan yang lainnya.
Pasti Anda sekarang sedang terangguk-angguk. Benar ustadz…
Yang tidak bisa menjaga pandangan, bisa, dan itu pasti, akan terperosok kepada perbuatan-perbuatan nista. Tidak takutkah Anda?
Wahai saudaraku…
Tidak takutkah Anda, tatkala Anda menajamkan pandangan mata Anda kepada video porno, kepada foto porno, maka saat itu ajal menjemput! bukankah itu tanda su’ul khotimah?!
Sebaliknya…
Alangkah indahnya tatkala seseorang meninggal dalam keadaan beribadah.
Dalam Hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وعن أنس – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : ” إن الله تعالى إذا أراد بعبد خيرا استعمله ” . فقيل : وكيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال : ” يوفقه لعمل صالح قبل الموت ” . رواه الترمذي
Allah jika ingin menginginkan kebaikan untuk seorang hamba, Allah akan pakai hamba tersebut.
Para sahabat bertanya, “Bagaimana orang tersebut akan dipakai oleh Allah Ta’ala?”
Maka Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Allah akan berikan taufik kepada dia untuk beramal sholeh sebelum meninggal.”
Nah, Anda… jangan-jangan pas Anda lagi melihat hal yang diharamkan ternyata Anda… MATI! Ternyata malaikat maut mencabut nyawa Anda. Bukankah su’ul khotimah?!
Saudaraku sang penonton video porno…
Sang penggemar foto-foto porno, wanita-wanita telanjang, laki-laki telanjang…
Tahukah Anda, tatkala Anda meluaskan pandangan untuk hal-hal seperti itu, Anda sedang merendahkan Allah dengan serendah-rendahnya!
Anda kira Allah tidak melihat?!
Kalau Anda mengira Allah bisa melihat berarti Anda telah meremehkan Allah!
Anda mungkin menganggap bahwasanya hal ini ringan.
Kita lihat Allah berfirman dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 15
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
Dan perhatikan baik-baik bahwasanya Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu memberitahukan kepada kita. Beliau radhiallahu ‘anhu berkata:
حدثنا أبو الوليد حدثنا مهدي عن غيلان عن أنس رضي الله عنه قال إنكم لتعملون أعمالا هي أدق في أعينكم من الشعر إن كنا لنعدها على عهد النبي صلى الله عليه وسلم من الموبقات
Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan-amalan yang kalian anggap itu rendah, tidak ada artinya, bahkan lebih tipis dari rambut, tetapi sebenarnya di zaman Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dianggap sebagai dosa besar yang membinasakan.
Maka tatkala Anda melihat kepada yang haram. Tatkala Anda memandang foto yang telanjang, bukankah Allah melihat Anda?! Bukankah Allah mengetahui perbuatan Anda?! Sebegitu hinakah pandangan Allah di sisi Anda?!
Pantas memang, seorang yang bermaksiat tatkala sendirian, tidak ada yang berani melihatnya, dijadikan oleh Allah Ta’ala pahalanya seperti debu yang beterbangan. Tidak takutkah Anda?!