Asmaul Husna dan Artinya: Memahami 99 Asmaul Husna (MP3, VIDEO & PDF)

Asmaul Husna dan artinya yang saya susun pada tulisan ini tidak hanya 99 Asmaul Husna, namun berjumlah 110 Asmaul Husna. Asmaul Husna beserta artinya ini saya lengkapi juga dengan MP3 dan PDF.

Artikel Asmaul Husna dan artinya ini pun sudah saya jadikan Video Book. Di video Asmaul Husna beserta artinya tersebut saya lengkapi dengan tulisan latin dan artinya. Setiap Asmaul Husna saya bacakan dengan pelan agar mudah untuk dipahami, dihafalkan, dan diamalkan.

VIDEO ASMAUL HUSNA LONG VERSION (34 Menit)

VIDEO ASMAUL HUSNA SHORT VERSION (20 Menit)

Belajar Asmaul Husna dan Artinya

Sobat, pada pertemuan kita kali ini insya Allah kita akan belajar mengenal Asmaul Husna dan artinya. al-Asmaaul Husnaa, atau yang lebih populer kita kenal dengan penyebutan Asmaul Husna adalah 99 nama dan sifat Allah yang sangat indah, yang keindahannya mencapai puncak kesempurnaannya. Di pertengahan video Asmaul Husna ini insya Allah kita akan membahas satu persatu Asmaul Husna dan artinya.

Jika kita merujuk pada tulisan aslinya:

الأسْمَاءُ الْحُسْنَى

Maka lebih tepat kiranya jika kita menyebutnya dengan sebutan: al-Asmaaul Husnaa
Namun dikarenakan yang lebih populer di masyarakat adalah istilah Asmaul Husna, maka kali ini kita akan menggunakan istilah “Asmaul Husna”, agar lebih akrab di telinga dan lebih mudah dipahami.

Asmaul Husna MP3 & Asmaul Husna PDF

Saya juga menyediakan Asmaul Husna beserta artinya ini dalam bentuk MP3 dan PDF.

asmaul husna mp3 dan pdf

Asmaul Husna PDF

Asmaul Husna PDF boleh Anda dapatkan di link tautan ini.

Asmaul Husna MP3

Asmaul Husna MP3 dapat Anda dapatkan di link tautan ini.
Anda boleh menyimpannya di ponsel Anda, atau membagikannya kepada orang-orang terdekat Anda.

Jika Anda ingin tahu apa arti setiap nama pada 99 Asmaul Husna, insya Allah di pertengahan artikel ini kita akan bahas satu persatu. Namun sebelumnya, saya mohon Anda ikuti artikel ini dari awal ya… karena ini penting sekali untuk memantapkan pemahaman dasar kita terhadap Asmaul Husna dan artinya ini.

Allah Ta’ala berfirman di dalam al-Quran, Surat al-A’raaf ayat 180:

وَلله الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Hanya milik Allah Asmaul Husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-A’raaf: 180)

***

Arti al-Asmaaul Husna (الأسْمَاءُ الْحُسْنَى)

 

الأسْمَاءُ الْحُسْنَى terdiri dari dua kata:

al-Asmaa’ (الأسْمَاءُ) = nama-nama

al-Husnaa (الْحُسْنَى) = yang sangat indah, yang keindahannya mencapai puncak kesempurnaan.

Jadi, Asmaul Husna artinya adalah nama-nama Allah yang indah yang keindahannya mencapai puncak kesempurnaan (Maha Indah)

arti asmaul husna
إِنَّ لله تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا ، مِائَةً إِلا وَاحِدًا ، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menghitungnya (atau dalam makna yang lain: menghafalnya/memahaminya) maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 2736, Muslim, no. 2677 dan Ahmad, no. 7493)

Maksudnya adalah Allah memiliki nama-nama yang maha indah yang sangat banyak. Tidak ada seorang pun yang tahu berapa banyak jumlah Asmaul Husna. Dan diantara sekian banyak Asmaul Husna tersebut ada 99 Asmaul Husna yang telah Allah beritahu hamba-Nya melalui al-Quran dan Hadis Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan barangsiapa yang “menghitung” (menghafal/memahaminya) 99 Asmaul Husna tersebut maka dia akan masuk surga.

Apa yang dimaksud dengan “menghitung” Asmaul Husna tersebut? insya Allah nanti kita akan membahasnya nanti.

Dalil bahwa Asmaul Husna sangat banyak, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui semuanya kecuali Allah adalah sebagai berikut.

Anda masih ingat salah satu doa setelah sholat tahajud?

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ ، كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK, WA BI-MU’AAFATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A-‘UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK

“Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)

Perhatikan penggalan doa tersebut:

لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ ، كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK

“…..Aku tidak bisa menyebut (menghitung/membatasi) semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

Itulah doa yang sangat terkenal sekali, terutama bagi Anda yang sering mengamalkan doa tersebut setiap Anda sholat tahajud. Di doa tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa beliau tidak mampu menyebut (menghitung/membatasi) pujian untuk Allah.

Oleh karena itu, semua pujian dan sanjungan yang ditujukan kepada Allah, bagaimanapun banyaknya pujian tersebut, bagaimanapun panjang lafadzhnya, maka ketahuilah bahwa kemuliaan Allah Ta’ala lebih agung (dari pujian dan sanjungan tersebut), kekuasaan-Nya lebih mulia, sifat-sifat kesempurnaan-Nya lebih besar dan banyak, serta karunia dan kebaikan-Nya (kepada makhluk-Nya) lebih luas dan sempurna. Ini adalah penjelasan imam an-Nawawi dalam “Syarhu Shahiihi Muslim” (4/204)

Allah berfirman,

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

“Katakanlah: Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Robbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Robbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS al-Kahfi: 109)

Dalam ayat lain Allah Ta’ala juga berfirman,

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيم

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Luqmaan: 27)

Dalil lainnya dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penggalan dari salah satu doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ

“Aku memohon kepada Engkau dengan semua nama yang menjadi nama-Mu, baik yang telah Engkau jadikan sebagai nama diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari mahluk-Mu atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau Engkau sembunyikan menjadi ilmu ghaib di sisi-Mu.” (Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim. Lihat kitab “al-Qowaa-‘idul Mutsla” Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Perhatikan kalimat:

أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ

“…atau Engkau sembunyikan menjadi ilmu ghaib di sisi-Mu.”

Ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat membatasi dan mengetahui apa yang menjadi rahasia Allah pada Asmaul Husna.

Kita kembali pada pembahasan awal kita ya…

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا ، مِائَةً إِلا وَاحِدًا ، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesunguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya (atau dalam makna yang lain: menghitungnya/menghafalnya/memahaminya) maka dia masuk surga.” (HR. Bukhari, no. 2736, Muslim, no. 2677 dan Ahmad, no. 7493)

Maksud kalimat “مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ” yang artinya “siapa yang menghitungnya (atau dalam makna yang lain: menghafalnya/memahaminya) maka dia masuk surga.” adalah: dengan menghafalnya, merenungkan maknanya, dan mengamalkan kandungan maknanya… mengingat adanya kebaikan yang banyak dan ilmu yang bermanfaat dalam mengamalkan kandungan makna Asmaul Husna tersebut. Karena mengamalkannya merupakan sebab kebaikan bagi hati, kesempurnaan takut kepada Allah, dan menunaikan hak-Nya. (Demikianlah yang disampaikan oleh Syaikh Bin Baz – http://www.binbaz.org.sa/mat/12132)

Catat poin pentingnya ya dari makna kalimat di atas:

  1. Menghafal Asmaul Husna.
  2. Memahami maknanya.
  3. Mengamalkan kandungan makna Asmaul Husna. Beribadah kepada Allah disertai dengan penerapan konsekuensi dari pemahaman Asmaul Husna tersebut.

Insya Allah di video ini kita akan belajar 3 poin penting tersebut. Kita insya Allah akan menghafal 99 Asmaul Husna. Kita belajar arti dan makna setiap 99 Asmaul Husna. Dan kita akan belajar pula bagaimana cara mengamalkan Asmaul Husna tersebut.

 

***

 

Sebelum kita melanjutkan pembahasan kita tentang Asmaul Husna dan artinya. Ada dua hal penting lainnya yang harus kita ketahui terkait dengan Asmaul Husna ini:

1. Nama-nama Allah semuanya tauqifiyyah (harus ada dalil).

Penetapan Asmaul Husna semuanya harus berdasarkan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah dalam al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita tidak boleh memberikan Allah nama yang tidak ada dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Misalnya: Kita tidak boleh mengatakan bahwa Allah itu Maha Jagoan, karena nama itu tidak ada ketetapannya dari Allah. Kita hanya menyebut nama Allah dalam Asmaul Husna yang ada dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Robbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. al-A’raaf Ayat 33)

2. Nama-nama Allah semuanya sekaligus merupakan sifat bagi Allah.

Misal: Nama Allah الرحيم “Ar-Rohiim” menunjukkan Allah mempunyai sifat rahmah atau Maha Penyayang, yang sangat sayang dengan hamba-hamba-Nya.

 

***

 

99 Asmaul Husna dan artinya + bonus 11 Asmaul Husna

Asmaul Husna yang kami himpun di sini berjumlah lebih dari 99 Asmaul Husna yang bersumber dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam penyusunan tulisan Asmaul Husna ini kami hanya menuliskan Asmaul Husna yang ada dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap Asmaul Husna kami sertakan sumber dalilnya. Kami banyak mengutip dari tulisan ustadz Donny Abul Jauzaa yang menurut kami tulisan beliau adalah salah satu tulisan terbaik tentang Asmaul Husna yang berbahasa Indonesia. Anda dapat merujuk langsung ke tulisan beliau pada link referensi yang kami sertakan di bagian akhir tulisan ini.

Cara Menghafal Asmaul Husna

Kami menyarankan Anda untuk menghafal Asmaul Husna dengan lafadz aslinya yang berbahasa arab, karena itulah Asmaul Husna yang bersumber dari al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih. Yang maknanya sangat dalam. Sedangkan terjemah setiap kata Asmaul Husna ini hanya alat bantu untuk Anda memahami maknanya. Terutama bagi Anda yang belum mengerti Bahasa Arab.

 

***

 

110 Asmaul Husna (99 Asmaul Husna + 11)

99 asmaul husna dan artinya
Baik, kita mulai belajar Asmaul Husna dan artinya ini satu persatu:

NO
ASMAUL HUSNA
LATIN
ARTI
1
ُاَلله
ALLAH
Allah
 اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaa’ul-husnaa.” (QS. Thaha: 8)
2
ُاَلرَّحْمن
AR-ROHMAAN
Yang Maha Pengasih
 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Faatihah: 1)
 الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS. Thaha: 4)
3
ُاَلرَّحِيْم
AR-ROHIIM
Yang Maha Penyayang
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 168)
4
اَلْمَلِكُ
AL-MALIK
Raja (Penguasa Alam Semesta)
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
5
ُاَلْقُدُّوْس
AL-QUDDUUS
Yang Maha Suci
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
6
ُاَلسَّلَام
AS-SALAAM
Yang Maha Sejahtera
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
7
ُاَلْمُؤْمِن
AL-MU’MIN
Yang Maha Memberi Keamanan
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
8
اَلْمُهَيْمِنُ
AL-MUHAIMIN
Yang Maha Pemelihara/Yang Maha Pengatur
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
9
ُاَلْعَزِيْز
AL-‘AZIIZ
Yang Maha Mulia/Yang Maha Perkasa
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
10
ُاَلْجَبَّار
AL-JABBAAR
Yang Maha Kuasa
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
11
اَلْمُتَكَبِّرُ
AL-MUTAKABBIR
Yang Maha Sempurna/Yang Maha Memiliki Segala Keagungan
 هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 23)
12
ُاَلْخَالِق
AL-KHOOLIQ
Yang Maha Pencipta
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar: 62)
13
ُاَلْبَارِئ
AL-BAARI’
Yang Maha Mengadakan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ
“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan.” (QS. Al-Hasyr: 24)
14
اَلْمُصَوِّرُ
AL-MUSHOWWIR
Yang Maha Memberi Bentuk dan Rupa
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى
“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik.” (QS. Al-Hasyr: 24)
15
ُاَلْغَفَّار
AL-GHOFFAAR
Yang Maha Pengampun
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
 وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaha: 82)
16
ُاَلْقَهَّار
AL-QOHHAAR
Yang Maha Mengalahkan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
“Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.” (QS. Az-Zumar: 4)
17
ُاَلْوَهَّاب
AL-WAHHAAB
Yang Maha Pemberi Karunia
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“(Mereka berdoa): ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)’” (QS. Aali ‘Imraan: 8)
18
ُاَلرَّزَّاق
AR-ROZZAAQ
Yang Maha Pemberi Rezeki
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Maha Kokoh.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 58)
19
ُاَلْفَتَّاح
AL-FATTAAH
Yang Maha Pemberi Keputusan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ
“Katakanlah: ‘Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui.” (QS. Saba’: 26)
20
ُاَلْعَلِيْم
AL-‘ALIIM
Yang Maha Mengetahui
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ
“Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’, niscaya mereka akan menjawab: ‘Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.'” (QS. Az-Zukhruf: 9)
21
ُاَلْقَابِض
AL-QOOBIDH
Yang Maha Menahan/Menyempitkan Rezeki
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
 إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّزَّاقُ
“Sesungguhnya Allahlah yang membuat ketetapan harga. Ia adalah Al-Qoobidh (Maha menahan/menyempitkan rezeki), al-Baasith (Maha membentangkan/meluaskan rezeki), ar-Rozzaaq (Maha menganugerahkan rezeki)….” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidziy no. 1314, Abu Daawud no. 3451, Ibnu Maajah mo. 2200, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan at-Tirmidziy 2/60)
22
اَلْبَاسِطُ
AL-BAASITH
Yang Maha Membentangkan/Meluaskan Rezeki
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّزَّاقُ، وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى رَبِّي، وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ، يَطْلُبُنِي بِمَظْلِمَةٍ فِي دَمٍ، وَلَا مَالٍ
“Sesungguhnya Allahlah yang membuat ketetapan harga. Ia adalah al-Qoobidh (Maha menahan/menyempitkan rezeki), al-Baasith (Maha membentangkan/meluaskan rezeki), Ar-Rozzaaq (Maha menganugerahkan rezeki). Dan sesungguhnya aku berharap menjumpai Robbku dalam keadaan tiada seorangpun yang menuntut kepadaku (di hadapan Allah) karena suatu kedhaliman yang aku lakukan dalam perkara darah maupun harta.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 1314, Abu Daawud no. 3451, Ibnu Maajah mo. 2200, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan At-Tirmidziy 2/60)
23
اَلْعَظِيمُ
AL-ADZHIIM
Yang Maha Besar
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. al-Baqarah: 255)
24
اَلْعَفُوُّ
AL-‘AFUWW
Yang Maha Pemaaf
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ
“Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. al-Mujaadilah: 2)
25
اَلْعَلِيُّ
AL-‘ALIYY
Yang Maha Tinggi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
“Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Luqmaan: 30)
26
اَلْأَعْلَى
AL-A’LAA
Yang Maha Tinggi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأعْلَى
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.” (QS. al-A’laa: 1)
 إِلا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الأعْلَى
“Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.” (QS. al-Lail: 20)
27
اَلْأَحَدُ
AL-AHAD
Yang Maha Esa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
“Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.’” (QS. al-Ikhlaash: 1)
28
اَلْأَكْرَمُ
AL-AKROM
Yang Maha Pemurah
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ
“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.” (QS. al-‘Alaq: 3)
29
اَلْأَوَّلُ
AL-AWWAL
Yang Maha Awal
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.” (QS. al-Hadiid: 3)
30
اَلآخِرُ
AL-AAKHIR
Yang Maha Akhir
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir.” (QS. al-Hadiid: 3)
31
اَلْبَاطِنُ
AL-BAATHIN
Yang Batin/Yang tidak ada sesuatu pun yang menghalangi-Nya
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ
“Yang Dzhoohir dan Yang Baathin.” (QS. al-Hadiid: 3)
32
اَلْبَرُّ
AL-BARR
Yang Maha Melimpahkan Kebaikan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ
“Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah Yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.” (QS. ath-Thuur: 28)
33
اَلْبَصِيْرُ
AL-BASHIIR
Yang Maha Melihat
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. asy-Syuuraa: 11)
34
اَلظَّاهِرُ
ADZ-DZHOOHIR
Yang Dzhoohir/Yang tidak ada sesuatupun yang mengungguli-Nya
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ
“Yang Dzhoohir dan Yang Baathin.” (QS. al-Hadiid: 3)
35
ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
DZUL JALAALI WAL IKROOM
Yang memiliki kebesaran (keagungan) dan kemuliaan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
“Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. ar-Rahmaan: 78)
36
اَلْغَالِبُ
AL-GHOOLIB
Yang Maha Berkuasa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
“Dan Allah Yang Berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 21)
37
اَلْغَفُوْرُ
AL-GHOFUUR
Yang Maha Pengampun
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (QS. Yuunus: 107)
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. al-Mulk: 2)
38
اَلْغَنِيُّ
AL-GHONIYY
Yang Maha Kaya
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. al-Hajj: 64)
 لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Luqmaan: 26)
39
اَلْهَادِيُّ
AL-HAADIY
Yang Maha Pemberi Petunjuk
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا
“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqaan: 31)
40
اَلْحَافِظُ
AL-HAAFIDZH
Yang Maha Menjaga
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
“Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Yusuf: 64)
41
اَلْحَاسِبُ
AL-HAASIB
Yang Maha Pembuat Perhitungan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
“Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. al-Anbiyaa: 47)
42
اَلْحَفِيْظُ
AL-HAFIIDZH
Yang Maha Memelihara
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 إِنَّ رَبِّي عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
“Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.” (QS. Huud: 57)
وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
“Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (QS. Saba’: 21)
43
اَلْحَكَمُ
AL-HAKAM
Yang Maha Menetapkan Keputusan
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
 إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَكَمُ وَإِلَيْهِ الْحُكْمُ
“Sesungguhnya Allah adalah Al-Hakam, dan kepada-Nya lah dikembalikan semua hukum.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4955, an-Nasaa’iy no. 5387, al-Bukhaariy dalam al-Adabul-Mufrad no. 811, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawuud, 3/216)
44
اَلْحَكِيْمُ
AL-HAKIIM
Yang Maha Bijaksana
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. ash-Shaff: 1)
45
اَلْحَلِيمُ
AL-HALIIM
Yang Maha Penyantun
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ
“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (QS. al-Baqarah: 235)
46
اَلْحَمِيْدُ
AL-HAMIID
Yang Maha Terpuji
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Faathir: 15)
47
اَلْحَقُّ
AL-HAQQ
Yang Maha Benar
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
فَذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلا الضَّلالُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ
“Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu Yang Hak; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Yuunus: 6)
48
اَلْحَسِيْبُ
AL-HASIIB
Yang Maha Pembuat Perhitungan/Yang memberi kecukupan dengan kadar yang tepat/Pengawas
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
“Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu)” (QS. an-Nisaa’: 6)
49
اَلْحَيُّ
AL-HAYY
Yang Maha Hidup
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)” (QS. al-Baqarah: 255)
 وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ
“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati.” (QS. Al-Furqaan: 58)
50
اَلْحَيِيُّ
AL-HAYIYY
Yang Maha Pemalu/Yang Maha Mencintai
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ
“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Pemurah. Ia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidziy no. 3556, Abu Daawud no. 1488, Ibnu Maajah no. 3865, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahih Sunan Abi Daawud 1/409)
51
اَلْجَمِيلُ
AL-JAMIIL
Yang Maha Indah
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
“Sesungguhnya Allah itu adalah al-Jamiil, sehingga mencintai keindahan.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 91)
52
اَلْكَافِيُّ
AL-KAAFIYY
Yang Maha Mencukupi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya.” (QS. az-Zumar: 36)
53
اَلْكَبِيرُ
AL-KABIIR
Yang Maha Besar
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ
“Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. al-Mukmin: 12)
54
اَلْكَرِيمُ
AL-KARIIM
Yang Maha Pemurah
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.” (QS. al-Infithaar: 6)
55
اَلْخَبِيرُ
AL-KHOBIIR
Yang Maha Mengetahui
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
“Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’aam: 73)
56
اَلْخَلاَّقُ
AL-KHOLLAAQ
Yang Maha Pencipta
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
 إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيمُ
“Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Hijr: 86)
57
اَللَّطِيْفُ
AL-LATHIIF
Yang Maha Halus/Yang Maha Lembut
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (QS. al-Mulk: 14)
58
اَلْمَجِيدُ
AL-MAJIID
Yang Maha Mulia/Yang Maha Pemurah
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ رَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
“Para malaikat itu berkata: ‘Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” (QS. Huud: 73)
59
اَلْمَلِيْكُ
AL-MALIIK
Raja/Penguasa Alam Semesta/Yang Berkuasa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ
“Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.” (QS. al-Qamar: 55)
60
اَلْمَنَّانُ
AL-MANNAAN
Yang Maha Memberi/Yang Maha Mengaruniai Nikmat
Dalilnya adalah doa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ إِنِّي أَسْأَلُكَ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (bersaksi) bahwa bagi-Mu segala pujian, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. (Engkaulah) al-Mannaan (yang Maha Mengaruniai nikmat), yang menciptakan langit dan bumi (tanpa ada penciptaan seperti itu sebelumnya). Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup, wahai yang Maha Mengurus segala sesuatu, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu.” ([Diriwayatkan oleh an-Nasaa’iy no. 1300; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan An-Nasaa’iy 1/416)
61
اَلْمَتِيْنُ
AL-MATIIN
Yang Maha Kokoh
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Maha Kokoh.” (QS. adz-Dzaariyaat: 58)
62
اَلْمَوْلَى
AL-MAWLAA
Yang Maha Pelindung
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
“Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. al-Hajj: 78)
63
اَلْمُؤَخِّرُ
AL-MUAKH-KHIR
Yang Maha Mengakhirkan
Dalilnya adalah doa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam setelah usai shalat:
 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya Allah ampunilah dosaku yang lalu dan akan datang, yang tersembunyi dan yang terang-terangan, serta dosa lain yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau Yang mendahulukan dan Yang mengakhirkan. Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Engkau.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 1509, Ibnu Khuzaimah no. 723 & 743, Ibnu Hibbaan no. 1966 & 2025, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud 1/413)
64
اَلْمُعْطِي
AL-MU’-THII
Yang Maha Pemberi
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
 مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَاللَّهُ الْمُعْطِي وَأَنَا الْقَاسِمُ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memberinya kepahaman dalam agama, dan Allah Yang memberi sedangkan akulah yang membagi…” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 3116)
65
اَلْمُبِيْنُ
AL-MUBIIN
Yang Maha Menjelaskan
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ
“Bahwa Allah lah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)” (QS. an-Nuur: 25)
66
اَلْمُحِيْطُ
AL-MUHIITH
Yang Maha Meliputi (segala sesuatu)
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا
“Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha Meliputi segala sesuatu.” (QS. an-Nisaa’: 126)
67
اَلْمُجِيْبُ
AL-MUJIIB
Yang Maha Mengabulkan (doa)
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ
“Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi mengabulkan (doa hamba-Nya)” (QS. Huud: 61)
68
اَلْمُقَدِّمُ
AL-MUQODDIM
Yang Maha Mendahulukan
Dalilnya adalah doa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat sholat tahajjud:
…..اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَوْ لَا إِلَهَ غَيْرُكَ
“…….Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan hujjah-Mu aku bertikai, kepada-Mu aku memohon putusan hukuman. Ampunilah dosaku yang lalu dan akan datang, yang tersembunyi dan yang terang-terangan. Engkau Yang mendahulukan dan Yang mengakhirkan. Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Engkau.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 1120 & 6317)
69
اَلْمُقِيْتُ
AL-MUQIIT
Yang Maha Kuasa/Yang Menjaga dan Melindungi/Yang Memberi Rezeki setiap mahluk
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا
“Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. an-Nisaa’: 85)
70
اَلْمُسْتَعَانُ
AL-MUSTA-‘AAN
Yang Dimohon Pertolongan-Nya
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ
“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah Yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (QS. Yuusuf: 18)
71
اَلْمُتَعَال
AL-MUTA-‘AAL
Yang Maha Tinggi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ
“Yang mengetahui semua yang gaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.” (QS. ar-Ra’d: 9)
72
اَلنَّاصِرُ
AN-NAASHIR
Yang Maha Penolong
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
 بَلِ اللَّهُ مَوْلاكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ
“Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.” (QS. al-An’aam: 150)
73
اَلنَّصِيرُ
AN-NASHIIR
Yang Maha Penolong
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلاكُمْ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. al-Anfaal: 40)
74
اَلْقَادِرُ
AL-QOODIR
Yang Maha Kuasa/Yang Maha Menentukan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
“Lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik Yang menentukan.” (QS. al-Mursalaat: 23)
75
اَلْقَاهِرُ
AL-QOOHIR
Yang Maha Kuasa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
“Dan Dialah Yang Berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-An’aam: 18)
76
اَلْقَدِيْرُ
AL-QODIIR
Yang Maha Kuasa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا
“Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. an-Nisaa’: 149)
77
اَلْقَرِيْبُ
AL-QORIIB
Yang Maha Dekat
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (al-Baqarah: 186)
78
اَلْقَوِيُّ
AL-QOWIYY
Yang Maha Kuat
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
 اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
“Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (QS. asy-Syuuraa: 19)
79
اَلْقَيُّوْمُ
AL-QOYYUUM
Yang Maha Berdiri Sendiri (terus-menerus mengurus mahluk-Nya)
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
 اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Aali ‘Imraan: 2)
80
اَلرَّبُّ
AR-ROBB
Tuhan/Maha Pencipta/Pengatur Alam Semesta
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
“(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba’: 15)
81
اَلرَّفِيْقُ
AR-ROFIIQ
Yang Maha Lembut
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ
“Sesungguhnya Allah adalah ar-Rofiiq, yang mencintai kelembutan dalam segala perkara.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 6927 dan Muslim no. 2593)
82
اَلرَّقِيْبُ
AR-ROQIIB
Yang Maha Mengawasi
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
 فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ
“Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah Yang mengawasi mereka.” (QS. al-Maaidah: 117)
83
اَلرَّءُوْفُ
AR-RO-UUF
Yang Maha Belas Kasih/Yang Maha Pengasih
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.” (QS. at-Taubah: 117)
84
اَلسَّمِيْعُ
AS-SAMII’
Yang Maha Mendengar
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’” (QS. al-Baqarah: 127)
85
اَلسَّيِّدُ
AS-SAYYID
Yang Maha Mulia/Penguasa/Pemelihara
Dalilnya adalah Hadis:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الشِّخِّيرٍ قَالَ: انْطَلَقْتُ فِي وَفْدِ بَنِي عَامِرٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا: أَنْتَ سَيِّدُنَا، فَقَالَ: السَّيِّدُ اللَّهُ، قُلْنَا: وَأَفْضَلُنَا فَضْلًا وَأَعْظَمُنَا طَوْلًا، فَقَالَ: قُولُوا بِقَوْلِكُمْ أَوْ بَعْضِ قَوْلِكُمْ، وَلَا يَسْتَجْرِيَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ
“Dari ‘Abdullah bin Asy-Syikhkhiir, ia berkata: Aku pernah pergi dalam rombongan delegasi Bani ‘Aamir kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kami mengatakan: ‘Engkau adalah sayyid kami’. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘As-Sayyid adalah Allah’. Kami berkata: ‘Engkau adalah orang yang paling mulia dan agung di antara kami’. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Katakanlah dengan ucapan kalian atau sebagian ucapan kalian, akan tetapi janganlah setan menggelincirkan kalian.’” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4806, an-Nasaa’iy dalam al-Kubroo 9/102-103 no. 10003-10005, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud 3/181)
86
اَلسِّتِّيْرُ
AS-SITTIIR
Yang Maha Menutupi
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
 إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِيٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ، فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ، فَلْيَسْتَتِرْ
“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla Maha pemalu dan Maha menutupi. Ia mencintai sifat malu dan sifat menutupi, maka bila seseorang dari kalian mandi hendaklah dia menutup diri.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4012, an-Nasaa’iy no. 406-407, dan yang lainnya; dishahihkan oleh al-Albaaniy dalam Shahih Sunan Abi Daawud 2/497)
87
اَلسُّبُّوْحُ
AS-SUB-BUUH
Yang Maha Suci
Dalilnya adalah Hadis:
 عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِه: سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
“Dari ‘Aaisyah: Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan dalam rukuk dan sujudnya: ‘Subbuuhun Qudduusun Rabbul-malaaikati war-ruuh (Mahasuci, Maha Qudduus, Rabb para malaikat dan ruh)’” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 487)
88
اَلصَّادِقُ
AS-SHOODIQ
Yang Maha Benar
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ
“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.” (QS. al-An’aam: 146)
89
اَلصَّمَدُ
ASH-SHOMAD
Yang Maha Sempurna (Yang bergantung pada-Nya seluruh mahluk)
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 اللَّهُ الصَّمَدُ
“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS. al-Ikhlaash: 2)
90
الشَّافِيُّ
ASY-SYAAFIYY
Yang Maha Menyembuhkan
Dalilnya adalah doa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang sakit:
أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Hilangkanlah penyakit wahai Rabb sekalian manusia, dan berilah kesembuhan, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit yang lain.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 5675 & 5743 dan Muslim no. 2191)
91
اَلشَّاكِرُ
ASY-SYAAKIR
Yang Maha Mensyukuri
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. an-Nisaa’: 147)
92
اَلشَّهِيْدُ
ASY-SYAHIID
Yang Maha Menyaksikan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
“Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS. al-Buruuj: 9)
93
اَلشَّكُوْرُ
ASY-SYAKUUR
Yang Maha Mensyukuri
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 30)
94
اَلتَّوَّابُ
AT-TAWWAAB
Yang Maha Penerima Taubat
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?” (QS. at-Taubah: 104)
95
اَلطَّيِّبُ
ATH-THOYYIB
Yang Maha Baik
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
 أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Wahal sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu adalah Thayyib, Ia tidak menerima kecuali yang baik.” (Diriwayatkan oleh Muslim 1015, at-Tirmidziy no. 2989, dan yang lainnya)
96
اَلْوَاحِدُ
AL-WAAHID
Yang Maha Esa
Dalilnya adalah perkataan Nabi Yusuf ‘alaihis-salaam dalam firman Allah Ta’ala:
يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
“Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?” (QS. Yusuf: 39)
97
اَلْوَارِثُ
AL-WAARITS
Yang Maha Pewaris
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ
“Dan sesungguhnya benar-benar Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.” (QS. al-Hijr: 23)
98
اَلْوَاسِعُ
AL-WAASI’
Yang Maha Luas
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 247)
99
اَلْوَدُوْدُ
AL-WADUUD
Yang Maha Pengasih
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ
“Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. al-Buruuj: 14)
100
اَلْوَكِيْلُ
AL-WAKIIL
Yang Maha Pemelihara/Yang Maha Pelindung
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا
“Dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.” (QS. an-Nisaa’: 81)
101
اَلْوَلِيُّ
AL-WALIYY
Yang Maha Pelindung
Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
 وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. asy-Syuuraa: 28)
102
اَلْوِتْرُ
AL-WITR
Yang Satu/Yang Tunggal
Dalilnya adalah Hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رِوَايَةً قَالَ: ” لِلَّهِ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ اسْمًا، مِائَةٌ إِلَّا وَاحِدًا لَا يَحْفَظُهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَهُوَ وَتْرٌ يُحِبُّ الْوَتْرَ
“Dari Abu Hurairah secara periwayatan (dari Nabi), berkata: ‘Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Tidaklah ada yang menghapalnya kecuali ia akan masuk surga. Dan Ia (Allah) adalah al-Witr dan Ia menyukai al-Witr (yang ganjil)” (Diriwayatkan oleh al-Bukhaariy no. 6410)
103
اَلْمُقْتَدِرُ
AL-MUQTADIR
Yang Maha Kuasa
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
 فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ
“Di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.” (QS. al-Qamar: 55)
104
اَلْجَوَّادُ
AL-JAWWAAD
Yang Maha Pemurah
Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إنَّ اللهَ كريمٌ يُحبُّ الكُرَماءَ ، جوادٌ يُحبُّ الجَوَدَةَ ، يُحبُّ معاليَ الأخلاقِ ، و يكرَهُ سَفْسافَها
رواه سعد بن أبي وقاص ، نقله الألباني في صحيح الجامع وحكم عنه بأنه : صحيح
“Sesungguhnya Allah memiliki nama al-Kariim, mencintai orang yang pemurah; al-Jawwad, mencintai kedermawanan, mencintai akhlak mulia dan membenci perkara-perkara yang rendah.” (Hadis ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih al-Jaami’.
105
اَلْمُحْسِنُ
AL-MUHSIN
Yang Maha Memberi Kebaikan
Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
إن الله محسن فأحسنوا
“Sesungguhnya Allah (mempunyai nama) al-Muhsin, oleh karena itu berbuat baiklah kalian.”
Hadis ini dishahihkan oleh al-Albani dalam kitab Shahih al-Jaami’ ash-Shoghiir
106
نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَ الْأَرْضِ
NUURUS SAMAAWAATI WAL ARD
Pemberi cahaya langit dan bumi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nuur: 35)
107
مَالِكَ الْمُلْكِ
MAALIKUL MULK
Pemilik Kerajaan/Kekuasaan
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Aali ‘Imraan: 26)
108
جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ
JAAMI-‘UN NAASI LIYAWMIN LAA ROYBA FIIH
Yang Menghimpun Manusia pada Hari Kiamat
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Aali ‘Imraan: 9)
109
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
BADII-‘US SAMAAWAATI WAL ARDH
Yang Maha Pencipta Langit dan Bumi
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah!’ Lalu jadilah ia.” (QS.  al-Baqarah: 117)
110
اَلْإلهُ
AL-ILAAH
Yang Diibadahi
Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (QS. an-Nisaa’: 171)

Cara Mengamalkan Kandungan Makna Asmaul Husna

Setelah kita mengetahui, menghafal, dan memahami makna Asmaul Husna. Sekarang, langkah selanjutnya adalah kita mengamalkan kandungan makna Asmaul Husna tersebut.
Dua diantara caranya adalah sebagai berikut:

1. Berdoa dengan menggunakan Asmaul Husna.

Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Quran, Surat al-A’raaf ayat 180:

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Hanya milik Allah Asmaul Husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-A’raaf: 180)

Dalam ayat tersebut Allah menyuruh kita untuk berdoa dengan Asmaul Husna. Contohnya:

Ya Syaafi (Wahai Allah Yang Maha Penyembuh), sembuhkanlah aku…
Ya Razzaaq (Wahai Allah Yang Maha Pemberi rezeki), berilah aku rezeki…
Yaa Rahiim (Wahai Allah Yang Maha Penyayang), sayangilah aku…
Yaa Rahmaan (Wahai Allah Yang Maha Pengasih), kasihilah diriku…
Yaa Ghofuur (Wahai Allah Yang Maha Pengampun), ampunilah aku…

Jika Anda perhatikan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kita akan mendapatkan doa yang seperti ini. Insya Allah di lain kesempatan kita akan belajar doa-doa shahih yang berasal dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Memberi nama anak laki-laki dengan menggunakan Asmaul Husna.

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ

“Sesungguhnya nama kalian yang paling dicintai di sisi Allah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman.” (HR. Muslim no. 2132)

Abdullah artinya adalah hamba Allah
Abdurrahman artinya adalah hamba Allah yang Maha Pengasih
Selain dengan memberikan nama anak yang dua nama Asmaul Husna tersebut, Anda dapat memberikan nama anak Anda dengan menggunakan Asmaul Husna yang lainnya.

Polanya sama: tempatkan kata ‘abdun (hamba) di depan nama Asmaul Husna.
‘Abdun + Asmaul Husna

Misal:
‘Abdun + AL-‘AZIIZ = ‘Abdul ‘Aziiz
‘Abdun + AS-SALAAM = ‘Abdus Salaam
‘Abdun + AR-ROZZAAQ = ‘Abdur Rozzaaq
‘Abdun + AL-MUHSIN = ‘Abdul Muhsin
Ini adalah salah satu bentuk penghambaan dan kecintaan kita kepada Allah Ta’ala.

Pembahasan tentang Asmaul Husna ini sangat banyak sekali. Namun kita cukupkan dulu sampai di sini. Semoga tulisan kecil tentang Asmaul Husna dan artinya ini bermanfaat untuk kita semua. Mohon kerelaan Anda untuk membagikan artikel ini di Facebook, Twitter, atau Whatsapp Anda, agar lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang dapat merasakan manfaatnya.

Oh ya!
Anda juga boleh membaca tulisan saya yang lainnya tentang “Kapan waktu Sholat Dhuha?“, “Doa Setelah Sholat Dhuha“, “Doa Setelah Sholat Fardhu“, “Tata Cara Sholat Istikharah dan Doa Istikharah“, “Doa Sebelum Tidur“, dan tulisan-tulisan saya yang lainnya. Semoga bermanfaat.

 

***

REFERENSI TULISAN ASMAUL HUSNA:

-http://abul-jauzaa.blogspot.co.id/2014/11/nama-nama-allah-yang-indah-beserta.html
-Kitab “Syarhu Asmaail-laahil Husna fi Dhou-il Kitaabi was Sunnah oleh Syaikh Said bin ‘Aliy bin Wahf al-Qohthooni
-https://konsultasisyariah.com/8686-99-nama-asmaul-husna.html
-https://konsultasisyariah.com/800-adakah-khasiat-asmaul-husna.html
-https://muslim.or.id/5802-keindahan-asmaul-husna.html
-http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=1816&pid=905883
-http://www.binbaz.org.sa/noor/3167
-https://rumaysho.com/988-hadiah-di-hari-lahir-2-nama-terbaik-untuk-si-buah-hati.html
-http://hdith.com/hdith.php?s=a41o
-http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=6&pid=809517

Sholat Istikharah: Doa Istikharah & Tata Cara Sholat Istikharah

Pada tulisan ini kita akan belajar tentang Sholat Istikharah; dari mulai tata cara Sholat Istikharah hingga Doa Istikharah. Dan pada akhir tulisan ini, ada sedikit pembahasan tentang niat Sholat Istikharah, waktu Sholat Istikharah, dan bacaan Sholat Istikharah. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya dan Anda…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabat radhiallahu ‘anhum untuk mengerjakan Sholat Istikharah.

عن جابر رضي الله عنه قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يعلمنا الاستخارة في الأمور كلها ؛ كالسورة من القرآن : إذا هم بالأمر فليركع ركعتين، ثم يقول : اللهم إني أستخيرك بعلمك، وأستقدرك بقدرتك، وأسألك من فضلك العظيم ؛ فإنك تقدر ولا أقدر، وتعلم ولا أعلم، وأنت علام الغيوب، اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر خير لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاقدره لي، وإن كنت تعلم أن هذا الأمر شر لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاصرفه عني، واصرفني عنه، واقدر لي الخير حيث كان، ثم رضني به. ويسمي حاجته

Artinya:
Dari Jabir radhiallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami untuk Sholat Istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari al-Quran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah sholat dua rakaat selain Sholat Fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI

Arti Doa Istikharah tersebut:
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan di akhirat), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. (Kemudian hendaknya dia menyebut keinginanya.)” (HR. al-Bukhari no. 6382)

***

DOA ISTIKHARAH

Dari Hadis tersebut kita dapat mengetahui 2 bentuk doa istikharah (yang perbedaan keduanya sangat tipis, saya beri tanda warna merah pada teks yang berbeda pada Hadis di atas). Silakan Anda pilih salah satu dari doa tersebut untuk Anda amalkan setelah Sholat Istikharah.

 

***

 

DOA ISTIKHARAH YANG PERTAMA

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

 

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI (Kemudian sebutkan keinginan Anda)

Doa Istikharah
Doa Istikharah Latin

***

 

DOA ISTIKHARAH YANG KEDUA

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

 

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)

Doa Sholat Istikharah
tata cara sholat istikharah

***

 

PENTING UNTUK ANDA KETAHUI:

Selain Hadis di atas juga ada beberapa Hadis yang lainnya dari riwayat sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu melalui jalur periwayatan yang berbeda-beda, dan dengan lafadz yang tipis sekali perbedaannya antara Hadis yang satu dengan yang lainnya. Jika Anda sudah mengetahui dan mengamalkan doa istikharah dari Hadis riwayat Jabir yang lainnya, silakan Anda amalkan. Pastikan Hadis yang Anda amalkan tersebut adalah Hadis yang shahih.

***

CARA MELAKUKAN SHOLAT ISTIKHARAH

Berdasarkan Hadis tersebut, berikut ini adalah tata cara melakukan Sholat Istikharah:

Pertama:
Istikharah dilakukan jika seseorang bertekad melakukan suatu urusan atau perbuatan. Dalam hal ini kita tidak tahu apakah perbuatan tersebut baik atau buruk. Jika ada beberapa pilihan dalam urusannya tersebut maka pilih dan tekadkan salah satunya untuk dilaksanakan.

Kedua:
Lakukan sholat sunnah 2 rakaat terlebih dahulu. Ketika sholat 2 rakaat tersebut boleh membaca surat apa saja setelah membaca al-Fatihah, dan tidak ada bacaan khusus dalam sholat 2 rakaat tersebut.

Ketiga:
Kemudian setelah melakukan salam maka lanjutkan dengan membaca doa istikharah:

DOA ISTIKHARAH YANG PERTAMA

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)

DOA ISTIKHARAH YANG KEDUA

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)

Keempat:
Doa istikharah dibaca setelah salam sholat sunnah, oleh karena itu boleh mengangkat tangan ketika membaca doa istikharah, bahkan hal ini lebih utama karena mengangkat tangan merupakan salah satu sebab terkabulnya doa. Ini adalah penjelasan Syaikh Bin Baz dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz (389/11) via https://islamqa.info/ar/209241:

 

قال الشيخ ابن باز : ” المشروع للمسلم إذا صلى صلاة الاستخارة ، أن يدعو بعد السلام منها ؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا هم أحدكم بالأمر فليركع ركعتين من غير الفريضة ، ثم ليقل : اللهم إني أستخيرك بعلمك ) الحديث . وهذا يدل على أن الدعاء يكون بعد السلام من الصلاة ، والأفضل أن يرفع يديه ؛ لأن رفعهما من أسباب استجابة الدعاء ” انتهى من مجموع فتاوى ابن باز

 

Catatan:
Pembahasan tentang “mengangkat tangan ketika berdoa” ini membutuhkan pembahasan khusus yang panjang lebar.

Kelima:
Kerjakan urusan atau rencana yang sudah Anda tekadkan sejak awal.
Imam an-Nawawi mengatakan,

إذا استخار مضى لما شرح له صدره

“Jika seseorang melakukan istikharah, maka lanjutkanlah apa yang menjadi keinginan hatinya.” (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)

Jika itu pilihan yang terbaik maka Allah Ta’ala akan memudahkannya. Namun jika itu pilihan yang tidak tepat maka semoga Allah akan berikan yang terbaik, sesuai dengan maksud dan kanduangan isi doa dalam istikharah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.

***

Apakah jawaban Sholat Istikharah akan terjadi dalam mimpi?

 

Keenam:
Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan kita. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Dan ini merupakan bagian dari iman kita terhadap takdir Allah Ta’ala. Bukankah dengan melakukan Sholat Istikharah dan kemudian memanjatkan Doa Istikharah kepada Allah berarti kita sudah menyerahkan urusan kita sepenuhnya kepada Allah. Percayalah bahwa Allah akan berikan yang terbaik untuk Anda walaupun itu tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan, [ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ] “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya” maksudnya adalah jadikanlah saya ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun itu tidak sesuai keinginanku. (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)

Ketujuh:
Istikharah adalah termasuk dari doa dan dzikir kepada Allah Ta’ala. Doa dan dzikir adalah ibadah yang agung. Orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.
Dikarenakan istikharah merupakan bagian dari doa dan dzikir maka boleh dilakukan berulang kali.

Ibnu az-Zubair sampai-sampai mengulang istikharahnya 3 kali. Dalam Shahih Muslim, Ibnu az-Zubair mengatakan,

إِنِّى مُسْتَخِيرٌ رَبِّى ثَلاَثًا ثُمَّ عَازِمٌ عَلَى أَمْرِى

“Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak 3 kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.” (HR. Muslim no. 1333) (Silakan lihat: https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)

***

Niat Sholat Istikharah

Apa niat Sholat Istikharah? Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Istikharah dan sholat yang lainnya.

Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:

“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu Hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)

Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.

Jadi, bagaimana niat Sholat Istikharah? cukup Anda berniat di dalam hati. Ketika Anda berencana akan melaksanakan Sholat Istikharah maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda siap untuk melakukan Sholat Istikharah; Anda sudah berwudhu, berpakaian bersih, suci, dan menutup aurat, Anda hadapkan tubuh Anda ke arah kiblat, kemudian ucapkan “Allahu Akbar” untuk bertakbiratul ihram, maka saat itu pula Sholat Istikharah sudah Anda mulai.

Catatan:
Pembahasan tentang melafadzkan niat ini sudah kami tulis juga di artikel “Tata Cara Sholat Tahajud” ini.

***

Bacaan Sholat Istikharah

Apa bacaan Sholat Istikharah? Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya; tidak ada bacaan Sholat Istikharah yang khusus. Setelah Anda membaca surat al-Fatihah dalam sholat 2 rakaat tersebut maka Anda bebas membaca surat apa saja.

***

Waktu Sholat Istikharah

Kapan waktu Sholat Istikharah? Anda boleh melaksanakan Sholat Istikharah setelah Sholat Fardhu atau sebelum Sholat Fardhu, atau di waktu yang lainnya, baik siang hari ataupun di malam hari. Dan bahkan Anda bisa membaca doa istikharah setelah Sholat Rawatib, Sholat Dhuha, dan Sholat Tahiyatul Masjid, asalkan sholat sunnah tersebut adalah sholat sunnah 2 rakaat. (Silakan membaca penjelasan tentang bacaan Sholat Istikharah dan hal-hal yang lainnya seputar istikharah dapat Anda baca pada 2 tulisan ini:

https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html dan https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)

***

BONUS: Video tentang apa itu istikharah, doa istikharah, hikmah dan manfaat Sholat Istikharah.

 

Pada video ini ustadz Badrusalam membawakan doa istikharah dari Hadis Jabir melalui jalur periwayatan yang lainnya.

Semoga tulisan ringkas tentang cara Sholat Istikharah dan Doa Istikharah ini bermanfaat untuk kita semua. Anda boleh membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda agar mereka dapat merasakan manfaatnya.

 

***

 

REFERENSI SHOLAT DAN DOA ISTIKHARAH

-https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html
-https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html
-https://islamqa.info/ar/209241
-http://articles.islamweb.net/Media/index.php?page=article&lang=A&id=188482
-https://saaid.net/Minute/m3.htm
-http://al-atsariyyah.com/shalat-istikharah.html
-https://www.youtube.com/watch?v=8NAGSOxwtaM
-http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=52&ID=11675
-https://muslimafiyah.com/salah-kaprah-mengenai-shalat-istikharah.html

Doa Sebelum Tidur: 13 Amalan Dzikir & Doa Sebelum Tidur dalam Islam

13 Dzikir dan Doa Sebelum Tidur dalam Islam yang Sesuai Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ada 13 dzikir dan doa sebelum tidur yang bisa kita amalkan sebelum tidur. Dan diantara 13 dzikir dan doa sebelum tidur ini ada satu dzikir yang sangat ringkas dan cukup populer, yaitu:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ

BISMIKALLAAHUMMA AHYAA WA AMUUT.

Artinya:
“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (HR Al-Bukhari) – (Dibaca 1 x)

doa sebelum tidur beserta artinya
atau

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

BISMIKAALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA.

Artinya:
“Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah! Aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711) – (Dibaca 1 x)

baca doa ini sebelum tidur
Penting sekali untuk Anda ketahui…
Dzikir yang ringkas ini ada beberapa versi bacaannya dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Mudah-mudahan di lain kesempatan kita akan membahasnya. Insya Allah.

Untuk membiasakan mengamalkan semua Dzikir & Doa Sebelum Tidur, Anda boleh rutin mengamalkan 2 dzikir tadi terlebih dahulu.

 

***

 

Oh ya!

Tulisan tentang Dzikir dan Doa Sebelum Tidur ini saya ambil dari tulisan ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Tulisan tersebut kemudian saya adopsi menjadi video Dzikir & Doa Sebelum Tidur Sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:

 

Dzikir dan Doa Sebelum Tidur dalam Bentuk PDF

Artikel Dzikir dan Doa Sebelum Tidur ini adalah rangkaian tulisan tentang dzikir dan doa shahih harian yang ada di banghen.com. Sebelumnya saya sudah ada artikel tentang “Doa Setelah Sholat Fardhu“, “Doa Setelah Sholat Tahajud & Witir“, dan “Doa Setelah Sholat Dhuha“.

Saya juga menyediakan artikel Doa Sebelum Tidur ini dalam bentuk PDF. Silakan klik link ini untuk menuju ke halaman saya di Slideshare.

Sekarang, saya ajak Anda mengenal dan belajar satu persatu 13 Dzikir & Doa Sebelum Tidur ini. Dalam tulisan ini saya menyertakan Doa Sebelum Tidur berserta artinya; ada teks arab dan teks latinnya. Semoga bermanfaat…

***

1. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Pertama

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita: Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas (Qul huwallahu ahad), surat Al-Falaq (Qul a-‘uudzu birobbil falaq) dan surat An-Naas (Qul a-‘uudzu birobbinnaas). Kemudian dengan dua telapak tangan tersebut mengusap tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Semisal itu diulang sampai tiga kali. (HR. Al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192)

Yuk kita mulai…

Surat Al-Ikhlas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Surat Al-Falaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5)

Surat An-Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6)

***

2. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kedua

 

Membaca ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Faedah: Siapa yang membaca ayat Kursi sebelum tidur, maka ia akan terus dijaga oleh Allah dan terlindungi dari gangguan setan hingga pagi hari. (HR. Bukhari no. 3275)
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)

***

3. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Ketiga

 

Membaca 2 ayat terakhir di surat Al-Baqarah, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 285-286:
Faedah: Siapa yang membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah memberi kecukupan baginya. (HR. Bukhari no. 4008 dan Muslim no. 807)

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’ dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami ta’at’. (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali’. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.'” (QS. Al-Baqarah: 285-286)

***

4. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Keempat

 

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

BISMIKA ROBBII WA-DHO’-TU JAMBII WA BIKA ARFA-‘UH FA-IN AMSAKTA NAFSII FARHAMHAA WA-IN ARSALTAHAA FAHFADZHAA BIMAA TAHFADZU BIHI ‘IBAADAKASH-SHOOLIHIIN

Artinya:
“Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.” (Dibaca 1 x)

dzikir dan doa sebelum tidur
Faedah: Apabila akan tidur, maka hendaklah tempat tidur tersebut dibersihkan karena siapa tahu ada kotoran yang membahayakan di situ, lalu membaca dzikir di atas. (HR. Al-Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714)

***

5. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kelima

 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

ALLAAHUMMA INNAKA KHOLAQTA NAFSII WA ANTA TAWAFFAAHAA LAKA MAMAATUHAA WA MAHYAAHAA IN AHYAYTAHAA FAHFADZH-HAA WA IN AMATTAHAA FAGHFIR LAHAA ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKAL ‘AAFIYAH

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah (dari berbagai kejelekan). Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan.” (HR. Muslim no. 2712) – (Dibaca 1 x)

doa sebelum tidur islam latin dan artinya

***

6. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Keenam

 

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

ALLAAHUMMA QINII ‘ADZAABAKA YAWMA TAB-‘A-TSU ‘IBAADAK

Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu (yaitu pada hari kiamat).”  (HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045) – (Dibaca 1 x)

amalan sebelum tidur
Faedah: Apabila Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca dzikir di atas. (HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani mengkritik tentang penyebutan dzikir ini tiga kali. Yang tepat riwayat tersebut tanpa penyebutan tiga kali. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah no. 2754, 6: 588)

***

7. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Ketujuh

 

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

BISMIKALLAAHUMMA AMUUTU WA AHYAA

Artinya:
“Dengan nama-Mu, ya Allah! Aku mati dan hidup.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711) – (Dibaca 1 x)

 

***

8. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kedelapan

سُبْحَانَ اللهِ
Subhanallah (33 x)

الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah (33 x)

اللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar (34 x)

Artinya:
“Maha suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (34 x)”

Faedah: Bacaan di atas lebih baik daripada memiliki pembantu di rumah. Demikian dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada puterinya, Fatimah dan istri tercintanya, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma. (HR. Bukhari no. 3705 dan Muslim no. 2727)

***

9. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kesembilan

 

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

ALLAAHUMMA ROBBAS SAMAAWAATIS-SAB-‘I WA ROBBAL-‘ARSYIL ‘ADZHIIM ROBBANAA WA ROBBA KULLI SYAII’ FAALIQOL HABBI WAN NAWAA WA MUNZILAT TAUROOTI WAL INJIILI WAL FURQOON A-‘UU-DZU-BIKA MIN SYARRI KULLI SYAII’ ANTA AAKHIDZUN BINAA SHIYATIH ALLAAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAII’ WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’-DAKA SYAII’ WA ANTADZH-DZHOOHIRU FALAISA FAWQOKA SYAII’ WA ANTAL BAATHINU FALAISA DUUNAKA SYAII’ IQDHI ‘AN-NAD-DAINA WA AGH-NINAA MINAL FAQRI

Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

doa sebelum tidur nabi
Maksud “فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ” adalah kiasan akan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Walaupun Allah itu Maha Tinggi, akan tetapi Allah begitu dekat. Ketinggian Allah tidak menafikan kedekatan Allah. (Lihat Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyah, hal. 113)

***

10. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kesepuluh

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُؤْوِيَ

ALHAMDULILLAAHIL-LADZII ATH-‘AMANAA WA SAQOONAA WA KAFAANAA WA AAWAANAA FAKAM MIM-MAN LAA KAAFIYA LAHU WA LAA MU’-WIYA

Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang memberi makan kami, memberi minum kami, mencukupi kami, dan memberi tempat berteduh. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan siapa yang memberi kecukupan dan tempat berteduh.” (HR. Muslim no. 2715)

doa amalan sebelum tidur

 

***

 

11. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kesebelas

 

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

ALLAAHUMMA ‘AALIMAL GHOIBI WASY-SYAHAADATI FAATHIROS SAMAAWAATI WAL-ARDHI ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH ASY-HADU AN LAA-ILAA-HA ILLA ANTA A-‘UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII WA MIN SYARRISY-SYAITHOONI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA ‘ALAA NAFSII SUU-AN AW AJURRUHU ILAA MUSLIM

Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb yang menguasai segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan balatentaranya, atau aku berbuat kejelekan pada diriku atau aku mendorongnya kepada seorang Muslim.”

doa sebelum tidur dan artinya
Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash-Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat akan tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir:

وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).)

 

***

 

12. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Keduabelas

Membaca “alif lam mim tanzil” (surat As-Sajdah) dan “tabaarokal ladzii biyadihil mulk” (surat Al-Mulk). (HR. Tirmidzi no. 3404. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang hasan)

 

***

 

13. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Ketigabelas

 

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

ALLAAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WA FAWWODH-TU AMRII ILAIKA WAWAJ-JAHTU WAJHIYA ILAIKA WA AL-JA’-TU DZHOHRII ILAIKA ROGHBATAN WA ROHBATAN ILAIKA LAA MAL-JA-A WA LAA MAN-JAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL-LADZII ANZALTA WA BINABIYYIKAL-LADZII ARSALTA

Artinya:
“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut pada (siksaan-Mu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus.”

amalan doa sebelum tidur
Faedah: Jika seseorang membaca dzikir di atas ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia mati di atas fithrah (mati di atas Islam). (HR. Al-Bukhari no. 6313 dan Muslim no. 2710)

Semoga Dzikir dan Doa Sebelum Tidur ini bermanfaat dan dapat kita amalkan setiap hari.

 

***

REFERENSI DOA SEBELUM TIDUR:

-https://rumaysho.com/1683-dzikir-sebelum-tidur205.html
-http://www.sulhan.net/tag/sifat-doa-sebelum-tidur