Apa bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi?
Kita bahas satu persatu ya… mulai dari bacaan Sholat Dhuha hingga Doa Sholat Dhuha apa yang shahih berasal dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bacaan Sholat Dhuha yang Benar
Bacaan Sholat Dhuha sama seperti bacaan pada sholat fardhu. Tidak ada bacaan khusus setelah membaca al-Fatihah. Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.
Tidak ada kewajiban membaca surat tertentu, dan tidak ada anjuran untuk membaca surat tertentu setelah membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.
Sekali lagi, Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.
KATANYA ada Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan untuk membaca surat as-Syams pada rakaat pertama dan membaca surat ad-Dhuha pada rakaat kedua.
Namun sayang sekali Hadis ini BUKAN berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
HADIS INI DHA’IF, BUKAN BERASAL DARI NABI
صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : والشمس وضحاها ، و الضحى
“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was Syamsi Wadhuhaa Haa dan surat adh-Dhuha.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh ar-Ruyani dalam Musnad-nya dan ad-Dailami (2:242) dari jalur Musyaji’ bin ‘Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah HADIS PALSU. Selengkapnya: https://konsultasisyariah.com/11468-surat-yangdibaca-ketika-shalat-dhuha.html
Oleh karena itu Anda boleh membaca surat al-Quran apa saja setelah Anda membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.
Sungguh indah perkataan seorang ulama, yaitu Syaikh Ibn Baz rahimahullah:
as-Syaikh Ibn Baz rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) pernah ditanya tentang bacaan surat as-Syams dan ad-Dhuha ketika sholat dhuha. Beliau menjawab: “Adapun yang sesuai sunnah Nabi, engkau membaca surat al-Quran yang mudah menurutmu setelah membaca al-Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya al-Fatihah, sedangkan tambahannya adalah sunnah. Maka jika setelah al-Fatihah engkau boleh membaca surat as-Syamsi, al-Lail, ad-Dhuha, al-Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Baz, 11)
***
Video Bacaan Sholat Dhuha yang Benar
Saya sudah membuat video tentang bacaan Sholat Dhuha ini di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:
***
Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih
Apa bacaan dzikir dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Sebenarnya, tidak ada doa dan dzikir khusus yang wajib dibaca setelah Sholat Dhuha. Namun, ada satu hadis yang di dalam hadis tersebut Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha pernah menceritakan tentang dzikir dan doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah setelah Sholat Dhuha. Anda boleh mengamalkan doa setelah Sholat Dhuha ini.
Namun sekali lagi, mengamalkan bacaan ini setelah Sholat Dhuha tidaklah wajib. Namun, jika Anda mengamalkan doa ini tentu lebih baik dan berpahala. Apalagi doa ini shahih berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu mengamalkannya berpahala karena mengikut tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Begini hadis yang saya maksud:
عن عائشة رضي الله عنها , قالت : صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الضحى, ثم قال : اللهم اغفر لي , وتب علي ,إنك أنت التواب الرحيم . حتى قالها مائة مرة
صححه الالباني في صحيح الادب المفرد 217,1 حديث رقم 219
Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan Sholat Dhuha. Setelah salam, kemudian beliau mengucapkan:
“ALLAAHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWAABUR ROHIIM
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membacanya seratus kali. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Syaikh al-Albani mengatakan dalam kitab Shahih al-Adab al-Mufrad bahwa hadis ini shahih)
***
Oh ya!
Anda sudah tahu kan bahwa selama ini ada doa setelah Sholat Dhuha yang cukup populer, namun doa di bawah ini bukan berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Darimana sumber doa setelah Sholat Dhuha di atas? Doa ini disebutkan oleh as-Syarwani dalam Syarhul Minhaj (7:293) dan Abu Bakr ad-Dimyathi dalam I’aanatut Thalibiin (1:295). Namun kedua penulis ini tidak menunjukkan dalil bacaan ini. Tim fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih memberikan komentar terhadap doa setelah Sholat Dhuha yang “terlanjur” populer tersebut: “Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 53488). (Keterangan ini kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits: https://konsultasisyariah.com/10588-doa-shalat-dhuha.html)
***
Bolehkah doa setelah Sholat Dhuha di atas kita amalkan?
Sebelumnya, saya ingin mengingatkan diri saya pribadi dan Anda tentunya. Prinsip kita dalam melakukan ibadah harus ada landasan ajarannya dalam al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ibadah dalam agama Islam bersifat tauqifiyah, yaitu menunggu dalil. Maksudnya adalah harus ada landasan dalil dan ajarannya dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Cek terlebih dahulu di dalam al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih, apakah pernah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya? Apakah ada para sahabat Nabi -radhiallahu ‘anhum- mengerjakannya?
Jangan pula lupa bahwa ajaran agama Islam ini sudah sangat sempurna. Semuanya sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita semua. Tidak ada satupun yang beliau sembunyikan.
Jika sudah sempurna, buat apa kita cari-cari bentuk ibadah yang tidak ada sumber dalilnya dalam ajaran Islam?
Apapun bentuk ibadah yang kita amalkan dalam ibadah kita sehari-hari, harus ada landasan dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena keduanya adalah sumber ajaran Islam.
***
Dzikir Setelah Sholat Sunnah dan Sholat Fardhu
Ada juga dzikir yang lainnya yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Doa ini dapat kita baca setiap kita selesai mengerjakan sholat. Dzikir ini pun dapat Anda amalkan setiap Anda selesai mengerjakan Sholat Dhuha.
Dalil doa ini adalah berasal dari Hadis Tsauban radhiallahu ‘anhu. Beliau menceritakan dzikir yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau selesai sholat:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap selesai sholat, beliau membaca istighfar 3 kali:
ALLAHUMMA ANTAS SALAAM (Ya Allah, Engkaulah pemberi keselamatan)
WA MINKAS SALAAM (dan dari-Mu keselamatan)
TABAAROKTA (Maha Suci Engkau)
YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan)
(HR. Muslim 591, an-Nasaa-i 1337, dan yang lainnya)
Dzikir setelah sholat ini dapat Anda baca setelah sholat, baik itu Sholat Wajib (Sholat Fardhu) maupun Sholat Sunnah. Keterangan ini ditegaskan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau (http://www.binbaz.org.sa/noor/2648)
Jadi, doa ini dapat Anda amalkan juga setelah Sholat Dhuha, karena Sholat Dhuha juga termasuk Sholat Sunnah.
Kemudian Syaikh Bin Baz membawakan Hadis Tsauban di atas. Lalu beliau mengatakan,
ولم يقل المكتوبة، فدل على أنه في كل صلاة، النافلة والفرض
Tsauban tidak mengatakan “setelah Sholat Wajib”. Ini menunjukkan bahwa dzikir tersebut dibaca di setiap selesai shalat. Baik Sholat Sunnah maupun Sholat Wajib. (Demikianlah keterangan Syaikh Bin Baz yang kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits ini: https://konsultasisyariah.com/23363-dzikir-setelah-shalat-sunah.html)
***
Video Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih Sesuai Sunnah
Saya juga sudah membuat video tentang doa setelah Sholat Dhuha yang shahih sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:
***
Semoga tulisan kecil tentang bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bermanfaat untuk kita semuanya.
***
REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT DHUHA
-http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=13366
-https://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=141&pid=96905&hid=617
Ustadz Ammi Nur Baits
-www.KonsultasiSyariah.com
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
-www.Rumaysho.com
Doa setelah adzan ternyata dikelilingi oleh amalan lainnya yang menakjubkan. Dari mulai sejak adzan berkumandang ada bacaan untuk menjawab seruan adzan. Setelah adzan membaca shalawat. Setelah itu membaca doa setelah adzan.
Saudaraku, sekarang insya Allah kita akan belajar “Doa Setelah Adzan” dan amalan lainnya yang mengelilinginya.
Terkait dengan adzan, sebenarnya ada banyak sekali peluang kita untuk meraih pahala. Dimulai dari sejak adzan berkumandang, kita diperintah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Kemudian setelah itu kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian setelah itu, kita bertemu dengan salah satu waktu mustajab untuk berdoa; yaitu antara adzan dan iqomah.
Sungguh banyak sekali peluang kita untuk mendapatkan pahala yang banyak dari adzan ini. Dan setiap hari ada 5 kali dikumandangkan adzan. Ini berarti ada 5 kali peluang kita untuk meraih pahala. Alhamdulillah…
***
VIDEO PANDUAN DOA SETELAH ADZAN
Saya sudah membuat video book panduan doa setelah adzan di channel banghen.com. Anda boleh menontonnya terlebih dahulu. Setelah itu Anda boleh teruskan membaca tulisan ini.
***
BACAAN MENJAWAB SERUAN ADZAN SELAMA ADZAN DIKUMANDANGKAN
Selama adzan berlangsung, kita disunnahkan untuk menjawab seruan adzan. Begini bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Dari Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا قال المؤذن : الله أكبر الله أكبر، فقال أحدكم : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : أشهد أن لا إله إلا الله، قال : أشهد أن لا إله إلا الله. ثم قال : أشهد أن محمدا رسول الله، قال : أشهد أن محمدا رسول الله. ثم قال : حي على الصلاة، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : حي على الفلاح، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : الله أكبر الله أكبر، قال : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : لا إله إلا الله، قال : لا إله إلا الله من قلبه دخل الجنة
Dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika muadzin (ketika adzan) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian (juga) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alash sholaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’
Kemudian jika mu-adzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alal falaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ (dia mengucapkan) dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga. (HR. Muslim dalam Shahiih Muslim I/289 no. 385)
Nah, dari hadis yang saya bacakan tadi, kita dapat mengetahui begitulah cara menjawab seruan adzan. Dan coba Anda perhatikan akhir dari hadis tersebut; yaitu siapa yang mengucapkannya, yaitu menjawab adzan dengan hati yang tulus maka balasannya adalah surga. Suatu balasan yang sungguh tak ternilai harganya…
***
MEMBACA DOA SETELAH ADZAN
Setelah adzan selesai dikumandangkan. Selanjutnya ada 3 amalan yang dapat kita kerjakan: Yang pertama adalah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pertama: Kita membaca shalawat dengan bacaan shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu kita membaca:
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud. Sebagaimana yang disebutkan oleh imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam Jalaa-ul Afham hal. 329-331 (Sumber: https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html)
AWAS!
Membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kita lakukan sendiri-sendiri dengan tanpa dikeraskan, dan tanpa menggunakan pengeras suara. Dan kita hanya membaca shalawat sebagaimana shalawat yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang saya sebutkan tadi. Bukan membaca shalawat yang dibikin-bikin tanpa ada dalilnya dalam hadis Nabi yang shahih.
“Barangsiapa yang setelah mendengar adzan mengucapkan: Allaahumma robba haadzihid da’watit taaammah. Wash sholaatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab-‘ats-hu maqoomam-mahmuudanilla-dzii wa ‘ad-tah [Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini. Dan sholat yang didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadhilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia (yang mengucapkan doa ini) akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR. al-Bukhari no. 614)
Kemudian, dalil dari ketiga amalan yang sudah kita pelajari sebelumnya: (1) Menjawab seruan adzan (2) Membaca shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah adzan (3) Membaca doa setelah adzan. Dalil ketiga amalan ini adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafaatku.” (HR. Muslim: 384)
***
Ketiga: amalan ketiga setelah adzan dikumandangkan adalah berdoa dengan doa yang kita inginkan. Begini penjelasannya:
***
WAKTU MUSTAJAB BERDOA DI ANTARA ADZAN DAN IQOMAH
Waktu antara adzan dan iqomah adalah diantara waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa diantara waktu azan dan iqomat tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Diantara adzan dan iqomah ini, Anda dapat mengangkat dan menengadahkan tangan Anda. Anda boleh berdoa kebaikan apa saja yang Anda inginkan. Mintalah kepada Allah… niscaya Allah akan mengabulkannya.
Alhamdulillah. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua. Dan dapat terus kita amalkan.
Dzikir pagi dan petang adalah kebutuhan ruhani yang tak kalah penting dari makan dan minum bagi tubuh. Jika makanan dan minuman menjaga kesehatan jasmani, maka dzikir menjaga ketenangan jiwa dan mendekatkan kita kepada Allah. Sebagai seorang muslim, membiasakan dzikir pagi dan petang adalah salah satu cara untuk meningkatkan iman dan memperkuat hubungan dengan Allah.
Karena itulah, saya menyusun konten Dzikir Pagi dan Petang sesuai sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dalam format yang bervariasi, sehingga mudah diakses oleh semua kalangan.
Apa Saja yang Anda Dapatkan?
Di sini, Anda akan menemukan panduan lengkap Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa format, yaitu:
Video Dzikir Pagi dan Petang: Dilengkapi dengan teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
MP3 Dzikir Pagi dan Petang: Untuk memudahkan Anda mendengarkan di mana saja.
PDF Dzikir Pagi dan Petang: Berisi kumpulan dzikir yang dapat diunduh dan dibaca kapan saja.
Teruskan membaca untuk mendapatkan link download dan informasi lengkapnya!
Sumber Rujukan Dzikir Pagi dan Petang yang Saya Gunakan
Konten Dzikir Pagi dan Petang ini saya susun berdasarkan referensi terpercaya, termasuk:
Dzikir Pagi dan Dzikir Petang Rumaysho yang disusun oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Saya telah memverifikasi teks hadisnya dan menyesuaikan terjemahannya menggunakan dua aplikasi terpercaya: جامع الكتب التسعة dan الباحث الحديثي
Buku Hisnul Muslim karya Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, yang merupakan rujukan utama bagi banyak muslim di seluruh dunia.
Buku Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu karya ustadz Abu Najib Abdillah, yang menjadi panduan tambahan dalam menyusun materi ini.
Mengapa Pilih Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah?
Melakukan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membawa ketenangan batin dan keberkahan hidup. Dengan mempraktikkan dzikir ini setiap hari, Anda dapat melindungi diri dari gangguan setan, meningkatkan kesabaran, dan mendapatkan keberkahan waktu.
Download dan Nikmati Format yang Anda Butuhkan!
Anda bisa mendownload PDF Dzikir Pagi dan Petang, mendengarkan versi MP3 Dzikir Pagi dan Petang, atau menonton video Dzikir Pagi dan Petang lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya ibadah Anda dengan dzikir pagi dan petang yang mudah diakses dan sesuai sunnah!
Dzikir Pagi dan Petang Rodja: Inspirasi dari Radio Rodja dan Rodja TV
Salah satu sumber inspirasi utama saya dalam menyusun konten Dzikir Pagi dan Dzikir Petang dalam bentuk audio-visual adalah program Dzikir Pagi dan Petang yang disiarkan di Radio Rodja dan Rodja TV. Program ini menawarkan video dzikir yang lengkap, termasuk:
Bacaan dzikir dalam teks Arab dan transliterasi Latin,
Terjemahan dalam bahasa Indonesia,
Ditambah panduan audio yang memudahkan pembaca mengikuti bacaan.
Kelengkapan dan kemudahan akses ini menjadikan konten dzikir yang disiarkan oleh Radio Rodja dan Rodja TV sebagai referensi yang sangat menarik. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi umat Islam dalam meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Apa yang Dimaksud dengan Dzikir Sesuai Sunnah Nabi?
Dzikir pagi dan petang yang sesuai sunnah adalah dzikir yang bersumber dari hadis Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang shahih. Hanya dzikir yang bersumber dari hadis shahih yang dapat dijadikan pegangan untuk beramal.
Sebaliknya, dzikir yang tidak memiliki dasar dari hadis shahih tidak boleh diamalkan. Hal ini merujuk pada sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam:
“Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak berasal dari kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
Pastikan Dzikir Anda Sesuai Sunnah
Jika sebelumnya Anda mengamalkan dzikir pagi dan sore seperti Al-Matsurat atau wirid lainnya, pastikan bacaan tersebut bersumber dari hadis Nabi yang shahih. Mengamalkan dzikir tanpa dasar yang jelas berisiko sia-sia dan bahkan tertolak.
***
Dzikir Pagi dan Petang dalam Berbagai Format (Download Gratis)
Mudahnya Berdzikir dengan Format Digital
Dzikir pagi dan petang adalah amalan yang sangat penting untuk menjaga ketenangan hati, perlindungan diri, dan keberkahan hidup sehari-hari. Untuk mempermudah Anda mengamalkannya, saya telah menyusun Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa bentuk konten digital yang praktis dan bisa diakses kapan saja.
Anda dapat mendownload format yang sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu menyimpannya di ponsel agar bisa digunakan setiap pagi dan petang sebagai panduan membaca dzikir. Dengan ini, Anda tidak lagi perlu membuka banyak referensi, karena semuanya sudah dikemas dengan mudah dan rapi.
Kenapa Dzikir Pagi dan Petang Dipisah?
Dalam penyusunan konten ini, Dzikir Pagi dan Dzikir Petang (Dzikir Sore) saya pisahkan menjadi dua bagian terpisah. Mengapa?
Kemudahan Akses: Dengan memisahkan keduanya, Anda tidak perlu menggulir panjang untuk menemukan bagian yang ingin dibaca.
Praktis: Karena konten ini berbentuk digital, memisahkan dzikir pagi dan petang membuatnya lebih ringan dan efisien untuk digunakan kapan saja.
Bayangkan jika semua dzikir digabungkan dalam satu file, hal ini tentu akan mempersulit pembaca—terutama untuk menemukan dzikir petang yang berada di bagian belakang. Format ini dirancang untuk kenyamanan Anda.
Pilihan Format Dzikir Pagi dan Petang
1. Dzikir Pagi dan Petang dalam Bentuk Video Book
Format ini sangat menarik, karena menggabungkan elemen video dengan konten buku digital. Berikut fitur utamanya:
Tulisan Arab: Untuk Anda yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
Transliterasi Latin: Membantu Anda yang belum lancar membaca teks Arab.
Terjemahan Bahasa Indonesia: Memahami makna dzikir menjadi lebih mudah.
Panduan Narasi Audio: Cocok untuk Anda yang ingin berdzikir sambil berkendara atau melakukan aktivitas lain.
2. Dzikir Pagi dan Petang dalam Format MP3
Mendengarkan dzikir kini lebih mudah melalui format MP3.
Sangat praktis untuk didengarkan saat perjalanan atau sambil beraktivitas.
3. Dzikir Pagi dan Petang dalam Format PDF
Dapat diunduh dan disimpan di perangkat Anda.
Cocok untuk Anda yang lebih suka membaca dzikir dalam format teks digital.
Manfaat Dzikir Pagi dan Petang dalam Format Digital
Akses Fleksibel: Bisa digunakan di mana saja, kapan saja.
Praktis dan Efisien: Tidak perlu membawa buku fisik.
Memudahkan Pemula: Dengan transliterasi Latin dan terjemahan, siapa pun bisa mulai berdzikir.
***
VIDEO DZIKIR PAGI PETANG (GABUNGAN)
***
VIDEO DZIKIR PAGI
***
VIDEO DZIKIR PETANG
***
Dzikir Pagi dan Petang PDF
Dzikir pagi petang PDF ini boleh Anda download dan simpan di HP Anda. Sewaktu-waktu Anda bisa membacanya di waktu pagi dan sore hari. Anda pun bisa mencetaknya. Anda bisa jilid menjadi bentuk buku. Dzikir Pagi dan Petang PDF ini isinya sama persis dengan Dzikir Pagi Petang bentuk video book.
Dzikir Pagi Petang MP3 ini dapat Anda simpan di HP dan komputer Anda. Anda dapat mendengarkannya sewaktu pagi dan sore hari. Ini insya Allah sangat membantu sekali bagi Anda yang mobile; ketika Anda di dalam perjalanan di atas kendaraan misalnya.
Poster Dzikir Pagi Petang dan Setelah Shalat Fardhu
***
DZIKIR PAGI PETANG BENTUK TEKS
Di bawah ini Anda boleh membaca Dzikir Pagi dan Petang dalam bentuk teks. Anda dapat langsung membacanya tanpa mendownload Dzikir Pagi Petang dalam berbagai packaging seperti di atas:
***
Kapan membaca Dzikir Pagi dan Petang?
Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa waktu membaca dzikir pagi adalah sesudah Shalat Subuh hingga terbitnya matahari. Dan waktu membaca dzikir petang adalah sesudah Shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. (Shahih al-Wabil as-Shoyyib)
***
BACAAN DZIKIR PAGI
[1] Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah membaca Ayat Kursi: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
[6] Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah walhamdulil-laah. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku. Walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in-qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haa-dzal yauum wa khoiro maa ba’-dahu. Wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haa-dzal yauum wa syar-ri maa ba’-dah. Robbi a-’uu-dzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaa-bin-fin naari wa ‘adzaa-bin fil qobr.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim)
[7] Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)
Allaahumma bika ash-bahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)
Faedah: Barang siapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)
[9] Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)
“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)
[10] Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)
Allaahumma innii ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[11] Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
[12] Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)
Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)
Faedah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)
[13] Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)
[14] Menyatakan ridho terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. (HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[15] Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)
[16] Menyatakan diri sebagai seorang muslim yang lurus di atas fitrah Islam. (DIBACA 1x)
Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibroohiima haniifam muslimaa. Wa maa kaana minal musyrikiin.
“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja) (HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim. Lihat pula as-Silsilah ash-Shahihah no. 2989)
[17] Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallaahi wa bi-hamdih.
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)
[18] Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x atau 100x)
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 100x)
Faedah membaca 10x: Barang siapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)
Faedah membaca 100x: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR. al-Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)
[19] Membaca tasbih dan tahmid, memuji Allah. (DIBACA 3x)
Subhaanallaahi wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. Wazinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3x di waktu pagi saja)
Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir ini telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas subuh sampai waktu Dhuha. (HR. Muslim no. 2726)
[20] Memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi-’aa, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1x setelah salam dari Shalat Shubuh) (HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih)
[21] Memohon ampunan dan bertobat kepada Allah. (DIBACA 100x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagh-firullaaha wa atuubu ilaiih.
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100x dalam sehari) (HR. al-Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702)
***
BACAAN DZIKIR PETANG
[1] Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah membaca Ayat Kursi: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
[6] Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)
Amsaynaa wa amsal mulku lil-laah walhamdulillah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haadzihil lailah wa syar-ri maa ba’dahaa. Robbi a-’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaabin fin naari wa ‘adzaabin fil qobri.
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161)
[7] Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)
Allaahumma bika amsainaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)
Faedah: Barang siapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)
[9] Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)
“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)
[10] Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)
Allaahumma innii amsaitu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[11] Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
[12] Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)
Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)
Faedah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)
[13] Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)
[14] Menyatakan ridha terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.(HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[15] Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)
[16] Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallaahi wa bi-hamdih.
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)
[17] Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x)
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x)
Faedah membaca 10x: Barang siapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)
[18] Memohon perlindungan dari segala kejahatan mahluk. (DIBACA 3x)
A-’uudzu bikalimaatil-laahit-taammaati min syar-ri maa kholaq
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3x pada waktu petang)
Faedah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu. (HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat Muslim)
***
Semoga Dzikir Pagi dan Petang yang saya sajikan ini bermanfaat untuk kita semua. Dapat kita amalkan pada waktu pagi dan sore hari sepanjang hidup kita.
***
REFERENSI DZIKIR PAGI PETANG
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal www.rumaysho.com
Syaikh Said bin Ali bin Wahf al-Qohthooni Hisnul Muslim
Ustadz Abu Najib Abdillah Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu
Apa niat Sholat Tahajud yang benar sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Sekarang, insya Allah kita akan belajar tentang niat sholat tahajud. Satu hal yang sangat menggelitik saya, tatkala saya mengetahu ada yang bertanya:
“Apa sih niat Sholat Tahajud?” dan bahkan ada pertanyaan yang lebih detail lagi: “Apa niat Sholat Tahajud 4 rakaat?“, “Apa niat Sholat Tahajud 2 rakaat?“
Saya mendapati kenyataan ternyata masih banyak diantara saudara-saudara kami seiman yang menyangka bahwa setiap ibadah mesti harus ada lafadz niatnya. Coba bayangkan… betapa sulitnya nanti kita beribadah jika setiap ibadah harus menghafal niatnya; mau Sholat Tahajud 4 rakaat begini niatnya… mau Sholat Tahajud 2 rakaat beda lagi niatnya… tentu agama Islam yang mudah ini menjadi terkesan sulit jadinya… iya kan? ^^
Di sisi lainnya saya sangat gembira. Ternyata banyak sekali saudara-saudara kami seiman yang semangat mengamalkan ibadah sunnah, seperti Sholat Tahajud. Banyak sekali yang menanyakan “Bagaimana cara Sholat Tahajud?“, “Apa niat Sholat Tahajud?“, “Apa doa setelah Sholat Tahajud?“, “Apa bacaan Sholat Tahajud?“.
Ini adalah pertanda baik. Semoga dengan ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan kasih sayang Allah pada negeri kita.
***
Niat Sholat Tahajud
Niat Sholat Tahajud itu, caranya sangat mudah. Ketika Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir.
Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.
Niat adalah amalan hati. Bagian yang sangat penting dalam setiap ibadah. Setiap ibadah itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya.
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ( إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه ) رواه البخاري ومسلم في صحيحهما .
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khaththab radhiallahu ’anhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ’Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya tertuju pada apa yang dia tuju.’” (HR. al-Bukhari & Muslim)
Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Tahajud, dan tidak pernah pula untuk sholat-sholat yang lainnya.
Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:
“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)
Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.
Sekali lagi, tentang niat Sholat Tahajud
Sekali lagi, ketika Anda ingin Sholat Tahajud. Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir. Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.
***
Video cara niat Sholat Tahajud
Saya sudah membuat video tentang cara niat Sholat Tahajud ini, di channel banghen.com (Youtube). Anda boleh menontonnya:
Agama Islam itu sangat mudah & indah
Agama Islam ini sungguh mudah, saudaraku…
Seandainya setiap ibadah dalam agama Islam ini harus menghafalkan niat, maka sungguh akan terasa sulit, bukan?
Namun, alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah, yang telah menetapkan syariat Islam yang sangat mudah dan indah sekali untuk kita, hamba-Nya.
Semoga Allah menerima ibadah Sholat Tahajud Anda.