Panduan Bacaan Shalawat Ibrahimiyah

Shalawat Ibrahimiyah adalah shalawat nabi yang terbaik, yang paling afdal, yang paling utama.

Dalilnya adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ: لَقِيَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ فَقَالَ أَلَا أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً سَمِعْتُهَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ بَلَى فَأَهْدِهَا لِي 

Dari Abdurrahman bin Abi Laila, beliau berkata:
“Aku bertemu dengan Ka’ab bin Ujrah, kemudian beliau berkata: ‘Maukah kamu aku berikan hadiah yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?’ Aku berkata: ‘Iya, hadiahkanlah itu kepadaku.’ 

فَقَالَ سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ الصَّلَاةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُم

Maka beliau berkata: ‘Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepada Anda, wahai ahlul bait? Karena Allah sudah mengajari kami bagaimana caranya mengucapkan salam.’

قَالَ: قُولُوا اللَّهُمَّ صل عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حُمَيْدٌ مجيد اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّك حميد مجيد

Maka beliau bersabda: 

‘Katakanlah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA IBROOHIIM WA ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID

Artinya: Ya Allah, anugerahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Sebagaimana Engkau telah menganugerahkan shalawat atas Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.'” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Shalawat Ibrahimiyah disebut shalawat terbaik karena ia langsung diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata:

وخير صيغة يقولها الإنسان في الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ما اختاره النبي صلى الله عليه وسلم للصلاة عليه بها

“Sebaik-baik lafaz shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah lafaz shalawat yang beliau pilih.” (Majmu Fatawa wa Rasail Fadhilatu As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin 13/230)

Ditambah pula Shalawat Ibrahimiyah ini selalu kita baca ketika tasyahud di dalam shalat.

Berikut ini video bacaan Shalawat Ibrahimiyah sebagai panduan audio visual:

Beberapa Lafaz Shalawat Ibrahimiyah

Ada beberapa lafaz Shalawat Ibrahimiyah yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Antara lafaz Shalawat Ibrahimiyah yang satu dengan yang lainnya hanya ada sedikit perbedaan lafaz. Selama lafaz Shalawat Ibrahimiyah itu shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia dapat diamalkan. Ia dapat diamalkan baik di dalam shalat – ketika tasyahud – maupun di luar shalat.

***

Insya Allah di lain kesempatan, saya akan melengkapi tulisan ini. Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada saya.

***

Referensi:

Bacaan Sholat Lengkap: Arti Bacaan Sholat Sesuai Sunnah

Bacaan Sholat Lengkap dan Artinya dalam Bahasa Indonesia

Sekarang, kita akan belajar bacaan sholat lengkap dan artinya dalam bahasa indonesia. Bacaan sholat lengkap yang akan kita pelajari kali ini dilengkap dengan tulisan latin, untuk memudahkan saudara-saudara saya yang belum lancar membaca tulisan arab.

***

Video Bacaan Sholat Lengkap dan Artinya

Sebelumnya, saya sudah membuat video Bacaan Sholat Lengkap dan Artinya yang Benar Sesuai Sunnah. Video ini dapat menjadi panduan dalam bentuk audio visual untuk bacaan sholat.

***

Bacaan Sholat Lengkap dan Artinya

Yuk, kita mulai belajar bacaan sholat lengkap dan artinya yang sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Pertama:
Berdiri tegak menghadap kiblat. Pandangan ke arah tempat sujud.

Gambar shalat: berdiri

***

Kedua:
Takbiratul Ihram, diiringi niat dalam hati

Caranya: angkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, hadapkan telapak tangan ke arah kiblat, dan ucapkan:

“Allaahu Akbar.”

Allaahu Akbar artinya: “Allah Maha Besar.”
Takbiratul ihram harus Anda ucapkan, dan tidak boleh di dalam hati.

Penting:
Pada saat melakukan Takbiratul Ihram ini, Anda iringi dengan niat dalam hati. Misalnya: Sambil Anda ucapkan “Allaahu Akbar,” Anda iringi dengan niat dalam hati bahwa Anda ingin melakukan Sholat Fardhu Ashar, jika Anda sedang Sholat Ashar.

Gambar sholat: takbiratul ihram

***

Ketiga:
Bersedekap.

Yaitu dengan meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, atau di atas pergelangan atau lengan tangan kiri. Kemudian letakkan tangan di dada.

Gambar shalat: sedekap

***

Keempat:
Membaca Doa Iftitah.

Membaca Doa Iftitah dengan suara pelan:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْني مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

ALLAAHUMMA BAA-‘ID BAINII WA BAINA KHOTOO YAA YA. KAMAA BAA-‘ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAAHUMMA NAQ-QINII MIN KHOTOO YAA YA. KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAAHUMMAGH SILNII MIN KHOTOO YAA YA. BITS-TSAL-JI WAL MAA-I WAL BAROD.

Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahanku, sebagaimana pakaian putih yang telah disucikan dari noda kotoran. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahanku, dengan salju, air, dan es.” (HR. Muslim)

***

PENTING:
Ada beberapa macam Doa Iftitah yang diajarkan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Jadi, jangan heran ketika Anda menemukan bacaan Doa Iftitah lainnya selain doa iftitah yang Anda hafal. Jika Anda sudah hafal salah satu Doa Iftitah tersebut, maka silakan Anda terus amalkan. Namun, pastikan Doa Iftitah yang Anda amalkan tersebut bersumber dari hadis Nabi yang shahih. Jika Anda hafalkan semua Doa Iftitah kemudian Anda amalkan secara bergantian di setiap sholat, maka itu lebih baik dan berpahala, karena ini melestrasikan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, jika Anda hanya hafal satu Doa Iftitah juga boleh, yang terpenting Anda amalkan.

***

Kelima:
Membaca ta’awwudz.

Membaca ta’awwudz dengan suara pelan:

أَعُوْذُ بِاللهِِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A-‘UUDZU BIL-LAAHI MINASY SYAITHOO-NIRROJIIM

Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dirajam (yang terkutuk)”

***

Keenam:
Membaca Surat al-Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

BISMIL-LAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الْحَمْدُ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

ALHAMDULIL-LAAHI-ROBBIL-‘AALAMIIN

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
AR-ROHMAANIR-ROHIIM

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
MAALIKI YAUMID-DIIN

Yang menguasai Hari Pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
IYYAAKA NA’BUDU WA-IYYAA-KA NASTA-‘IIN

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
IHDINASH-SHIROOTHOL MUSTAQIIM

(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
SHIROOTHOL-LADZII-NA AN-‘AMTA ‘ALAIHIM

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;

غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOIRIL MAGHDHU-BI ‘ALAIHIM WALADH-DHOOLLIIN

bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

***

Ketujuh:
Ucapkan: aamiin.

Ucapkanlah “aamiin” setelah selesai membaca al-Fatihah, baik jadi imam, makmum, maupun sholat sendiri. Keraskan bacaan “aamiin” jika Anda menjadi makmum (dalam sholat berjamaah)

***

Kedelapan:
Membaca surat yang Anda hafal.

Membaca surat al-Quran yang sudah Anda hafal. Apabila Anda belum hafal, mari mulai menghafal surat yang ringkas, di antaranya adalah surat al-Ikhlas, ia lebih ringkas dan mudah dihafal dibandingkan surat-surat yang lainnya. Surat al-Ikhlas ini sangat dikenal oleh kaum muslimin secara umum.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
BISMIL-LAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
QUL HUWALLAAHU AHAD

Katakanlah: Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

اللهُ الصَّمَدُ
ALLAAHUSH-SHOMAD

Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
LAM YALID WALAM YUULAD

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
WALAM YAKUL-LAHU KUFUWAN AHAD

dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

Setelah membaca surat Ini. Anda diam sejenak.

***

Kesembilan:
Rukuk.

Rukuk dengan mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, ucapkan: “Allaahu Akbar” (sambil bergerak turun rukuk).

Ketika rukuk, letakkan telapak tangan di lutut, dengan posisi mencengkeram, jari-jari direnggangkan, dan siku agak dibentangkan. Punggung lurus, kepala lurus dengan punggung. Lakukan dengan tenang (thuma’ninah).

Gambar shalat: Rukuk

***

Kesepuluh:
Membaca doa rukuk.

Membaca doa rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

SUBHAANAROBBIYAL-‘AZHIIM

“Maha Suci Robku (Tuhanku) Yang Maha Agung.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)

***

Kesebelas:
Bangkit dari rukuk.

Bangkit dari rukuk sembari membaca:

ُسَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه

SAMI-‘ALLAAHU LIMAN HAMIDAH

“Allah mendengar hamba yang Memuji-Nya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

***

Kedua belas:
Berdiri tegak dan membaca Doa I’tidal.

Berdiri tegak. Langsung disambung dengan membaca Doa I’tidal:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

ROBBANAA WALAKAL HAMD

“Wahai Robb kami (Tuhan kami), segala puji bagi-Mu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

PENTING:
Ada beberapa macam bacaan Doa I’tidal yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita dianjurkan untuk mengamalkan semua doa tersebut dalam rangka menjalankan sunnah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, kita boleh hanya mengamalkan satu doa saja. Pastikan Doa I’tidal yang Anda amalkan adalah Doa I’tidal yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

***

Ketiga belas:
Dianjurkan untuk memperlama berdiri i’tidal.

Gambar shalat: berdiri

Berdirilah dengan sempurna selama i’tidal. Dianjurkan untuk memperlama berdiri i’tidal dan bersikap tenang.

***

Keempat belas:
Turun sujud.

Turun untuk melaksanakan sujud, sembari mengucapkan takbir: “Allaahu Akbar.”

***

Kelima belas:
Sujud.

Sujud dengan bertumpu pada 7 anggota badan: (1) wajah (kening dan hidung), (2 dan 3) dua telapak tangan, (4 dan 5) dua lutut, dan (6 dan 7) dua ujung kaki. Posisi jari tangan dirapatkan menghadap kiblat. Telapak tangan sejajar pundak atau sejajar telinga. Tangan membentang ke samping. Punggung posisi tengah dan kaki hampir menyiku.

Gambar shalat: sujud

***

Keenam belas:
Membaca doa sujud.

Membaca Doa Sujud:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

SUBHAANAROBBIYAL A’LAA

“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)

Doa sujud ini minimal dibaca sebanyak 1x.

PENTING:
Ada beberapa macam bacaan Doa Sujud yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita dianjurkan untuk mengamalkan semua doa tersebut dalam rangka menjalankan sunnah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun kita boleh hanya mengamalkan satu doa saja. Pastikan doa sujud yang Anda amalkan adalah doa yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

***

Ketujuh belas:
Duduk antara dua sujud.

Bangkit dari sujud untuk melakukan duduk antara dua sujud, sambil membaca takbir: “Allaahu Akbar.”

Kemudian duduk antara dua sujud dengan cara Duduk Iftirasy (yaitu dengan cara menegakkan kaki kanan dan membentangkan kaki kiri kemudian menduduki kaki kiri tersebut). Punggung tegak, letakkan telapak tangan di atas paha dengan ujung-ujung jari pada lutut. Anda boleh juga meletakkan telapak tangan di atas lutut kanan dan telapak tangan kiri di atas lutut kiri (seolah-olah menggenggamnya). Jari-jemari agak renggang.

Gambar shalat: duduk antara 2 sujud

***

Kedelapan belas:
Membaca doa duduk antara dua sujud.

Membaca doa pada posisi duduk antara dua sujud ini:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي

ROBBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’-NII WAHDINII WA-‘AAFINII WARJUQNII

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah & rahmatilah aku, perbaikilah & cukupkanlah aku, angkatlah dan tinggikanlah derajatku, berilah aku petunjuk-Mu, jagalah aku, dan berilah aku rezeki.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim)

PENTING:
Ada beberapa macam doa duduk antara dua sujud yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita dianjurkan untuk mengamalkan semua doa tersebut, dalam rangka menjalankan sunnah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, kita juga boleh hanya mengamalkan satu doa saja. Pastikan bacaan Doa Duduk Antara Dua Sujud yang Anda amalkan adalah doa yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

***

Kesembilan belas:
Sujud yang kedua.

Kemudian bergerak turun untuk melakukan sujud yang kedua, sambil membaca takbir: “Allaahu Akbar.”

Kemudian sujudlah dengan cara yang sama dengan sujud sebelumnya. Yaitu dengan membaca doa sujud:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

SUBHAANAROBBIYAL A’LAA

“Maha Suci Robbku (Tuhanku) Yang Maha Tinggi (Luhur).” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)

Doa sujud ini minimal dibaca sebanyak 1x.

Gambar shalat: sujud

***

Kedua puluh:
Duduk iftirasy sejenak.

Bangkit dari sujud, kemudian duduk sejenak dengan posisi Duduk Iftirasy (yaitu dengan cara menegakkan kaki kanan dan membentangkan kaki kiri kemudian menduduki kaki kiri tersebut).

Gambar shalat: duduk sejenak

***

Kedua puluh satu:
Berdiri dengan bertumpu pada dua tangan.

Setelah itu langsung berdiri dengan bertumpu pada kedua tangan, untuk melaksanakan rakaat berikutnya, seraya membaca takbir: ”Allaahu Akbar.”

***

Kedua puluh dua:
Memulai rakaat kedua.

Anda memulai rakaat berikutnya (yaitu rakaat yang kedua), dengan cara yang sama dengan yang sebelumnya. Begitupun juga bacaannya, sama dengan bacaan sebelumnya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Bacaan Doa Iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama saja, setelah Takbiratul Ihram (takbir yang pertama).
  • Surat al-Quran yang dibaca setelah membaca al-Fatihah, hanya dibaca pada rakaat pertama dan kedua saja.

Urutan gerakan sholat pada rakaat kedua dapat Anda lihat pada ilustrasi di bawah ini:

Gambar shalat: takbir
Gerakan shalat dan artinya

***

Kedua puluh tiga:
Tasyahud awal.

Pada rakaat kedua, setelah Anda selesai melaksanakan sujud yang kedua (lihat huruf F pada gambar ilustrasi di atas), kemudian Anda Duduk Iftirasy. Kemudian letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang, acungkan jari telunjuk tangan kanan ke arah depan.

Gambar shalat: tahiyat/tasyahud
Gambar shalat: duduk iftirasy
Begini posisi Duduk Iftirasy

***

Kedua puluh empat:
Membaca Doa Tasyahud Awal.

Membaca Doa Tasyahud Awal:

التَّحِيَّاتُ لِله، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلامُ عَلَيْنَا، وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

AT-TAHIYYAATU LIL-LAAH WASH-SHOLAWAATU WATH-THOY-YIBAAT AS-SALAAMU-‘ALAIKA AY-YUHAN-NABIYYU WAROHMATULLAAHI WABAROKAATUH AS-SALAAMU ‘ALAINAA WA-‘ALAA ‘IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIIN ASY-HADU AL-LAA ILAAHA IL-LALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WAROSUULUH

Artinya:
“Segala pengagungan, kehormatan, dan kebaikan hanyalah milik Allah semata. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, demikian pula rahmat dan berkah-Nya. Semoga keselamatan juga tercurah atas kami dan atas segenap hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

***

Kedua puluh lima:
Membaca Shalawat.

Setelah membaca bacaan tasyahud awal, dianjurkan untuk ditambah dengan bacaan Doa Shalawat:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAI-TA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID

Artinya:
“Ya Allah, anugerahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Sebagaimana Engkau telah menganugerahkan shalawat atas Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau ya Allah, Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

***

Kedua puluh enam:
Jika sholat lebih dari 2 rakaat.

Jika Anda mengerjakan sholat 3 rakaat (seperti Sholat Maghrib) atau sholat 4 rakaat (seperti Sholat Zhuhur, Ashar, dan Isya), maka Anda lanjutkan rakaat ketiga dan keempat.

Caranya:
Bangkit berdiri dengan bertumpu pada dua tangan, kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga atau pundak (dengan menghadapkan telapak tangan ke arah kiblat), sembari membaca takbir: “Allaahu Akbar.”

Dan setelah sempurna berdiri maka bersedekaplah. Dan teruskan sholat Anda hingga Anda selesai mengerjakan rakaat ketiga (jika Anda hanya sholat 3 rakaat seperti Sholat Maghrib), atau rakaat keempat (jika Anda mengerjakan sholat yang 4 rakaat seperti Sholat Zhuhur dan Ashar).

Gambar shalat: takbir
Gambar shalat: gerakan shalat

***

Kedua puluh tujuh:
Tasyahud akhir.

Pada rakaat terakhir dari sholat yang Anda kerjakan (baik itu 2, atau 3, atau 4 rakaat). Anda duduk tasyahud akhir dengan posisi Duduk Tawarruk (yaitu duduk dengan cara menegakkan kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri ke depan (di bawah kaki kanan), dan duduknya di atas tanah/lantai). Kemudian letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang, acungkan jari telunjuk tangan kanan ke arah depan.

Gambar shalat: tahiyat akhir
Gambar shalat: duduk tawaruk
Duduk Tawarruk

***

Kedua puluh delapan:
Membaca Doa Tasyahud dan Shalawat

Membaca bacaan Tasyahud dan dilanjutkan dengan membaca Doa Shalawat:

التَّحِيَّاتُ لِله، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلامُ عَلَيْنَا، وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

AT-TAHIYYAATU LIL-LAAH WASH-SHOLAWAATU WATH-THOY-YIBAAT AS-SALAAMU-‘ALAIKA AY-YUHAN-NABIYYU WAROHMATULLAAHI WABAROKAATUH AS-SALAAMU ‘ALAINAA WA-‘ALAA ‘IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIIN ASY-HADU AL-LAA ILAAHA IL-LALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WAROSUULUH

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAI-TA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID

***

Kedua puluh sembilan:
Berdoa memohon perlidungan terhadap 4 hal.

Berdoa memohon perlindungan kepada Allah terhadap 4 hal (neraka jahannam, adzab kubur, fitnah hidup dan mati, dan fitnah Dajjal):

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ

ALLAAHUMMA INNII A-‘UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM WA MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID-DAJJAAL

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindungan kepada-Mu dari adzab neraka jahannam, dari adzab kubur, dan dari fitnah (malapetaka) kehidupan dan kematian, dan juga dari fitnah (cobaan) Dajjal.” (HR. Muslim)

***

Ketiga puluh:
Ditambah dengan doa memohon atas senantiasa berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada Allah.

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

ALLAAHUMMA A-‘INNII ‘ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIK

Artinya:
“Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik pada-Mu.”
(HR. Abu Daud)

***

Ketiga puluh satu:
Salam.

Salam, dengan menoleh ke kanan sampai kelihatan pipi kanan dari belakang dengan mengucapkan:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
ASSALAMU-’ALAIKUM WAROHMATULLAAH

Kemudian menoleh ke kiri sampai kelihatan pipi kiri dari belakang dengan mengucapkan:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
ASSALAMU-’ALAIKUM WAROHMATULLAAH

(HR. Muslim)

***

Ketiga puluh dua:
Membaca istighfar dan dzikir setelah sholat.

Membaca istighfar dan dilanjutkan membaca dzikir dan doa setelah sholat. Saya sudah membuat video doa dan dzikir setelah sholat fardhu dan setelah sholat sunnah. Anda dapat menontonnya di channel YouTube Banghen.com.

Semoga pelajaran bacaan sholat dan artinya ini dapat bermanfaat untuk saya dan Anda.

***

Tata Cara Sholat Lengkap di Yufid.TV

Pelajaran kita ini hanya khusus membahas bacaan sholat dan artinya. Bagi Anda yang ingin mengetahui gerakan-gerakan sholat dan urutan tata cara sholat lengkap, saya sarankan Anda menonton video tata cara sholat dari channel YouTube Yufid.TV

***

Poster Cara Sholat LumaLumi.com

Gambar cara sholat pada artikel “Bacaan Sholat Lengkap: Arti Bacaan Sholat Sesuai Sunnah” ini menggunakan gambar dari poster cara sholat LumaLumi yang ada di Toko Online Banghen.com ini.

***

Beberapa Video Doa Setelah Sholat

Sebelumnya saya sudah membuat artikel dan video bacaan doa dan dzikir setelah sholat. Ada dzikir dan doa setelah sholat fardhu, ada juga doa dan dzikir setelah sholat sunnah secara umum, ada pula dzikir dan doa setelah sholat sunnah yang khusus, seperti doa setelah sholat tahajud, doa setelah sholat dhuha, dan juga doa setelah sholat istikharah.

***

DAFTAR REFERENSI BACAAN SHOLAT DAN ARTINYA:

  1. Buku Sifat Sholat Nabi karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
  2. Buku Sifat Sholat Nabi karya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin
  3. https://carasholat.com/126-tata-cara-shalat-yang-benar-sesuai-shalat-nabi.html
  4. https://konsultasisyariah.com/23499-lupa-takbiratul-ihram-dalam-shalat.html
  5. https://rumaysho.com/1259-cara-duduk-tasyahud-iftirosy-atau-tawarruk.html
  6. https://muslim.or.id/12299-tata-cara-takbiratul-ihram-dalam-shalat.html
  7. https://muslim.or.id/26470-sifat-takbir-intiqal-dalam-shalat.html
  8. https://muslim.or.id/7934-macam-%E2%80%93-macam-doa-istiftah.html
  9. الباحث الحديث
  10. جامع الكتب التسعة

Update terakhir: 24 Desember 2024

Bacaan Sholat Dhuha yang Benar + Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih

Apa bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi?

Kita bahas satu persatu ya… mulai dari bacaan Sholat Dhuha hingga Doa Sholat Dhuha apa yang shahih berasal dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bacaan Sholat Dhuha yang Benar

Bacaan Sholat Dhuha sama seperti bacaan pada sholat fardhu. Tidak ada bacaan khusus setelah membaca al-Fatihah. Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.

bacaan sholat dhuha yang benar
bacaan sholat dhuha yang shahih benar
Tidak ada kewajiban membaca surat tertentu, dan tidak ada anjuran untuk membaca surat tertentu setelah membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.

Sekali lagi, Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.

KATANYA ada Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan untuk membaca surat as-Syams pada rakaat pertama dan membaca surat ad-Dhuha pada rakaat kedua.
Namun sayang sekali Hadis ini BUKAN berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

HADIS INI DHA’IF, BUKAN BERASAL DARI NABI

صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : والشمس وضحاها ، و الضحى

“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was Syamsi Wadhuhaa Haa dan surat adh-Dhuha.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh ar-Ruyani dalam Musnad-nya dan ad-Dailami (2:242) dari jalur Musyaji’ bin ‘Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah HADIS PALSU. Selengkapnya: https://konsultasisyariah.com/11468-surat-yangdibaca-ketika-shalat-dhuha.html

bacaan doa sholat dhuha
bacaan doa sholat dhuha
Oleh karena itu Anda boleh membaca surat al-Quran apa saja setelah Anda membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.

Sungguh indah perkataan seorang ulama, yaitu Syaikh Ibn Baz rahimahullah:
as-Syaikh Ibn Baz rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) pernah ditanya tentang bacaan surat as-Syams dan ad-Dhuha ketika sholat dhuha. Beliau menjawab: “Adapun yang sesuai sunnah Nabi, engkau membaca surat al-Quran yang mudah menurutmu setelah membaca al-Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya al-Fatihah, sedangkan tambahannya adalah sunnah. Maka jika setelah al-Fatihah engkau boleh membaca surat as-Syamsi, al-Lail, ad-Dhuha, al-Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Baz, 11)

 

***

 

Video Bacaan Sholat Dhuha yang Benar

Saya sudah membuat video tentang bacaan Sholat Dhuha ini di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:

***

Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih

doa setelah sholat dhuha shahih

Apa bacaan dzikir dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Sebenarnya, tidak ada doa dan dzikir khusus yang wajib dibaca setelah Sholat Dhuha. Namun, ada satu hadis yang di dalam hadis tersebut Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha pernah menceritakan tentang dzikir dan doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah setelah Sholat Dhuha. Anda boleh mengamalkan doa setelah Sholat Dhuha ini.

Namun sekali lagi, mengamalkan bacaan ini setelah Sholat Dhuha tidaklah wajib. Namun, jika Anda mengamalkan doa ini tentu lebih baik dan berpahala. Apalagi doa ini shahih berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu mengamalkannya berpahala karena mengikut tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Begini hadis yang saya maksud:

عن عائشة رضي الله عنها , قالت : صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الضحى, ثم قال : اللهم اغفر لي , وتب علي ,إنك أنت التواب الرحيم . حتى قالها مائة مرة
صححه الالباني في صحيح الادب المفرد 217,1 حديث رقم 219

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan Sholat Dhuha. Setelah salam, kemudian beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

“ALLAAHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWAABUR ROHIIM

Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membacanya seratus kali. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Syaikh al-Albani mengatakan dalam kitab Shahih al-Adab al-Mufrad bahwa hadis ini shahih)

doa setelah sholat dhuha shahih

***

Oh ya!
Anda sudah tahu kan bahwa selama ini ada doa setelah Sholat Dhuha yang cukup populer, namun doa di bawah ini bukan berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

اللَّهُمَّ إنَّ الضَّحَاءَ ضَحَاؤُكَ ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ ، وَالْجَمَالَ جَمَالُك ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُك، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُك، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِك وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

Darimana sumber doa setelah Sholat Dhuha di atas? Doa ini disebutkan oleh as-Syarwani dalam Syarhul Minhaj (7:293) dan Abu Bakr ad-Dimyathi dalam I’aanatut Thalibiin (1:295). Namun kedua penulis ini tidak menunjukkan dalil bacaan ini. Tim fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih memberikan komentar terhadap doa setelah Sholat Dhuha yang “terlanjur” populer tersebut: “Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 53488). (Keterangan ini kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits: https://konsultasisyariah.com/10588-doa-shalat-dhuha.html)

doa sholat dhuha

 

***

Bolehkah doa setelah Sholat Dhuha di atas kita amalkan?

Sebelumnya, saya ingin mengingatkan diri saya pribadi dan Anda tentunya. Prinsip kita dalam melakukan ibadah harus ada landasan ajarannya dalam al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibadah dalam agama Islam bersifat tauqifiyah, yaitu menunggu dalil. Maksudnya adalah harus ada landasan dalil dan ajarannya dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Cek terlebih dahulu di dalam al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih, apakah pernah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya? Apakah ada para sahabat Nabi -radhiallahu ‘anhum- mengerjakannya?

Jangan pula lupa bahwa ajaran agama Islam ini sudah sangat sempurna. Semuanya sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita semua. Tidak ada satupun yang beliau sembunyikan.

Jika sudah sempurna, buat apa kita cari-cari bentuk ibadah yang tidak ada sumber dalilnya dalam ajaran Islam?

Apapun bentuk ibadah yang kita amalkan dalam ibadah kita sehari-hari, harus ada landasan dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena keduanya adalah sumber ajaran Islam.

 

***

Dzikir Setelah Sholat Sunnah dan Sholat Fardhu

Ada juga dzikir yang lainnya yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Doa ini dapat kita baca setiap kita selesai mengerjakan sholat. Dzikir ini pun dapat Anda amalkan setiap Anda selesai mengerjakan Sholat Dhuha.

Dalil doa ini adalah berasal dari Hadis Tsauban radhiallahu ‘anhu. Beliau menceritakan dzikir yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau selesai sholat:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap selesai sholat, beliau membaca istighfar 3 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ

ASTAGHFIRULLAAH 3X (Aku mohon ampun pada Allah)

kemudian membaca,

اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

ALLAHUMMA ANTAS SALAAM (Ya Allah, Engkaulah pemberi keselamatan)
WA MINKAS SALAAM (dan dari-Mu keselamatan)

TABAAROKTA (Maha Suci Engkau)

YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan)

(HR. Muslim 591, an-Nasaa-i 1337, dan yang lainnya)

Dzikir setelah sholat ini dapat Anda baca setelah sholat, baik itu Sholat Wajib (Sholat Fardhu) maupun Sholat Sunnah. Keterangan ini ditegaskan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau (http://www.binbaz.org.sa/noor/2648)

Jadi, doa ini dapat Anda amalkan juga setelah Sholat Dhuha, karena Sholat Dhuha juga termasuk Sholat Sunnah.

Kemudian Syaikh Bin Baz membawakan Hadis Tsauban di atas. Lalu beliau mengatakan,

ولم يقل المكتوبة، فدل على أنه في كل صلاة، النافلة والفرض

Tsauban tidak mengatakan “setelah Sholat Wajib”. Ini menunjukkan bahwa dzikir tersebut dibaca di setiap selesai shalat. Baik Sholat Sunnah maupun Sholat Wajib. (Demikianlah keterangan Syaikh Bin Baz yang kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits ini: https://konsultasisyariah.com/23363-dzikir-setelah-shalat-sunah.html)

 

***

Video Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih Sesuai Sunnah

Saya juga sudah membuat video tentang doa setelah Sholat Dhuha yang shahih sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:

 

***

 

Semoga tulisan kecil tentang bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bermanfaat untuk kita semuanya.

 

***

REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT DHUHA

-http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=13366
-https://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=141&pid=96905&hid=617
Ustadz Ammi Nur Baits
-www.KonsultasiSyariah.com
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
-www.Rumaysho.com

Bacaan Sholat dan Artinya: al-Fatihah dan Artinya (Seri 01)

Bacaan sholat dan artinya yang kita pelajari ini adalah surat al-Fatihah dan artinya. Lengkap dengan tulisan arab untuk lafadz aslinya. Ditambah tulisan latin untuk lafadz bacaannya, khusus bagi Anda yang belum bisa membaca tulisan arab. Tidak itu saja, bahkan lengkap pula dengan terjemahannya.

Saya sudah membuat video bacaan sholat dan artinya untuk surat al-Fatihah artinya ini di channel Youtube banghen.com. Video al-Fatihah dan artinya ini adalah seri pertama untuk rangkaian video bacaan sholat lengkap. Bacaan sholat lengkap tersebut insya Allah terdiri bacaan sholat yang wajib, seperti al-Fatihah, hingga bacaan sholat yang lainnya.

Tujuan dari pembuatan bacaan sholat lengkap ini adalah agar ibadah sholat kita menjadi lebih khusyu’ dikarenakan kita dapat memahami makna bacaan sholat yang kita amalkan. Oleh karena itu, setiap bacaan sholat dilengkapi dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, mudah-mudahan dapat membantu saudara saya semuanya untuk membaca bacaan sholat dengan bacaan sholat yang benar, atau minimal dapat mengurangi kesalahan dalam pengucapan dan tajwidnya. Sehingga ini membuat kita menjadi bertambah khusyu’ kita dalam menunaikan ibadah sholat; baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah.

Yuk sekarang kita mulai belajar bacaan sholat seri yang pertama, yaitu surat al-Fatihah dan artinya. Berikut ini video bacaan sholat dan artinya seri pertama: al-Fatihah dan artinya.

Video bacaan sholat dan artinya ini merupakan pelengkap video cara sholat Nabi Muhammad dan praktik sholat sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu video bacaan sholat dalam rangkaian serial bacaan sholat lengkap dan artinya (lengkap dengan tulisan dan terjemahannya) ini dapat Anda praktekkan pada sholat fardhu (atau sholat wajib) Anda. Dan juga pada sholat sunnah yang Anda kerjakan. Karena pada dasarnya bacaan sholat wajib dan dan sholat sunnah secara umum sama (kecuali beberapa sholat sunnah tertentu). Mudah-mudahan video ini menambah khazanah perpustakan digital online melengkapi video bacaan sesuai sunnah yang lainnya.

Surat al-Fatihah dengan penggalan-penggalannya tanpa terjemahan, agar mudah Anda hafalkan.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
ALHAMDU LIL-LAAHI ROB-BIL ‘AALAMIIN

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
AR-ROHMAA-NIR-ROHIIM

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
MAALIKI YAU-MID-DIIN

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
IYYAA-KA NA’-BUDU WA IYYAA-KA NAS-TA-‘IIN

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
IHDI-NASH SHIROO-THOL MUSTAQIIM

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
SHIROO-THOL LADZII-NA AN-‘AM-TA ‘ALAI-HIM

غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN

Yuk ulangi membacanya hingga tiga kali. Setelah itu kita belajar arti bacaan surat al-Fatihah.

 

***

Surat al-Fatihah dan artinya dengan penggalan-penggalannya (dalam bentuk gambar):

al-fatihah dan artinya
al-fatihah dan artinya
al-fatihah dan artinya
al-fatihah dan artinya
al-fatihah dan artinya
bacaan sholat dan artinya
bacaan sholat dan artinya
bacaan sholat dan artinya

***

 

Teks Bacaan al-Fatihah dan Artinya

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
ALHAMDU LIL-LAAHI ROB-BIL ‘AALAMIIN
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
AR-ROHMAA-NIR-ROHIIM
Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
MAALIKI YAU-MID-DIIN
Yang menguasai Hari Pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
IYYAA-KA NA’-BUDU WA IYYAA-KA NAS-TA-‘IIN
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
IHDI-NASH SHIROO-THOL MUSTAQIIM
(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
SHIROO-THOL LADZII-NA AN-‘AM-TA ‘ALAI-HIM
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;

غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

***

Semoga bacaan surat al-Fatihah dan artinya ini, yang merupakan rangkaian serial bacaan sholat lengkap, bermanfaat untuk kita semua.