Sholat Hajat: Doa Sholat Hajat dan Cara Sholat Hajat

Ada tiga doa Sholat Hajat yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa ini tercantum pada tiga kitab hadis yang masyhur: Sunan at-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad. Ketiga doa Sholat Hajat ini diriwayatkan dari sahabat Nabi Utsman bin Hunaif radhiallahu ‘anhu.

Sekarang, kita bahas ketiga doa tersebut satu persatu. Setelah itu, kita akan pelajari tata cara sholat hajat.

***

Doa Sholat Hajat di Kitab Sunan at-Tirmidzi

Imam at-Tirmidzi—semoga Allah merahmati beliau—mencantumkan doa ini di kitab beliau, Sunan at-Tirmidzi.

Begini doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِي اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA WA-ATAWAJJAHU ILAIKA BINABIY-YIKA MUHAMMADIN NABIYYIR-ROHMAH INNII TAWAJJAHTU BIKA ILAA ROBBII FII HAAJATII HAADZIHI LITUQDHOO LII ALLAAHUMMA FA SYAF-FI’-HU FIY-YA

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi Muhammad, Nabi rahmat. Sesungguhnya aku menghadap Rabbku denganmu agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” (HR. at-Tirmidzi)

Dalil doa Sholat Hajat yang pertama ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, dari Utsman bin Hunaif radhiallahu ‘anhu.

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّ رَجُلًا ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ : ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَنِي، قَالَ : إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ، وَإِنْ شِئْتَ صَبَرْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ . قَالَ : فَادْعُهْ، قَالَ : فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ، فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ، وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ، وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِي اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

Dari Utsman bin Hunaif, bahwasanya ada seorang laki-laki buta mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Dia menyembuhkanku!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau menginginkan demikian, saya akan doakan, tetapi jika engkau mau bersabar, itu lebih baik bagimu.” Lelaki itu menjawab, “Berdoalah!” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya supaya berwudhu dan memperbagus wudhunya, lalu berdoa dengan doa ini (yang artinya), “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi Muhammad, Nabi rahmat. Sesungguhnya aku menghadap Rabbku denganmu agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” (HR. Tirmidzi)

***

Doa Sholat Hajat di Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi

Imam an-Nawawi—semoga Allah merahmati beliau—mencantumkan doa ini pada kitab beliau al-Adzkar pada bab: 

Adzkaaru Sholaati al-Haajah (باب أذكار صلاة الحاجة)”

Beliau menegaskan pada bab tersebut bahwa imam at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini statusnya hasan shahih.

Doa sholat hajat yang imam an-Nawawi cantumkan di kitab al-Adzkar ini juga bersumber dari kitab Sunan at-Tirmidzi dan Sunan Ibnu Majah.

Begini doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِي اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA WA-ATAWAJJAHU ILAIKA BINABIY-YIKA MUHAMMADIN NABIYYIR-ROHMAH SHOLLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM YAA MUHAMMADU INNII TAWAJJAHTU BIKA ILAA ROBBII FII HAAJATII HAADZIHI LITUQDHOO LII ALLAAHUMMA FA SYAF-FI’-HU FIY-YA

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi Muhammad, Nabi rahmat, shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya aku menghadap Rabbku denganmu agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” (HR. at-Tirmidzi)

***

Doa Sholat Hajat di Kitab Sunan Ibnu Majah

Imam Ibnu Majah—semoga Allah merahmati beliau—mencantumkan doa Sholat Hajat ini pada kitab beliau, Sunan Ibnu Majah, pada bab:

Maa Jaa-a fi Sholaati al-Haajah (مَا جَاءَ فِي صَلَاةِ الْحَاجَةِ)”

Begini doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA WA-ATAWAJJAHU ILAIKA BIMUHAMMADIN NABIYYIR-ROHMAH YA MUHAMMADU INNII QOD TAWAJJAHTU BIKA ILAA ROBBII FII HAAJATII HAADZIHI LITUQDHOO ALLAAHUMMA FA SYAF-FI’-HU FIY-YA

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi Muhammad, Nabi rahmat. Wahai Nabi Muhammad, sesungguhnya aku menghadap Rabbku denganmu agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” (HR. at-Tirmidzi)

***

Doa Sholat Hajat di Kitab Musnad Ahmad

Ada lafaz doa sholat hajat yang lainnya pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Beliau cantumkan doa ini di kitab Musnad Ahmad.

Begini doanya:

اللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، يَا مُحَمَّدُ، إنِّيْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إلَى رَبِّي فِيْ حَاجَتِيْ هَذِهِ فَتُقْضَى لِيْ، اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA WA ATAWAJJAHU ILAIKA BINABIYYIKA MUHAMMADIN NABIYYIR-ROHMAH YA MUHAMMADU INNII TAWAJJAHTU BIKA ILAA ROBBII FII HAAJATII HAADZIHI FATUQDHOO LII ALLAAHUMMA SYAFFI’-HU FIYYA

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi Muhammad, Nabi rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku denganmu menghadap kepada Rabbku tentang hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” (HR. Ahmad)

***

Cara Sholat Hajat

Dari hadis yang sudah kita baca tadi, dapat kita ketahui cara melaksanakan Sholat Hajat:

YANG PERTAMA:
Berwudhu dengan wudhu yang sempurna, yaitu memperbagus wudhu dengan mengerjakan wajib-wajib pada wudhu, kemudian disempurnakan dengan mengerjakan sunnah-sunnah pada wudhu.

YANG KEDUA
Melaksanakan sholat dua rakaat.

YANG KETIGA
Membaca doa Sholat Hajat. Anda boleh pilih satu di antara tiga doa Sholat Hajat yang sudah kita pelajari di atas.

***

Waktu Sholat Hajat

Dalam Fiqih Syafi’i, Sholat Hajat adalah sholat yang terkait dengan sebab yang diakhirkan (muqoyyad bisababin muta’akhir) yaitu seorang yang mempunyai hajat melakukan sholat dua rakaat terlebih dahulu, kemudian setelah sholat dua rakaat tersebut dia lalu membaca Doa Sholat Hajat. Oleh karena itu Sholat Hajat tidak boleh dikerjakan pada waktu terlarang sholat.

Anda boleh mengerjakan Sholat Hajat pada seluruh waktu, KECUALI pada 5 waktu terlarang berikut ini.

cara sholat hajat
waktu sholat hajat

Berikut ini adalah lima waktu terlarang mengerjakan sholat:

  1. Setelah Sholat Subuh hingga matahari terbit.
  2. Pada waktu matahari baru terbit sampai naik hingga setinggi tombak. Waktu ini kira-kira berada pada kisaran waktu 15 menit hingga 20 menit setelah matahari terbit. Oleh karena itu sebaiknya Anda tidak mengerjakan sholat dari mulai terbitnya matahari hingga 20 menit setelahnya.
  3. Ketika matahari tepat berada di atas kepala (tidak condong ke timur atau ke barat) hingga matahari tergelincir ke barat. Waktu ini sangat singkat, oleh karena itu sebaiknya Anda waspadai waktu ini dengan tidak mengerjakan sholat kira-kira 15 menit sebelum tibanya waktu zhuhur hingga waktu zhuhur telah tiba.
  4. Setelah Sholat Ashar hingga matahari tenggelam.
  5. Dari waktu ishfiror, yaitu ketika matahari mulai tenggelam, yang ketika itu cahayanya mulai memudar, hingga matahari tenggelam dengan sempurna. 

(Lihat buku al-Muqoddimah al-Hadromiyyah fi Fiqhi as-Saadati asy-Syafiyyah, oleh asy-Syaikh al-Allaamah al-Faqiih Abdullaah bin Abdurrahmaan Baafadhl al-Hadromiy)

Dengan demikian, Anda dapat mengerjakan Sholat Hajat pada waktu-waktu di luar 5 waktu terlarang tersebut.

***

Referensi Doa Sholat Hajat

  1. Sunan at-Tirmidzi
  2. Sunan Ibnu Majah
  3. Musnad Ahmad
  4. al-Adzkar, Imam an-Nawawi
  5. al-Mausuah al-Fiqhiyyah 
  6. al-Muqoddimah al-Hadromiyyah fi Fiqhi as-Saadati asy-Syafiyyah, oleh asy-Syaikh al-Allaamah al-Faqiih Abdullaah bin Abdurrahmaan Baafadhl al-Hadromiy
  7. https://www.edarabia.com/ar/3-%D8%B7%D8%B1%D9%82-%D9%84%D8%A3%D8%AF%D8%A7%D8%A1-%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%A7%D8%AC%D8%A9/
  8. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/130740/%D8%B5%D9%81%D8%A9-%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%A7%D8%AC%D8%A9
  9. https://www.youtube.com/watch?v=u_zJmuf4ju0

Penyusun: Hendri Syahrial (Banghen.com)

Riwayat pemutakhiran:

  • 22 Januari 2021
  • 30 November 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *