Sholat Hajat: Doa Sholat Hajat dan Cara Sholat Hajat

Ada satu doa sholat hajat yang shahih. Imam an-Nawawi -semoga Allah merahmati beliau- mencantumkan doa ini dalam kitab beliau al-Adzkar.

Begini doanya:

اللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، إنِّيْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّيْ فِي حَاجَتِيْ هَذِهِ لِتَقْضِيَ لِيْ، اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA WA ATAWAJJAHU ILAIKA BINABIYYIKA MUHAMMADIN NABIYYIR-ROHMAH INNII TAWAJJAHTU BIKA ILAA ROBBII FII HAAJATII HAADZIHI LITAQDHIYALII ALLAAHUMMA FASYAF-FI’-HU FIYYA

poster pendidikan anak

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi rahmat. Sesungguhnya, saya menghadap denganmu kepada Rabbku agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.”

Lafaz doa ini adalah lafaz doa yang ada pada hadis riwayat at-Tirmidzi.

Dalil doa sholat hajat yang pertama ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, dari Utsman bin Hunaif radhiallaahu ‘anhu.

عن عُثمانَ بنِ حُنَيفٍ أنَّ رجُلًا ضريرَ البصَرِ أتى النَّبيَّ ﷺ، فقال: ادْعُ اللهَ أن يُعافِيَني، قال: إن شِئتَ دَعوتُ، وإن شئتَ صبَرتَ، فهو خيرٌ لك. قال: فادْعُه، قال: فأمَرَه أن يتَوضَّأَ، فيُحسِنَ وُضوءَه، ويَدعُوَ بهذا الدُّعاءِ: اللَّهمَّ إنِّي أسأَلُك وأتوجَّهُ إليك بنَبيِّك محمَّدٍ نبيِّ الرَّحمةِ، إنِّي توَجَّهتُ بك إلى ربِّي في حاجتي هذه لِتَقضِيَ لي، اللَّهمَّ فشَفِّعْه فيَّ. شعيب الأرنؤوط (١٤٣٨ هـ)، تخريج شرح الطحاوية ٢٩٨ • سند صحيح • أخرجه الترمذي (٣٥٧٨) واللفظ له، والنسائي في «السنن الكبرى» (١٠٤٩٥)، وابن ماجه (١٣٨٥)، وأحمد (

Dari Utsman bin Hunaif, bahwasanya ada seorang laki-laki buta yang pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Dia menyembuhkanku!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau menginginkan demikian, saya akan doakan, tetapi jika engkau mau bersabar, itu lebih baik bagimu.” Lelaki itu menjawab, “Berdoalah…” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya supaya berwudhu dan memperbagus wudhunya, lalu berdoa dengan doa ini (yang artinya), “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi rahmat. Sesungguhnya, saya menghadap denganmu kepada Rabbku agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” Dia berkata, “Lelaki itu kemudian mengerjakan (saran Nabi) lantas dia menjadi sembuh.” (HR. Tirmidzi)

Imam an-Nawawi -semoga Allah merahmati beliau- mencantumkan doa ini pada kitab beliau al-Adzkar pada bab Adzkar Sholat Hajat (باب أذكار صلاة الحاجة). Beliau menegaskan pada bab tersebut bahwa imam at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shahih.

Ada lafaz doa yang lainnya pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

اللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، يَا مُحَمَّدُ، إنِّيْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إلَى رَبِّي فِيْ حَاجَتِيْ هَذِهِ فَتُقْضَى لِيْ، اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA WA ATAWAJJAHU ILAIKA BINABIYYIKA MUHAMMADIN NABIYYIR-ROHMAH YA MUHAMMADU INNII TAWAJJAHTU BIKA ILAA ROBBII FII HAAJATII HAADZIHI FATUQDHOO LII ALLAAHUMMA SYAFFI’-HU FIYYA

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi Muhammad, Nabi rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku denganmu menghadap kepada Rabbku tentang hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.”

Dalil dari doa ini adalah:

عن عثمانَ بنِ حُنَيفٍ، أنَّ رجُلًا ضَريرَ البصرِ أَتى النَّبيَّ ﷺ، فقال: ادْعُ اللهَ أنْ يُعافيَني، قال: إنْ شِئتَ دعَوْتُ لك، وإنْ شِئتَ أَخَّرْتُ ذاك؛ فهو خَيرٌ. فقال: ادْعُهُ. فأمَرَه أنْ يَتوضَّأَ فيُحسِنَ وُضوءَه، ويُصلِّيَ رَكعتَينِ، ويَدْعوَ بهذا الدعاءِ: اللَّهمَّ إنِّي أَسألُك وأَتَوجَّهُ إليك بنَبيِّك محمَّدٍ نَبيِّ الرحمةِ، يا محمَّدُ، إنِّي تَوجَّهْتُ بك إلى ربِّي في حاجَتي هذه فتُقْضى لي، اللَّهمَّ شَفِّعْهُ فيَّ. شعيب الأرنؤوط (١٤٣٨ هـ)، تخريج المسند ١٧٢٤٠ • إسناده صحيح • أخرجه الترمذي (٣٥٧٨)، والنسائي في «السنن الكبرى» (١٠٤٩٥)، وابن ماجه (١٣٨٥)، وأحمد (١٧٢٤٠) واللفظ له

Dari Utsman bin Hunaif, bahwasanya ada seorang buta datang kepada Nabi, lalu dia berkata, “Berdoalah kepada Allah agar Allah menyembuhkanku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun, apabila engkau mau, aku akan mendoakanmu.” Orang itu pun berkata, “Berdoalah…” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian sholat dua rakaat, kemudian berdoa dengan doa ini (yang artinya): “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Nabi-Mu, Nabi Muhammad, Nabi rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku denganmu menghadap kepada Rabbku tentang hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya untukku.” (HR. Ahmad)

CARA SHOLAT HAJAT

Dari hadis yang sudah kita baca tadi, dapat kita ketahui cara melaksanakan Sholat Hajat:

YANG PERTAMA:
Berwudhu dengan wudhu yang sempurna. Yaitu dengan memperbagus wudhu dengan mengerjakan wajib-wajib pada wudhu, kemudian disempurnakan dengan mengerjakan sunnah-sunnah pada wudhu.

YANG KEDUA
Melaksanakan sholat dua rakaat.

YANG KETIGA
Membaca Doa Sholat Hajat.

WAKTU SHOLAT HAJAT

Dalam Fiqih Syafi’i, Sholat Hajat adalah sholat yang terkait dengan sebab yang diakhirkan (muqoyyad bisababin mutaakhir). Seorang yang mempunyai hajat melakukan sholat dua rakaat terlebih dahulu, kemudian setelah sholat dua rakaat tersebut dia lalu membaca Doa Sholat Hajat. Oleh karena itu Sholat Hajat tidak boleh dikerjakan pada waktu terlarang sholat.

Anda boleh mengerjakan Sholat Hajat pada seluruh waktu, KECUALI pada 5 waktu terlarang berikut ini.

cara sholat hajat
waktu sholat hajat

Berikut ini adalah lima waktu terlarang mengerjakan sholat:

  1. Pada waktu matahari baru terbit sampai naik hingga setinggi tombak. Waktu ini kira-kira berada pada kisaran waktu 15 menit hingga 20 menit setelah matahari terbit.
  2. Ketika matahari tepat berada di atas kepala (tidak condong ke timur atau ke barat) hingga matahari tergelincir ke barat. Waktu ini sangat singkat. Oleh karena itu saya sarankan Anda jangan melaksanakan Sholat Hajat dari 15 menit sebelum waktu zhuhur hingga Anda yakin waktu zhuhur sudah masuk.
  3. Dari waktu ishfiror, yaitu ketika matahari mulai tenggelam, yang ketika itu cahayanya mulai memudar, hingga matahari tenggelam dengan sempurna.
  4. Setelah Sholat Subuh hingga matahari terbit. 
  5. Setelah Sholat Ashar hingga matahari tenggelam. (Lihat buku al-Muqoddimah al-Hadromiyyah fi Fiqhi as-Saadati asy-Syafiyyah, oleh asy-Syaikh al-Allaamah al-Faqiih Abdullaah bin Abdurrahmaan Baafadhl al-Hadromiy)

Dengan demikian, Anda dapat mengerjakan Sholat Hajat pada waktu-waktu di luar 5 waktu terlarang tersebut.

REFERENSI DOA SHOLAT HAJAT

  1. al-Mausuah al-Fiqhiyyah  al-Muqoddimah al-Hadromiyyah fi Fiqhi as-Saadati asy-Syafiyyah, oleh asy-Syaikh al-Allaamah al-Faqiih Abdullaah bin Abdurrahmaan Baafadhl al-Hadromiy
  2. al-Adzkar, Imam an-Nawawi
  3. https://konsultasisyariah.com/3861-bolehkah-saya-melakukan-shalat-hajat.html
  4. https://www.edarabia.com/ar/3-%D8%B7%D8%B1%D9%82-%D9%84%D8%A3%D8%AF%D8%A7%D8%A1-%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%A7%D8%AC%D8%A9/
  5. https://rumaysho.com/11503-shalat-hajat-dan-doanya.html
  6. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/130740/%D8%B5%D9%81%D8%A9-%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%A7%D8%AC%D8%A9
  7. https://www.youtube.com/watch?v=u_zJmuf4ju0

Leave a Comment