Apa bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi?
Kita bahas satu persatu ya… mulai dari bacaan Sholat Dhuha hingga Doa Sholat Dhuha apa yang shahih berasal dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bacaan Sholat Dhuha yang Benar
Bacaan Sholat Dhuha sama seperti bacaan pada sholat fardhu. Tidak ada bacaan khusus setelah membaca al-Fatihah. Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.
Tidak ada kewajiban membaca surat tertentu, dan tidak ada anjuran untuk membaca surat tertentu setelah membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.
Sekali lagi, Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.
KATANYA ada Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan untuk membaca surat as-Syams pada rakaat pertama dan membaca surat ad-Dhuha pada rakaat kedua.
Namun sayang sekali Hadis ini BUKAN berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
HADIS INI DHA’IF, BUKAN BERASAL DARI NABI
صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : والشمس وضحاها ، و الضحى
“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was Syamsi Wadhuhaa Haa dan surat adh-Dhuha.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh ar-Ruyani dalam Musnad-nya dan ad-Dailami (2:242) dari jalur Musyaji’ bin ‘Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah HADIS PALSU. Selengkapnya: https://konsultasisyariah.com/11468-surat-yangdibaca-ketika-shalat-dhuha.html
Oleh karena itu Anda boleh membaca surat al-Quran apa saja setelah Anda membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.
Sungguh indah perkataan seorang ulama, yaitu Syaikh Ibn Baz rahimahullah:
as-Syaikh Ibn Baz rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) pernah ditanya tentang bacaan surat as-Syams dan ad-Dhuha ketika sholat dhuha. Beliau menjawab: “Adapun yang sesuai sunnah Nabi, engkau membaca surat al-Quran yang mudah menurutmu setelah membaca al-Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya al-Fatihah, sedangkan tambahannya adalah sunnah. Maka jika setelah al-Fatihah engkau boleh membaca surat as-Syamsi, al-Lail, ad-Dhuha, al-Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Baz, 11)
***
Video Bacaan Sholat Dhuha yang Benar
Saya sudah membuat video tentang bacaan Sholat Dhuha ini di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:
***
Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih
Apa bacaan dzikir dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Sebenarnya, tidak ada doa dan dzikir khusus yang wajib dibaca setelah Sholat Dhuha. Namun, ada satu hadis yang di dalam hadis tersebut Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha pernah menceritakan tentang dzikir dan doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah setelah Sholat Dhuha. Anda boleh mengamalkan doa setelah Sholat Dhuha ini.
Namun sekali lagi, mengamalkan bacaan ini setelah Sholat Dhuha tidaklah wajib. Namun, jika Anda mengamalkan doa ini tentu lebih baik dan berpahala. Apalagi doa ini shahih berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu mengamalkannya berpahala karena mengikut tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Begini hadis yang saya maksud:
عن عائشة رضي الله عنها , قالت : صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الضحى, ثم قال : اللهم اغفر لي , وتب علي ,إنك أنت التواب الرحيم . حتى قالها مائة مرة
صححه الالباني في صحيح الادب المفرد 217,1 حديث رقم 219
Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan Sholat Dhuha. Setelah salam, kemudian beliau mengucapkan:
“ALLAAHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWAABUR ROHIIM
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membacanya seratus kali. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Syaikh al-Albani mengatakan dalam kitab Shahih al-Adab al-Mufrad bahwa hadis ini shahih)
***
Oh ya!
Anda sudah tahu kan bahwa selama ini ada doa setelah Sholat Dhuha yang cukup populer, namun doa di bawah ini bukan berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Darimana sumber doa setelah Sholat Dhuha di atas? Doa ini disebutkan oleh as-Syarwani dalam Syarhul Minhaj (7:293) dan Abu Bakr ad-Dimyathi dalam I’aanatut Thalibiin (1:295). Namun kedua penulis ini tidak menunjukkan dalil bacaan ini. Tim fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih memberikan komentar terhadap doa setelah Sholat Dhuha yang “terlanjur” populer tersebut: “Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 53488). (Keterangan ini kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits: https://konsultasisyariah.com/10588-doa-shalat-dhuha.html)
***
Bolehkah doa setelah Sholat Dhuha di atas kita amalkan?
Sebelumnya, saya ingin mengingatkan diri saya pribadi dan Anda tentunya. Prinsip kita dalam melakukan ibadah harus ada landasan ajarannya dalam al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ibadah dalam agama Islam bersifat tauqifiyah, yaitu menunggu dalil. Maksudnya adalah harus ada landasan dalil dan ajarannya dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Cek terlebih dahulu di dalam al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih, apakah pernah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya? Apakah ada para sahabat Nabi -radhiallahu ‘anhum- mengerjakannya?
Jangan pula lupa bahwa ajaran agama Islam ini sudah sangat sempurna. Semuanya sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita semua. Tidak ada satupun yang beliau sembunyikan.
Jika sudah sempurna, buat apa kita cari-cari bentuk ibadah yang tidak ada sumber dalilnya dalam ajaran Islam?
Apapun bentuk ibadah yang kita amalkan dalam ibadah kita sehari-hari, harus ada landasan dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena keduanya adalah sumber ajaran Islam.
***
Dzikir Setelah Sholat Sunnah dan Sholat Fardhu
Ada juga dzikir yang lainnya yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Doa ini dapat kita baca setiap kita selesai mengerjakan sholat. Dzikir ini pun dapat Anda amalkan setiap Anda selesai mengerjakan Sholat Dhuha.
Dalil doa ini adalah berasal dari Hadis Tsauban radhiallahu ‘anhu. Beliau menceritakan dzikir yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau selesai sholat:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap selesai sholat, beliau membaca istighfar 3 kali:
ALLAHUMMA ANTAS SALAAM (Ya Allah, Engkaulah pemberi keselamatan)
WA MINKAS SALAAM (dan dari-Mu keselamatan)
TABAAROKTA (Maha Suci Engkau)
YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan)
(HR. Muslim 591, an-Nasaa-i 1337, dan yang lainnya)
Dzikir setelah sholat ini dapat Anda baca setelah sholat, baik itu Sholat Wajib (Sholat Fardhu) maupun Sholat Sunnah. Keterangan ini ditegaskan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau (http://www.binbaz.org.sa/noor/2648)
Jadi, doa ini dapat Anda amalkan juga setelah Sholat Dhuha, karena Sholat Dhuha juga termasuk Sholat Sunnah.
Kemudian Syaikh Bin Baz membawakan Hadis Tsauban di atas. Lalu beliau mengatakan,
ولم يقل المكتوبة، فدل على أنه في كل صلاة، النافلة والفرض
Tsauban tidak mengatakan “setelah Sholat Wajib”. Ini menunjukkan bahwa dzikir tersebut dibaca di setiap selesai shalat. Baik Sholat Sunnah maupun Sholat Wajib. (Demikianlah keterangan Syaikh Bin Baz yang kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits ini: https://konsultasisyariah.com/23363-dzikir-setelah-shalat-sunah.html)
***
Video Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih Sesuai Sunnah
Saya juga sudah membuat video tentang doa setelah Sholat Dhuha yang shahih sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:
***
Semoga tulisan kecil tentang bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bermanfaat untuk kita semuanya.
***
REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT DHUHA
-http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=13366
-https://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=141&pid=96905&hid=617
Ustadz Ammi Nur Baits
-www.KonsultasiSyariah.com
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
-www.Rumaysho.com
Doa setelah adzan ternyata dikelilingi oleh amalan lainnya yang menakjubkan. Dari mulai sejak adzan berkumandang ada bacaan untuk menjawab seruan adzan. Setelah adzan membaca shalawat. Setelah itu membaca doa setelah adzan.
Saudaraku, sekarang insya Allah kita akan belajar “Doa Setelah Adzan” dan amalan lainnya yang mengelilinginya.
Terkait dengan adzan, sebenarnya ada banyak sekali peluang kita untuk meraih pahala. Dimulai dari sejak adzan berkumandang, kita diperintah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Kemudian setelah itu kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian setelah itu, kita bertemu dengan salah satu waktu mustajab untuk berdoa; yaitu antara adzan dan iqomah.
Sungguh banyak sekali peluang kita untuk mendapatkan pahala yang banyak dari adzan ini. Dan setiap hari ada 5 kali dikumandangkan adzan. Ini berarti ada 5 kali peluang kita untuk meraih pahala. Alhamdulillah…
***
VIDEO PANDUAN DOA SETELAH ADZAN
Saya sudah membuat video book panduan doa setelah adzan di channel banghen.com. Anda boleh menontonnya terlebih dahulu. Setelah itu Anda boleh teruskan membaca tulisan ini.
***
BACAAN MENJAWAB SERUAN ADZAN SELAMA ADZAN DIKUMANDANGKAN
Selama adzan berlangsung, kita disunnahkan untuk menjawab seruan adzan. Begini bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Dari Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا قال المؤذن : الله أكبر الله أكبر، فقال أحدكم : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : أشهد أن لا إله إلا الله، قال : أشهد أن لا إله إلا الله. ثم قال : أشهد أن محمدا رسول الله، قال : أشهد أن محمدا رسول الله. ثم قال : حي على الصلاة، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : حي على الفلاح، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : الله أكبر الله أكبر، قال : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : لا إله إلا الله، قال : لا إله إلا الله من قلبه دخل الجنة
Dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika muadzin (ketika adzan) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian (juga) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alash sholaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’
Kemudian jika mu-adzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alal falaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ (dia mengucapkan) dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga. (HR. Muslim dalam Shahiih Muslim I/289 no. 385)
Nah, dari hadis yang saya bacakan tadi, kita dapat mengetahui begitulah cara menjawab seruan adzan. Dan coba Anda perhatikan akhir dari hadis tersebut; yaitu siapa yang mengucapkannya, yaitu menjawab adzan dengan hati yang tulus maka balasannya adalah surga. Suatu balasan yang sungguh tak ternilai harganya…
***
MEMBACA DOA SETELAH ADZAN
Setelah adzan selesai dikumandangkan. Selanjutnya ada 3 amalan yang dapat kita kerjakan: Yang pertama adalah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pertama: Kita membaca shalawat dengan bacaan shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu kita membaca:
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud. Sebagaimana yang disebutkan oleh imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam Jalaa-ul Afham hal. 329-331 (Sumber: https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html)
AWAS!
Membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kita lakukan sendiri-sendiri dengan tanpa dikeraskan, dan tanpa menggunakan pengeras suara. Dan kita hanya membaca shalawat sebagaimana shalawat yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang saya sebutkan tadi. Bukan membaca shalawat yang dibikin-bikin tanpa ada dalilnya dalam hadis Nabi yang shahih.
“Barangsiapa yang setelah mendengar adzan mengucapkan: Allaahumma robba haadzihid da’watit taaammah. Wash sholaatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab-‘ats-hu maqoomam-mahmuudanilla-dzii wa ‘ad-tah [Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini. Dan sholat yang didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadhilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia (yang mengucapkan doa ini) akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR. al-Bukhari no. 614)
Kemudian, dalil dari ketiga amalan yang sudah kita pelajari sebelumnya: (1) Menjawab seruan adzan (2) Membaca shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah adzan (3) Membaca doa setelah adzan. Dalil ketiga amalan ini adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafaatku.” (HR. Muslim: 384)
***
Ketiga: amalan ketiga setelah adzan dikumandangkan adalah berdoa dengan doa yang kita inginkan. Begini penjelasannya:
***
WAKTU MUSTAJAB BERDOA DI ANTARA ADZAN DAN IQOMAH
Waktu antara adzan dan iqomah adalah diantara waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa diantara waktu azan dan iqomat tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Diantara adzan dan iqomah ini, Anda dapat mengangkat dan menengadahkan tangan Anda. Anda boleh berdoa kebaikan apa saja yang Anda inginkan. Mintalah kepada Allah… niscaya Allah akan mengabulkannya.
Alhamdulillah. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua. Dan dapat terus kita amalkan.
Dzikir pagi dan petang adalah kebutuhan ruhani yang tak kalah penting dari makan dan minum bagi tubuh. Jika makanan dan minuman menjaga kesehatan jasmani, maka dzikir menjaga ketenangan jiwa dan mendekatkan kita kepada Allah. Sebagai seorang muslim, membiasakan dzikir pagi dan petang adalah salah satu cara untuk meningkatkan iman dan memperkuat hubungan dengan Allah.
Karena itulah, saya menyusun konten Dzikir Pagi dan Petang sesuai sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dalam format yang bervariasi, sehingga mudah diakses oleh semua kalangan.
Apa Saja yang Anda Dapatkan?
Di sini, Anda akan menemukan panduan lengkap Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa format, yaitu:
Video Dzikir Pagi dan Petang: Dilengkapi dengan teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
MP3 Dzikir Pagi dan Petang: Untuk memudahkan Anda mendengarkan di mana saja.
PDF Dzikir Pagi dan Petang: Berisi kumpulan dzikir yang dapat diunduh dan dibaca kapan saja.
Teruskan membaca untuk mendapatkan link download dan informasi lengkapnya!
Sumber Rujukan Dzikir Pagi dan Petang yang Saya Gunakan
Konten Dzikir Pagi dan Petang ini saya susun berdasarkan referensi terpercaya, termasuk:
Dzikir Pagi dan Dzikir Petang Rumaysho yang disusun oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Saya telah memverifikasi teks hadisnya dan menyesuaikan terjemahannya menggunakan dua aplikasi terpercaya: جامع الكتب التسعة dan الباحث الحديثي
Buku Hisnul Muslim karya Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, yang merupakan rujukan utama bagi banyak muslim di seluruh dunia.
Buku Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu karya ustadz Abu Najib Abdillah, yang menjadi panduan tambahan dalam menyusun materi ini.
Mengapa Pilih Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah?
Melakukan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membawa ketenangan batin dan keberkahan hidup. Dengan mempraktikkan dzikir ini setiap hari, Anda dapat melindungi diri dari gangguan setan, meningkatkan kesabaran, dan mendapatkan keberkahan waktu.
Download dan Nikmati Format yang Anda Butuhkan!
Anda bisa mendownload PDF Dzikir Pagi dan Petang, mendengarkan versi MP3 Dzikir Pagi dan Petang, atau menonton video Dzikir Pagi dan Petang lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya ibadah Anda dengan dzikir pagi dan petang yang mudah diakses dan sesuai sunnah!
Dzikir Pagi dan Petang Rodja: Inspirasi dari Radio Rodja dan Rodja TV
Salah satu sumber inspirasi utama saya dalam menyusun konten Dzikir Pagi dan Dzikir Petang dalam bentuk audio-visual adalah program Dzikir Pagi dan Petang yang disiarkan di Radio Rodja dan Rodja TV. Program ini menawarkan video dzikir yang lengkap, termasuk:
Bacaan dzikir dalam teks Arab dan transliterasi Latin,
Terjemahan dalam bahasa Indonesia,
Ditambah panduan audio yang memudahkan pembaca mengikuti bacaan.
Kelengkapan dan kemudahan akses ini menjadikan konten dzikir yang disiarkan oleh Radio Rodja dan Rodja TV sebagai referensi yang sangat menarik. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi umat Islam dalam meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Apa yang Dimaksud dengan Dzikir Sesuai Sunnah Nabi?
Dzikir pagi dan petang yang sesuai sunnah adalah dzikir yang bersumber dari hadis Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang shahih. Hanya dzikir yang bersumber dari hadis shahih yang dapat dijadikan pegangan untuk beramal.
Sebaliknya, dzikir yang tidak memiliki dasar dari hadis shahih tidak boleh diamalkan. Hal ini merujuk pada sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam:
“Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak berasal dari kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
Pastikan Dzikir Anda Sesuai Sunnah
Jika sebelumnya Anda mengamalkan dzikir pagi dan sore seperti Al-Matsurat atau wirid lainnya, pastikan bacaan tersebut bersumber dari hadis Nabi yang shahih. Mengamalkan dzikir tanpa dasar yang jelas berisiko sia-sia dan bahkan tertolak.
***
Dzikir Pagi dan Petang dalam Berbagai Format (Download Gratis)
Mudahnya Berdzikir dengan Format Digital
Dzikir pagi dan petang adalah amalan yang sangat penting untuk menjaga ketenangan hati, perlindungan diri, dan keberkahan hidup sehari-hari. Untuk mempermudah Anda mengamalkannya, saya telah menyusun Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa bentuk konten digital yang praktis dan bisa diakses kapan saja.
Anda dapat mendownload format yang sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu menyimpannya di ponsel agar bisa digunakan setiap pagi dan petang sebagai panduan membaca dzikir. Dengan ini, Anda tidak lagi perlu membuka banyak referensi, karena semuanya sudah dikemas dengan mudah dan rapi.
Kenapa Dzikir Pagi dan Petang Dipisah?
Dalam penyusunan konten ini, Dzikir Pagi dan Dzikir Petang (Dzikir Sore) saya pisahkan menjadi dua bagian terpisah. Mengapa?
Kemudahan Akses: Dengan memisahkan keduanya, Anda tidak perlu menggulir panjang untuk menemukan bagian yang ingin dibaca.
Praktis: Karena konten ini berbentuk digital, memisahkan dzikir pagi dan petang membuatnya lebih ringan dan efisien untuk digunakan kapan saja.
Bayangkan jika semua dzikir digabungkan dalam satu file, hal ini tentu akan mempersulit pembaca—terutama untuk menemukan dzikir petang yang berada di bagian belakang. Format ini dirancang untuk kenyamanan Anda.
Pilihan Format Dzikir Pagi dan Petang
1. Dzikir Pagi dan Petang dalam Bentuk Video Book
Format ini sangat menarik, karena menggabungkan elemen video dengan konten buku digital. Berikut fitur utamanya:
Tulisan Arab: Untuk Anda yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
Transliterasi Latin: Membantu Anda yang belum lancar membaca teks Arab.
Terjemahan Bahasa Indonesia: Memahami makna dzikir menjadi lebih mudah.
Panduan Narasi Audio: Cocok untuk Anda yang ingin berdzikir sambil berkendara atau melakukan aktivitas lain.
2. Dzikir Pagi dan Petang dalam Format MP3
Mendengarkan dzikir kini lebih mudah melalui format MP3.
Sangat praktis untuk didengarkan saat perjalanan atau sambil beraktivitas.
3. Dzikir Pagi dan Petang dalam Format PDF
Dapat diunduh dan disimpan di perangkat Anda.
Cocok untuk Anda yang lebih suka membaca dzikir dalam format teks digital.
Manfaat Dzikir Pagi dan Petang dalam Format Digital
Akses Fleksibel: Bisa digunakan di mana saja, kapan saja.
Praktis dan Efisien: Tidak perlu membawa buku fisik.
Memudahkan Pemula: Dengan transliterasi Latin dan terjemahan, siapa pun bisa mulai berdzikir.
***
VIDEO DZIKIR PAGI PETANG (GABUNGAN)
***
VIDEO DZIKIR PAGI
***
VIDEO DZIKIR PETANG
***
Dzikir Pagi dan Petang PDF
Dzikir pagi petang PDF ini boleh Anda download dan simpan di HP Anda. Sewaktu-waktu Anda bisa membacanya di waktu pagi dan sore hari. Anda pun bisa mencetaknya. Anda bisa jilid menjadi bentuk buku. Dzikir Pagi dan Petang PDF ini isinya sama persis dengan Dzikir Pagi Petang bentuk video book.
Dzikir Pagi Petang MP3 ini dapat Anda simpan di HP dan komputer Anda. Anda dapat mendengarkannya sewaktu pagi dan sore hari. Ini insya Allah sangat membantu sekali bagi Anda yang mobile; ketika Anda di dalam perjalanan di atas kendaraan misalnya.
Poster Dzikir Pagi Petang dan Setelah Shalat Fardhu
***
DZIKIR PAGI PETANG BENTUK TEKS
Di bawah ini Anda boleh membaca Dzikir Pagi dan Petang dalam bentuk teks. Anda dapat langsung membacanya tanpa mendownload Dzikir Pagi Petang dalam berbagai packaging seperti di atas:
***
Kapan membaca Dzikir Pagi dan Petang?
Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa waktu membaca dzikir pagi adalah sesudah Shalat Subuh hingga terbitnya matahari. Dan waktu membaca dzikir petang adalah sesudah Shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. (Shahih al-Wabil as-Shoyyib)
***
BACAAN DZIKIR PAGI
[1] Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah membaca Ayat Kursi: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
[6] Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah walhamdulil-laah. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku. Walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in-qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haa-dzal yauum wa khoiro maa ba’-dahu. Wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haa-dzal yauum wa syar-ri maa ba’-dah. Robbi a-’uu-dzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaa-bin-fin naari wa ‘adzaa-bin fil qobr.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim)
[7] Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)
Allaahumma bika ash-bahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)
Faedah: Barang siapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)
[9] Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)
“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)
[10] Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)
Allaahumma innii ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[11] Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
[12] Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)
Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)
Faedah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)
[13] Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)
[14] Menyatakan ridho terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. (HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[15] Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)
[16] Menyatakan diri sebagai seorang muslim yang lurus di atas fitrah Islam. (DIBACA 1x)
Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibroohiima haniifam muslimaa. Wa maa kaana minal musyrikiin.
“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja) (HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim. Lihat pula as-Silsilah ash-Shahihah no. 2989)
[17] Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallaahi wa bi-hamdih.
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)
[18] Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x atau 100x)
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 100x)
Faedah membaca 10x: Barang siapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)
Faedah membaca 100x: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR. al-Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)
[19] Membaca tasbih dan tahmid, memuji Allah. (DIBACA 3x)
Subhaanallaahi wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. Wazinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3x di waktu pagi saja)
Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir ini telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas subuh sampai waktu Dhuha. (HR. Muslim no. 2726)
[20] Memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi-’aa, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1x setelah salam dari Shalat Shubuh) (HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih)
[21] Memohon ampunan dan bertobat kepada Allah. (DIBACA 100x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagh-firullaaha wa atuubu ilaiih.
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100x dalam sehari) (HR. al-Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702)
***
BACAAN DZIKIR PETANG
[1] Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah membaca Ayat Kursi: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
[6] Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)
Amsaynaa wa amsal mulku lil-laah walhamdulillah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haadzihil lailah wa syar-ri maa ba’dahaa. Robbi a-’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaabin fin naari wa ‘adzaabin fil qobri.
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161)
[7] Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)
Allaahumma bika amsainaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)
Faedah: Barang siapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)
[9] Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)
“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)
[10] Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)
Allaahumma innii amsaitu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[11] Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
[12] Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)
Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)
Faedah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)
[13] Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)
[14] Menyatakan ridha terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.(HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[15] Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)
[16] Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallaahi wa bi-hamdih.
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)
[17] Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x)
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x)
Faedah membaca 10x: Barang siapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)
[18] Memohon perlindungan dari segala kejahatan mahluk. (DIBACA 3x)
A-’uudzu bikalimaatil-laahit-taammaati min syar-ri maa kholaq
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3x pada waktu petang)
Faedah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu. (HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat Muslim)
***
Semoga Dzikir Pagi dan Petang yang saya sajikan ini bermanfaat untuk kita semua. Dapat kita amalkan pada waktu pagi dan sore hari sepanjang hidup kita.
***
REFERENSI DZIKIR PAGI PETANG
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal www.rumaysho.com
Syaikh Said bin Ali bin Wahf al-Qohthooni Hisnul Muslim
Ustadz Abu Najib Abdillah Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu
Waktu mustajab berdoa & doa yang dikabulkan Allah pada waktu-waktu mustajab ini.
Ada banyak sekali waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah. Jika kita berdoa pada waktu-waktu mustajab tersebut maka peluang terkabulnya doa lebih besar dibandingkan pada waktu-waktu selainnya.
***
Berikut ini 10 waktu mustajab untuk berdoa. 10 waktu mustajab ini adalah waktu yang mudah kita jumpai sehari-hari. Mudah pula kita amalkan. Selain 10 waktu mustajab ini, tentu ada banyak waktu-waktu mustajab lainnya. Insya Allah di lain kesempatan kita akan mempelajari dan mengamalkannya.
***
(1) Waktu mustajab berdoa pada sepertiga malam terakhir
“Waktu yang mana Allah sangat dekat dengan seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah, an-Nasa’i, dan al-Hakim)
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sholat tahajud dan berdoa kepada Allah.
“Bangunlah (untuk melakukan sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. al-Muzzamil: 2-3)
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah Sholat Tahajud, sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. al-Isra’: 79)
Kapan waktu sepertiga malam yang terakhir itu?
Waktu malam dihitung sejak tenggelamnya matahari (yaitu sejak waktu maghrib) hingga terbit fajar (yaitu waktu subuh). Jika waktu maghrib kira-kira pukul 18:00 dan waktu subuh pukul 04:00, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 00:30 dini hari.
***
(2) Waktu mustajab berdoa pada akhir Sholat Fardhu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
جاء رجلٌ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، فقال : أيُّ الصلاة أفضل ؟
قال جوفُ الليل الأوسط قال : أيُّ الدُّعاء أسمع ؟ قال: دُبر المكتوبات
Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sholat apa yang paling baik?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sholat di tengah malam”. Lalu laki-laki tersebut bertanya kembali, “Doa apa yang paling didengar?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Doa di akhir sholat fardhu.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya, Jami’ ‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 143-144)
Doa berikut dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhir sholat fardhu,
“Allaahumma inni a-’uudzu bika minal jubni, wa a-’uudzu bika an arudda ila ardzalil ‘umuri, wa a-’uudzu bika min fitnatit dunyaa wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri [artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari sikap pengecut di medan perang, dari jeleknya keadaan di masa tua, dari godaan dunia yang menggiurkan dan dari siksa kubur].” (HR. al-Bukhari no. 2822)
Makna lafadz “dubur sholat” pada Hadis tersebut, di sini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengartikan di akhir sholat sebelum salam. Dan ada pula yang mengartikan setelah selesai sholat (setelah salam).
Dalil tentang berdoa di akhir sholat, yaitu sebelum salam adalah Hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berikut ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan al-Masih ad-Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. an-Nasa’i no. 1310. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa Hadis ini shahih)
Doa pada akhir sholat, yaitu sebelum salam (karena masih di dalam sholat), hendaklah berdoa dengan doa yang berasal dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada banyak sekali doa di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(3) Waktu mustajab berdoa diantara waktu adzan dan iqomat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu. Jika bertepatan waktu itu ada seorang muslim yang berdoa kepada Allah meminta kebaikan dalam perkara dunia maupun akhirat, maka Allah akan kabulkan doanya. Waktu itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Oleh karena itu, sering-seringlah memanjatkan doa kepada Allah. Bisa jadi ketika Anda memanjatkan doa bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa.
***
(5) Waktu mustajab berdoa pada saat turun hujan
Hujan adalah rahmat dan nikmat dari Allah. Diantara nikmatnya turun hujan adalah doa pada saat turun hujan adalah doa yang mustajab.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Ada 2 doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR al-Hakim, 2534, dishahihkan al-Albani di Shahih al-Jami’, 3078)
***
(6) Waktu mustajab berdoa pada waktu ashar di hari Jumat
Hadis dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah akan berikan apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar.” (HR. Ahmad 7631 dan dinilai shahih Syuaib al-Arnauth)
***
(7) Waktu mustajab berdoa ketika sujud dalam sholat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Keadaan yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa (ketika sujud dalam sholat).” (HR. Muslim)
Berdoa ketika sujud dalam sholat sebaiknya dengan menggunakan doa-doa yang ada di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini juga dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(8) Waktu mustajab berdoa ketika terbangun dari tidur di tengah malam, kemudian berdzikir dengan dzikir yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Barang siapa yang bangun di malam hari, lalu ia mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, alhamdulillaah, wa subhaanallaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa hawla walaa quwwata illaa billaah’ (artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.) Kemudian ia berkata: Allahummagh firlii (artinya: Ya Allah, ampunilah aku.) Atau ia berdoa, maka doanya akan dikabulkan Allah, dan jika ia berwudhu dan sholat, maka akan diterima sholatnya.” (HR. al-Bukhari dan at-Tirmidzi)
***
(9) Waktu mustajab untuk berdoa ketika seseorang tidur dalam keadaan suci, kemudian dia terbangun di malam hari dan berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim yang tidur setelah berdzikir dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun di malam hari, kemudian berdoa kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
***
(10) Doa mustajab adalah dengan menyertakan doa Nabi Yunus setiap kali berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa Dzun Nuun ketika berdoa dalam perut ikan adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhoolimiin.’ (artinya: ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.’) Sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengannya kecuali Allah akan kabulkan.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Bagaimana cara mengamalkan doa Nabi Yunus ini?
Setiap kali Anda berdoa dengan doa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat maka bacakanlah doa Nabi Yunus ini terlebih dahulu. Sertakan doa Nabi Yunus ini dalam setiap doa-doa Anda. Maka, dengan izin Allah, doa Anda mustajab dan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.
Demikianlah 10 waktu mustajab berdoa. Semoga dapat kita amalkan.
Doa untuk orang tua (yaitu doa untuk ibu dan bapak) yang akan kita pelajari ini, insya Allah, adalah doa untuk orang tua yang shahih. Tentu saja, karena bersumber dari al-Quran, kalamullah. Saya sudah berupaya mencari doa untuk orang tua dari Hadis Nabi, namun hingga saat ini belum menemukannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan ilmu dan kemampuan saya.
Latar belakang penulisan doa untuk kedua orang tua ini
Beberapa waktu lalu, saudara saya Remond Joey, seorang pemirsa channel banghen.com di Youtube, beliau bertanya tentang apa doa yang shahih untuk kedua orang tua. Oleh karena itu, saya kemudian termotivasi untuk menyusun tulisan ini. Hingga tahulah saya bahwa doa untuk orang tua yang selama ini kita amalkan ternyata berasal langsung dari al-Quran. Wallahu a’lam…
Renungan dan Motivasi untuk Berbakti kepada Orang Tua dari al-Quran
Sebelum kita membahas tiga doa untuk Ibu dan Bapak, yuk kita merenungkan firman Allah Taala berikut ini:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra’: 23)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra’: 24)
Lihatlah kedua ayat al-Quran yang saya bacakan tadi. Betapa istimewa dan pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua; kepada ibu dan bapak kita. Sampai-sampai Allah abadikan perintah berbuat baik kepada orang tua ini pada beberapa ayat di dalam al-Quran.
***
Berbuat baik kepada orang tua adalah adalah amalan yang dicintai Allah
Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah. Kita dapat melihat buktinya pada Hadis dari sahabat Nabi ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,
“Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.”
Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)
***
Doa untuk orang tua dalam al-Quran
Diantara bentuk bakti seorang anak yang shaleh kepada orang tuanya adalah dengan mendoakan keduanya. Baik itu selama kedua orang tua kita masih hidup, maupun setelah keduanya meninggal dunia. Jadi, doa untuk ibu dan bapak ini adalah doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal ataupun terlebih-lebih lagi kita panjatkan kepada Allah untuk kedua orang tua kita yang masih hidup.
Berikut ini tiga doa untuk kedua orang tua. Ketiga doa untuk orang tua ini adalah doa terbaik untuk ibu dan bapak kita, karena semuanya bersumber dari al-Quran kalamullah.
***
Doa untuk orang tua yang pertama: Surat al-Isra ayat 24
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
ROBBIRHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHO-GHIIROO
“Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 24)
***
Doa untuk orang tua yang kedua: Surat Ibrahim ayat 41
“Wahai Tuhanku. ampunilah aku, ibu bapakku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28)
Demikianlah tiga doa untuk orang tua yang berasal dari al-Quran. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan.
***
VIDEO DOA UNTUK ORANG TUA
Saya sudah membuatkan video book doa untuk ibu bapak ini. Video ini ada di channel banghen.com di Youtube. Silakan simak videonya berikut ini:
***
REFERENSI DOA UNTUK ORANG TUA
-Doa & Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Quran dan as-Sunnah, ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i
-https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html
-https://rumaysho.com/480-ibu-ayah-aku-ingin-meraih-surga.html
-https://konsultasisyariah.com/20268-20268.html
-https://islamqa.info/id/46698
-https://rumaysho.com/11752-cara-berbakti-pada-orang-tua-setelah-mereka-tiada.html
-https://muslimah.or.id/5753-berbakti-kepada-kedua-orang-tua.html
Doa sebelum wudhu dan doa setelah wudhu yang akan kita pelajari kali ini adalah doa wudhu yang benar, yaitu bersumber dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.
Sebelumnya, saya sudah membuat video doa setelah wudhu, untuk memudahkan Anda mempelajari bacaan doa setelah wudhu. Pada video doa sebelum dan sesudah wudhu ini saya sertakan tulisan arab dan tulisan latinnya, untuk memudahkan Anda yang belum bisa membaca tulisan arab.
Doa Niat Wudhu
Pada video doa dan bacaan setelah wudhu ini pula saya bahas sekilas tentang niat wudhu dan doa sebelum wudhu. Saya bahas hanya sekilas karena memang tidak butuh penjelasan panjang.
Apa doa niat wudhu? Niat adalah amalan hati, bagian terpenting dalam setiap ibadah. Setiap ibadah itu tergantung dari niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya.
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : (إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه) رواه البخاري ومسلم في صحيحهما .
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khaththab radhiallahu ’anhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ’Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya tertuju pada apa yang dia tuju.’” (HR. al-Bukhari & Muslim)
Niat Diikrarkan dalam Hati
Apa bacaan dan doa niat wudhu? Jika yang Anda maksud melafazkan niat seperti ucapan “nawaitul wudhuu-a” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan doa niat wudhu, dan tidak pernah pula beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melafazkan bacaan doa niat untuk shalat-shalat yang beliau kerjakan.
Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:
“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)
Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu hadis saja di hadapan beliau tentang melafazkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafazkan niat ini.
Jika Anda hendak berwudhu, hendaklah terlebih dahulu berniat di dalam hati. Kemudian bacalah: bismillah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ الله عَلَيْهِ
“Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. At-Tirmidzi no. 26)
Tata Cara Berwudhu
Bagi Anda yang ingin mengetahui tata cara wudhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya sarankan untuk mencarinya di channel youtube Yufid.TV (youtube.com/yufid) atau di search engine islami www.yufid.com yang menggunakan teknologi yang dimiliki oleh Google.com
Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang bertaubat dan bersuci.”
Dalil doa setelah wudhu tersebut adalah Hadis Nabis shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:
Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin [Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hambaMu yang rajin bertaubat dan menyucikan diri], maka Allah akan bukakan untuknya delapan pintu surga yang boleh dia masuki dari pintu mana saja.” (HR. At-Tirmidzi: 55)
[2] Doa Setelah Wudhu yang Kedua:
Selain doa tersebut, masih ada satu doa lainnya, yaitu:
“Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, halaman; 173 dan lihat Irwa’ul Ghalil: 1/135 dan 2/94)
Semoga tulisan ringkas tentang doa niat wudhu, doa sebelum wudhu, dan doa setelah wudhu, yang benar dan bersumber dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bermanfaat untuk Anda.
Pada tulisan ini kita akan belajar tentang Sholat Istikharah; dari mulai tata cara Sholat Istikharah hingga Doa Istikharah. Dan pada akhir tulisan ini, ada sedikit pembahasan tentang niat Sholat Istikharah, waktu Sholat Istikharah, dan bacaan Sholat Istikharah. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya dan Anda…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabat radhiallahu ‘anhum untuk mengerjakan Sholat Istikharah.
عن جابر رضي الله عنه قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يعلمنا الاستخارة في الأمور كلها ؛ كالسورة من القرآن : إذا هم بالأمر فليركع ركعتين، ثم يقول : اللهم إني أستخيرك بعلمك، وأستقدرك بقدرتك، وأسألك من فضلك العظيم ؛ فإنك تقدر ولا أقدر، وتعلم ولا أعلم، وأنت علام الغيوب، اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر خير لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاقدره لي، وإن كنت تعلم أن هذا الأمر شر لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاصرفه عني، واصرفني عنه، واقدر لي الخير حيث كان، ثم رضني به. ويسمي حاجته
Artinya:
Dari Jabir radhiallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami untuk Sholat Istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari al-Quran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah sholat dua rakaat selain Sholat Fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
Arti Doa Istikharah tersebut:
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan di akhirat), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. (Kemudian hendaknya dia menyebut keinginanya.)” (HR. al-Bukhari no. 6382)
***
DOA ISTIKHARAH
Dari Hadis tersebut kita dapat mengetahui 2 bentuk doa istikharah (yang perbedaan keduanya sangat tipis, saya beri tanda warna merah pada teks yang berbeda pada Hadis di atas). Silakan Anda pilih salah satu dari doa tersebut untuk Anda amalkan setelah Sholat Istikharah.
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI (Kemudian sebutkan keinginan Anda)
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)
***
PENTING UNTUK ANDA KETAHUI:
Selain Hadis di atas juga ada beberapa Hadis yang lainnya dari riwayat sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu melalui jalur periwayatan yang berbeda-beda, dan dengan lafadz yang tipis sekali perbedaannya antara Hadis yang satu dengan yang lainnya. Jika Anda sudah mengetahui dan mengamalkan doa istikharah dari Hadis riwayat Jabir yang lainnya, silakan Anda amalkan. Pastikan Hadis yang Anda amalkan tersebut adalah Hadis yang shahih.
***
CARA MELAKUKAN SHOLAT ISTIKHARAH
Berdasarkan Hadis tersebut, berikut ini adalah tata cara melakukan Sholat Istikharah:
Pertama:
Istikharah dilakukan jika seseorang bertekad melakukan suatu urusan atau perbuatan. Dalam hal ini kita tidak tahu apakah perbuatan tersebut baik atau buruk. Jika ada beberapa pilihan dalam urusannya tersebut maka pilih dan tekadkan salah satunya untuk dilaksanakan.
Kedua:
Lakukan sholat sunnah 2 rakaat terlebih dahulu. Ketika sholat 2 rakaat tersebut boleh membaca surat apa saja setelah membaca al-Fatihah, dan tidak ada bacaan khusus dalam sholat 2 rakaat tersebut.
Ketiga:
Kemudian setelah melakukan salam maka lanjutkan dengan membaca doa istikharah:
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)
Keempat:
Doa istikharah dibaca setelah salam sholat sunnah, oleh karena itu boleh mengangkat tangan ketika membaca doa istikharah, bahkan hal ini lebih utama karena mengangkat tangan merupakan salah satu sebab terkabulnya doa. Ini adalah penjelasan Syaikh Bin Baz dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz (389/11) via https://islamqa.info/ar/209241:
قال الشيخ ابن باز : ” المشروع للمسلم إذا صلى صلاة الاستخارة ، أن يدعو بعد السلام منها ؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا هم أحدكم بالأمر فليركع ركعتين من غير الفريضة ، ثم ليقل : اللهم إني أستخيرك بعلمك ) الحديث . وهذا يدل على أن الدعاء يكون بعد السلام من الصلاة ، والأفضل أن يرفع يديه ؛ لأن رفعهما من أسباب استجابة الدعاء ” انتهى من مجموع فتاوى ابن باز
Catatan:
Pembahasan tentang “mengangkat tangan ketika berdoa” ini membutuhkan pembahasan khusus yang panjang lebar.
Kelima:
Kerjakan urusan atau rencana yang sudah Anda tekadkan sejak awal.
Imam an-Nawawi mengatakan,
إذا استخار مضى لما شرح له صدره
“Jika seseorang melakukan istikharah, maka lanjutkanlah apa yang menjadi keinginan hatinya.” (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)
Jika itu pilihan yang terbaik maka Allah Ta’ala akan memudahkannya. Namun jika itu pilihan yang tidak tepat maka semoga Allah akan berikan yang terbaik, sesuai dengan maksud dan kanduangan isi doa dalam istikharah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.
***
Apakah jawaban Sholat Istikharah akan terjadi dalam mimpi?
Keenam:
Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan kita. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Dan ini merupakan bagian dari iman kita terhadap takdir Allah Ta’ala. Bukankah dengan melakukan Sholat Istikharah dan kemudian memanjatkan Doa Istikharah kepada Allah berarti kita sudah menyerahkan urusan kita sepenuhnya kepada Allah. Percayalah bahwa Allah akan berikan yang terbaik untuk Anda walaupun itu tidak sesuai dengan keinginan Anda.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan, [ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ] “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya” maksudnya adalah jadikanlah saya ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun itu tidak sesuai keinginanku. (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)
Ketujuh:
Istikharah adalah termasuk dari doa dan dzikir kepada Allah Ta’ala. Doa dan dzikir adalah ibadah yang agung. Orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.
Dikarenakan istikharah merupakan bagian dari doa dan dzikir maka boleh dilakukan berulang kali.
“Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak 3 kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.” (HR. Muslim no. 1333) (Silakan lihat: https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)
***
Niat Sholat Istikharah
Apa niat Sholat Istikharah? Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Istikharah dan sholat yang lainnya.
Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:
“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu Hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)
Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.
Jadi, bagaimana niat Sholat Istikharah? cukup Anda berniat di dalam hati. Ketika Anda berencana akan melaksanakan Sholat Istikharah maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda siap untuk melakukan Sholat Istikharah; Anda sudah berwudhu, berpakaian bersih, suci, dan menutup aurat, Anda hadapkan tubuh Anda ke arah kiblat, kemudian ucapkan “Allahu Akbar” untuk bertakbiratul ihram, maka saat itu pula Sholat Istikharah sudah Anda mulai.
Catatan:
Pembahasan tentang melafadzkan niat ini sudah kami tulis juga di artikel “Tata Cara Sholat Tahajud” ini.
***
Bacaan Sholat Istikharah
Apa bacaan Sholat Istikharah? Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya; tidak ada bacaan Sholat Istikharah yang khusus. Setelah Anda membaca surat al-Fatihah dalam sholat 2 rakaat tersebut maka Anda bebas membaca surat apa saja.
***
Waktu Sholat Istikharah
Kapan waktu Sholat Istikharah? Anda boleh melaksanakan Sholat Istikharah setelah Sholat Fardhu atau sebelum Sholat Fardhu, atau di waktu yang lainnya, baik siang hari ataupun di malam hari. Dan bahkan Anda bisa membaca doa istikharah setelah Sholat Rawatib, Sholat Dhuha, dan Sholat Tahiyatul Masjid, asalkan sholat sunnah tersebut adalah sholat sunnah 2 rakaat. (Silakan membaca penjelasan tentang bacaan Sholat Istikharah dan hal-hal yang lainnya seputar istikharah dapat Anda baca pada 2 tulisan ini:
https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html dan https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)
***
BONUS: Video tentang apa itu istikharah, doa istikharah, hikmah dan manfaat Sholat Istikharah.
Pada video ini ustadz Badrusalam membawakan doa istikharah dari Hadis Jabir melalui jalur periwayatan yang lainnya.
Semoga tulisan ringkas tentang cara Sholat Istikharah dan Doa Istikharah ini bermanfaat untuk kita semua. Anda boleh membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda agar mereka dapat merasakan manfaatnya.
13 Dzikir dan Doa Sebelum Tidur dalam Islam yang Sesuai Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Ada 13 dzikir dan doa sebelum tidur yang bisa kita amalkan sebelum tidur. Dan diantara 13 dzikir dan doa sebelum tidur ini ada satu dzikir yang sangat ringkas dan cukup populer, yaitu:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ
BISMIKALLAAHUMMA AHYAA WA AMUUT.
Artinya:
“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (HR Al-Bukhari) – (Dibaca 1 x)
atau
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
BISMIKAALLAHUMMA AMUUTU WA AHYAA.
Artinya:
“Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah! Aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711) – (Dibaca 1 x)
Penting sekali untuk Anda ketahui…
Dzikir yang ringkas ini ada beberapa versi bacaannya dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih. Mudah-mudahan di lain kesempatan kita akan membahasnya. Insya Allah.
Untuk membiasakan mengamalkan semua Dzikir & Doa Sebelum Tidur, Anda boleh rutin mengamalkan 2 dzikir tadi terlebih dahulu.
Sekarang, saya ajak Anda mengenal dan belajar satu persatu 13 Dzikir & Doa Sebelum Tidur ini. Dalam tulisan ini saya menyertakan Doa Sebelum Tidur berserta artinya; ada teks arab dan teks latinnya. Semoga bermanfaat…
***
1. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Pertama
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita: Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas (Qul huwallahu ahad), surat Al-Falaq (Qul a-‘uudzu birobbil falaq) dan surat An-Naas (Qul a-‘uudzu birobbinnaas). Kemudian dengan dua telapak tangan tersebut mengusap tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Semisal itu diulang sampai tiga kali. (HR. Al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An-Naas: 1-6)
Faedah: Siapa yang membaca ayat Kursi sebelum tidur, maka ia akan terus dijaga oleh Allah dan terlindungi dari gangguan setan hingga pagi hari. (HR. Bukhari no. 3275)
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
***
3. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Ketiga
Membaca 2 ayat terakhir di surat Al-Baqarah, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 285-286:
Faedah: Siapa yang membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah memberi kecukupan baginya. (HR. Bukhari no. 4008 dan Muslim no. 807)
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’ dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami ta’at’. (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali’. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.'” (QS. Al-Baqarah: 285-286)
Artinya:
“Dengan nama Engkau, wahai Rabbku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi, apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah (dari kejahatan setan dan kejelekan dunia), sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang shalih.” (Dibaca 1 x)
Faedah: Apabila akan tidur, maka hendaklah tempat tidur tersebut dibersihkan karena siapa tahu ada kotoran yang membahayakan di situ, lalu membaca dzikir di atas. (HR. Al-Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714)
ALLAAHUMMA INNAKA KHOLAQTA NAFSII WA ANTA TAWAFFAAHAA LAKA MAMAATUHAA WA MAHYAAHAA IN AHYAYTAHAA FAHFADZH-HAA WA IN AMATTAHAA FAGHFIR LAHAA ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKAL ‘AAFIYAH
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah (dari berbagai kejelekan). Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan.” (HR. Muslim no. 2712) – (Dibaca 1 x)
Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu (yaitu pada hari kiamat).” (HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045) – (Dibaca 1 x)
Faedah: Apabila Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca dzikir di atas. (HR. Tirmidzi no. 3398 dan Abu Daud no. 5045. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani mengkritik tentang penyebutan dzikir ini tiga kali. Yang tepat riwayat tersebut tanpa penyebutan tiga kali. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah no. 2754, 6: 588)
***
7. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Ketujuh
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا
BISMIKALLAAHUMMA AMUUTU WA AHYAA
Artinya:
“Dengan nama-Mu, ya Allah! Aku mati dan hidup.” (HR. Bukhari no. 6312 dan Muslim no. 2711) – (Dibaca 1 x)
***
8. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Kedelapan
سُبْحَانَ اللهِ
Subhanallah (33 x)
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah (33 x)
اللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar (34 x)
Artinya:
“Maha suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (34 x)”
Faedah: Bacaan di atas lebih baik daripada memiliki pembantu di rumah. Demikian dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada puterinya, Fatimah dan istri tercintanya, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma. (HR. Bukhari no. 3705 dan Muslim no. 2727)
ALLAAHUMMA ROBBAS SAMAAWAATIS-SAB-‘I WA ROBBAL-‘ARSYIL ‘ADZHIIM ROBBANAA WA ROBBA KULLI SYAII’ FAALIQOL HABBI WAN NAWAA WA MUNZILAT TAUROOTI WAL INJIILI WAL FURQOON A-‘UU-DZU-BIKA MIN SYARRI KULLI SYAII’ ANTA AAKHIDZUN BINAA SHIYATIH ALLAAHUMMA ANTAL AWWALU FALAISA QOBLAKA SYAII’ WA ANTAL AAKHIRU FALAISA BA’-DAKA SYAII’ WA ANTADZH-DZHOOHIRU FALAISA FAWQOKA SYAII’ WA ANTAL BAATHINU FALAISA DUUNAKA SYAII’ IQDHI ‘AN-NAD-DAINA WA AGH-NINAA MINAL FAQRI
Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)
Maksud “فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ” adalah kiasan akan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Walaupun Allah itu Maha Tinggi, akan tetapi Allah begitu dekat. Ketinggian Allah tidak menafikan kedekatan Allah. (Lihat Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyah, hal. 113)
ALHAMDULILLAAHIL-LADZII ATH-‘AMANAA WA SAQOONAA WA KAFAANAA WA AAWAANAA FAKAM MIM-MAN LAA KAAFIYA LAHU WA LAA MU’-WIYA
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang memberi makan kami, memberi minum kami, mencukupi kami, dan memberi tempat berteduh. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan siapa yang memberi kecukupan dan tempat berteduh.” (HR. Muslim no. 2715)
ALLAAHUMMA ‘AALIMAL GHOIBI WASY-SYAHAADATI FAATHIROS SAMAAWAATI WAL-ARDHI ROBBA KULLI SYAI-IN WA MALIIKAH ASY-HADU AN LAA-ILAA-HA ILLA ANTA A-‘UUDZU BIKA MIN SYARRI NAFSII WA MIN SYARRISY-SYAITHOONI WA SYIRKIHI WA AN AQTARIFA ‘ALAA NAFSII SUU-AN AW AJURRUHU ILAA MUSLIM
Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb yang menguasai segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan balatentaranya, atau aku berbuat kejelekan pada diriku atau aku mendorongnya kepada seorang Muslim.”
Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash-Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat akan tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir:
adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).)
***
12. Dzikir dan Doa Sebelum Tidur yang Keduabelas
Membaca “alif lam mim tanzil” (surat As-Sajdah) dan “tabaarokal ladzii biyadihil mulk” (surat Al-Mulk). (HR. Tirmidzi no. 3404. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang hasan)
ALLAAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WA FAWWODH-TU AMRII ILAIKA WAWAJ-JAHTU WAJHIYA ILAIKA WA AL-JA’-TU DZHOHRII ILAIKA ROGHBATAN WA ROHBATAN ILAIKA LAA MAL-JA-A WA LAA MAN-JAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITAABIKAL-LADZII ANZALTA WA BINABIYYIKAL-LADZII ARSALTA
Artinya:
“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut pada (siksaan-Mu, bila melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus.”
Faedah: Jika seseorang membaca dzikir di atas ketika hendak tidur lalu ia mati, maka ia mati di atas fithrah (mati di atas Islam). (HR. Al-Bukhari no. 6313 dan Muslim no. 2710)
Semoga Dzikir dan Doa Sebelum Tidur ini bermanfaat dan dapat kita amalkan setiap hari.
Apa Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi?
Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin. Ibadah ini dikenal dengan keutamaannya sebagai waktu memohon rezeki dan keberkahan dari Allah. Namun, sering muncul pertanyaan, “Apakah ada doa setelah Sholat Dhuha yang sesuai sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam?” Artikel ini akan mengupas tuntas jawabannya, dilengkapi dengan dalil dan panduan yang jelas.
Doa Populer Setelah Sholat Dhuha: Apakah Shahih?
Salah satu doa setelah Sholat Dhuha yang sangat populer berbunyi:
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ … hingga akhir doa.
Sayangnya, doa ini tidak memiliki dalil shahih dari Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam. Doa tersebut disebutkan dalam kitab-kitab seperti Syarhul Minhaj karya As-Syarwani (7:293) dan I’aanatut Thalibiin karya Abu Bakr Ad-Dimyathi (1:295). Namun, tidak ada penulis kitab tersebut yang menyertakan dalil shahih dari Al-Quran atau hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tim Fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih, memberikan komentar,
“Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 53488).
Dengan demikian, doa ini tidak dianjurkan untuk diamalkan. Prinsip ibadah dalam Islam adalah tauqifiyah (harus berdasarkan dalil). Jika tidak ada dalil yang shahih, maka tidak seharusnya doa ini diatributkan kepada Nabi.
Ini Doa Setelah Sholat Dhuha yang Sesuai Sunnah Nabi
1. Doa yang Dibaca Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam Setelah Sholat Dhuha
Dari Aisyah radhiallahu ’anha, beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam selesai melaksanakan Sholat Dhuha, kemudian beliau membaca:
Pertanyaan: Seorang penanya wanita bertanya dalam program ini: Wahai Syaikh yang terhormat, apakah boleh membaca tasbih dan doa setelah sholat sunnah sebagaimana dilakukan setelah sholat fardhu? Apa saja doa dan tasbih yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa salla?
Jawaban:Dzikir yang diajarkan secara khusus semuanya dilakukan setelah sholat fardhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya dengan disaksikan dan diajarkan kepada para sahabat. Namun, setelah sholat sunnah, tidak ada dzikir khusus yang diajarkan kecuali istighfar. Ketika selesai dari sholat sunnah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan:
أستغفر الله، أستغفر الله، أستغفر الله، اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام
“Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah. Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
Adapun dzikir-dzikir lain seperti:
“La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir…”
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah…”
Dzikir ini semua hanya diajarkan untuk dilakukan setelah sholat fardhu, dan tidak diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melakukannya setelah sholat sunnah.
Tsauban radhiyallahu ’anhu berkata:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai dari sholatnya, beliau membaca istighfar tiga kali dan mengucapkan:
اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام
‘Ya Allah, Engkau adalah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.’” (HR. Muslim dan lainnya).
Tsauban tidak menyebutkan secara khusus bahwa doa ini hanya untuk sholat fardhu. Oleh karena itu, dzikir ini berlaku untuk semua jenis sholat, baik sunnah maupun fardhu.
Namun, dzikir-dzikir lain yang panjang (seperti tahlil, tahmid, dan takbir) hanya dikhususkan untuk setelah sholat fardhu. Tidak ada riwayat yang menunjukkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya setelah sholat sunnah.
Keutamaan Sholat Dhuha
Melaksanakan Sholat Dhuha memiliki keutamaan besar, di antaranya:
1. Mendapat Pahala Sedekah
Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Artinya: “Setiap pagi, setiap persendian dari kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih (ucapan Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan La ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu Akbar) adalah sedekah, memerintahkan kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha.” (HR. Muslim)
2. Tanda Syukur Seorang Hamba kepada Allah
Sholat Dhuha adalah tanda syukur seorang hamba kepada Allah atas nikmat-Nya. Ibadah ini mencerminkan kesadaran seorang hamba atas nikmat yang Allah berikan, seperti kesehatan, waktu luang, dan kemampuan untuk beribadah.
3. Dibukakan Pintu Rezeki Agar Rezeki Lancar
Dalilnya adalah hadis berikut:
عن رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عن اللهِ عز وجل أنه قال: ابنَ آدمَ اركعْ لي أربعَ ركَعاتٍ من أولِ النهارِ أكْفِكَ آخِرَه
Dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Allah Azza wa Jalla, bahwa Dia berfirman:
“Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku (sholatlah) empat rakaat di awal siang, maka Aku akan mencukupimu di akhir hari.” (HR. At-Tirmidzi)
Perawi Hadis: Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Darda dan Abu Dzar Al-Ghifari. Dicatat dalam Sunan At-Tirmidzi (no. 475).
Status Hadis: Dinilai sebagai hasan gharib.
Penjelasan Hadis: Allah Subhanahu wa Ta’ala menjanjikan pahala yang besar dan keutamaan bagi hamba-hamba-Nya yang taat, terutama bagi mereka yang memperbanyak ibadah. Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan firman Allah Azza wa Jalla:
1. “Wahai anak Adam, rukuklah untuk-Ku,” maksudnya adalah melaksanakan shalat dengan penuh keikhlasan.
2. “Empat rakaat di awal siang,” dipahami oleh para ulama sebagai Sholat Dhuha. Ada juga yang menafsirkan sebagai Sholat Subuh (baik shalat sunnahnya maupun shalat fardhu).
3. “Aku akan mencukupimu di akhir hari,” maknanya Allah akan melindungi hamba tersebut dari berbagai kesulitan, kekhawatiran, dan urusan yang mengganggunya sepanjang hari. Ada pula ulama yang menafsirkan bahwa hal ini berarti Allah akan menjaga hamba-Nya dari dosa dan berbagai bahaya hingga akhir hari tersebut.
Penjelasan hadis ini dinukil dari Ad-Durar As-Saniyyah (Dorar.net), sebuah ensiklopedia hadis dan syarah ulama.
Hadis ini mendorong umat Islam untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti Sholat Sunnah Fajar (yaitu dua rakaat sebelum Sholat Subuh) dan Sholat Dhuha, karena di dalamnya terdapat janji perlindungan dan kecukupan dari Allah di sepanjang hari. Ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk senantiasa menjaga sholat sunnah setelah sholat wajib.
4. Sholat Dhuha adalah Sholatnya Para Awwabin
Sholat Dhuha disebut sebagai sholatnya para Awwabin, yaitu orang-orang yang senantiasa bertobat dan kembali kepada Allah dengan ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosanya. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Al-Qasim As-Syaibani.
Dikisahkan bahwa Zaid bin Arqam radhiallahu ’anhu melihat sekelompok orang mengerjakan Sholat Dhuha. Beliau kemudian berkata:
“Andaikan mereka tahu bahwa sholat setelah waktu ini lebih utama. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
‘Sholatnya para Awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan.’” (HR. Muslim, no. 748).
Hadis ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Dhuha adalah ketika matahari mulai terik, sekitar pukul 9 pagi hingga menjelang waktu Zuhur (tergantung lokasi dan waktu setempat). Pada saat ini, melaksanakan Sholat Dhuha akan lebih utama, sesuai dengan sunnah Nabi.
Makna Awwabin: Kata “Awwabin” berarti orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan penuh ketaatan dan penyesalan atas dosa-dosa mereka. Dengan melaksanakan Sholat Dhuha di waktu terbaik ini, seorang hamba menunjukkan kedekatan hatinya kepada Allah dan keinginan untuk selalu berada di jalan yang diridhai-Nya.
Dengan menunaikan Sholat Dhuha sesuai sunnah dan pada waktu utama ini, semoga kita termasuk golongan Awwabin, yang selalu kembali kepada Allah dengan hati yang penuh taubat dan ketaatan.
Kesimpulan
Setelah melaksanakan Sholat Dhuha, dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir yang sesuai sunnah Nabi, karena doa tersebut yang diamalkan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai umat Islam, kita wajib berpegang pada ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, karena agama ini telah sempurna.
Jika artikel ini bermanfaat, silakan bagikan ke media sosial Anda agar lebih banyak saudara muslim yang memahami pentingnya mengikuti sunnah dalam beribadah. Semoga Allah memberkahi amal kita semua.
***
VIDEO DOA SETELAH SHOLAT DHUHA
Saya sudah membuat sebuah video tentang doa setelah Sholat Dhuha ini. Anda bisa melihatnya di bawah ini:
Doa setelah Sholat Tahajud ini juga merupakan doa setelah Sholat Tarawih dan Witir. Tentu saja, karena Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan Sholat Malam, sedangkan Sholat Witir adalah penutupnya. Nah, doa yang akan kita pelajari ini dibaca setelah selesai salam Sholat Witir.
Saya sudah menulis tentang perbedaan antara Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih di tulisan saya yang lainnya di website ini. Anda boleh membacanya nanti setelah membaca artikel Doa Setelah Sholat Tahajud ini. Saya akan berikan link tautannya nanti di bawah insya Allah.
Pada tulisan ini insya Allah Anda akan mendapatkan ilmu pengetahuan seputar Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir. Anda boleh menonton video tentang tata cara Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir yang saya sertakan di artikel ini. Anda juga dapat mendownload file PDF dan Mp3 Doa Setelah Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih dan Sholat Tarawih ini. Link downloadnya saya sertakan di bagian bawah artikel.
***
Sekali lagi, doa setelah Sholat Tahajud & Sholat Tarawih ini dapat Anda amalkan setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa yang akan kita pelajari di artikel ini.
***
Ada 2 Doa Setelah Selesai Sholat Tahajud
Ada 2 doa yang dapat kita amalkan setelah selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau setelah Sholat Tarawih. Anda boleh mengamalkan salah satunya atau keduanya.
DOA YANG PERTAMA
Doa ini dibaca tepat setelah selesai salam Sholat Witir. Jadi, ketika Anda selesai melaksanakan Sholat Tahajud atau Sholat Tarawih, kemudian Anda lanjutkan dengan melaksanakan Sholat Witir sebagai sholat penutup. Setelah Anda selesai salam Sholat Witir maka Anda langsung membaca doa ini.
Cara membaca doa yang pertama ini yaitu:
Doa ini dibaca sebanyak 3 kali.
Pada bacaan yang ketiga dikeraskan dan dipanjangkan ketika membacanya.
Mungkin ini lebih jelas lagi jika Anda menonton video Doa Setelah Sholat Tahajud di channel Banghen.com ini ya. Di video ini saya berikan keterangan bacaan doanya dalam bentuk audio yang saya bacakan secara pelan. Kemudian saya berikan keterangan teks doanya dalam tulisan latin dan saya sertakan pula arti doanya dalam Bahasa Indonesia. Tak lupa pula saya sertakan penjelasan sumber dalil Hadis setiap doa.
***
Berikut ini adalah bacaan doa yang pertama, sebagaimana yang Anda lihat di video Doa Setelah Sholat Tahajud di atas.
Setelah Anda selesai membaca Doa Setelah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih dan Sholat Witir di atas maka selesai pula ibadah Sholat Tahajud, Sholat Tarawih, dan Witir Anda.
***
Dalil Doa yang Pertama dari Doa Setelah Sholat Tahajud di atas
Doa setelah Sholat Tahajud di atas berdasarkan dalil beberapa Hadis di bawah ini:
Dari Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu, beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam Sholat Witir, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS.” (HR. Abu Daud 1430; dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Dalam riwayat Nasa’i dari Abdurrahman bin Abza radhiallahu ‘anhu, terdapat tambahan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat al-A’laa (pada rakaat pertama), surat al-Kafirun (pada rakaat kedua), dan surat al-Ikhlas (pada rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUUUS , 3 kali. Beliau keraskan suara beliau pada bacaan yang ketiga.” (HR. Nasa’i 1732 dan dishahihkan al-Albani)
Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan:
… طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ
“Beliau baca (dengan bacaan yang panjang) pada bacaan ketiga.” (HR. Nasa’i 1734 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Disebutkan dalam riwayat Thabrani tentang adanya tambahan bacaan:
“Di bagian akhir beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membaca: RABBIL MALAAIKATI WAR-RUUH.” (HR. Ad-Daruquthni no. 1660. Dalam Fatwa Islam (no. 14093), dinyatakan: sanadnya shahih, dan Ibnul Qoyim menyebutnya dalam Zaadul Ma’aad 1/323)
***
DOA YANG KEDUA
Ada dua tempat untuk membaca doa kedua ini ketika Witir atau Tahajud, yaitu:
Setelah Sholat Witir.
Ketika sujud dalam shalat.
***
Berikut ini Doa Setelah Sholat Tahajud yang kedua:
ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK, WA BI-MU’AAFAATIKA MIN ‘UQUUBATIK, WA A-‘UUDZU BIKA MIN-KA, LAA UH-SHII TSA-NAA-AN ‘ALAIKA ANTA, KAMAA ATS-NAITA ‘ALAA NAFSIK
Makna doa kedua di atas:
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”
Untuk lebih jelasnya tentang doa yang kedua ini, Anda dapat menonton video di atas ya.
Hadis selengkapnya yang merupakan sandaran dalil doa di atas:
Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di (penghujung) Sholat Witir beliau, beliau membaca: ALLAHUMMA INNII A-‘UUDZU BI RIDHOO-KA MIN SAKHOTIK…” (HR. An-Nasa’i 1747, Abu Daud 1427, dan Turmudzi 3566; dinilai shahih oleh al-Albani)
***
DOWNLOAD FILE PDF DAN MP3 DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD
Ini adalah Tuntunan Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih. Memuat kumpulan doa setelah shalat dengan penyusunan yang singkat, padat, dan mudah dihafal. Tujuannya adalah agar doa-doa ini dapat diamalkan secara rutin setiap selesai melaksanakan Shalat Fardhu. Doa Setelah Shalat Fardhu ini merujuk pada karya-karya terpercaya yang bersumber dari hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, seperti buku Hishnul Muslim karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qohthooni, serta referensi lainnya.
Sebagai seorang Muslim, kita meyakini bahwa doa adalah bagian dari ibadah. Ibadah ini harus berlandaskan dalil dan tuntunan dari Al-Quran serta hadis-hadis yang shahih agar dapat diterima di sisi Allah Ta’ala. Dengan mempelajari dan mengamalkan doa-doa ini, semoga ibadah kita semakin bernilai pahala dan mendekatkan kita kepada Allah.
Panduan ini tersedia dalam bentuk artikel, video, PDF, dan audio MP3, sehingga Anda dapat memilih format yang paling sesuai untuk belajar dan menghafal doa-doa ini.
Judul ini kami pilih karena banyak saudara Muslim yang mencari di mesin pencari dengan kata kunci “Doa Setelah Shalat Fardhu.” Meskipun demikian, sebenarnya istilah yang lebih tepat adalah “Dzikir Setelah Shalat Fardhu.” Hal ini karena doa hanyalah sebagian dari rangkaian dzikir yang dibaca setelah shalat.
Link Download Doa dan Dzikir Setelah Shalat Fardhu
Dalam kumpulan Dzikir Setelah Shalat Fardhu ini, terdapat bagian yang berupa doa, khususnya pada dzikir dan doa tertentu yang dianjurkan setelah shalat Maghrib dan Subuh. Penjelasan lengkapnya dapat Anda temukan pada bagian kedua dzikir ini, yang terdapat di halaman 62 dari file PDF Doa Setelah Shalat Fardhu Singkat dan Lengkap.
Semoga panduan ini bermanfaat dalam membantu Anda menghafal dan mengamalkan doa dan dzikir setelah shalat sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.
CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.
Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu dalam Bentuk .Mp3
Apa Beda Doa dan Dzikir?
Secara bahasa, dzikir berarti mengingat, sedangkan doa berarti meminta. Cara membedakannya cukup sederhana: perhatikan arti bacaannya. Jika bentuknya berupa permintaan, maka itu adalah doa. Namun, jika berupa pujian atau hal lain yang berkaitan dengan mengingat Allah, maka itu adalah dzikir.
Sebagai contoh, mari kita lihat surat Al-Fatihah. Ayat 1 sampai 5 merupakan dzikir karena mengandung pujian kepada Allah. Sedangkan ayat ke-6 adalah doa (permintaan):
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
yang artinya: “(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus…”
Anda dapat memeriksa langsung di mushaf Al-Quran milik Anda untuk memastikan pembagian ini.
Namun, perlu diketahui bahwa dalam beberapa kesempatan, dzikir juga disebut sebagai doa, begitu pula sebaliknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang menggunakan istilah tersebut secara bergantian. Pembahasan ini cukup panjang dan membutuhkan kajian tersendiri untuk lebih mendalaminya.
Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu
Dzikir dan doa setelah Shalat Fardhu berikut ini ada 2 macam:
Dzikir dan doa yang dibaca setelah shalat lima waktu secara umum; setelah Shalat Maghrib, Shalat Isya, Shalat Subuh, Shalat Dzuhur, dan Shalat Ashar. Termasuk setelah Shalat Jum’at.
Dzikir dan doa yang khusus dibaca setelah Shalat Maghrib dan Shalat Subuh (sebagai tambahan dari dzikir dan doa umum di atas).
Insya Allah, satu per satu bacaan doa dan dzikir setelah shalat fardhu akan saya bahas di bawah ini. Namun, sebelum itu, saya telah membuat video ringkas berdurasi 10 menit yang membahas Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu.
Semoga video ini dapat memberikan manfaat bagi Anda dan memudahkan dalam mengamalkannya.
Video Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu
Video dzikir dan doa setelah shalat fardhu ini berdurasi 10 menit. Dalam video ini, saya telah menyertakan bacaan dzikir dan doa umum yang dibaca setelah shalat wajib lima waktu, ditambah dengan dzikir dan doa khusus yang dianjurkan setelah shalat Maghrib dan Subuh.
Video ini dirancang untuk memudahkan Anda. Setiap bacaan dilengkapi dengan:
Teks doa dalam tulisan Arab agar Anda dapat membacanya sesuai aslinya.
Lafaz dalam bahasa Indonesia untuk membantu Anda yang belum lancar membaca tulisan Arab.
Terjemah doa dan dzikir dalam bahasa Indonesia agar Anda lebih memahami dan menghayati maknanya.
Selain itu, saya juga menyertakan referensi dari kitab-kitab hadis untuk setiap doa dan dzikir. Dengan demikian, Anda dapat merujuk langsung ke sumbernya jika ingin mendalami lebih lanjut.
Selain video, saya juga menyertakan rekaman suara saya yang membacakan setiap dzikir dan doa dengan pelan. Tujuannya adalah untuk memudahkan Anda dalam mengikuti dan mengamalkan dzikir serta doa ini setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu lima waktu.
CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.
***
Dzikir dan Doa Setelah Shalat 5 Waktu
PERTAMA
أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah) ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah) ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah)
لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)
اَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ALLAAHUMMA LAA MAANI-’A LIMAA A’-THOI-TA (Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang Engkau beri)
وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ WA LAA MU’-THIYA LIMAA MANA’TA (Dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau cegah)
وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ WA LAA YANFA-’U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari siksa-Mu)
Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat Al-Bukhari (I/255) dan Muslim (I/414)
***
KETIGA
لَا إلهَ إلاَّ اللهُ LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)
Terjemahan Ayat Kursi: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
***
Dzikir dan Doa yang Khusus Dibaca Setelah Shalat Maghrib dan Subuh
Dzikir dan doa di bawah ini adalah khusus dibaca setelah setelah Shalat Maghrib dan Shalat Subuh. Doa dan dzikir ini adalah doa tambahan selain doa umum di atas (yang dibaca setiap selesai melaksanakan shalat wajib 5 waktu)
DZIKIR TAMBAHAN PERTAMA
Dzikir ini dibaca 10 kali setiap selesai Shalat Maghrib dan Shalat Subuh.
لَا إلهَ إلاَّ اللهُ LAA ILAAHA IL-LALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah)
لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji)
يُحْيِيْ وَ يُمِيْتُ YUHYII WA YUMIIT (Dia yang menghidupkan dan mematikan)
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٌ WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu)
Sumber hadis dzikir ini: Hadis riwayat At-Tirmidzi (V/515), Ahmad (IV/227)
***
DOA TAMBAHAN KEDUA
Doa ini dibaca setelah salam Shalat Subuh:
اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ALLAAHUMMA INNII AS ALUKA ‘ILMAN NAA FI-’AA (Ya Allah, sesungguhnya aku mohon padamu ilmu yang bermanfaat)
وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا WA RIZQON THOYYIBAA WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAA (Rezeki yang baik dan amal yang diterima)
Sumber hadis doa ini: Hadis riwayat Ibnu Majah, lihat kitab Shahih Ibni Majah (I/152)
CATATAN: Pada bagian doa paling akhir, ada salah ketik pada lafaz teks Indonesia (di video dan file .PDF). Tertulis: “MUTQOBBALAA” Seharusnya yang benar adalah “MUTAQOBBALAA”.
***SELESAI***
Alhamdulillah, semoga Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu ini bermanfaat untuk saya dan Anda semua.