Apa Beda Shalat Mu’ayyan dan Shalat Sunnah Mutlak?

Shalat mu’ayyan adalah shalat yang terikat dengan sebab atau waktu tertentu. Termasuk dalam shalat mu’ayyan ini: 

  1. Shalat fardhu lima waktu: Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh.
  2. Shalat-shalat sunnah yang terikat dengan sebab atau waktu tertentu. Contoh shalat sunnah yang terikat dengan sebab: Shalat Gerhana dengan sebab terjadinya gerhana, Shalat Istisqa dengan sebab kemarau, Shalat Istikharah dengan sebab meminta pertolongan Allah untuk menentukan pilihan terbaik, Shalat Tahiyatul Masjid dengan sebab memasuki masjid, dan lain-lain. Contoh shalat sunnah yang terikat dengan waktu: Shalat Dhuha yang dikerjakan di waktu Dhuha. Shalat Qabliyah Subuh yang dikerjakan sebelum Shalat Subuh, dan termasuk seluruh shalat rawatib lainnya.

Sedangkan shalat sunnah mutlak adalah shalat sunnah yang tidak terikat dengan sebab atau waktu tertentu. Seperti seseorang yang selesai melaksanakan Shalat Magrib dan Shalat Ba’diyah Magrib, setelah itu ia ingin melaksanakan shalat dua rakaat lagi. Shalat dua rakaat yang ia kerjakan ini dinamakan shalat sunnah mutlak. Ada banyak contoh shalat sunnah mutlak yang lainnya. Anda boleh mengerjakan shalat sunnah mutlak di luar 5 waktu terlarang shalat. Apa saja 5 waktu terlarang shalat? Silakan simak videonya di Yufid.TV:

Demikian, semoga bermanfaat.

Penyusun: Hendri Syahrial (Banghen)

Sholat Hajat: Doa Sholat Hajat dan Cara Sholat Hajat

Ada tiga doa Sholat Hajat yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa ini tercantum pada tiga kitab hadis yang masyhur: Sunan at-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad. Ketiga doa Sholat Hajat ini diriwayatkan dari sahabat Nabi Utsman bin Hunaif radhiallahu ‘anhu.

Sekarang, kita bahas ketiga doa tersebut satu persatu. Setelah itu, kita akan pelajari tata cara sholat hajat.

Continue reading Sholat Hajat: Doa Sholat Hajat dan Cara Sholat Hajat

Sholat Taubat: Cara Sholat Taubat

Sholat Taubat: Cara Sholat Taubat, Niat dan Waktu Sholat Taubat Nasuha

Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, Allah membuka pintu taubat yang selebar-lebarnya untuknya. Pintu taubat ini akan terus terbuka selama ruh seorang hamba belum sampai ke tenggorokan atau sebelum matahari terbit dari sebelah barat.

Dengan kasih sayang-Nya pula, Allah mensyariatkan satu ibadah yang sangat agung untuk hamba-Nya yang ingin bertaubat, kembali kepada-Nya setelah sekian lama bermaksiat dan melupakan-Nya. Ibadah tersebut adalah Sholat Taubat.

Continue reading Sholat Taubat: Cara Sholat Taubat

Niat Sholat Tahajud yang Benar Sesuai Sunnah Nabi

Apa niat Sholat Tahajud yang benar sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Sekarang, insya Allah kita akan belajar tentang niat sholat tahajud. Satu hal yang sangat menggelitik saya, tatkala saya mengetahu ada yang bertanya:

Apa sih niat Sholat Tahajud?” dan bahkan ada pertanyaan yang lebih detail lagi: “Apa niat Sholat Tahajud 4 rakaat?“, “Apa niat Sholat Tahajud 2 rakaat?

Saya mendapati kenyataan ternyata masih banyak diantara saudara-saudara kami seiman yang menyangka bahwa setiap ibadah mesti harus ada lafadz niatnya. Coba bayangkan… betapa sulitnya nanti kita beribadah jika setiap ibadah harus menghafal niatnya; mau Sholat Tahajud 4 rakaat begini niatnya… mau Sholat Tahajud 2 rakaat beda lagi niatnya… tentu agama Islam yang mudah ini menjadi terkesan sulit jadinya… iya kan? ^^

Di sisi lainnya saya sangat gembira. Ternyata banyak sekali saudara-saudara kami seiman yang semangat mengamalkan ibadah sunnah, seperti Sholat Tahajud. Banyak sekali yang menanyakan “Bagaimana cara Sholat Tahajud?“, “Apa niat Sholat Tahajud?“, “Apa doa setelah Sholat Tahajud?“, “Apa bacaan Sholat Tahajud?“.

Ini adalah pertanda baik. Semoga dengan ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan kasih sayang Allah pada negeri kita.

 

***

 

Niat Sholat Tahajud

Niat Sholat Tahajud itu, caranya sangat mudah. Ketika Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir.

Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.

niat sholat tahajud 4 rakaat
niat sholat tahajud 2 rakaat
niat sholat tahajud dan doanya

 

Niat adalah amalan hati. Bagian yang sangat penting dalam setiap ibadah. Setiap ibadah itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya.

 

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ( إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه ) رواه البخاري ومسلم في صحيحهما .

 

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khaththab radhiallahu ’anhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ’Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya tertuju pada apa yang dia tuju.’” (HR. al-Bukhari & Muslim)

Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Tahajud, dan tidak pernah pula untuk sholat-sholat yang lainnya.

Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:

“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)

niat sholat tahajud dan doa
niat sholat tahajud yang benar
Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.

Sekali lagi, tentang niat Sholat Tahajud

Sekali lagi, ketika Anda ingin Sholat Tahajud. Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir. Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.

***

Video cara niat Sholat Tahajud

Saya sudah membuat video tentang cara niat Sholat Tahajud ini, di channel banghen.com (Youtube). Anda boleh menontonnya:

Agama Islam itu sangat mudah & indah

Agama Islam ini sungguh mudah, saudaraku…
Seandainya setiap ibadah dalam agama Islam ini harus menghafalkan niat, maka sungguh akan terasa sulit, bukan?
Namun, alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah, yang telah menetapkan syariat Islam yang sangat mudah dan indah sekali untuk kita, hamba-Nya.
Semoga Allah menerima ibadah Sholat Tahajud Anda.

Sholat Istikharah: Doa Istikharah & Tata Cara Sholat Istikharah

Pada tulisan ini kita akan belajar tentang Sholat Istikharah; dari mulai tata cara Sholat Istikharah hingga Doa Istikharah. Dan pada akhir tulisan ini, ada sedikit pembahasan tentang niat Sholat Istikharah, waktu Sholat Istikharah, dan bacaan Sholat Istikharah. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk saya dan Anda…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabat radhiallahu ‘anhum untuk mengerjakan Sholat Istikharah.

عن جابر رضي الله عنه قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يعلمنا الاستخارة في الأمور كلها ؛ كالسورة من القرآن : إذا هم بالأمر فليركع ركعتين، ثم يقول : اللهم إني أستخيرك بعلمك، وأستقدرك بقدرتك، وأسألك من فضلك العظيم ؛ فإنك تقدر ولا أقدر، وتعلم ولا أعلم، وأنت علام الغيوب، اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر خير لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاقدره لي، وإن كنت تعلم أن هذا الأمر شر لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري – أو قال : في عاجل أمري وآجله – فاصرفه عني، واصرفني عنه، واقدر لي الخير حيث كان، ثم رضني به. ويسمي حاجته

Artinya:
Dari Jabir radhiallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami untuk Sholat Istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari al-Quran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah sholat dua rakaat selain Sholat Fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:
ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII (FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI) FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI

Arti Doa Istikharah tersebut:
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan di akhirat), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. (Kemudian hendaknya dia menyebut keinginanya.)” (HR. al-Bukhari no. 6382)

***

DOA ISTIKHARAH

Dari Hadis tersebut kita dapat mengetahui 2 bentuk doa istikharah (yang perbedaan keduanya sangat tipis, saya beri tanda warna merah pada teks yang berbeda pada Hadis di atas). Silakan Anda pilih salah satu dari doa tersebut untuk Anda amalkan setelah Sholat Istikharah.

 

***

 

DOA ISTIKHARAH YANG PERTAMA

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

 

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI (Kemudian sebutkan keinginan Anda)

Doa Istikharah
Doa Istikharah Latin

***

 

DOA ISTIKHARAH YANG KEDUA

 

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

 

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)

Doa Sholat Istikharah
tata cara sholat istikharah

***

 

PENTING UNTUK ANDA KETAHUI:

Selain Hadis di atas juga ada beberapa Hadis yang lainnya dari riwayat sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu melalui jalur periwayatan yang berbeda-beda, dan dengan lafadz yang tipis sekali perbedaannya antara Hadis yang satu dengan yang lainnya. Jika Anda sudah mengetahui dan mengamalkan doa istikharah dari Hadis riwayat Jabir yang lainnya, silakan Anda amalkan. Pastikan Hadis yang Anda amalkan tersebut adalah Hadis yang shahih.

***

CARA MELAKUKAN SHOLAT ISTIKHARAH

Berdasarkan Hadis tersebut, berikut ini adalah tata cara melakukan Sholat Istikharah:

Pertama:
Istikharah dilakukan jika seseorang bertekad melakukan suatu urusan atau perbuatan. Dalam hal ini kita tidak tahu apakah perbuatan tersebut baik atau buruk. Jika ada beberapa pilihan dalam urusannya tersebut maka pilih dan tekadkan salah satunya untuk dilaksanakan.

Kedua:
Lakukan sholat sunnah 2 rakaat terlebih dahulu. Ketika sholat 2 rakaat tersebut boleh membaca surat apa saja setelah membaca al-Fatihah, dan tidak ada bacaan khusus dalam sholat 2 rakaat tersebut.

Ketiga:
Kemudian setelah melakukan salam maka lanjutkan dengan membaca doa istikharah:

DOA ISTIKHARAH YANG PERTAMA

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII DIINII WA MA-’AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII DIINII WA MA-‘AASYII WA ‘AAQIBATI AMRII FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)

DOA ISTIKHARAH YANG KEDUA

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِى عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ

ALLAHUMMA INNI ASTAKHIIRUKA BI ‘ILMIKA WA ASTAQDIRUKA BIQUDROTIKA WA AS ALUKA MIN FADHLIKAL ‘ADZHIIM FA-INNAKA TAQDIRU WALAA AQDIRU WA TA’LAMU WALAA A’-LAMU WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUB, ALLAAHUMMA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAAL AMRO (SEBUTKAN HAJATNYA) KHOIRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FAQDURHU LII WAYASSIRHU LII TSUMMA BAARIK LII FIIHI, WA IN KUNTA TA’LAMU ANNA HAADZAL AMRO SYARRUN LII FII ‘AAJILI AMRII WA AAJILIHI FASH-RIFHU ‘AN-NII WASH-RIFNII ‘ANHU, WAQDUR LIYAL KHOIRO HAI-TSU KAANA TSUMMA RODH-DHI-NII BIHI
(Kemudian sebutkan keinginan Anda)

Keempat:
Doa istikharah dibaca setelah salam sholat sunnah, oleh karena itu boleh mengangkat tangan ketika membaca doa istikharah, bahkan hal ini lebih utama karena mengangkat tangan merupakan salah satu sebab terkabulnya doa. Ini adalah penjelasan Syaikh Bin Baz dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz (389/11) via https://islamqa.info/ar/209241:

 

قال الشيخ ابن باز : ” المشروع للمسلم إذا صلى صلاة الاستخارة ، أن يدعو بعد السلام منها ؛ لقوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا هم أحدكم بالأمر فليركع ركعتين من غير الفريضة ، ثم ليقل : اللهم إني أستخيرك بعلمك ) الحديث . وهذا يدل على أن الدعاء يكون بعد السلام من الصلاة ، والأفضل أن يرفع يديه ؛ لأن رفعهما من أسباب استجابة الدعاء ” انتهى من مجموع فتاوى ابن باز

 

Catatan:
Pembahasan tentang “mengangkat tangan ketika berdoa” ini membutuhkan pembahasan khusus yang panjang lebar.

Kelima:
Kerjakan urusan atau rencana yang sudah Anda tekadkan sejak awal.
Imam an-Nawawi mengatakan,

إذا استخار مضى لما شرح له صدره

“Jika seseorang melakukan istikharah, maka lanjutkanlah apa yang menjadi keinginan hatinya.” (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)

Jika itu pilihan yang terbaik maka Allah Ta’ala akan memudahkannya. Namun jika itu pilihan yang tidak tepat maka semoga Allah akan berikan yang terbaik, sesuai dengan maksud dan kanduangan isi doa dalam istikharah yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.

***

Apakah jawaban Sholat Istikharah akan terjadi dalam mimpi?

 

Keenam:
Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan kita. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Dan ini merupakan bagian dari iman kita terhadap takdir Allah Ta’ala. Bukankah dengan melakukan Sholat Istikharah dan kemudian memanjatkan Doa Istikharah kepada Allah berarti kita sudah menyerahkan urusan kita sepenuhnya kepada Allah. Percayalah bahwa Allah akan berikan yang terbaik untuk Anda walaupun itu tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan, [ ﺛُﻢَّ رَضِّنِي ﺑِﻪِ] “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya” maksudnya adalah jadikanlah saya ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun itu tidak sesuai keinginanku. (Silakan baca: https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)

Ketujuh:
Istikharah adalah termasuk dari doa dan dzikir kepada Allah Ta’ala. Doa dan dzikir adalah ibadah yang agung. Orang yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala.
Dikarenakan istikharah merupakan bagian dari doa dan dzikir maka boleh dilakukan berulang kali.

Ibnu az-Zubair sampai-sampai mengulang istikharahnya 3 kali. Dalam Shahih Muslim, Ibnu az-Zubair mengatakan,

إِنِّى مُسْتَخِيرٌ رَبِّى ثَلاَثًا ثُمَّ عَازِمٌ عَلَى أَمْرِى

“Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak 3 kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.” (HR. Muslim no. 1333) (Silakan lihat: https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)

***

Niat Sholat Istikharah

Apa niat Sholat Istikharah? Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Istikharah dan sholat yang lainnya.

Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:

“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu Hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)

Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.

Jadi, bagaimana niat Sholat Istikharah? cukup Anda berniat di dalam hati. Ketika Anda berencana akan melaksanakan Sholat Istikharah maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda siap untuk melakukan Sholat Istikharah; Anda sudah berwudhu, berpakaian bersih, suci, dan menutup aurat, Anda hadapkan tubuh Anda ke arah kiblat, kemudian ucapkan “Allahu Akbar” untuk bertakbiratul ihram, maka saat itu pula Sholat Istikharah sudah Anda mulai.

Catatan:
Pembahasan tentang melafadzkan niat ini sudah kami tulis juga di artikel “Tata Cara Sholat Tahajud” ini.

***

Bacaan Sholat Istikharah

Apa bacaan Sholat Istikharah? Sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya; tidak ada bacaan Sholat Istikharah yang khusus. Setelah Anda membaca surat al-Fatihah dalam sholat 2 rakaat tersebut maka Anda bebas membaca surat apa saja.

***

Waktu Sholat Istikharah

Kapan waktu Sholat Istikharah? Anda boleh melaksanakan Sholat Istikharah setelah Sholat Fardhu atau sebelum Sholat Fardhu, atau di waktu yang lainnya, baik siang hari ataupun di malam hari. Dan bahkan Anda bisa membaca doa istikharah setelah Sholat Rawatib, Sholat Dhuha, dan Sholat Tahiyatul Masjid, asalkan sholat sunnah tersebut adalah sholat sunnah 2 rakaat. (Silakan membaca penjelasan tentang bacaan Sholat Istikharah dan hal-hal yang lainnya seputar istikharah dapat Anda baca pada 2 tulisan ini:

https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html dan https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html)

***

BONUS: Video tentang apa itu istikharah, doa istikharah, hikmah dan manfaat Sholat Istikharah.

 

Pada video ini ustadz Badrusalam membawakan doa istikharah dari Hadis Jabir melalui jalur periwayatan yang lainnya.

Semoga tulisan ringkas tentang cara Sholat Istikharah dan Doa Istikharah ini bermanfaat untuk kita semua. Anda boleh membagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda agar mereka dapat merasakan manfaatnya.

 

***

 

REFERENSI SHOLAT DAN DOA ISTIKHARAH

-https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html
-https://rumaysho.com/881-panduan-shalat-istikhoroh.html
-https://islamqa.info/ar/209241
-http://articles.islamweb.net/Media/index.php?page=article&lang=A&id=188482
-https://saaid.net/Minute/m3.htm
-http://al-atsariyyah.com/shalat-istikharah.html
-https://www.youtube.com/watch?v=8NAGSOxwtaM
-http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=52&ID=11675
-https://muslimafiyah.com/salah-kaprah-mengenai-shalat-istikharah.html

Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap Sesuai Sunnah

Tata Cara Sholat Tahajud: Keutamaan, Niat, Bacaan, dan Doa Sholat Tahajud

Sholat Tahajud merupakan ibadah sunnah yang paling dianjurkan dalam Islam. Sholat ini menjadi bukti nyata dari kecintaan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah, karena dilakukan di waktu malam, saat kebanyakan manusia sedang terlelap.

Allah memerintahkan Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dan umatnya untuk melaksanakan Sholat Tahajud dalam firman-Nya:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, kerjakanlah Sholat Tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

Artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang Tata Cara Sholat Tahajud, termasuk niat, jumlah rakaat, bacaan, waktu terbaik, doa, hingga keutamaan yang bisa diraih. Harapannya, tulisan ini dapat menjadi motivasi bagi kita untuk melaksanakan Sholat Tahajud secara konsisten.

Apa Itu Sholat Tahajud?

Sholat Tahajud sholat sunnah yang dilakukan di malam hari setelah bangun tidur. Sholat ini dapat dikerjakan setelah mengerjakan Sholat Isya. Waktu pelaksanaannya terus berlangsung hingga sebelum masuknya waktu Subuh. Sholat ini disebut Sholat Tahajud apabila dikerjakan setelah bangun dari tidur. Untuk lebih memahaminya, mari kita baca penjelasan Imam Al-Qurthubi di bawah ini:

Makna Kata Tahajjud Menurut Imam Al-Qurthubi

Imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan surah Al-Isra ayat 79 di atas pada tafsirnya:

فِيهِ سِتُّ مسائل: الاولى- قوله تعالى: (مِنَ اللَّيْلِ) “مِنَ” لِلتَّبْعِيضِ. وَالْفَاءُ فِي قَوْلِهِ “فَتَهَجَّدْ” نَاسِقَةٌ عَلَى مُضْمَرٍ، أَيْ قُمْ فَتَهَجَّدْ

“Dalam ayat ini (ayat 79 surah Al-Isra) terdapat 6 pembahasan:

(مِنَ اللَّيْلِ): Kata ‘مِنْ’ di sini bermakna sebagian (tab’idh, sebagian malam). Adapun huruf ‘فَ’ dalam kalimat ‘فَتَهَجَّدْ’ merupakan penghubung (huruf ‘athaf’) yang menunjukkan pada suatu hal yang disembunyikan (mudhmar), yaitu: “Bangunlah, lalu laksanakan Sholat Tahajud!”

(بِهِ)

أَيْ بِالْقُرْآنِ. وَالتَّهَجُّدُ مِنَ الْهُجُودِ وَهُوَ مِنَ الْأَضْدَادِ. يُقَالُ: هَجَدَ نَامَ، وَهَجَدَ سَهِرَ، عَلَى الضِّدِّ. قال الشاعر: ألا زارت أهل مِنًى هُجُودُ … وَلَيْتَ خَيَالَهَا بِمِنًى يَعُودُ

Firman Allah, (بِهِ): Maksudnya adalah dengan membaca Al-Qur’an.

Kata ‘التَّهَجُّدُ’ berasal dari kata dasar ‘الهُجُود’ yang memiliki dua makna berlawanan (adhdad), yaitu:

1. هَجَدَ bermakna tidur (نام).

2. هَجَدَ juga bisa bermakna terjaga (سهر).

Sebagai contoh, penyair berkata:

ألا زارت أهل مِنًى هُجُودُ … وَلَيْتَ خَيَالَهَا بِمِنًى يَعُودُ

“Mengapa ia tidak mendatangi orang-orang Mina yang sedang tidur? Dan semoga bayangannya kembali hadir di Mina.”

آخَرُ

أَلَا طَرَقَتْنَا وَالرِّفَاقُ هُجُودُ … فَبَاتَتْ بِعَلَّاتِ(١) النَّوَالِ تَجُودُ

يَعْنِي نِيَامًا

Penyair lain berkata:

أَلَا طَرَقَتْنَا وَالرِّفَاقُ هُجُودُ … فَبَاتَتْ بِعَلَّاتِ النَّوَالِ تَجُودُ

“Mengapa ia tidak mendatangi kami saat sahabat-sahabatnya sedang tidur, lalu ia bermalam dengan kemurahan hati yang luar biasa.”

Kata هُجُودُ pada syair di atas bermakna tidur.

Makna Lain dari Kata Tahajjud

وَهَجَدَ وَتَهَجَّدَ بِمَعْنًى

وَهَجَّدْتُهُ أَيْ أَنَمْتُهُ، وَهَجَّدْتُهُ أَيْ أَيْقَظْتُهُ

Kata هَجَدَ dan تَهَجَّدَ memiliki makna yang sama. Selain itu, kata kerja هَجَّدْتُهُ bisa bermakna:

1. Aku menidurkannya (أنَمْتُهُ).

2. Aku membangunkannya (أَيْقَظْتُهُ).

وَالتَّهَجُّدُ التَّيَقُّظُ بَعْدَ رَقْدَةٍ، فَصَارَ اسْمًا لِلصَّلَاةِ، لِأَنَّهُ يَنْتَبِهُ لَهَا. فَالتَّهَجُّدُ الْقِيَامُ إِلَى الصَّلَاةِ مِنَ النَّوْمِ

قَالَ مَعْنَاهُ الْأَسْوَدُ وَعَلْقَمَةُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْأَسْوَدِ وَغَيْرُهُمْ

Sedangkan tahajjud secara istilah bermakna terjaga setelah tidur. Oleh karena itu, tahajjud menjadi nama khusus untuk ibadah sholat, karena seseorang bangun dari tidurnya untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Dengan demikian, tahajjud bermakna bangun untuk sholat setelah tidur. Hal ini juga dipahami oleh Al-Aswad, Alqamah, Abdurrahman bin Al-Aswad, dan lainnya.

Hadis Tentang Tahajjud

رَوَى إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَاضِي مِنْ حَدِيثِ الْحَجَّاجِ بْنِ عُمَرَ صَاحِبِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: أَيَحْسِبُ أَحَدُكُمْ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ كُلِّهِ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ! إِنَّمَا التَّهَجُّدُ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ

Isma’il bin Ishaq Al-Qadhi meriwayatkan dari Hajjaj bin Umar, seorang sahabat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, bahwa ia berkata:

أَيَحْسِبُ أَحَدُكُمْ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ كُلِّهِ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ! إِنَّمَا التَّهَجُّدُ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدَ رَقْدَةٍ. كَذَلِكَ كَانَتْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ

كَذَلِكَ كَانَتْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ

“Apakah salah seorang dari kalian mengira bahwa jika ia berdiri sepanjang malam, maka ia sudah disebut bertahajjud? Sebenarnya, tahajjud itu adalah sholat setelah tidur, kemudian sholat setelah tidur lagi, kemudian sholat setelah tidur lagi. Itulah sholat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.”

Pendapat Lain Tentang Tahajjud

وَقِيلَ: الْهُجُودُ النَّوْمُ. يُقَالُ: تَهَجَّدَ الرَّجُلُ إِذَا سَهِرَ، وَأَلْقَى الْهُجُودَ وَهُوَ النَّوْمُ. وَيُسَمَّى مَنْ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ مُتَهَجِّدًا، لِأَنَّ الْمُتَهَجِّدَ هُوَ الَّذِي يُلْقِي الْهُجُودَ الَّذِي هُوَ النَّوْمُ عَنْ نَفْسِهِ

Ada yang mengatakan bahwa hujuud bermakna tidur. Oleh karena itu, seseorang dikatakan bertahajjud ketika ia terjaga di malam hari, meninggalkan tidur, dan melaksanakan sholat.

Orang yang melaksanakan sholat malam disebut mutahajjid karena ia meninggalkan tidur (hujuud) dari dirinya.

Analogi Bahasanya

وَهَذَا الْفِعْلُ جَارٍ مَجْرَى تَحَوَّبَ وَتَحَرَّجَ وَتَأَثَّمَ وَتَحَنَّثَ وَتَقَذَّرَ وَتَنَجَّسَ، إِذَا أَلْقَى ذَلِكَ عَنْ نَفْسِهِ. وَمِثْلُهُ قَوْلُهُ تَعَالَى: فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ مَعْنَاهُ تَنْدَمُونَ، أَيْ تَطْرَحُونَ الْفُكَاهَةَ عَنْ أَنْفُسِكُمْ، وَهِيَ انْبِسَاطُ النُّفُوسِ وَسُرُورُهَا

Perbuatan ini (tahajjud) memiliki kesamaan dengan kata kerja seperti:

تَحَوَّبَ (membersihkan diri dari dosa).

تَحَرَّجَ (menghindari hal haram).

تَأَثَّمَ (menghindari dosa).

تَحَنَّثَ (menghindari perbuatan dosa atau kesalahan).

تَقَذَّرَ (membersihkan diri dari kotoran).

تَنَجَّسَ (menghilangkan kenajisan).

Yaitu apabila dia berusaha membuang sifat-sifat tersebut dari dirinya.

Sama seperti firman Allah:

فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ

“Lalu kalian sibuk saling mencela.” (QS. Al-Waqi’ah: 65)

Maksudnya adalah mereka menyesali perbuatannya, dan membuang segala bentuk kesenangan dan canda tawa dari diri mereka. Itu adalah kelapangan jiwa dan kebahagiaannya.

يُقَالُ: رَجُلٌ فَكِهٌ إِذَا كَانَ كَثِيرَ السُّرُورِ وَالضَّحِكِ. وَالْمَعْنَى فِي الْآيَةِ: وَوَقْتًا مِنَ اللَّيْلِ اسْهَرْ بِهِ فِي صَلَاةٍ وَقِرَاءَةٍ

Dikatakan seseorang itu adalah ‘fakih’ (berbahagia) jika ia banyak bersukacita dan tertawa.

Makna dalam ayat ini adalah: dan gunakanlah waktu di malam hari untuk begadang dalam sholat dan membaca (Al-Qur’an).

— selesai kutipan —

Sehingga makna tahajjud dalam ayat tersebut adalah:

“Bangun di waktu malam untuk sholat dan membaca Al-Qur’an.”

Penafsiran ini menunjukkan bahwa Sholat Tahajud adalah ibadah malam yang sangat khas, dilakukan setelah seseorang tidur terlebih dahulu. Praktiknya mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Penjelasan Makna Sholat Tahajud Oleh Syaikh Dr. Labib Najib

Syaikh Dr. Labib Najib, seorang ulama fikih mazhab Syafi’i, menjelaskan apa itu Sholat Tahajud:

صلاة التهجد، هي: صلاة في الليل بعد نوم، فالصلاة تشمل الفرض، فلو قضى فرضًا بعد نومٍ حصل التهجد، ويحصل التهجد ولو بسنة العشاء، أو الوتر إذا فُعل بعد نومٍ

Artinya: “Salat Tahajud adalah salat pada malam hari setelah bangun tidur, dan salat ini juga mencakup Sholat Fardhu. Jadi seandainya ada orang yang mengqadha Sholat Fardhu (pada malam hari) setelah bangun tidur, maka itu juga dianggap sebagai Sholat Tahajud. Bahkan jika ia mengerjakan Sholat Sunah Rawatib Isya atau Sholat Witir setelah bangun tidur, teranggap telah melakukan Sholat Tahajud. Jadi, jika ada orang yang mengqadha Sholat Fardu pada malam hari setelah bangun tidur, itu juga dianggap sebagai Sholat Tahajud.”

Keutamaan Sholat Tahajud

1. Kebiasaan Penduduk Surga ketika Mereka di Dunia

Rutin mengerjakan Sholat Tahajud adalah salah satu kebiasaan penduduk surga ketika mereka dulunya di dunia.

Allah Ta’ala menceritakan kepada kita tentang kebiasaan Sholat Tahajud ini di dalam al-Quran surat adz-Dzaariyaat ayat 15 – 18:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,”

آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ

“mereka menerima segala pemberian Rabb mereka. Sungguh mereka itu sebelumnya di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik.”

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

“Mereka (penduduk surga) itu (dulunya ketika di dunia) sedikit tidur di waktu malam.”

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

“Pada waktu akhir malam (waktu sahur), mereka memohon ampun kepada Allah.”

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa maksud ayat ini adalah para penghuni surga selalu mengerjakan Sholat Malam walaupun hanya beberapa rakaat.

حدثنا أبو كُرَيب، قال: ثنا ابن يمان، قال: ثنا ابن أبي ليلى، عن المنهال، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس ﴿كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ﴾ قال لم يكن يمضي عليهم ليلة إلا يأخذون منها ولو شيئا

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Tidak ada satu malam pun yang berlalu kecuali mereka mengambil bagian dari malam itu (untuk mengerjakan sholat), meskipun hanya beberapa rakaat.” (Tafsir Ath-Thabari)

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا، أَعَدَّهَا اللَّهُ لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَلَانَ الْكَلَامَ، وَتَابَعَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Allah menyiapkannya bagi orang yang memberi makan, berbicara dengan lembut, terus-menerus berpuasa, dan sholat di malam hari ketika manusia sedang tidur.” (HR. Ahmad)

2. Kebiasaan Orang Saleh, Penghapus dan Pencegah Dosa

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ لِلإِثْمِ

“Hendaklah kalian mengerjakan Sholat Malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, penghapus dosa, dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

3. Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

Sholat Tahajud merupakan salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَىٰ ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Tuhan kita turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Sarana Masuk Surga dengan Selamat

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan (kepada orang yang membutuhkan), sambunglah tali silaturahim, dan sholatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur. Niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

5. Mendapatkan Pujian Allah

Allah Ta’ala berfirman:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidur; mereka selalu berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan penuh harap, serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini:

أي أنهم يقومون لصلاة الليل ويتركون النوم والراحة على الفرش الوطيئة

“Maksudnya, mereka bangun untuk Sholat Malam dan meninggalkan tidur serta kenyamanan tempat tidur yang empuk.” (Tafsir Ibnu Katsir)

6. Mendapat Kesaksian Para Malaikat

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ آخِرَ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ، وَذَلِكَ أَفْضَلُ

“Barang siapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia melaksanakan witir di awal malam. Barang siapa yang berharap bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah ia melaksanakan witir di akhir malam. Karena sholat di akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan itu lebih utama.” (HR. Muslim)

7. Termasuk Sholat Sunnah Terbaik

Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah Sholat Malam.” (HR. Muslim no. 1163)

8. Rahmat Allah untuk Keluarga

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَىٰ نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ

“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam, lalu ia melaksanakan Sholat Tahajud dan membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan bangun, ia memercikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang istri yang bangun malam, lalu ia melaksanakan Sholat Tahajud dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, ia pun memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Dawud dishahihkan oleh Al-Albani)

***

Tata Cara Sholat Tahajud

Ringkasnya, cara Sholat Tahajud adalah sebagai berikut:

1. Niat Sholat Tahajud

Niat cukup di dalam hati tanpa dilafalkan. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Waktu Pelaksanaan

Waktu terbaik untuk melaksanakan Sholat Tahajud adalah sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 02.00 hingga menjelang Subuh. Jika khawatir tidak bangun di waktu ini, Sholat Tahajud boleh dilakukan setelah Sholat Isya.

3. Jumlah Rakaat

Sholat Tahajud dapat dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal tidak dibatasi. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasanya melaksanakan 11 atau 13 rakaat, termasuk witir.

كَانَ يُصَلِّي فِي اللَّيْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam biasa Sholat Malam sebanyak 11 rakaat. Beliau salam setiap 2 rakaat dan menutupnya dengan 1 rakaat witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Bacaan dalam Sholat Tahajud

Pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf ini, beliau bertanya kepada Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang bacaan atau perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai Sholat Tahajud, tatkala beliau bangun di malam hari. Yakni, bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai sholat beliau?

Ibunda Aisyah menjawab bahwa manakala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun di malam hari, beliau memulai Salat Tahajud dengan membaca Doa Iftitah:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيْهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَن تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

ALLAAHUMMA ROBBA JIBROO-IILA WA MIIKAA-IILA WA ISROOFIILA FAATHIROS-SAMAAWAATI WAL ARDH ‘AALIMAL GHOIBI WASY-SYAHAADAH ANTA TAHKUMU BAINA ‘IBAADIKA FIIMA KAANUU FIIHI YAKHTALIFUUN IHDINII LIMAKH-TULIFA FIIHI MINAL HAQQI BI-IDZNIK INNAKA TAHDII MAN TASYAA-U ILAA SHIROOTHIM MUSTAQIIM

Artinya: “Ya Allah, tuhannya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil, Zat Yang menciptakan langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan nyata. Engkaulah hakim bagi hamba-hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan. Dengan izin-Mu, tunjukkan kebenaran padaku dalam perkara yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau Yang memberi petunjuk menuju jalan yang lurus bagi siapa yang Engkau kehendaki.” (HR. Muslim)

Setelah membaca Al-Fatihah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam sering membaca surat panjang seperti Al-Baqarah, An-Nisa, dan Ali Imran.

حَتَّىٰ إِنَّهُ قَدْ قَرَأَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَالنِّسَاءَ فِي رَكْعَةٍ وَاحِدَةٍ

“Hingga beliau membaca surat Al-Baqarah, Ali Imran, dan An-Nisa dalam satu rakaat.” (HR. Muslim no. 772)

***

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah Sholat Tahajud, lanjutkan mengerjakan Sholat Witir sebanyak 3 rakaat atau minimal 1 rakaat. Setelah Sholat Witir, bacalah doa berikut:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS

“Maha Suci Raja yang Maha Suci.”

Dibaca sebanyak tiga kali, dan pada bacaan ketiga dipanjangkan.

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

ROBBIL MALAA-ILATI WAR-RUUH

“Tuhan para malaikat dan Ar-Ruh.” (HR. Abu Daud dan Nasa-i, dishahihkan oleh Al-Albani)

***

Apa Beda Sholat Tahajud dengan Qiyamul Lail?

Qiyamul Lail adalah ketika seseorang menghidupkan waktu malam dengan melaksanakan ibadah apa saja yang disyariatkan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah Qiyamul Lain tersebut tidak hanya Sholat Malam. Bisa jadi dia membaca Al-Quran, berdzikir, dan ibadah-ibadah lainnya.

Untuk melaksanakan Qiyamul Lail tidak mesti harus tidur terlebih dahulu, namun seseorang bisa langsung melaksanakan Qiyamul Lail langsung setelah Sholat Isya, misalnya dengan membaca Al-Quran, berdzikir, atau belajar ilmu agama. Demikian juga, seseorang pun bisa melakukan Qiyamul Lail setelah dia bangun dari tidur. Qiyamul Lail tidak disyaratkan dikerjakan dalam waktu tertentu yang lama. Seseorang yang hanya membaca Al-Quran sebentar pun sudah terhitung Qiyamul Lail.

Dengan demikian, makna Qiyamul Lail lebih umum dibandingkan Sholat Tahajud. Jika seseorang melakukan Sholat Tahajud berarti dia juga melakukan Qiyamul Lail dikarenakan dia sudah menghidupkan malam dengan mengerjakan ibadah dan ketaatan kepada Allah.

***

Apa Beda Sholat Malam dengan Sholat Tahajud?

Sholat Malam adalah sholat yang dilakukan pada waktu malam, mulai dari waktu Isya hingga akhir malam sebelum masuk waktu Sholat Subuh. Sholat Malam ini tentu saja adalah bagian dari Qiyamul Lail. Sholat Malam bisa dilakukan tanpa didahului tidur terlebih dahulu, seperti Sholat Tarawih yang dilakukan langsung setelah Sholat Isya (khusus pada bulan Ramadhan), atau Sholat Malam bisa juga dilakukan setelah bangun dari tidur malam, seperti Sholat Tahajud dan Sholat Witir.

Jadi, Sholat Tahajud merupakan bagian dari Sholat Malam, Sholat Malam bagian dari Qiyamul Lail.

***

Apa Beda Sholat Tahajud dengan Sholat Tarawih?

Ustadz Ammi Nur Baits, pengasuh KonsultasiSyariah.com, ketika beliau ditanya apakah Sholat Tarawih dengan Sholat Tahajud itu sama, sehingga jika seseorang sudah melaksanakan Sholat Tarawih tidak perlu melakukan Sholat Tahajud lagi.

Beliau menjawab dengan mengambil referensi dari Al-Fatawa al-Mukhtarah Thariqul Islam, yaitu ada keterangan dari Syaikh Hamid bin Abdillah al-Ali bahwa Sholat Tahajud dan Sholat Tarawih merupakan bagian dari Qiyamul Lail. Pada zaman Nabi dan para Sahabat, keduanya dinamakan Qiyamul Lail. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang mengerjakan Qiyamul Lail di awal malam, terkadang di tengah malam, atau terkadang di akhir malam. Al-Quran menyebut keduanya dengan menggunakan ungkapan Qiyamul Lail dan Tahajjud. Tidak ada beda dua istilah tersebut dalam Al-Quran.

Kemudian pada masa berikutnya, setelah generasi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kaum muslimin melaksanakan Sholat Malam pada 20 hari pertama di bulan Ramadhan di awal waktu malam (sehabis Sholat Isya), karena waktu ini yang mudah bagi mereka. Mereka menyebut Sholat Malam di awal waktu malam bulan Ramadhan ini dengan nama Sholat Tarawih. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, mereka mengerjakan Sholat Malam di penghujung malam (sepertiga malam yang terakhir menjelang waktu Subuh) dalam rangka mencari Lailatul Qodar, dan mereka menamakan Sholat Malam pada waktu akhir malam ini dengan nama Sholat Tahajud (Lihat: https://konsultasisyariah.com/5901-tahajud-dan-tarawih.html).

Ada banyak ayat Al-Quran dan Hadis Nabi yang menyebutkan tentang keutamaan Sholat Tahajud. Begitupun pula dengan atsar para Sahabat dan para Salafus Sholeh terdahulu. Hal ini menunjukkan Sholat Tahajud memiliki banyak keutamaan.

***

Apa Hukum Sholat Malam?

Sholat Tahajud dan Sholat Witir termasuk Sholat Malam. Mayoritas ulama mengatakan bahwa hukum Sholat Malam adalah Sunnah Muakkadah, yaitu suatu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Di antara dalilnya adalah:

وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ….

“Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah Sholat Malam.” (HR. Muslim, kitab ash-Shiyaam, bab Fadhli Shoumi Muharram, no 1163)

Sholat Tahajud Sebaiknya Jam Berapa?

Waktu Sholat Tahajud dimulai sejak masuknya waktu Isya hingga akhir malam, sebelum masuknya waktu Subuh. Sholat Tahajud dilakukan setelah selesai melaksanakan Sholat Isya, lalu Anda tidur terlebih dahulu, kemudian bangun untuk mengerjakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الله زادكم صلاة فصلوها بين العشاء والفجر

“Sesungguhnya Allah telah memberikan kalian tambahan sholat (yaitu Sholat Witir), maka Sholat Witirlah kalian antara waktu Isya dan Fajar (Subuh).” (HR. Ahmad)

Hadis di atas dijadikan salah satu dalil tentang waktu Sholat Tahajud dikarenakan Sholat Witir merupakan bagian dari Sholat Malam, dan bahkan Sholat Witir adalah penutup Sholat Malam. Sedangkan Sholat Tahajud merupakan Sholat Malam. Jika Anda mengerjakan Sholat Tahajud maka penutup dari Sholat Tahajud Anda adalah Sholat Witir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam kalian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi, sebaiknya kita melaksanakan Sholat Tahajud jam berapa? Anda boleh mengerjakan Sholat Tahajud pada awal malam, pertengahan malam, atau akhir malam, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir pada awal malam, pertengahan, dan akhir malam.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, dengan sanad hasan)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Setiap malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir, sejak awal malam, pertengahan, dan akhir malam, dan Sholat Witir ini berakhir hingga waktu sahur.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Al-Witr, bab Saa’aatil Witr, no. 996)

Jadi, bagusnya Sholat Tahajud jam berapa? Jika Anda ingin melaksanakan Sholat Tahajud pada waktu yang terbaik maka kerjakanlah Sholat Tahajud pada akhir malam. Waktu ini direkomendasikan untuk Anda yang mampu dan yakin bisa bangun pada akhir malam. Hal ini berdasarkan Hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

من خاف أن لا يقوم آخر الليل ، فليوتر أوله، ومن طمع أن يقوم آخره فليوتر آخر الليل، فإن صلاة آخر الليل مشهودة، وذلك أفضل

“Barang siapa yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, maka sebaiknya dia melakukan Sholat Witir pada awal malam. Dan barang siapa yang sangat berkeinginan untuk bangun pada akhir malam, maka hendaknya dia mengerjakan Sholat Witir pada akhir malam, karena Sholat Witir pada akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan (Sholat Witir pada akhir malam) itu lebih baik.” (HR. Muslim dalam kitab Sholaatil Musaafiriin, bab Man Khoofa an Laa Yaquuma min Aakhiril Laili fal Yuutir Awwalahu, no. 755)

***

Bagaimana Cara Sholat Tahajud Nabi?

Jumlah rakaat Sholat Tahajud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada beberapa macam. Imam Ibnul Qoyyim menulis tentang cara Sholat Tahajud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kitab beliau Zaadul Ma’ad (I/329). Berikut ini beberapa cara Sholat Tahajud yang dicontohkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Pertama:

Cara Tahajud Nabi yang diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun pada malam hari. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu shalat 2 rakaat dengan memperlama berdiri, memperlama rukuk, dan memperlama sujud.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi tidur kembali hingga meniup-niup (maksudnya adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa terlebih dahulu sebelum tidur. Dan do’a sebelum tidur sebagaimana yang kita tahu adalah diakhiri dengan meniup-niup, insya Allah nanti akan kita bahas pada kesempatan yang lainnya)

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan itu sebanyak 3 kali dengan 6 rakaat.

Pada setiap kalinya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak dan berwudhu.

Dalam bacaan sholat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Ali Imran ayat 190 hingga akhir surat, yaitu mulai dari ayat:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir 3 rakaat. (HR. Muslim no. 763)

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Kedua:

Cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kedua ini diceritakan oleh ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai Sholat Tahajud beliau dengan 2 rakaat yang pendek. Beliau Sholat Tahajud setiap 2 rakaat langsung salam. Kemudian beliau menyempurnakan Sholat Tahajud tersebut hingga 11 rakaat. Kemudian terakhir beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Witir 1 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Ketiga:

Sama dengan cara yang kedua di atas, namun beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan sebanyak 13 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Keempat:

Cara ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qoshrihaa, bab Sholaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy shallallahu ‘alaihi wa sallam, no. 738:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Tahajud 8 rakaat, dengan salam setiap 2 rakaat. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam Sholat Witir sebanyak 5 rakaat sekaligus tanpa duduk, lalu salam pada rakaat terakhir.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Kelima:

Cara ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Sholaatul Musaafiriin wa Qoshrihaa, bab Sholaatil Laili wa ‘Adadu Raka’aatin Nabiy shallallahu ‘alaihi wa sallam, no. 746:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Tahajud 9 rakaat, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya secara bersambung pada 8 rakaat, beliau kemudian duduk (yaitu duduk tasyahud awal) pada rakaat yang ke-8. Pada rakaat ke-8 ini beliau duduk berdzikir kepada Allah, memuji Allah, dan berdoa kepada Allah.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun tanpa salam dan meneruskan rakaat yang ke-9. Pada rakaat yang ke-9 ini beliau duduk (yaitu duduk tasyahud akhir), membaca tasyahud dan salam.

Setelah salam beliau sholat kembali sebanyak 2 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Keenam:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat 7 rakaat. Pada 6 rakaat awal beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya secara bersambung, beliau kemudian duduk (yaitu duduk tasyahud awal) pada rakaat yang ke-6. Pada rakaat ke-6 ini beliau duduk berdzikir kepada Allah, memuji Allah, dan berdoa kepada Allah.

Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun tanpa salam dan meneruskan rakaat yang ke-7. Pada rakaat yang ke-7 ini beliau duduk (yaitu duduk tasyahud akhir), membaca tasyahud dan salam.

Setelah salam beliau sholat kembali sebanyak 2 rakaat.

Cara Sholat Tahajud Nabi yang Ketujuh:

Cara Sholat Tahajud Nabi ini diriwayatkan dalam HR. Ahmad, dalam kitab Musnad beliau, no. 24697:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat 2 rakaat salam, 2 rakaat salam.

Beliau melakukan Sholat Witir 3 rakaat sekaligus, dan salam pada rakaat yang terakhir.

***

Kesimpulan Tata Cara Sholat Tahajud Nabi

Untuk memudahkan Anda memahami 7 cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, berikut ini saya simpulkan poin-poin pentingnya:

Pertama:
Jumlah rakaat Sholat Tahajud yang dianjurkan adalah 11 rakaat hingga 13 rakaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan Sholat Malam 11 – 13 rakaat.

13 rakaat berdasarkan dalil dari Hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut ini:

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan Sholat Malam 13 raka’at. “ (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764)

Juga berdasarkan Hadis shahih yang diriwayatkan oleh ibunda kita, Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلّ الله عليه و سلّم يُصَلىِّ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ – وَ هِيَ الَّتِي يَدْعُوْ النَّاسُ الْعَتَمَةَ – إِلىَ الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلَّمُ بَيْنَ كُلّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Sholat Malam setelah Sholat Isya hingga waktu fajar sebanyak 11 rakaat. Beliau melakukan salam setiap 2 rakaat dan beliau melakukan witir satu rakaat.” (HR. Muslim)

Kedua:
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali Sholat Tahajud dengan 2 rakaat yang ringan terlebih dahulu.

Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan Sholat Malam, beliau mulai terlebih dahulu dengan mengerjakan sholat dua rakaat yang ringan terlebih dahulu.” (HR. Muslim no. 767)

Ketiga:
Berdiri lama dalam Sholat Tahajud.

Ini adalah salah satu tata cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan Sholat Tahajud, yaitu berdiri lama dalam sholat. Salah satunya adalah dikarenakan bacaan beliau yang panjang dan khusyuk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوت

“Sholat yang paling baik adalah yang paling lama berdirinya.” (HR. Muslim)

***

Cara Sholat Tahajud untuk Pemula

Bagi Anda yang belum terbiasa melakukan Sholat Tahajud. Ada satu cara memulai Sholat Tahajud yang ringan, yaitu merutinkan Sholat Witir sebanyak 3 rakaat. Ini dalam rangka membiasakan diri mengerjakan Sholat Malam. Berikut ini 3 caranya:

Cara pertama: Dikerjakan sekaligus 3 rakaat, salam pada rakaat terakhir.

Dalilnya adalah Hadis Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang hendak witir 3 rakaat, silakan…” (HR. Abu Daud)

Cara kedua: 2 rakaat kemudian salam, kemudian sholat kembali 1 rakaat, dan salam.

Dalil cara Sholat Tahajud di atas adalah Hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menceritakan witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang 3 rakaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memisahkan antara rakaat genap dan rakaat ganjil dengan salam yang beliau keraskan agar kita dengar.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Anda rutinkan Sholat Witir ini dengan konsisten. Insya Allah itu yang terbaik untuk Anda. Ini adalah salah satu cara membiasakan Sholat Malam.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai Allah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab,

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“(Amalan yang dicintai Allah) adalah amalan yang rutin, walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

sholat tahajud amalan yang dicintai allah

Cara Ketiga: Sholat Witir satu rakaat.

Jika Sholat Witir 3 rakaat di atas masih terlalu berat bagi Anda, maka cukup mulai dan rutinkan Sholat Witir 1 rakaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Sholat Witir satu rakaat ini:

ومن أحب أن يوتر بواحدة فليفعل

“Siapa saja yang ingin mengerjakan Sholat Witir satu rakaat maka silakan dia kerjakan.” (HR. Abu Daud dalam kitab Sunannya, kitab ash-Sholaah, bab Kamil Witr, no. 1422)

Apabila Anda sulit bangun di akhir malam, maka Anda boleh Sholat Witir satu rakaat di awal malam, sebelum tidur atau setelah melaksanakan Sholat Isya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malammu.” (Muttafaqun ‘alaihi)

cara sholat tahajud sholat witir

Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Melaksanakan Sholat Witir?

Jika Anda sebelum tidur sudah melaksanakan Sholat Witir, namun di akhir malam Anda bangun dan ingin melaksanakan Sholat Tahajud, maka Anda boleh melaksanakan Sholat Tahajud, namun tanpa ditutup dengan Sholat Witir karena Anda sebelumnya sudah melaksanakan Sholat Witir.

Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

“Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Ahmad: 15704, Abu Daud: 1227, Nasa’i: 1661, dan Tirmidzi: 432; dinilai shahih oleh Ibnu Hibban)

***

Sifat Bacaan Sholat Tahajud

Dalam Sholat Tahajud tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan (setelah membaca Al-Fatihah). Namun, jika kita ingin mencontoh teladan kita, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beginilah gambaran Sholat Malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Sholat Tahajud Nabi shallallahu’alaihi wa sallam panjang dan khusyuk

Syaikh al-Albani dalam buku Shifatu Sholaatin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, minat Takbiir ilat Tasliim Ka-annaka Taroohaa atau yang biasa kita kenal dengan buku Sifat Sholat Nabi, beliau Syaikh al-Albani menulis bahwa terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan bacaannya dan terkadang melirihkan. Terkadang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Al-Quran yang pendek dan terkadang membaca surah yang panjang, dan bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca surah yang sangat panjang sehingga Abdullah bin Mas’ud mengatakan:

صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ليلة فلم يزل قائما حتى هممت بأمر سوء قلنا وما هممت قال هممت أن أقعد وأذر النبي صلى الله عليه وسلم

“Saya pernah Sholat Malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri sangat lama, sampai-sampai saya bermaksud melakukan sesuatu yang tidak baik.” Ada yang bertanya, “Apa maksudmu melakukan yang tidak baik itu?” Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Saya bermaksud duduk dan meninggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hudzaifah bin Yaman berkata:

صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ذات ليلة، فافتتح البقرة، فقلت يركع عند المائة، ثم مضى فقلت يصلي بها في ركعة، فمضى فقلت يركع بها، ثم افتتح النساء فقرأها، ثم افتتح آل عمران فقرأها يقرأ مترسلاً إذا مر بآية فيها تسبيح سبح، وإذا مر بسؤال سأل، وإذا مر بتعوذ تعوذ، ثم ركع فجعل يقول: سبحان ربي العظيم فكان ركوعه نحوا من قيامه ثم قال: سمع الله لمن حمده، ربنا لك الحمد ثم قام قياماً طويلاً قريباً مما ركع، ثم سجد فقال: سبحان ربي الأعلى فكان سجوده قريباً من قيامه رواه مسلم

“Pada suatu malam, saya Sholat Malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau membaca surah Al-Baqarah. Saya menduga mungkin Nabi akan rukuk pada ayat ke-100, namun Nabi tetap melanjutkan bacaannya. Saya menduga lagi bahwa beliau membaca Al-Baqarah untuk 2 rakaat, namun Nabi tetap melanjutkan bacaannya. Saya menduga lagi mungkin Nabi akan rukuk setelah membaca surah al-Baqarah, namun Nabi melanjutkan membaca surah An-Nisa sampai selesai. Beliau kemudian membaca surah Ali Imran. Beliau membaca dengan lambat. Apabila beliau bertemu dengan ayat tasbih maka beliau bertasbih. Apabila beliau bertemu dengan ayat yang mengandung doa maka beliau berdoa. Apabila beliau bertemu dengan ayat ta’awwudz maka beliau memohon perlindungan kepada Allah, kemudian beliau rukuk dan mengucapkan ‘SUBHAANA ROBBIYAL ‘ADZHIIM’. Lamanya beliau rukuk sama dengan lama berdirinya beliau. Kemudian beliau (bangkit dari rukuk) mengucapkan ‘SAMI-ALLAHU LIMAN HAMIDAH, ROBBANAA LAKAL HAMD’. Kemudian beliau berdiri lagi dengan berdiri yang lama, sama dengan lama beliau ketika rukuk. Kemudian beliau sujud, beliau mengucapkan (dalam sujud beliau) ‘SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA. Lamanya sujud beliau sama mendekati lama waktunya berdiri beliau.” (HR. Muslim)

Dua Hadis di atas menggambarkan Sholat Tahajud Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika Anda mampu meniru persis tata cara Sholat Tahajud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka itu lebih baik tentunya. Namun ini tidak wajib bagi kita. Sebaiknya kerjakan ibadah sesuai dengan kemampuan kita, yang terpenting adalah ibadah yang rutin dan konsisten, walaupun hanya sedikit, sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

“(Amalan yang dicintai Allah) adalah amalan yang rutin, walaupun sedikit.” (HR. Muslim no. 782)

***

Bacaan Sholat Witir

Sholat Witir sebagai penutup Sholat Malam Anda. Sholat Witir dikerjakan setelah Anda selesai mengerjakan Sholat Tahajud. Bacaan Sholat Witir yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah membaca Al-Fatihah) adalah:

Pada rakaat pertama: membaca surah al-A’laa (yaitu: SABBIHIS MAROBBIKAL A’LAA dan seterusnya).

Pada rakaat kedua: membaca surah al-Kafiruun (yaitu: QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN dan seterusnya).

Pada rakaat ketiga: membaca surah al-Ikhlas (yaitu: QUL HUWALLAHU AHAD dan seterusnya).

Praktek bacaan 3 surah di atas sering kali kita lihat pada pelaksanaan Sholat Tarawih di bulan Ramadhan. Anda pasti ingat, ya kan?

Dalilnya adalah Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau ditanya tentang Sholat Witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata,

كَانَ يَقْرَأُ فِي الْأُولَى بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ، وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ، وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca SABBIHIS MAROBBIKAL A’LAA (surah al-A’laa) pada rakaat pertama, dan membaca QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN (surah al-Kafiruun) pada rakaat kedua, dan membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surah al-Ikhlas) beserta surah al-Falaq dan an-Naas pada rakaat ketiga.” (HR. At-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya, dalam kitab ash-Sholaah, bab Maa Jaa-a fiima Yaqro-u fil Witr, no. 462)

***

Apa Bacaan Qunut dalam Sholat Witir?

Bacaan qunut dalam Sholat Witir tidak wajib. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca qunut pada setiap kali Sholat Witir. Para Sahabat, Tabi’in (generasi setelah Sahabat Nabi) juga pernah meninggalkan qunut selama satu tahun. Ini menunjukkan bahwa membaca qunut dalam Sholat Witir tidak wajib. Bacaan qunut dalam Sholat Witir dibaca pada rakaat terakhir, dibaca setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah setelahnya, sebelum rukuk, sebagaimana juga sah dilakukan setelah bangun dari rukuk (pada posisi i’tidal).

Dalilnya adalah Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah ditanya mengenai hal ini, lalu beliau menjawab, “Kami melakukannya sebelum dan sesudah rukuk.” (HR. Ibnu Majah)

Bacaan Qunut dalam Sholat Witir ini dapat Anda lihat pada video di bawah ini:

***

VIDEO TATA CARA SHOLAT TAHAJUD

***


REFERENSI ARTIKEL TATA CARA SHOLAT TAHAJUD

  • https://islamqa.info/id/52875
  • https://tafsir.app/qurtubi/17/79
  • https://tafsir.app/tabari/51/19
  • https://konsultasisyariah.com/1855-bolehkah-mengerjakan-2-sholat-witir.html
  • https://rumaysho.com/550-di-balik-amalan-yang-sedikit-namun-kontinu.html
  • http://www.binbaz.org.sa/noor/6523
  • http://www.binbaz.org.sa/noor/11462
  • https://saaid.net/rasael/97.htm
  • https://islamqa.info/ar/52875
  • http://www.khaledalsabt.com/cnt/dros/2487
  • https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html
  • https://rumaysho.com/472-setelah-shalat-witir-bolehkah-shalat-sunnah-lagi.html
  • https://konsultasisyariah.com/5901-tahajud-dan-tarawih.html
  • https://konsultasisyariah.com/29289-batas-akhir-waktu-shalat-isya.html
  • https://muslim.or.id/111-tata-cara-shalat-malam-dan-witir-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html
  • https://islamqa.info/ar/143240
  • http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1008
  • -https://islamqa.info/ar/3749
  • -https://islamqa.info/ar/50070
  • https://almanhaj.or.id/4066-amal-amal-yang-dapat-memasukan-manusia-ke-surga-dengan-selamat.html
  • http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=272872
  • https://muslimafiyah.com/perbedaan-qiyamul-lail-shalat-malam-shalat-witir-dan-shalat-tarawih.html
  • https://rumaysho.com/13929-qiyamul-lail-shalat-tahajud-dan-shalat-malam.html
  • https://www.youtube.com/watch?v=TGKYxghCjs8&feature=share
  • https://islamqa.info/ar/112638
  • https://konsultasisyariah.com/18087-sholat-tahajud-tanpa-tidur-dulu.html
  • http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=53&ID=2190
  • Buku Panduan Lengkap Shalat Tahajjud, Muhammad bin Su’ud al-Arifi, Pustaka Ibnu Katsir, 2010
  • Buku Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, 2000

Waktu Shalat Dhuha Mulai Jam Berapa?

Waktu Shalat Dhuha yang baik dan sesuai sunnah mulai pukul berapa dan sampai jam berapa? Bagaimana niat Shalat Dhuha, bacaan Shalat Dhuha, dan tata caranya? Insya Allah akan saya bahas di sini.

***

Waktu Shalat Dhuha Mulai Jam Berapa?

Waktu Shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan meninggi setinggi tombak (kurang lebih setara dengan dua meter dalam pandangan kita). Berdasarkan penjelasan para ulama, waktu ini kira-kira 15 menit setelah matahari terbit.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan: “Awal waktu Shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat, yaitu sekitar 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarah al-Arba’in an-Nawawiyah, hal. 289)

Waktu Shalat Dhuha berakhir ketika matahari mendekati posisi tengah langit (sebelum masuk waktu Shalat Dzuhur).

waktu sholat dhuha jam berapa


Waktu dimulainya Shalat Dhuha didasarkan pada hadis dari ’Amr bin ’Abasah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Kerjakanlah Shalat Subuh, kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit dan meninggi. Sebab, ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, dan saat itu orang-orang kafir sedang bersujud kepadanya.” (HR. Muslim no. 832, lihat Minhatul ’Allam, 3:347)

Berdasarkan hadis ini, waktu Shalat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan meninggi sekitar 15 menit, yaitu ketika sudah keluar dari waktu yang dilarang untuk shalat.

waktu sholat dhuha

***

Waspada Waktu Terlarang Melakukan Shalat!

Mengapa Harus Menunggu 15 Menit Setelah Matahari Terbit?

Kita dianjurkan menunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit sebelum melaksanakan Shalat Dhuha. Hal ini dilakukan agar tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ’anhu, beliau berkata:

ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا: حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ، وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ.

“Ada tiga waktu di mana Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat atau menguburkan jenazah: (1) ketika matahari terbit hingga meninggi, (2) ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya hingga matahari tergelincir, dan (3) ketika matahari condong hendak tenggelam hingga benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 831)

 

Oleh karena itu, sebaiknya tunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit, hingga matahari meninggi setinggi tombak (kira-kira setara dengan dua meter dalam pandangan kita), sebelum melaksanakan Shalat Dhuha.

Agar lebih aman, sebaiknya Anda melaksanakan Shalat Dhuha sekitar 20 menit setelah matahari terbit. Tambahkan 5 menit dari estimasi 15 menit setelah terbitnya matahari, sebagai langkah berjaga-jaga agar tidak mendekati waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.

***

Bagaimana Cara Mengetahui Kapan Matahari Terbit?

Cara praktis untuk mengetahui kapan matahari sudah terbit adalah dengan menggunakan jadwal shalat. Biasanya, waktu terbit matahari tercantum dalam jadwal shalat harian. Anda hanya perlu menambah sekitar 15–20 menit dari waktu terbit tersebut untuk memastikan bahwa matahari sudah cukup tinggi sebelum melaksanakan Shalat Dhuha.

Baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih detail caranya!

***

Waktu Terbaik Mengerjakan Shalat Dhuha

Kapan Waktu Terbaik untuk Mengerjakan Shalat Dhuha?

Waktu terbaik untuk mengerjakan Shalat Dhuha adalah di akhir waktu dhuha, yaitu ketika matahari sudah mulai terik, menjelang waktu Dzuhur.

Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan dari Al-Qasim As-Syaibani, tatkala Zaid bin Arqam radhiyallahu ’anhu melihat sekelompok orang mengerjakan Shalat Dhuha. Beliau berkata:

“Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sungguh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bersabda:

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

‘Shalatnya para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.’” (HR. Muslim no. 748)

Dalam hadis ini, shalat para Awwabin yang dimaksud adalah Shalat Dhuha. Kata Awwabin sendiri berarti orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan taat dan penuh penyesalan atas dosa-dosa mereka.

Dengan melaksanakan Shalat Dhuha di waktu terbaik ini, semoga kita termasuk golongan Awwabin yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.

waktu sholat dhuha yang baik

***

Cara Praktis Menentukan Waktu Terbaik Shalat Dhuha

Cara praktis untuk menentukan waktu terbaik Shalat Dhuha adalah dengan melihat jadwal Shalat Dzuhur. Kurangi waktu dzuhur tersebut sekitar 20 menit, karena itu adalah batas akhir waktu Shalat Dhuha.

Sebaiknya, kerjakan Shalat Dhuha sedikit lebih awal sebelum mendekati batas waktu tersebut, agar tidak tergesa-gesa dan tetap memiliki kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah.

***

Waktu-Waktu Terlarang Mengerjakan Shalat

Sebagai pengetahuan tambahan, berikut ini adalah waktu-waktu terlarang mengerjakan shalat. Terkait dengan pembahasan kita tentang waktu Shalat Dhuha, waspadailah waktu terlarang yang no. 2 dan 3:

1. Waktu Terlarang Pertama: Dari setelah shalat Subuh hingga matahari terbit.

2. Waktu Terlarang Kedua: Setelah matahari terbit hingga matahari meninggi setinggi tombak, atau sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.

3. Waktu Terlarang Ketiga: Ketika matahari berada tepat di atas kepala, tidak condong ke timur atau barat, hingga matahari tergelincir ke barat. Waspadai waktu ini kira-kira sekitar 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur.

4. Waktu Terlarang Keempat: Dari setelah selesai Shalat Ashar hingga matahari mulai tenggelam.

5. Waktu Terlarang Kelima: Dari saat matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna.

(Lihat Minhah al-‘Allam fii Syarh Bulugh al-Maram, 2:205. Dikutip dari tulisan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal: Rumaysho.com)

***

Cara Praktis Mengetahui Waktu Shalat Dhuha dengan Jadwal Shalat

Berikut revisi teks Anda agar lebih santai, mengalir, dan rapi sesuai EYD:

Jam Berapa Tepatnya Waktu Shalat Dhuha?

Sebagian pembaca mungkin bertanya, “Jam berapa sih tepatnya waktu Shalat Dhuha?”

Tentu saja, tidak ada angka pasti atau mutlak untuk waktu ini karena setiap daerah dan negara memiliki perbedaan waktu. Misalnya, Anda yang tinggal di wilayah Waktu Indonesia Barat (WIB) tentu akan berbeda dengan mereka yang berada di wilayah Waktu Indonesia Timur (WIT), apalagi jika Anda tinggal di luar negeri.

Namun, ada cara praktis untuk menentukan waktu masuknya Shalat Dhuha, yaitu dengan menggunakan jadwal shalat. Saat ini, banyak sumber yang menyediakan jadwal shalat yang bisa diakses dengan mudah, seperti:

Anda dapat menggunakan jadwal shalat ini sebagai acuan untuk menentukan waktu Shalat Dhuha.

Cara Praktis Menentukan Waktu Shalat Dhuha

Mari kita coba mempraktikkan cara menentukan waktu terbaik melaksanakan shalat Dhuha menggunakan jadwal shalat di bawah ini:

Contoh Penentuan Waktu Shalat Dhuha

Misalnya, Anda tinggal di Yogyakarta, dan sekarang tanggal 11 Juli 2016. Untuk menentukan waktu terbaik melaksanakan Shalat Dhuha, Anda dapat melihat jadwal shalat pada tabel tanggal tersebut.

Pada kolom “Dzuhur”, waktu Shalat Dzuhur tercatat pukul 11:46. Karena waktu terbaik Shalat Dhuha adalah sebelum masuknya waktu dzuhur, Anda dapat mengurangi 20 menit dari waktu tersebut. Hasilnya adalah sekitar pukul 11:26.

Jika Anda ingin melaksanakan Shalat Dhuha pada pukul 11:26, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sekitar 15 menit sebelumnya, yaitu mulai pukul 11:11. Gunakan waktu tersebut untuk berwudhu dan melakukan persiapan lainnya, sehingga Anda dapat melaksanakan Shalat Dhuha dengan khusyuk dan tenang.

Perhatikan Batas Waktu dan Rencanakan Jumlah Rakaat

Jika Anda memilih waktu mendekati akhir shalat Dhuha, misalnya pukul 11:26, maka Anda hanya memiliki waktu kurang dari 5 menit sebelum memasuki waktu terlarang shalat (yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur).

Dengan waktu yang terbatas ini, Anda perlu merencanakan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Jika Anda berencana melaksanakan shalat Dhuha dengan lebih dari 2 rakaat, maka sebaiknya mulailah lebih awal agar tetap memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan shalat dengan tenang dan khusyuk.

Merencanakan waktu dan jumlah rakaat sebelumnya akan membantu Anda menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah Anda.

Perhatikan Batas Waktu dan Rencanakan Jumlah Rakaat

Jika Anda memilih waktu mendekati akhir Shalat Dhuha, misalnya pukul 11:26, maka Anda hanya memiliki waktu kurang dari 5 menit sebelum memasuki waktu terlarang shalat (yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur).

Dengan waktu yang terbatas ini, Anda perlu merencanakan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Jika Anda berencana melaksanakan Shalat Dhuha dengan lebih dari 2 rakaat, maka sebaiknya mulailah lebih awal agar tetap memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan shalat dengan tenang dan khusyuk.

Merencanakan waktu dan jumlah rakaat sebelumnya akan membantu Anda menghindari waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah Anda.

***

sholat dhuha berapa rakaat

Berapa Jumlah Rakaat Shalat Dhuha?

Shalat Dhuha memiliki jumlah rakaat minimal dua rakaat. Hal ini didasarkan pada hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, yang berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Sahabatku terkasih (Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat: berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan dua rakaat Shalat Dhuha, dan mengerjakan Shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa melaksanakan dua rakaat Shalat Dhuha adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.

***

Dalil Lain tentang Shalat Dhuha 2 Rakaat

Dalil lain yang menunjukkan keutamaan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat adalah hadis berikut:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ: فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi hari, ada kewajiban sedekah untuk setiap ruas persendian tulang kalian. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) adalah sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dan nahi munkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Semua itu dapat tercukupi dengan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim no. 720)

Hadis ini menunjukkan bahwa Shalat Dhuha dua rakaat memiliki nilai yang besar, setara dengan sedekah untuk setiap ruas persendian kita. Ini adalah bentuk ibadah yang mudah dilakukan, tetapi pahalanya sangat besar di sisi Allah Ta’ala.

***

Berapa Maksimal Rakaat Shalat Dhuha?

Jumlah rakaat Shalat Dhuha tidak dibatasi berapa jumlah maksimalnya. Dalilnya adalah berdasarkan Hadis berikut:

مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى صَلاَةَ الضُّحَى قَالَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ

Mu’adzah pernah bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang berapa jumlah rakaat Shalat Dhuha yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? ‘Aisyah menjawab, “Empat rakaat dan beliau tambahkan sesuka beliau.” (HR. Muslim no. 719)

***

Bagaimana Cara Shalat Dhuha 4 Rakaat atau Lebih?

Jika Anda ingin melaksanakan Shalat Dhuha lebih dari dua rakaat, cara melakukannya adalah dengan mengerjakan dua rakaat kemudian salam, lalu melanjutkan dua rakaat berikutnya dengan cara yang sama, dan seterusnya.

*** 

Niat Shalat Dhuha

niat sholat dhuha

Apa Niat Shalat Dhuha?

Setiap ibadah tentu harus didahului dengan niat, termasuk Shalat Dhuha. Namun, terkait Shalat Dhuha—dan juga shalat lainnya—tidak ada bacaan khusus untuk melafalkan niat. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tidak pernah melafalkan niat dalam shalat beliau.

Niat Shalat Dhuha cukup dilakukan dalam hati saja, dengan tujuan melaksanakan Shalat Dhuha karena Allah Ta’ala. Berdirilah tegak dengan khusyuk, mulailah shalat dengan takbiratul ihram, yaitu membaca: Allaahu Akbar, seperti halnya shalat pada umumnya.

Cara ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, yang menekankan bahwa niat adalah amalan hati, bukan lisan.

 

***

Bacaan Shalat Dhuha

Bacaan dalam Shalat Dhuha sama seperti bacaan pada shalat fardhu. Tidak ada bacaan khusus setelah membaca surah Al-Fatihah. Anda dapat memilih surah mana saja yang dihafal atau disenangi untuk dibaca setelah Al-Fatihah.

Jika ingin memahami lebih lanjut, Anda dapat membaca dua artikel menarik berikut:

***

keutamaan shalat dhuha

Khasiat, Manfaat, dan Keutamaan Shalat Dhuha

Berikut revisi teks Anda agar lebih rapi, santai, dan mengalir:

Khasiat, Manfaat, dan Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang luar biasa. Beberapa di antaranya adalah:

1. Termasuk Wasiat Nabi kepada Umat Islam

Shalat Dhuha adalah salah satu dari tiga wasiat yang Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berikan kepada umatnya. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu:

“Sahabatku terkasih (Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat Shalat Dhuha, dan melakukan Shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Meskipun Shalat Dhuha adalah wasiat penting Rasulullah, hukumnya tetap sunnah dan sangat dianjurkan untuk dirutinkan.

2. Merupakan Sedekah untuk Seluruh Persendian Manusia

Seluruh ruas tulang persendian kita wajib disedekahkan setiap hari. Sedekah ini dapat berupa bacaan tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (laa ilaha illallah), dan takbir (Allahu akbar), serta amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran).

Namun, semua kewajiban sedekah ini dapat tercukupi dengan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap pagi hari ada kewajiban sedekah setiap ruas persendian tulang kalian. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf dan nahi munkar juga adalah sedekah. Semua itu dapat tercukupi dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim no. 720)

3. Memudahkan Urusan di Akhir Siang

Dengan izin Allah, melaksanakan Shalat Dhuha dapat memudahkan urusan orang yang mengamalkannya. Sebagaimana dalam hadis dari Nu’aim bin Hammar al-Ghothofaniy, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.’” (HR. Ahmad 5/286)

4. Shalatnya Ahli Taubat

Shalat Dhuha juga dikenal sebagai shalatnya orang-orang yang bertaubat (Ahli Awwabin). Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim)

Dua ulama besar, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahumallah, menjelaskan bahwa shalat yang dimaksud dalam hadis ini adalah Shalat Dhuha.

Semoga keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi untuk kita rutin mengamalkan shalat Dhuha dalam keseharian.

***

KESIMPULAN RINGKAS WAKTU SHALAT DHUHA

  1. Waktu Shalat Dhuha dimulai lebih kurang 15 menit setelah matahari terbit. Namun, sebaiknya Anda melakukan Shalat Dhuha setelah 20 menit dari waktu terbitnya matahari. Ini dalam rangka berjaga-jaga agar tidak persis mendekati waktu terlarangnya shalat.
  2. Waktu yang paling baik untuk mengerjakan Shalat Dhuha adalah pada akhir dari waktu Dhuha. Cara praktis menentukan waktu Shalat Dhuha yang terbaik ini adalah waktu Shalat Dzuhur dikurangi kira-kira 20 menit. Dan ini batas waktu mendekati berakhirnya waktu Shalat Dhuha. Ini berarti waktu Anda hanya kurang dari 5 menit untuk melaksanakan Shalat Dhuha (agar tidak bertabrakan dengan WAKTU TERLARANG SHALAT, yaitu 15 menit sebelum masuk waktu Shalat Dzuhur). Dengan kisaran waktu ini, sebelumnya Anda sudah mesti merencanakan berapa rakaat Shalat Dhuha yang bisa Anda kerjakan selama kurang dari 5 menit tersebut. Jika Anda merencanakan melaksanakan Shalat Dhuha dalam rakaat yang banyak (lebih dari 2 rakaat) maka Anda bisa rencanakan waktunya lebih awal lagi.
  3. Setiap wilayah pada zona waktu yang berbeda memiliki perbedaan waktu. Oleh karena itu masuk dan berakhirnya waktu dhuha berbeda pada setiap zona waktu.
  4. Cara praktis mengetahui masuk dan berakhirnya waktu Shalat Dhuha di wilayah domisili Anda adalah dengan menggunakan aplikasi jadwal shalat di website lembaga resmi (seperti kemenag: https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat) atau menggunakan berbagai aplikasi jadwal shalat yang tersedia di Google Play (Android) atau Apple App Store.
batas waktu sholat dhuha

 ***

Semoga tulisan tentang waktu Shalat Dhuha ini bermanfaat untuk saya dan Anda.

***

*) Update terbaru artikel waktu Shalat Dhuha ini pada 19 Desember 2024.

***

Referensi waktu Shalat Dhuha dan Tata Cara Shalat Dhuha:

  1. https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html
  2. https://konsultasisyariah.com/11468-surat-yang-dibaca-ketika-shalat-dhuha.html
  3. https://konsultasisyariah.com/21925-waktu-sholat-dhuha.html
  4. https://konsultasisyariah.com/58-shalat-dhuha-keutamaan-dan-bacaan-di-dalamnya.html
  5. https://konsultasisyariah.com/8758-rakaat-shalat-dhuha.html
  6. https://konsultasisyariah.com/1228-kapankah-waktu-sholat-dhuha.html
  7. https://rumaysho.com/708-shalat-dhuha-yang-begitu-menajubkan.html
  8. https://rumaysho.com/3329-niat-shalat-dhuha.html
  9. https://rumaysho.com/1007-apakah-ada-bacaan-surat-tertentu-dalam-shalat-dhuha.html
  10. https://rumaysho.com/9488-waktu-shalat-dhuha.html
  11. https://konsultasisyariah.com/1386-kapan-waktu-terlarang-untuk-sholat.html
  12. https://rumaysho.com/15797-lima-waktu-terlarang-shalat.html
  13. https://rumaysho.com/863-lakukanlah-puasa-sunnah-minimal-sebulan-3-kali.html

Cara Sholat Jenazah Lengkap (VIDEO)

Cara sholat jenazah singkat & lengkap, gerakan dan bacaannya, untuk laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga dewasa, mulai dari takbir ke-1 hingga takbir ke-4

Tata cara sholat jenazah pada video ini simpel, ringkas, dan lengkap. Mudah dipelajari dan mudah pula diamalkan. Monggo, silakan ditonton dulu…

***

Ringkasan cara sholat jenazah

  1. Takbiratul ihram (Takbir ke-1).
  2. Membaca ta’awudz (أَعُوّْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ) kemudian membaca basmalah. Tidak perlu membaca istiftah.
  3. Membaca Al-Fatihah.
  4. Takbir ke-2
  5. Membaca shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sama seperti membaca shalawat pada tasyahud akhir dalam shalat fardhu.
  6. Takbir ke-3
  7. Membaca do’a untuk mayit (silakan lihat bacaan do’a sholat jenazah di bawah ini).
  8. Takbir ke-4
  9. Berhenti sejenak, lalu salam ke arah kanan dengan satu kali salam.

***

Di antara bentuk doa untuk jenazah (lihat urutan ke-7 di atas)

Do’a untuk jenazah laki-laki

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

ALLAHUMMAGHFIRLAHU WAR HAMHU, WA ‘AAFIHI WA’FU ‘ANHU, WA AKRIM NUZULAHU, WAWASSI’ MADKHOLAHU, WAGHSILHU BILMAA-I WAST-TSALJI WALBAROD, WA NAQQIHI MINADZUNUUBI WAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS SAUBUL ABYADHU MINAD DANAS, WA ABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAARIHI, WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHI, WA ADKHILHUL JANNAH, WA A-‘IDHU MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN ‘ADZAABIN NAAR, WAFSAH LAHU FII QOBRIHI, WA NAWWIR LAHU FIIHI

“Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)

***

Do’a untuk jenazah perempuan

Diganti kata gantinya (Dhomir) menjadi HA, HU menjadi HA. HI menjadi HA.

ALLAHUMMAGHFIRLAHA WAR HAMHA, WA ‘AAFIHA WA’FU ‘ANHA, WA AKRIM NUZULAHA, WAWASSI’ MADKHOLAHA, WAGHSILHA BILMAA-I WAST-TSALJI WALBAROD, WA NAQQIHA MINADZUNUUBI WAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS SAUBUL ABYADHU MINAD DANAS, WA ABDILHA DAARON KHOIRON MIN DAARIHA, WA ZAUJAN KHOIRON MIN ZAUJIHA, WA ADKHILHAL JANNAH, WA A-‘IDHA MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN ‘ADZAABIN NAAR, WAFSAH LAHA FII QOBRIHA, WA NAWWIR LAHA FIIHI

***

Do’a khusus untuk jenazah anak kecil

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا

ALLAHUMMAJ-‘ALHU LANAA FAROTHON WA SALAFAN WA AJRON

“Ya Allah! Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami.” (HR. Bukhari secara mu’allaq -tanpa sanad- dalam Kitab Al-Janaiz, 65 bab Membaca Fatihatul Kitab Atas Jenazah 2: 113)

***

Yuk dalami tentang tata cara sholat jenazah

  1. Keutamaan shalat jenazah
  2. Tata cara sholat jenazah (Syaikh Sholeh Al-Fauzan)
  3. Ringkasan pengurusan jenazah

Anda juga bisa membeli buku Fiqih Jenazah berikut ini di YufidStore.com

buku sholat jenazah

Cara Sholat yang Benar Lengkap dengan Bacaannya (VIDEO 4K)

Video tata cara sholat benar untuk wanita dan laki-laki, dari takbir hingga salam, lengkap dengan bacaannya

Saya sejak lama menanti-nanti video cara sholat lengkap ini. Alhamdulillah penantian saya usai sudah.

cara sholat yang benar wanita pria
Saya sudah menelusuri video-video cara sholat lengkap lainnya di Google dan Youtube, saya dapati video tata cara sholat ini adalah panduan tata cara sholat yang paling bagus kualitasnya:

  1. Video dengan kualitas gambar yang sangat jernih. Bayangkan saja, kualitas videonya 4K. Selain video ini, belum ada video cara sholat lengkap yang dikemas dengan kualitas 4K di Youtube sekarang ini.
  2. Detail. Panduan tata cara sholatnya detail sekali, mulai dari bacaan sholat hingga gerakannya.
  3. Praktis & Mudah. Mudah dipelajari dan mudah pula dipraktekkan pada ibadah kita sehari-hari.
  4. Dilandasi dalil yang shahih (otentik) dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, sholat seperti ini dapat kita namakan cara sholat Nabi.
  5. GRATIS! video ini gratis. Boleh Anda simpan dan sebarkan 🙂

 

Oh iya… ini dia video cara sholat yang saya maksud di atas

 

OH YA!
Bacaan sholat itu ada beberapa macam jenisnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya beberapa jenis bacaan sholat. Jadi, jika setelah nonton video di atas Anda mendapatkan ada bacaan sholat yang berbeda dengan yang biasa Anda amalkan maka Anda harus tenang dulu… tarik napas… tugas Anda adalah mengecek apakah yang selama ini Anda amalkan ada dalilnya dalam Hadis Nabi? jika ada maka lanjutkan… jika belum ketemu dalilnya maka cari lagi… dan tidak ada ruginya jika Anda menghafalkan bacaan sholat yang ada di video dalam rangka mengamalkan sunnah Nabi.

Belajar sholat lebih lanjut

Ada website yang insya Allah bagus membahas tentang tata cara sholat Nabi ini. Di website tersebut, setiap gerakan dibahas detail “kenapa begini kenapa begitunya” lengkap dengan dalilnya. Dan bahkan juga membahas kesalahan-kesalahan dalam sholat yang sebaiknya Anda hindari.

Ini dia websitenya: www.CaraSholat.com
Semoga info ini bermanfaat. Silakan LIKE dulu ya sebelum SHARE 🙂

cara sholat lengkap