Seringkali, saya baca terjemahan penggalan dari Hadis Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam di atas:
”Ulama adalah pewaris para Nabi.”
Tidak hanya di tulisan, bahkan ini seringkali saya dengar pada ceramah ustadz. Kata ”ورثة” diterjemahkan dengan kata pewaris. Ini keliru, karena arti pewaris adalah orang yang mewariskan (lihat KBBI). Apakah ulama yang mewariskan ilmu, ataukah Nabi?
Kata ”ورثة” lebih tepat bila diterjemahkan dengan kata ahli waris.
”Ulama adalah ahli waris para Nabi.”
Ahli waris adalah orang yang menerima warisan (lihat KBBI).
Di antara akhlak mulia yang dibawa oleh agama kita adalah berprasangka baik dengan manusia (husnuzan). Ia adalah akhlak luhur yang mencerminkan jiwa yang baik. Ciri jiwa yang baik adalah jernihnya pikiran dan tulusnya hati terhadap saudara seiman. Apabila ia berinteraksi dengan lemah lembut dan lisan yang terjaga, maka sungguh telah sempurna akhlaknya, karena jika hati baik maka baik pula seluruh perbuatannya. Ibarat pohon, bila akarnya baik, maka baik pula buahnya. Sebaliknya, prasangka-prasangka buruk bersumber dari hati yang buruk. (Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani) – LINK DOWNLOAD PDF: https://ia801309.us.archive.org/22/items/tvpf5/tvpf5.pdf
***
Husnuzan ini salah satu akhlak mulia yang hilang. Betapa banyak pertikaian, permusuhan, saling tuding, ghibah, dan mencari-cari kesalahan saudaranya tanpa hak, disebabkan hilangnya akhlak yang mulia ini.
Munculnya sentimen negatif terhadap seseorang, seringkali karena hilangnya husnuzan ini. Apabila sejak awal dia sudah sentimen dengan seseorang, maka selanjutnya, pikirannya dan penilaiannya diliputi suuzan terhadap orang itu. Terjadilah kezaliman demi kezaliman.
Seandainya kita selalu teringat dengan kematian, alam kubur, dan hari ketika kita menghadap Allah, sanggupkah kita membayangkan apa hujah kita di hadapan Allah, ketika Allah menanyakan apa alasan kita sampai tega berbuat zalim terhadap saudara kita?
Penyusun dan penerjemah: Hendri Syahrial (Banghen)
Dari Aisyah Ummul Mukminin, beliau—radhiallahu ‘anha—menceritakan, bahwa apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk orang sakit, atau orang sakit dibawa kepada beliau, beliau berdoa:
Ada tiga doa Sholat Hajat yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa ini tercantum pada tiga kitab hadis yang masyhur: Sunan at-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Musnad Ahmad. Ketiga doa Sholat Hajat ini diriwayatkan dari sahabat Nabi Utsman bin Hunaif radhiallahu ‘anhu.
Sekarang, kita bahas ketiga doa tersebut satu persatu. Setelah itu, kita akan pelajari tata cara sholat hajat.
Sholat Taubat: Cara Sholat Taubat, Niat dan Waktu Sholat Taubat Nasuha
Di antara bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, Allah membuka pintu taubat yang selebar-lebarnya untuknya. Pintu taubat ini akan terus terbuka selama ruh seorang hamba belum sampai ke tenggorokan atau sebelum matahari terbit dari sebelah barat.
Dengan kasih sayang-Nya pula, Allah mensyariatkan satu ibadah yang sangat agung untuk hamba-Nya yang ingin bertaubat, kembali kepada-Nya setelah sekian lama bermaksiat dan melupakan-Nya. Ibadah tersebut adalah Sholat Taubat.
Alhamdulillah, tadi muncul info menarik di timeline FB saya. Takmir Masjid Pogung Dalangan (MPD) menceritakan bahwa ada seorang muhsinin (donatur) yang membayarkan pulsa listrik untuk MPD setiap bulannya.
Bagi saya, ide yang sederhana ini sungguh menarik dan menginspirasi. Ada 1001 cara untuk beramal.
Sayyidul Istighfar adalah bacaan istighfar terbaik yang diajarkan oleh Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Barang siapa membaca Sayyidul Istighfar di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada hari itu sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga.
Barang siapa membaca Sayyidul Istighfar di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum pagi hari, maka ia termasuk penghuni surga.
Ceramah pendek yang dibawakan oleh Syaikh Hasan bin Abdul Hamid Bukhari tentang Rukun Yamani di Ka’bah.
Bagi Anda yang ingin umroh, penjelasan Syaikh Hasan Bukhari di video ini sangat bermanfaat sekali sebagai tambahan suplemen ilmu seputar tata cara umroh yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
Mohon maaf saya tidak menerjemahkan video ini ke dalam bahasa Indonesia.
Doa untuk orang sakit ini adalah bacaan doa yang dapat Anda ucapkan ketika menjenguk orang sakit. Ada 2 doa untuk orang yang sakit yang akan kita bahas kali ini. Kedua doa menjenguk orang sakit ini sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena berasal dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih.
***
***
Syafakillah & Syafakallah
Seringkali kita dengar ucapan doa untuk orang sakit: “syafakillah” atau “syafakallah”. Ucapan syafakillah dan syafakallah sangat populer di kalangan pelajar, mahasiswa, anak ngaji, bahkan di kalangan ibu-ibu.
Syafakillah artinya apa?
Syafakillah artinya “semoga Allah menyembuhkanmu”. Syafakallah artinya “semoga Allah menyembuhkanmu.”
Kok sama saja ya artinya? Trus apa bedanya?
Bedanya, syafakillah adalah ucapan doa yang diucapkan kepada seorang perempuan yang sakit. Sedangkan, syafakallah diucapkan kepada seorang laki-laki yang sakit. Jadi, jangan sampai keliru ya!
Namun, selain ucapan doa “syafakillah” dan “syafakallah” ini ada doa untuk orang sakit yang sejak 1.400 tahun lalu diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Insya Allah, di bawah ini kita akan mempelajari dua doa tersebut. Setelah kita tahu, selanjutnya kita mengamalkan dua tersebut, ya! Insya Allah berpahala karena mengamalkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
Keutamaan Menjenguk Orang yang Sakit
Sebelum kita belajar dua doa untuk menjenguk orang sakit tersebut. Mari kita baca hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sungguh indah dan sangat menginspirasi ini:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan surga sampai dia duduk. Apabila dia sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila dia menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga sore tiba. Apabila dia menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih)
Lihatlah, sungguh besar pahala dan keutamaan menjenguk saudara kita sesama muslim yang sedang sakit. Apalagi ketika menjenguk saudara yang sedang sakit, Anda ucapkan dua doa menjenguk orang sakit yang diajarkan oleh Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
***
Doa untuk orang sakit yang pertama:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَآءَ اللهُ
LAA BA’SA THOHUURUN INSYAA-ALLAH
“Tidak apa-apa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, insya Allah.” (HR. al-Bukhari)
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)
***
Semoga ucapan doa untuk orang yang sakit ini bermanfaat untuk saya dan Anda. Mudah-mudahan doa untuk orang sakit ini dapat kita amalkan ketika menjenguk orang yang sakit, terutama saudara-saudara kita sesama muslim.
Bacaan Sholat Lengkap dan Artinya dalam Bahasa Indonesia
Sekarang, kita akan belajar bacaan sholat lengkap dan artinya dalam bahasa indonesia. Bacaan sholat lengkap yang akan kita pelajari kali ini dilengkap dengan tulisan latin, untuk memudahkan saudara-saudara saya yang belum lancar membaca tulisan arab.
Yuk, kita mulai belajar bacaan sholat lengkap dan artinya yang sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Pertama: Berdiri tegak menghadap kiblat. Pandangan ke arah tempat sujud.
***
Kedua: Takbiratul Ihram, diiringi niat dalam hati
Caranya: angkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, hadapkan telapak tangan ke arah kiblat, dan ucapkan:
“Allaahu Akbar.”
Allaahu Akbar artinya: “Allah Maha Besar.” Takbiratul ihram harus Anda ucapkan, dan tidak boleh di dalam hati.
Penting: Pada saat melakukan Takbiratul Ihram ini, Anda iringi dengan niat dalam hati. Misalnya: Sambil Anda ucapkan “Allaahu Akbar,” Anda iringi dengan niat dalam hati bahwa Anda ingin melakukan Sholat Fardhu Ashar, jika Anda sedang Sholat Ashar.
***
Ketiga: Bersedekap.
Yaitu dengan meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, atau di atas pergelangan atau lengan tangan kiri. Kemudian letakkan tangan di dada.
ALLAAHUMMA BAA-‘ID BAINII WA BAINA KHOTOO YAA YA. KAMAA BAA-‘ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAAHUMMA NAQ-QINII MIN KHOTOO YAA YA. KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAAHUMMAGH SILNII MIN KHOTOO YAA YA. BITS-TSAL-JI WAL MAA-I WAL BAROD.
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahanku, sebagaimana pakaian putih yang telah disucikan dari noda kotoran. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahanku, dengan salju, air, dan es.” (HR. Muslim)
***
PENTING: Ada beberapa macam Doa Iftitah yang diajarkan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Jadi, jangan heran ketika Anda menemukan bacaan Doa Iftitah lainnya selain doa iftitah yang Anda hafal. Jika Anda sudah hafal salah satu Doa Iftitah tersebut, maka silakan Anda terus amalkan. Namun, pastikan Doa Iftitah yang Anda amalkan tersebut bersumber dari hadis Nabi yang shahih. Jika Anda hafalkan semua Doa Iftitah kemudian Anda amalkan secara bergantian di setiap sholat, maka itu lebih baik dan berpahala, karena ini melestrasikan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, jika Anda hanya hafal satu Doa Iftitah juga boleh, yang terpenting Anda amalkan.
***
Kelima: Membaca ta’awwudz.
Membaca ta’awwudz dengan suara pelan:
أَعُوْذُ بِاللهِِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
A-‘UUDZU BIL-LAAHI MINASY SYAITHOO-NIRROJIIM
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dirajam (yang terkutuk)”
***
Keenam: Membaca Surat al-Fatihah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
BISMIL-LAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
***
Ketujuh: Ucapkan: aamiin.
Ucapkanlah “aamiin” setelah selesai membaca al-Fatihah, baik jadi imam, makmum, maupun sholat sendiri. Keraskan bacaan “aamiin” jika Anda menjadi makmum (dalam sholat berjamaah)
***
Kedelapan: Membaca surat yang Anda hafal.
Membaca surat al-Quran yang sudah Anda hafal. Apabila Anda belum hafal, mari mulai menghafal surat yang ringkas, di antaranya adalah surat al-Ikhlas, ia lebih ringkas dan mudah dihafal dibandingkan surat-surat yang lainnya. Surat al-Ikhlas ini sangat dikenal oleh kaum muslimin secara umum.
Rukuk dengan mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, ucapkan: “Allaahu Akbar” (sambil bergerak turun rukuk).
Ketika rukuk, letakkan telapak tangan di lutut, dengan posisi mencengkeram, jari-jari direnggangkan, dan siku agak dibentangkan. Punggung lurus, kepala lurus dengan punggung. Lakukan dengan tenang (thuma’ninah).
***
Kesepuluh: Membaca doa rukuk.
Membaca doa rukuk:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
SUBHAANAROBBIYAL-‘AZHIIM
“Maha Suci Robku (Tuhanku) Yang Maha Agung.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)
***
Kesebelas: Bangkit dari rukuk.
Bangkit dari rukuk sembari membaca:
ُسَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه
SAMI-‘ALLAAHU LIMAN HAMIDAH
“Allah mendengar hamba yang Memuji-Nya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
***
Kedua belas: Berdiri tegak dan membaca Doa I’tidal.
Berdiri tegak. Langsung disambung dengan membaca Doa I’tidal:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
ROBBANAA WALAKAL HAMD
“Wahai Robb kami (Tuhan kami), segala puji bagi-Mu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
PENTING: Ada beberapa macam bacaan Doa I’tidal yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita dianjurkan untuk mengamalkan semua doa tersebut dalam rangka menjalankan sunnah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, kita boleh hanya mengamalkan satu doa saja. Pastikan Doa I’tidal yang Anda amalkan adalah Doa I’tidal yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
Ketiga belas: Dianjurkan untuk memperlama berdiri i’tidal.
Berdirilah dengan sempurna selama i’tidal. Dianjurkan untuk memperlama berdiri i’tidal dan bersikap tenang.
***
Keempat belas: Turun sujud.
Turun untuk melaksanakan sujud, sembari mengucapkan takbir: “Allaahu Akbar.”
***
Kelima belas: Sujud.
Sujud dengan bertumpu pada 7 anggota badan: (1) wajah (kening dan hidung), (2 dan 3) dua telapak tangan, (4 dan 5) dua lutut, dan (6 dan 7) dua ujung kaki. Posisi jari tangan dirapatkan menghadap kiblat. Telapak tangan sejajar pundak atau sejajar telinga. Tangan membentang ke samping. Punggung posisi tengah dan kaki hampir menyiku.
***
Keenam belas: Membaca doa sujud.
Membaca Doa Sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
SUBHAANAROBBIYAL A’LAA
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)
Doa sujud ini minimal dibaca sebanyak 1x.
PENTING: Ada beberapa macam bacaan Doa Sujud yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita dianjurkan untuk mengamalkan semua doa tersebut dalam rangka menjalankan sunnah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun kita boleh hanya mengamalkan satu doa saja. Pastikan doa sujud yang Anda amalkan adalah doa yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
Ketujuh belas: Duduk antara dua sujud.
Bangkit dari sujud untuk melakukan duduk antara dua sujud, sambil membaca takbir: “Allaahu Akbar.”
Kemudian duduk antara dua sujud dengan cara Duduk Iftirasy (yaitu dengan cara menegakkan kaki kanan dan membentangkan kaki kiri kemudian menduduki kaki kiri tersebut). Punggung tegak, letakkan telapak tangan di atas paha dengan ujung-ujung jari pada lutut. Anda boleh juga meletakkan telapak tangan di atas lutut kanan dan telapak tangan kiri di atas lutut kiri (seolah-olah menggenggamnya). Jari-jemari agak renggang.
***
Kedelapan belas: Membaca doa duduk antara dua sujud.
Membaca doa pada posisi duduk antara dua sujud ini:
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah & rahmatilah aku, perbaikilah & cukupkanlah aku, angkatlah dan tinggikanlah derajatku, berilah aku petunjuk-Mu, jagalah aku, dan berilah aku rezeki.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim)
PENTING: Ada beberapa macam doa duduk antara dua sujud yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita dianjurkan untuk mengamalkan semua doa tersebut, dalam rangka menjalankan sunnah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, kita juga boleh hanya mengamalkan satu doa saja. Pastikan bacaan Doa Duduk Antara Dua Sujud yang Anda amalkan adalah doa yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
Kesembilan belas: Sujud yang kedua.
Kemudian bergerak turun untuk melakukan sujud yang kedua, sambil membaca takbir: “Allaahu Akbar.”
Kemudian sujudlah dengan cara yang sama dengan sujud sebelumnya. Yaitu dengan membaca doa sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
SUBHAANAROBBIYAL A’LAA
“Maha Suci Robbku (Tuhanku) Yang Maha Tinggi (Luhur).” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)
Doa sujud ini minimal dibaca sebanyak 1x.
***
Kedua puluh: Duduk iftirasy sejenak.
Bangkit dari sujud, kemudian duduk sejenak dengan posisi Duduk Iftirasy (yaitu dengan cara menegakkan kaki kanan dan membentangkan kaki kiri kemudian menduduki kaki kiri tersebut).
***
Kedua puluh satu: Berdiri dengan bertumpu pada dua tangan.
Setelah itu langsung berdiri dengan bertumpu pada kedua tangan, untuk melaksanakan rakaat berikutnya, seraya membaca takbir: ”Allaahu Akbar.”
***
Kedua puluh dua: Memulai rakaat kedua.
Anda memulai rakaat berikutnya (yaitu rakaat yang kedua), dengan cara yang sama dengan yang sebelumnya. Begitupun juga bacaannya, sama dengan bacaan sebelumnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan:
Bacaan Doa Iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama saja, setelah Takbiratul Ihram (takbir yang pertama).
Surat al-Quran yang dibaca setelah membaca al-Fatihah, hanya dibaca pada rakaat pertama dan kedua saja.
Urutan gerakan sholat pada rakaat kedua dapat Anda lihat pada ilustrasi di bawah ini:
***
Kedua puluh tiga: Tasyahud awal.
Pada rakaat kedua, setelah Anda selesai melaksanakan sujud yang kedua (lihat huruf F pada gambar ilustrasi di atas), kemudian Anda Duduk Iftirasy. Kemudian letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang, acungkan jari telunjuk tangan kanan ke arah depan.
Artinya: “Segala pengagungan, kehormatan, dan kebaikan hanyalah milik Allah semata. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, demikian pula rahmat dan berkah-Nya. Semoga keselamatan juga tercurah atas kami dan atas segenap hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
***
Kedua puluh lima: Membaca Shalawat.
Setelah membaca bacaan tasyahud awal, dianjurkan untuk ditambah dengan bacaan Doa Shalawat:
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAI-TA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID
Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Sebagaimana Engkau telah menganugerahkan shalawat atas Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau ya Allah, Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
***
Kedua puluh enam: Jika sholat lebih dari 2 rakaat.
Jika Anda mengerjakan sholat 3 rakaat (seperti Sholat Maghrib) atau sholat 4 rakaat (seperti Sholat Zhuhur, Ashar, dan Isya), maka Anda lanjutkan rakaat ketiga dan keempat.
Caranya: Bangkit berdiri dengan bertumpu pada dua tangan, kemudian mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga atau pundak (dengan menghadapkan telapak tangan ke arah kiblat), sembari membaca takbir: “Allaahu Akbar.”
Dan setelah sempurna berdiri maka bersedekaplah. Dan teruskan sholat Anda hingga Anda selesai mengerjakan rakaat ketiga (jika Anda hanya sholat 3 rakaat seperti Sholat Maghrib), atau rakaat keempat (jika Anda mengerjakan sholat yang 4 rakaat seperti Sholat Zhuhur dan Ashar).
***
Kedua puluh tujuh: Tasyahud akhir.
Pada rakaat terakhir dari sholat yang Anda kerjakan (baik itu 2, atau 3, atau 4 rakaat). Anda duduk tasyahud akhir dengan posisi Duduk Tawarruk (yaitu duduk dengan cara menegakkan kaki kanan dan menghamparkan kaki kiri ke depan (di bawah kaki kanan), dan duduknya di atas tanah/lantai). Kemudian letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang, acungkan jari telunjuk tangan kanan ke arah depan.
Duduk Tawarruk
***
Kedua puluh delapan: Membaca Doa Tasyahud dan Shalawat
Membaca bacaan Tasyahud dan dilanjutkan dengan membaca Doa Shalawat:
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAI-TA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI IBROOHIIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID
***
Kedua puluh sembilan: Berdoa memohon perlidungan terhadap 4 hal.
Berdoa memohon perlindungan kepada Allah terhadap 4 hal (neraka jahannam, adzab kubur, fitnah hidup dan mati, dan fitnah Dajjal):
ALLAAHUMMA INNII A-‘UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM WA MIN ‘ADZAABIL QOBRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID-DAJJAAL
Artinya: “Ya Allah, aku berlindungan kepada-Mu dari adzab neraka jahannam, dari adzab kubur, dan dari fitnah (malapetaka) kehidupan dan kematian, dan juga dari fitnah (cobaan) Dajjal.” (HR. Muslim)
***
Ketiga puluh: Ditambah dengan doa memohon atas senantiasa berdzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada Allah.
Ketiga puluh dua: Membaca istighfar dan dzikir setelah sholat.
Membaca istighfar dan dilanjutkan membaca dzikir dan doa setelah sholat. Saya sudah membuat video doa dan dzikir setelah sholat fardhu dan setelah sholat sunnah. Anda dapat menontonnya di channel YouTube Banghen.com.
Semoga pelajaran bacaan sholat dan artinya ini dapat bermanfaat untuk saya dan Anda.
***
Tata Cara Sholat Lengkap di Yufid.TV
Pelajaran kita ini hanya khusus membahas bacaan sholat dan artinya. Bagi Anda yang ingin mengetahui gerakan-gerakan sholat dan urutan tata cara sholat lengkap, saya sarankan Anda menonton video tata cara sholat dari channel YouTube Yufid.TV
Sebelumnya saya sudah membuat artikel dan video bacaan doa dan dzikir setelah sholat. Ada dzikir dan doa setelah sholat fardhu, ada juga doa dan dzikir setelah sholat sunnah secara umum, ada pula dzikir dan doa setelah sholat sunnah yang khusus, seperti doa setelah sholat tahajud, doa setelah sholat dhuha, dan juga doa setelah sholat istikharah.
***
DAFTAR REFERENSI BACAAN SHOLAT DAN ARTINYA:
Buku Sifat Sholat Nabi karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani
Buku Sifat Sholat Nabi karya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin
Cara mengatasi marah menurut Islam ini adalah kumpulan 7 tips mengontrol marah dan cara meredam emosi diri sendiri. Anda akan menemukan pula di tulisan ini tentang cara mengendalikan emosi agar tidak mudah marah, juga agar tidak mudah tersinggung.
7 tips cara mengatasi marah menurut Islam ini dapat Anda gunakan untuk menghadapi orang yang sedang marah, dengan cara menasehati dan menuntun mereka tentang cara meredam amarah mereka. Bagi Anda seorang istri, 7 tips meredam emosi ini pun dapat Anda gunakan sebagai cara mengatasi marah pada suami. Bagi Anda seorang ibu, 7 cara ini dapat Anda gunakan sebagai cara mengatasi marah pada anak. Dengan mengetahui ilmu dan hikmah yang terkandung pada 7 cara menahan emosi ini, insya Allah dapat digunakan sebagai cara agar tidak mudah marah pada anak.
***
Sobatku, baarokallahu fiik…
Jika Anda sekarang sedang marah. Dan Anda sekarang sangat ingin melepaskan emosi Anda hingga Anda puas.
Maka dengarkan nasehat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini untuk Anda:
لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الـجَنَّة
“Jangan marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab Shahih at-Targhib no. 2749)
Anda dengar kan hadisnya tadi?
Jika Anda menahan amarah Anda dengan ikhlas karena Allah, maka imbalan untuk Anda adalah surga. Sungguh imbalan yang sangat indah dan tak ternilai harganya.
***
Menahan marah adalah satu diantara karakter dan sifat penghuni surga
Diantara ciri khas penghuni surga ketika mereka di dunia adalah mereka “menahan marah”.
Di surat Ali Imran ayat 133 dan ayat 134, Allah memuji orang yang menahan amarah sebagai orang yang bertakwa. Allah juga memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada orang yang menahan marah, yaitu berupa surga yang abadi.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali Imran: 133)
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)
Beberapa Tips & Cara Mengatasi Marah Menurut Islam
Syaikh Abdul Aziz as-Sadhan pada salah satu tweet beliau, memberikan beberapa tips dan cara mengatasi marah menurut Islam:
Sebenarnya 7 tips cara mengatasi marah yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz as-Sadhan tersebut adalah tips yang 1400 tahun yang lalu sudah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Dari sahabat Sulaiman bin Shurod radhiallahu ‘anhu, beliau menceritakan,
Suatu hari saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah memerah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ
Sungguh saya mengetahui satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini maka marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awwudz: A’-uudzu bil-lahi minasy syaithanir rojiim, marahnya akan hilang. (HR. al-Bukhari dan Muslim) via https://konsultasisyariah.com/17964-doa-ketika-marah.html
2. Diam
Setelah Anda membaca ta’awwudz “A’-uudzu bil-lahi minasy syaithanir rojiim”. Maka hendaknya Anda diam. Diam. Diam. Diam. Diam.
Dengarkan nasehat sederhana nan penuh makna dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ
“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib al-Arnauth menilainya hasan lighairih)
Coba Anda ingat dan renungkan kembali janji berupa surga untuk Anda, jika Anda dapat menahan amarah Anda karena Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الـجَنَّة
“Jangan marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab Shahih at-Targhib no. 2749)
Anda masih ingat kan surat Ali Imran ayat 133 dan ayat 134 yang saya bacakan tadi?
Surga adalah janji untuk Anda yang dapat menahan marah karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
3 & 4. Duduk, jika marahnya sambil berdiri. Berbaring, jika marahnya sambil duduk.
Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka itu sudah cukup). Namun jika masih marah maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Abu Daud, no. 4782. al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini shahih)
5. Berwudhu
Dari Athiyyah as-Sa’di radhiallahu anhu, beliau berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya marah itu berasal dari setan dan setan itu diciptakan dari api. Api dapat dipadamkan dengan air. (Oleh karena itu) Apabila salah seorang diantara kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)
6. Sholat sunnah 2 rakaat
Setelah Anda selesai berwudhu, Anda langsung segera lanjutkan dengan melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat. Hal ini berdasarkan anjuran dari Nabi dan teladan kita; Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu dia sholat dua rakaat dengan sepenuh hati melainkan sangat pantas baginya untuk mendapatkan surga.” (HR. Muslim, no. 234)
Cara sholat sunnah 2 rakaat ini tidak ada cara khusus dan tidak ada bacaan khusus. Sama seperti sholat sunnah 2 rakaat lainnya yang biasa kita lakukan.
Semenjak tadi, kita sudah membaca ayat al-Quran dan beberapa Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang betapa besarnya pahala dan ganjaran yang akan kita dapatkan jika kita menahan marah dengan niat ikhlas taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Saya akan tambahkan satu Hadis lagi untuk Anda. Semoga setelah membaca Hadis ini semakin menambah takwa kita kepada Allah. Semakin membulatkan tekad kita untuk menahan amarah kita karena cinta dan taat kita kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Mu’adz radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang menahan amarahnya padahal sebenarnya dia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan para mahluk kelak nanti pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa Hadis ini sanadnya hasan)
***
Alhamdulillah, semoga 7 tips cara mengatasi marah menurut Islam ini bermanfaat untuk saya dan kita semua.
Ingat, ilmu dan amalkan.
Saya Banghen.
Wassalamu’alaikum
***
REFERENSI CARA MENGATASI DAN MENAHAN MARAH MENURUT ISLAM
Kalimat Laa hawla wa laa quwwata illa billaah (لا حول ولا قوة إلا بالله), yang sering disebut hauqalah, adalah salah satu dzikir agung dalam Islam. Kalimat ini ringkas, namun memiliki makna yang mendalam dan keutamaan yang luar biasa.
Secara umum, kalimat ini diterjemahkan sebagai:
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Namun, makna ini mencakup lebih dari sekadar terjemahan literal, seperti yang dijelaskan oleh para ulama:
Penjelasan Ulama tentang Makna Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billaah
“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat kecuali dengan perlindungan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk taat kepada Allah kecuali dengan pertolongan Allah.” (Riwayat ini dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, 17:26-27)
2. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan:
معنى لا حول ولا قوة إلا بالله؟
السؤال: ما معنى لا حول ولا قوة إلا بالله؟
الجواب: الشيخ: معنى لا حول ولا قوة إلا بالله، لا تحول من حال إلى حال، الحول بمعنى التحول؛ يعني: لا أحد يملك أن يتحول من حال إلى حال، ولا أحد يقوى على ذلك إلا بالله عزَّ وجلَّ؛ يعني إلا بتذكير الله، والاستعانة به. ولهذا نجد الإنسان يريد الشيء، ثم يحاول أن يحصل عليه، ولا يحصل؛ لأن الله لم يرد ذلك، ونرى أيضاً كثيراً من الناس إذا أراد الشيء واستعان بالله، وفوض الأمر إليه فإن الله تعالى يعينه وييسر له الأمر.
ومن ثم كان ينبغي للإنسان إذا أجاب المؤذن أن يقول عند قول المؤذن: حي على الصلاة حي على الفلاح لا حول ولا قوة إلا بالله؛ يعني لا أستطيع أن أتحول من حالي التي أنا عليها إلى الصلاة، ولا أقوى على ذلك إلا بالله عزَّ وجلَّ، فهي كلمة استعانة يستعين بها الإنسان على مراده
Pertanyaan:
Apa arti dari Laa hawla wa laa quwwata illa billaah?
Jawaban Syaikh Utsaimin rahimahullah:
Makna dari Laa hawla wa laa quwwata illa billaah adalah: “Tidak ada perubahan dari suatu keadaan menuju keadaan lainnya (al-hawl dalam kalimat ini bermakna perubahan atau peralihan dari satu kondisi ke kondisi yang lain), dan tidak ada kekuatan untuk melakukannya kecuali dengan izin dan pertolongan Allah yang Maha Agung.”
Artinya, tidak ada seorang pun yang mampu mengubah kondisinya atau memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan tanpa bantuan dari Allah. Oleh karena itu, seseorang memerlukan dzikir kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.
Kita sering mendapati seseorang yang menginginkan sesuatu, lalu ia berusaha untuk mendapatkannya, namun tetap tidak berhasil. Hal ini karena Allah tidak mengizinkan terwujudnya keinginannya. Di sisi lain, banyak juga orang yang ketika mereka menginginkan sesuatu, mereka memohon kepada Allah, menyerahkan sepenuhnya urusan mereka kepada-Nya. Akhirnya, Allah menolong dan mempermudah segala urusan mereka.
Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi seseorang untuk mengucapkan Laa hawla wa laa quwwata illa billaahketika mendengar seruan adzan“Hayya ‘alash sholaah” (marilah mendirikan shalat) dan “Hayya ‘alal falaah” (marilah meraih kemenangan).
Pengucapan kalimat ini adalah bentuk pengakuan bahwa seseorang tidak memiliki kemampuan untuk berpindah dari kondisinya saat ini menuju shalat, atau kekuatan untuk melaksanakannya, kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Agung.
Dengan demikian, Laa hawla wa laa quwwata illa billaah adalah kalimat dzikir yang digunakan seseorang untuk memohon pertolongan Allah agar dimudahkan dalam mencapai tujuan atau cita-citanya.
(Sumber: Silsilah Fatawa Nur ‘ala Darb, Kaset No. 224)
Poin Penting dari Penjelasan Syaikh al-Utsaimin:
Kalimat ini mengajarkan ketergantungan penuh kepada Allah dalam setiap urusan.
Kalimat ini adalah bentuk doa dan permohonan pertolongan kepada Allah.
Sangat dianjurkan untuk mengucapkannya saat menjawab adzan sebagai pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah.
Keutamaan Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billaah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan banyak keutamaan kalimat ini, di antaranya:
1. Sebagai Simpanan Surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah Laa hawla wa laa quwwata illa billaah, karena ia adalah satu di antara simpanan-simpanan surga.” (HR. Bukhari, no. 7386)
2. Pintu Menuju Surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu:
ألا أدلك على باب من أبواب الجنة؟ قلت بلى، قال: لا حول ولا قوة إلا بالله
“Maukah engkau aku tunjukkan salah satu pintu surga? Beliau bersabda: Laa hawla wa laa quwwata illa billaah.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 2610)
3. Mempermudah Urusan dan Mendatangkan Pertolongan Allah
Dengan mengucapkan kalimat ini, seseorang menyerahkan segala urusannya kepada Allah, memohon pertolongan-Nya agar dimudahkan dalam menjalani kehidupan dan melawan rintangan.
Waktu dan Tempat Mengucapkan Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billaah
Kalimat ini dianjurkan diucapkan dalam beberapa keadaan, di antaranya:
1. Saat menjawab adzan, khususnya ketika mendengar seruan:
Hayya ‘alash sholaah (Marilah mendirikan sholat) dan Hayya ‘alal falaah (Marilah meraih kemenangan).
2. Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu
Dalam dzikir yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah sholat, kalimat ini juga menjadi bagian penting:
Pelajaran Penting dari Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billaah
1. Ketergantungan kepada Allah
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa segala kekuatan, kemampuan, dan usaha kita tidak akan berarti tanpa izin dan pertolongan Allah.
2. Kunci Kesabaran dan Keikhlasan
Dengan memahami makna kalimat ini, seorang muslim akan lebih mudah menerima takdir, bersabar, dan berserah diri kepada Allah dalam setiap keadaan.
3. Tabungan Pahala di Surga
Sebagai salah satu simpanan surga, kalimat ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi seorang muslim untuk akhiratnya.
Penutup
Kalimat Laa hawla wa laa quwwata illa billaah adalah dzikir yang sederhana namun penuh makna. Dengan mengamalkannya, seorang muslim dapat meraih keutamaan di dunia dan akhirat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk lebih banyak berdzikir kepada Allah.
***
Video tentang arti la hawla wala quwwata illa billah
Apa bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi?
Kita bahas satu persatu ya… mulai dari bacaan Sholat Dhuha hingga Doa Sholat Dhuha apa yang shahih berasal dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bacaan Sholat Dhuha yang Benar
Bacaan Sholat Dhuha sama seperti bacaan pada sholat fardhu. Tidak ada bacaan khusus setelah membaca al-Fatihah. Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.
Tidak ada kewajiban membaca surat tertentu, dan tidak ada anjuran untuk membaca surat tertentu setelah membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.
Sekali lagi, Anda boleh membaca surat apa saja dalam al-Quran setelah Anda membaca al-Fatihah, ketika Anda Sholat Dhuha.
KATANYA ada Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan untuk membaca surat as-Syams pada rakaat pertama dan membaca surat ad-Dhuha pada rakaat kedua.
Namun sayang sekali Hadis ini BUKAN berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
HADIS INI DHA’IF, BUKAN BERASAL DARI NABI
صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : والشمس وضحاها ، و الضحى
“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was Syamsi Wadhuhaa Haa dan surat adh-Dhuha.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh ar-Ruyani dalam Musnad-nya dan ad-Dailami (2:242) dari jalur Musyaji’ bin ‘Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah HADIS PALSU. Selengkapnya: https://konsultasisyariah.com/11468-surat-yangdibaca-ketika-shalat-dhuha.html
Oleh karena itu Anda boleh membaca surat al-Quran apa saja setelah Anda membaca al-Fatihah di dalam Sholat Dhuha.
Sungguh indah perkataan seorang ulama, yaitu Syaikh Ibn Baz rahimahullah:
as-Syaikh Ibn Baz rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) pernah ditanya tentang bacaan surat as-Syams dan ad-Dhuha ketika sholat dhuha. Beliau menjawab: “Adapun yang sesuai sunnah Nabi, engkau membaca surat al-Quran yang mudah menurutmu setelah membaca al-Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya al-Fatihah, sedangkan tambahannya adalah sunnah. Maka jika setelah al-Fatihah engkau boleh membaca surat as-Syamsi, al-Lail, ad-Dhuha, al-Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Baz, 11)
***
Video Bacaan Sholat Dhuha yang Benar
Saya sudah membuat video tentang bacaan Sholat Dhuha ini di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:
***
Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih
Apa bacaan dzikir dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Sebenarnya, tidak ada doa dan dzikir khusus yang wajib dibaca setelah Sholat Dhuha. Namun, ada satu hadis yang di dalam hadis tersebut Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha pernah menceritakan tentang dzikir dan doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah setelah Sholat Dhuha. Anda boleh mengamalkan doa setelah Sholat Dhuha ini.
Namun sekali lagi, mengamalkan bacaan ini setelah Sholat Dhuha tidaklah wajib. Namun, jika Anda mengamalkan doa ini tentu lebih baik dan berpahala. Apalagi doa ini shahih berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tentu mengamalkannya berpahala karena mengikut tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Begini hadis yang saya maksud:
عن عائشة رضي الله عنها , قالت : صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الضحى, ثم قال : اللهم اغفر لي , وتب علي ,إنك أنت التواب الرحيم . حتى قالها مائة مرة
صححه الالباني في صحيح الادب المفرد 217,1 حديث رقم 219
Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan Sholat Dhuha. Setelah salam, kemudian beliau mengucapkan:
“ALLAAHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWAABUR ROHIIM
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membacanya seratus kali. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Syaikh al-Albani mengatakan dalam kitab Shahih al-Adab al-Mufrad bahwa hadis ini shahih)
***
Oh ya!
Anda sudah tahu kan bahwa selama ini ada doa setelah Sholat Dhuha yang cukup populer, namun doa di bawah ini bukan berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Darimana sumber doa setelah Sholat Dhuha di atas? Doa ini disebutkan oleh as-Syarwani dalam Syarhul Minhaj (7:293) dan Abu Bakr ad-Dimyathi dalam I’aanatut Thalibiin (1:295). Namun kedua penulis ini tidak menunjukkan dalil bacaan ini. Tim fatwa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih memberikan komentar terhadap doa setelah Sholat Dhuha yang “terlanjur” populer tersebut: “Kami tidak mendapatkan dalil kuat yang menunjukkan adanya doa ini pada referensi-referensi yang kami miliki.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 53488). (Keterangan ini kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits: https://konsultasisyariah.com/10588-doa-shalat-dhuha.html)
***
Bolehkah doa setelah Sholat Dhuha di atas kita amalkan?
Sebelumnya, saya ingin mengingatkan diri saya pribadi dan Anda tentunya. Prinsip kita dalam melakukan ibadah harus ada landasan ajarannya dalam al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ibadah dalam agama Islam bersifat tauqifiyah, yaitu menunggu dalil. Maksudnya adalah harus ada landasan dalil dan ajarannya dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Cek terlebih dahulu di dalam al-Quran dan Hadis Nabi yang shahih, apakah pernah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya? Apakah ada para sahabat Nabi -radhiallahu ‘anhum- mengerjakannya?
Jangan pula lupa bahwa ajaran agama Islam ini sudah sangat sempurna. Semuanya sudah disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita semua. Tidak ada satupun yang beliau sembunyikan.
Jika sudah sempurna, buat apa kita cari-cari bentuk ibadah yang tidak ada sumber dalilnya dalam ajaran Islam?
Apapun bentuk ibadah yang kita amalkan dalam ibadah kita sehari-hari, harus ada landasan dalilnya dari al-Quran dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena keduanya adalah sumber ajaran Islam.
***
Dzikir Setelah Sholat Sunnah dan Sholat Fardhu
Ada juga dzikir yang lainnya yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Doa ini dapat kita baca setiap kita selesai mengerjakan sholat. Dzikir ini pun dapat Anda amalkan setiap Anda selesai mengerjakan Sholat Dhuha.
Dalil doa ini adalah berasal dari Hadis Tsauban radhiallahu ‘anhu. Beliau menceritakan dzikir yang dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau selesai sholat:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap selesai sholat, beliau membaca istighfar 3 kali:
ALLAHUMMA ANTAS SALAAM (Ya Allah, Engkaulah pemberi keselamatan)
WA MINKAS SALAAM (dan dari-Mu keselamatan)
TABAAROKTA (Maha Suci Engkau)
YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan)
(HR. Muslim 591, an-Nasaa-i 1337, dan yang lainnya)
Dzikir setelah sholat ini dapat Anda baca setelah sholat, baik itu Sholat Wajib (Sholat Fardhu) maupun Sholat Sunnah. Keterangan ini ditegaskan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau (http://www.binbaz.org.sa/noor/2648)
Jadi, doa ini dapat Anda amalkan juga setelah Sholat Dhuha, karena Sholat Dhuha juga termasuk Sholat Sunnah.
Kemudian Syaikh Bin Baz membawakan Hadis Tsauban di atas. Lalu beliau mengatakan,
ولم يقل المكتوبة، فدل على أنه في كل صلاة، النافلة والفرض
Tsauban tidak mengatakan “setelah Sholat Wajib”. Ini menunjukkan bahwa dzikir tersebut dibaca di setiap selesai shalat. Baik Sholat Sunnah maupun Sholat Wajib. (Demikianlah keterangan Syaikh Bin Baz yang kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits ini: https://konsultasisyariah.com/23363-dzikir-setelah-shalat-sunah.html)
***
Video Doa Setelah Sholat Dhuha yang Shahih Sesuai Sunnah
Saya juga sudah membuat video tentang doa setelah Sholat Dhuha yang shahih sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di channel Youtube Banghen.com. Anda boleh menontonnya di bawah ini:
***
Semoga tulisan kecil tentang bacaan Sholat Dhuha dan doa setelah Sholat Dhuha yang shahih dari Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini bermanfaat untuk kita semuanya.
***
REFERENSI DOA SETELAH SHOLAT DHUHA
-http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=13366
-https://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?bk_no=141&pid=96905&hid=617
Ustadz Ammi Nur Baits
-www.KonsultasiSyariah.com
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
-www.Rumaysho.com
Doa setelah adzan ternyata dikelilingi oleh amalan lainnya yang menakjubkan. Dari mulai sejak adzan berkumandang ada bacaan untuk menjawab seruan adzan. Setelah adzan membaca shalawat. Setelah itu membaca doa setelah adzan.
Saudaraku, sekarang insya Allah kita akan belajar “Doa Setelah Adzan” dan amalan lainnya yang mengelilinginya.
Terkait dengan adzan, sebenarnya ada banyak sekali peluang kita untuk meraih pahala. Dimulai dari sejak adzan berkumandang, kita diperintah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Kemudian setelah itu kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian setelah itu, kita bertemu dengan salah satu waktu mustajab untuk berdoa; yaitu antara adzan dan iqomah.
Sungguh banyak sekali peluang kita untuk mendapatkan pahala yang banyak dari adzan ini. Dan setiap hari ada 5 kali dikumandangkan adzan. Ini berarti ada 5 kali peluang kita untuk meraih pahala. Alhamdulillah…
***
VIDEO PANDUAN DOA SETELAH ADZAN
Saya sudah membuat video book panduan doa setelah adzan di channel banghen.com. Anda boleh menontonnya terlebih dahulu. Setelah itu Anda boleh teruskan membaca tulisan ini.
***
BACAAN MENJAWAB SERUAN ADZAN SELAMA ADZAN DIKUMANDANGKAN
Selama adzan berlangsung, kita disunnahkan untuk menjawab seruan adzan. Begini bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjawab seruan adzan. Dari Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا قال المؤذن : الله أكبر الله أكبر، فقال أحدكم : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : أشهد أن لا إله إلا الله، قال : أشهد أن لا إله إلا الله. ثم قال : أشهد أن محمدا رسول الله، قال : أشهد أن محمدا رسول الله. ثم قال : حي على الصلاة، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : حي على الفلاح، قال : لا حول ولا قوة إلا بالله. ثم قال : الله أكبر الله أكبر، قال : الله أكبر الله أكبر. ثم قال : لا إله إلا الله، قال : لا إله إلا الله من قلبه دخل الجنة
Dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika muadzin (ketika adzan) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian (juga) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alash sholaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’
Kemudian jika mu-adzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alal falaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’
Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ (dia mengucapkan) dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga. (HR. Muslim dalam Shahiih Muslim I/289 no. 385)
Nah, dari hadis yang saya bacakan tadi, kita dapat mengetahui begitulah cara menjawab seruan adzan. Dan coba Anda perhatikan akhir dari hadis tersebut; yaitu siapa yang mengucapkannya, yaitu menjawab adzan dengan hati yang tulus maka balasannya adalah surga. Suatu balasan yang sungguh tak ternilai harganya…
***
MEMBACA DOA SETELAH ADZAN
Setelah adzan selesai dikumandangkan. Selanjutnya ada 3 amalan yang dapat kita kerjakan: Yang pertama adalah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, kita membaca doa setelah adzan yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Pertama: Kita membaca shalawat dengan bacaan shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu kita membaca:
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad atau membaca shalawat ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat tasyahud. Sebagaimana yang disebutkan oleh imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam Jalaa-ul Afham hal. 329-331 (Sumber: https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html)
AWAS!
Membaca shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kita lakukan sendiri-sendiri dengan tanpa dikeraskan, dan tanpa menggunakan pengeras suara. Dan kita hanya membaca shalawat sebagaimana shalawat yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang saya sebutkan tadi. Bukan membaca shalawat yang dibikin-bikin tanpa ada dalilnya dalam hadis Nabi yang shahih.
“Barangsiapa yang setelah mendengar adzan mengucapkan: Allaahumma robba haadzihid da’watit taaammah. Wash sholaatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab-‘ats-hu maqoomam-mahmuudanilla-dzii wa ‘ad-tah [Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini. Dan sholat yang didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi), dan fadhilah (kedudukan lain yang mulia). Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya], maka dia (yang mengucapkan doa ini) akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR. al-Bukhari no. 614)
Kemudian, dalil dari ketiga amalan yang sudah kita pelajari sebelumnya: (1) Menjawab seruan adzan (2) Membaca shalawat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah adzan (3) Membaca doa setelah adzan. Dalil ketiga amalan ini adalah hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafaatku.” (HR. Muslim: 384)
***
Ketiga: amalan ketiga setelah adzan dikumandangkan adalah berdoa dengan doa yang kita inginkan. Begini penjelasannya:
***
WAKTU MUSTAJAB BERDOA DI ANTARA ADZAN DAN IQOMAH
Waktu antara adzan dan iqomah adalah diantara waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa diantara waktu azan dan iqomat tidak tertolak.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Diantara adzan dan iqomah ini, Anda dapat mengangkat dan menengadahkan tangan Anda. Anda boleh berdoa kebaikan apa saja yang Anda inginkan. Mintalah kepada Allah… niscaya Allah akan mengabulkannya.
Alhamdulillah. Semoga ilmu yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua. Dan dapat terus kita amalkan.
Dzikir pagi dan petang adalah kebutuhan ruhani yang tak kalah penting dari makan dan minum bagi tubuh. Jika makanan dan minuman menjaga kesehatan jasmani, maka dzikir menjaga ketenangan jiwa dan mendekatkan kita kepada Allah. Sebagai seorang muslim, membiasakan dzikir pagi dan petang adalah salah satu cara untuk meningkatkan iman dan memperkuat hubungan dengan Allah.
Karena itulah, saya menyusun konten Dzikir Pagi dan Petang sesuai sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dalam format yang bervariasi, sehingga mudah diakses oleh semua kalangan.
Apa Saja yang Anda Dapatkan?
Di sini, Anda akan menemukan panduan lengkap Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa format, yaitu:
Video Dzikir Pagi dan Petang: Dilengkapi dengan teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia.
MP3 Dzikir Pagi dan Petang: Untuk memudahkan Anda mendengarkan di mana saja.
PDF Dzikir Pagi dan Petang: Berisi kumpulan dzikir yang dapat diunduh dan dibaca kapan saja.
Teruskan membaca untuk mendapatkan link download dan informasi lengkapnya!
Sumber Rujukan Dzikir Pagi dan Petang yang Saya Gunakan
Konten Dzikir Pagi dan Petang ini saya susun berdasarkan referensi terpercaya, termasuk:
Dzikir Pagi dan Dzikir Petang Rumaysho yang disusun oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Saya telah memverifikasi teks hadisnya dan menyesuaikan terjemahannya menggunakan dua aplikasi terpercaya: جامع الكتب التسعة dan الباحث الحديثي
Buku Hisnul Muslim karya Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, yang merupakan rujukan utama bagi banyak muslim di seluruh dunia.
Buku Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu karya ustadz Abu Najib Abdillah, yang menjadi panduan tambahan dalam menyusun materi ini.
Mengapa Pilih Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah?
Melakukan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membawa ketenangan batin dan keberkahan hidup. Dengan mempraktikkan dzikir ini setiap hari, Anda dapat melindungi diri dari gangguan setan, meningkatkan kesabaran, dan mendapatkan keberkahan waktu.
Download dan Nikmati Format yang Anda Butuhkan!
Anda bisa mendownload PDF Dzikir Pagi dan Petang, mendengarkan versi MP3 Dzikir Pagi dan Petang, atau menonton video Dzikir Pagi dan Petang lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk memperkaya ibadah Anda dengan dzikir pagi dan petang yang mudah diakses dan sesuai sunnah!
Dzikir Pagi dan Petang Rodja: Inspirasi dari Radio Rodja dan Rodja TV
Salah satu sumber inspirasi utama saya dalam menyusun konten Dzikir Pagi dan Dzikir Petang dalam bentuk audio-visual adalah program Dzikir Pagi dan Petang yang disiarkan di Radio Rodja dan Rodja TV. Program ini menawarkan video dzikir yang lengkap, termasuk:
Bacaan dzikir dalam teks Arab dan transliterasi Latin,
Terjemahan dalam bahasa Indonesia,
Ditambah panduan audio yang memudahkan pembaca mengikuti bacaan.
Kelengkapan dan kemudahan akses ini menjadikan konten dzikir yang disiarkan oleh Radio Rodja dan Rodja TV sebagai referensi yang sangat menarik. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi umat Islam dalam meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Apa yang Dimaksud dengan Dzikir Sesuai Sunnah Nabi?
Dzikir pagi dan petang yang sesuai sunnah adalah dzikir yang bersumber dari hadis Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam yang shahih. Hanya dzikir yang bersumber dari hadis shahih yang dapat dijadikan pegangan untuk beramal.
Sebaliknya, dzikir yang tidak memiliki dasar dari hadis shahih tidak boleh diamalkan. Hal ini merujuk pada sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam:
“Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak berasal dari kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
Pastikan Dzikir Anda Sesuai Sunnah
Jika sebelumnya Anda mengamalkan dzikir pagi dan sore seperti Al-Matsurat atau wirid lainnya, pastikan bacaan tersebut bersumber dari hadis Nabi yang shahih. Mengamalkan dzikir tanpa dasar yang jelas berisiko sia-sia dan bahkan tertolak.
***
Dzikir Pagi dan Petang dalam Berbagai Format (Download Gratis)
Mudahnya Berdzikir dengan Format Digital
Dzikir pagi dan petang adalah amalan yang sangat penting untuk menjaga ketenangan hati, perlindungan diri, dan keberkahan hidup sehari-hari. Untuk mempermudah Anda mengamalkannya, saya telah menyusun Dzikir Pagi dan Petang dalam beberapa bentuk konten digital yang praktis dan bisa diakses kapan saja.
Anda dapat mendownload format yang sesuai dengan kebutuhan Anda, lalu menyimpannya di ponsel agar bisa digunakan setiap pagi dan petang sebagai panduan membaca dzikir. Dengan ini, Anda tidak lagi perlu membuka banyak referensi, karena semuanya sudah dikemas dengan mudah dan rapi.
Kenapa Dzikir Pagi dan Petang Dipisah?
Dalam penyusunan konten ini, Dzikir Pagi dan Dzikir Petang (Dzikir Sore) saya pisahkan menjadi dua bagian terpisah. Mengapa?
Kemudahan Akses: Dengan memisahkan keduanya, Anda tidak perlu menggulir panjang untuk menemukan bagian yang ingin dibaca.
Praktis: Karena konten ini berbentuk digital, memisahkan dzikir pagi dan petang membuatnya lebih ringan dan efisien untuk digunakan kapan saja.
Bayangkan jika semua dzikir digabungkan dalam satu file, hal ini tentu akan mempersulit pembaca—terutama untuk menemukan dzikir petang yang berada di bagian belakang. Format ini dirancang untuk kenyamanan Anda.
Pilihan Format Dzikir Pagi dan Petang
1. Dzikir Pagi dan Petang dalam Bentuk Video Book
Format ini sangat menarik, karena menggabungkan elemen video dengan konten buku digital. Berikut fitur utamanya:
Tulisan Arab: Untuk Anda yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
Transliterasi Latin: Membantu Anda yang belum lancar membaca teks Arab.
Terjemahan Bahasa Indonesia: Memahami makna dzikir menjadi lebih mudah.
Panduan Narasi Audio: Cocok untuk Anda yang ingin berdzikir sambil berkendara atau melakukan aktivitas lain.
2. Dzikir Pagi dan Petang dalam Format MP3
Mendengarkan dzikir kini lebih mudah melalui format MP3.
Sangat praktis untuk didengarkan saat perjalanan atau sambil beraktivitas.
3. Dzikir Pagi dan Petang dalam Format PDF
Dapat diunduh dan disimpan di perangkat Anda.
Cocok untuk Anda yang lebih suka membaca dzikir dalam format teks digital.
Manfaat Dzikir Pagi dan Petang dalam Format Digital
Akses Fleksibel: Bisa digunakan di mana saja, kapan saja.
Praktis dan Efisien: Tidak perlu membawa buku fisik.
Memudahkan Pemula: Dengan transliterasi Latin dan terjemahan, siapa pun bisa mulai berdzikir.
***
VIDEO DZIKIR PAGI PETANG (GABUNGAN)
***
VIDEO DZIKIR PAGI
***
VIDEO DZIKIR PETANG
***
Dzikir Pagi dan Petang PDF
Dzikir pagi petang PDF ini boleh Anda download dan simpan di HP Anda. Sewaktu-waktu Anda bisa membacanya di waktu pagi dan sore hari. Anda pun bisa mencetaknya. Anda bisa jilid menjadi bentuk buku. Dzikir Pagi dan Petang PDF ini isinya sama persis dengan Dzikir Pagi Petang bentuk video book.
Dzikir Pagi Petang MP3 ini dapat Anda simpan di HP dan komputer Anda. Anda dapat mendengarkannya sewaktu pagi dan sore hari. Ini insya Allah sangat membantu sekali bagi Anda yang mobile; ketika Anda di dalam perjalanan di atas kendaraan misalnya.
Poster Dzikir Pagi Petang dan Setelah Shalat Fardhu
***
DZIKIR PAGI PETANG BENTUK TEKS
Di bawah ini Anda boleh membaca Dzikir Pagi dan Petang dalam bentuk teks. Anda dapat langsung membacanya tanpa mendownload Dzikir Pagi Petang dalam berbagai packaging seperti di atas:
***
Kapan membaca Dzikir Pagi dan Petang?
Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa waktu membaca dzikir pagi adalah sesudah Shalat Subuh hingga terbitnya matahari. Dan waktu membaca dzikir petang adalah sesudah Shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. (Shahih al-Wabil as-Shoyyib)
***
BACAAN DZIKIR PAGI
[1] Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah membaca Ayat Kursi: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
[6] Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah walhamdulil-laah. Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku. Walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in-qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haa-dzal yauum wa khoiro maa ba’-dahu. Wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haa-dzal yauum wa syar-ri maa ba’-dah. Robbi a-’uu-dzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaa-bin-fin naari wa ‘adzaa-bin fil qobr.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim)
[7] Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)
Allaahumma bika ash-bahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)
Faedah: Barang siapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)
[9] Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)
“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)
[10] Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)
Allaahumma innii ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[11] Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
[12] Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)
Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)
Faedah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)
[13] Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)
[14] Menyatakan ridho terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. (HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[15] Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)
[16] Menyatakan diri sebagai seorang muslim yang lurus di atas fitrah Islam. (DIBACA 1x)
Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibroohiima haniifam muslimaa. Wa maa kaana minal musyrikiin.
“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja) (HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim. Lihat pula as-Silsilah ash-Shahihah no. 2989)
[17] Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallaahi wa bi-hamdih.
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)
[18] Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x atau 100x)
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x atau 100x)
Faedah membaca 10x: Barang siapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)
Faedah membaca 100x: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR. al-Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)
[19] Membaca tasbih dan tahmid, memuji Allah. (DIBACA 3x)
Subhaanallaahi wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. Wazinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3x di waktu pagi saja)
Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir ini telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas subuh sampai waktu Dhuha. (HR. Muslim no. 2726)
[20] Memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi-’aa, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1x setelah salam dari Shalat Shubuh) (HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini shahih)
[21] Memohon ampunan dan bertobat kepada Allah. (DIBACA 100x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagh-firullaaha wa atuubu ilaiih.
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100x dalam sehari) (HR. al-Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702)
***
BACAAN DZIKIR PETANG
[1] Membaca ta’awwudz (DIBACA 1x)
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
a-‘uu dzu bil-laahi minasy syaithoonir rojiim
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qoyyuum. Laa ta’ khu dzu huu sinatuww walaa nauum. Lahuu maa fis samaawaa ti wamaa fil ard. Man-dzal ladzii yasy fa-‘u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’-lamu maa baina ai-dii him wa maa khol fahum. Wa laa yuhii-thuu-na bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaaaa’. Wa-si-‘a kursiyy-yuhus-samaa-waa-ti wal ard. Wa laa ya-uu duhu hif zhu humaa. Wa huwal ‘aliyy-yul ‘a-zhiim
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. al-Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Faedah membaca Ayat Kursi: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. (HR. al-Hakim 1: 562). Syaikh al-Albani menshahihkan hadis tersebut dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. al-Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. al-Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. an-Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
[6] Doa memohon kebaikan pada hari ini (DIBACA 1x)
Amsaynaa wa amsal mulku lil-laah walhamdulillah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a-’uudzu bika min syar-ri maa fii haadzihil lailah wa syar-ri maa ba’dahaa. Robbi a-’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a-’uudzu bika min ‘adzaabin fin naari wa ‘adzaabin fil qobri.
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1x)
Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. (HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161)
[7] Menyatakan pasrah hidup dan mati hanya kepada Allah (DIBACA 1x)
Allaahumma bika amsainaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1x) (HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
Allaahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta. Kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A-’uudzu bika min syar-ri maa shona’-tu. Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzam-bii. Fagh-firlii fa-innahu laa yagh-firudz dzunuuba illaa anta.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1x)
Faedah: Barang siapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari no. 6306)
[9] Mohon kesehatan. Mohon dilindungi dari kekafiran, kefakiran, dan azab kubur. (DIBACA 3x)
“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran, dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari)
[10] Menyatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah. (DIBACA 4x)
Allaahumma innii amsaitu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikataka wa jamii-’a kholqika. Annaka antallaahu laa ilaaha illaa anta wahdaka laa syariika laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud no. 5069. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[11] Memohon keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, keluarga, dan harta. (DIBACA 1x)
Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummah-fazh-nii mim bayni yaday-ya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a-’udzu bi ‘azhomatika an ughtaala min tahtii.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. (HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)
[12] Memohon perlindungan dari keburukan jiwa, setan, dan perbuatan maksiat. (DIBACA 1x)
Allaahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. A-’udzu bika min syar-ri nafsii wa min syar-risy syaithooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrahu ilaa muslim.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1x)
Faedah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth bahwa hadis tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya atau shahih lighoirihi)
[13] Memohon perlindungan dari semua bahaya. (DIBACA 3x)
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma-’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii-’ul ‘aliim.
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba membahayakannya. (HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)
[14] Menyatakan ridha terhadap Allah, Islam, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. (DIBACA 3x)
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin nabiyyaa.
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku.” (Dibaca 3x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.(HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan)
[15] Memohon dimudahkan dan diperbaiki segala urusan. (DIBACA 1x)
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghii-tsu, wa ash-lih lii sya’-nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca 1x)
Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiallahu ‘anha supaya diamalkan pagi dan petang. (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, an-Nasaa-i dalam al-Kubro (381/ 570), al-Bazzar dalam Musnadnya (4/25/3107), al-Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 227)
[16] Bertasbih memuji Allah. (DIBACA 100x)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaanallaahi wa bi-hamdih.
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100x)
Faedah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘subhaanallaahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)
[17] Membaca perkataan terbaik para Nabi. (DIBACA 10x)
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x)
Faedah membaca 10x: Barang siapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10 kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. (HR. an-Nasaa-i al-Kubra 6: 10)
[18] Memohon perlindungan dari segala kejahatan mahluk. (DIBACA 3x)
A-’uudzu bikalimaatil-laahit-taammaati min syar-ri maa kholaq
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca 3x pada waktu petang)
Faedah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu. (HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih sesuai syarat Muslim)
***
Semoga Dzikir Pagi dan Petang yang saya sajikan ini bermanfaat untuk kita semua. Dapat kita amalkan pada waktu pagi dan sore hari sepanjang hidup kita.
***
REFERENSI DZIKIR PAGI PETANG
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal www.rumaysho.com
Syaikh Said bin Ali bin Wahf al-Qohthooni Hisnul Muslim
Ustadz Abu Najib Abdillah Shahih Zikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu
Apa niat Sholat Tahajud yang benar sesuai sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Sekarang, insya Allah kita akan belajar tentang niat sholat tahajud. Satu hal yang sangat menggelitik saya, tatkala saya mengetahu ada yang bertanya:
“Apa sih niat Sholat Tahajud?” dan bahkan ada pertanyaan yang lebih detail lagi: “Apa niat Sholat Tahajud 4 rakaat?“, “Apa niat Sholat Tahajud 2 rakaat?“
Saya mendapati kenyataan ternyata masih banyak diantara saudara-saudara kami seiman yang menyangka bahwa setiap ibadah mesti harus ada lafadz niatnya. Coba bayangkan… betapa sulitnya nanti kita beribadah jika setiap ibadah harus menghafal niatnya; mau Sholat Tahajud 4 rakaat begini niatnya… mau Sholat Tahajud 2 rakaat beda lagi niatnya… tentu agama Islam yang mudah ini menjadi terkesan sulit jadinya… iya kan? ^^
Di sisi lainnya saya sangat gembira. Ternyata banyak sekali saudara-saudara kami seiman yang semangat mengamalkan ibadah sunnah, seperti Sholat Tahajud. Banyak sekali yang menanyakan “Bagaimana cara Sholat Tahajud?“, “Apa niat Sholat Tahajud?“, “Apa doa setelah Sholat Tahajud?“, “Apa bacaan Sholat Tahajud?“.
Ini adalah pertanda baik. Semoga dengan ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan kasih sayang Allah pada negeri kita.
***
Niat Sholat Tahajud
Niat Sholat Tahajud itu, caranya sangat mudah. Ketika Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir.
Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.
Niat adalah amalan hati. Bagian yang sangat penting dalam setiap ibadah. Setiap ibadah itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya.
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه ، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ( إنما الأعمال بالنيّات ، وإنما لكل امريء مانوى ، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله ، فهجرته إلى الله ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها ، أو امرأة ينكحها ، فهجرته إلى ما هاجر إليه ) رواه البخاري ومسلم في صحيحهما .
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khaththab radhiallahu ’anhu, beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ’Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya tertuju pada apa yang dia tuju.’” (HR. al-Bukhari & Muslim)
Jika yang Anda maksud melafadzkan niat seperti ucapan “usholli…” atau “nawaitu” maka ini tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan kita melafadzkan niat untuk Sholat Tahajud, dan tidak pernah pula untuk sholat-sholat yang lainnya.
Sungguh indah perkataan Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, I/201 yang dinukil oleh ustadz Muhammad Abduh Tuasikal ini:
“Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadis saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara mengucapkan niat ini, tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat: https://rumaysho.com/934-hukum-melafadzkan-niat-usholli-nawaitu-2.html)
Perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas semacam “tantangan” untuk siapa saja yang bisa menunjukkan satu Hadis saja di hadapan beliau tentang melafadzkan niat ini. Tentu saja tidak ada yang bisa karena memang tidak ada contohnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang melafadzkan niat ini.
Sekali lagi, tentang niat Sholat Tahajud
Sekali lagi, ketika Anda ingin Sholat Tahajud. Anda berencana akan bangun malam untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka saat itu pula Anda sudah memasang niat. Ketika Anda sudah bangun malam, lalu Anda bersiap-siap Sholat Tahajud. Ketika Anda sudah berdiri tegak menghadap kiblat untuk melaksanakan Sholat Tahajud maka Anda langsung bertakbir. Ucapkan “Allahu Akbar”, maka saat itu pula Sholat Tahajud sudah Anda mulai.
***
Video cara niat Sholat Tahajud
Saya sudah membuat video tentang cara niat Sholat Tahajud ini, di channel banghen.com (Youtube). Anda boleh menontonnya:
Agama Islam itu sangat mudah & indah
Agama Islam ini sungguh mudah, saudaraku…
Seandainya setiap ibadah dalam agama Islam ini harus menghafalkan niat, maka sungguh akan terasa sulit, bukan?
Namun, alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah, yang telah menetapkan syariat Islam yang sangat mudah dan indah sekali untuk kita, hamba-Nya.
Semoga Allah menerima ibadah Sholat Tahajud Anda.
Bacaan sholat dan artinya yang kita pelajari ini adalah surat al-Fatihah dan artinya. Lengkap dengan tulisan arab untuk lafadz aslinya. Ditambah tulisan latin untuk lafadz bacaannya, khusus bagi Anda yang belum bisa membaca tulisan arab. Tidak itu saja, bahkan lengkap pula dengan terjemahannya.
Saya sudah membuat video bacaan sholat dan artinya untuk surat al-Fatihah artinya ini di channel Youtube banghen.com. Video al-Fatihah dan artinya ini adalah seri pertama untuk rangkaian video bacaan sholat lengkap. Bacaan sholat lengkap tersebut insya Allah terdiri bacaan sholat yang wajib, seperti al-Fatihah, hingga bacaan sholat yang lainnya.
Tujuan dari pembuatan bacaan sholat lengkap ini adalah agar ibadah sholat kita menjadi lebih khusyu’ dikarenakan kita dapat memahami makna bacaan sholat yang kita amalkan. Oleh karena itu, setiap bacaan sholat dilengkapi dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Selain itu, mudah-mudahan dapat membantu saudara saya semuanya untuk membaca bacaan sholat dengan bacaan sholat yang benar, atau minimal dapat mengurangi kesalahan dalam pengucapan dan tajwidnya. Sehingga ini membuat kita menjadi bertambah khusyu’ kita dalam menunaikan ibadah sholat; baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah.
Yuk sekarang kita mulai belajar bacaan sholat seri yang pertama, yaitu surat al-Fatihah dan artinya. Berikut ini video bacaan sholat dan artinya seri pertama: al-Fatihah dan artinya.
Video bacaan sholat dan artinya ini merupakan pelengkap video cara sholat Nabi Muhammad dan praktik sholat sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu video bacaan sholat dalam rangkaian serial bacaan sholat lengkap dan artinya (lengkap dengan tulisan dan terjemahannya) ini dapat Anda praktekkan pada sholat fardhu (atau sholat wajib) Anda. Dan juga pada sholat sunnah yang Anda kerjakan. Karena pada dasarnya bacaan sholat wajib dan dan sholat sunnah secara umum sama (kecuali beberapa sholat sunnah tertentu). Mudah-mudahan video ini menambah khazanah perpustakan digital online melengkapi video bacaan sesuai sunnah yang lainnya.
Surat al-Fatihah dengan penggalan-penggalannya tanpa terjemahan, agar mudah Anda hafalkan.
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN
Yuk ulangi membacanya hingga tiga kali. Setelah itu kita belajar arti bacaan surat al-Fatihah.
***
Surat al-Fatihah dan artinya dengan penggalan-penggalannya (dalam bentuk gambar):
***
Teks Bacaan al-Fatihah dan Artinya
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
ALHAMDU LIL-LAAHI ROB-BIL ‘AALAMIIN
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
AR-ROHMAA-NIR-ROHIIM
Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
MAALIKI YAU-MID-DIIN
Yang menguasai Hari Pembalasan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
IYYAA-KA NA’-BUDU WA IYYAA-KA NAS-TA-‘IIN
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
IHDI-NASH SHIROO-THOL MUSTAQIIM
(Ya Allah) tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
SHIROO-THOL LADZII-NA AN-‘AM-TA ‘ALAI-HIM
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
GHOI-RIL MAGH-DHUU-BI ‘ALAI-HIM WA LADH-DHOOOOOOL-LIIN
bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
***
Semoga bacaan surat al-Fatihah dan artinya ini, yang merupakan rangkaian serial bacaan sholat lengkap, bermanfaat untuk kita semua.
Waktu mustajab berdoa & doa yang dikabulkan Allah pada waktu-waktu mustajab ini.
Ada banyak sekali waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah. Jika kita berdoa pada waktu-waktu mustajab tersebut maka peluang terkabulnya doa lebih besar dibandingkan pada waktu-waktu selainnya.
***
Berikut ini 10 waktu mustajab untuk berdoa. 10 waktu mustajab ini adalah waktu yang mudah kita jumpai sehari-hari. Mudah pula kita amalkan. Selain 10 waktu mustajab ini, tentu ada banyak waktu-waktu mustajab lainnya. Insya Allah di lain kesempatan kita akan mempelajari dan mengamalkannya.
***
(1) Waktu mustajab berdoa pada sepertiga malam terakhir
“Waktu yang mana Allah sangat dekat dengan seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah, an-Nasa’i, dan al-Hakim)
Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa untuk melakukan sholat tahajud dan berdoa kepada Allah.
“Bangunlah (untuk melakukan sholat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. al-Muzzamil: 2-3)
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah Sholat Tahajud, sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. al-Isra’: 79)
Kapan waktu sepertiga malam yang terakhir itu?
Waktu malam dihitung sejak tenggelamnya matahari (yaitu sejak waktu maghrib) hingga terbit fajar (yaitu waktu subuh). Jika waktu maghrib kira-kira pukul 18:00 dan waktu subuh pukul 04:00, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 00:30 dini hari.
***
(2) Waktu mustajab berdoa pada akhir Sholat Fardhu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
جاء رجلٌ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – ، فقال : أيُّ الصلاة أفضل ؟
قال جوفُ الليل الأوسط قال : أيُّ الدُّعاء أسمع ؟ قال: دُبر المكتوبات
Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya, “Sholat apa yang paling baik?”, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sholat di tengah malam”. Lalu laki-laki tersebut bertanya kembali, “Doa apa yang paling didengar?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Doa di akhir sholat fardhu.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya, Jami’ ‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 143-144)
Doa berikut dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhir sholat fardhu,
“Allaahumma inni a-’uudzu bika minal jubni, wa a-’uudzu bika an arudda ila ardzalil ‘umuri, wa a-’uudzu bika min fitnatit dunyaa wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri [artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari sikap pengecut di medan perang, dari jeleknya keadaan di masa tua, dari godaan dunia yang menggiurkan dan dari siksa kubur].” (HR. al-Bukhari no. 2822)
Makna lafadz “dubur sholat” pada Hadis tersebut, di sini ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Ada yang mengartikan di akhir sholat sebelum salam. Dan ada pula yang mengartikan setelah selesai sholat (setelah salam).
Dalil tentang berdoa di akhir sholat, yaitu sebelum salam adalah Hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berikut ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan al-Masih ad-Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.” (HR. an-Nasa’i no. 1310. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa Hadis ini shahih)
Doa pada akhir sholat, yaitu sebelum salam (karena masih di dalam sholat), hendaklah berdoa dengan doa yang berasal dari Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada banyak sekali doa di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(3) Waktu mustajab berdoa diantara waktu adzan dan iqomat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu. Jika bertepatan waktu itu ada seorang muslim yang berdoa kepada Allah meminta kebaikan dalam perkara dunia maupun akhirat, maka Allah akan kabulkan doanya. Waktu itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Oleh karena itu, sering-seringlah memanjatkan doa kepada Allah. Bisa jadi ketika Anda memanjatkan doa bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa.
***
(5) Waktu mustajab berdoa pada saat turun hujan
Hujan adalah rahmat dan nikmat dari Allah. Diantara nikmatnya turun hujan adalah doa pada saat turun hujan adalah doa yang mustajab.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Ada 2 doa yang tidak tertolak, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR al-Hakim, 2534, dishahihkan al-Albani di Shahih al-Jami’, 3078)
***
(6) Waktu mustajab berdoa pada waktu ashar di hari Jumat
Hadis dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, maka Allah akan berikan apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar.” (HR. Ahmad 7631 dan dinilai shahih Syuaib al-Arnauth)
***
(7) Waktu mustajab berdoa ketika sujud dalam sholat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Keadaan yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa (ketika sujud dalam sholat).” (HR. Muslim)
Berdoa ketika sujud dalam sholat sebaiknya dengan menggunakan doa-doa yang ada di dalam Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini juga dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
***
(8) Waktu mustajab berdoa ketika terbangun dari tidur di tengah malam, kemudian berdzikir dengan dzikir yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Barang siapa yang bangun di malam hari, lalu ia mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, alhamdulillaah, wa subhaanallaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa hawla walaa quwwata illaa billaah’ (artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.) Kemudian ia berkata: Allahummagh firlii (artinya: Ya Allah, ampunilah aku.) Atau ia berdoa, maka doanya akan dikabulkan Allah, dan jika ia berwudhu dan sholat, maka akan diterima sholatnya.” (HR. al-Bukhari dan at-Tirmidzi)
***
(9) Waktu mustajab untuk berdoa ketika seseorang tidur dalam keadaan suci, kemudian dia terbangun di malam hari dan berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim yang tidur setelah berdzikir dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun di malam hari, kemudian berdoa kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah, maka Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
***
(10) Doa mustajab adalah dengan menyertakan doa Nabi Yunus setiap kali berdoa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa Dzun Nuun ketika berdoa dalam perut ikan adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhoolimiin.’ (artinya: ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.’) Sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengannya kecuali Allah akan kabulkan.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Bagaimana cara mengamalkan doa Nabi Yunus ini?
Setiap kali Anda berdoa dengan doa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat maka bacakanlah doa Nabi Yunus ini terlebih dahulu. Sertakan doa Nabi Yunus ini dalam setiap doa-doa Anda. Maka, dengan izin Allah, doa Anda mustajab dan dikabulkan oleh Allah Ta’ala.
Demikianlah 10 waktu mustajab berdoa. Semoga dapat kita amalkan.
Doa untuk orang tua (yaitu doa untuk ibu dan bapak) yang akan kita pelajari ini, insya Allah, adalah doa untuk orang tua yang shahih. Tentu saja, karena bersumber dari al-Quran, kalamullah. Saya sudah berupaya mencari doa untuk orang tua dari Hadis Nabi, namun hingga saat ini belum menemukannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan ilmu dan kemampuan saya.
Latar belakang penulisan doa untuk kedua orang tua ini
Beberapa waktu lalu, saudara saya Remond Joey, seorang pemirsa channel banghen.com di Youtube, beliau bertanya tentang apa doa yang shahih untuk kedua orang tua. Oleh karena itu, saya kemudian termotivasi untuk menyusun tulisan ini. Hingga tahulah saya bahwa doa untuk orang tua yang selama ini kita amalkan ternyata berasal langsung dari al-Quran. Wallahu a’lam…
Renungan dan Motivasi untuk Berbakti kepada Orang Tua dari al-Quran
Sebelum kita membahas tiga doa untuk Ibu dan Bapak, yuk kita merenungkan firman Allah Taala berikut ini:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra’: 23)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra’: 24)
Lihatlah kedua ayat al-Quran yang saya bacakan tadi. Betapa istimewa dan pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua; kepada ibu dan bapak kita. Sampai-sampai Allah abadikan perintah berbuat baik kepada orang tua ini pada beberapa ayat di dalam al-Quran.
***
Berbuat baik kepada orang tua adalah adalah amalan yang dicintai Allah
Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah. Kita dapat melihat buktinya pada Hadis dari sahabat Nabi ‘Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,
“Aku bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.’ Lalu aku mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Berjihad di jalan Allah’.”
Lalu Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan hal-hal tadi kepadaku. Seandainya aku bertanya lagi, pasti beliau akan menambahkan (jawabannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)
***
Doa untuk orang tua dalam al-Quran
Diantara bentuk bakti seorang anak yang shaleh kepada orang tuanya adalah dengan mendoakan keduanya. Baik itu selama kedua orang tua kita masih hidup, maupun setelah keduanya meninggal dunia. Jadi, doa untuk ibu dan bapak ini adalah doa untuk kedua orang tua yang sudah meninggal ataupun terlebih-lebih lagi kita panjatkan kepada Allah untuk kedua orang tua kita yang masih hidup.
Berikut ini tiga doa untuk kedua orang tua. Ketiga doa untuk orang tua ini adalah doa terbaik untuk ibu dan bapak kita, karena semuanya bersumber dari al-Quran kalamullah.
***
Doa untuk orang tua yang pertama: Surat al-Isra ayat 24
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
ROBBIRHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHO-GHIIROO
“Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 24)
***
Doa untuk orang tua yang kedua: Surat Ibrahim ayat 41
“Wahai Tuhanku. ampunilah aku, ibu bapakku, dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nuh: 28)
Demikianlah tiga doa untuk orang tua yang berasal dari al-Quran. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan.
***
VIDEO DOA UNTUK ORANG TUA
Saya sudah membuatkan video book doa untuk ibu bapak ini. Video ini ada di channel banghen.com di Youtube. Silakan simak videonya berikut ini:
***
REFERENSI DOA UNTUK ORANG TUA
-Doa & Wirid Mengobati Guna-Guna dan Sihir Menurut al-Quran dan as-Sunnah, ustadz Yazid bin Abdil Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i
-https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html
-https://rumaysho.com/480-ibu-ayah-aku-ingin-meraih-surga.html
-https://konsultasisyariah.com/20268-20268.html
-https://islamqa.info/id/46698
-https://rumaysho.com/11752-cara-berbakti-pada-orang-tua-setelah-mereka-tiada.html
-https://muslimah.or.id/5753-berbakti-kepada-kedua-orang-tua.html